cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA)
ISSN : -     EISSN : 26209896     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) adalah jurnal yang terbit 2 kali setiap tahun pada bulan Februari dan September. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) adalah peer reviewed jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah mengenai arsitektur dan perencanaan lingkungan binaan pada lingkup ilmu arsitektur, lansekap, interior, perencanaan wilayah kota dan kawasan.
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Analisis Sebaran Lokasi Bangunan Kolonial Di Kota Bandung Menggunakan Getis-Ord Gi* Hot Spot Analysis Tamimi, Nadhil; Fatimah, Indung Sitti; Hadi, Akhmad Arifin
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 4, No 1 (2021): Februari (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v4i1.1715

Abstract

Salah satu periode yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan pembangunan di Indonesia adalah periode kolonial. Terdapat berbagai macam bentuk peninggalan bersejarah berasal dari periode tersebut, salah satunya ialah langgam atau gaya arsitektur kolonial. Bangunan yang memiliki karakter arsitektur kolonial dapat dikategorikan sebagai bangunan yang penting untuk dilestarikan karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Penelitian dilakukan untuk melihat persebaran bangunan kolonial dan pada wilayah mana yang memiliki intensitas tertinggi di kota Bandung. Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang terdiri dari studi literatur, observasi lapang, dan analisis spasial menggunakan metode Getis-Ord gi* hot spot analysis. Dari penelitian ini diidentifikasi bangunan kolonial di kota Bandung berpusat di kelurahan Braga sebanyak 15 titik lokasi. Dengan demikian diharapkan dapat menjadi bahan rujukan pengembangan di kawasan tersebut sehingga karakter kolonial yang telah ada tidak rusak atau menghilang.
Isolation Treatment Room As A Form Of Separation Room For Covid-19 Patients In Surabaya Hajj General Hospital Putra, Heristama Anugerah; Roosandriantini, Josephine
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 4, No 1 (2021): Februari (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v4i1.1452

Abstract

The Surabaya hajj general hospital is one of the main reference points for patients suffering from Covid-19 in East Java province. The need and the addition of isolation space is very important and urgent to limit the space and interaction while the patient is confirmed positive from the environment. Existingly, the existing inpatient rooms are used as isolation rooms. The research method used is exploring situations with descriptive design through literature analysis and user investigation combined with the privacy space method. The results of this study were to obtain the formation of space isolation patterns based on the level of privacy in order to prevent infection out of space.
Permeabilitas dan Pergerakan Pejalan Kaki terhadap Physical Distancing (Studi Kasus: Jalan Malioboro) Untsa, Fasiha Putri; Astuti, Dyah Widi
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 4, No 2 (2021): September (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v4i2.2030

Abstract

Eksistensi ruang publik terutama jalur pedestrian saat pandemi menjadi prioritas utama dalam perencanaan kota. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak konfigurasi spasial dan pergerakan pejalan kaki pada ruang jalan terhadap efektivitas physical distancing. Penggunaan metode space syntax dalam menentukan kualitas konfigurasi spasial Jalan Malioboro melalui tingkat permeabilitas dan metode observasi melalui counting dan tracing dalam memahami pergerakan pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukan perlunya penambahan ruang yang lebih bagi pejalan kaki, karena adanya korelasi antara permeabilitas dengan peningkatan pergerakan pejalan kaki yang dapat menghambat implementasi physical distancing. Pengelolaan ruang jalan yang baik dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan tersebut
Adaptasi Penghuni terhadap Perubahan Ruang Domestik menjadi Ruang Usaha akibat Pandemi COVID19 Wiyatiningsih, Wiyatiningsih
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 4, No 2 (2021): September (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v4i2.2049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola adaptasi penghuni terhadap perubahan ruang domestik menjadi ruang produksi akibat inovasi ekonomi masa pandemi. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan Studi Kasus terhadap dua rumah usaha tanaman anggrek di Kecamatan Cangkringan. Analisis dilakukan terhadap perubahan ruang mix-used dan bentuk adaptasi penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup online masa pandemi berdampak pada perubahan rumah sebagai ruang usaha (Home Based Enterprises). Perubahan fungsi komersial rumah direspon melalui adaptasi kultural, fisiologi dan morfologi yang digolongkan dalam tipe adaptasi perluasan (extending). Adaptasi terhadap protokol kesehatan dilakukan sebatas penataan ruang tamu di ruang luar.
Efektivitas Model Huntara Paska Gempabumi Sulawesi Tengah 2018: Studi Kasus Huntara di Kabupaten Sigi Andriansyah, Muhammad; Idham, Noor Cholis
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 4, No 2 (2021): September (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v4i2.2163

Abstract

Gempabumi Sulawesi Tengah September 2018 menghancurkan sebagian besar wilayah termasuk kabupaten Sigi yang paling terdampak dengan total kebutuhan hunian 13.144 unit. Pada fase transisi terdapat 43 lembaga terlibat pemenuhan huntara, namun pendekatan dan implementasinya memiliki perbedaan, sehingga mempengaruhi kualitas maupun respon penyintas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas huntara berdasarkan pendekatan konsep dan implementasi dari lembaga pemberi bantuan yaitu kementrian PUPR, CRS, Habitat, dan KUN. Tingkat efektivitas diukur secara deskriptif komparasi pendekatan dan respon penyintas dari tiap lembaga yang menunjukkan pendekatan model huntara mandiri berbasis uang tunai partisipatif lebih efektif di fase transisi dan huntara kolektif efektif di fase darurat
Privatisasi Ruang Bawah Jalan Layang Tanjung Emas Semarang Putriati, Dian; Harsritanto, Bangun I.R; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 4, No 2 (2021): September (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v4i2.1600

Abstract

Tingginya mobilitas di perkotaan menjadi salah satu alasan banyaknya pembangunan jalan layang. Pembangunan jalan layang menyisakan ruang kosong pada bagian bawahnya. Ruang tersebut kemudian dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik. Pemanfaatan ruang bawah Jalan Layang Tanjung Emas Semarang menimbulkan fenomena privatisasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kegiatan pemanfaatan ruang dan proses privatisasi yang dilakukan oleh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, membuat pemetaan, menganalisa secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan pemanfaatan ruang yang dilakukan masyarakat yaitu untuk kegiatan ekonomi. Sedangkan proses privatisasi dilakukan dengan membuat bangunan non permanen maupun meninggalkan gerobak jualan di titik lokasi tertentu. Privatisasi ruang yang dilakukan oleh masyarakat  memberikan makna baru pada ruang yang awalnya tidak memiliki fungsi dalam tata ruang kota, namun secara tidak langsung juga melakukan legitimasi kekuasaan terhadap ruang. Kegiatan pemanfaatan ruang oleh masyarakat dan juga tindakan masyarakat dalam mengoptasi ruang bawah jalan Layang Tanjung Emas dapat menjadi pertimbangan untuk penataan ruang bawah jalan layang Tanjung Emas yang lebih baik di kemudian hari.
ANALISA PROKSEMIK PADA PERSEPSI PENGHALANG KANDANG DI KEBUN BINATANG Maulida, Mala; Wahjudi, Deddy
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 4, No 2 (2021): September (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v4i2.1742

Abstract

Selain berfungsi sebagai tempat pendidikan dan konservasi kebun binatang juga berfungsi sebagai tempat rekreasi, semua fungsi inipun saling terkait satu sama lain. Pengunjung memainkan peran finansial utama untuk sebuah kebun binatang. Karena hal tersebut, kebun binatang perlu memastikan bahwa para pengunjung mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan menghibur di kebun binatang. Jumlah pengunjung juga dipastikan terus meningkat setiap tahunnya, dengan adanya peningkatan ini membuat kebun binatang di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia memiliki banyak kasus-kasus negatif mengenai prilaku pengunjung yang berdampak pada kesejahteran satwa, pada akhirnya hal tersebut membuat para satwa menjadi stress, sakit bahkan berujung dengan kematian. Beberapa studi sebelumnya mengatakan bahwa hambatan visual atau fisik, dapat mempengaruhi pengalaman pengunjung dan potensi perilaku pengunjung. Untuk itu penting memahami perilaku dan faktor yang mempengaruhi persepsi pengunjung terhadap kebun binatang. Penghalang kandang ini juga berfungsi sebagai media pembatas Interaksi manusia dan satwa yang di nilai memiki interpretasi yang berbeda, biasanya interaksi yang dilakukan satwa untuk memberitau mengenai ruang pribadinya, sedangkan dari segi manusia berfungsi juga sebagai faktor keamanan. Penelitian ini dilakukan pada 6 desain penghalang kandang gajah yang banyak digunakan di berbagai belahan dunia, yaitu penghalang kaca, penghalang tali besi, parit kering, parit basah dan dua posisi tampil Dominan dan Subordinal. Tujuan dari penelitian ini menyelidiki efek dari enam variabel desain penghalang kandang untuk mengetahui hubungan antara persepsi penghalang fisik atau visual kandang gajah terhadap perilaku pengunjung. Dilakukan terhadap 117 responden dengan memberikan kuisoner yang kemudian dianalisa mengunakan metode kuantitatif.  Hasil Analisa kemudian dianalisis menggunakan teori proksemik. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh yang signifikan pada desain penghalang kandang terhadap persepsi dan perilaku responden dan kaca merupakan penghalang yang paling disukai karena dapat mendekatkan kepada gajah dengan aman.
Pola Kerusakan Dan Kinerja Fisik Komponen Atap Pada Bangunan Rumah Susun Sederhana di DKI Jakarta Harapan, Andi Harapan
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 4, No 2 (2021): September (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v4i2.2019

Abstract

Atap merupakan salah satu komponen bangunan yang banyak memberikan masalah terhadap kinerja fisik suatu bangunan. Kerusakan pada komponen atap akan mengakibatkan kerusakan pada komponen bangunan lainnya. Kondisi ini dapat diamati pada rumah susun sederhana di DKI Jakarta, baik yang sifatnya sewa maupun sewa-milik. Atap yang direncanakan berumur 10-15 tahun, umumnya sudah mengalami kerusakan fisik yang signifikan (harus diganti dan diperbaiki) pada setengah usia tersebut. Kerusakan atap selain disebabkan oleh kualitas material yang rendah, juga disebabkan oleh faktor-faktor lainnya, meliputi: kualitas pengerjaan, pengaruh desain bangunan, kualitas perawatan, kualitas penghuni, dan faktor lingkungan (iklim). Dalam artikel ini akan dibahas pola kerusakan atap dan faktor-faktor penyebabnya.
Kajian Desain Rumah Sakit Mobil Maharika, Ilya Fadjar; Risdiyono, Risdiyono; Kusriyanto, Medilla; Sujarwo, Ari; Nugraheni, Fitri; Nurmianto, Awaluddin; Danarti, Retno; Suswardana, Suswardana; Arasya Maharika, Raka Affa; Fadillah, Titania Nur
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 4, No 2 (2021): September (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v4i2.2074

Abstract

Bencana dan pandemi memerlukan respon sistem kesehatan yang gesit. Karakter geografis Indonesia juga menuntut kelincahan di satu sisi dan integrasi sistem di sisi lain yang belum sepenuhnya direspons oleh sistem eksisting yang mengandalkan infrastruktur stasioner. Saat ini, dalam literatur dan praktik global, mobile health care system telah menjadi trend namun belum menjadi bagian dari wacana di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memulai desain rumah sakit modular untuk mengisi kesenjangan sistemik ini. Penelitian pendahuluan ini dilakukan dengan menggunakan metode tinjauan pustaka naratif untuk mengidentifikasi kriteria desain kritis sebagai bagian dari metodologi penelitian desain. Artikel ini merekomendasikan enam kriteria penting untuk ide desain arsitektur dan pengembangan kebijakan untuk rumah sakit mobile modular.
STUDI PERBANDINGAN KINERJA PENCAHAYAAN DARI RAK CAHAYA KONVENSIONAL DAN RAK PENGARAH CAHAYA PADA GEDUNG BERTINGKAT TINGGI Vidiyanti, Christy; Bachrun, Abraham Seno
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 5, No 1 (2022): Februari (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v5i1.2159

Abstract

Daylight conditions in high-rise buildings have phenomenon that the side of the room that is close to the window have a high level of daylight, while the other side receives less daylight. The use of light shelf is still possible to be installed, but light shelf still have a minimum Useful Daylight Illuminance (UDI) value of 44%. This happens because the process of reflection on the light shelf occurs more than once. This study tries to design a light guiding shelf with the principle of reducing the amount of reflection so that the light received by the space is not reduced too much. This research will use the Sahid Sudirman Center as a case study building. The method used in this research is the experimental method. The hypothesis in this study is that buildings with light guiding shelf produce better and more uniform lighting quality than buildings with conventional light shelf. The data will be taken using the Dialux software to get data on the intensity of daylight on the building. The results showed that the conventional light shelf only had the best performance on uniformity of daylight at 12.00. While the light guiding shelf has the best performance on all criteria, that sDA350-6650, light uniformity, light contrast and DGP at 08.00 and 16.00. In addition to being able to meet the best daylighting quantity performance, the light guiding shelf is also able to produce good daylighting quality performance. So overall, light guiding shelf has better lighting performance than conventional light shelf, so the hypothesis in this study is accepted.Â