cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DESA BAUMATA TIMUR MELALUI INOVASI PRODUK NATA DE MORINGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Tjitda, Putra Jiwamurwa Pama; Abanit, Yohanes Mau; Kapitan, Lely Adel Violin; Rachmat, Emanuel Gerald Alan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.67082

Abstract

The availability of food sources with adequate protein content represents one of the strategic approaches to preventing stunting. Nata de moringa, an innovative product developed from coconut water and moringa leaves, has considerable potential to serve as an accessible protein source for the community. Therefore, a community service program with the Tani Group of Nekemolo in North Baumata Village was carried out as an effort to prevent stunting. Preliminary observations revealed that participants had limited knowledge regarding the use of coconut water and moringa leaves as functional food ingredients, despite their abundance in the area. Therefore, the program was implemented in the form of education and training on nata de moringa production. The objective of this activity was to enhance participants’ knowledge and skills in producing nata de moringa. The program took place at the residence of the Tani Group chairman in August 2025 and was conducted by the service team through educational sessions on the utilization and production stages of nata de moringa. The knowledge gained was further applied through hands-on training using a demonstration method, where each participant was directly involved in all stages of the production process. Monitoring and evaluation were conducted using a questionnaire related to the product. An evaluation was carried out to determine the percentage increase in participants’ understanding for each question. The results indicated that the average improvement ranged from 18% to 93% by the end of the activity. Furthermore, participants demonstrated strong motivation and willingness to produce independently in the future.Ketersediaan asupan makanan dengan kandungan protein yang memadai dapat menjadi salah satu pendekatan strategi dalam upaya pencegahan stunting. Nata de moringa, produk inovatif hasil olahan air kelapa dan daun kelor, berpotensi menyediakan sumber protein bagi masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama kelompok Tani Nekemolo di Desa Baumata Timur telah dilaksanakan sebagai upaya pencegahan stunting. Berdasarkan hasil observasi awal, pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan air kelapa dan daun kelor sebagai bahan pangan sehat masih terbatas, meskipun kedua bahan tersebut tersedia melimpah di wilayah kegiatan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi dan pelatihan pembuatan nata de moringa. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memproduksi nata de moringa. Kegiatan berlangsung di rumah Ketua Kelompok Tani Nekemolo pada bulan Agustus tahun 2025 dan dilaksanakan oleh tim pengabdi melalui pemberian edukasi mengenai manfaat serta tahapan produksi nata de moringa. Selanjutnya, pemahaman peserta diimplementasikan melalui pelatihan dengan metode demonstrasi, di mana peserta terlibat secara langsung dalam setiap tahapan proses produksi. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang berisi pertanyaan terkait produk. Evaluasi dilakukan dengan menentukan persentase peningkatan pemahaman setiap pertanyaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dengan rata-rata persentase dari 18% menjadi 93% di akhir kegiatan. Selain itu, peserta juga menunjukkan motivasi dan keinginan untuk memproduksi secara mandiri pada waktu mendatang.
PEMBERDAYAAN KESATUAN PEREMPUAN PESISIR INDONESIA (KPPI) DALAM ISU GENDER DAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI DI BAGAN DELI, KECAMATAN MEDAN BELAWAN, KOTA MEDAN Syarifah, Syarifah; Rochadi, R. Kintoko; Wahyuni, Henny Sri; Sembiring, Mei Thalia; Lingga, Nabila Rizqi; Sembiring, Viola Agnesya Br; Lubis, Halinda Sari
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.65862

Abstract

This community engagement program focused on empowering coastal women members of the Indonesian Coastal Women’s Association (KPPI) in Bagan Deli, Medan Belawan District, by addressing gender issues and reproductive health rights. The activity was motivated by high maternal and infant mortality rates, limited understanding of family planning (FP), restricted access to women-friendly health services, and the strong influence of patriarchal culture that hinders women’s autonomy in reproductive decision-making. The methods included interactive health education, focus group discussions (FGDs), and the distribution of leaflets as educational media to extend knowledge within families and communities. The results indicated a significant improvement in participants’ knowledge after the intervention, as reflected in the differences between pre-test and post-test results. FGDs revealed women’s real experiences of limited contraceptive choices, lack of partner support, and socio-economic barriers influencing their reproductive health. The leaflet-based education strengthened comprehension and raised critical awareness of gender equality, enabling women to become more empowered in making family health decisions. Overall, this program contributed to enhancing health literacy, empowering coastal women, and supporting the achievement of the Sustainable Development Goals on health (SDG 3), gender equality (SDG 5), and reducing inequalities (SDG 10).Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan perempuan pesisir yang tergabung dalam Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, melalui isu gender dan hak kesehatan reproduksi. Kegiatan dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian ibu dan bayi, rendahnya pemahaman tentang keluarga berencana (KB), keterbatasan akses layanan kesehatan ramah perempuan, serta kuatnya pengaruh budaya patriarki yang membatasi otonomi perempuan dalam pengambilan keputusan reproduksi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah (FGD), serta pendistribusian leaflet sebagai media edukasi yang dapat diperluas ke lingkungan keluarga dan komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan setelah intervensi, ditandai dengan perbedaan hasil pre-test dan post-test. FGD berhasil menggali pengalaman nyata perempuan mengenai keterbatasan dalam memilih kontrasepsi, minimnya dukungan pasangan, serta kendala sosial-ekonomi yang memengaruhi kesehatan reproduksi mereka. Penyuluhan berbasis leaflet turut memperkuat pemahaman dan membuka ruang kesadaran kritis tentang kesetaraan gender, sehingga perempuan lebih berdaya dalam menentukan keputusan kesehatan keluarga. Keseluruhan kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan literasi kesehatan, pemberdayaan perempuan pesisir, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan terkait kesehatan (SDGs 3), kesetaraan gender (SDGs 5), dan pengurangan ketimpangan (SDGs 10).
PEMANFAATAN POTENSI MAGGOT SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF DAN KASGOT SEBAGAI PUPUK ORGANIK DI DESA CIHEULANG Oktavia, Tia; Pangersa, Isham Ridho; Latifah, Ania Sri; Fitrahanifan, Alvito; Tauhid, Irsal
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.66333

Abstract

Suboptimal organic waste management and the excessive use of chemical fertilizers are the main problems in Ciheulang Village. Organic waste can be used as feed for Black Soldier Fly (BSF) maggots. This service activity aims to utilize maggots as alternative animal feed and rice bran as a soil structure improver and to increase plant resistance to disease, thereby achieving self-sufficiency in fertilizer supply. The method used is training through a community outreach approach. The implementation includes site preparation, tool and material preparation, socialization, practice, and monitoring. This activity was attended by 16 residents of Ciheulang Village. The results of the service activity produced maggots as a high-protein alternative livestock feed and kasgot as organic fertilizer, both derived from the bioconversion of household waste. These results significantly support the economic independence of the community by reducing the cost of feed and agricultural fertilizers. It can be concluded that the residents of Ciheulang Village are able to utilize the potential of maggots as alternative animal feed and rice bran as organic fertilizer.Pengelolaan sampah organik yang belum optimal dan penggunaan pupuk kimia yang berlebih merupakan permasalahan utama di Desa Ciheulang. Sampah organik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot Black Soldier Fly (BSF). Tujuan kegiatan pengabdian ini berfokus pada pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak alternatif dan kasgot untuk memperbaiki struktur tanah serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit, sehingga tercipta kemandirian penyediaan pupuk. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan melalui pendekatan penyuluhan kepada masyarakat. Pelaksanaannya meliputi persiapan tempat, persiapan alat dan bahan, sosialisasi, praktik, dan monitoring. Kegiatan ini diikuti oleh 16 orang masyarakat Desa Ciheulang. Hasil kegiatan pengabdian menghasilkan maggot sebagai pakan ternak alternatif berprotein dan kasgot sebagai pupuk organik, yang keduanya bersumber dari biokonversi limbah rumah tangga. Hasil ini secara nyata mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui penghematan biaya input pakan dan pupuk pertanian. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Ciheulang mampu memanfaatkan potensi maggot sebagai pakan ternak alternatif dan kasgot sebagai pupuk organik.
TEMAN SEBAYA (PEER GROUP) KARANG TARUNA TUNAS BHAKTI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAWATAN PRAKONSEPSI Maretta, Megayana Yessy; Wijayanti, Wijayanti; Apriani, Arista; Andhikatias, Yunia Renny; Widyastuti, Deny Eka; Widyastutik, Desy
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.67958

Abstract

A healthy pregnancy requires preparation that needs to be done long before pregnancy occurs. The preconception period is the period before pregnancy, which is considered the right time for a woman who wants to prepare for her pregnancy optimally. Peer education is education that involves the role of peers as trained health educators and/or facilitators. Peer education, or peer group education, is one of the health education methods known to be effective in providing information to adolescents. The objective of this community service activity is to optimize the preconception health of women of childbearing age, especially adolescents, by increasing their knowledge and skills in preconception care through peer groups. The community service methods used lectures, demonstrations, and simulations. This activity consisted of four stages, namely pretest, educator training, peer education, and posttest. This activity was conducted in partnership with Karang Taruna Tunas Taruna Bhakti, Sugih Waras, Wonorejo, Karanganyar. Educator training was conducted to prepare youth organization administrators as educators for other youth organization members. The results of the activity showed that peer education, in partnership with youth organizations, was effective in improving the level of knowledge (p = 0.000) and preconception care behavior (p = 0.000) of all youth organization members. Youth organization leaders who have received educator training can disseminate their knowledge to other youth organization members and the wider community. The conclusion of this activity is that youth organizations play an effective role as peer educators in improving individuals' knowledge and behavior regarding preconception care.Kehamilan yang sehat membutuhkan suatu persiapan yang perlu dilakukan jauh sebelum kehamilan itu terjadi. Periode prakonsepsi merupakan periode sebelum terjadinya kehamilan yang dianggap sebagai waktu yang tepat bagi seorang wanita yang ingin mempersiapkan kehamilannya dengan optimal. Peer education adalah edukasi yang melibatkan peran teman sebaya sebagai edukator dan/ atau fasilitator kesehatan yang terlatih. Peer education atau edukasi kelompok teman sebaya merupakan salah satu metode pendidikan kesehatan yang dikenal efektif untuk memberikan informasi pada remaja.Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengoptimalkan kesehatan prakonsepsi wanita usia subur khususnya remaja melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawatan prakonsepsi dengan kelompok teman sebaya. Metode pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan simulasi. Kegiatan ini terdiri dari 4 tahap yaitu pretest, pelatihan edukator, edukasi teman sebaya, dan posttest. Kegiatan bermitra dengan Karang Taruna Tunas Taruna Bhakti, Sugih Waras, Wonorejo, Karanganyar.  Pelatihan edukator dilakukan untuk menyiapkan pengurus karang taruna sebagai agen edukator bagi anggota karang taruna yang lain. Hasil kegiatan menunjukan bahwa edukasi teman sebaya yang bermitra dengan karang taruna efektif untuk memperbaiki tingkat pengetahuan (p=0.000) dan perilaku perawatan prakonsepsi (p=0.000) seluruh anggota karang taruna. Pengurus karang taruna yang telah mendapatkan pelatihan edukator dapat menyebarluaskan pengetahuan yang mereka miliki kepada anggota karang taruna yang lain dan masyarakat secara luas. Simpulan kegiatan ini adalah karang taruna berperan sebagai agen edukasi sebaya yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku perawatan prakonsepsi individu.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI SEKOLAH MEMBATIK DEWI ANOM DI DESA WISATA WRINGINANOM Putri, Rizky Yuliana Prasetyo; Amalia, Siti Afidhotun; Ulum, Bahrul; Pitaloka, Merlin Dhiya; Aulia, Baiq Assyifa Ilyatul; Setyorini, Heni Sri Enda; Septia, Vina Aulia; Nurriskiani, Sitti; Atsar, Anisa Wahyu Adzkiya; Hanifah, Aisyah Nur; Revanda, Fahmi Axel; Nabilla, Shany Putri; Humaidah, Nurul
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.67601

Abstract

Wringinanom Village, recognized as the gateway to Bromo tourism and a recipient of the 2024 Indonesian Tourism Village Award (ADWI), faces limited participation of women in village development. This community service program established the “Dewi Anom Batik School” as a platform for women’s empowerment and independence through batik-making training, entrepreneurship education, financial management, and product marketing. The program was implemented through needs assessment, curriculum design, technical training, mentoring, stakeholder networking, as well as monitoring and evaluation. As a result, a non-formal batik school integrated with the village tourism program was established, local batik products featuring the “Sedaer Dewi Anom” motif were created, women’s business groups were formed, and participants’ knowledge and skills increased by 80%. Overall, this program strengthens women’s roles in tourism village development while fostering a culture-based creative economy in Wringinanom.Desa Wringinanom, yang dikenal sebagai pintu gerbang pariwisata Bromo dan penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, masih menghadapi keterbatasan partisipasi perempuan dalam pembangunan desa. Program pengabdian masyarakat ini membentuk “Sekolah Membatik Dewi Anom” sebagai wadah pemberdayaan dan peningkatan kemandirian perempuan melalui pelatihan membatik, kewirausahaan, pengelolaan keuangan, dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi asesmen kebutuhan, perancangan kurikulum, pelatihan teknis, pendampingan, jejaring pemangku kepentingan, serta pemantauan dan evaluasi. Hasil program menunjukkan terbentuknya sekolah membatik nonformal yang terintegrasi dengan desa wisata, terciptanya produk batik lokal bermotif Sedaer Dewi Anom, terbentuknya kelompok usaha perempuan, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 80%. Dengan demikian, program ini memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa wisata sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal di Desa Wringinanom.
PENERAPAN TEKNOLOGI INCINERATOR SKALA DESA UNTUK MENGURANGI PENUMPUKAN SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA BULAK LOR, KABUPATEN INDRAMAYU Alifya, Tofa Waluyo; Rendyansyah, Rendyansyah; Suryana, Nanang
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.70030

Abstract

The accumulation of waste and the practice of open burning at the Temporary Disposal Site (TPS) in Bulak Lor Village have become environmental issues that require appropriate technological solutions. The NIRASAP 2026 community service program aimed to reduce waste volume and minimize smoke emissions through the construction of a low-smoke incinerator based on community participation. This activity used a participatory community assistance approach and combined several methods, namely field observation, participatory discussions, technical assistance, and socialization on the use of waste management technology. The results indicate that the incinerator effectively reduced waste accumulation at the TPS and minimized the open burning practices previously carried out by residents. Beyond providing physical infrastructure, the program also enhanced community awareness and participation in environmentally friendly waste management. Therefore, the integration of simple technology with a participatory approach proves effective as a sustainable village-scale waste management model that can potentially be replicated in areas with similar characteristics.Permasalahan penumpukan sampah dan praktik pembakaran terbuka di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Desa Bulak Lor menjadi isu lingkungan yang memerlukan solusi berbasis teknologi tepat guna. Program pengabdian masyarakat NIRASAP 2026 bertujuan mengurangi volume sampah serta meminimalkan dampak asap melalui pembangunan incinerator minim asap berbasis partisipasi masyarakat. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pendampingan masyarakat (community assistance) berbasis partisipatif serta memadukan beberapa metode, yaitu observasi lapangan, diskusi partisipatif, pendampingan teknis, serta sosialisasi penggunaan teknologi pengelolaan sampah.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa incinerator mampu mengurangi penumpukan sampah di TPS dan menekan praktik pembakaran terbuka yang sebelumnya dilakukan masyarakat. Selain menghasilkan fasilitas fisik, program ini juga meningkatkan pemahaman dan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Penerapan teknologi sederhana yang dikombinasikan dengan pendekatan partisipatif ini terbukti efektif sebagai model penanggulangan sampah skala desa yang berkelanjutan dan berpotensi direplikasi pada wilayah dengan karakteristik serupa.
TRANSFORMASI PERAN IBU RUMAH TANGGA MENJADI WOMAN DIGIPRENEUR MELALUI PELATIHAN AFFILIATE MARKETING Purbasari, Ratih; Sukmadewi, Rani; Muttaqin, Zaenal; Kahfi, Arbi Abdul
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.67406

Abstract

The rapid growth of the digital economy has created opportunities for women to participate in entrepreneurship; however, housewives in Cikeruh Village still face constraints in digital literacy, creativity, and access to online marketing skills. This community service initiative aimed to transform the role of housewives into women digital entrepreneurs through structured training in affiliate marketing. The program integrated theoretical explanations, interactive discussions, and hands-on practices in producing persuasive promotional content using digital platforms. Data were collected using pre- and post-training questionnaires and analyzed using descriptive quantitative analysis through percentage comparison, complemented by descriptive qualitative analysis from participant feedback. These data were used to measure participants’ progress in entrepreneurial mindset, digital literacy, and content creation skills. The findings revealed significant improvement in participants’ ability to design engaging digital content, increased confidence in managing online business activities, and enhanced understanding of affiliate-based income generation. The training not only built essential entrepreneurial competencies but also fostered awareness of women’s economic potential in the village context. In conclusion, the program successfully strengthened the digital capabilities and independence of women entrepreneurs, promoting inclusive and sustainable community empowerment through technology-based entrepreneurship.Pertumbuhan ekonomi digital yang pesat membuka peluang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam kewirausahaan, namun ibu rumah tangga di Desa Cikeruh masih menghadapi keterbatasan literasi digital, kreativitas, dan kemampuan pemasaran daring. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mentransformasi peran ibu rumah tangga menjadi wirausaha digital wanita melalui pelatihan terstruktur mengenai pemasaran afiliasi. Kegiatan dirancang dengan menggabungkan penjelasan teori, diskusi interaktif, serta praktik langsung pembuatan konten promosi persuasif berbasis digital. Data dikumpulkan melalui kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan analisis kuantitatif deskriptif melalui perbandingan persentase, serta didukung oleh analisis kualitatif deskriptif berdasarkan umpan balik peserta. Data digunakan untuk menilai peningkatan pola pikir kewirausahaan, literasi digital, dan keterampilan pembuatan konten peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta merancang konten digital yang menarik, peningkatan kepercayaan diri dalam mengelola usaha daring, serta pemahaman lebih baik mengenai mekanisme pendapatan berbasis afiliasi. Pelatihan ini tidak hanya membangun kompetensi kewirausahaan yang esensial, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan potensi ekonomi perempuan di tingkat desa. Dengan demikian, program ini berhasil memperkuat kapasitas digital dan kemandirian ekonomi perempuan, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan melalui kewirausahaan berbasis teknologi.
UPAYA PERINTISAN DESA JOGOTIRTO KABUPATEN SLEMAN SEBAGAI DAERAH RAMAH ANAK MELALUI PELATIHAN TARI “NGELMU” Nugroho, Supriyadi Hasto; Wigaringtyas, Silih; Nareswari, Uli Rizky
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.67142

Abstract

The 2025 Community Service (PkM) activity entitled "Ngilmu Dance Training as a Pioneering Effort for Jogotirto Village, Berbah District, Sleman Regency as a Child-Friendly Area" aims to provide arts training, especially dance, to the children of Jogotirto Village. The Ngilmu dance training, which carries an implied meaning of education, is expected to have a positive impact on the development and behavior of children, such as fostering a sense of togetherness, encouraging the courage to express opinions, promoting respect for others’ opinions, and building responsibility for their actions. The method used in this PkM is drill and practice, which involves continuous dance training through imitation and repetition, both individually and in groups. Data on the development and positive changes in the participants were obtained through observations during the training and interviews with the participants' parents. The results of the implementation of the DLK PkM show that the PkM team successfully conducted the activities by providing Ngilmu dance material over seven meetings. The implementation of the training was divided into several parts, namely delivering movement material, dividing participants into groups, introducing dance properties, and recording videos in an open-air setting. The results of the analysis collected by the PkM team show that the participants greatly enjoyed the training and were able to master the material provided, both in terms of movement techniques and rhythm. Initially, the participants appeared afraid, shy, reluctant, and tended to be passive. As the training progressed, they began to show confidence in speaking, asking questions, expressing opinions, collaborating with peers, and demonstrating a high level of responsibility.Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PkM) tahun 2025 yang berjudul “Pelatihan tari Ngilmu Sebagai Upaya Rintisan Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman Sebagai Daerah Ramah Anak” bertujuan untuk memberikan pelatihan seni khususnya tari kepada anak-anak desa Jogotirto. Pelatihan tari Ngilmu yang tersirat makna tentang pendidikan, diharapkan memberikan dampak positif terhadap perkembangan dan perubahan perilaku anak seperti rasa kebersamaan, keberanian mengutarakan pendapat, menghargai pendapat orang lain, dan bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukan. Metode yang digunakan dalam PPM ini adalah drill and praktice, yakni pelatihan tari secara dengan cara praktik terus meneruskan dengan menirukan dan mempraktikkannya baik secara individu maupun berkelompok. Data yang diperoleh terhadap perkembangan dan perubahan positif dari para peserta pelatihan, didapat dari hasil pengamatan selama pelatihan dan wawancara kepada orang tua peserta. Hasil pelaksanaan PkM DLK menunjukkan bahwa, Tim PkM telah melaksanakan kegiatan PkM dengan memberikan materi tari Ngilmu sebanyak tujuh kali pertemuan. Pelaksanaan pelatihan tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu pemberian materi gerak, pembagian kelompok, penggunaan properti tari, dan pengambilan video di alam terbuka. Hasil analisis yang berhasil dihimpun oleh Tim PkM menunjukkan bahwa, peserta pelatihan begitu menikmati pelatihan ini swerta menguasai materi yang diberikan baik itu teknik gerak maupun irama geraknya. Pada awalnya peserta terlihat  takut, malu, sungkan dan cenderung pasif. Pada perkembangannya para peserta sudah mulai berani berbicara, bertanya, mengutarakan pendapat, bekerjasama dengan teman, serta mempunyai tanggungjawab yang tinggi.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK KASCING SEBAGAI ALTERNATIF PUPUK ORGANIK UNTUK PENGUATAN USAHA BUMDES BRODONOYO KABUPATEN MALANG Arifah, Sri Mursiani; Zakia, Aulia; Pangestika, Padhina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.63790

Abstract

Wonorejo Village possesses significant organic biomass potential from agricultural and household waste that has not yet been optimally utilized. This community service activity aimed to empower the Village-Owned Enterprise (BUMDes) “Bodronoyo” through training and assistance in the production of vermicompost. The activities were carried out through lectures, hands-on practice, discussions, and coaching clinics. The BUMDes was trained to produce vermicompost using organic waste, supported in the packaging and branding processes, and prepared to develop it as a sustainable business unit, with evaluations conducted at both the mid-point and the end of the program. The results showed that the BUMDes is capable of independently producing vermicompost and is ready to develop it as a sustainable business unit. The production of vermicompost fertilizer resulting from this training reached 100 kg. A total of seven participants attended the activity and demonstrated improved skills in utilizing organic waste. This initiative is expected to serve as a replicable model for other villages in organic waste management.Desa Wonorejo memiliki potensi biomassa organik dari limbah pertanian dan rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) “Bodronoyo” melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk kascing (vermicompost). Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, praktik, diskusi, dan coaching clinic. Bumdes dilatih memproduksi kascing dari limbah organik, didampingi dalam proses pengemasan dan branding, serta dievaluasi pada pertengahan dan akhir kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa Bumdes mampu memproduksi kascing secara mandiri dan siap mengembangkannya sebagai unit usaha berkelanjutan. Produksi pupuk kascing yang dihasilkan dari pelatihan ini sebanyak 100 kg. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak tujuh orang dan mengalami peningkatan keterampilan dalam pemanfaatan limbah organik. Kegiatan ini diharapkan menjadi model replikasi bagi desa lain dalam pengelolaan limbah organik.
MENGEMBANGKAN SENI KARAWITAN MELALUI PENYELENGGARAAN FESTIVAL: DARI KAMPUS KE MASYARAKAT Sartini, Sartini; Supartiningsih, Supartiningsih; Maharani, Septiana Dwiputri; Muthmainnah, Lailiy
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.66831

Abstract

Traditional arts tend to lose popularity compared to pop culture. This also applies to Javanese gamelan art. Many gamelan instruments are in disrepair, and the public's desire to participate in preserving gamelan is declining. One reason is the lack of performance spaces, even though the potential of gamelan instruments, supporting artists, and gamelan enthusiasts still exists in the community. The program's goal is to initiate gamelan festivals on campus and in the community. The methods used include holding festivals with multi-collaborations, ensuring campus support, collaborating with artists, holding regular festivals, building interaction with gamelan groups, evaluating and improving program quality, and collaborating with relevant institutions. The program's results include the implementation of gamelan festivals at UGM from 2017 to the present, increased public interest in participating in gamelan festivals, increased community enthusiasm for gamelan practice, more functional gamelan instruments in the community, university institutions playing an increasing role in cultural preservation, and support for government institutions in programs to advance traditional culture. The conclusion of the implementation of the gamelan festival program is that there are increasingly more activities to preserve the art of gamelan on campus and in the community, gamelan instruments in the community are becoming more functional, and the enthusiasm of institutions in advancing traditional culture is increasing.Seni tradisional cenderung kalah pamor dibanding budaya pop. Hal ini juga terjadi pada seni karawitan Jawa. Perangkat gamelan banyak yang mangkrak dan keinginan masyarakat untuk terlibat dalam melestarikan karawitan menurun. Salah satu sebabnya adalah minimnya ruang pementasan padahal potensi perangkat gamelan, seniman pendukung, dan peminat karawitan masih ada di masyarakat. Tujuan program adalah menginisiasi kegiatan festival karawitan di kampus dan masyarakat. Metode yang dilakukan: memastikan dukungan kampus, bekerja sama dengan seniman, menggelar festival secara rutin, membangun interaksi dengan kelompok-kelompok karawitan, mengevaluasi dan meningkatkan kualitas program, dan kerjasama dengan lembaga terkait. Hasil program yang telah dilakukan: terselenggaranya kegiatan festival karawitan di UGM dari tahun 2017 hingga kini, semakin meningkatnya animo masyarakat untuk mengikuti kegiatan festival karawitan, meningkatnya semangat masyarakat dalam berlatih karawitan, perangkat gamelan di masyarakat lebih berfungsi, institusi universitas semakin berperan dalam pelestarian budaya, dan mendukung semangat lembaga pemerintah dalam program pemajuan kebudayaan tradisional. Kesimpulan hasil penyelenggaraan program festival karawitan  adalah semakin maraknya kegiatan melestarikan seni karawitan di kampus dan masyarakat,  perangkat gamelan di masyarakat semakin berfungsi, dan meningkatnya semangat institusi dalam memajukan kebudayaan tradisional.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue