cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DESA BAUMATA TIMUR MELALUI INOVASI PRODUK NATA DE MORINGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.67082

Abstract

The availability of food sources with adequate protein content represents one of the strategic approaches to preventing stunting. Nata de moringa, an innovative product developed from coconut water and moringa leaves, has considerable potential to serve as an accessible protein source for the community. Therefore, a community service program with the Tani Group of Nekemolo in North Baumata Village was carried out as an effort to prevent stunting. Preliminary observations revealed that participants had limited knowledge regarding the use of coconut water and moringa leaves as functional food ingredients, despite their abundance in the area. Therefore, the program was implemented in the form of education and training on nata de moringa production. The objective of this activity was to enhance participants’ knowledge and skills in producing nata de moringa. The program took place at the residence of the Tani Group chairman in August 2025 and was conducted by the service team through educational sessions on the utilization and production stages of nata de moringa. The knowledge gained was further applied through hands-on training using a demonstration method, where each participant was directly involved in all stages of the production process. Monitoring and evaluation were conducted using a questionnaire related to the product. An evaluation was carried out to determine the percentage increase in participants’ understanding for each question. The results indicated that the average improvement ranged from 18% to 93% by the end of the activity. Furthermore, participants demonstrated strong motivation and willingness to produce independently in the future.Ketersediaan asupan makanan dengan kandungan protein yang memadai dapat menjadi salah satu pendekatan strategi dalam upaya pencegahan stunting. Nata de moringa, produk inovatif hasil olahan air kelapa dan daun kelor, berpotensi menyediakan sumber protein bagi masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama kelompok Tani Nekemolo di Desa Baumata Timur telah dilaksanakan sebagai upaya pencegahan stunting. Berdasarkan hasil observasi awal, pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan air kelapa dan daun kelor sebagai bahan pangan sehat masih terbatas, meskipun kedua bahan tersebut tersedia melimpah di wilayah kegiatan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi dan pelatihan pembuatan nata de moringa. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memproduksi nata de moringa. Kegiatan berlangsung di rumah Ketua Kelompok Tani Nekemolo pada bulan Agustus tahun 2025 dan dilaksanakan oleh tim pengabdi melalui pemberian edukasi mengenai manfaat serta tahapan produksi nata de moringa. Selanjutnya, pemahaman peserta diimplementasikan melalui pelatihan dengan metode demonstrasi, di mana peserta terlibat secara langsung dalam setiap tahapan proses produksi. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang berisi pertanyaan terkait produk. Evaluasi dilakukan dengan menentukan persentase peningkatan pemahaman setiap pertanyaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dengan rata-rata persentase dari 18% menjadi 93% di akhir kegiatan. Selain itu, peserta juga menunjukkan motivasi dan keinginan untuk memproduksi secara mandiri pada waktu mendatang.
PEMBERDAYAAN KESATUAN PEREMPUAN PESISIR INDONESIA (KPPI) DALAM ISU GENDER DAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI DI BAGAN DELI, KECAMATAN MEDAN BELAWAN, KOTA MEDAN
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.65862

Abstract

This community engagement program focused on empowering coastal women members of the Indonesian Coastal Women’s Association (KPPI) in Bagan Deli, Medan Belawan District, by addressing gender issues and reproductive health rights. The activity was motivated by high maternal and infant mortality rates, limited understanding of family planning (FP), restricted access to women-friendly health services, and the strong influence of patriarchal culture that hinders women’s autonomy in reproductive decision-making. The methods included interactive health education, focus group discussions (FGDs), and the distribution of leaflets as educational media to extend knowledge within families and communities. The results indicated a significant improvement in participants’ knowledge after the intervention, as reflected in the differences between pre-test and post-test results. FGDs revealed women’s real experiences of limited contraceptive choices, lack of partner support, and socio-economic barriers influencing their reproductive health. The leaflet-based education strengthened comprehension and raised critical awareness of gender equality, enabling women to become more empowered in making family health decisions. Overall, this program contributed to enhancing health literacy, empowering coastal women, and supporting the achievement of the Sustainable Development Goals on health (SDG 3), gender equality (SDG 5), and reducing inequalities (SDG 10).Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan perempuan pesisir yang tergabung dalam Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, melalui isu gender dan hak kesehatan reproduksi. Kegiatan dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian ibu dan bayi, rendahnya pemahaman tentang keluarga berencana (KB), keterbatasan akses layanan kesehatan ramah perempuan, serta kuatnya pengaruh budaya patriarki yang membatasi otonomi perempuan dalam pengambilan keputusan reproduksi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah (FGD), serta pendistribusian leaflet sebagai media edukasi yang dapat diperluas ke lingkungan keluarga dan komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan setelah intervensi, ditandai dengan perbedaan hasil pre-test dan post-test. FGD berhasil menggali pengalaman nyata perempuan mengenai keterbatasan dalam memilih kontrasepsi, minimnya dukungan pasangan, serta kendala sosial-ekonomi yang memengaruhi kesehatan reproduksi mereka. Penyuluhan berbasis leaflet turut memperkuat pemahaman dan membuka ruang kesadaran kritis tentang kesetaraan gender, sehingga perempuan lebih berdaya dalam menentukan keputusan kesehatan keluarga. Keseluruhan kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan literasi kesehatan, pemberdayaan perempuan pesisir, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan terkait kesehatan (SDGs 3), kesetaraan gender (SDGs 5), dan pengurangan ketimpangan (SDGs 10).
PEMANFAATAN POTENSI MAGGOT SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF DAN KASGOT SEBAGAI PUPUK ORGANIK DI DESA CIHEULANG
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.66333

Abstract

Suboptimal organic waste management and the excessive use of chemical fertilizers are the main problems in Ciheulang Village. Organic waste can be used as feed for Black Soldier Fly (BSF) maggots. This service activity aims to utilize maggots as alternative animal feed and rice bran as a soil structure improver and to increase plant resistance to disease, thereby achieving self-sufficiency in fertilizer supply. The method used is training through a community outreach approach. The implementation includes site preparation, tool and material preparation, socialization, practice, and monitoring. This activity was attended by 16 residents of Ciheulang Village. The results of the service activity produced maggots as a high-protein alternative livestock feed and kasgot as organic fertilizer, both derived from the bioconversion of household waste. These results significantly support the economic independence of the community by reducing the cost of feed and agricultural fertilizers. It can be concluded that the residents of Ciheulang Village are able to utilize the potential of maggots as alternative animal feed and rice bran as organic fertilizer.Pengelolaan sampah organik yang belum optimal dan penggunaan pupuk kimia yang berlebih merupakan permasalahan utama di Desa Ciheulang. Sampah organik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot Black Soldier Fly (BSF). Tujuan kegiatan pengabdian ini berfokus pada pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak alternatif dan kasgot untuk memperbaiki struktur tanah serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit, sehingga tercipta kemandirian penyediaan pupuk. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan melalui pendekatan penyuluhan kepada masyarakat. Pelaksanaannya meliputi persiapan tempat, persiapan alat dan bahan, sosialisasi, praktik, dan monitoring. Kegiatan ini diikuti oleh 16 orang masyarakat Desa Ciheulang. Hasil kegiatan pengabdian menghasilkan maggot sebagai pakan ternak alternatif berprotein dan kasgot sebagai pupuk organik, yang keduanya bersumber dari biokonversi limbah rumah tangga. Hasil ini secara nyata mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui penghematan biaya input pakan dan pupuk pertanian. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Ciheulang mampu memanfaatkan potensi maggot sebagai pakan ternak alternatif dan kasgot sebagai pupuk organik.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue