cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
ECO-ENTREPRENEURSHIP: MENGOPTIMALKAN PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI DI KELURAHAN BABAKAN KABUPATEN TANGERANG Lesmana, Sri Jaya
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.60804

Abstract

In Babakan Village, the waste problem remains a significant environmental issue, but on the other hand, it also holds great potential to be developed into an economic resource. Eco-entrepreneurship, or environmentally friendly entrepreneurship, is a concept that combines innovation in waste management with community economic empowerment. This community service program (PKM) aims to optimize waste management through a participatory approach (PAR) by introducing innovative waste management technology and providing education and training to the community on processing waste into economically valuable products, such as organic fertilizers. This approach is expected to create sustainable entrepreneurial opportunities that not only help reduce the volume of waste but also improve the economic well-being of the local community. Thus, it is hoped that an efficient, environmentally friendly, and sustainable community-based waste management system will be created, supporting sustainable development efforts in Babakan Village. The results of this PKM activity showed a 70.47% increase in public understanding and skills related to entrepreneurship.Di Kelurahan Babakan, permasalahan sampah masih menjadi isu lingkungan yang signifikan, namun disisi lain juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi. Eco-entrepreneurship atau kewirausahaan ramah lingkungan merupakan konsep yang menggabungkan inovasi dalam pengelolaan sampah dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui pendekatan pendekatan partisipatif (PAR) dengan memperkenalkan teknologi pengelolaan sampah yang inovatif serta memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomis, seperti pupuk organik. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan peluang kewirausahaan berkelanjutan yang tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Dengan demikian, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, mendukung upaya pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Babakan. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran lingkungan dikalangan masyarakat serta munculnya usaha kecil berbasis pengolahan sampah yang dapat meningkatkan perekonomian lokal.
PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFERTILITAS PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN Herman, Herman; Uksim, Muhammad; Syahwal, Muhammad; Jumatrin, Nur Fitriah; Wali, Risna; Niswati, Niswati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59389

Abstract

Infertility is a reproductive health problem with a prevalence of 8–12% worldwide. Infertility treatment is still inadequate, and the cost of treatment is so high that it cannot be accessed by all infertile couples. Infertility problems need to be prioritized because they can affect the quality of life of fertile couples and help individuals obtain basic reproductive rights. Health education can be an initial response in preventing infertility in the community. Health education needs to involve health services, educational institutions, and the community so that knowledge can be optimally provided to the public. The use of health cadres is expected to help identify and provide knowledge to infertile couples and couples at risk of infertility so that immediate treatment and care can be given. Community service activities aim to provide health education to cadres and an introduction to complementary cupping therapy in addressing infertility problems in fertile couples, as well as to enable cadres to become an extension of the healthcare team in identifying and recording infertile couples in the Ranomeeto Health Center working area. The activity was carried out by lecturers of the Diploma III Nursing Program of the Karya Kesehatan College of Health Sciences (STIKes Karkes) in collaboration with the Ranomeeto Health Center. The method of implementing the activity was in the form of health education and cupping therapy training, including an introduction to cupping therapy for cadres. The results of the activity showed an increase in cadres’ knowledge about infertility before and after the health education, which was tested using a t-test with a p-value = 0.00. Cadres also gained detailed knowledge about cupping therapy and its uses. Community service activities increased cadre knowledge about infertility and cupping therapy, as well as their ability to identify infertile couples in the workplace. Infertilitas merupakan masalah kesehatan sistem reproduksi dengan prevalensi 8-12% di dunia. Penanganan infertilitas yang masih belum memadai dan biaya perawatan yang begitu besar sehingga tidak dapat diakses oleh semua pasangan infertilitas. Masalah infertilitas perlu diperioritaskan karena dapat mempengaruhi kualitas hidup pasangan usia subur dan membantu individu mendapatkan hak asasi dalam bereproduksi. Pendidkan kesehatan dapat menjadi penangan awal dalam mencegah infertilitas di masyarakat. Pendidikan kesehatan perlu melibatkan pelayanan kesehatan, institusi pendidikan dan masyarakat sehingga pengetahuan dapat optimal diberikan kepada masyarakat. Pemanfaatan kader kesehatan diharapkan dapat membantu dalam mengidentifikasi dan memberi pengetahuan d terhadap pasangan infertilitas dan pasangan beresiko infertilitas sehingga dapat diberikan penanganan dan perawatan segera. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada kader dan pengenalan terapi komplementer bekam dalam mengatasi masalah infertilitas pada pasangan usia subur serta mampu menjadi perpajangan tangan mitra dalam megidentifikasi dan mencatat pasangan infertilitas wilayah kerja puskesmas Ranomeeto. Kegiatan dilakukan oleh dosen Diploma III Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan (STIKes Karkes) yang berkejasama Puskesmas Ranomeeto. Metode pelaksanaan kegiatan dalam bentuk pendidikan kesehata dan pelatihan terapi bekam yang bentuk pengenalan terapi bekam pada kader. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader mengenai infertilitas sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan yang diuji menggunakan uji-t dengan hasil p-value=0,00. Kader juga mengetahui secara detail mengenai terapi bekam dan pengunaan terapi bekam. Kegiatan pengabdian masyarakat meningkatkan pengetahuan kader mengenai infertilitas dan terapi bekam serta cara mengidentifikasi pasangan infertilitas dilikungan tepat kerja.
IMPLEMENTASI LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI SOLUSI PENGELOLAHAN SAMPAH DAN AIR DI DESA WIDORO, PROBOLINGGO Maulana, Wahyu; Rahmah, Fani Faizatur; Hanum, Khalifah; Lentera Hati, Prima Annisa; Eka Ariani, Septiana Rizky; Anas Alhadi, Muhammad Nikmal
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.65762

Abstract

Desa Widoro, Probolinggo menghadapi permasalahan pengelolaan sampah organik yang kurang optimal dan rendahnya daya resap air tanah, sehingga sering terjadi genangan air yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan lubang resapan biopori sebagai solusi sederhana dan berkelanjutan dalam mengelola sampah organik serta meningkatkan resapan air hujan. Metode yang digunakan meliputi pendekatan pendidikan masyarakat melalui sosialisasi, pelatihan langsung, dan pendampingan dalam pembuatan serta pemeliharaan lubang biopori. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan lubang biopori secara signifikan mengurangi genangan air permukaan serta memfasilitasi penguraian sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat. Selain itu, keterlibatan aktif warga desa dalam kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Kesimpulannya, lubang resapan biopori merupakan teknologi yang efektif dan murah untuk mendukung pengelolaan sampah dan air di wilayah pedesaan apabila didukung oleh partisipasi masyarakat yang berkelanjutan. 
PENDAMPINGAN DESA MANDIRI PEDULI GAMBUT DI SUMATERA UTARA Sudibyo, Mufti; Syarifuddin, Syarifuddin; Prastowo, Puji; Eddiyanto, Eddiyanto; Sihite, Onggal; Syahputra, Ricky Andi; hutahaean, Harvei Desmon; Nasution, Zuhairiah; Nst, Mutiara Agustina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61372

Abstract

The Peatland Care Independent Village (DMPG) program in North Sumatra, implemented in 2024, was designed to enhance environmental quality, protect, and sustainably manage peatland ecosystems. The program involved structured community engagement through various stages, including the recruitment of community facilitators, technical training, the establishment of peatland ecosystem task forces, the development of community activity plans (RKM), and the implementation and presentation of these plans. It was carried out in 12 villages across four districts in North Sumatra. Activities focused on local economic development, such as crop and livestock farming, handicraft production, and capacity building for the community. The stages of the DMPG program are implemented simultaneously and continuously, involving all levels of society and monitored by the university and a delegation from the Ministry of Environment and Forestry. At the end of the program, an evaluation was conducted to measure the impact on the quality of the peatland environment and the economic improvement of the communities in the 12 target villages. The results showed significant improvements in the environmental quality of peatland areas and local economic growth. A survey conducted across 12 villages revealed that 10 villages considered the program highly beneficial in improving the environmental quality of peatland areas, while 2 villages found it beneficial. Regarding economic benefits, 8 villages reported significant improvements in local economies, and 4 villages reported moderate benefits. The program successfully raised community awareness of the importance of peatland conservation and fostered an effective collaborative model involving universities, government agencies, and local communities. These findings underscore the importance of an integrated approach to restoring the ecological functions of peatlands and improving the welfare of surrounding communities.Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) di Sumatera Utara tahun 2024 dirancang untuk meningkatkan kualitas lingkungan, melindungi, dan mengelola ekosistem gambut secara berkelanjutan. Program ini melibatkan pendampingan masyarakat melalui tahapan yang mencakup rekrutmen fasilitator masyarakat, bimbingan teknis, pembentukan tim kerja ekosistem gambut, penyusunan rencana kegiatan masyarakat (RKM), hingga pelaksanaan dan ekspos RKM. Program ini diterapkan di 12 desa yang tersebar di empat kabupaten di Sumatera Utara. Aktivitas melibatkan pengembangan ekonomi berbasis lokal seperti budidaya tanaman dan ternak, produksi kerajinan, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Tahapan program DMPG dilaksanakan secara bersamaan dan berkesinambungan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat serta mendapat pendampingan dari Universitas Negeri Medan serta di monitoring oleh delegasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Di akhir program, dilakukan evaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap kualitas lingkungan lahan gambut serta peningkatan ekonomi masyarakat di 12 desa sasaran. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas lingkungan sekitar ekosistem gambut serta pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian gambut dan menciptakan model kolaborasi yang efektif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Berdasarkan survey yang dilakukan kepada 12 desa, Dari segi peningkatan kualitas lingkungan sekitar lahan gambut, 10 desa menyatakan program DMPG ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekitar lahan gambut, dan 2 desa menyatakan bermanfaat. Dari segi peningkatan ekonomi masyarakat, 8 desa menyatakan sangat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan 4 desa menyatakan bermanfaat. Program DMPG memiliki manfaat Hal ini menegaskan pentingnya pendekatan terintegrasi untuk memulihkan fungsi ekologis gambut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
IMPROVING COMMUNITY FINANCIAL GOVERNANCE: THE CASE OF POKDARWIS KAMPUNG KERANGGAN, SOUTH TANGERANG CITY Setiono, Bambang; Handayani, Sri; Bahri, Asep Syiaful; Dewobroto, Wisnu Sakti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59800

Abstract

We introduced a financial governance module and digital accounting system to Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) in Kampung Keranggan, Tangerang City, Banten Province. Pokdarwis Kampung Keranggan is renowned for its community-driven initiative to transform an underutilized area on the outskirts of Tangerang into a vibrant Edu-tourism destination. This community outreach program has provided significant opportunities for Pokdarwis to improve the community’s financial governance. Zahir Online address challenges such as limited human and financial capital, offering an accessible platform for better financial management. However, the success of this initiative relies heavily on community participation and education. While technology can compensate for a lack of accounting skills and experience, it cannot resolve low levels of engagement or reluctance to adopt new systems, as evidenced by Pokdarwis’ preference for Excel over Zahir Online. Without active participation from the community, Pokdarwis risks undermining its effectiveness and the outcomes of this community outreach program. The community's role is integral, given that Pokdarwis functions as a representative and steward of communal resources.
PENYUSUNAN MASTERPLAN DESA WISATA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING EKONOMI DI DESA GEMPOLAN KABUPATEN KARANGANYAR, PROVINSI JAWA TENGAH Kurniawati, Wakhidah; Susanti, Retno; Mussadun, Mussadun; Pangestuti, Irene Rini Demi; Ardian, Rico
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59048

Abstract

Village tourism is a growing phenomenon worldwide, including in Indonesia. Gempolan Village has great potential to be developed as a tourist village with various attractions such as the selfie bridge, observation tower, Gondang Reservoir, and durian products. However, the lack of connectivity between these attractions hinders the optimization of this potential. The preparation of a master plan with the concept of integrated rural tourism is a solution to increase the attractiveness and sustainability of tourism in Gempolan Village. The method used in the preparation of this master plan includes three main stages: (1) socialization to identify the village’s potentials and problems, (2) guidance and practice through Focus Group Discussions (FGD) to refine the design concept, and (3) finalization of the master plan design. The result of this service activity is not only a master plan document, but also an increase in the community’s capacity to understand and independently manage the tourism potential of their village. By actively involving the community in every stage of the activity, this community service initiative succeeded in increasing the community’s awareness and participation in the development of a sustainable tourism ecosystem. This master plan is expected to become a strategic guideline for Gempolan Village in developing a tourism sector based on local potential in a sustainable manner, as well as promoting the economic growth of the village community. Desa wisata merupakan fenomena global yang terus berkembang, termasuk di Indonesia. Desa Gempolan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata dengan berbagai atraksi, seperti Jembatan Selfie, Menara Pandang, Waduk Gondang, serta komoditas durian. Namun, kurangnya konektivitas antar objek wisata menghambat optimalisasi potensi tersebut. Penyusunan masterplan dengan konsep Integrated Rural Tourism menjadi solusi untuk meningkatkan daya tarik dan keberlanjutan pariwisata di Desa Gempolan. Metode yang digunakan dalam penyusunan masterplan ini meliputi tiga tahap utama: (1) Sosialisasi untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan desa, (2) Bimbingan dan praktik melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk menyempurnakan konsep desain, serta (3) Finalisasi desain masterplan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini tidak hanya berupa dokumen masterplan, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami dan mengelola potensi wisata desanya secara mandiri. Melalui pelibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi komunitas dalam mengembangkan ekosistem wisata yang berkelanjutan. Masterplan ini diharapkan menjadi pedoman strategis bagi Desa Gempolan dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal secara berkelanjutan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR MELALUI PENGUATAN MODAL PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN TELAGA BERTUAH KABUPATEN SIAK Maulidiah, Sri; Melati, Hisra; Lubis, Ema Fitri; Hayati, Restu; Yuslaini, Nina; Juliana, Septa
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.62376

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat (PKM) dilaksanakan karena adanya permalahan yang dihadapi oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Telaga Bertuah dalam pengembangan usaha budidaya ikan air tawar. Permasalah prioritas yang dihadapi yaitu keterbatasan keterampilan dan pengetahuan, kekurangan dana/modal dalam menyediakan bibit ikan dan pakan ikan, keterbatasan alat teknologi inovasi. Strategi yang dilakukan sebagai solusi permasalahan yaitu melakukan Pendidikan dan pelatihan, pemberian bantuan bibit ikan dan pakan ikan, penerapan alat teknologi PH meter digital. Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan survey awal, sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan, monitoring evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan pengetahuan anggota dalam pengembangan budidaya ikan air tawar, peningkaan kuantitas ikan dan kolam yang terisi ikan, ketersediaan pakan ikan yang memadai, selanjutnya termonitornya suhu dan kadar air kolam. Kedala dalam pelaksanaan mencakup keterbatasan anggran, sarana dan prasarana yang belum mengakomodir kebutuhan budidaya ikan, dan perubahan cuaca. Rencan tindak lanjut yaitu melakukan diversifikasi hasil panen ikan dan pemasaran berbasis digital. 
MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KUALITAS PRODUKSI JAGUNG RASA UDANG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA SIMA INDAH KOTA KUPANG MELALUI DISEMINASI MESIN PENIRIS MINYAK Fahrizal, Fahrizal; Mau, Sealtial; Suprapto, Edy; Priyono, Priyono; Bianome, Wofrid; Putra, Tri Mandala; Manesi, Damianus
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.60903

Abstract

Shrimp-flavored corn is a fried snack produced through a deep-frying process in which the product is fully immersed in oil, resulting in a high oil content. To ensure that shrimp-flavored corn can be stored for a longer period and has an appealing appearance for consumers, its oil content must be reduced. To lower the oil content, the Sima Indah Household Industry in Kupang City, as the partner, has been using the deposit-gravity method. However, this method is ineffective, as it requires a long processing time and does not maximize oil reduction. To address this problem, the empowerment program aimed to assist the partner in reducing the oil content of shrimp-flavored corn through training in the use of an oil spinner machine. The program consisted of three stages: the preparation stage (coordination and mapping of partner needs), the training stage (delivery of theoretical materials and simulation of oil spinner machine usage), and the evaluation stage (pre-test, post-test, measurement of spinning capacity and processing time, as well as observation of the product’s appearance). The training results showed a significant increase in the partner’s knowledge of the oil spinner machine, with the average pre-test score of 10% rising to 100% in the post-test. In addition, spinning capacity increased from 2 kg/hour to 10 kg/hour, while spinning time was reduced from 20 minutes to 5 minutes. Furthermore, the oil spinner machine was proven effective in significantly reducing the oil content of shrimp-flavored corn, as indicated by the product’s brighter and drier appearance.Jagung rasa udang merupakan makanan olahan gorengan yang dihasilkan melalui proses deep frying dimana produk terendam minyak dalam pengolahannya menyebabkan produk mengandung minyak yang tinggi. Agar jagung rasa udang dapat disimpan dalam jangka waktu lama dan tampilan menarik bagi konsumen, maka jagung rasa udang harus dikurangi kandungan minyaknya. Untuk mengurangi kandungan minyak tersebut, IRT Sima Indah Kota Kupang sebagai mitra melakukan dengan metode deposit-gravitasi, namun metode tersebut tidak efektif karena membutuhkan waktu yang lama serta jumlah minyak yang lepas tidak maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pemberdayaan bertujuan untuk membantu mitra mengurangi kandungan minyak pada produk jagung rasa udang melalui pelatihan penggunaan mesin peniris minyak. Metode kegiatan terdiri dari tahap persiapan berupa koordinasi dan pemetaan kebutuhan mitra, tahap pelatihan berupa penyampaian materi teori dan simulasi penggunaan mesin peniris minyak, serta tahap evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi kapasitas dan waktu penirisan, serta tampilan produk jagung rasa udang sebelum dan sesudah penirisan menggunakan mesin peniris minyak. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan mitra tentang mesin peniris minyak, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 10% meningkat menjadi 100% pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas penirisan dari 2 kg/jam menjadi 10 kg/jam, serta penghematan waktu penirisan dari 20 menit menjadi 5 menit. Selanjutnya dihasilkan bahwa mesin peniris minyak terbukti mampu mengurangi kandungan minyak pada jagung rasa udang secara signifikan yang diindikasikan melalui tampilan produk yang cerah dan kering.
PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PENGIRIS, MESIN PENGERING, DAN MESIN PENGEMAS DALAM MENDUKUNG INOVASI SERTA PEMASARAN PRODUK KELOMPOK WANITA TANI NGENTAK BANTUL Prakoso, Aditha Agung; Masjhoer, Jussac Maulana; Priyanto, Sabda Elisa; Sembada, Andhika Djalu
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59447

Abstract

The processed agricultural products of the Ngentak Farmer Women Group (KWT) have yet to become souvenirs and culinary products in the Japanese Cave tourist area, Seloharjo, Bantul. This is due to insufficient production capacity, limited innovation, and conventional product marketing. This community service aims to describe the implementation of the Kosabangsa 2024 Program, namely training and the application of Appropriate Technology. The implementation method of Kosabangsa 2024 generally consists of five stages: socialization, training, application of Appropriate Technology, monitoring and evaluation, and sustainability. Regarding training, the methods used are lectures and group discussions in the classroom. Based on the implementation of the training, participants understand that processed agricultural products need innovation so that new market segments—namely tourists—can accept them. In addition, marketing strategies through social media are necessary nowadays so that products can be widely recognized. The application of slicing machines, drying machines, and packaging machines can increase the efficiency and production capacity of KWT Ngentak's processed products. Digital marketing through Instagram and TikTok can increase the engagement rate and coverage of the marketed products, and reduce the promotional costs incurred by KWT Ngentak. Hasil olahan pertanian Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngentak belum mampu menjadi oleh-oleh dan produk kuliner di kawasan wisata Goa Jepang, Seloharjo, Bantul. Hal ini dikarenakan masih minimnya kapasitas produksi, tidak adanya inovasi, dan pemasaran produk yang masih konvensional. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan dalam Program Kosabangsa 2024 yaitu pelatihan dan penerapan Teknologi Tepat Guna. Secara umum metode pelaksanaan Kosabangsa 2024 terdiri dari lima tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan Teknologi Tepat Guna, monitoring dan evaluasi, dan keberlanjutan. Terkait pelatihan, metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan diskusi kelompok di dalam kelas. Berdasarkan pelaksanaan pelatihan, peserta dapat memahami bahwa produk hasil olahan pertanian perlu dilakukan inovasi agar dapat diterima oleh segmen pasar baru yaitu wisatawan. Di samping itu, strategi pemasaran melalui media sosial menjadi keniscayaan di masa kini agar produk dapat dikenal secara luas. Penerapan teknologi mesin pengiris, mesin pengering, dan mesin pengemas mampu meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi hasil olahan KWT Ngentak. Pemasaran digital melalui Instagram dan TikTok mampu meningkatkan engagement rate dan coverage rate dari produk yang dipasarkan, sekaligus menurunkan biaya promosi yang harus dikeluarkan oleh KWT Ngentak.
MONETISASI USAHA MIKRO MELALUI KONTEN MEDIA SOSIAL DAN TRANSAKSI DIGITAL Darojat, Rafan; Kusmayanti, Hazar; Barkah, Cecep Safaatul
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.62443

Abstract

Smartphone menjadi perangkat yang hampir dimiliki semua orang dewasa, dari perangkat tersebut tidak hanya komunikasi, untuk keperluan informasi dan transaksi pun menggunakannya. Monetisasi dapat optimal dengan penggunaan smartphone dalam penjulan untuk media sosial, marketplace, dan alat transaksi. Metode dalam pengabdian dilakukan melalui difusi teknologi pada kegiatan workshop ”Digital Festival” yang didanai Universitas Padjadjaran terintegrasi dengan KKN Mahasiswa. Kegiatan pengabdian dengan mengedukasi pelaku usaha mikro dalam memanfaatkan media sosial melalui pembuatan konten informatif untuk menambah kepercayaan audiens. Terselenggaranya pengabdian ini berkolaborasi dengan Perangkat Desa Cileunyi Kulon dan Bank BCA selaku stakeholders transaksi digital yang dapat diakses pelaku usaha sebagai langkah simbiosis mutualisme. Hasil kegiatan workshop ini dapat memanfaatkan smartphone untuk mendukung usahanya dengan aplikasi pesan instant, media sosial, dan marketplace sehingga dapat termonetisasi yang menghasilkan keuntungan. Kolaborasi dengan Bank BCA, mendorong pelaku usaha untuk menyediakan fasilitas perbankan yang dapat memudahkan konsumen dalam bertransaksi.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue