cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 588 Documents
PENGEMBANGAN SISTEM DESTILASI MINYAK ATSIRI BERBASIS IOT UNTUK PEMBERDAYAAN PETANI DI DESA CIBODAS Mulia, Sandy Bhawana; Sunarya, Adhitya Sumardi; Lilansa, Noval; Budiyarto, Aris; Suryatini, Fitria; Rokhim, Ismail; Pratama, Rizqi Aji
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.62686

Abstract

Cibodas Village, located in Lembang District, West Bandung Regency, has significant potential for essential oil production due to its abundant natural resources. However, the main challenge lies in the limited technology available, resulting in low quality and quantity of essential oil production. To address this issue, an Internet of Things (IoT)-based essential oil distillation system was developed as an effort to empower local farmers. This study encompasses the design, development, and testing of an essential oil distillation system that utilizes digital technology for real-time process monitoring and control. Experimental testing using lemongrass as the raw material produced high-quality essential oil, with a yield of 0.28 liters from 35 kilograms of raw material during a 4-hour distillation process under a controlled temperature of 80°C. Furthermore, the outreach and training activities conducted for local farmers yielded positive outcomes, as reflected in their strong enthusiasm for adopting this new technology. This innovation is expected to sustainably enhance productivity, efficiency, and the economic value of agricultural products in Cibodas Village.Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi besar untuk memproduksi minyak atsiri karena ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, tantangan utama adalah keterbatasan teknologi yang mengakibatkan rendahnya kualitas dan kuantitas produksi minyak atsiri. Untuk mengatasi permasalahan ini, telah dikembangkan sistem destilasi minyak atsiri berbasis Internet of Things (IoT) sebagai upaya pemberdayaan petani lokal. Penelitian ini mencakup perancangan, pembangunan, dan pengujian sistem destilasi minyak atsiri dengan memanfaatkan teknologi digital untuk monitoring dan kontrol proses. Pengujian menggunakan bahan baku tanaman serai menghasilkan minyak atsiri berkualitas dengan rendemen 0,28 liter dari 35 kg bahan untuk pengujian selama 4 jam untuk suhu terkontrolasi pada besaran 80o C. Selain itu, kegiatan penyuluhan kepada petani setempat menunjukkan hasil yang positif, dengan antusiasme tinggi terhadap teknologi baru ini. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan nilai ekonomi hasil panen petani Desa Cibodas secara berkelanjutan.
PENGUATAN INSTITUSI KELOMPOK TANI HUTAN KEMASYARAKATAN: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA Ramdani, Rijal; Radhica, Dicky Dwi; Koma, Desi Riza Ayu
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.60858

Abstract

The Community Forest Policy provides an opportunity for the Sedyo Makmur Forest Farmers Group in Gunungkidul District, Yogyakarta, to manage 115 hectares of state-owned forest for 30 years. However, based on observations and interviews, we found that (1) the Sedyo Makmur Forest Farmer Group did not yet have adequate managerial and administrative systems; (2) it was not able to meet the administrative requirements to apply for a permit (Timber Forest Product Utilization Business License (IUPHHK HKm)); (3) it did not yet understand the sustainable logging system; and (4) it has limited capacity to sell forest products. Through this community service program, we assisted the Sedyo Makmur group by providing: (1) education to the management and members of the forest farmer group on administrative preparation, organizational governance, and building organizational networks; (2) training on the administrative system for applying for HKm IUPHHK permits in accordance with regulations; (3) preparation of the Felling Plan and Annual Work Plan; (4) data collection and calculation of timber potential; (5) counseling on sustainable forest timber harvesting systems in accordance with the principles of sustainable forestry; and (6) training on timber product marketing systems through networking with the timber industry. We expected to strengthen Sedyo Makmur’s institutional capacity so that it can become a productive institution capable of managing forests sustainably and obtaining logging rights through an appropriate marketing system. The results of this community service activity show that members of the Sedyo Makmur group have gained a better understanding of the materials delivered during the program. This understanding has been implemented through improvements in administrative management, organizational governance, and timber logging practices in accordance with established procedures. However, the group still faces challenges in marketing timber products, particularly in utilizing digital technology and online platforms for broader market access.Kebijakan Hutan Kemasyarakatan memberikan kesempatan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Sedyo Makmur di Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta, untuk mengelola hutan milik negara seluas 115 hektar selama 30 tahun. Namun, berdasarkan pengamatan dan wawancara, (1) KTH belum memiliki sistem manajerial dan administrasi yang memadai; (2) belum mampu memenuhi persyaratan administrasi untuk mengajukan izin (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) HKm); (3) belum memahami sistem penebangan lestari; dan (4) belum memiliki kemampuan untuk memasarkan hasil hutan. Melalui program pendampingan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat mendampingi Sedyo Makmur dengan memberikan 1) edukasi kepada pengurus dan anggota kelompok tani hutan dalam penyiapan administrasi, tata kelola organisasi, dan membangun jejaring organisasi; 2) pelatihan sistem administrasi pengajuan izin IUPHHK HKm yang sesuai dengan peraturan; 3) penyusunan Rencana Tebang dan Rencana Kerja Tahunan; 4) pendataan dan penghitungan potensi kayu; 5) penyuluhan sistem pemanenan kayu hutan lestari sesuai dengan prinsip-prinsip kehutanan lestari; dan 6) pelatihan sistem pemasaran produk kayu melalui jejaring dengan industri perkayuan. Tim Pengabdian Masyarakat diharapkan dapat memperkuat kelembagaan Sedyo Makmur sehingga Sedyo Makmur dapat menjadi lembaga yang mandiri, mampu mengelola hutan secara lestari, dan memperoleh hak penebangan melalui sistem pemasaran yang tepat. Hasil dari pengabdian ini adalah KTH Sedyo Makmur bisa memahami materi yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk pembuatan administrasi, tata kelola organisasi dan penebangan kayu sesuai prosedur. Namun, dalam hal pemasaran kayu dengan cara memanfaatkan teknologi, mereka masih mengalami kesulitan.
PEMBERDAYAAN WARGA RW 14 CIBALIGO DALAM MENGOLAH SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN KOMPOSTER AEROB SEDERHANA Suprianti, Yanti; Utami, Sri; Muldiany, Ratu Fenny; Gantina, Tina Mulya
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.62012

Abstract

Waste management has become an acute problem for the Bandung Raya area. The government has so far applied the landfill method at the final disposal site (TPA). This method is not an effective way to manage waste, as evidenced by the fire at the end of 2023 at the Sarimukti TPA, which resulted in a waste emergency in Bandung, driven by methane gas that emerged from the waste mountain. The decision of the West Bandung Regency government to limit the volume of waste transported and encourage people to manage their own waste has unsettled residents who are not ready to do so. This was observed in the RW 14 Cibaligo area, which led to organic waste piling up and causing health and environmental hazards. This issue must be resolved immediately by raising awareness among residents to manage their waste from home. This activity is carried out using counseling methods and practicing waste sorting and composting of organic waste, followed by monitoring the organic waste composting process in an aerobic composter, which produces two main products, namely compost and liquid organic fertilizer (POC). This activity has succeeded in increasing public knowledge and understanding regarding the sorting and processing of organic waste, and has led residents to produce fertilizer for their own needs. The results of compost and POC show good characteristics, based on aspects such as volume content, humidity, acidity level, compost temperature, as well as the presence of odors and animals, and aspects of dissolved solids concentration, salinity, conductivity, and acidity level of POC. These results are expected to encourage residents to remain consistent in managing their waste from their own homes, so that the environment becomes clean and healthy.Permasalahan pengelolaan sampah sudah menjadi beban akut wilayah Bandung Raya. Pemerintah selama ini menerapkan metode land fill di tempat pembuangan akhir (TPA). Metode ini bukan cara efektif dalam pengelolaan sampah, terbukti telah terjadi kebakaran pada akhir tahun 2023 di TPA Sarimukti yang mengakibatkan Bandung darurat sampah yang didorong oleh produksi gas metana dari gunungan sampah. Keputusan pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang membatasi volume sampah yang diangkut dan mendorong masyarakat untuk mengelola sampahnya sendiri, menyebabkan kekagetan warga yang belum siap untuk melakukannya. Hal ini ditemui di wilayah RW 14 Cibaligo yang mengakibatkan sampah organik menumpuk dan menimbulkan bahaya kesehatan dan lingkungan. Hal ini harus segera diselesaikan, dengan menggugah kesadaran warga untuk mengelola sampahnya semenjak dari rumah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan praktek pemilahan sampah serta  pengomposan sampah organik, diikuti dengan pemantauan proses pengomposan sampah organik dalam komposter aerob yang menghasilkan dua produk utama, yaitu pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC). Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan dan pengolahan sampah organik, dan mengantarkan warga menghasilkan pupuk untuk keperluannya sendiri. Hasil kompos dan POC menunjukkan karakteristik yang baik, dengan meninjau aspek volume keterisian, kelembapan, tingkat keasaman, dan temperatur kompos, serta timbulan bau dan binatang yang muncul, juga aspek konsentrasi padatan terlarut, salinitas, konduktivitas, serta tingkat keasaman POC. Hasil ini diharapkan mendorong warga terus konsisten dalam mengelola sampahnya semenjak dari rumah sendiri, sehingga lingkungan menjadi bersih dan sehat.
PENERAPAN FARMER FIELD SCHOOL (FFS) UNTUK PENGENDALIAN HAMA UTAMA PADI DI DESA SINDANGKARYA KARAWANG Adhi, Satriyo Restu; Afifah, Lutfi; Fikri, Muhamad Rom Ali; Sutrisno, Hari; Luthfiah, Siska; Setiawan, Muhamad Reza; Ramadhan, Muhammad Hafizh; Al Ansary, Ahmad Luthfi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.62095

Abstract

This community service activity aims to evaluate the impact of the Farmer Field School (FFS) program on improving the knowledge and skills of rice farmers in the Mukti Rahayu Farmer Group, Sindangkarya Village, Karawang Regency, in environmentally friendly pest management. The FFS activity was attended by 29 farmers and was conducted from August to November 2024. The method used was the Participatory Learning and Action (PLA) approach, applied through the curriculum and several agendas. The monitoring of the success of the FFS activity was evaluated by distributing questionnaires before and after the FFS activity. The data obtained were then analyzed using a Paired Two-Sample t-test for means to examine the differences before and after the implementation of the FFS. The aspects measured included knowledge of pest identification, the use of light traps, the conservation of natural enemies, and skills in assembling light traps and producing botanical pesticides. The results of the community service showed a significant increase in farmers' knowledge and skills after participating in the FFS activity, with improvements of up to 100% among all respondents. Based on the analysis results, it can be concluded that the FFS is effective in improving farmers' knowledge and skills in ecological and sustainable pest management, especially in the Mukti Rahayu Farmer Group.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan Farmer Field School (FFS) terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani padi di Kelompok Tani Mukti Rahayu, Desa Sindangkarya, Kabupaten Karawang dalam pengelolaan hama secara ramah lingkungan. Kegiatan FFS diikuti oleh 29 orang petani yang dilakukan pada bulan Agustus – November 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dalam kurikulum dan beberapa agenda. Monitoring keberhasilan kegiatan FFS dievaluasi dengan menyebarkan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan FFS, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan desain t-test Paired Two Sample for Means untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah pelaksanaan FFS. Aspek yang diukur meliputi pengetahuan tentang identifikasi hama, penggunaan perangkap lampu, konservasi musuh alami, dan keterampilan dalam merakit perangkap lampu serta pembuatan pestisida nabati. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan petani setelah mengikuti kegiatan FFS, dengan peningkatan hingga 100% dari seluruh responden. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa FFS efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengelolaan hama secara ekologis dan berkelanjutan khususnya di Kelompok Tani Mukti Rahayu.
PENGEMBANGAN DESA WISATA JATISARI EDUPARK MELALUI PENINGKATAN KUALITAS SARANA PRASARANA DAN KELEMBAGAAN Sulistyono, If Bambang; Irianto, Heru; Riptanti, Erlyna Wida; Herawati, Aktavia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.56454

Abstract

Jatisari Edupark is an innovative tourism village situated in Jatisari Village, Jatisrono District, Wonogiri Regency. Jatisari Edupark embodies the principles of ecotourism, agricultural education, outdoor activities, and gastronomic experiences. The objective of this initiative is to transform Jatisari Village into a tourism destination—Jatisari Edupark—by enhancing the level of services, infrastructure, and institutions. Since its debut in 2022, this tourism village has faced numerous challenges, including inadequate facilities and infrastructure for visitors. The identified root problems comprise the absence of shade due to a lack of shade-providing vegetation, limited and homogeneous outbound equipment facilities, unattractive photo opportunities, inadequate promotion of the tourist village, and the nonexistence of a Tourism Awareness Group (TAG) institution. The suggested remedies encompass the planting of shade trees, the introduction of outbound equipment, landscaping with flowering plants, the creation of promotional content for social media dissemination, and the enhancement of the institutional structure. The employed strategy involves active participation and engagement from the Jatisari Edupark managers, along with direct involvement in all activities, monitoring, and assessment of outcomes. The outcomes of the activities indicated that shade plants—namely pule and ketapang kencana trees—were planted, with ten specimens of each type. Landscaping involved the planting of diverse ornamental flora, including golden shower, tapak dara, chrysanthemum, sunflower, asoka, and bougainvillea. Outbound equipment has been supplied, comprising safety helmets and rafts for rafting and outbound activities. Furthermore, training on the development of promotional content for social media has been conducted. Consequently, the site has become increasingly shaded, the amenities for outdoor activities are now sufficient, and members of the Tourism Awareness Group have successfully uploaded promotional content on social media. Jatisari Edupark merupakan rintisan desa wisata yang berada di Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Jatisari Edupark mengusung konsep wisata alam, edukasi di bidang pertanian, outbound dan kuliner. Tujuan dari kegiatan ini adalah pengembangan Desa Jatisari menjadi Desa Wisata Jatisari Edupark melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana serta kelembagaan. Berbagai permasalahan dihadapi dalam mengembangkan rintisan desa wisata ini sejak diresmikannya pada tahun 2022, diantaranya minimnya fasilitas sarana prasarana untuk wisatawan. Akar permasalahan yang ditemukan diantaranya kurang teduhnya lokasi karena belum ada tumbuhan peneduh, fasilitas peralatan outbound masih terbatas dan belum variatif, spot foto pemandangan yang kurang menarik, promosi desa wisata belum masif, dan belum adanya kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Solusi yang ditawarkan meliputi penanaman tanaman peneduh, introduksi peralatan outbound, penataan lansekap dengan tanaman bunga, membuat konten promosi dan melakukan promosi di media sosial, dan penguatan kelembagaan Pokdarwis. Metode yang diterapkan adalah partisipatif aktif dari pengelola Jatisari Edupark dan pelibatan langsung di seluruh kegiatan, monitoring dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan diperoleh bahwa telah dilakukan penanaman tanaman peneduh yaitu tanaman pule dan ketapang kencana masing-masing sebanyak 10 pohon. Dilakukan penataan lansekap dengan menanam berbagai tanaman hias meliputi bunga jatuh emas, bunga tapak doro, bunga krisan, bunga matahari, bunga asoka dan bunga kertas. Telah dilakukan pemberian peralatan outbond berupa helm pengaman dan ban untuk rafting/outbond. Selain itu juga telah dilakukan pelatihan pembuatan konten promosi untuk diunggah di media sosial. Hasilnya, lokasi menjadi lebih teduh, sarana prasarana untuk outbond memadai, dan anggota kelompok sadar wisata mampu mengunggah konten di media sosial untuk promosi.
PENERAPAN METODE PEMBAYARAN DIGITAL MENGGUNAKAN QRIS PADA UMKM SEKTOR PARIWISATA KAWASAN PANGANDARAN DESA CINTAKARYA KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Novel, Nurillah Jamil Achmawati; Suryanto, Suryanto
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.53961

Abstract

Kawasan Pangandaran dikenal sebagai destinasi wisata terkemuka di Jawa Barat, dengan sektor pariwisata menjadi pendorong utama ekonomi lokal. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam sektor pariwisata memainkan peran penting dalam mendukung industri pariwisata Pangandaran. Namun, sebagian besar UMKM di Pangandaran mengalami keterbatasan dalam pengelolaan keuangan, termasuk penggunaan metode pembayaran tradisional. Penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI dan DANA sebagai solusi pembayaran digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan UMKM. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman UMKM tentang QRIS BRI dan DANA, membantu UMKM dalam menerapkan QRIS BRI dan DANA sebagai metode pembayaran, serta menganalisis dampak penggunaan QRIS BRI dan DANA terhadap pengelolaan keuangan UMKM. Rangkaian metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi, pendampingan dalam pendaftaran dan aktivasi QRIS BRI dan DANA, serta monitoring dan evaluasi penggunaannya. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman UMKM tentang QRIS BRI dan DANA, mendorong implementasi yang efektif dari QRIS BRI dan DANA di UMKM, serta meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan UMKM. Hasilnya, kegiatan ini memberikan kontribusi positif bagi UMKM sektor pariwisata di Pangandaran, memperkuat pengelolaan keuangan, dan meningkatkan daya saing di era digital melalui penggunaan QRIS BRI dan DANA.
PELATIHAN PERBANYAKAN Trichoderma sp. DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT BAWANG MERAH DI PADUKUHAN GROGOL X, PARANGTRITIS, YOGYAKARTA Wisnubroto, Muhammad Parikesit; Puspitasari, Herlina Mega; HP, Julsento
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.64041

Abstract

Padukuhan Grogol X is part of Parangtritis Village, Bantul, Yogyakarta, where most of the people work as farmers. Shallots are one of the most widely cultivated crops in this area. The biggest obstacle in cultivating this crop is fusarium wilt and purple spot (trotol) disease, which cause a decrease in yield. Both diseases are caused by the fungi Fusarium sp. and Alternaria porii, respectively. Control measures so far have been carried out chemically using synthetic fungicides. Chemical control is the predominant method of disease management in this area. This community service activity aims to educate shallot farmers about the importance of biological control and provide training in the propagation of the biological agent Trichoderma sp. using simple, easily obtainable materials. The equipment and materials prepared include socialization tools, containers, Trichoderma sp. isolates, newsprint, and half-cooked rice. The Trichoderma sp. isolate is mixed with half-cooked rice, then placed into a container, sealed, and left for 1–2 weeks. The resulting product can be used as a biological agent to control Fusarium sp. and A. porii. During the socialization and training process, farmers were quite enthusiastic and attentive to the material presented. After the assistance, farmers gradually began to reduce the intensity of chemical disease control and started substituting it with Trichoderma sp., which they propagated independently.Padukuhan Grogol X merupakan bagian dari Kelurahan Parangtritis, Bantul, Yogyakarta yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Tanaman bawang merah menjadi salah satu jenis tanaman yang paling banyak dibudidayakan pada daerah ini. Kendala terbesar dalam budidaya tanaman tersebut antara lain disebabkan oleh serangan penyakit layu fusarium dan bercak ungu/trotol yang menyebabkan penurunan hasil panen. Kedua penyakit tersebut masing-masing disebabkan oleh cendawan Fusarium sp. dan Alternaria porii. Adapun pengendalian secara kimiawi merupakan jenis pengendalian penyakit yang dominan pada daerah ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada petani bawang merah akan pentingnya pengendalian hayati serta pelatihan perbanyakan agen hayati Trichoderma sp. dari bahan sederhana yang mudah diperoleh. Peralatan dan bahan yang dipersiapkan antara lain peralatan sosialisasi, wadah, isolat Trichoderma sp, kertas koran, dan beras/nasi setengah matang. Isolat Trichoderma sp. dicampurkan dengan nasi setengah matang kemudian dimasukkan ke dalam wadah, lalu ditutup dan ditunggu hingga 1–2 minggu. Hasil yang diperoleh dapat digunakan sebagai agen hayati pengendali Fusarium sp. dan A. porii.  Selama proses sosialisasi dan pelatihan, petani cukup antusias dan menyimak materi yang disampaikan. Setelah dilakukan pendampingan, petani secara perlahan mulai mengurangi intensitas pengendalian penyakit secara kimiawi dan mulai mensubstitusinya menggunakan Trichoderma sp. yang telah diperbanyak secara mandiri.
MEMBUDAYAKAN PERMAINAN ENGKLEK BERBASIS ALAM (AMAZING LEARNING ATMOSPHERE MANAGEMENT): LITERASI TAMANSISWA UNTUK ANAK Tiasari, Luky; Rochmiyati, Siti; Rezkita, Shanta
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.65533

Abstract

Traditional activities such as Engklek hold substantial pedagogical potential in fostering children's creativity, motor skills, and literacy development. However, Demangan Village Park remains underutilized as a space for preserving and activating this cultural asset. The philosophical underpinning of Engklek, known as Zondag Maandag, symbolizes the human struggle for a dignified life and a better future (Syaripuddin, 2020) and embodies character values that are highly relevant to early childhood education. This philosophy serves as the foundation for a character- and culture-based community engagement program. The implementing team adopted a Community-Based Research (CBR) approach, structured through phases of initiation, socialization, training (six action cycles), evaluation, and reflection, all framed within the ALAM model (Amazing Learning Atmosphere Management). Replanted in the soil of Tamansiswa philosophy, Engklek evolved into a joyful learning garden where children internalized character values, practiced emotional regulation, explored language, and engaged with technology in meaningful ways. The intervention yielded a 90% positive impact across social, cultural, economic, and environmental dimensions. Five core values—honesty, discipline, responsibility, calmness, and patience—were cultivated through the activities and documented in the educational booklet ALAMku SEMANGATku. Overall, the program demonstrates that revitalizing traditional games through local philosophical frameworks can serve as an effective medium for nurturing children's character literacy in public village spaces.Aktivitas tradisional seperti Engklek menyimpan potensi pedagogis yang signifikan dalam mengembangkan daya cipta, keterampilan motorik, dan kapasitas literasi anak. Sayangnya, Taman Desa Demangan belum dimanfaatkan sebagai ruang pelestarian permainan tersebut. Filosofi Engklek, Zondag Maandag, yang bermakna perjuangan manusia untuk menjalani kehidupan layak demi masa depan yang lebih baik (Syaripuddin, 2020), merefleksikan nilai-nilai karakter yang relevan dengan pendidikan anak. Filosofi ini menjadi pijakan dalam merancang program pengabdian berbasis karakter dan budaya lokal. Tim pengabdi menerapkan metode Community Based Research (CBR) melalui tahap inisiasi, sosialisasi, pelatihan (6 aksi), evaluasi, dan refleksi berbasis ALAM (Amazing Learning Atmosphere Management). Engklek yang ditanam ulang dalam tanah filosofi Tamansiswa tumbuh menjadi taman belajar yang mengembirakan di mana anak-anak menyerap nilai karakter, mengelola emosi, bermain dengan bahasa, dan menyentuh teknologi dengan rasa. Permainan ini memberikan dampak positif sebesar 90% di aspek sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan. Lima nilai utama yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab, tenang, dan sabar ditanamkan sebagai hasil kegiatan dan dikemas dalam buku ALAMku SEMANGATku. Keseluruhan kegiatan menunjukkan bahwa revitalisasi permainan tradisional berbasis filosofi lokal dapat menjadi medium efektif dalam membentuk literasi karakter anak di ruang publik desa.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN PADDY MOWER UNTUK PANEN PADI DI DESA BUGEL, SUMEDANG Ibrahim, Muhammad Naufal Rauf; Yusuf, Asep
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.64047

Abstract

Bugel Village has great potential for rice farming; however, the low level of mechanization in the harvesting process results in reduced efficiency and productivity, as most farmers still harvest rice manually. This program aimed to introduce and train farmers in the use of a paddy mower, which offers advantages in mobility, labor reduction, and time efficiency. This community service activity was carried out in January 2025 in Bugel Village, Tomo District, Sumedang Regency, West Java, where rice cultivation serves as the primary economic activity. The training was conducted through socialization and hands-on practice with 30 farmers as participants, resulting in increased knowledge and skills. Evaluation results showed a significant improvement in understanding and motivation to adopt this technology, with the paddy mower achieving a 12.09% higher work speed compared to manual processes. Overall, the activity received positive responses from farmers, who acknowledged the benefits of mechanization in enhancing work efficiency and the quality of rice harvesting.Desa Bugel memiliki potensi yang besar dalam pertanian padi, namun rendahnya tingkat mekanisasi dalam proses panen menyebabkan efisiensi dan produktivitas rendah. Hal ini disebabkan karena sebagian besar petani masih memanen padi secara manual. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan melatih petani dalam penggunaan mesin pemanen padi paddy mower, yang menawarkan keuntungan dalam mobilitas, pengurangan tenaga kerja, dan efisiensi waktu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 di Desa Bugel, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang mempunyai mata pencaharian utama menanam padi sebagai aktivitas ekonomi utama. Pelatihan dilakukan dengan sosialisasi dan praktik langsung, yang menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dihadiri oleh 30 petani. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan motivasi untuk mengadopsi teknologi ini, dimana mesin paddy mower mempunyai kecepatan kerja lebih tinggi 12.09% dibandingkan dengan proses manual. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari petani, setelah terlihat manfaat mekanisasi dalam meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas panen padi.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI SEKOLAH DI DESA HULU SAMPANAHAN Riadi, Selamat; Nasruddin, Nasruddin; Mattiro, Syahlan; Amin, Faisal; Riduan, M.
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.65693

Abstract

Remote Indigenous Communities (KAT) in Hulu Sampanahan Village face serious barriers in accessing formal education due to geographic isolation, economic limitations, poor infrastructure, and strong local cultural values. This community service program aimed to increase educational awareness while identifying factors that hinder school participation among KAT in Hulu Sampanahan. The program was carried out through participatory educational outreach and socialization using a Participatory Action Research (PAR) approach, involving village officials, community leaders, and residents. The findings revealed that low school participation is mainly caused by the long distance to secondary schools (33–44 km), severely damaged road conditions, the absence of middle and high schools within the village, and low parental awareness (only about 30% encourage their children to continue to junior high school, and less than 10% aspire for higher education). In addition, more than 70% of children are involved in household and subsistence work. Through the educational sessions attended by 35 households, with 63% actively participating in discussions, the community gained new awareness regarding educational rights, the importance of secondary and higher education, as well as scholarship opportunities accessible to their children. As an impact, the program successfully built initial community awareness of the strategic value of education, while also identifying priority needs such as the establishment of satellite schools, the provision of school transportation, and sustained multi-stakeholder support. Thus, participatory and context-based educational empowerment has proven to be an effective initial step in fostering social transformation in remote Indigenous communities.Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Hulu Sampanahan menghadapi hambatan serius dalam mengakses pendidikan formal akibat keterpencilan geografis, keterbatasan ekonomi, buruknya infrastruktur, dan nilai-nilai budaya lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pendidikan sekaligus mengidentifikasi faktor penghambat partisipasi sekolah pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Hulu Sampanahan. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi dan sosialisasi berbasis partisipatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi sekolah disebabkan oleh jarak ke sekolah menengah yang sangat jauh (33–44 km), kondisi jalan rusak berat, ketiadaan layanan pendidikan menengah di desa, rendahnya kesadaran orang tua (hanya sekitar 30% mendorong anak hingga SMP, dan kurang dari 10% hingga perguruan tinggi), serta keterlibatan lebih dari 70% anak dalam pekerjaan rumah tangga dan aktivitas ekonomi keluarga. Melalui kegiatan edukasi yang diikuti oleh 35 kepala keluarga dengan tingkat partisipasi aktif 63%, masyarakat memperoleh pemahaman baru mengenai hak pendidikan, pentingnya pendidikan menengah dan tinggi, serta peluang beasiswa yang dapat diakses anak-anak mereka. Dampaknya, kegiatan ini berhasil membangun kesadaran awal masyarakat terhadap nilai strategis pendidikan, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan prioritas berupa sekolah filial, transportasi pendidikan, dan dukungan multi-stakeholder yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemberdayaan pendidikan berbasis partisipasi terbukti menjadi langkah awal yang efektif dalam mendorong transformasi sosial di komunitas adat terpencil.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue