cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 588 Documents
PELATIHAN REPARASI PERALATAN ELEKTRONIK RUMAH TANGGA (LAMPU LED) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN REMAJA MUSHOLA NUROHMAH DESA TELUKAMBULU KECAMATAN BATUJAYA KABUPATEN KARAWANG Ramdani, Ridwan; Muttaqien, Imamal; Aulia, Sindi; Syahid, Muh Sulthan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.63048

Abstract

A training on LED lamp repair was conducted as part of a Community Service Program (PKM). This activity aimed to improve the knowledge and skills of mosque youth in repairing damaged LED lamps. The PKM was carried out at Mushola Nurohmah, Telukambulu Village, Batujaya, Karawang, involving 19 participants consisting of mosque youth, local residents, neighborhood leaders (RT), and LED lamp repair technicians. The implementation of this training in the PKM used an asset-based method, where each participant was given a damaged LED lamp to repair, and the repaired lamp was then given to each participant. The training began with the delivery of materials, followed by guided repair practice and a repair test based on the indicator that the repaired lamp was functioning properly (turned on). To measure the success of achieving the training objectives in this PKM activity, a pre-test and post-test were conducted. The results showed an average increase of 75.78% in participants’ knowledge and skills in this PKM activity.Telah dilakukan pelatihan reparasi lampu LED pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja mushola dalam memperbaiki lampu LED yang rusak. PKM dilaksanakan di Mushola Nurohmah Desa Telukambulu Batujaya Karawang dengan melibatkan  19 orang peserta yang terdiri dari remaja mushola, warga sekitar, RT, dan pekerja teknisi reparasi lampu LED. Pelaksanaan pelatihan dalam PKM ini menggunakan metode berbasis Aset, setiap peserta diberikan lampu LED yang rusak untuk diperbaiki, hasilnya diberikan kepada peserta masing-masing. Pelaksanaan pelatihan dimulai dengan penyampaian materi, pembimbingan reparasi dan ujian reparasi berdasarkan indikator lampu yang direparasi telah menyala. Untuk mengukur keberhasilan tercapainya tujuan pelatihan pada kegiatan PKM ini, dilakukan pre test dan post test. Hasilnya menunjukkan bahwa adanya 75,78% rata-rata peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan pada kegiatan PKM.
PENGUATAN KETAHANAN PANGAN DAN EKONOMI KELUARGA MELALUI PRODUKSI PUPUK HAYATI MIKORIZA DI DESA BLANG KRUENG, KABUPATEN ACEH BESAR Fikrinda, Fikrinda; Syafruddin, Syafruddin; Susanti, Elly
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.64741

Abstract

Food security and family economic resilience are strategic issues in rural communities, particularly in the face of vulnerable socio-economic dynamics. A promising strategy to address these challenges involves the adoption of mycorrhiza-based biofertilizer technology, which is both environmentally sustainable and economically beneficial. This community service program aimed to empower farmer groups and housewives in Blang Krueng Village, Aceh Besar District, to independently produce and utilize mycorrhiza-based biofertilizers for seasonal vegetable cultivation as an effort to enhance food security and household income. Activities were carried out through counseling sessions, technical training on mycorrhizal propagation using pot culture with maize as the host plant, and field demonstrations on various vegetable crops. Conducted during the COVID-19 pandemic, the program highlighted the urgency of applying localized technologies to address household food and income vulnerabilities. The results showed a 75% increase in participants' knowledge, the production of 500–1000 kg of mycorrhizal inoculum per cycle, improved harvest quality, and a 30% average increase in selling prices. This program also supported economic independence through the marketing of biofertilizers and agricultural products. The empowerment model demonstrated here has the potential to be replicated in other communities to strengthen food security through eco-friendly technological innovation.Ketahanan pangan dan penguatan ekonomi keluarga merupakan isu strategis di tingkat pedesaan, terutama karena masyarakat menghadapi dinamika sosial-ekonomi yang rentan dan tidak menentu. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut adalah pemanfaatan teknologi pupuk hayati berbasis mikoriza yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan kelompok tani dan ibu rumah tangga di Desa Blang Krueng, Kabupaten Aceh Besar, dalam memproduksi dan memanfaatkan pupuk hayati berbasis mikoriza untuk budidaya sayuran semusim sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, pelatihan teknik perbanyakan mikoriza menggunakan pot kultur dengan jagung sebagai tanaman inang, serta demonstrasi aplikasinya pada berbagai jenis tanaman sayuran semusim. Program ini dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19, yang  memperkuat urgensi intervensi berbasis teknologi lokal untuk mengatasi kerentanan pangan dan pendapatan rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 75%, produksi inokulum mikoriza mencapai 500–1000 kg per periode dengan kualitas panen yang lebih baik dan harga jual meningkat rata-rata 30%. Kegiatan ini juga mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pemanfaatan pupuk hayati dan pemasaran hasil panen. Model pemberdayaan ini berpotensi direplikasi untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis teknologi ramah lingkungan di komunitas lain.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA KOPI BOY MELALUI INOVASI PRODUK DAN DIGITAL MARKETING DI JEPARA Saputro, Heru; Prihatmoko, Dias; Mudiarti, Luky; Aulia, Elza Nur; Choirunisa, Vika
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.66008

Abstract

The Community Partnership Program (PKM) was implemented to empower the youth-managed business group “Kopi Boy” in Demaan Village, Jepara Regency. The partner faced key challenges, including limited product innovation, inefficient manual production processes, and conventional marketing practices without digital support. The objective of this program is to enhance production capacity, strengthen product innovation, and improve the partners’ digital marketing skills to compete in the modern beverage market. The implementation methods include socialization, training on product innovation and financial management, the application of production technology (electric grinder and coffee press), digital marketing assistance through social media, and evaluation of program outcomes. The activities were conducted from February to May 2025 at the Kopi Boy coffee shop, involving 10 business group members, 3 lecturers, and 2 students from Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. The results show a significant improvement in various business aspects. Production capacity increased from 300 to 800 cups per day, the number of coffee variants expanded from one to ten, and monthly turnover rose by 100%. In terms of marketing, the partner successfully developed a new brand identity and optimized social media platforms, as reflected in the growing number of followers on TikTok, Instagram, and Facebook. In conclusion, this PKM program successfully enhanced the business independence, product creativity, and managerial capabilities of KUB Kopi Boy. In addition to providing direct economic benefits, the program also strengthened the role of youth in the digital-based creative economy and has the potential to be replicated for other youth business groups in Jepara Regency.Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk memberdayakan Kelompok Usaha Bersama (KUB) “Kopi Boy” yang dikelola oleh pemuda di Desa Demaan, Kabupaten Jepara. Mitra menghadapi permasalahan utama berupa keterbatasan inovasi produk, proses produksi manual yang tidak efisien, dan pemasaran yang masih konvensional tanpa dukungan teknologi digital. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas produksi, kemampuan inovasi produk, dan keterampilan digital marketing mitra agar mampu bersaing di pasar minuman kekinian. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan inovasi produk dan manajemen keuangan, penerapan teknologi produksi (grinder listrik dan coffee press), pendampingan pemasaran digital melalui media sosial, serta evaluasi hasil kegiatan. Kegiatan berlangsung selama Februari–Mei 2025 di kedai Kopi Boy dengan melibatkan 10 anggota mitra, 3 dosen, dan 2 mahasiswa dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada berbagai aspek usaha. Kapasitas produksi meningkat dari 300 menjadi 800 cup per hari, jumlah varian kopi bertambah dari satu menjadi sepuluh, serta omzet bulanan naik sebesar 100%. Dari sisi pemasaran, mitra berhasil membangun identitas merek (branding) baru dan mengoptimalkan media sosial, yang terbukti dari peningkatan jumlah pengikut di TikTok, Instagram, dan Facebook. Kesimpulannya, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kemandirian usaha, kreativitas produk, dan kemampuan manajerial KUB Kopi Boy. Selain memberikan dampak ekonomi langsung bagi mitra, program ini juga memperkuat peran pemuda dalam ekonomi kreatif berbasis digital dan berpotensi untuk direplikasi pada kelompok usaha muda lainnya di Kabupaten Jepara.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN POSYANDU DAN PEMENUHAN GIZI ANAK DI DESA ROSSOAN DAN TOKKONAN, KABUPATEN ENREKANG Misbahuddin, Angga
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.63116

Abstract

Stunting is a significant public health issue in Indonesia, particularly in Enrekang Regency, South Sulawesi, affecting children's growth and development. This study examines the community empowerment initiatives undertaken by Gugah Nurani Indonesia CDP Enrekang to reduce stunting prevalence through Posyandu cadre training in Rossoan and Tokkonan Villages, Enrekang Regency. The training involved 25 Posyandu cadres and focused on enhancing their knowledge and skills in managing child nutrition and healthcare services. The training aimed to improve cadres' understanding of holistic Posyandu management, including maternal care, exclusive breastfeeding, child growth monitoring, and the utilization of local nutrition gardens as a community-based solution. The implementation methods included pre-tests, training on Posyandu management, practice of the five-step Posyandu process, training on fulfilling child nutrition through local nutrition gardens, hands-on training in preparing nutritious food, and post-tests. The results indicated an improvement in Posyandu cadres' knowledge of Posyandu services and child nutrition, as evidenced by increased post-test scores compared to pre-test scores. Cadres recognized the importance of utilizing local nutritional resources for pregnant women and children under five to reduce stunting prevalence. Furthermore, practical training in preparing nutritious meals using local food sources equipped participants with better skills in preparing complementary foods (MPASI) appropriate for children's developmental stages.Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia terutama di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Studi ini membahas inisiatif pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Gugah Nurani Indonesia CDP Enrekang dengan tujuan mengurangi prevalensi stunting melalui pelatihan kader Posyandu di Desa Rossoan dan Tokkonan, Kabupaten Enrekang. Pelatihan ini diikuti oleh 25 kader posyandu yang difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam mengelola gizi dan layanan kesehatan anak. Dengan meningkatkan pemahaman mereka tentang pengelolaan Posyandu yang holistik, termasuk perawatan ibu, pemberian ASI eksklusif, pemantauan pertumbuhan anak, serta pemanfaatan kebun gizi lokal sebagai solusi berbasis komunitas. Metode pelaksanaan pengelolaan posyandu dan pemenuhan gizi anak meliputi: pemberian pre-test, pemberian materi keposyanduan, praktik lima langkah posyandu, pemberian materi pemenuhan gizi anak melalui kebun gizi lokal, praktik pengolahan makanan bergizi dan pemberian post-test. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader Posyandu mengenai pelayanan posyandu dan pemenuhan gizi anak, dengan hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan. Kader Posyandu memahami pentingnya pemanfaatan sumber gizi lokal untuk ibu hamil dan anak dibawah 5 tahun guna mengurangi angka prevalensi stunting. Pelatihan praktek pengolahan makanan bergizi menggunakan bahan pangan lokal memberikan keterampilan lebih baik tentang cara mengolah makanan yang sesuai dengan tahapan MPASI untuk mendukung tumbuh kembang anak.
DARI LERENG KE PELUANG : MEMBANGUN FONDASI PARIWISATA BERKELANJUTAN MELALUI PEMBERDAYAAN KOMUNITAS DI DESA JATIROKE Januarsyah, Gilang; Handayani, Vincentia Tri; Wardiani, Sri Rijati; Saefullah, Nurul Hikmayaty; Finalia, Cicu
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.64840

Abstract

Community-based tourism development is a key strategy in promoting sustainable development while enhancing the welfare of rural communities. This program analyzes and facilitates the implementation of community-based tourism initiatives in Jatiroke Village, located in Jatinangor District, Sumedang Regency, which is currently developing the Teras Gunung Geulis nature tourism area. Despite its unique landscape and cultural potential, the village faces several challenges, such as limited promotion, low human resource capacity, and the absence of an integrated management system. The approach employed is a dual strategy consisting of benchmarking with Nglanggeran Tourism Village, a recipient of the UNWTO Best Tourism Village 2021 award, and needs-based training covering sustainable tourism management, digital marketing, attraction diversification, and tourism literacy enhancement. The program has led to growing enthusiasm, awareness, and participation among local residents in initiating tourism management based on local potential. This collaborative learning process also sparked innovative ideas aligned with Jatiroke’s sociocultural characteristics. The synergy between residents, academics, and village authorities provides a promising foundation for developing a sustainable tourism model. This community service activity contributes conceptually to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in poverty alleviation and the provision of decent work through human empowerment.Pembangunan pariwisata berbasis komunitas lokal merupakan strategi penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Program ini menganalisis dan memfasilitasi inisiatif pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang tengah mengembangkan kawasan wisata alam Teras Gunung Geulis. Meskipun memiliki potensi lanskap dan budaya yang khas, desa ini menghadapi berbagai tantangan seperti terbatasnya promosi, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, dan belum terbangunnya sistem pengelolaan terpadu. Pendekatan yang digunakan adalah dual-strategy yang terdiri dari benchmarking ke Desa Wisata Nglanggeran, pemenang UNWTO Best Tourism Village 2021, dengan pelatihan berbasis kebutuhan lokal mencakup pengelolaan pariwisata berkelanjutan, pemasaran digital, diversifikasi atraksi wisata, serta penguatan literasi pariwisata. Hasil kegiatan menunjukkan tumbuhnya antusiasme, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam memulai langkah-langkah pengelolaan wisata berbasis potensi lokal. Proses pembelajaran bersama ini juga memicu munculnya gagasan-gagasan inovatif yang sesuai dengan karakteristik sosio kultural Jatiroke. Kolaborasi antara warga, akademisi, dan pemerintah desa menjadi fondasi awal yang menjanjikan untuk pengembangan model wisata berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan penyediaan pekerjaan layak melalui pemberdayaan manusia.
PENERAPAN URBAN FARMING BERBASIS CIRCULAR ECONOMY DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA Suhaeni, Suhaeni; Wicaksana, Indrajit; Rahayu, Yayu Sri; Supriadi, Devie Rienzani; Khamid, Miftakhul Bakhrir Rozaq; Rianti, Winda
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.67316

Abstract

Karawang Regency has undergone a significant transformation from an agrarian area into an industrial center, resulting in a reduction of agricultural land. This condition highlights the need for environmentally friendly urban agriculture practices, one of which is the implementation of urban farming based on a circular economy approach. This community service program was carried out in August 2025 in Sukaluyu Village, Karawang Regency, in collaboration with a women’s household group as the main partner. The program aimed to improve the skills and awareness of the community, particularly women, in processing household waste into compost fertilizer to support urban farming practices. The implementation methods included compost-making training, hands-on practice assistance, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in the participants’ understanding of the circular economy concept, the benefits of urban farming, and composting techniques, as reflected in the increase in evaluation scores from 60–72% in the pre-test to 83–87% in the post-test. In addition, participants were able to independently practice compost production using household waste, providing an alternative source of organic fertilizer that can be utilized in urban farming activities. In conclusion, the implementation of urban farming based on the circular economy proved effective in enhancing community capacity and encouraging more sustainable household environmental managementKabupaten Karawang mengalami perubahan signifikan dari daerah agraris menjadi pusat industri yang berdampak pada berkurangnya lahan pertanian. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi pertanian perkotaan yang ramah lingkungan, salah satunya melalui penerapan urban farming berbasis circular economy. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 di Kelurahan Sukaluyu, Kabupaten Karawang, dengan mitra utama kelompok ibu-ibu rumah tangga. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu di Kelurahan Sukaluyu, dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos untuk mendukung praktik urban farming. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan pembuatan kompos, pendampingan praktik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta mengenai konsep circular economy, manfaat urban farming, dan teknik pembuatan kompos, yang ditunjukkan oleh kenaikan skor evaluasi dari 60–72% pada pre-test menjadi 83–87% pada post-test. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan pembuatan kompos secara mandiri dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, sehingga memiliki alternatif sumber pupuk organik yang dapat digunakan dalam kegiatan urban farming. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penerapan urban farming berbasis circular economy terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan mendorong perilaku pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
PENDAMPINGAN UNTUK MENGEMBANGKAN DESA WISATA BERKUALITAS DI DESA KOTO RUANG, KECAMATAN IV KOTO, KABUPATEN ROKAN HULU Raksapati, Abadi; Rugarmika, Rikeu
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.63218

Abstract

Koto Ruang Tourism Village is a pioneer tourism village that is currently improving its institutional capacity and the quality of its tourism products to become a high-quality tourism village in terms of institutions, environmental management, and cultural management. This village has tourism resources in the form of natural landscapes, including rice fields and plantations, the Rokan River, and Tabur Hill, which are already well known as adventure tourism attractions. However, the village's main advantage is the presence of Rokan Palace, which has great potential to be developed as a high-value cultural tourism attraction due to its significant historical value as one of the remaining palaces in Riau Province. The community service carried out in Koto Ruang Tourism Village uses a participatory approach that involves all stakeholders being actively engaged in the process. This community service has succeeded in encouraging the merger of three previously existing Pokdarwis into one, namely Pokdarwis Sawah Koto, which represents Koto Ruang Tourism Village. Furthermore, the capacity of managers and institutions has been enhanced through a series of successful training sessions. Meanwhile, to improve the quality of tourism products, interpretation training, the development of tour packages, and tour package trials have been successfully conducted to determine the extent to which the managers of Koto Ruang Tourism Village are ready and capable of managing tour packages to be offered to tourists. In the future, further assistance and support from various parties will be needed to ensure the sustainability of Koto Ruang Tourism Village as a high-quality tourism village.Desa Wisata Koto Ruang merupakan desa wisata rintisan yang tengah meningkatkan kapasitas kelembagaan serta meningkatkan kualitas produk pariwisata yang dimiliki agar menjadi desa wisata berkualitas dari sisi kelembagaan maupun pengelolaan lingkungan dan budaya. Desa ini memiliki sumber daya wisata berupa bentang alam persawahan dan perkebunan, Sungai Rokan, hingga Bukit Tabur yang sudah cukup dikenal sebagai daya tarik wisata petualangan. Namun keunggulan utama desa ini adalah keberadaan Istana Rokan yang sangat potensial dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya bernilai tinggi karena memiliki nilai sejarah tinggi serta salah satu istana yang masih tersisa di Provinsi Riau. Pengabdian yang dilakukan di Desa Wisata Koto Ruang menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam prosesnya. Pengabdian ini berhasil mendorong peleburan tiga Pokdarwis yang sebelumnya ada menjadi satu Pokdarwis Sawah Koto yang akan menjadi representasi Desa Wisata Koto Ruang. Selain itu peningkatan kapasitas pengelola dan juga kelembagaan melalui serangkaian pelatihan berhasil dilakukan. Sementara itu untuk meningkatkan kualitas produk pariwisata, pelatihan interpretasi, penyusunan paket wisata hingga uji coba paket wisata telah berhasil dilakukan untuk melihat sejauh mana pengelola Desa Wisata Koto Ruang siap dan mampu mengelola paket wisata yang akan dijual kepada wisatawan. Kedepan pendampingan lanjutan dan juga dukungan dari berbagai pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan Desa Wisata Koto Ruang sebagai desa wisata yang berkualitas sangat diperlukan.
PELATIHAN PEMETAAN PARTISIPATIF DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR TERPADU DI DESA KUALA PAREK, KABUPATEN ACEH TIMUR Fauzia, Arisna; Iswahyudi, Iswahyudi; Bravikawati, Marini; Mulyani, Cut; Hamdani, Hamdani; Zulfadhli, Zulfadhli
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.65211

Abstract

Kuala Parek Village, located in a coastal area with a public tourist beach, boasts various village assets and ecosystems that generate natural resources. As one of the oldest villages in East Aceh Regency, Kuala Parek Village has significant coastal potential. However, the village faces challenges in coastal area management and regional development, particularly related to spatial information technology. This technology is already commonly used in addressing integrated coastal area planning and management. The urgency of this research is to conduct mapping that can provide a clear picture of village potential, natural resources/ecosystems, and village assets that can support sustainable development. The purpose of this community service is to conduct participatory mapping training activities to review current village boundaries. This is useful for facilitating partners in implementing integrated coastal area management. The methods used include mapping training involving the community and field mapping surveys. The results obtained show an increase in community skills in understanding regional mapping, the ability to operate Google Earth for location determination, and improved capacity in identifying village potential related to coastal area management. Through surveys conducted to review village boundaries and potential, village governments have become more enthusiastic about remapping existing community resources. This is because participatory mapping can provide accurate information from the community by incorporating geospatial data.Desa Kuala Parek, yang terletak di kawasan pesisir dengan pantai wisata yang terbuka untuk umum memiliki berbagai aset-aset desa, dan ekosistem yang menghasilkan sumber daya alam. Sebagai salah satu desa tertua di Kabupaten Aceh Timur, Desa Kuala Parek ini memiliki potensi desa di bidang kepesisiran. Namun, desa ini menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan wilayah desa pesisir dan aspek manajemen pengembangan daerah yang bersifat teknologi informasi spasial. Teknologi ini sudah umum dalam mengatasi perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir terpadu. Urgensi penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan yang dapat memberikan gambaran yang jelas tentang potensi desa, sumber daya alam/ekosistem, serta aset desa yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Tujuan dari pengabdian ini adalah melakukan kegiatan pelatihan pemetaan secara partisipatif dalam meninjau kembali batas-batas desa terkini. Hal ini bermanfaat untuk memudahkan mitra dalam melakukan pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu. Metode yang digunakan yaitu pelatihan pemetaan yang melibatkan masyarakat serta survei pemetaan di lapangan. Hasil yang didapatkan dari berupa adanya peningkatan terhadap kemampuan masyarakat dalam pemahaman terhadap pemetaan daerahnya, dapat mengoperasikan google earth untuk penentuan lokasi, dan terkait pengelolaan wilayah pesisir dalam mengidentifikasi potensi desa. Melalui kegiatan survei dalam peninjauan kembali batas dan potensi desa, pemerintah desa menjadi lebih antusias dalam melakukan pemetaan kembali sumber daya yang ada di masyarakat. Hal ini dikarenakan pemetaan partisipatif mampu memberikan informasi yang akurat dari masyarakat dengan menyesuaikan data geospasial.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue