cover
Contact Name
I Gede Sutarya
Contact Email
sutarya@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
pariwisatasutarya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA
ISSN : 25279534     EISSN : 26145340     DOI : -
Core Subject : Social,
Tujuan pariwisata agama ini adalah tempat-tempat suci agama, yang terdiri dari situs alam, budaya dan buatan manusia. Karena itu, pengelolaan situs-situs tersebut juga menjadi bahasan-bahasan pada artikel pada jurnal ini. Dengan demikian, jurnal ilmiah ini memuat artikel-artikel yang berhubungan dengan pariwisata agama, pariwisata budaya, dan pengaruh-pengaruh pariwisata terhadap agama dan budaya.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
Komodifikasi Rumah Betang Tumbang Gagu sebagai Daya Tarik Pariwisata di Kabupaten Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah Yulianie, Fatrisia
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 3, No 1 (2018): Peran Komunitas Lokal dalam Pariwisata
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v3i1.421

Abstract

This article is about the commodification of the Betang Tumbang Gagu House in East Waringin Regency of Central Kalimantan as a tourist attraction. This article is aimed to discuss the philosophy of Betang house, the potential tourism of the Betang Tumbang Gagu House, the factors commodifying, and the forms of commodification. The method applied in this study was the qualitative descriptive method in order to describe the relationship between phenomenon or phenomenon under study with a systematic, factual and accurate. Data collection is done by collecting and analyzing the data through the literature relating to issues to be investigated; such as the textbooks, scientific journals, and other legal sourcers. Descriptive interpretative methods were also used to analyze the data. The results of the analysis show that the Cultural Heritage of the Dayak tribe of Central Kalimantan Betang Tumbang Gagu is used as a cultural tourism attraction in the hope of preserving the history and culture of the past. It will be easier the passage of time and the increasing number of tourists who are on the way will lead to cultural degradation and authenticity (authenticity) of community culture. The existence of commodification in the utilization of cultural heritage of betang house as a tourist attraction give positive and negative impact. Cultural heritage is one part of the material aspects of human culture. Culture is not a knowledge that needs to be borne early on, sailors are also the identity of a nation that gives special features of other nations. The values of customs and traditions that have been entrenched as functioning as a unifying community, therefore it is necessary for the collaboration of all parties to maintain and preserve the cultural tourism attractions Betang Tumbang Gagu. Keywords: Commodification, Cultural Heritage, Tourist Attraction.
Tirtayatra sebagai Bentuk Wisata Religi Masyarakat Hindu di Bali Aryanatha, I Nengah
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v2i2.843

Abstract

Various forms of travel nowadays continue to grow, one of which is religious tourism. Religious tourism is one of the phenomenon that is currently starting to populate, it proved many activities or activities associated with religious tourism such as Tirta Yatra conducted by Hindu community in Bali. In some community groups, religious tourism is often used as a monthly, annual, and routine activities. In addition to getting the calm and pleasure (refreshing), it will also gain insight into the sacred historical sites and increase awareness of gratitude for the omnipotence of God (Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Therefore, not only the health of mind that is obtained through religious tourism, but also  the reward by interpreting the tour as a worship to improve or strengthen the faith.
PARIWISATA DAN LINGKUNGAN: ANALISIS COVID-19 SECARA GLOBAL DAN PENGARUHNYA DI ASEAN Ajeng Ramadhita Larasati; Dadang Suganda; Cipta Endyana
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v6i1.1972

Abstract

COVID-19 merupakan suatu wabah virus yang menjadi keresahan warga dunia dari penghujung tahun 2019 hingga saat penelitian ini dibuat. Salah satu industri di dunia yang paling terkena hempasan dampak dari wabah COVID-19 ini adalah pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pariwisata secara internasional dan dampaknya ke negara-negara ASEAN. Pada sektor lingkungan dilihat dari sudut pandang pembatasan mobilitas wisatawan yang membuat pergerakan wisatawan secara global menurun khususnya negara-negara di ASEAN sehingga berimbas terhadap pemulihan pariwisata berbasis alam atau yang mengedepankan ekosistem. Dengan pendekatan bibliometric study, penelitian ini diharapkan untuk dapat menjawab secara ringkas hal-hal yang terjadi di industri pariwisata ASEAN. Hasil dari penelitian ini adalah terlihatnya dampak ekonomi dalam sektor pariwisata yang cukup terimbas pandemik COVID-19. Namun, dampak lingkungan dalam pariwisata yang terjadi dari pembatasan mobilitas manusia untuk berkunjung menjadi salah satu yang diuntungkan.
Bali dalam Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan di Tengah Perkembangan Pariwisata Subawa, I Made Pasek
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 3, No 1 (2018): Peran Komunitas Lokal dalam Pariwisata
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v3i1.428

Abstract

Culture inspired by the teachings of Hindu Religion is a big icon of pariwista in Bali. Can not be denied, that Bali is carrying on progress currently owned is due to the tourism system. With the rapid development of tourism, great effects also arise, both in the realm of economic culture or spiritual economics. This is what needs to be a common concern about how Bali looks ahead to tourism. In order for a culture system that is imbued by Hindu religious elements to show religious values that have not been inspired to the world, that Balinese culture can inspire the world.Keywords: Hinduism, Culture, and Tourism
Pariwisata Spiritual di Bali Budiasih, Made
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v2i1.833

Abstract

Spiritual tourism is a new phenomena in tourism industry. New age is one of the groups which raises an idea of spiritual journey, because they promoted a spirituality without border. The idea open the opportunities for the spirituality from different etnic for becoming a spiritual destination. Bali is one of destination spiritual tourism, but the Bali government havenot serious yet to take over its all. Therefore, it needed efforts to organize Bali as the spiritual destination.
NEW NORMAL BAGI PARIWISATA BALI DI MASA PANDEMI COVID 19 Paramita, Ida Bagus Gede; Purnama Arsa Putra, I Gede Gita
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1723

Abstract

Pandemi covid 19 meruapakan wabah yang merubah tatanan kehidupan masyarakat diseluruh dunia atau disebut dengan new normal. Masyarakat diwajibkan hidup dalam new normal untuk tetap bisa menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa mereka. Covid 19 berdampak sangat  berat bagi perekonomian terutama yang mengandalkan perekonomian dalam sektor pariwisata. Belum ditemukannya antivirus untuk covid 19 ini menambah kecemasan masyarakat untuk beraktivitas. Untuk itulah pemerintah mengambil kebijakan penerapan kehidupan new normal dalam menjalankan aktivitas biasa di luar rumah dengan menerapkan protokal tetap pencegahan penyebaran covid 19. Tidak terkecuali sektor pariwisata, penyempurnaan sistem sanitasi dan pariwisata yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan (self-distancing) terus diupayakan untuk memberikan rasa nyaman kepada para wisatawan
Hubungan Timbal Balik Antar Desa Adat dan Pariwisata Kartika, Ni Gusti Ayu
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 4, No 1 (2019): Agama dalam Pasar Pariwisata
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v4i1.773

Abstract

Desa adat Bali mempunyai peranan yang strategis dalam pengembangan pariwisata budaya. semua orang memaklumi bahwa daya tarik Bali terhadap wisatawan, tidaklah semata karena keindahan alamnya, lebih dari pada itu adalah budayanya yang dijiwai oleh agama Hindu. Dengan memantapkan peranan, fungsi,dan wewenang Desa adat, maka sesungguhnya semua aspek budaya yang didukung oleh masyarakat Bali akan menjadi daya tarik kepariwisataan yang bila dipelihara dan dikembangkan dengan baik akan menjamin kalangsungan kehidupan pariwisata. Dalam Desa adat berkembang seni budaya, kehidupan masyarakat yang sejahtera, pengamalan ajaran agama dalam prilaku dan aktivitas ritual agama yang senantiasa akan menarik wisatawan sepanjang masa. Di samping itu Desa adat berperanan pula dalam pengembangan kawasan wisata, mengawasi penyalah gunaan simbol-simbol keagamaan dan juga berperanan dalam mencegah pendatang liar yang masuk ke Bali, utamanya di wilayah palemahan Desa adat di Bali.
TATANAN KEHIDUPAN BARU PADA AKOMODASI DAN RESTORAN PARIWISATA Ni Made Rai Kristina; I Gusti Ketut Indra Pranata Darma
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v6i2.2916

Abstract

Industri perhotelan merupakan salah satu bagian dari dunia Pariwisata yang memegan peranan penting dimanapun berada. Peran industri perhotelan ini tidak hanya sebagai tempat untuk singgah dan beristirahat, melainkan menjadi sebuah awal dari kegiatan perekonomian dari industri lain. Datangnya virus covid-19 di awal tahun 2020, tak pelak memukul segala sektor industri yang ada didunia tidak terkecuali industri perhotelan. Selama hampir 3 bulan, masyarakat di dunia dipaksa untuk hidup berada dalam ketakutan akan virus covid-9. World Health Organization (WHO) pun menyerukan adanya “New Normal” sebagai bentuk adaptasi baru bagi seluruh masyarakat di dunia terhadap virus ini sampai ditemukan obatnya.Berdasarkan adanya virus tersebut, industri pariwisata yang memiliki berbagai macam akomodasi ikut menyambut “New Normal” dengan mengikuti aturan-aturan ketat yang berlaku mengikuti anjuran pemerintah setempat. Pada penelitian ini akan mencoba mengetahui bentuk protokol “New Normal” pada beberapa akomodasi dan restoran di Bali yang merupakan salah satu daerah yang terdampak secara signifikan. Sehingga didapatkan langkah-langkah yang tepat untuk diterapkan bagi daerah lain dengan mengikuti kebiasaan yang berlaku di daerah tersebut.
Tradisi Magoak-Goakan pada Nyepi Desa Sebagai Potensi Daya Tarik Wisata Spiritual Di Desa Tambakan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Wardana Yasa, I Ketut
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 3, No 1 (2018): Peran Komunitas Lokal dalam Pariwisata
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v3i1.595

Abstract

The tourism development such as beach, mountain, temples, and dance or other tourist attractions are ussual we can see in Bali. But one of the most rare tradition which is carried out by the peoples in Tambakan Village is Megoak Goakan as part of Silent day Ceremony which is held every one year. This tradition was held from Ngurah Panji Sakti Kingdom in Buleleng. Big potenstion to make this tradition as one of the tourist attraction, which can be held everyday. Tambakan Village has a strategic location. It close to Penelokan, one route to sangeh, plaga, Tukad Bangkung, bagus Agro to penelokan. The asumtion that the development of this tradition can increase the social income for the peoples in Tambakan Village in the future.
Peranan Painting Bali sebagai Cendramata Khas Bali Indra Pranata Darma, I Gusti Ketut
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v4i2.1121

Abstract

There are a lot of factors that make a product can be categorized as a souvenir typical of a region. Among them is having the distinctiveness of a place or unique, can be carried by hand,  relative price, has a value of reminiscence, is able to be awarded and have the memory of events from somewhere. Typical regional products Gianyar one of them is Painting fabrice. This study aims to determine whether painting fabrics fulfills the criteria for a souvenir and development efforts. The study was conducted using qualitative method by conducting depth interviews with informants. Informants are looking for is a trader and craftsmen painting fabric, and buyers who frequently use the product painting fabrics. Based on research data obtained, painting fabrics can be called as souvenirs of the Bali because it has a strong characteristic 5 of the 6 available. For development efforts that have been made for this, among others, by utilizing technology to introduce the product, participated in the exhibition to get a new variation of the motif.Keywords :Souvenirs, painting fabrics, and Performance Criteria

Page 9 of 16 | Total Record : 158