Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial diterbitkan oleh Universitas Pendidikan Nasional, dengan terbitan berkala tiap bulan Februari dan Agustus. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial memuat artikel Hasil Penelitian dan Studi Kepustakaan dari cabang ilmu Administrasi Publik, Ilmu Politik dan Hubungan Internasional, Komunikasi, Sosiologi dan Ilmu Politik, Ilmu Sosial (Lain-Lain).
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 1 (2020)"
:
20 Documents
clear
COFFEE DIPLOMACY IN JOKOWI’S ERA: THE STRATEGY OF CULTURAL AND ECONOMIC DIPLOMACY OF INDONESIA’S FOREIGN POLICY
Anak Agung Mia Intentilia
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1053.372 KB)
|
DOI: 10.38043/jids.v4i1.2273
Cultural and economic diplomacy are crucial and being prioritized in Indonesia's foreign policy. Coffee is one of the commodities used to promote Indonesian culture abroad while at the same time has a potential value to support the nation's economy. This article aims to describe the ways Indonesian President, Joko Widodo, conducts cultural and economic diplomacy through coffee and the involvement of state and non-state actors in Indonesia’s coffee diplomacy. This paper uses a qualitative research method. The data used are collected from the Indonesian government official websites and national media coverages during the period of Joko Widodo’s administration from 2014 to 2019. There are three main concepts used in this article, derived from the International Relations theory of diplomacy, namely: the concepts of issue areas; actors; and methods. This paper examines cultural and economic diplomacy as the issue areas, state and non-state actors as the actors, and bilateral and multilateral approaches as the methods of conducting diplomacy. The main findings of this paper are: (i) cultural and economic diplomacy through coffee diplomacy are connected to one another and conducted simultaneously; (ii) both bilateral and multilateral approaches are still relevant in conducting coffee diplomacy; (iii) both state and non-state actors are actively involved in conducting coffee diplomacy Keywords: Coffee, Cultural Diplomacy, Economic Diplomacy, Jokowi, Indonesia
KAPABILITAS PERTAHANAN INDONESIA MENGHADAPI TANTANGAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (KEMISKINAN, PENDIDIKAN, DAN PENGANGGURAN)
Risma Suryani Purwanto;
Agung Priambodo;
Ifad Fadlurrahman;
Nrangwesthi Widyaningrum;
M. Sarip Kodar
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (886.1 KB)
|
DOI: 10.38043/jids.v4i1.2332
Strategi Pertahanan Semesta merupakan sistem pertahanan yang diterapkan di Indonesia. Adanya informasi Indeks Pengembangan Manusia diperoleh gambaran mengenai kondisi kesejahteraan masyarakat dengan pengukuran dari aspek terkait, yaitu:1) Harapan hidup saat lahir; 2) Harapan Lama Sekolah; 3) Rerata Partisipasi Sekolah; dan 4) Pendapatan Nasional Bruto. Kemiskinan diartikan sebagai kurangnya kesejahteraan yang terbagi dari beberapa dimensi, antara lain kerendahan dari kesehatan serta pendidikan, akses dari masyarakat miskin terhadap tersedianya air bersih juga sanitasi, keamanan fisik rendah dan tidak memadai, kekurangan suara juga kapasitas yang memada, dan kesempatan untuk dapat kehidupan yang lebih baik. Pendidikan adalah suatu cara untuk meningkatkan pengetahuan penduduk, karena dalam pembangunan saat ini diperlukan partisipasi dari penduduk yang terdidik dan terampil agar dapat berpartisipasi penuh dalam sebuah pembangunan. Pengangguran merupakan sebuah keadaan ketika seseorang yang termasuk dalam angkatan kerja yang ingin mendapatkan sebuah pekerjaan akan tetapi belum juga dapat memperolehnya. Tujuan dibuatnya penelitian ini yaitu untuk menganalisis strategi pertahanan semesta dalam menghadapi tantangan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah strategi pertahanan semesta harus ditingkatkan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Kata Kunci: Kesejahteraan Masyarakat, Kemiskinan, Pendidikan, Pengangguran, Sistem Pertahanan Semesta
MENAKAR DERAJAT KEPASTIAN HUKUM DALAM PEMILU PADA UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 2017
Henri Wijaya
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (692.479 KB)
|
DOI: 10.38043/jids.v4i1.2276
Pelaksanaan Pemilu yang berdasarkan pada norma hukum, akan memberikan kepastian pada seluruh pihak yang terkait dalam pemilu, sehingga peserta pemilu dan masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penyelenggara pemilu untuk dapat menjaga tegaknya demokrasi. Kepastian hukum dalam sebuah penyelenggaraan Pemilu dapat menciptakan suatu keadilan bagi semua pihak, terutama peserta pemilu, hal tersebut dapat terwujud dengan adanya pengaturan yang efektif dalam penyelesaian segala permasalahan pemilu yang tertuang dalam sebuah hukum pemilu. Menjadi dasar dari sebuah pesta demokrasi yang serentak dilaksanakan pada tahun 2019, UU Pemilu Nomor 7/2017 yang merupakan penggabungan 3 (tiga) undang-undang yang mengatur tentang pemilihan legislative, pemilihan presiden dan penyelenggara pemilu, ternyata memiliki derajat kepastian hukum pada pelaksanaan Pemilihan Umum yang belum optimal dan perlu mendapat perbaikan dibeberapa pasal. Meski aspek-aspek Pemilu telah tertuang pada pasal-pasal dalam UU Pemilu Nomor 7/2017, namun masih terdapat ketentuan-ketentuan yang tidak konsisten dalam beberapa pasal, pasal yang multitafsir, pasal yang sulit dilaksanakan di lapangan dan adanya temuan terkait pasal-pasal yang rawan untuk digugat di Mahkamah Konstitusi Kata Kunci: Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, Kepastian Hukum, Pemilu
BERKABUNG DI MEDIA SOSIAL: PERSEPSI PEMBERITAAN KASUS KEMATIAN ARTIS KPOP DI INSTAGRAM
Nadiah Viora Salsabila;
Niken Febrina Ernungtyas
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (690.34 KB)
|
DOI: 10.38043/jids.v4i1.2325
Setiap kehidupan selalu bersinggungan dengan internet, termasuk fase duka cita. Seseorang yang telah ditinggalkan selamanya oleh orang tersayang maka memiliki sifat kedukaan telah berpindah ke media online dengan berbagai cara dan beberapa aspek kematian seperti duka daring di media sosial. Media sosial merupakan platform melalui jaringan internet yang dapat digunakan untuk membuat profil berbagi konten digital yang dibuat dalam bentuk teks, foto, grafik, atau video dalam komunitas pengguna jaringan yang dapat merespons konten tersebut. Media sosial menjadi perantara berkabung bagi pengguna yang terpisah ruang dan jarak. Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan persepsi terhadap informasi duka yang beredar di media sosial. Kedukaan yang menjadi fokus pada penelitian ini yaitu artis Kpop dari Korea Selatan bernama Choi Jin Ri atau Sulli mantan personil girl band F(x). Sulli meninggal karena kasus bunuh diri akibat perundungungan yang dialami di media sosial seperti hujatan, hinaan, bahkan berkomentar negatif (trolling). Penelitian ini menggunakan paradigm konstruktivisme dan pendekatan kualitatif untuk memahami fenomena berkabung pada media sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tiga orang remaja yang mengetahui kasus tersebut. Setelah koding kualitatif pada transkrip wawancara, didapatkan tiga temuan utama. Pertama, berita dukacita di Instagram menjadi popular, viral dan booming. Kedua, warganet merasakan emosional ketika melihat informasi tersebut di Instagram. Ketiga, warganet bersimpati atas tindakan perundungan yang dialami oleh Sulli Kata Kunci : Media Sosial, Berkabung, Emosional, Persepsi
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PARIWISATA DI KABUPATEN GIANYAR
Putu Nomy Yasintha
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (999.193 KB)
|
DOI: 10.38043/jids.v4i1.2219
Pembangunan pariwisata menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan sebagai bentuk kebijakan di Bali. Hal ini disebabkan Bali menjadi destinasi utama pariwisata di level nasional dan menjadi tujuan wisatawan mancanegara. Salah satu Kabupaten di Bali yang berupaya meningkatkan pembangunan di sektor pariwisata adalah Kabupaten Gianyar. Potensi wisata yang dimiliki kabupaten Gianyar mampu bersaing dengan daerah lain di Bali. Salah satu bentuk kebijakan yang dilakukan yaitu pembangunan Kebun Raya Tematik di Desa kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar. kebijakan tersebut bertujuan untuk mempertahankan dan menjaga lingkungan serta sebagai bentuk konservasi alam. Selain itu, pembangunan kebun Raya Tematik mampu memberdayakan masyarakat desa Kerta dan membangun tata kelola pemerintahan yang baik. Collaborative governance menjadi sesuatu yang menarik untuk dianalisis dalam kebijakan pembangunan Kebun Raya tematik tersebut, karena melibatkan berbagai organisasi pemerintah daerah, masyarakat desa Kerta, Swasta dan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui penentuan informasn secara purposive dan snowball sampling. Hasil dari penelitian ini adalah dimana pengelolaan Kebun Raya Tematik Gianyar masih hanya mengandalkan pemerintah saja, kontribusi dari pihak swasta masih minimal. Selain itu belum terdapat aturan yang jelas dari pihak desa adat sehingga masyarakat belum mempunyai peran yang jelas dalam pengelolaan Kebun Raya Tematik Gianyar Kata Kunci : Collaborative Governance, Kebijakan, Pariwisata
REFLEKSI IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN KREDIT USAHA MIKRO BAGI KOMUNITAS MISKIN PERKOTAAN
Getar Hati
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (701.716 KB)
|
DOI: 10.38043/jids.v4i1.2303
Program pemberdayaan ekonomi untuk menanggulangi masalah kemiskinan perkotaan, salah satu program yang diupayakan adalah program Koperasi Jasa Keuangan-Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan (KJK-PEMK) dan dikelola secara khusus oleh Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB) serta dikoordinasikan di tingkat kelurahan. Selama pelaksanaan program lebih dari 60% wilayah teridentifikasi tidak berhasil. Untuk itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan ketidakberhasilan sebagai refleksi implementasi program. Artikel ini didasarkan pada hasil penelitian menggunakan metode pendekatan kualitatif-deskriptif dan berfokus pada salah satu kelurahan (X) di DKI Jakarta sebagai salah satu wilayah program yang menempati rangking tertinggi kategori tidak berhasil, dengan mengacu pada indikator kelancaran pengembalian dana bergulir. Penelitian ini melibatkan informan antara lain pengelola dan penerima program KJK PEMK (X) dengan pengumpulan melalui data primer melalui wawancara mendalam dan observasi serta data sekunder berupa laporan program. Hasil temuan menunjukkan bahwa ketidakberhasilan program disebabkan faktor manusia dan sosial, faktor non manusia dan sosial, serta faktor penerapan kebijakan dan program yang masih yang mendukung perilaku negatif penerima program. Untuk itu, implementasi program penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi seharusnya perlu menekankan pada keseluruhan aspek, bukan sekedar fokus pada peningkatan modal ekonominya Kata Kunci: Penanggulangan Kemiskinan, Pemberdayaan, Kredit Mikro
EKSISTENSI KESENIAN TA’BUTHAAN SERTA RELASI KUASA ANTAR AKTOR DALAM KESENIAN TA’BUTHAAN
Dwi Retnaning Putri;
Retno Sukma Wanti;
Fikry Rohmatul Jannah;
Andini Kurniasih;
Alfinna Bella Nathassya
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1072.166 KB)
|
DOI: 10.38043/jids.v4i1.2241
Budaya ta’butha’an adalah budaya khas yang berasal dari Desa Kamal Kecamatan Arjasa kesenian khas Jember Utara yang hingga saat ini kesenian tersebut masih terus dilestarikan dan menjadi ikon desa kamal itu sendiri. Kesenian Ta’butha’an rutin pada umum digunakan dalam acara resik desa, yang biasanya diakukan setiap tahun, yang pada saat ini masih sering ditampilan dalam berbagai acara yang di selenggrakan khususnya oeh masyarakat desa Kamal. Penelitian ini membahas tentang eksistensi dari kesenian Ta’butha’an, selain itu juga tentang bagaimana relasi para aktor yang berkuasaan pada kesenian Ta’butaan. Relasi kekuasaan ini merupakan sebuah fenomena yang pasti ada dalam suatu masyarakat. Relasi ini timbul karena adanya interaksi dalam masyarakat, yang pada akhirnya akan menimbulkan suatu dominasi tertentu. Kekuasaan didapatkan oleh seseorang atau kelompok tertentu dikarenakan adanya faktor-faktor pendukung adanya dominasi tersebut. Metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Dalam penelitian ini teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam terhadap informan terpilih. Data di analisis melalui teknik analisis kritis menggunakan teori Michael Foucault mengenai konsep kekuasaan. Akhirnya praktik itu dapat di analisis dan di pandang sebagai sebuah kajian ilmiah dalam bidang akademis Kata Kunci : Budaya, Ta’Buthaan, Kuasa, Relasi.
PARTISIPASI PEMERINTAHAN ADAT SERTA MASYARAKAT TENGANAN PEGRINGSINGAN DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA
I Dewa Ayu Putri Wirantari
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (912.252 KB)
|
DOI: 10.38043/jids.v4i1.2306
Partisipasi pemerintahan adat di Desa Tenganan Pegringsingan dalam pengelolaan keuangan desa dilakukan melalui pemanfaatan serta pengelolaan ekowisata Desa sebagai mana pengelolaan ekowisata termasuk dalam pembangunan pariwisata yang menjadi salah satu bagian terpenting dalam perekonomian partisipasi pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan pemerataan pembangunan yang dilaksanakan melalui desa, Pengelolaan keuangan desa menjadi hak serta kewajiban Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang dinilai bahwa sebagai bentuk kekayaan lain yang berhubungan dengan hak dan kewajiban desa dalam pengelolaan keuangan Desa. Dalam partisipasi pemerintahan adat di Desa Tenganan Pegringsingan bertujuan untuk pembangunan, pemberdayaan masyarakat serta dalam meningkatkan pengembangan jaringan ekowisata desa dalam pengelolaan keuangan. Pentinganya penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar partisipasi pemerintah adat serta masyarakat adat dalam pengelolaan keuangan melalui ekowisata desa bentuk partispasi masyarakat dalam perekonomian di Desa Adat Tenganan dengan membuka usaha-usaha kecil di lingkungan Desa Tenganan Pegringsingan. Masyarakat sangat berperan penting dalam pengelolaan keuangan sebagai pengembangan Kawasan berbasis lokal wisdom. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif, yang dimaksudkan sebagai pengukuran fenomena sosial tertentu yang mampu mengembangkan konsep serta menghimpun fakta tetapi tidak melakukan hipotesis Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Keuangan Desa, Pengelolaan Keuangan Desa
INSTAGRAM DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT TONTONAN “GEJAYAN MEMANGGIL”
Rino Andreas
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1354.883 KB)
|
DOI: 10.38043/jids.v4i1.2259
Aksi Gejayan merupakan demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa pada 23 September 2019 di Yogyakarta. Mahasiswa melakukan demostrasi sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat dan mengancam semangat demokrasi di Indonesia. Media sosial Instagram kemudian dibanjiri dengan postingan foto-foto terkait aksi demonstrasi dengan tagar #GejayanMemanggil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika yang menganalisis tanda dalam level denotasi dan konotasi, serta menggunakan teori masyarakat tontonan, konsep yang dipopulerkan oleh Guy Debord dalam melihat postingan foto-foto aksi Gejayan. Hasilnya, “Gejayan Spectacle” dilihat sebagai fenomena peserta aksi demonstrasi Gejayan yang aktif merepresentasikan dirinya. Mereka juga membangun citra diri sebagai objek yang dilihat dengan membedakan diri terhadap pengguna lain (distingsi). Disinilah peran ‘citra’ dimainkan sedemikian rupa, konsep ‘tontonan’ yang menyatukan masyarakat, menjelaskan bahwa dalam masyarakat tontonan terdapat keragaman penampilan yang berbeda-beda sebagai produk konstruksi sosial. Tontonan jumlah like/love dan komentar juga menjadi hal menarik ketika pengguna merasa diperhatikan dan dilihat, sehingga muncul kebanggaan. Lebih jauh, Gejayan Spectacle tidak hanya citra yang sengaja ditampilkan, melainkan memiliki nilai-nilai subversif. Foto peserta aksi di Instragam menjadi bentuk perlawanan simbolik dalam ruang cyber terhadap “status quo” Kata Kunci: Gejayan, Instagram, Tontonan, Guy Debord
PENINGKATAN RASIO KEJAHATAN CYBER DENGAN POLA INTERAKSI SOSIO ENGINEERING PADA PERIODE AKHIR ERA SOCIETY 4.0 DI INDONESIA
Sandryones Palinggi;
Srivan Palelleng;
Lutma Ranta Allolinggi
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1211.356 KB)
|
DOI: 10.38043/jids.v4i1.2314
Lompatan evolusi teknologi ditandai dengan munculnya beragam teknologi baru khususnya di bidang ICT seperti Fifth Generation, High Throughput Satellite, High Altitude Platform Station, Artificial Intelegent, Blockchain dan Big Data, memberikan pengaruh terhadap pola interaksi antar manusia, semenjak era internet telah menjadi bagian penting dalam struktur kebutuhan masyarakat. Peran dari internet telah menggeser tatanan interaksi manusia secara umum namun memiliki manfaat besar dalam sistem peradaban masyarakat Society 4.0. Dengan adanya kemajuan teknologi, secara tidak langsung memberikan gambaran bahwa era Society 4.0 akan segera berakhir, digantikan dengan era Society 5.0. Diakhir era Society 4.0 dimana telah terintegrasi dengan internet, kejahatan cyber telah ikut berevolusi dengan menggunakan pola pendekatan interaksi sosio engineering yang berpotensi merugikan banyak pihak. Society 5.0 adalah era teknologi modern dengan mengandalkan manusia sebagai komponen utamanya. Metoda penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dengan mengumpulkan informasi secara aktual dan terperinci, mengidentifikasi masalah, membuat perbandingan atau evaluasi. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia dalam menghadapi era Society 5.0 dan tetap waspada terhadap bentuk-bentuk perubahan kejahatan cyber seperti penipuan dan pencurian data maupun informasi penting yang dimiliki Kata Kunci : Kejahatan Cyber, Sosio Engineering, Teknologi, Society 4.0