cover
Contact Name
Ahmad Sulaiman
Contact Email
sulaiman_ahmad@umm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cognicia@umm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Cognicia
ISSN : 2746 8976     EISSN : 26858428     DOI : 10.22219
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 364 Documents
Hubungan antara Critical Thinking Disposition dengan Information Literacy di Media Sosial pada Mahasiswa Aziza, Dhimas Fachri
Cognicia Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.058 KB) | DOI: 10.22219/cognicia.v7i2.9280

Abstract

ABSTRACTThe development of technology and information in this era has made information and science inevitably overflow through social media. This situation is supported by the development of technology such as the existence of computers and internet networks in private, thus makes everyone can easily access information in anywhere and anytime. Nonetheless, information is considered a need for those who relies it in daily life, especially college students. Therefore, it is important to develop ability to find and sort information or scientific reference sources and critical thinking disposition ability to see whether the information is what we really want. The purpose of this study is to examine the relationship between critical thinking disposition and information literacy among students on social media. The sampling technique uses random sampling techniques. The research subjects were 18-24 year old students totaling 269 student. The data was collected using critical thinking disposition scale consisting of 3 aspects which were stated by Ricketts and Rudd namely engagement, cognitive maturity, and innovativeness with 23 items and information literacy scale with 13 items. Test analysis using correlation test and the results show there is a significant relationship of critical thinking disposition and information literacy among students on social media with results (0.00 <0.05).Critical thinking disposition, information literacy. 
KEPUASAN KERJA TERHADAP KUALITAS LAYANAN SOPIR JIP DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU Maulana, Reyza Dwifenda
Cognicia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2086

Abstract

Penelitian ini adalah usaha untuk melihat bagaimana efek dari kepuasan kerja terhadap kualitas layanan pada sopir jip di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Desain yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif. Jumlah subjek 146 sopir jip di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen  pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala Likert. Penelitian ini menggunakan metode analisa data korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kepuasan kerja dan kualitas pelayanan dengan nilai koefisien korelasi (r = 0,155 ; p = 0,062) dengan sumbangan nilai efektif sebesar 2,4 % Hal ini berarti dapat disimpulkan bahwa hubungannya tidak signifikan.    Kata kunci : Kepuasan kerja, kualitas layanan, sopir jip   This research is an attempt to see how the effects of job satisfaction on service quality on jeep driver in the region Bromo Tengger Semeru National Park. The design used was a quantitative research design. Number of subjects 146 jeep driver in the region Bromo Tengger Semeru National Park using purposive sampling technique. Instrument data collection using a questionnaire in the form of Likert scale. This study uses data analysis product moment correlation. The results show there is a relationship between job satisfaction and quality of service to the value of the correlation coefficient (r = 0.155, p = 0.062) with the contribution of the effective value of 2.4%. This means it can be concluded that the relationship was not significant. Keywords : Service quality, job satisfaction,  jeep driver
KONTROL DIRI DAN PERILAKU KONSUMTIF PADA SISWA SMA (DITINJAU DARI LOKASI SEKOLAH) Shohibullana, Imam Hoyri
Cognicia Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i1.1818

Abstract

Setiap orang memiliki kebutuhan hidup yang berbeda-beda. Sehingga dari kebutuhan hidup yang berbeda itulah, setiap orangpun berbeda dalam merespon untuk memenuhi kebutuhan tersebut. ada yang memenuhi kebutuhan tersebut secara wajar, dan tidak sedikit dengan cara berlebihan. Dengan cara belanja berlebihan itulah yang memunculkan perilaku konsumtif. Ditambah dengan maraknya Mall dan Departement Store yang ada di sekitar kita saat ini, membuat seseorang mudah mencari dan membeli barang yang mereka inginkan. Tentu perlu adanya kontrol diri dalam individu untuk mengurangi perilaku konsumtif tersebut.Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah mengetahui perbedaan kontrol diri dan perilaku konsumtif pada siswa SMA yang bersekolah di dekat Mall dan jauh dari mall. Penelitian ini menggunakan metode non-tes yaitu skala Perilaku konsumtif dan skala kontrol diri dengan model skala likert. Sampel di ambil dari dua sekolah dan masing-masing sekolah terdapat 153 subyek penelitian. Hasil penenelitian menunjukkan bahwa siswa yang bersekolah berdekatan dengan mall memiliki tingkat perilaku konsumtif yang lebih tinggi di bandingkan siswa yang bersekolah jauh dengan mall (F=4.616; Sig=0.032; Sig<0.05). Sedangkan dalam kontrol diri sama-sama memiliki tingkat kontrol diri yang tinggi (F=0.003; Sig=0.959;Sig>0.05). Kata kunci: Perilaku konsumtif, kontrol diri, siswa SMA. Every person has a different need for a life. So from that different need of life, every single person is different in response to meet those needs. there is a reasonable basis to meet those needs, and not a little with excessive way. With the way that led to excessive spending consumer behavior. Coupled with the rampant Mall and Department Store are all around us today, makes someone easy to find and buy the things they want. The purpose of this research was to find out the difference self-control and consumer behavior in high school students who attend school near the Mall and away from the mall. Surely the need for self-control in the individual to reduce the consumptive behavior. This research uses a non-test methode that is the scale of consumer behavior and self-control scale with a Likert scale models. Samples taken from two schools and each school there are 153 research subjects. Results of the research showed that students who attend school close to the mall has a level of consumer behavior is higher compared with the students who attend school away from the mall (F=4.616; Sig=0.032; Sig<0.05). While in control of themselves have high levels of self-control is equally high (F=0.003; Sig=0.959;Sig>0.05). Keyword: Consumer behavior, self-control, high school students.
SELF DISCLOSURE TERHADAP PASANGAN MELALUI MEDIA FACEBOOK DI TINJAU DARI JENIS KELAMIN Nugroho, Ditya Ardi
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1660

Abstract

Self disclosure merupakan kegiatan membagi perasaan dan informasi yang akrab kepada orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan self disclosure terhadap pasangan melalui media facebook di tinjau dari jenis kelamin. Desain yang digunakan adalah desain deskriptif kuantitatif dan menggunakan skala self disclosure. Jumlah subyek 60 orang, usia 16 - 18 tahun, kelas X. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan self disclosure melalui media facebook ditinjau dari jenis kelamin. Self disclosure pada perempuan lebih tinggi daripada self disclosure laki - laki. Perbedaan dari kedua kelompok sangat signifikan.Kata kunci: Self disclosure, jenis kelamin, facebook
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PEGAWAI LAPAS Quzwini, Muhammad
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1450

Abstract

Banyaknya kasus suap diantara pegawai lapas merupakan persoalan serius yang berindikasi adanya gejala organizational citizenship behavior  (OCB) yang rendah dilingkungan lembaga pemasyarakatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran OCB pada pegawai lapas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif non ekperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai lapas klas 1 Lowokwaru Malang. Sampel yang diambil berjumlah 55 orang dengan teknik sampel insidental.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala, yaitu skala OCB adapun metode analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan Z-score.Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dengan Z-score menunjukan bahwa ada 33 orang (60%) memiliki OCB sedang, 8 orang (15%) memiliki OCB rendah, 6 orang (11%) pegawai memiliki OCB sangat tinggi, 5 orang (9%) memiliki OCB tinggi, sedangkan sisanya 3 orang (5%) pegawai yang memiliki OCB sangat rendah.   Kata kunci : Organizational citizenship behavior  (OCB)   Many employee of the prison do the bribery cases are a serous problem that indicated the presence of symptoms of oraganizational citizenship behavior (OCB) is low penitentiary environment. The purpose of this study is to know the description of  OCB. This study is the quantitative non-experimental descriptive studies. The population in this study was all employees of the prison of class 1 Lowokwaru Malang. Samples were taken amounted to 55 people with incidental sampling techniques Data collection methods used the scale, the scale of OCB as for data analysis method that used Z-score. Based on the results of data analysis was done with Z-score indicates that there are 33 people (60%) had middle OCB, 8 people (15%) had low OCB, 6 people (11%) employees have a very high OCB, 5n peole (9%) have high OCB, while the remaining 3 people (5%) employees have a very low OCB.   Keywords: Organizational citizenship behavior  (OCB)
SELF CONTROL DENGAN PROKRASTINASI PADA MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN TUGAS PERKULIAHAN A, Mellysha Mugista
Cognicia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2016

Abstract

Perilaku prokrastinasi merupakan kecenderungan menunda dan menghindari suatu tugas yang dilakukan secara berulang-ulang dan dalam keadaan sadar yang dilakukan oleh seseorang karena kurang adanya kontrol diri, akibatnya banyak tugas yang terbengkalai dan tidak terselesaikan secara maksimal hingga tak jarang berakibat pada tertundanya perolehan gelar kesarjanaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self control dengan perilaku prokrastinasi pada mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang berjumlah 243 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sample yang diambil diambil dengan teknik non random sampling. Penelitian ini menggunakan skala Self Control dan Tuckman Procrastination Scale (TPS). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan (r = -0,625;sig= 0,000 < 0,01) antara tingkat Self control dengan perilaku prokrastinasi pada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan. Semakin tinggi self control pada mahasiswa, maka semakin rendah perilaku prokrastinasi. sebaliknya semakin rendah self control yang ada pada diri  mahasiswa, maka semakin tinggi pula perilaku prokrastinasi. Sumbangan efektif dari penelitian ini sebesar 39,0%. Kata kunci: Self control, perilaku prokrastinasi Procrastination behavior has been understood as one’s inclination to postpone and probably even avoid one’s assignments repeatedly. The consequences were clear as the assignments were neglected and not succesfully accomplished. The worst consequences for university students especially was their graduation might be achieved much later than usual. This study aimed to find any correlation between self control and procrastionation behavior among university students. The subjects were 243 students of Department of Psychology of the University of Muhammadiyah Malang. They were non-randomly recruited by purposive sampling technique. Self Control Scale and Tuckman Procrastination Scale (TPS) were used to obtain data, which then were analyzed by using product moment correlation analysis technique. The findings revealed that there was a significant negative correlation (r= -0.625; sig= 0.000 < 0.01) between the level of self control and procrastination behavior among the subjects. The higher the university students’ self control, the lower their inclination for procrastination  behavior. Keywords: Self control, procrastination behavior
KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH Azzahra, Zainab
Cognicia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v3i1.2318

Abstract

Memecahkan masalah merupakan aktifitas sehari-hari yang dihadapi setiap orang. Setiap orang juga memiliki cara mereka masing-masing untuk menyelesaikan suatu masalah. Adapun hal terpenting yang perlu dimiliki setiap orang saat menyelesaikan suatu masalah yakni kecerdasan, karena kecerdasan itu sendiri merupakan anugrah yang dimiliki setiap orang termasuk untuk menyelesaikan suatu masalah. Dan kecerdasan spiritual merupakan puncak untuk untuk setiap kecerdasan yang lain karna spiritualitas merupakan bentuk kecerdasan secara utuh yang mana mencakup dari intelektualitas, emosional dan spiritual itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kemampuan memecahkan masalah dengan kecerdasan spiritual. Penelitian ini melibatkan 357 orang. Analisa statistik yang digunakan adalah korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kecerdasan spiritual dengan kemampuan memecahkan masalah, dimana terdapat aspek eksistensial dalam kecerdasan spiritual yang mana hal tersebut membuat seseorang berpikir lebih untuk menyelesaikan masalah mereka.  Kata kunci: Kemampuan memecahkan masalah, kecerdasan spiritual   Solving problems is an everyday activity that everyone faces. Everyone also has their own way to solve a problem. The most important thing that needs to be owned by any person while solving a problem that is intelligence, because intelligence itself is the gift that each person, including to resolve a problem. And spiritual intelligence is the peak for each other intelligences because spirituality is an integrity of intellectual, emotional and spiritual itself. This study aimed to determine the correlation between the ability to solve problems with spiritual intelligence. The study involved 357 respondent. The statistical analysis used was the product moment correlation. The results showed that there is a positive correlation between spiritual intelligence with the ability to solve problems, where there is the existential aspects of spiritual intelligence where it makes a person think more to solve their problems.   Keywords : Problem solving abilities , spiritual intelligence
KEMATANGAN EMOSI DENGAN AGGRESSIVE DRIVING PADA MAHASISWA Muhaz, Muhammad
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1642

Abstract

Aggressive driving merupakan penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas di dunia yang telah banyak menyebabkan korban meninggal dunia di jalan, dan kematangan emosi merupakan salah satu faktor yang diduga terkait dengan terjadinya aggressive driving. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan aggressive driving yang dilakukan oleh mahasiswa. Desain yang digunakan adalah non-eksperimen kuantitatif dengan menggunakan skala kematangan emosi dan skala aggressive driving. Jumlah subyek sebanyak 385 orang dengan menggunakan teknik nonrandom sampling dalam pengambilan samplenya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara kematangan emosi dengan aggressive driving, dengan nilai r sebesar -0,371 dan nilai p= 0,000. Hal ini berarti semakin tinggi kamatangan emosi mahasiswa maka akan semakin rendah aggressive driving yang dilakukan.Kata kunci: Kematangan emosi, aggressive driving, mahasiswa
PRESENTASI DIRI CUSTOMER SERVICE TERHADAP LOYALITAS NASABAH Rahayu, Yesi Dewi
Cognicia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2085

Abstract

Salah satu faktor maraknya kasus perpindahan nasabah (customer switching) dari satu bank ke bank yang lain dikarenakan adanya pelayanan yang buruk (poor service) dari pihak bank khususnya pada customer service sehingga menyebabkan rendahnya loyalitas nasabah terhadap suatu bank. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui presentasi diri customer service dengan loyalitas nasabah. Pengambilan data dengan menggunakan dua macam skala yaitu; presentasi diri customer service dan loyalitas nasabah. Penelitian ini melibatkan 100 responden, yang diambil dengan menggunakan teknik kuota sampling dan teknik analisis datanya menggunakan product moment correlation. Hasil penelitian didapatkan skor koefisien korelasi antara presentasi diri customer service dengan loyalitas nasabah r = 0,154dan p = 0,127 menunjukkan hubungan antara dua variabel tersebut tidak signifikan hal ini diketahui dari nilai p = 0,127 >0,05. Hasil penelitian tersebut tidak sejalan dengan hipotesis peneliti, oleh karena itu H0 penelitian ini ditolak yang artinya tidak ada hubungan antara presentasi diri customer service dengan loyalitas nasabah. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kontribusi variabel presentasi diri customer service sebesar 2,4% terhadap terjadinya perubahan skor pada loyalitas nasabah. Sedangkan 97,6% loyalitas nasabah dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Kata kunci: Presentasi diri, loyalitas, nasabah bank. One of factor customer switching from one bank to another is cause a poor service from the bank especially customer service in effect causing the loyalty of customer in low level. The goal from this research is to understand the customer service self presentation to customer loyalty. This research using two scale, there are customer service self presentation and customer loyalty. This research involved 100 respondence, which using quota sampling techniques. And the data technical analysis using product moment correlation. The final research get correlation coeficient score between customer service self presentation and customer loyalty r = 0,154 and p = 0,127 which shows the relationship between the two variables was not significant, it is known from the values p = 0,127 > 0,05. This research is different with my hypotesa, so this H0 research is refuse that means there is no relation between customer service self presentation and customer loyalty. Otherwise this research shows that customer service self presentation contribution variables about 2,4% that causing score changing to customer loyalty, otherwise 97,6% customer loyalty is influence by other factors. Keywords: Self presentation, loyalty, bank customer.
PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL REKAN KERJA DENGAN BURNOUT PADA TELLER BANK Wulandari, Sandi Ayu
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1656

Abstract

Burnout banyak ditemui dalam profesi human service, yaitu orang-orang yang bekerja pada bidang yang berkaitan langsung dengan banyak orang dan melakukan pelayanan kepada masyarakat umum salah satunya adalah teller bank. Salah satu faktor untuk menimbulkan munculnya burnout adalah adanya sumber dukungan sosial yang diperlukan terutama dari rekan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi dukungan sosial rekan kerja terhadap burnout pada teller bank. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan menggunakan 50 orang teller bank sebagai subjek. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa korelasi product moment dari Pearson's. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan (r=-0,533; p/sig=0,000) antara persepsi dukungan sosial rekan kerja dengan burnout pada teller bank.Kata kunci: Burnout, persepsi dukungan sosial rekan kerja, teller bank

Page 10 of 37 | Total Record : 364