cover
Contact Name
Ahmad Sulaiman
Contact Email
sulaiman_ahmad@umm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cognicia@umm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Cognicia
ISSN : 2746 8976     EISSN : 26858428     DOI : 10.22219
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 364 Documents
EFIKASI DIRI TERHADAP JOB INSECURITY PADA KARYAWAN KONTRAK Amalia, Rizki
Cognicia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2012

Abstract

Saat ini dalam bidang industri dan organisasi sekarang ini sistem karyawan kontrak sering digunakan dibanyak perusahaan di Indonesia. Fenomena karyawan kontrak ini dapat menyebabkan munculnya ketidakamanan kerja, ketidakamanan dalam hal ini yaitu ancaman akan kehilangan pekerjaan. Seorang karyawan yang merasa khawatir akan kehilangan pekerjaannya berhubungan dengan efikasi diri yang dimiliki oleh seorang karyawan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan job insecurity pada karyawan kontrak. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling dimana pengambilan subjek berdasarkan ciri-ciri atau karakteristik yang telah ditentukan. Jumlah subjek sebanyak 40 orang karyawan kontrak disalah satu perusahaan. Hasil analisis data diperoleh nilai r = -0,564 p = 0,000 (sig<0,01) artinya penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan job insecurity pada karyawan kontrak. Efikasi diri dengan job insecurity memiliki sumbangan yang efektif sebesar 31,8% dan sisanya 68,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Katakunci: Efikasi diri, job insecurity, karyawan kontrak In the industrial and organizational systems outsourcing currently used in many flare in Indonesian companies. The phenomenon of outsourcing to cause an job insecurity, insecurity in this case the threat of job loss. An employee is worried about losing his job related to self-efficacy which is owned an employee. The purpose of this research was to determine the correlation self-efficacy with job insecurity in outsourcing employee. The data analyzed used purposive sampling technique in which taking based on the characteristics of the subject have been determined. Number of subjects as much as 40 outsourcing employees at one company. The results of a data analyzed values obtained r = -0,564 p= 0,000 (sig<0,01) it means this research which was very significant between self-efficacy with job insecurity. Self efficacy in term job insecurity equal to 31,8% and 68,2% had been influenced by other factors.  Keywords: Self-efficacy, job insecurity, outsourcing employee
INTENSI MENIKAH KEMBALI PADA SINGLE MOTHER Naf’ah, Ana Nihlatun
Cognicia Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i1.1819

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan intensi menikah kembali pada single mother. Subjek pada penelitian ini adalah single mother sebanyak 77 subjek dengan rentang usia 21 – 85 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel purposif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang memakai skala intensi menikah kembali dengan model skala likert. Analisa datanya menggunakan perhitungan Z-score dengan maksud kategorisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan 58% (45 subjek) memiliki intensi menikah kembali rendah, dan 42% (32 subjek) memiliki intensi menikah kembali tinggi. Dari ketiga aspek pembentuk intensi, hasil penelitiannya adalah behavior belief  (42%), normative belief (28%) serta behavior control (30%). Pada intensi menikah kembali rendah, behavior control (52%), normative belief (51%) dan behavior belief (50%). Sedangkan pada intensi menikah kembali tinggi, behavior belief (50%), normative belief (49%) dan behavior control (48%). Kata kunci: Intensi menikah kembali, single mother This study aimed at describing single mothers’ intention of getting remarried. The subjects of this study were 77 single mothers aged 21 up to 85 years old. Using purposive sampling technique, this quantitative-descriptive study employed Likert-type getting-remarried intention scale. The data were then analyzed by calculating the z-score for categorization. The results of the study showed that 58% of the subjects (45 people) had low intention of getting remarried, while 42% of them (32 people) had high intention. Furthermore, three aspects varied in triggering the intention, they were behavior belief (42%), normative belief (28%) and behavior control (30%). For the low intention of getting remarried, the behavior control was 52% of significance, the normative belief was 51%, and the behavior belief was 50%. Meanwhile, for the high intention, the behavior belief was 50%, the normative belief was 49%, and the behavior control was 48%. Keyword: Intention of getting remarried, single mother
BELIEF PADA REMAJA PENYALAHGUNA ALKOHOL Emqi, Zahrah Humaidah
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1638

Abstract

Belief merupakan seperangkat keyakinan, pandangan, dan penilaian individu terhadap suatu peristiwa atau perilaku. Belief merupakan dasar penggerak seseorang dalam berperilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui belief pada remaja penyalahguna alkohol. Subjek penelitian adalah 2 orang remaja berusia 14 dan 15 tahun yang merupakan penyalahguna alkohol dimana perilaku penyalahagunaan alkoholnya berada dalam tahap sosial dan tahap instrumental. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara semi terstruktur. Analisis data pada penelitian ini yaitu menelaah seluruh hasil wawancara yang telah dikumpulkan, mereduksi data, dan menyimpulkan. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan diketahui bahwa faktor penggerak subjek dalam melakukan penyalahgunaan alkohol adalah adanya belief akan harapan-harapan yang dimiliki subjek. Subjek meyakini bahwa perilaku penyalahgunaan alkohol akan mampu memenuhi harapan-harapan mereka. Belief yang dimilki subjek mencakup behavioral belief, normative belief, dan control belief. Belief subjek mengenai perilaku penyalahgunaan alkohol cenderung bersifat irasional, sehingga memunculkan dampak perilaku yang tidak produktif.Kata kunci: Belief, perilaku penyalahgunaan alkohol, remaja
Perbedaan Tingkat Organizational Citizenship Behavior (OCB) Ditinjau dari Tahap Perkembangan Karir Karyawan PT Tirta Investama (AQUA) Pandaan Putra, Muhammad Khasbulloh Megananda; Djudiyah, Djudiyah
Cognicia Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.092 KB) | DOI: 10.22219/cognicia.v7i1.8762

Abstract

Each stage of career development raises special characteristics that are not had by other stages of career development. These characteristics are seen to be related to the dimensions of OCB which will then affect the employee's OCB as a whole. Establishment stage, someone who is at the age of 25-44 years where the person tries to adapt at work. Maintenance stage, someone who is at the age of 45-64 years who feels comfort in his job position, will take care and maintain the position as best as possible. This study aims to determine whether there are differences in OCB levels reviewed based on the stages of career development. This study uses comparative quantitative research. Data collection techniques using purposive sampling with a total sample of 60 employees divided into two sample groups, namely 30 employees aged 25-44 years and 30 employees aged 45-64 years. Data retrieval uses the OCB scale. Obtained the results of the analysis of independent sample t test with a t count value of 6.198 and a probability of 0.000, these results indicate that OCB are have significant differences in terms of the stage of career development.
KEYAKINAN DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERTANDINGAN PADA ATLIT BELADIRI TAE KWON DO Mutmainna, Mutmainna
Cognicia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2013

Abstract

Kecemasan menghadapi pertandingan merupakan reaksi emosi negatif pada atlit terhadap keadaan tegang dalam menilai situasi pertandingan yang ditandai dengan perasaan khawatir, was-was sehingga menyebabkan atlit merasa tidak berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keyakinan diri dengan kecemasan dalam bertanding pada atlit beladiri tae kwon do. Subjek penelitian ini adalah atlit yang berusia 18-24. Penelitian ini menggunakan skala keyakinan diri dan State Trait Anxiety Inventory (STAI). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan (r = -0.570; sig = 0.000 < 0.01) antara tingkat keyakinan diri dengan kecemasan dalam bertanding pada atlit beladiri tae kwon do. Semakin tinggi tingkat keyakinan diri pada atlit beladiri tae kwon do, maka semakin rendah tingat kecemasan yang dimiliki. Sebaliknya, semakin rendah tingkat keyakinan diri pada atlit, maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami.Kata kunci: Keyakinan diri, kecemasan bertanding, atlit tae kwon doAthletes often find themselves feeling negatively when they are facing a match with their big rivals. This negative emotion commonly characterized by worry and apprehensiveness that probably lead to the feeling of helpless. Thus, this study aimed tofind any correlation between self-confidence and anxiety when Tae Kwon Do athletes face a match. The subjects of the study were athletes aged 18-24 years. This study employed Self-Confidence scale and State Trait Anxiety Inventory (STAI). The data were analyzed using product moment correlation. Further, the results showed that there was a significant negative correlation between self-confidence and anxiety among Taekwondo athletes (r = -0.570; sig = 0.000 < 0.01). The higher the athletes’ self-confidence level, the lower the level of their anxiety. Keywords: Self-confidence, competitive anxiety, athlete tae kwon do
SUBJECTIVE WELL BEING DITINJAU DARI FAKTOR DEMOGRAFI (STATUS PERNIKAHAN, JENIS KELAMIN, PENDAPATAN) Ningsih, Didin Agustin
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1662

Abstract

Subjective Well Being (SWB) merupakan penilaian umum atas emosi positif dan negatif (afektif) dan kepuasan hidup (kognitif) seseorang terhadap keseluruhan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan SWB ditinjau dari faktor demografi (status pernikahan, jenis kelamin dan pendapatan). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan dilaksanakan kota Malang. Sampel penelitian ini adalah dewasa muda usia 18-40 tahun telah bekerja baik yang sudah menikah atau belum menikah dengan jumlah 401 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling insidental (non probability sampling). Metode pengumpulan data menggunakan skala Likert, yaitu skala Subjective Well Being. Metode analisa data yang digunakan adalah Anava faktorial 3 jalur untuk mengetahui perbedaan SWB ditinjau dari faktor demografi jenis kelamin, status pernikahan dan tingkat pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan SWB apabila ditinjau dari faktor demografi status pernikahan, jenis kelamin dan tingkat pendapatan.Kata kunci: Subjective well being, status pernikahan, jenis kelamin, pendapatan
ANALISIS UNDERCHIEVER PADA SISWA AKSELERASI Anwar, Zainul
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1457

Abstract

Perlunya pelayanan pendidikan khusus bagi anak cerdas istimewa dan bakat istimewa merupakan upaya agar siswa berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Dari beberapa penelitian yang dilakukan, banyak ditemukan siswa akselerasi dan memiliki bakat intelektual tinggi mengalami penurunan prestasi belajar. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor penyebab underachiever pada siswa akselerasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu mendiskripsikan data-data yang ada. Subjek penelitian berjumlah empat orang yang dipilih dengan kriteria tertentu dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara semi terstrukstur dan observasi non partisipan. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan underachiever pada siswa akselerasi berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi motivasi subjek memasuki kelas akselerasi bukan karena prestasi melainkan karena tujuan tertentu, adanya self efficacy yang rendah pada diri subjek terutama pada pelajaran matematika, kesulitan membagi waktu, dan motivasi belajar yang rendah. Sedangkan untuk faktor eksternal meliputi adanya permasalahan yang terjadi dalam keluarga, guru dalam pola ajar yang masih monoton, bahkan cara mengajarnya tidak jauh berbeda dengan anak pada umumnya. Kata Kunci: Underachiever, Siswa Akselerasi The need for special education services for children and special talents smart special is an attempt to enable students to develop according to its potential. Of the few studies conducted, many students found to have a knack acceleration and high intellectual achievement decreased. The research objective was to analyze the factors causing acceleration underachiever on students using a qualitative approach, which is to describe the existing data. Subjects numbered four people selected by specific criteria using the method of data collection in the form of semi terstrukstur and non-participant observation. To test the validity of the data sources used triangulation techniques. Based on the results of the study, suggesting that the factors leading to students underachiever acceleration comes from internal and external factors. Internal factors include the motivation of the subject into accelerated classes not because of performance but because of the specific purpose, the low self-efficacy on the subject, especially in math, difficult to share time, and low motivation. As for the external factors include the existence of problems that occur in the family, teachers in the teaching pattern is monotone, even a way of teaching is not much different than children in general. Key words: Underachiever, Student acceleration
PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA MAHASISWA Safitri, Hani Muliani
Cognicia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2019

Abstract

Hasil yang maksimal dalam lingkup karir mahasiswa salah satunya dapat dilihat melalui prestasi belajar. Dalam hal pengambilan keputusan, masing-masing individu memiliki gaya pengambilan keputusan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan prestasi belajar ditinjau dari gaya pengambilan keputusan karir. Penelitian ini dilakukan terhadap 450 mahasiswa Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang. Pengumpulan data  dilakukan dengan skala gaya pengambilan keputusan. Dari hasil analisa data diperoleh hasil nilai Pearson Chi-Square sebesar 17,172a dengan nilai signifikansi 0,009. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan prestasi belajar ditinjau dari gaya pengambilan keputusan karir pada mahasiswa. Hasil analisis juga menunjukan bahwa mahasiswa dengan kategori gaya pengambilan keputusan rasional memiliki prestasi belajar yang paling tinggi dibandingkan dengan gaya pengambilan keputusan intuitif dan dependen.Kata kunci: Karir, prestasi belajar, gaya pengambilan keputusan karirThe ability of making career decision is urgently needed. One of the factual proofs of the previous statement is the students’ learning achievement. Regarding the mater every individual has distinguished styles in making career decision. The study aimed at examining the differences in students’ learning observed by their style in making career decision. This study was conducted to 450 students Psychology Department, University of Muhammadiyah Malang. Further, the data were collected using the scale of decision-making style. The data analysis shoed the Pearson Chi-Square value of 17.172a with the significance value of 0,009. Accordingly, the study revealed the significant differences in students’ learning achievement observed by the styles in making career decision. In addition, it was also found that the students with the rational style in making career decision had the highest learning achievement among those with intuitive and dependent styles of making career decision.Keywords: Career, learning achievement, styles of making career decision
Hubungan antara Emotion Focused Coping dan Kepuasan Hidup pada Mahasiswa Sari, Eka Nur Maulida
Cognicia Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.591 KB) | DOI: 10.22219/cognicia.v7i1.8116

Abstract

Students have responsibilities and roles in college, the adaptation process that occurs, makes students face many problems in achieving their goals and life satisfaction. Late adolescence towards early adulthood makes emotional more dominant in overcoming the problem, so that emotion focused coping has an important role in regulating emotion when face problem to proceed towards solving problems in achieving life satisfaction. This study aims to determine the correlation between emotion focused coping and students’ life satisfaction. This study designed as correlational quantitative. The subject involved in this study were 650 students. The sampling technique used was proportionate stratisfied random sampling. The data collection instruments used were emotion focused coping scale and life satisfaction scale. The data were analyzed by using product moment correlation. The result of this study indicates that there is a significant correlation between emotion focused coping and life satisfaction (p = 0.000, r = 0.346). The effective contribution of emotion focused coping variables to life satisfaction is 12%.
PERBEDAAN PERILAKU PROSOSIAL MAHASISWADITINJAUDARI TEMPAT TINGGAL (STUDI PADA MAHASISWA YANG TINGGAL DI ASRAMA DAN YANG TINGGAL DENGAN ORANG TUA) Jonasari, Rizky Meilia
Cognicia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v3i1.2317

Abstract

Sebagai makhluk sosial, tentunya setiap orang harus memiliki perilaku prososial karena pasti akan membutuhkan bantuan orang lain. Namun pada kenyataannya, prososial pada masyarakat termasuk di kalangan mahasiswa semakin menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prososial mahasiswa yang tinggal di asrama dan tinggal bersama orang tua. Penelitian ini menggunakan metode non-tes dengan menggunakan skala prososial dengan model skala likert. Jumlah subjek yang digunakan adalah sebanyak 205 orang dengan rincian 103 orang subjek yang tinggal bersama orang tua dan 102 subjek yang tinggal di asrama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prososial antara mahasiswa yang tinggal di asrama dan mahasiswa yang tinggal bersama orang tua. Perilaku prososial mahasiswa yang tinggal di asrama lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang tinggal bersama orang tua dengan nilai t sebesar -15,494 dan nilai signifikansi 0,000. Kata kunci: Prososial, asrama, tempat tinggal Being a social creature, it is reasonable if everyone must have pro-social behavior because everyone must need help from others. But in reality, pro-social behavior in the community, including college students, has decreased. Research aims at understanding the difference of pro-social behavior between the college students who live at dorm and those who live with their parent. Method of research is non-test using pro-social scale with Likert scale model. The number of subject is 205 subjects. On detail, 103 subjects are living with the parent and 102 subjects are living at dorm. Result of research indicates that there is different pro-social behavior between college students who live at dorm and those who live with the parent. Pro-social behavior of college students who live at dorm is higher than those who live with the parent as shown by t-value of -15,494 and significance level of 0.000. Keywords: Prosocial, dormitory, shelter.

Page 9 of 37 | Total Record : 364