cover
Contact Name
Ahmad Sulaiman
Contact Email
sulaiman_ahmad@umm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cognicia@umm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Cognicia
ISSN : 2746 8976     EISSN : 26858428     DOI : 10.22219
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 364 Documents
KEYAKINAN DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERTANDINGAN PADA ATLIT BELADIRI TAE KWON DO Mutmainna, Mutmainna
Cognicia Vol. 2 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2013

Abstract

Kecemasan menghadapi pertandingan merupakan reaksi emosi negatif pada atlit terhadap keadaan tegang dalam menilai situasi pertandingan yang ditandai dengan perasaan khawatir, was-was sehingga menyebabkan atlit merasa tidak berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keyakinan diri dengan kecemasan dalam bertanding pada atlit beladiri tae kwon do. Subjek penelitian ini adalah atlit yang berusia 18-24. Penelitian ini menggunakan skala keyakinan diri dan State Trait Anxiety Inventory (STAI). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan (r = -0.570; sig = 0.000 < 0.01) antara tingkat keyakinan diri dengan kecemasan dalam bertanding pada atlit beladiri tae kwon do. Semakin tinggi tingkat keyakinan diri pada atlit beladiri tae kwon do, maka semakin rendah tingat kecemasan yang dimiliki. Sebaliknya, semakin rendah tingkat keyakinan diri pada atlit, maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami.Kata kunci: Keyakinan diri, kecemasan bertanding, atlit tae kwon doAthletes often find themselves feeling negatively when they are facing a match with their big rivals. This negative emotion commonly characterized by worry and apprehensiveness that probably lead to the feeling of helpless. Thus, this study aimed tofind any correlation between self-confidence and anxiety when Tae Kwon Do athletes face a match. The subjects of the study were athletes aged 18-24 years. This study employed Self-Confidence scale and State Trait Anxiety Inventory (STAI). The data were analyzed using product moment correlation. Further, the results showed that there was a significant negative correlation between self-confidence and anxiety among Taekwondo athletes (r = -0.570; sig = 0.000 < 0.01). The higher the athletes&rsquo; self-confidence level, the lower the level of their anxiety. Keywords: Self-confidence, competitive anxiety, athlete tae kwon do
STUDI PENGASUHAN ORANGTUA PADA ANAK AUTIS Mufadhilah, Mufadhilah
Cognicia Vol. 2 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2014

Abstract

Peran orangtua dalam mengasuh anak sangat penting, terutama bagi anak yang mengalami gangguan perkembangan seperti autis. Anak yang mengalami gangguan autis sulit untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengasuhan orangtua pada anak autis yang melibatkan 20 pasang orangtua. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dimana pengambilan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% orangtua menerapkan pola pengasuhan demokratis, kemudian 15% menerapkan pola pengasuhan otoriter, dan 10% orangtua menerapkan pola pengasuhan permisif. Adapun dampak yang dapat dikemukakan pada penelitian ini adalah pada pola asuh demokratis orangtua lebih memahami keinginan dan minat anak. Sehingga perlakuan orangtua didasarkan pada kepentingan anak bukan hanya kepentingan orangtua. Pada pola asuh demokratis menunjukkan bahwa anak lebih mudah diajak berkomunikasi, emosional anak lebih stabil dan tenang. Kemudian pada pola asuh otoriter orangtua lebih mementingkan keinginan dan kepentingannya tanpa memikirkan kepentingan anak, sehingga anak pada pola asuh ini menjadi lebih pendiam dan kurang bisa mengeksplor kemampuannya dalam hal komunikasi dan sosialisasinya. Sedangkan pada pola asuh permisif, orangtua cenderung mengabaikan kepentingan dan keinginan anak dan cenderung menyerahkannya kepada orang lain. Anak pada pola asuh ini cenderung menunjukkan perilaku agresif.Katakunci: Pengasuhan orangtua, autisThe role of parents in raising children is very important, especially for children with developmental disorders such as autism. Where children with autistic disorder is difficult to communicate and socialize. This study aims to determine the parenting autistic children involving 20 sets of parents. Method in this study uses descriptive quantitative method in which data collection using questionnaires. The results showed that 75% of parents applying democratic parenting, then 15% applying authoritarian parenting, and 10% of parents applying permissive parenting. As for the impact that could be addressed in this study is that the children in the democratic parenting parents better understand the desires and interests of children. So that treatment is based on parental interest is not only the interests of the child parents. Later on authoritarian parenting parents more concerned with the wishes and interests without considering the interests and wishes of children. While the permissive parenting, parents tend to ignore the interests and wishes of children and hand them over to someone else.Keywords: Parenting, autism
PERILAKU BERAGAMA DAN KEPUASAN HIDUP PADA LANSIA Sistya, Wira Rining
Cognicia Vol. 2 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2015

Abstract

Perilaku beragama memiliki peranan penting dalam pencapaian kepuasan hidup lansia, karena perilaku beragama merupakan jembatan untuk mendapatkan penghayatan, penerimaan diri pada usia lansia . Namun tak jarang hal ini tidak dapat terpenuhi, dan akhirnya menimbulkan kepuasan diri tersebut yang tidak dirasakan oleh lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku beragama dengan kepuasan hidup pada lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data yaitu skala perilaku beragama dan kepuasan hidup. Teknik sampel yang digunakan adalah incidental sampling dengan melibatkan 52 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara perilaku beragama dengan kepuasan hidup pada lansia (r = 0,617; p = 0,000 < 0,01). Hal ini berarti semakin tinggi perilaku beragama maka semakin baik pula kepuasan hidup pada lansia dan begitu pula sebaliknya. Besarnya pengaruh perilaku beragama terhadap kepuasan hidup adalah 38,1%, hal ini menunjukkan bahwa masih 61,9% faktor lain yang mempengaruhi kepuasan hidup lansia.Katakunci: Perilaku beragama, kepuasan hidupReligious behavior has an important role in achieving satisfaction of life of the elderly, because of religious behavior is the bridge to get appreciation, self-acceptance in the elderly age. But often it can not be fulfilled, and ultimately lead to the self-satisfaction that is not felt by the elderly. The purpose of this study was to determine the relationship of religious behavior with life satisfaction in the elderly. This study uses a quantitative approach. Data retrieval is the scale of religious behavior and life satisfaction. Sampling technique used is incidental to the technique involving 52 elderly people . The results showed no significant positif relationship between religious behavior in the elderly with life satisfaction (r = 0.617, p = 0.000 <0.01). This means that the higher the religious behavior the better the life satisfaction of the elderly and vice versa. The magnitude of the effect of religion on life satisfaction behavior was 38.1%, this shows that 61.9% are still other factors that affect the elderly life satisfaction.Keywords: Religious behaviour, life satisfaction
SELF CONTROL DENGAN PROKRASTINASI PADA MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN TUGAS PERKULIAHAN A, Mellysha Mugista
Cognicia Vol. 2 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2016

Abstract

Perilaku prokrastinasi merupakan kecenderungan menunda dan menghindari suatu tugas yang dilakukan secara berulang-ulang dan dalam keadaan sadar yang dilakukan oleh seseorang karena kurang adanya kontrol diri, akibatnya banyak tugas yang terbengkalai dan tidak terselesaikan secara maksimal hingga tak jarang berakibat pada tertundanya perolehan gelar kesarjanaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self control dengan perilaku prokrastinasi pada mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang berjumlah 243 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sample yang diambil diambil dengan teknik non random sampling. Penelitian ini menggunakan skala Self Control dan Tuckman Procrastination Scale (TPS). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan (r = -0,625;sig= 0,000 < 0,01) antara tingkat Self control dengan perilaku prokrastinasi pada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan. Semakin tinggi self control pada mahasiswa, maka semakin rendah perilaku prokrastinasi. sebaliknya semakin rendah self control yang ada pada diri mahasiswa, maka semakin tinggi pula perilaku prokrastinasi. Sumbangan efektif dari penelitian ini sebesar 39,0%. Kata kunci: Self control, perilaku prokrastinasi Procrastination behavior has been understood as one&rsquo;s inclination to postpone and probably even avoid one&rsquo;s assignments repeatedly. The consequences were clear as the assignments were neglected and not succesfully accomplished. The worst consequences for university students especially was their graduation might be achieved much later than usual. This study aimed to find any correlation between self control and procrastionation behavior among university students. The subjects were 243 students of Department of Psychology of the University of Muhammadiyah Malang. They were non-randomly recruited by purposive sampling technique. Self Control Scale and Tuckman Procrastination Scale (TPS) were used to obtain data, which then were analyzed by using product moment correlation analysis technique. The findings revealed that there was a significant negative correlation (r= -0.625; sig= 0.000 < 0.01) between the level of self control and procrastination behavior among the subjects. The higher the university students&rsquo; self control, the lower their inclination for procrastination behavior. Keywords: Self control, procrastination behavior
SIKAP TERHADAP KESELAMATAN KERJA DAN KEPRIBADIAN Mahmudah, Aisyah Dhiya
Cognicia Vol. 2 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2017

Abstract

Dalam berbagai kajian keselamatan kerja, kepribadian turut berkontribusi dalam bagaimana para pekerja bersikap dan bertindak terhadap keselamatan di lingkungan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap keselamatan kerja dan kepribadian. pada 100 sampel karyawan PT. Pupuk Kaltim yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan analisa multipel regresi ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan sikap terhadap keselamatan kerja ditinjau dari kepribadian pada karyawan Kompartemen Pemeliharaan (F=7,398; Sig=0,000<0,001). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dimensi Agreeableness, Conscientiousness, Openness to Experience, dan Extraversion dan sikap terhadap keselamatan kerja, serta terdapat hubungan yang negatif dan tidak signifikan pada dimensi Neuroticsm dan sikap terhadap keselamatan kerja. Dimensi Agreeableness diketahui merupakan prediktor yang paling baik pada sikap terhadap keselamatan kerja. Kata kunci: Sikap terhadap keselamatan kerja, kepribadianThe purpose of this research was to determine the relationship between safety attitude and personality using 100 PT. Pupuk Kaltim (Maintanance Compartment) employees were taken using purposive sampling method. The result of multiple regression analysis showed that there is a significant and positive correlation towards safety attitude and personality on PT. Pupuk Kaltim employees (F=7,398; Sig=0,000<0,001). Results showed that there are significance positive correlations between Agreeableness, Conscientiousness, Openness to Experience, Extraversion, and safety attitude, while there is a negative correlation between Neuroticsm and safety attitude. Agreeableness has been found might be predict worker safety attitude as well.Keyword: Safety attitude, personality
KECERDASAN EMOSI PADA SISWA YANG BERMASALAH DI SEKOLAH Rahmawati, Amalia
Cognicia Vol. 2 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2018

Abstract

Salah satu indikasi siswa bermasalah adalah berkaitan dengan kecerdasan emosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kecerdasan emosi pada siswa yang bermasalah di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan skala kecerdasan emosi dan kuesioner untuk mengidentifikasi masalah siswa. Jumlah subjek sebanyak 120 siswa, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siswa dengan masalah membolos, kesulitan belajar pada bidang tertentu, bertengkar dan berkelahi dengan teman sekolah, mencontek, tidak mengerjakan tugas, dan minum-minuman keras tahap awal (ringan) memiliki kecerdasan emosi tinggi, pada siswa dengan masalah berkelahi antar sekolah, kesulitan belajar karena gangguan dikeluarga, minum-minuman keras tahap pertengahan, mencuri, dan melakukan tindak asusila (sedang) memiliki kecerdasan emosi rendah, dan pada siswa dengan masalah kecanduan alkohol, penyalahgunaan narkotika, melakukan tindak kriminalitas, percobaan bunuh diri, dan perkelahian dengan senjata tajam atau senjata api (berat) memiliki kecerdasan emosi rendah.Kata kunci: Kecerdasan emosi, siswa bermasalah, sekolahOne of indications of student delinquency is related by emotional intelligence. The purpose of this research is to describe the emotional intelligence in students who have problems in school. The research method used quantitative descriptive using emotional intelligence scale and questionnaires to identify problem students. The number of subjects is 120 students, using purposive sampling technique. The results showed that the students with hooky problems, difficulties in a particular field, fights with a schoolmate, cheating, not do the homework, drinking alcohol early stage (low) have high emotional intelligence. The students with a problems fights with another schools, difficulty learning caused by disruption in the family, drinking alcohol at mid-stage, stealing, committing immoral behaviour (medium) have low emotional intelligence. And the student with the problem of alcoholism, drug abuse, committing a crime, suicide attempts, fights with a weapons or firearms (high) have low emotional intelligence.Keywords : Emotional intelligence, student delinquency, school
PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA MAHASISWA Safitri, Hani Muliani
Cognicia Vol. 2 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2019

Abstract

Hasil yang maksimal dalam lingkup karir mahasiswa salah satunya dapat dilihat melalui prestasi belajar. Dalam hal pengambilan keputusan, masing-masing individu memiliki gaya pengambilan keputusan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan prestasi belajar ditinjau dari gaya pengambilan keputusan karir. Penelitian ini dilakukan terhadap 450 mahasiswa Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan skala gaya pengambilan keputusan. Dari hasil analisa data diperoleh hasil nilai Pearson Chi-Square sebesar 17,172a dengan nilai signifikansi 0,009. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan prestasi belajar ditinjau dari gaya pengambilan keputusan karir pada mahasiswa. Hasil analisis juga menunjukan bahwa mahasiswa dengan kategori gaya pengambilan keputusan rasional memiliki prestasi belajar yang paling tinggi dibandingkan dengan gaya pengambilan keputusan intuitif dan dependen.Kata kunci: Karir, prestasi belajar, gaya pengambilan keputusan karirThe ability of making career decision is urgently needed. One of the factual proofs of the previous statement is the students&rsquo; learning achievement. Regarding the mater every individual has distinguished styles in making career decision. The study aimed at examining the differences in students&rsquo; learning observed by their style in making career decision. This study was conducted to 450 students Psychology Department, University of Muhammadiyah Malang. Further, the data were collected using the scale of decision-making style. The data analysis shoed the Pearson Chi-Square value of 17.172a with the significance value of 0,009. Accordingly, the study revealed the significant differences in students&rsquo; learning achievement observed by the styles in making career decision. In addition, it was also found that the students with the rational style in making career decision had the highest learning achievement among those with intuitive and dependent styles of making career decision.Keywords: Career, learning achievement, styles of making career decision
PRESENTASI DIRI CUSTOMER SERVICE TERHADAP LOYALITAS NASABAH Rahayu, Yesi Dewi
Cognicia Vol. 2 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2085

Abstract

Salah satu faktor maraknya kasus perpindahan nasabah (customer switching) dari satu bank ke bank yang lain dikarenakan adanya pelayanan yang buruk (poor service) dari pihak bank khususnya pada customer service sehingga menyebabkan rendahnya loyalitas nasabah terhadap suatu bank. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui presentasi diri customer service dengan loyalitas nasabah. Pengambilan data dengan menggunakan dua macam skala yaitu; presentasi diri customer service dan loyalitas nasabah. Penelitian ini melibatkan 100 responden, yang diambil dengan menggunakan teknik kuota sampling dan teknik analisis datanya menggunakan product moment correlation. Hasil penelitian didapatkan skor koefisien korelasi antara presentasi diri customer service dengan loyalitas nasabah r = 0,154dan p = 0,127 menunjukkan hubungan antara dua variabel tersebut tidak signifikan hal ini diketahui dari nilai p = 0,127 >0,05. Hasil penelitian tersebut tidak sejalan dengan hipotesis peneliti, oleh karena itu H0 penelitian ini ditolak yang artinya tidak ada hubungan antara presentasi diri customer service dengan loyalitas nasabah. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kontribusi variabel presentasi diri customer service sebesar 2,4% terhadap terjadinya perubahan skor pada loyalitas nasabah. Sedangkan 97,6% loyalitas nasabah dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Kata kunci: Presentasi diri, loyalitas, nasabah bank. One of factor customer switching from one bank to another is cause a poor service from the bank especially customer service in effect causing the loyalty of customer in low level. The goal from this research is to understand the customer service self presentation to customer loyalty. This research using two scale, there are customer service self presentation and customer loyalty. This research involved 100 respondence, which using quota sampling techniques. And the data technical analysis using product moment correlation. The final research get correlation coeficient score between customer service self presentation and customer loyalty r = 0,154 and p = 0,127 which shows the relationship between the two variables was not significant, it is known from the values p = 0,127 > 0,05. This research is different with my hypotesa, so this H0 research is refuse that means there is no relation between customer service self presentation and customer loyalty. Otherwise this research shows that customer service self presentation contribution variables about 2,4% that causing score changing to customer loyalty, otherwise 97,6% customer loyalty is influence by other factors. Keywords: Self presentation, loyalty, bank customer.
KEPUASAN KERJA TERHADAP KUALITAS LAYANAN SOPIR JIP DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU Maulana, Reyza Dwifenda
Cognicia Vol. 2 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2086

Abstract

Penelitian ini adalah usaha untuk melihat bagaimana efek dari kepuasan kerja terhadap kualitas layanan pada sopir jip di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Desain yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif. Jumlah subjek 146 sopir jip di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala Likert. Penelitian ini menggunakan metode analisa data korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kepuasan kerja dan kualitas pelayanan dengan nilai koefisien korelasi (r = 0,155 ; p = 0,062) dengan sumbangan nilai efektif sebesar 2,4 % Hal ini berarti dapat disimpulkan bahwa hubungannya tidak signifikan. Kata kunci : Kepuasan kerja, kualitas layanan, sopir jip This research is an attempt to see how the effects of job satisfaction on service quality on jeep driver in the region Bromo Tengger Semeru National Park. The design used was a quantitative research design. Number of subjects 146 jeep driver in the region Bromo Tengger Semeru National Park using purposive sampling technique. Instrument data collection using a questionnaire in the form of Likert scale. This study uses data analysis product moment correlation. The results show there is a relationship between job satisfaction and quality of service to the value of the correlation coefficient (r = 0.155, p = 0.062) with the contribution of the effective value of 2.4%. This means it can be concluded that the relationship was not significant. Keywords : Service quality, job satisfaction, jeep driver
DANGEROUS DRIVING BEHAVIOR DITINJAU DARI BIG FIVE FACTORS PERSONALITY Rahman, Noor Azizah
Cognicia Vol. 2 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2087

Abstract

Dangerous driving behavior adalah perilaku mengemudikan kendaraan bermotor yang mengarah pada bahaya. Tiap individu memiliki gaya tersendiri dalam mengemudikan kendaraan. Tinggi atau rendahnya tingkat bahaya individu ketika mengemudi dapat didasari oleh perbedaan faktor kepribadian. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah ada perbedaan dangerous driving behavior ditinjau dari Big Five Factors Personality pada pengemudi di Malang Raya (meliputi kota Malang, kota Batu, dan kabupaten Malang). Penelitian ini menggunakan metode non-tes yaitu skala The Dula Dangerous Driving Index (DDDI) dan skala Big Five Inventory (BFI) dengan model skala Likert. Jumlah subyek sebanyak 349 orang dengan rentang usia 17-25 tahun. Perhitungan analisis statistik yang digunakan adalah anova one way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dangerous driving behavior yang signifikan (F = 5,912; Sig = 0,000 < 0,01) ditinjau dari Big Five Factors Personality dengan extraversion memiliki rata-rata dangerous driving behavior paling tinggi (56,68) dan yang paling rendah adalah agreeableness (46,81). Kata kunci: Dangerous driving behavior, faktor kepribadian, big five factors personality Dangerous driving behavior is a behavior of driving vehicle which direct into danger. Every individual has their own style in driving vehicle. The high or low individual danger level when driving can be based on personality factor difference. The research purpose is finding out whether any difference of dangerous driving behavior from Big Five Factors Personality perspective in driver of Malang Raya (include Malang City, Batu City, and Malang Regency). The research uses non-test method, which is The Dula Dangerous Driving Index (DDDI) scale and Big Five Inventory (BFI) scale by Likert scale model. Research subjects consisted of 349 people with age range of 17-25 years old. Calculation of the statistical analysis used is Anova one way. The research shows there&rsquo;s a significant difference in dangerous driving behavior (F = 5,912; Sig = 0,000 < 0,01) viewed from Big Five Factors Personality with extraversion has the highest dangerous driving behavior average value (56,68) and the lowest is agreeableness (46,81). Keywords: Dangerous driving behavior, personality factors, big five factors personality