cover
Contact Name
Ahmad Sulaiman
Contact Email
sulaiman_ahmad@umm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cognicia@umm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Cognicia
ISSN : 2746 8976     EISSN : 26858428     DOI : 10.22219
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 364 Documents
KECERDASAN SOSIAL GURU Pariosi, Tiara Kusuma
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1645

Abstract

Kecerdasan sosial merupakan kemampuan yang membantu seseorang untuk berhubungan baik dengan orang lain. Setiap individu yang melakukan interaksi dengan orang lain membutuhkan kecerdasan sosial, salah satunya adalah guru, guna membantu tugas utama guru dalam mengajar untuk membentuk iklim belajar yang baik bagi para siswa. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan sosial guru. Sampel penelitian berjumlah 50 guru SDN Kel. Gladak Anyar Kab. Pamekasan. Dengan skala kecerdasan sosial guru yang terdiri dari 19 item, ditemukan hasil analisa Z-Score tingkat kecerdasan sosial tinggi sebesar 50% atau 25 guru dan tingkat kecerdasan sosial rendah sebesar 50% atau 25 guru. Berdasarkan klasifikasi jenis kelamin, guru perempuan lebih banyak berada pada tingkat kecerdasan sosial tinggi, yaitu sebesar 55% atau 16 guru dibandingkan pada tingkat kecerdasan sosial rendah, yaitu sebesar 45% atau 13 guru. Sedangkan guru laki-laki lebih banyak menduduki tingkat kecerdasan sosial rendah, yaitu 57% atau 12 guru dibandingkan berada di tingkat kecerdasan sosial tinggi, yaitu 43% atau 9 guru.Kata kunci: Kecerdasan social, guru
TINGKAT KECEMASAN PADA SANTRI PONDOK PESANTREN Novalia Siregar, Chynthia
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1458

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu kekhawatiran terbesar yang dialami oleh semua individu. Kecemasan ini menghasilkan hal negatif di berbagai aspek kehidupan, khususnya pada aspek akademis. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen deskriptif kuantitatif bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pada santri Pondok Pesantren. Sampel penelitian ini sebanyak 78 orang santri Pondok Pesantren Nurul Huda Singosari Malang dengan menggunakan Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) yang terdiri dari 50 item. Analisis penelitian menggunakan Z-Score. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa sebesar 14,1% atau 11 santri mengalami kecemasan dengan tingkat tinggi. Sementara yang mengalami tingkat kecemasan sedang  sebesar 66,7% atau 52 santri dan sisanya sebesar 19,2% atau 15 santri mengalami tingkat kecemasan rendah. Kata kunci: Kecemasan, Santri pondok pesantren     Anxiety is one of the biggest worries experienced by all people. Anxiety produces negative in many aspects of life, especially in the academic aspect. This research is a quantitative non-experimental descriptive aims to determine the level of anxiety on the male boarding school. The sample as many as 78 people Nurul Huda Islamic boarding school students Singosari Malang using the Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) consisting of 50 item. Analysis of studies using the Z-Score. Based on the analysis it was found that 14.1% or 11 students with a high level of anxiety. While experiencing the anxiety level was at 66.7% or 52 students, and the remaining 19.2% or 15 students experienced low levels of anxiety. Keywords: Anxiety, Boarding school student
Kontrol Diri dengan Tingkat Agresivitas Remaja yang Memiliki Orang Tua TNI atau POLRI Khoir, Ansih Mahliyatul
Cognicia Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.954 KB) | DOI: 10.22219/cognicia.v7i2.9251

Abstract

Aggressive behavior in adolescents can be minimized and reduced by using self-control. Self-control is needed for every individual, especially adolescents. Age and family’s environment are the factors that underlie a person can control himself. The aims of this research are to knowing the relationship between self-control and the level of aggressiveness in adolescents who have TNI or POLRI parents. This research using quantitative correlational approarch with the data collections using quota sampling technique, the subjects of this research were aged 13 until 17 years old who have TNI or POLRI parents. The instrument of this research using self control scale from Tangney, Baumeister, and Boone theory, and also using aggressive scale from Baron. The results of this study showed that there was a significant negative relationship between self-control and the level of aggressiveness in adolescents who have TNI or POLRI parents. It means, the increasing of self-control possessed by adolescents, the level of aggressiveness will be decreases, in another hand the decreasing of self-control that teenager has, the level of aggressiveness will be increases.
SIKAP TERHADAP KESELAMATAN KERJA DENGAN KEPRIBADIAN Mahmudah, Aisyah Dhiya
Cognicia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v3i1.2140

Abstract

Setiap berbagai kajian keselamatan kerja, kepribadian turut berkontribusi dalam menjelaskan bagaimana para pekerja bersikap dan bertindak terhadap keselamatan di lingkungan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap keselamatan kerja dan kepribadian. pada 100 sampel karyawan PT. Pupuk Kaltim yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan analisa multipel regresi ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan sikap terhadap keselamatan kerja ditinjau dari kepribadian pada karyawan Kompartemen Pemeliharaan (F=7,398; Sig=0,000<0,001). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dimensi Agreeableness, Conscientiousness, Openness to Experience, dan Extraversion dan sikap terhadap keselamatan kerja, serta terdapat hubungan yang negatif dan tidak signifikan pada dimensi Neuroticsm dan sikap terhadap keselamatan kerja. Dimensi Agreeableness diketahui merupakan prediktor yang paling baik pada sikap terhadap keselamatan kerja.   Katakunci: Sikap terhadap keselamatan kerja, kepribadian   The purpose of this research was to determine the relationship between  safety attitude and personality using 100 PT. Pupuk Kaltim (Maintanance Compartment) employees were taken using purposive sampling method. The result of multiple regression analysis showed that there is a significant and positive correlation towards safety attitude and personality on PT. Pupuk Kaltim employees (F=7,398; Sig=0,000<0,001). Results showed that there are significance positive correlations between Agreeableness, Conscientiousness, Openness to Experience, Extraversion, and safety attitude, while there is a negative correlation between Neuroticsm and safety attitude. Agreeableness has been found might be  predict worker safety attitude as well.   Keyword: Safety attitude, personality
REGULASI MOOD NEGATIF PADA MAHASISWA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Khoirina, Izzati
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1659

Abstract

Regulasi mood negatif adalah strategi yang dilakukan pada berbagai komponen modulasi perilaku, baik yang dilakukan secara internal maupun eksternal terhadap perasaan-perasaan yang kurang intens dan yang terjadi karena situasi dan kondisi yang sedang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan regulasi mood negatif pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Desain yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimen yaitu penelitian kausal komparatif dengan menggunakan skala NMR (Negatif Mood Regulation). Jumlah subjek 378 orang. Hasil penelitin menunjukkan terdapat perbedaan regulasi mood negatif pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Regualsi mood negatif pada mahasiswa laki-laki lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa perempuan.Kata kunci: Regulasi mood, mood negatif
MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN TINGKAT PARTISIPASI MAHASISWA BARU DALAM ORGANISASI KEMAHASISWAAN Insan, Imammul
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1449

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; text-align:justify; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;} span.hps {mso-style-name:hps; mso-style-unhide:no; mso-style-parent:"";} span.longtext {mso-style-name:long_text; mso-style-unhide:no;} span.messagebody {mso-style-name:messagebody; mso-style-unhide:no;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:IN; mso-fareast-language:IN;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Berpartisipasi di dalam organisasi kemahasiswaan secara aktif dengan dilandasi oleh motivasi berprestasi yang tinggi, mahasiswa baru dapat mengaktualisasikan diri. Selain itu, memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa baru lainnya yang tidak berpartisipasi secara aktif dalam organisasi kemahasiswaan diantaranya mampu membangun karakter mahasiswa yang lebih matang dalam berpikir, cakap dalam sosialisasi dengan lingkungannya dan kritis disaat menyikapi adanya suatu permasalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan motivasi berprestasi dengan tingkat partisipasi mahasiswa baru dalam organisasi kemahasiswaan.Peneliti menggunakan teknik cluster sampling yaitu cara penetapan sampel oleh peneliti secara random atau acak dalam kelompok atau gugus bukan individu dari populasi yang sudah ditentukan.Hasil analisa data koefisien korelasi yang menunjukkan ada hubungan  antara motivasi berprestasi dengan tingkat partisipasi mahasiswa baru dalam organisasi kemahasiswaan di Universitas Muhamadiyah Malang dengan koefisien korelasi sebesar (r = 0,608 : p 0,000 < 0,5) yang artinya sangat signifikan.   Kata kunci: Mahasiswa baru, Motivasi berprestasi, Organisasi kemahasiswaan, Tingkat partisipasi. By participating instudent organization sactively based on high achievement motivation, new students can express themselves. Also, it has a greater ability than the other new students who do not participate actively in student organizations including student is able to build a more mature character in thinking, good at socializing with their environment and critical when addressing the existence of a problem. purpose of this study was to determine how the relationship of achievement motivation with a new level of student participation in student organizations at the University of  Muhammadiyah Malang. Researchers used a cluster sampling technique for determining the sample by the researchers randomly or randomly in groups or clusters rather than individuals from populations that have been determined then the sample clusters.The results ofdata analysis the correlation coefficientss how no relationship between achievement motivation with a new level of student participation in student organizations at the University of Muhammadiyah Malang with the correlation coefficient (r=0.608 : p 0.000<0.5 ) a very significant meaning.   Keyword: Achievment motivation, Freshman, Student organization, The level of participation.
Gambaran Kepuasan Kerja Pada Pengemudi Layanan Jasa Transportasi Ojek Online Sanubari, Fajar Trisna; Amalia, Sofa
Cognicia Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.346 KB) | DOI: 10.22219/cognicia.v7i1.8158

Abstract

The rise of transportation network companies in Indonesia  provides another alternative solutions for effective and efficient transportation needs for the community. However, like any organization can not be seperated from the conflict that accompanies along with it. On of them is related to job satisfaction. Job satisfaction is seen as a collectio of feelings or attitudes of individuals towards several aspect of their work. The purpose of this study was to determine the level of job satisfaction on online motorcycle taxi drivers in Kota Malang by using of quantitative descriptive approach. This study involved 181 online motorcycle taxi drivers with sample determination using purposive sampling technique. Data collections uses Minnesota Satisfaction Questionnaire short-form. Based on the analysis result show the level of job satisfaction of online motorcycle taxi drivers is categorized as low with percentage of 51.9% and 48.1% categorized as high. 2) this study also saw no significant difference in job satisfaction in term of work status and length of work (job status p=0.074; length of work p=0.201 with a significant level of 5%).
PERILAKU BERAGAMA DAN KEPUASAN HIDUP PADA LANSIA Sistya, Wira Rining
Cognicia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2015

Abstract

Perilaku beragama memiliki peranan penting dalam pencapaian kepuasan hidup lansia, karena perilaku beragama merupakan jembatan untuk mendapatkan penghayatan, penerimaan diri pada usia lansia . Namun tak jarang hal ini tidak dapat terpenuhi, dan akhirnya menimbulkan kepuasan diri tersebut yang tidak dirasakan oleh lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku beragama dengan kepuasan hidup pada lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data yaitu skala perilaku beragama dan kepuasan hidup. Teknik sampel yang digunakan adalah incidental sampling dengan melibatkan 52 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara perilaku beragama dengan kepuasan hidup pada lansia (r = 0,617; p = 0,000 < 0,01). Hal ini berarti semakin tinggi perilaku beragama maka semakin baik pula kepuasan hidup pada lansia dan begitu pula sebaliknya. Besarnya pengaruh perilaku beragama terhadap kepuasan hidup adalah 38,1%, hal ini menunjukkan bahwa masih 61,9%  faktor lain yang mempengaruhi kepuasan hidup lansia.Katakunci: Perilaku beragama, kepuasan hidupReligious behavior has an important role in achieving satisfaction of life of the elderly, because of religious behavior is the bridge to get appreciation, self-acceptance in the elderly age. But often it can not be fulfilled, and ultimately lead to the self-satisfaction that is not felt by the elderly. The purpose of this study was to determine the relationship of religious behavior with life satisfaction in the elderly. This study uses a quantitative approach. Data retrieval is the scale of religious behavior and life satisfaction. Sampling technique used is incidental to the technique involving 52 elderly people . The results showed no significant positif relationship between religious behavior in the elderly with life satisfaction (r = 0.617, p = 0.000 <0.01). This means that the higher the religious behavior the better the life satisfaction of the elderly and vice versa. The magnitude of the effect of religion on life satisfaction behavior was 38.1%, this shows that 61.9% are still other factors that affect the elderly life satisfaction.Keywords: Religious behaviour, life satisfaction
MOTIVASI BERPRESTASI DAN SELF REGULATED LEARNING Inayah, Eka Rahil
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1650

Abstract

Self-regulated learning dibutuhkan siswa agar mampu mengatur, menyesuaikan, mengendalikan dan mengarahkan diri terutama bila menghadapi tugas yang sulit. Sehingga perlu adanya motivasi berprestasi yang akan mendorong siswa melakukan kontrol diri tersebut. Penelitian kuantitatif ini megggunakan subjek siswa SMPN 1 Tarakan kelas 7-9 sebanyak 233 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala self-regulated learning dan motivasi berprestasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang sangat signifikan antara self-regulated learning dengan motivasi berprestasi. Selain itu, ditemukan bahwa subjek dengan motivasi berprestasi yang tinggi menjalankan siklus self-regulated learning yang sesuai. Adapun motivasi berprestasi memberikan sumbangan efektif terhadap self-regulated learning sebesar 40% dan ditemukan self-regulated learning dan motivasi berprestasi yang tinggi ada pada kelas 7.Kata kunci: Siklus, self-regulated learning, motivasi berprestasi,
STRES KERJA DAN STRATEGI COPING KARYAWAN FRONTLINER (TELLER) BANK Permaitiyas, Eingrit
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1440

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran stres kerja dan strategi coping pada karyawan bank bagian teller. Metode pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran stres kerja teller bank meliputi stressor yaitu resiko pekerjaan tinggi, adanya konflik/komplain, peningkatan jumlah nasabah, dan fasilitas perlengkapan kantor kurang baik. Gejala stres kerja yaitu otot tubuh tegang, konsentrasi terganggu dan menurun, suasana hati mudah buruk, kurang konsentrasi saat berkomunikasi, dan menjadi pendiam. Dampak stres kerja yaitu merasa ingin keluar dari pekerjaan karena tekanan kerja dan sering melakukan kesalahan pada saat bekerja. Dampak bagi orang lain yaitu hubungan dengan orang lain menjadi kurang harmonis, seperti dengan orang tua, pasangan, anak ataupun rekan kerja. Strategi coping yang digunakan adalah perpaduan antara strategi coping berfokus emosi dan strategi coping berfokus masalah. Coping berfokus emosi yang digunakan seperti mencari hiburan dengan jalan-jalan, makan bersama teman/rekan kerja, sedangkan coping berfokus masalah yaitu berusaha menjelaskan kepada nasabah ketika ada konflik.  Kata kunci: Stres kerja, Strategi coping, Teller bank   The purpose of this study to know the description of work stress and coping strategies of a teller. Researcher use interview dan observation to colecting data. The results showed that the job stress of a bank teller include stressor that is high risk work, conflicts or complaints, increasing number of customer, and office facilities are not properly fulfilled. Stress symptoms are muscles tense, concentration to be disrupted, and be withdrawn after work. The impact of job stress includefeels like to get out of work due to work pressures and often make mistakes at work. Impact for others are relationships with others become less harmonious, as a parent, soulmate, child or colleagues. The coping strategies used is a blend of emotion focused coping strategies and problem focused coping strategies. Emotion focused coping is used as entertainment like walking around, eating with friends or colleagues. Problem focused coping such as trying to explain to customers when there is conflict. Keywords: Job stress, Coping strategies, Bank teller

Page 6 of 37 | Total Record : 364