cover
Contact Name
Ahmad Sulaiman
Contact Email
sulaiman_ahmad@umm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cognicia@umm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Cognicia
ISSN : 2746 8976     EISSN : 26858428     DOI : 10.22219
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 354 Documents
RELIGIOUS COPING DENGAN STRESS PADA MAHASISWA Anggraini, Baiq Dwi Suci
Cognicia Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i1.1846

Abstract

Mahasiswa merupakan masa dimana individu dianggap mampu oleh masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapinya. Permasalahan tersebut akan menimbulkan konflik dengan dirinya maupun terhadap orang lain di sekitarnya. Konflik dan permasalahan yang beragam tersebut menyebabkan munculnya situasi stress apabila individu tidak mampu menghadapinya. Maka dibutuhkan kemampuan strategi dalam memahami dan mengatasi sumber sress yang efektif agar individu lebih mampu memaknai secara positif ketika menghadapi kondisi stress yang dialaminya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religious coping dengan stress pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa skala, yaitu skala religious coping dan skala tingkat stress dengan model skala likert. Jumlah subjek sebanyak 380 mahasiswa laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara religious coping dengan tingkat stress dibuktikan dengan hasil perhitungan korelasi product moment. Semakin tinggi tingkat religious coping positif maka akan semakin rendah tingkat stress pada mahasiswa (r = 0,295; p = 0,000; p < 0,01).Kata kunci: Religious coping, stres, mahasiswaCollege students are individual who considered by society that able to solve many problems. The problems will cause internal or and external conflicts. The conflicts and problems will cause stressful event occur if they can not cope it. Therefore effective strategy coping is needed to understand and cope stressor in order to positively stand stress event. The purpose of this study was to determine the relationship of religious coping with stress in college students. This study uses a scale methods, religious coping scale and stress levels scale to the likert scale. The number of subjects as much as 380 college students which is consist of male and female. The results showed that there is a correlation between the religious coping to the level of stress demonstrated by the calculation of the product moment correlation. The higher of positive religious coping then the stress level is lower (r = 0,295; p = 0,000; P < 0,01).Keyword: Religious coping, stress, student college
HARDINESS DENGAN PROBLEM FOCUSED COPING PADA WANITA KARIR Sari, Rani Indah
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1641

Abstract

Wanita yang menjadi ibu, istri juga sekaligus menjadi pekerja, mempunyai beban dan peran yang berbeda-beda karena memiliki lingkungan (sumber stres) yang berbeda pula. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara hardiness dengan problem focused coping pada wanita karir. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-experimental. Subjek dalam penelitian sejumlah 50 wanita karir yang telah menikah. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala hardiness dan skala problem focused coping. Analisa data yang digunakan adalah analisa product moment. Hasil penelitian menunjukkan hasil korelasi (r) sebesar 0,540, koefisien determinasi sebesar 0,292 atau sebesar 29,2% dan nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi yang digunakan sebesar 0,01 (α < 0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara hardiness dengan problem focused coping pada wanita karir.Kata kunci: Hardiness, problem focused coping, wanita karir
PERSEPSI INSENTIF DENGAN KONFLIK KERJA KARYAWAN PERUSAHAAN ROTI SALWA TRENGGALEK Yudha Fitriana, Rahayu
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1454

Abstract

Di sebuah perusahaan insentif bisa memunculkan berbagai persepsi di antara para karyawan yang dapat memicu terjadinya konflik kerja diantara mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi insentif dengan konflik kerja karyawan di Perusahan Roti Salwa Trenggalek.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimen. Subyek dari penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian pengepakan Perusahaan Roti Salwa Trenggalek sebanyak 40 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala persepsi insentif dan skala konflik kerja yang diberikan kepada responden secara langsung.  Uji validitas penelitian ini menggunakan korelasi product moment,  dan uji reliabilitasnya menggunakan alpha cronbach. Sedangkan analisa datanya menggunakan product moment. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif dan sangat signifikan antara persepsi insentif dengan konflik kerja dengan korelasi (r) sebesar -0,509 dan nilai probabilitas kesalahan (p) sebesar 0,001. Hal ini berarti semakin negatif persepsi karyawan tentang insentif yang diberikan oleh Perusahaan Roti Salwa maka semakin kuat konflik kerja mereka. Adapun sumbangan efektif persepsi insentif dengan konflik kerja sebesar 25,9%.   Kata kunci : persepsi insentif, konflik kerja     Incentive system generates various perceptions among the employee that leads to job conflicts among the employees. The study aimed to know the correlation between the employees’ perception on the incentive system and the employees’ job conflicts at Salwa bakery, Trenggalek.The study employed non experimental quantitative design. The research subjects were 40 employees of packaging division at Salwa Bakery, Trenggalek. The data collection was conducted by distributing the scale of incentive perception and job conflicts directly to the respondents. The validity and the reliability were tested by the product moment correlation and alpha cronbach consecutively. Afterwards, the data were analyzed by the product moment.The findings showed a significantly negative correlation between the employees’ perception on the incentive system and the employees’ job conflicts with the correlation (r) = -0,509 and the error probability (p) = 0,001. It indicated that employee’s negative perception on the incentive system significantly correlated with the employees’ job conflicts at Salwa Bakery. In addition, the perception was able to affect the job conflicts with the value of 25,9%.   Keyword: Perception on incentive system, Job conflict
Improving Self-Efficacy in Musical Performance Using Socratic Dialogue Ezra, Imanuel
Cognicia Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.36 KB) | DOI: 10.22219/cognicia.v7i2.9424

Abstract

This research try to investigate the effect of promoting self-efficacy to musical performance in a student, which had been done by explaining the student about the concept of self-efficacy, and a series of Socratic dialogue. This educational intervention was done to a junior high school student (X). Pre and post intervention measuring test were done using Pintrich and Groot’s Motivated Strategies for Learning Questionnaire (1990) that had been adapted to suit the context of music education. This study found that improving self-efficacy level in a student using Socratic Dialogue does have positive effect on musical performance and practice
PERBEDAAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA PEGAWAI DENGAN TIPE KEPRIBADIAN A DAN B Hendarto, Veldinor Dwi
Cognicia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v3i1.2146

Abstract

Karyawan yang bekerja di bidang industri mempunyai job description yang berbeda – beda. Perilaku yang mengarah pada organizational citizenship behavior (OCB) akan muncul tergantung dari insiatif masing – masing karyawan dalam membantu rekan kerjanya. Karyawan yang berperilaku OCB mempunyai dampak positif untuk keefektifan perusahaan dalam menghasilkan produksi yang berkualitas. Salah satu faktor yang dapat memunculkan perilaku OCB ialah faktor kepribadian.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui perbedaan Organizational Citizenship Behavior (OCB) ditinjau pada karakteristik kepribadian. Penelitian ini menggunakan skala kepribadian dengan model skala Guttman dan Skala Organizational Citizenship Behavior dengan model skala Likert. Jumlah subjek dalam penelitian ini sejumlah 134 dengan status karyawan tetap. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan ada perbedaan Organizational Citizenship Behavior antara tipe kepribadian A dan B (t = 3.910; p = 0.000).   Kata kunci: Organizational citizenship behavior, karyawan, kepribadian   The employees who work in the industry has a different job description. The behavior of OCB will appear depending on the initiative of the employees to help his co-workers. Theemployees who behave OCB has a positive impact on the effectiveness of the company in the production of high quality produce.One of the factors that can bring OCB are personality factors. The purpose of this study was to determine differences in Organizational Citizenship Behavior reviewed the characteristics of personality.One of the factors that can influence the behavior of OCB are personality factors. The purpose of this study was to determine differences in Organizational Citizenship Behavior reviewed the characteristics of personality.This study used a non-test method is by using a scale model of personality with the Guttman scale and Organizational Citizenship Behavior Scale with Likert scale models. The number of the subject of as much as 134 people with the status of permanent employees an age range of 25-50 years.The results of this study showed that there are differences in Organizational Citizenship Behavior, between personality types A and B is evidenced by test of the t-test that obtain (t=3.910 ; p=0.000).   Keywords: Oganizational citizenship behavior, employee, personality.
TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MENOPAUSE Fitriya Sari, Liza Mega
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1664

Abstract

Religiusitas merupakan suatu keyakinan yang diyakini oleh seseorang dan dianggap akan membawa seseorang itu kepada jalan Tuhan dan menunjukan mereka kepada kebaikan. Kecemasan adalah suatu hal yang dialami oleh seseorang dikarenakan perasaan tertekan atau terpojok akan suatu hal yang mereka takuti dampaknya pada kehidupan seseorang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat religiusitas dengan kecemasan menopause pada wanita. Desain yang digunakan adalah desain non-eksperimen kuantitatif dengan menggunakan tekhnik acak pada subjek penelitian. Jumlah subjek 50 orang ibu-ibu yang berusia antara 38-54 tahun. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara tingkat religiusitas terhadap kecemasan menghadapi menopause. Ketika tingkat religiusitas seseorang itu tinggi maka akan rendah tingkat kecemasannya dalam menghadapi menopause, tapi ketika tingkat religiusitas seseorang rendah maka akan tinggi kecemasannya dalam menghadapi menopause.Kata kunci: Religiusitas, kecemasan, menopause
PERILAKU MORAL REMAJA DARI KELUARGA KARIER GANDA Maharani, Ratna
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1655

Abstract

Pendidikan moral sangat dibutuhkan untuk membentuk kepribadian yang baik pada remaja, mendidik moral diperlukan instensitas dan keterlibatan orang tua dalam mendidik. Remaja diarahkan untuk mengembangkan moral sesuai dengan kultur yang berkemabang pada masyarakat. Kesibukan orang tua akan berimbas pada intensitas maupun keterlibatan dalam memberikan pendidikan moral pada remaja. Kesibukan yang lebih besar terjadi pada orang tua yang memiliki peran ganda sebagai bagian dari keluarga sekaligus menjalankan tugas-tugas di instansi. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui perilaku moral remaja yang diasuh oleh orang tua karier ganda. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data perilaku moral remaja dilakukan dengan menggunakan skala perilaku moral. Jumlah subjek yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Hasil penelitian menggambarkan bahwa 65.7% dari remaja dengan orang tua yang berperan ganda memiliki perilaku moral yang baik, sedangkan 34.3% menunjukkan perilaku moral yang rendah.Kata kunci: Perilaku moral, keluarga karir ganda
SELF CONCEPT DENGAN ADVERSITY QUOTIENT PADA KEPALA KELUARGA DIFABEL TUNA DAKSA Fitriana, Annisa
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self concept dengan adversity quotient pada kepala keluarga difabel tuna daksa di Kabupaten Jombang. Metode penelitian adalah kuantitatif korelasional.Subyek penelitian adalah kepala keluarga difabel tuna daksa yang sekaligus menjadi anggota Ikatan Penyandang Cacat (IPC) Jombang.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, subjek penelitian berjumlah 30 orang, 21 laki-laki dan 9 perempuan.Metode pengumpulan data menggunakan skala self concept dan skala adversity quotient, skala tersebut menggunakan uji validitas product moment dengan realibilitas item pada skala self concept 0,940 sedangkan pada skala adversity quotient 0,965. Teknik analisa data menggunakan t-test, dimana diperoleh (r=0,516) dan (p=0,01).Hasil analisa data menunjukkan koefisien determinan variabel (r2) sebesar 26% yang artinya self concept memberikan sumbangan efektif terhadap adversity quotient sebesar 26%.Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self concept dan adversity quotient pada kepala keluarga difabel tuna daksa dimana kedua variabel tersebut berhubungan kuat dan berkorelasi positif.   Kata kunci: Self concept, Adversity quotient, Kepala keluarga difabel tuna daksa   The aimed of this research to find out relations between self concept with adversity quotient to person with disabilities as family head in Jombang Regency. Research method used is correlational quantitative method. Subject is person with disabilities as family head who also a member of Ikatan Penyandang Cacat (People with Disabilities Institution - IPC) Jombang. Sampling technique used purposive sampling. Research subject consisted of 30 people, 21 male and 9 female. Data collection method uses self concept scale and adversity quotient. The scale applied product moment validity test with item reliability in scale concept scale 0,940 while in adversity quotient 0.965. data analysis uses t-test where they found (r=0,516) and (p=0,01).Data analysis, it shows that variable determinant coefficient (r2) for 26% which means self concept give effective contribution to adversity quotient for 26 %. So, it shows that there’s significant relation between self concept and adversity quotient in person with disabilities as family head where both variables have strong relation and positive correlation.   Keywords: Self concept, Adversity quotient, Person with disabilities as family head
Hubungan antara Kecenderungan Internet Addiction dengan Empati pada Anak Sekolah Dasar Mawarani, Galuh
Cognicia Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.141 KB) | DOI: 10.22219/cognicia.v7i1.8145

Abstract

Empathy in children is considered very important because it will affect their social and individual skills. One of the factors that influence the empathy is communication through the internet. The tendency of internet addiction is the use of the internet which is aimed of accessing social media, playing online games, listening to music and videos online excessively. The purpose of this study is to determine the relationship between the tendency of internet addiction and empathy in elementary school children. This study used a correlational qualitative approach. The subjects were 115 students with a range of grades 4 to 6 taken by purposive sampling technique. The method of data analysis was the product moment correlation method from Karl Pearson of utilizing the SPSS 21.0 program. The results showed that (r) mark was 0.206 with p was 0.014 <0.05. It indicated that there is a significant negative relationship between the tendency of internet addiction and the empathy. The contribution of internet addiction to the empathy was 4,2% (r2= 0.042).
ORIENTASI KELEKATAN DAN REAKSI DUKA CITA AKIBAT KEMATIAN HEWAN PELIHARAAN Fitriyana, Risa Nur
Cognicia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2011

Abstract

Memelihara hewan merupakan aktivitas umum yang dilakukan oleh manusia. Peningkatan jumlah kepemilikan hewan peliharaan berdampak pada peningkatan jumlah pemilik hewan peliharaan yang mengalami kehilangan hewan peliharaan akibat kematian. Kematian hewan peliharaan keberadaannya dinilai dapat memenuhi fungsi dasar kelekatandan berperan sebagai figur kelekatan akan menimbulkan reaksi duka cita bagi pemiliknya. Penelitian ini menguji pengaruh orientasi kelekatan cemasdan orientasi kelekatan menghindarterhadap reaksi duka cita akibat kematian hewan peliharaan. Subjek penelitian yang hewan peliharaannya mati dalam 2 tahun terakhir (N = 159) mengisi skala Pet Attachment Questionnaire dan Core Bereavement Items. Orientasi kelekatan cemasdan orientasi kelekatan menghindarmemiliki pengaruh signifikan terhadap reaksi duka cita akibat kematian hewan peliharaan (F = 22,234, p < 0,001), akan tetapi kontribusi yang diberikan kecil (adj. R2 = 0,213). Sebesar 21,3% variasi reaksi duka cita dipengaruhi oleh orientasi kelekatan cemasdan orientasi kelekatan menghindar.Orientasi kelekatan cemas berpengaruh lebih besar pada reaksi duka cita akibat kematian hewan peliharaan.Kata kunci: Orientasi kelekatan cemas, orientasi kelekatan menghindar, reaksi duka citaRaising animals is part of  daily activities. More and more people own a pet. And as the pets died, the owner might feel remorse and grief. The death of a pet is considered to meet the basic functions of attachment as the pet served as an attachment figure.This research examined the impact of pet anxiety attachment and pet avoidant attachment toward grief over the loss of a pet. Participants whose companion animal died within past 2 years (N = 159) completed the Pet Attachment Questionnaire and Core Bereavement Items. Both pet anxiety attachment and pet avoidant attachment were found to impacted subjectss’ grief. The result’s contribution was statistically significant (F = 22,234, p < 0,001) but relatively low (adj. R2 = 0,213). Results indicated that 21,3% of the variance in grief can be accounted for the linear combination of pet anxiety attachment and pet avoidant attachment. Furthermore, the pet anxiety attachment’s contribution toward grief were higher.  Keywords : Pet anxiety attachment, pet avoidant attachment, grief

Page 7 of 36 | Total Record : 354