cover
Contact Name
Ahmad Sulaiman
Contact Email
sulaiman_ahmad@umm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cognicia@umm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Cognicia
ISSN : 2746 8976     EISSN : 26858428     DOI : 10.22219
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 354 Documents
MINAT MEMBELI DI MEDIA ONLINE DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN Rubianti, Liana
Cognicia Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i1.1845

Abstract

Dewasa ini, banyak masyarakat yang menggunakan situs jejaring sosial yang tidak hanya dijadikan sebagai sarana komunikasi tetapi juga dijadikan sebagai sarana untuk melakukan pembelian suatu produk. Minat masyarakat pun berbeda-beda dalam melakukan pembelian, salah satunya di media online yang mengundang banyak perhatian, khususnya para mahasiswa. Kepribadian dapat menjadi variabel yang berguna dalam menganalisis minat membeli seseorang dalam pemilihan suatu produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan minat membeli di media online ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert atau introvert. Metode pengambilan sampel menggunakan convenience sampling, dengan alat ukur berupa skala minat membeli dan skala Eysenck Personality Inventory (EPI). Jumlah subjek penelitian adalah 107 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan minat membeli di media online ditinjau dari tipe kepribadian dibuktikan dengan hasil uji Independent Sample T Test diperoleh nilai F sebesar 0.881 dengan p value 0.02 lebih kecil dari 0.05. Bahwa tipe kepribadian ekstrovert lebih berminat dalam membeli di media online (30.27%) dibandingkan dengan tipe kepribadian introvert (28.04%).Kata kunci: Minat membeli, tipe kepribadianToday, many people who use social networking sites are not only used as a means of communication but also as a means to make a purchase of a product. Public interest was different in making a purchase, one of them in the online media is attracting more attention, especially the students. Personality variables may be useful in analyzing a person's interest in the selection of buying a product. The purpose of this research was to test the differences in interest in online media buying in the review of extrovert or introvert personality type. The sampling method using a convenience sampling, using a scales of buying interest and scale Eysenck’s Personality Inventory (EPI). The number of subjects ware 107 students. The results showed that there are differences in interest in online media buying in terms of personality types evidenced with Independent Sample T Test results, obtained F value of 5,259 with a 0.02 p value less than 0.05. Extrovert personality types showing interest in buying at online media (30.27%) in comparison with the introvert personality types (28.04 %).Keyword: Interest in buying, personality types
GAMBARAN SIKAP IBU TERHADAP MASA PREMENOPAUSE PADA IBU-IBU Nurdono, Dimas Aprianggalih
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1640

Abstract

Premenopause adalah masa dimana tubuh mulai bertransisi menuju menopause. Premenopause dapat diartikan sebagai suatu kondisi fisiologis wanita yang telah memasuki masa penuaan (aging) yang ditandai dengan menurunnya kadar hormonal estrogen ovarium yang sangat berperan dalam reproduksi seksualitas, sering mengganggu aktifitas wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap ibu terhadap masa premenopause di Desa Gonggang Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Desain penelitian ini menggunakan desain non eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan skala sikap ibu premenopause. Jumlah subyek 63 orang. Hasil penelitian menunjukkan sikap ibu terhadap masa premenopause secara keseluruhan adalah bersikap negatif.Kata kunci: Sikap, ibu, masa premenopause
Hubungan Antara Dukungan Emosional Orangtua Dan Agresivitas Remaja Dengan Orangtua Bercerai Saqinah, Dita Ridho; Fasikhah, Siti Suminarti; Zulfiana, U'un
Cognicia Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.877 KB) | DOI: 10.22219/cognicia.v7i2.9205

Abstract

The emergence of aggressive behavior in teenagers can occur due to various factors,  the family is one important aspect that is allegedly associated with the pattern adolescent aggressive behavior. The role of parents to adolescent aggressive behavior by providing emotional support needed to suppress aggressive behavior in adolescents themselves. The purpose of this study was to investigate the relationship between emotional support of parents and the aggressiveness of adolescents with divorced parents. The sampling technique used purposive technique with a subjects were 113 boys and girls with divorced parents aged 12 to 22 years, and lived with one parent. This research instruments using Agression Questionnair scale and the scale of parental emotional support made by the author based on aspects of emotional support by Thoits 1986 with data analysis using SPSS 21. The results show the value of (r) of -0.327 with p 0.000 < 0, 05. It shows that there is a significant negative correlation between parental emotional support and aggressiveness of adolescents with divorced parents. Parental emotional support’s contribution to adolescents with divorced parents aggressiveness of 10.7% (r2 = 0.107)
FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI LESBIAN DAN KONDISI PSIKOLOGISNYA ., Nurkholis
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1453

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan 1 subjek . Metode pengumpulan data menggunakan wawancara. Analisa data yang digunakan adalah analisa data kualitatif, kemudian uji keabsahan datanya menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber yaitu teman dekat subjek. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Faktor internal meliputi : (a) Persepsi subjek, dimana subjek berfikir tidak akan hamil jika berpacaran dengan sesama perempuan, (b) Dorongan-dorongan atau kecendrungan penyuka sesama jenis yang sudah ada dalam diri subjek, (c) Adanya kontrol diri yang lemah, dimana subjek selalu terpengaruh keinginan-keinginan (ego) nya sendiri. (2) Faktor eksternal yang meliputi : (a) Adanya proses modeling dari perempuan yang berperilaku dan berpenampilan maskulin, (b) Adanya pengalaman buruk yang dialami subjek, yaitu ejekan dari teman-teman subjek sewaktu SMA, (c) Sikap ayah yang terkesan membiarkan perilaku subjek, walaupun sebenarnya ayah subjek tahu tentang perilakunya tersebut (Reinforcement positif), (d) Adanya pengalaman yang kurang menyenangkan terhadap lawan jenis  (e) Adanya dukungan dari lingkungan sosial (Reinforcement positif), yaitu subjek pernah ikut dalam suatu oeganisasi atau komunitas lesbian.   Kata kunci: Faktor-faktor psikologis, Lesbian.   This research is qualitatif descriptive study, with 1 subjects who has sexual deviation “lesbian”. Data collection methods used were interviews. Analysis of the data used is the analysis of qualitatif data, and then test the validity of the data using triangulation techniques, namely the source of a close friend of the subject.The results showed that the factors underlying a lesbian that internal factors which include (1) The perception of the subject : (a) The subject is thinking will not get pregnant if she is dating other women, (b) Impulses or tendencies sex enthusiasts are already present in thesubject, (c) The existence of a weak self –control, which the subject is always affected by her own desires. (2) External factors which include : (a) The process of modeling the behavior of women and masculine look, (b) The existence of bad experiences suffered by the subject is in the form of ridicule from her friends during senior high school, (c) Her father attitude that seemed to let the behavior of subjects despite the fact that the subject’s father know about lesbian behavior (positive reinforcement), (d) The existence of her an unpleasant experience with the opposite sex, (e) The support of the social environment (positive reinforcement) that is the subject of ever joining a community organization or a lesbian.   Keywords: Psychological factors, Lesbian.
Pengaruh Kematangan Pribadi Dengan Kecenderungan Cinderella Complex Pada Wanita Dewasa Awal Zahrawaany, Tasya Aulia; Fasikhah, Siti Suminarti
Cognicia Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.653 KB) | DOI: 10.22219/cognicia.v7i1.8117

Abstract

A healthy person is a person who always develops in new states that require adjustment, while an unhealthy individual is when individuals do not use the potential that can be maintained and used in their lives, specifically for women who actually can increase their potential. The purpose of this study was to study the infuency of personal maturity towards Cinderella Complex in early adult women. This study used a correlational research design, using a accidental sampling technique with help of google form. The subjects were 2956 early adult women aged 18-25 years. The instrument in this study used a scale of personal maturity and the scale of the findings of the cinderella complex inventory. Data analysis using simple linear regression analysis. The results showed that there were effect of personal maturity towards complex cinderella tendencies in early adult women. The value of regression coefficient is -0.390 with p = 0,000 <0.05. This result shows that the higher the personal maturit in earl adult woman, the lower cinderella complex tendency in individuals. The influence of personal maturity towards the tendency of Cinderella complex in early adult women is about 34.7%. This research can be used as a material consideration to arrange psychoeducation program as a preventive effort.
KEMATANGAN EMOSI DENGAN PEMAAFAN PADA REMAJA Yuniardita, Martina Indra
Cognicia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v3i1.2145

Abstract

Pada masa remaja, kesalahpahaman dan konflik seringkali terjadi di dalam interaksi mereka. Remaja dapat berbuat salah kepada sesamanya, dan ia tentu pernah mengalami hal yang sama, yaitu mendapatkan perlakuan dan situasi yang mengecewakan ataupun menyakitkan. Dalam proses perkembangan menuju kematangan emosi, diharapkan remaja nantinya dapat memberikan maaf kepada seseorang yang melakukan kesalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dengan pemaafan pada remaja awal dalam berhubungan dengan kawan sebaya. Metode pengumpulan data menggunakan skala pemaafan dan skala tingkat kematangan emosi dengan model skala likert. Jumlah subjek sebanyak 244 orang dengan rentang usia 13 tahun sampai 16 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kematangan emosi dengan pemaafan yang dibuktikan dengan hasil perhitungan korelasi product moment. Semakin tinggi kematangan emosi seorang remaja, maka semakin tinggi pula pemaafannya. Sebaliknya semakin rendah kematangan emosi seorang remaja, maka semakin rendah juga tingkat memaafkannya (r = 0,334; p = 0,000; p< 0,01). Kata kunci: Kematangan emosi, pemaafan During adolescence, misconception and conflict often happed as they interacted with one another. Teenagers might treat their peers badly, and they might experience the same things such as disappointing or even paintful treats and situations. While not all people could sincerely forgive other and forget their mistake, adolescents were required to be able to control their feelings in the process of developing emotional maturity in which they were expected to understand and control their emotions. This study aimed at investigating the correlation between emotional maturity and forgiveness on early adolescents in maintaining the relationship with their peers. This study employed non test method by using forgiveness scale and emotional maturity level of Likert. The subject were 244 people ranging from 13 to 16 years old. The finding showed that there was a positive correlation between emotional maturity and forgiveness, which was proved by the result of product moment correlation. The higher the adolecents’ emotional maturity was, the higher their forgiveness was. Accordingly, the lower their emotional maturitywas, the lower the forgivenees was (/r/ = 0,334; /ρ/ = 0,000; /ρ/ < 0,01). Keywords: Emotional maturity, forgiveness
SUMBER-SUMBER RESILIENSI ORANG TUA REMAJAYANG MENGALAMI KEHAMILAN PRANIKAH Ratnasari, Ayu Devi
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1663

Abstract

Persoalan hamil pranikah berdampak luas bagi remaja dan orang tua yang mengalaminya. Sebagai orang tua yang di hadapkan permasalahan seperti ini di butuhkan suatu pemikiran yang bijaksana, karena orang tua juga di tuntut bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan jalan keluar yang terbaik terhadap masalah yang di hadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran resiliensi, sumber-sumber resiliensi serta karakteristik individu yang resilien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah subjek 2 pasang suami istri. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan seorang yang resilien mampu mengembangkan ketiga sumber-sumber resiliensi seperti individu yang resilien memiliki dukungan eksternal (I Have), kekuatan pribadi individu (I Am), dan yang terakhir adalah kemampuan interpersonal yang dimiliki individu (I Can). Laki-laki menunjukkan perilaku yang didasari oleh rasionalnya sedangkan wanita didasari oleh emosional. Sehingga laki-laki mampu mengatasi masalahnya sebelum mendapatkan bantuan orang lain sedangkan wanita mampu mengatasi masalahnya setelah mendapatkan bantuan dari orang lain.Kata kunci: Resiliensi, orang tua, kehamilan pranikah
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA YANG ORANG TUA BERCERAI DAN YANG TIDAK BERCERAI (UTUH) Werdyaningrum, Puri
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1654

Abstract

Psychological well-being di kalangan remaja adalah penting, tetapi untuk mencapai keadaan tersebut khususnya bagi remaja dari keluarga yang bermasalah tidak mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan psychological well-being yang signifikan antara remaja yang orang tuanya bercerai dengan remaja yang orang tuanya tidak bercerai (utuh). Subjek penelitian adalah 102 remaja usia 14-19 tahun yang terdiri dari 51 remaja yang orang tuanya bercerai, dan 51 remaja yang orang tuanya utuh. Data dikumpulkan dengan skala Ryff's Psychological Well-Being Scale. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nilai psychological well-being yang signifikan antara remaja yang orang tuanya bercerai dan remaja yang orang tua utuh (t = 9.813; p = 0.000, p < 0.01). Remaja yang orang tuanya bercerai memiliki nilai psychological well-being yang lebih rendah dibandingkan remaja yang orang tuanya tidak bercerai (utuh).Kata kunci: Psychological Well-Being (PWB), orang tua bercerai, orang tua utuh
TINGKAT PRODUKTIVITAS KERJA WANITA PENGGILING ROKOK DITINJAU DARI KONFLIK PERAN GANDA Triastutik, Anis
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1444

Abstract

Konflik peran ganda yang dimiliki oleh setiap orang pasti berbeda.Perbedaan tersebut juga berpengaruh pada tingkat produktivitas kerja yang dimiliki oleh setiap wanita tidak terkecuali pada wanita penggiling rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat produktivitas kerja wanita penggiling rokok ditinjau dari konflik peran ganda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan data menggunakan skala sikap kepada 50 responden.yang dipilih dengan menggunakan teknik sampel Insidental dari karyawan penggiling rokok di wilayah PT. Gudang Garam. Analisa data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan, hasil t = 3,852 dengan taraf signifikansi 0,000 (p < 0,01). Dari hasil penelitian juga diperoleh  rata-rata atau mean ( ) produktivitas kerja pada kategori konflik peran ganda rendah yaitu sebesar 36420,27 yang lebih tinggi daripada rata-rata atau mean ( ) produktivitas kerja pada kategori konflik peran ganda tinggi yaitu sebesar 28043,14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan terhadap tingkat produktivitas kerja wanita penggiling rokok ditinjau dari  konflik peran ganda.   Kata Kunci: Produktivitas kerja, Konflik peran ganda   Conflict of dual roles held by each person is different. These differences also influence the level of labor productivity of every woman except womens’s cigarette rollers. Based on these problems, researchers focused research on women's labor productivity level differences in tobacco grinder dual role in terms of conflict.This study uses a quantitative approach to data retrieval using a scale of attitudes to the 50 respondents, respondents were selected using incidental sampling technique of grinding employee smoking in the PT. Gudang Garam. Researchers to process data using a data analysis technique independent sample t-test.The results showed, the results of t = 3.852 with a significance level of 0.000 (p <0.01). Research results were also obtained from the average or mean (x ̅) labor productivity in the low category of dual role conflicts in the amount of 36420.27 higher than the average or mean (x ̅) labor productivity in the dual role of high-conflict category that is equal to 28043.14. Thus, the results showed that there is a very significant effect on the level of labor productivity in terms of women's tobacco grinder dual role conflict.   Keywords: Labor productivity, Conflict of dual roles
KEBERSYUKURAN DENGAN JOB INSECURITY PADA KARYAWAN Ernawati, Linda
Cognicia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2009

Abstract

Perubahan dalam dunia ekonomi dan bisnis seringkali terjadi. Diantara perubahan tersebut adalah restrukturisasi, merger, dan downsizing yang dijumpai pada beberapa perusahaan. Akibat dari perubahan yang terjadi adalah  job insecurity pada karyawan. Bagaimana karyawan mengalami job insecurity berkaitan dengan faktor personal atau disposisional. Kebersyukuran merupakan salah satu faktor disposisional yang dapat mengurangi terjadinya  job insecurity pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubugan antara kebersyukuran dengan  job insecurity pada karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 214 karyawan dari tiga perusahaan yang diambil dengan teknik sampel insidental. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala GRAT dan JIS-I, selanjutnya dianalisa dengan korelasi product moment.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif signifikan antara kebersyukuran dengan  job insecurity pada karyawan (r = -0,168, p = 0,014 < 0,05) hal ini berarti bahwa semakin tinggi kebersyukuran maka semakin rendah job insecurity pada karyawan. Kebersyukuranmemberisumbangan efektif sebesar 2,82% terhadap job insecurity. Kata kunci: Kebersyukuran, job insecuritySome changes in the economic and business world happen quite often. These changes are restructuring, mergers, and downsizing which can be found in some companies. The consequence of these changes is job insecurity felt by employees. Employees’ job insecurity can be caused by personal or dispositional factors. Gratitude is one of dispositional factors that can reduce the occurrence of employees’job insecurity. This research aimed to find the correlation of gratitude and job insecurity. This research was acorrelational research and the subjects were 214 employees of three companies. They were recruited by incidental sampling technique. Instruments used to gather the  data were GRAT  and JIS-I scales. The data analysis method was the product moment correlation method. The result indicated there is significant negative correlationbetween gratitude with job insecurity among the employees (r = -0,168, p= 0,014 < 0,05.). This means that the higher the level of gratitude then the lower the level of job insecurity among them.Keywords: Gratitude, job insecurity

Page 5 of 36 | Total Record : 354