cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 26565501     EISSN : 27148041     DOI : https://doi.org/10.31943/abdi
Jurnal Abdi Wiralodra adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat, berisi tentang pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari jurnal ini adalah sebagai media informasi hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh peneliti. Scope jurnal: lingkup jurnal Abdi Wiralodra adalah hasil pengabdian di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, hukum, agama, teknik, dan lain sebagainya.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Rehabilitasi Poskestren Berbasis Kader Santri Husada untuk Mewujudkan Pesantren Sehat di Pesantren Tahfidz Qur’an Nurul Bahri Sanana Abulkhair Abdullah; Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf; Dwi Fitriani
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v8i1.372

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berperan dalam aspek religius, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, sosial, dan budaya santri. Namun, banyak pesantren di wilayah kepulauan menghadapi keterbatasan layanan kesehatan, termasuk Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) Nurul Bahri Sanana yang belum memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan merehabilitasi Poskestren dan memberdayakan kader Santri Husada sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di lingkungan pesantren. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, rehabilitasi sarana kesehatan, pembentukan pengelola Poskestren, edukasi kesehatan, serta pelatihan penggunaan alat kesehatan dasar. Edukasi kesehatan diberikan dengan materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS), Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat yang baik (DaGuSiBu), serta Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P). Hasil kegiatan menunjukkan Poskestren dapat difungsikan kembali dengan sarana kesehatan yang memadai dan terbentuknya pengelola Poskestren.
Sinergi Orang Tua, Guru, dan Remaja dalam Pola Asuh Positif untuk Menurunkan Perilaku Menyimpang di Sukamakmur, Ciomas Bogor Imam Syafi’i; Muhammad Sulaiman; Achmad Anwar Abidin; Muhammad Farizal Amri; Sariyani Sariyani; Nova Tri Prasetiyo; Mudayat Mudayat; Dony Darma Sagita
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v8i1.382

Abstract

Perilaku menyimpang remaja di Sukamakmur, Ciomas Bogor, memerlukan intervensi kolaboratif berbasis keluarga–sekolah–komunitas. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkuat pola asuh positif melalui sinergi orang tua, guru, dan remaja yang dipadukan dengan pembiasaan tujuh amalan sunnah (tahajud, subuh berjamaah, infak/sedekah subuh, membaca Al-Qur’an, istighfar, puasa sunnah, menjaga wudhu). Pendekatan partisipatif dilaksanakan Januari–September 2025: asesmen dan pemetaan (Jan–Jun), pembukaan dan implementasi (Jul–Sep). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, kuesioner, dan dokumentasi (foto/catatan lapangan); diolah secara statistik deskriptif dan analis tematik kualitatif, dengan triangulasi sumber untuk validitas. Dari total sasaran lintas unsur (guru PAUD, wali murid, remaja), 64 responden mengisi instrumen pascaprogram. Hasil menunjukkan peningkatan keterlibatan ibadah harian dan komunikasi keluarga: tahajud harian 34,9%, sedekah subuh harian 40,3%, istighfar “selalu” 68,3%, dengan tantangan pada subuh berjamaah (belum rutin). Dampaknya meliputi penguatan kapasitas orang tua dan guru dalam parenting positif, munculnya remaja teladan, terbentuknya forum parenting berkelanjutan, serta indikasi penurunan perilaku berisiko. PkM ini menunjukkan kesesuaian metode dengan kebutuhan lokal serta menawarkan model replikasi pemberdayaan berbasis spiritual yang relevan di era digital.
Pemberdayaan Komunitas Belajar (KOMBEL) dalam Implementasi Perencanaan Berbasis Data (PBD) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa Erna Labudasari; Eliya Rochmah; Sumliyah Sumliyah; Irna Helvianti; Mutiara Rosa Malih; Mohamad Hafidz Ikhsan
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v8i1.376

Abstract

SDN 3 Panembahan menghadapi tantangan dalam peningkatan kemampuan numerasi siswa. Berdasarkan data Rapor Pendidikan Tahun 2024, capaian indikator numerasi siswa berada pada kategori kompetensi minimum dengan persentase sebesar 56,67%, atau mengalami penurunan sebesar 13,33% dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya melalui penguatan kompetensi guru. Salah satu rekomendasi yang tercantum dalam Rapor Pendidikan adalah optimalisasi pengembangan profesional guru melalui Komunitas Belajar (Kombel). Sebagai wadah kolaboratif, Kombel diharapkan dapat memfasilitasi guru dalam berbagi pengalaman, merefleksikan praktik pembelajaran, serta merumuskan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi di kelas. Namun demikian, implementasi Kombel di SDN 3 Panembahan belum berjalan secara optimal sehingga fungsi utamanya sebagai sarana peningkatan mutu pembelajaran belum terlaksana secara maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru mengenai pentingnya komunitas belajar sebagai wahana pengembangan profesional dan pemecahan masalah pembelajaran; (2) membentuk serta mengembangkan Komunitas Belajar (Kombel) yang berkelanjutan; (3) mengembangkan media branding sekolah melalui pembuatan website; dan (4) meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya ChatGPT Plus dan Canva, untuk menyusun perangkat pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahapan, yaitu: (1) observasi dan analisis kebutuhan terkait pelaksanaan Kombel di SDN 3 Panembahan; (2) sosialisasi dan pendampingan mengenai konsep serta implementasi komunitas belajar; (3) pendampingan pembentukan Kombel dan pelatihan pemanfaatan ChatGPT Plus serta Canva dalam pengembangan perangkat pembelajaran; dan (4) evaluasi untuk mengukur ketercapaian program. Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang positif terhadap peningkatan kapasitas guru dan penguatan budaya kolaboratif di sekolah. Pengetahuan dan pemahaman guru mengenai Komunitas Belajar meningkat sebesar 92%. Selain itu, berhasil dibentuk Kombel “Pandega Berirama” sebagai wadah kolaborasi profesional guru, dikembangkan media branding sekolah berupa website, serta terjadi peningkatan keterampilan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran berbantuan ChatGPT Plus dan Canva sebesar 95%. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan Komunitas Belajar yang didukung pemanfaatan teknologi digital berpotensi menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung perbaikan capaian numerasi siswa secara berkelanjutan.
Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Sebagai Upaya Mendorong Ekonomi Sirkular Ibu-Ibu PKK Sekarwangi Dhany Efita Sari; Sitti Retno Faridatussalam; Endang Setyaningsih; Raden Ahmed Abdillah; Nur Aeni Sa’adah
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v8i1.390

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Lokasi tersebut dipilih karena belum adanya sistem pengelolaan limbah minyak jelantah yang terstruktur, sementara di sisi lain terdapat potensi kelompok masyarakat yang cukup aktif, yaitu PKK “Sekarwangi”, namun belum memiliki kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu-ibu PKK “Sekarwangi” dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk lilin aromaterapi yang memiliki nilai jual tinggi, sekaligus mendorong terbentuknya usaha rumah tangga yang berorientasi pada lingkungan dan ekonomi berkelanjutan. Pelaksanaan program dilakukan melalui lima tahapan, yaitu perencanaan secara partisipatif, sosialisasi program, pelatihan teknis berbasis praktik langsung, pendampingan berkelanjutan, serta evaluasi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aspek pengetahuan lingkungan dan keterampilan teknis peserta, yang ditandai dengan capaian produksi sebanyak 60 unit lilin aromaterapi atau 120% dari target yang direncanakan. Produk yang dihasilkan telah diuji coba di pasar lokal dan memperoleh respons yang positif. Dampak kegiatan terlihat pada perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan minyak jelantah, meningkatnya literasi terkait ekonomi sirkular, berkembangnya keterampilan baru, serta terbukanya peluang usaha mikro berbasis komunitas. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang aplikatif disertai pendampingan yang berkelanjutan dapat menjadi strategi yang efektif dalam menjawab permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Pelatihan Tenaga Kesehatan Dalam Melaksanakan Relaksasi Lima Jari Dan Nadhi Sodana Dalam Menurunkan Nyeri Dismenorea Remaja di Puskesmas Abiansemal II I Gusti Agung Manik Karuniadi; Luh Putu Widiastini; I Gusti Gede Mayun Surya Darma
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v8i1.391

Abstract

Bidan dan perawat memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan remaja melalui pelaksanaan pemeriksaan kesehatan secara berkala serta pemberian edukasi kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi. Selain itu, tenaga kesehatan juga perlu membekali remaja dengan berbagai teknik sederhana untuk mengatasi masalah yang sering dialami selama menstruasi, salah satunya dismenorea. Teknik yang dapat digunakan antara lain Relaksasi Lima Jari dan Nadhi Sodana. Oleh karena itu, pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan di Puskesmas Abiansemal II dalam menerapkan kedua teknik tersebut sebagai upaya penanganan dismenorea pada remaja. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 30 orang bidan dan perawat. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara luring melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi program, pelaksanaan pretest, pemberian materi dan pelatihan menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi, role play, serta problem-based learning, kemudian diakhiri dengan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) mampu menjawab dengan benar pertanyaan pada posttest yang berkaitan dengan penerapan Relaksasi Lima Jari dan Nadhi Sodana sebagai teknik untuk mengatasi dismenorea.
Pembelajaran Procedure Text Menggunakan Metode Lead Dalam Proyek Kepemimpinan PPG Calon Guru 2024 Azizah Nur Khalimah; Dheannita Cikanaya; Desma Astia Lavenda; Heribertus Himawan Agil Subrata; Atikah Wati
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v8i1.284

Abstract

Kemampuan bahasa Inggris merupakan keterampilan penting dalam dunia pendidikan dan karier di era global. Program pengabdian ini mengimplementasikan metode LEAD (Learn, Explain, Apply, Demonstrate) dalam pengembangan kemampuan bahasa Inggris bagi anak-anak di Rumah Yatim Arrahimah Abu Hurairah, Indramayu. Program dilaksanakan sebagai bagian dari Proyek Kepemimpinan II dalam PPG Calon Guru, Universitas Wiralodra. Dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang difokuskan pada Procedure Text, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan pengembangan kosakata bahasa Inggris melalui kegiatan praktis dan interaktif. Program dilaksanakan dalam empat tahapan mengikuti kerangka LEAD: Learn (memahami konsep Procedure Text), Explain (menjelaskan tugas proyek dan menyusun teks prosedur), Apply (membuat proyek prakarya dan teks), dan Demonstrate (mempresentasikan proyek yang telah selesai). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kepercayaan diri peserta dalam berbicara bahasa Inggris, penguasaan kosakata, dan kemampuan menulis teks prosedur. Program ini juga menumbuhkan keterampilan kolaboratif dan kreativitas di antara peserta. Pengabdian ini memberikan model pembelajaran bahasa Inggris yang efektif dengan mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan aplikasi praktis dalam komunitas. English language skills are essential for educational and career advancement in the global world. This service program implements the LEAD (Learn, Explain, Apply, Demonstrate) method in developing English language proficiency among children at Rumah Yatim Arrahimah Abu Hurairah orphanage in Indramayu. The program was carried out as part of the Leadership Project II in the Pre-Service Teacher Professional Education Program (PPG), Calon Guru, Wiralodra University. Using Project-Based Learning (PjBL) focused on procedure text, this community service aimed to enhance participants' English speaking skills and vocabulary development through practical, interactive activities. The program was implemented in four stages following the LEAD framework: Learn (understanding procedure text), Explain (describing project tasks and drafting procedure texts), Apply (creating craft projects and texts), and Demonstrate (presenting completed projects). Results showed improvements in participants' English-speaking confidence, vocabulary acquisition, and writing abilities in procedure texts. The program also fostered collaborative skills and creativity among participants. This service provides a model for effective English language instruction that integrates theoretical knowledge with practical application in the community.
Pemanfaatan Teknologi Iot Sebagai Solusi Pemantauan Lingkungan Di Kebun Petik Buah Melon Kas Fruits Ahmad Taqwa; Ade Silvia Handayani; Carlos R Sitompul; Dwi Ramadhani; Feriska Putri Daviana; Putri Nur Azizah
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v8i1.379

Abstract

Perubahan kondisi lingkungan yang memicu cuaca ekstrem berdampak nyata pada produktivitas tanaman hortikultura, khususnya melon yang sensitif terhadap suhu, kelembaban, dan kualitas udara. Kebun Petik Buah Melon KAS Fruits di Kabupaten Banyuasin menghadapi permasalahan berupa keterbatasan pemantauan lingkungan yang masih manual, ketidaktepatan waktu dalam pengambilan keputusan budidaya, serta rendahnya pemahaman mitra terhadap pemanfaatan teknologi digital. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk memberikan solusi melalui penerapan sistem monitoring lingkungan berbasis Internet of Things (IoT) yang dikombinasikan dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan. Penyelesaian masalah dilakukan dengan merancang perangkat keras berbasis sensor (DHT22, MQ7, MQ135, LDR, anemometer, sensor hujan, dan sensor kelembaban tanah) yang terhubung dengan mikrokontroler ESP32, mengembangkan perangkat lunak berupa dashboard website dengan basis data MySQL, serta memberikan pelatihan penggunaan sistem kepada mitra. Hasil implementasi menunjukkan sistem mampu menampilkan data suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya, kondisi hujan, kecepatan angin, kelembaban tanah, dan kualitas udara secara real-time, menyimpan data ke dalam database, serta memberikan peringatan dini saat kondisi kritis tercapai. Selain hasil teknis, kegiatan ini juga meningkatkan literasi digital petani, memperkuat kemampuan mitra dalam membaca data lingkungan, dan membantu mereka mengambil tindakan preventif lebih cepat. Dengan demikian, keberadaan sistem ini tidak hanya mendukung peningkatan produktivitas melon, tetapi juga memperkuat keberlanjutan agrowisata melalui pemanfaatan teknologi digital yang mudah dioperasikan.
Sinergi Sekolah dan Orang Tua melalui Komunitas Belajar dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa Sekolah Dasar Titi Rohaeti; Ikariya Sugesti; Dewi Yulianawati; Alya Lutfiyah; Mutiara Rosa Malih
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v8i1.392

Abstract

Berdasarkan hasil analisis Rapor Pendidikan SDN Majasem 2 Kota Cirebon, kemampuan numerasi peserta didik, kualitas pembelajaran, dan keterlibatan orang tua masih menjadi aspek yang memerlukan penguatan. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan program pengabdian yang mengembangkan komunitas belajar (Kombel) sebagai wadah kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pembelajaran numerasi. Implementasi program meliputi, (1) pelatihan bagi guru dan orang tua mengenai literasi numerasi dan pembelajaran abad ke-21, (2) pendampingan pembelajaran kolaboratif yang melibatkan guru, orang tua, dan peserta didik, (3) serta pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis numerasi yang dimanfaatkan di sekolah maupun di rumah. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kategori Sound Understanding guru sebesar 5%, kenaikan Partial Understanding sebesar 1,25%, penurunan miskonsepsi sebesar 2,5%, serta meningkatnya partisipasi orang tua dalam aktivitas komunitas belajar. Selain itu, guru berhasil menghasilkan media interaktif numerasi untuk Fase A, B, dan C yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas belajar dapat memperkuat kemitraan sekolah dan keluarga sekaligus mendukung terbentuknya budaya belajar kolaboratif yang berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi numerasi peserta didik.