Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Review artikel : Aktivitas farmakologi pala (Myristica fragrans Houtt.) Rajih, Muhamamad Fakhrur
Kieraha Medical Journal Vol 3, No 2 (2021): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.741 KB) | DOI: 10.33387/kmj.v3i2.3797

Abstract

Myristica fragrans Houtt merupakan salah satu spesies tanaman yang berasal dari pulau banda. Ekstrak biji pala dan minyak atsiri penting dalam pengembangan obat dengan berbagai aktivitas farmakologi di Indonesia, India dan negara-negara tropis. Artikel review ini dibuat menggunakan penulusuran pustaka menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data base literatur ilmiah PubMed dan Google Cendekia. Myristica fragrans Houtt baru-baru ini telah menunjukkan antikanker, analgesik, afrodisiak, antiinflamasi, antidiabetes, antibakteri, antialzheimer, antidepresan, antiplatelet, antioksidan, pestisida dan aktivitas antijamur. Aritikel ini menyajikan informasi tentang aspek farmakologi Myristica fragrans Houtt.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU AIR [Eugenia aqueum (Burm. F) Alston] DENGAN MIKRODILUSI AGAR Lanny Mulqie; Suwendar Suwendar; Muhammad Fakhrur Rajih; Dieni Mardliyani; Imas Yumniati; Widiasari Widiasari; Zakiyyah Nurrosyidah
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i1.7849

Abstract

Sumber daya alam yang dimiliki Indonesia cukup berlimpah. Tanaman merupakan sumber daya alam yang banyak dimanfaatkan sebagai obat. Salah satu tanaman obat yang dapat digunakan sebagai obat tradisional adalah jambu air. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jambu air terhadap S. aureus, dan E.coli dan penetapan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM), serta pengujian konsentrasi bunuh minimum (KBM). Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan etanol 96%. Penetapan KHM dilakukan dengan metode mikrodilusi agar. Pengujian KBM dilakukan dengan menggoreskan sejumlah 5 µL alikuot dari sumur pelat mikro yang menunjukkan kejernihan diatas media MHA. Nilai KHM dan KBM ekstrak etanol daun jambu air terhadap S. aureus, dan E.coli yaitu 20.000 μg/mL dan 40.000 μg/mL.
AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL PALA (Myristica fragrans HOUTT.) TERHADAP Malassezia furfur DAN Tricophyton mentagrophytes Muhamamad Fakhrur Rajih; Nur Asma Somadayo
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v6i1.10063

Abstract

Indonesia is a tropical country that has fair temperature and humidity supporting the growth of pathogenic fungi. Pathogenic fungi commonly encountered infecting humans in Indonesia are the species Malassezia furfur and Trichophyton mentagrophytes. Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.) is one of the Indonesian plants known to have potential antifungal activity. The purpose of this study was to examine the antifungal activity of the nutmeg ethanol extract against Malassezia furfur and Trichophyton mentagrophytes, determining the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Killing Concentration (MKC) as well as testing the comparative value of nutmeg ethanol extract with ketoconazole. The research method used in testing the antifungal activity and the comparative value of the ethanol extract of nutmeg was the diffusion method for the paper disc technique and the microdilution method for testing the determination of MIC and MKC values. The results of this study show that the nutmeg ethanol extract had antifungal activity against Malassezia furfur and Trichophyton mentagrophytes.The MIC and MKC values of the nutmeg ethanol extract were the same for Malassezia furfur and Trichophyton mentagrophytes, namely the MIC value of the ethanol extract was 2,5%. Meanwhile, MKC value for ethanol extract was 5%, .The comparative values of ketoconazole antifungal activity with ethanol extract of the nutmeg against Malassezia furfur were 1:34, whereas against Trichophyton mentagrophytes were 1:12
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN BRIKET PALAPA (CANGKANG PALA DAN BATOK KELAPA) DI KELURAHAN SULAMADAHA, KOTA TERNATE Abulkhair Abdullah; Muhammad Zulfian A. Disi; Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3741-3747

Abstract

Melimpahnya keanekaragaman hayati yang dimiliki Maluku Utara tentu menjadi dampak yang baik bagi berlangsungnya kehidupan masyarakatnya. Namun, jika keanekaragaman tersebut tidak dikelola dengan bijak, maka dapat menimbulkan dampak negatif di sisi lainnya. Maluku Utara memiliki banyak komoditas ekspor yang menjanjikan, di antaranya kopra dan pala. Pala masuk dalam lima besar komoditas ekspor dan kopra menjadi komoditas ekspor terbesar di Maluku Utara. Besarnya nilai ekspor kedua komoditas tersebut menunjukkan bahwa tidak sedikit limbah keras organik yang dihasilkan per tahunnya. Jika tidak tertangani dengan baik, maka limbah tersebut akan menyebabkan masalah pencemaran lingkungan yang nantinya akan memicu munculnya masalah-masalah lainnya, salah satunya masalah kesehatan. Briket merupakan salah satu solusi untuk meminimalisir penumpukan limbah keras organik. Olehnya itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Kelurahan Sulamadaha Kota Ternate dalam memanfaatkan limbah batok kelapa dan cangkang pala menjadi briket. Tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari penentuan lokasi kegiatan, observasi lokasi kegiatan, perencanaan program, penyusunan materi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara penyuluhan (ceramah dan diskusi) dan pelatihan (praktik secara langsung). Kegiatan dievaluasi menggunakan kuesioner post test. Hasil post test menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terkait materi penyuluhan dengan nilai cukup sebanyak 4 %, baik sebanyak 23 %, dan baik sekali sebanyak 73 %. Nilai rata-rata post test yang diperoleh 93,07 dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 100. Hal ini menunjukkan bahwa penyampaian materi penyuluhan Briket Palapa tersampaikan dengan baik dan jelas. Hal ini juga didukung dengan antusiasme dan partisipasi yang sangat baik dari masyarakat.
Introducing the Term DAGUSIBU (Get, Use, Save and Dispose) Medicine at Senior High School State 6 of Ternate Ermalyanti Fiskia; Muhammad Fakhrur Rajih Hi Yusuf; Amran Nur
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i4.4131

Abstract

Technological developments are increasingly rapid, and everything can be obtained easily by using a device to process transactions, one of which is in the health sector. The increase in sales of medicines and medical equipment through e-commerce illegally and without supervision, as well as health articles from unclear sources, has led to an increase in drug use errors. To ensure the safety of medicines consumed by the public, the Indonesian Pharmacists Association introduced the DAGUSIBU movement to monitor the use and management of medicines by the community, especially in rural areas with limited health facilities. Through this movement, the team of lecturers and students from the Pharmacy Study Program, Faculty of Medicine, Khairun University, carried out service activities with the theme of socialization and education related to DAGUSIBU at Senior High School State 6 of Ternate. The activities were carried out through interactive lecture and discussion methods and were equipped with pre and post-tests. Based on the evaluation results, it can be concluded that there is an increase in knowledge of up to 80% after providing material which was previously only 30%.
Pengaruh Ekstrak Etanol Daging Buah Pala (Myristica Fragrans Houtt) Pada Histopatologi Jantung Tikus Wistar Hiperglikemik Nur, Amran; Fiskia, Ermalyanti; Hi Yusuf, Muhammad Fakhrur Rajih; A. Disi, Muhammad Zulfian; Mursin, Nita
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.517

Abstract

The heart is an organ significantly impacted by diabetes mellitus problems, as elevated free radical generation and oxidative stress from hyperglycemia activate the apoptosis and necrosis pathways in cardiac myocytes. This study aimed to ascertain the histological characteristics of the cardiac tissue in rats subjected to hyperglycemia following the administration of ethanol extract from nutmeg fruit flesh (Myristica fragrans Houtt). This study employed rice as a diabetes inducer in 25 rats, categorized into 5 treatment groups: group 1 received Na-CMC, group 2 received metformin, group 3 received a dosage of 100 mg/KgBW, group 4 received a dosage of 200 mg/KgBW, and group 5 received a dosage of 300 mg/KgBW. The detected data included alterations in body weight, blood glucose levels, organ mass, and cardiac histology. The data were evaluated employing the One-Way ANOVA test at a 95% confidence level (p<0.05). The findings indicated that all groups treated with nutmeg fruit flesh ethanol extract exhibited a substantial enhancement in the histopathology of rat hearts compared to the negative control group 0,03 (p<0.05). The administration of nutmeg fruit flesh extract can ameliorate histopathological damage to the hearts of hyperglycemic rats at doses of 100 mg/KgBW, 200 mg/KgBW, and 300 mg/KgBW, indicating that nutmeg fruit flesh may serve as a cardioprotective drug in diabetic subjects.
Deteksi Klebsiella pneumoniae Penghasil ESBL Pada Pasien Infeksi di RSUD Dr. Hi. Chasan Boesoirie Muhammad Subhan A. Sibadu; Fira Musriyati Karim; Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf
Tinctura Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i1.6761

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh mikroba disebut infeksi. Antibiotik adalah pengobatan infeksi yang paling umum dan dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik. Klebsiella pneumoniae adalah salah satu faktor penyebab penyakit infeksi. Kemampuan Klebsiella pneumoniae untuk menghasilkan enzim ESBL dapat membuat bakteri menjadi kebal dan membuatnya sulit untuk dilumpuhkan. Dalam RSUD Dr.H.Chasan Boesoerie Ternate, penelitian ini untuk mengidentifikasi keberadaan Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) pada bakteri Klebsiella pneumoniae, yang menyebabkan resistensi terhadap antibiotika golongan sefalosporin. Hasilnya menunjukkan bahwa dari 32 sampel klinis yang diuji pada antibiotika sefalosporin, 30 sampel (93.75%), cefotaxime 29 sampel (90.62%), dan ceftazidime 27 sampel (84.37%) menunjukkan resistensi tertinggi. Dalam uji produksi ESBL, 31 sampel (96.88%) menunjukkan positif ESBL pada antibiotika cefotaxime + asam klavulanat dan cefotaxime + asam klavulanat.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Telang Biru (Clitoria ternatea L.) terhadap Escherichia coli P.H, Dian Pramana; Nur, Amran; Rajih, Muhammad Fakhrur; Fiskia, Ermalyanti
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i2.8530

Abstract

Abstract. Infectious diseases are still the main cause of death in several developing countries, one of which is Indonesia. One of the bacteria that causes infections in humans is Escherichia coli . Butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) contain various secondary metabolites including alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids, and terpenoids. Flavonoids are secondary metabolites that have the potential as antibacterials. This study aims to determine the antibacterial power and optimal concentration of ethanol extract of blue butterfly pea leaves that can inhibit the growth of Escherichia coli  bacteria. The extraction method used was soxhletation with 70% ethanol solvent and antibacterial testing used the disc diffusion method with several variations in the concentration of blue butterfly pea leaf extract, namely 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%.. Amoxicillin was used as a positive control while DMSO was used for the negative control. Antibacterial activity is indicated by the diameter of the inhibition zone which is then measured and grouped according to the categories very strong, strong, moderate, and weak. Research data on 70% ethanol extract of blue butterfly pea leaves has antibacterial activity against Escherichia coli  bacteria which is included in the weak category. The optimum concentration of ethanol extract of blue butterfly pea leaves that can inhibit Escherichia coli  bacteria is at a concentration of 50% with an inhibition zone diameter of 3.33 mm. Abstrak. Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama kematian di sejumlah negara berkembang, salah satunya adalah Indonesia. Salah satu bakteri yang menyebabkan infeksi pada manusia adalah Escherichia coli. Bunga telang (Clitoria ternatea) mengandung berbagai metabolit sekunder termasuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid. Flavonoid merupakan metabolit sekunder yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya antibakteri serta konsentrasi optimal dari ekstrak etanol daun telang biru yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.. Metode ekstraksi yang digunakan secara soxhletasi dengan pelaur etanol 70% serta pengujian antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan beberapa variasi konsentrasi ekstrak daun telang biru yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Sebagai kontrol positif digunakan Amoxicillin sedangan untuk kontrol negatif digunakan DMSO. Aktivitas antibakteri ditunjukkan dengan diameter zona hambat kemudian diukur dan dikelompokkan berdasarkan kategori sangat kuat, kuat, sedang, dan lemah. Data penelitian ekstrak etanol 70% daun telang biru memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli yang termasuk dalam kategori lemah. Konsentrasi optimum ekstrak etanol daun telang biru yang mampu menghambat bakteri Escherichia coli yaitu pada konsentrasi 50% dengan diameter zona hambat sebesar 3,33 mm.
Gerakan Sehat Pesisir: Upaya Meningkatkan Pengetahuan Terapi Penyakit Tidak Menular di Kota Ternate Fiskia, Ermalyanti; Hi Yusuf, Muhammad Fakhrur Rajih; Nur, Amran; Azzahra, Rufaidah
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v8i1.1133

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada 27 Juli 2025 dengan tema “Penatalaksanaan Terapi Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat Pesisir Kota Ternate”. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Kelurahan Loto, Kecamatan Ternate Barat, terkait penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan asam urat, mengingat rendahnya literasi kesehatan dan terbatasnya fasilitas pemeriksaan gratis. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif dan sesi tanya jawab, dibantu mahasiswa dari Program Studi Farmasi, Kedokteran, dan Psikologi. Materi disampaikan melalui PowerPoint dan brosur bergambar. Sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 7,29 meningkat menjadi 8,47 pada post-test. Analisis statistik menggunakan Wilcoxon T-Test menunjukkan 11 peserta mengalami peningkatan pemahaman (positif rank), 4 peserta tidak mengalami perubahan (ties), dan tidak ada penurunan. Nilai p < 0,05 menunjukkan bahwa edukasi memberikan pengaruh signifikan terhadap pemahaman masyarakat mengenai penatalaksanaan PTM. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis komunitas dengan pendekatan interaktif efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat pesisir. Selain itu, program ini menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat dan penguatan kesehatan komunitas di Ternate Barat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN BRIKET PALAPA (CANGKANG PALA DAN BATOK KELAPA) DI KELURAHAN SULAMADAHA KOTA TERNATE Abulkhair Abdullah; Muhammad Zulfian A. Disi; Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3741-3747

Abstract

Melimpahnya keanekaragaman hayati yang dimiliki Maluku Utara tentu menjadi dampak yang baik bagi berlangsungnya kehidupan masyarakatnya. Namun, jika keanekaragaman tersebut tidak dikelola dengan bijak, maka dapat menimbulkan dampak negatif di sisi lainnya. Maluku Utara memiliki banyak komoditas ekspor yang menjanjikan, di antaranya kopra dan pala. Pala masuk dalam lima besar komoditas ekspor dan kopra menjadi komoditas ekspor terbesar di Maluku Utara. Besarnya nilai ekspor kedua komoditas tersebut menunjukkan bahwa tidak sedikit limbah keras organik yang dihasilkan per tahunnya. Jika tidak tertangani dengan baik, maka limbah tersebut akan menyebabkan masalah pencemaran lingkungan yang nantinya akan memicu munculnya masalah-masalah lainnya, salah satunya masalah kesehatan. Briket merupakan salah satu solusi untuk meminimalisir penumpukan limbah keras organik. Olehnya itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Kelurahan Sulamadaha Kota Ternate dalam memanfaatkan limbah batok kelapa dan cangkang pala menjadi briket. Tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari penentuan lokasi kegiatan, observasi lokasi kegiatan, perencanaan program, penyusunan materi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara penyuluhan (ceramah dan diskusi) dan pelatihan (praktik secara langsung). Kegiatan dievaluasi menggunakan kuesioner post test. Hasil post test menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terkait materi penyuluhan dengan nilai cukup sebanyak 4 %, baik sebanyak 23 %, dan baik sekali sebanyak 73 %. Nilai rata-rata post test yang diperoleh 93,07 dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 100. Hal ini menunjukkan bahwa penyampaian materi penyuluhan Briket Palapa tersampaikan dengan baik dan jelas. Hal ini juga didukung dengan antusiasme dan partisipasi yang sangat baik dari masyarakat.