cover
Contact Name
atnesia ajeng
Contact Email
atnesia.ajeng@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
atnesia.ajeng@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal JKFT
ISSN : 25020552     EISSN : 25802917     DOI : -
Core Subject : Health,
Naskah yang diterima dalam Jurnal kami harus ditulis dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia. Artikel yang diterbitkan di Jurnal JKFT adalah artikel berdasarkan hasil penelitian (prioritas), dan artikel ulasan ilmiah tentang jurnal JKFT sebagai wadah untuk dosen dalam publikasi dalam mengembangkan keilmuan dan kepakaran dibidang kesehatan, keperawatan dan kebidanan. Dalam menerima artikel yang akan ditinjau oleh editor dan pengulas internal, eksternal. Setiap artikel yang dimasukkan dalam jurnal JKFT akan dikirim ke bagian editor melalui proses Tinjauan Awal. Setelah itu, artikel-artikel tersebut akan dikirim ke peer reviewer untuk mendapatkan Proses Tinjauan Rekan Dua Kali Lipat.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
EFEKTIVITAS SENAM HAMIL TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PRIMIGRAVIDA : LITERATUR REVIEW Sartika Sartika
Jurnal JKFT Vol 7, No 2 (2022): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v7i2.5779

Abstract

Background: Pregnancy is a physiological process in pregnant women during the reproductive period. Changes in psychological function experienced by pregnant women, it can be a psychological problem for pregnant women and postpartum mothers, one of which is anxiety. This literature review aims to determine the effectiveness of pregnancy exercise on reducing anxiety in primigravida. Methods: descriptive analytical approach to literature review. Sources of data were obtained from the search results and selection of articles using the pubmed database, google schooler and Microsoft academic. The purpose of the article is identified to meet the following criteria:; 1) mild, moderate, and severe anxiety; 2) pregnancy exercise intervention; 3) published in the 2011-2021 range; 4) speak English and Indonesian; 5) have full text; 6) experimental study design. The total sample is 112 respondents. The analysis used a map of extracted data in a grid synthesis table including author, year of publication, country, objectives, sample size, design, type and duration of intervention, results and conclusions of the study. Results: Of the 4 articles reviewed, all studies reported that pregnancy exercise can reduce anxiety in primigravida mothers. Conclusion: pregnant exercise can significantly reduce anxiety in primigravida mothers, therefore, it is suggested to primigravida mothers to be able to do pregnancy exercise to reduce anxiety felt during pregnancy.keywords: pregnancy, anxiety, pregnancy exercise
Faktor Anak dan Faktor Ibu dengan Kejadian Stunting pada Baduta Usia 6-24 Bulan Di Kelurahan Kelapa Lima Kabupaten Merauke Papua Erni Agit Ekawati; Ema Alasiry; Andi Nilawati Usman; Satriani Satriani
Jurnal JKFT Vol 7, No 1 (2022): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v7i1.7215

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama (malnutrisi kronis) dan infeksi berulang, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yaitu anak terlalu pendek dari standar usianya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor anak dan faktor ibu dengan kejadian stunting pada baduta usia 6-24 bulan di Kelurahan Kelapa Lima.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan design penelitian Cross Sectional. Populasi dan sampel berjumlah 103 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan dari 103 baduta terdapat 25 baduta mengalami stunting. Variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah berat badan lahir (p = 0,000), panjang badan lahir (p = 0,000), dan status gizi ibu saat hamil (p = 0,000). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin (p = 0,147), dan tinggi badan ibu (p = 759).Oleh karena itu, intervensi harus difokuskan pada BB ibu sebelum konsepsi dan selama kehamilan untuk mengurangi terjadinya Kurang Energi Kronis saat hamil. Dengan mengurangi terjadinya Kurang Energi Kronis saat hamil, maka akan mengurangi resiko ibu melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah dan panjang badan lahir yang pendek.  Kata kunci:  Stunting, Baduta, Berat badan, Panjang badan, Kurang Energi Kronis
Kejadian Postpartum Blues Pada Ibu Nifas Cristin Jayanti Jayanti
Jurnal JKFT Vol 7, No 2 (2022): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v7i2.7331

Abstract

Postpartum blues merupakan suatu permasalahan akan kondisi psikologis ibu yang bersifat ringan dapat berlangsung diantara 1-14 hari setelah persalinan, puncaknya terjadi pada hari ke 3-5 setelah persalinan dengan faktor penyebab seperti usia, paritas, pendidikan, status kehamilan, dukungan suami atau keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor mempengaruhi kejadian postpartum blues pada ibu nifas di PMB Neneng Hayati. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang termasuk dalam desain deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji Chi Square. Dari hasil penelitian didapatkan hasil ada hubungan usia terhadap kejadian postpartum blues (p value 0,028 < 0,05). Tidak ada hubungan paritas terhadap kejadian postpartum blues (p value 0,361 > 0,05). Tidak ada hubungan pendidikan terhadap kejadian postpartum blues (p value 0,361 > 0,05). Ada hubungan antara status kehamilan dengan kejadian postpartum blues (p value 0,009 < 0,05). Ada hubungan dukungan suami/keluarga (p value = 0,04 p<0,05 ). Kata Kunci: Post Partum Blues, Ibu Nifas, Persalinan
Aktivitas Fisik Dan Kecemasan Dengan Gangguan Menstruasi Pada Mahasiswi Rina Wijayanti Wijayanti
Jurnal JKFT Vol 7, No 2 (2022): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v7i2.7330

Abstract

Gangguan menstruasi perlu diwaspadai karena dapat menunjukkan adanya masalah ovulasi atau kemandulan dan anemia. Adapun faktor yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan menstruasi yaitu aktivitas fisik dan tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Aktivitas Fisik dan Kecemasan dengan Gangguan Menstruasi. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Lokasi penelitian yaitu di STIKes X. Jumlah populasi sebanyak 521 responden. Sampel yang digunakan sebanyak 226 responden dengan teknik pengambilan sampel Proportional Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuesioner melalui google form. Analisis data dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswi yang memiliki aktivitas fisik yang kurang baik dengan ada gangguan menstruasi sebanyak 119 orang (52,7%). Hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai p-value= 0,004 < 0,050. Sedangkan, mahasiswi yang memiliki kecemasan berat dengan ada gangguan menstruasi sebanyak 106 orang (46,9%), diperoleh nilai p-value = 0,000 < 0,005. Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kecemasan dengan gangguan menstruasi pada mahasiswi X. Diharapkan kepada mahasiswi untuk menerapkan pola hidup sehat yaitu meningkatkan aktivitas fisik secara aktif dan rutin yang dapat meningkatkan kesehatan organ reproduksi misalnya dengan melakukan olahraga lari serta mengurangi kecemasan dengan melakukan senam yoga sehingga dapat mengurangi gangguan menstruasi. Kata Kunci: Gangguan Menstruasi Aktivitas Fisik Kecemasan
OPTIMALISASI SUPERVISI BERJENJANG SECARA SISTEMATIS DAN TERSTRUKTUR DI RUMAH SAKIT X Alpan Habibi; Enie Novieastari; Aat Yatnikasari; Hanny Handiyani
Jurnal JKFT Vol 7, No 2 (2022): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v7i2.7560

Abstract

 AbstrakSupervisi merupakan fungsi manajemen pengarahan yang perlu dilakukan oleh perawat manajer secara terstruktur dan sistematis. Supervisi adalah aktivitas dari fungsi pengarahan yang memerlukan perencanaan seperti pembuatan jadwal yang tersusun secara terstruktur, agar dapat diimplementasikan dengan baik dan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan secara tepat serta profesional. Tujuan penelitian ini untuk mendorong optimalisasi kegiatan supervisi berjenjang secara lebih sistematis dan terstruktur. Metode yang digunakan adalah pilot study dengan pendekatan program inovasi dan problem solving. Pengumpulan data dilakukan dari bagian Substansi Pelayanan Keperawatan, kepala ruangan, Clinical Instructor (CI), Primary Nurse (PN), dan Perawat Asosiet (PA) dengan teknik  dengan wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tahap identifikasi masalah, perlu peningkatan dalam pelaksanaan supervisi keperawatan berjenjang; 2) tahap pelaksanaan, perlu adanya pengembangan panduan, Standar Prosedur Operasional (SPO), dan format penilaian, pembuatan jadwal, sosialisasi, dan uji coba pelaksanaan supervisi keperawatan berjenjang; 3) tahap evaluasi, perlu pendampingan, monitoring evaluasi, dan penyebaran kuesioner terkait pelaksanaan uji coba supervisi keperawatan berjenjang. Simpulan, optimalisasi pelaksanaan supervisi keperawatan berjenjang perlu adanya kebijakan dan dukungan dari pihak manajemen rumah sakit dan manajer keperawatan yang ada di RS X. Diharapkan agar hasil dari kegiatan supervisi keperawatan berjenjang yang belum optimal dapat ditindak lanjuti dengan program Pengembangan Profesional Berkelanjutan. Kata kunci: Supervisi Berjenjang, Sistematis, Terstruktur, Perawat
Slow Deep Breathing Berpengaruh Pada Penurunan Tekanan Darah Lansia Dengan Hipertensi (Literature Review) Hera Hastuti
Jurnal JKFT Vol 7, No 2 (2022): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v7i2.7363

Abstract

Hipertensi merupakan kelompok penyakit tidak menular yang banyak diderita oleh masyarakat dunia khususnya di Indonesia. Hipertensi juga disebut sebagai penyebab utama terjadinya penyakit kardiovaskuler yang menyebabkan tingginya angka kematian. Upaya penanganan hipertensi dengan cara non farmakologi salah satunya dengan teknik  slow deep breathing untuk  menurunkan tekanan darah systole dan diastole dengan memodifikasi naik turunnya saraf simpatis dan parasimpatis.  Tujuan literature review ini dibuat untuk mengetahui pengaruh teknik slow deep breathing terhadap penurunan tekanan darah lansia dengan hipertensi. Metode literature review menggunakan tiga database (Pubmed, Google scholar dan Science direct) dan dianalisa menggunakan strategi PICOT.  Jurnal yang digunakan dengan desain penelitian Quasy Experiment dan pre-Experiment yang dipublikasikan antara tahun 2018-2022. Berdasarkan 7 jurnal yang telah di review bahwa slow deep breathing berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah lansia dengan hipertensi dengan rata-rata penurunan tekanan darah systole 15,57 dan tekanan darah diastole adalah 7.96 mmHg. Diharapkan perawat mampu memberikan peranan penting dalam menggunakan terapi non farmakologis slow deep breathing untuk menurunkan tekanan darah lansia dengan hipertensi.
PENGETAHUAN IBU MENGENAI MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MPASI) DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI POSYANDU MELATI IV KOTA TANGERANG Sarah - Rahmania; Alpan - Habibi; Lilis Rayatin
Jurnal JKFT Vol 7, No 2 (2022): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v7i2.7014

Abstract

Masalah status gizi pada Anak Usia di Bawah Dua Tahun (BADUTA) merupakan salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang. Masalah gizi pada BADUTA dipengaruhi oleh salah satu faktor yaitu kurangnya pengetahuan ibu mengenai MPASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu mengenai MPASI dengan status gizi anak usia 6-24 bulan di Posyandu Melati IV, Kota Tangerang. Metode penelitian ini yaitu analitik observasional dengan pendeketan Cross-Sectional. Pengumpulan data ini menggunakan kuesioner dan pengukuran secara langsung berdasarkan berat badan dan panjang badan. Teknik pengambilan sampel total sampling yaitu ibu beserta anak usia 6-24 bulan berjumlah 56 responden. Teknik analisa data yang digunakan Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar  53,6% ibu berpengetahuan baik dan sebagian besar 73,2% status gizi anak normal. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu mengenai MPASI dengan status gizi anak usia 6-24 bulan di Posyandu Melati IV, Kota Tangerang dengan P value 0,011 (<0,05). Diharapkan kader Posyandu dapat memberikan informasi kepada ibu tentang pentingnya pemberian MPASI pada umur yang tepat dan mensosialisasikan cara pembuatan MPASI secara audiovisual sesuai kebutuhan gizi yang sesuai usia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HAEMORAGIK POST PARTUM PADA IBU BERSALIN DI RSUD CIBINONG Muninggar Muninggar Muninggar; Imella Annisah Annisah; Dina Raidanti Raidanti; wahidin wahidin wahidin
Jurnal JKFT Vol 8, No 1 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i1.8915

Abstract

  ABSTRAKHaemoragik post partum merupakan salah satu penyebab kematian ibu dan menjadi masalah kesehatan dengan prioritas khusus. Haemoragik post partum adalah hilangnya darah lebih dari 500 ml dalam 24 jam pertama setelah lahirnya bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Haemoragik Post Partum pada ibu bersalin di RSUD Cibinong Tahun 2023. Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional, pengolahan dan analisis data univariat bivariat dilakukan dengan bantuan computer sampel sebanyak 95 orang. Hasil Penelitian menunjukan bahwa dari 95 orang ibu 80,0% nya mengalami haemoragik post partum dan hanya 20,0% saja yang tidak mengalami haemoragik post partum, 67,4% terjadi pada usia 20 tahun – 35 tahun, Hasil analisa bivariat (alfa = 0,05) diperoleh hasil, umur {p-value = 0,071, paritas {p-value = 0,044 OR = 3,322 (95% CI = 1,138  - 9,696) anemia {p-value = 0,019 OR = 3,932 (95% CI = 1,342 – 11,525) jarak kelahiran {p-value = 0,033 OR = 4,317 (95% CI = 1,161 – 16,056) atonia uteri {p-value = 0,009 OR = 4,538 (95% CI = 1,479 – 13,923) sisa plasenta {p-value = 0,26 OR = 3,714 (95% CI = 1,269 – 10,869) laserasi jalan lahir {p-value = 0,31 OR = 3,497 (95% CI = 1,226 – 9,972. Kesimpulan dan Saran : kejadian haemoragik post partum di RSUD Cibinong mayoritas dipengaruhi oleh paritas, anemia, jarak kelahiran, atonia uteri, sisa plasenta dan laserasi jalan lahir. Pembinaan oleh petugas kesehatan pada ibu dengan usia reproduksi sehat, audit maternal dan anamnesa lengkap harus terus dilakukan untuk menekan kejadian perdarahan pasca persalinanAbstraksPostpartum hemorrhagic is one of the causes of maternal death and is a health problem with special priority. Post partum hemorrhagic is the loss of blood of more than 500 ml in the first 24 hours after the birth of the baby. This study aims to determine the factors associated with Post Partum Haemorrhagic events in mothers giving birth at Cibinong Hospital in 2023. The research used an analytical method with a cross sectional approach, processing and analysis of univariate bivariate data was carried out with the help of a computer for a sample of 95 people. The results of the study showed that out of 95 mothers, 80.0% had postpartum hemorrhage and only 20.0% did not experience postpartum hemorrhage, 67.4% occurred at the age of 20 years - 35 years. Results of bivariate analysis (alpha = 0.05) results, age {p-value = 0.071, parity {p-value = 0.044 OR = 3.322 (95% CI = 1.138 - 9.696) anemia {p-value = 0.019 OR = 3.932 (95% CI = 1.342) – 11.525) birth spacing {p-value = 0.033 OR = 4.317 (95% CI = 1.161 – 16.056) uterine atony {p-value = 0.009 OR = 4.538 (95% CI = 1.479 – 13.923) residual placenta {p-value = 0.26 OR = 3.714 (95% CI = 1.269 – 10.869) lacerations of the birth canal {p-value = 0.31 OR = 3.497 (95% CI = 1.226 – 9.972). Conclusions and suggestions: the majority of post partum hemorrhagic events in Cibinong Hospital influenced by parity, anemia, birth spacing, uterine atony, retained placenta and lacerations of the birth canal.Construction by health workers for women of healthy reproductive age, maternal audit and complete anamnesis must continue to be carried out to reduce the incidence of postpartum hemorrhage.   
Karakteristik Faktor Kejadian Abortus Leni Suhartini
Jurnal JKFT Vol 8, No 1 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i1.8309

Abstract

Abortus ditandai dengan perdarahan pada kehamilan trimester pertama. Perhatian dan penanganan yang serius dan berkesinambungan perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi wanita Indonesia yang pada akhirnya dapat berkontribusi untuk menurunkan angka kematian ibu di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara umur, paritas, riwayat abortus sebelumnya dan penyakit penyerta dengan kejadian abortus. Metode penelitian yang digunakan yaitu cross sectional, tempat penelitian di RSPAD Gatot Soebroto tahun 2021-2022. Sampel penelitian sebanyak 58 orang. Data dikumpulkan melalui rekam medis, kemudian dilakukan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square p value 0,05. Hasil penelitian diperoleh kasus abortus imminens sebanyak 28 orang (48,3%), dan kasus abortus inkomplit dialami oleh 30 orang (51,7%). Berdasarkan umur terdapat 38 orang (65,5%) berumur kurang dari 35 tahun dan 20 orang (34,5%) berumur lebih dari 36 tahun. Dari riwayat kehamilan terdapat 17 orang (29,3%) primigravida, 27orang (46,6%) multigravida dan 14 orang (24,1%) grandemultigravida. Berdasarkan riwayat abortus sebelumnya mayoritas (75,9%) tidak pernah mengalami abortus. Bila dilihat dari penyakit penyerta ada 52 orang (89,7%) tidak mempunyai penyakit penyerta, dan masing-masing 1 orang (1,7%) mempunyai riwayat Hepatitis B, HIV, Covid-19, anhidramnion, CKD dan BSC 2x. Tidak ada hubungan antara umur, paritas, riwayat abortus sebelumnya, dan penyakit penyerta dengan kejadian abortus (p value 0,932, 0,048, 0,165, 0, 228. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebagai upaya edukasi persiapan kehamilan sehat dan pencegahan abortus pada kehamilan selanjutnya. 
Determinan Premenstrual Syndrome Di Masa Pandemi Covid-19 Mutmainna Kamaruddin; Nasrayanti Nurdin; Sunarti Surnati
Jurnal JKFT Vol 8, No 1 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i1.8636

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan masalah kesehatan umum yang paling banyak dilaporkan oleh wanita usia reproduktif. Kejadian PMS di Indonesia bermacammacam, tergantung pada situasimya sendiri diberbagai daerah maupun provinsi juga mengalami peningkatan. Selama pandemi Covid-19 aktivitas fisik masyarakat yang rendah memiliki presentase 39,62%, presentase aktivitas fisik sedang 29,75% serta presentase aktivitas fisik aktif 30,63%. sehingga kebanyakan aktivitas dilakukan di dalamrumah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pola makan berubah saat pandemi Covid-19. Pola makan yang tidak teratur menyebabkan sindrom pramenstruasi. Tujuan sari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan kecemasan bidan dengan premenstrual syndrome dimasa pandemi covid-19 di UPT RSUD Lamaddukelleng. Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study. Penelitian mulai dilakukan pada bulan Maret-April 2022 dengan sampel bidan di UPT RSUD Lamaddukelleng Sengkang Wajo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik stratified total sampling melalui uji Chi Square Tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara premenstrual syndrome (PMS) dengan aktivitas fisik dan ada hubungan premenstrual syndrome (PMS) dengan kecemasan.