cover
Contact Name
Jurnal Jalabahasa
Contact Email
jalabahasa.bbjt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
emmamaemunah69@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan
ISSN : 18584969     EISSN : 26156032     DOI : -
Core Subject : Education,
JALABAHASA adalah jurnal yang menjadi media publikasi hasil-hasil penelitian bidang bahasa, penerjemahan, dan pengajaran bahasa yang bukan penelitian tindakan kelas (non-PTK). JALABAHASA terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Mei dan November. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bebestari.
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
HALAMAN DEPAN (PREFACE) BBJT, BBJT
JALABAHASA Vol 14, No 2 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i2.630

Abstract

TINDAK TUTUR KESANTUNAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (THE SPEECH ACT OF STUDENTS POLITENESS IN LEARNING BAHASA INDONESIA) Novianti, Rizky; Inderasari, Elen
JALABAHASA Vol 16, No 1 (2020): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v16i1.378

Abstract

Artikel ini memaparkan kesantunan berbahasa dan faktor yang memengaruhi kesantunan berbahasa siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Sragen. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan prinsip kesantunan berbahasa dan faktor pendukung terjadinya kesantunan itu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan pendekatan pragmatik. Berdasarkan hasil analisis ditemukan prinsip kesantunan berbahasa yang meliputi maksim kearifan, kedermawanan, pujian, kerendahhatian, kesepakatan, dan kesimpatian. Kemudian, faktor pendukung terjadinya kesantunan adalah faktor internal yang meliputi tempat dan suasana, peserta tutur, tujuan tutur, dan sarana tutur. This article describes the politeness of language and the factors that influence the politeness of students of Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Sragen. The purpose of this study is to describe the principle of politeness in language and the supporting factors of politeness in learning Indonesian. This qualitative descriptive study uses a pragmatic approach. Through this analysis found the principle of politeness of language which includes maxim of wisdom, generosity, praise, humility, agreement, and sympathy. Then, the supporting factors for politeness are internal factors which include place and atmosphere, speech participants, speech objectives, and speech facilities.
LEKSIKOSTATISTIK BAHASA BUGIS DAN BAHASA TORAJA (LEXICOSTATISTIC OF BUGIS LANGUAGE AND TORAJA LANGUAGE) Mayangsari, Dewi
JALABAHASA Vol 16, No 1 (2020): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v16i1.471

Abstract

Penelitian ini bertujuan menunjukkan waktu pisah dari bahasa proto antara bahasa Bugis dan bahasa Toraja. Pengumpulan data dilakukan dengan metode padan referensial. Analisis data dilakukan dengan metode leksikostatistik. Adapun metode penyajian hasil menggunakan metode informal dan formal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Bugis dan bahasa Toraja memiliki persentase 53% kekerabatan. Berdasarkan perhitungan leksikostatistik, dari 200 kosakata dasar Swadesh pada bahasa Bugis dan bahasa Toraja, ditemukan 101 kosakata kerabat dan 90 nonkerabat. Simpulan penelitian ini adalah bahwa bahasa Bugis dan bahasa Toraja berkerabat serta termasuk dalam tingkatan keluarga bahasa. This study aims to investigates the presumed time of language separation of proto languages, namely Bugis and Toraja languages. The methods applied in this study covers both data collecting method, namely a referential equivalent method, and data analysing method, namely a lexicostatistic method. Moreover, the results of the analysis are presented in both formal and informal methods. The study reveals that Bugis and Toraja languages have a 53% of kinship percentage. Based on lexicostatistic calculations, from 200 Swadesh basic vocabularies in Bugis and Toraja languages there were found 101 relatives and 90 non-relatives. The conclusions of this study are that Bugis and Toraja languages are related and belong to the language family level.
HALAMAN DEPAN (PREFACE) BBJT, BBJT
JALABAHASA Vol 15, No 1 (2019): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v15i1.631

Abstract

FITUR-FITUR TUTURAN EMMA WATSON DALAM WAWANCARA (THE FEATURES OF SPEECH OF EMMA WATSON IN INTERVIEW[S]) Ascalonicawati, Adinda Prasty
JALABAHASA Vol 16, No 1 (2020): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v16i1.401

Abstract

Perempuan memiliki karakteristik tersendiri saat berbicara. Fitur-fitur tuturan perempuan memungkinkan mereka menggunakan bahasa dengan fungsi yang berbeda, yaitu melemahkan maupun menguatkan tuturan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fitur-fitur tuturan perempuan yang digunakan dalam wawancara oleh Emma Watson dengan menerapkan teori Lakoff (1975). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-kuantitatif. Metode kualitatif untuk menjabarkan fitur-fitur tuturan perempuan yang ditemukan dalam penelitian ini. Sementara itu, metode kuantitatif untuk mengidentifikasi frekuensi penggunaan fitur tuturan yang paling sering digunakan oleh Emma Watson dalam wawancara. Ditemukan ada sembilan fitur tuturan perempuan dalam penelitian ini, yaitu lexical hedges, tag questions, rising intonation on declaratives, empty adjectives, intensifiers, hypercorrect grammar, super polite forms, avoidance of strong swear words, dan emphatic stress. Fitur tuturan yang paling sering digunakan dalam penelitian ini adalah lexical hedges. Women have their own characteristics when they were speaking compared with men. Women?s speech feature made them possible to use language with different functions, such as hedging and boosting utterances. This research aimed to identify women?s speech feature used in the interview by Emma Watson by applying the theory from Lakoff (1975). Method used in this research is qualitative-quantitative. Qualitative method is used to explain women?s speech feature found in this research. While, quantitative method is used to identify the frequency of speech feature used the most by Emma Watson in the interview. There are 9 women?s speech features in this research, such as lexical hedges, tag questions, rising intonation on declaratives, empty adjectives, intensifiers, hypercorrect grammar, super polite forms, avoidance of strong swear words, and emphatic stress. Women?s speech feature used the most in this research is lexical hedges.
KAJIAN SEMANTIK JENIS-JENIS METAFORA DALAM POSTER DEMONSTRASI TOLAK RUU 2019 (SEMANTICAL STUDY OF METAPHORS TYPES REFLECTED IN RUU 2019 REJECTION DEMONSTRATION POSTERS) Mufti, Afrizal; Yulianto, Agus; Hasanah, Dian Uswatun
JALABAHASA Vol 16, No 1 (2020): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v16i1.532

Abstract

Gelombang demonstrasi penolakan RUU oleh mahasiswa menjadi tragedi demonstrasi terbesar pada 2019. Sebagaimana demonstrasi pada umumnya, penyampaian aspirasi sejumlah mahasiswa menggunakan poster bertuliskan kalimat-kalimat unik, lucu, bahkan aneh. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengetahui jenis-jenis metafora dalam penulisan poster demonstrasi tolak RUU 2019. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode simak dan teknik catat yang diperoleh dari poster demonstrasi atau melalui media sosial whatsapp dan instagram. Data penelitian ini kemudian dianalisis dengan teknik kualitatif berdasarkan kumpulan kata-kata dari poster para demonstran. Hasil analisis menunjukkan dari enam belas data poster, penulis memperoleh enam jenis metafora, yaitu lima metafora bercitra konkret ke abstrak, dua metafora bercitra sinestesia, dua metafora bercitra predikatif, dua metafora bercitra nominatif, tiga metafora bercitra abstrak ke konkret, dan dua metafora bercitra antropomorfik. A wave of student rejection bills became the biggest demonstration tragedy in 2019. As a demonstration in general, the delivery of the aspirations of a number of students using posters bearing unique, funny, even strange sentences. This research aims to analyze and find out the types of metaphors in poster demonstration rejecting the RUU 2019. It was a qualitative descriptive research that used observe and take note methods obtained from demonstration posters or through social media whatsapp and instagram. Then, the research data was analyzed using qualitative techniques based on a collection of words from the demonstrators' posters. The analysis showed that from the sixteen poster data, the writer obtained six types of metaphors, those were five concrete-to-abstract metaphors, two synesthesia-based metaphors, two predicate-imagined metaphors, two nominative-imaging metaphors, three abstract-to-concrete-based metaphors, and two anthropomorphic-imaging metaphors.