cover
Contact Name
Jurnal Jalabahasa
Contact Email
jalabahasa.bbjt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
emmamaemunah69@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan
ISSN : 18584969     EISSN : 26156032     DOI : -
Core Subject : Education,
JALABAHASA adalah jurnal yang menjadi media publikasi hasil-hasil penelitian bidang bahasa, penerjemahan, dan pengajaran bahasa yang bukan penelitian tindakan kelas (non-PTK). JALABAHASA terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Mei dan November. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bebestari.
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
Perubahan Makna Kata Tengah dalam Hikayat Aceh (1625); Hikayat Siak (1855); dan Belahan Jiwa (2012) (The Change Oof Word Meaning “Tengah” In Hikayat Aceh (1625); Hikayat Siak (1855); And Belahan Jiwa (2012)) Pungkysari, Rissa Yulia
JALABAHASA Vol 14, No 2 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i2.223

Abstract

Ibarat makhluk hidup, bahasa mengalami perkembangan yang secara otomatis menghasilkan suatu perubahan. Perubahan dalam bahasa dapat meliputi perubahan dari segi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Penelitian ini membahas perubahan dari segi semantik kata tengah dalam tiga karya sastra yang berbeda periode, yaitu Hikayat Aceh (1625) dari abad ke17, Hikayat Siak (1855) dari abad ke-19, dan Belahan Jiwa (2012) dari abad ke-21. Kalimatkalimat yang mengandung kata tengah dalam ketiga karya sastra diiventarisasi dan dianalisis menggunakan teori Cruse (2000) tentang semantik leksikal dan semantik gramatikal. Berdasarkan hasil analisis, penulis mengidentifikasi lima definisi makna kata tengah dalam karya sastra Hikayat Aceh (1625), Hikayat Siak (1855), dan Belahan Jiwa (2012). Lima definisi makna yang ditemukan meliputi tempat di antara dua tepi, sela/antara, paruh/perdua, sedang, dan sekitar; kira-kira; kurang lebih. Perubahan yang tampak pada pemaknaan kata tengah adalah eliminasi kata tengah yang bermakna sekitar; kira-kira; kurang lebih dalam bahasa Indonesia yang digunakan saat ini.Just like living things, language developes which is automatically produces a change. The changes of language may include the changes in terms of phonology, morphology, syntax, and semantics. This study discusses the semantic changes of the word tengah in three different period of literary works, namely Hikayat Aceh (1625) from the 17th century, Hikayat Siak (1855) from the 19th century, and the Hemisphere (2012) from the 21st century. Sentences which contain the word tengah in all three literary works are collected and analyzed using Cruse's (2000) theory of lexical semantics and grammatical semantics. Based on the results of the analysis, the authors identified five definitions of the meanings of the word tengah in the Hikayat Aceh literature (1625), Hikayat Siak (1855), and Belahan Jiwa (2012). The five definitions of meaning found include tempat di antara dua tepi, sela/antara, paruh/perdua, sedang, and sekitar; kira-kira; kurang lebih. The changes appear in the definition of the word tengah was the elimination of the word tengah which means sekitar; kira-kira; kurang lebih. 
Penerapan Metode Cooperative Learning Model Student Teams Achievement Division (Stad) untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Paragraf Berhuruf Jawa Siswa Kelas VII E SMPN 1 Tasikmadu Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 (The Application of Cooperative Learning Method of Student Team Achievement Division (Stad) Model to Increase the Comprehensive Reading Skill in Javanese Letter Paragraph for Class VII E Students Of SMPN 1 Tasikmadu Even Semester Academic Year 2016/2017) Jatmiko, Teguh
JALABAHASA Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i2.46

Abstract

Penelitian ini mengkaji apakah metode cooperative learning model Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman paragraf berhuruf Jawa pada siswa kelas VII E SMP Negeri 1 Tasikmadu semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian yaitu mengetahui cara memperbaiki proses belajar mengajar sehingga tercapai keberhasilan dalam proses dan hasil yang maksimal. Tujuan lainnya yaitu mendeskripsikan subjek penelitian sebelum diberikan perlakuan tindakan, pada waktu diberikan perlakuan tindakan, dan setelah hasil perlakuan tindakan. Desain penelitian ini adalah berupa siklus-siklus tindakan atau tahapan. Setiap tahapan saling terkait dan berkelanjutan. Tindakan yang diberikan berupa penerapan Metode Cooperative Learning Model Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi membaca pemahaman paragraf berhuruf Jawa. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa Metode Cooperative Learning Model Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi membaca pemahaman paragraf berhuruf Jawa dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan dan hasil belajar siswa kelas VII E SMPN 1 Tasikmadu Kabupaten Karanganyar Semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya prosentase ketuntasan belajar: 18,75%, pada prasiklus, 46,88% pada siklus I, dan 96,87% pada siklus II. Serta adanya peningkataan nilai rata-rata pada tiap siklus, yaitu 64,06 pada nilai prasiklus, 73,90 pada nilai siklus I, dan 92,81 pada nilai siklus II. The Problem Formula of this research is, Can be applying cooperative learning method is Students teams achievement division (STAD) model increase to comprehensive reading skill in Javanese letter paragraf for class VII E students of SMP N 1 Tasikmadu even semester in academic year 2016/2017. The type of This Research is class action research. Them aim of this reseach is to know how to repaire the process of teaching and learning to get the maximal result. This research is also used to describe the research subject before given streatment, and after the treatment. The designe of this research consists of action cycles or steps. From cycles to cycles are integrated and continuitas. The action treatments are about the applying of cooperative learning method ing students teams achievement division (STAD) model in comprehensive reading of javanese letter paragraph. Based on the analysis result, can be concluded that Cooperative Learning Method Student Teams Achievement Division ( STAD) Model increase to compehensive reading of Javanese letter paragraph. can be used skilled to increase and result of learning class VII E student of SMPN 1 Tasikmadu Karanganyar regency even Semester in academic year 2016/2017. It is shown by the increasing of the learning passinggrade procentage : 18.75%, in precycle , 46.88% in the first cycle and 96.87% in the second cycle. And it is also shown by the increasing of the everage value in every cycle. They are : 64.06 in precycle, 73.90 in the fi rst cycle and 92.81 in the second cycle.
PROSES MORFOLOGIS BAHASA ALAY (MORPHOLOGICAL PROCESSES OF ALAY LANGUAGE) Khristiyanti, Dian
JALABAHASA Vol 12, No 2 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i2.248

Abstract

Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi yang bersifat arbitrer. Komunitas alay atau anak layangan menggunakan bahasa alay untuk berkomunikasi di kalangan mereka. Kosakata alay berasal dari bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang mereka modi? kasi sehingga terbentuklah kata baru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan kata bahasa alay. Berdasarkan hasil penelitian, proses morfologis pada bahasa alay adalah singkatan dan akronim, perubahan sebagian vokal dan konsonan, pembalikan susunan fonem, dan pengacuan makna.ABSTRACT Language is a tool for communicating. A language is arbitrary. Alay community using alay language to communicate among them. Alay vocabulary derived from Indonesian and English that they were modi? ed, forming new words. This research uses descriptive method and aims to determine the process of word formation Alay language. Based on the results of the study, morphological processes in language Alay are abbreviations and acronyms, changes in some vowels and consonants, the reversal of the arrangement of phonemes, and that the reference meaning.  
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS REPORT MELALUI WRITING PROCESS PADA SISWA KELAS IX-G SMP NEGERI 1 PATI (ENHANCING STUDENTS’ ABILITY TO WRITE A REPORT TEXT THROUGH WRITING PROCESS IN CLASS IX-G SMP NEGERI 1 PATI) Rusmi, Rusmi
JALABAHASA Vol 12, No 1 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i1.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran menulis dan kemampuan menulis teks report pada siswa kelas IX-G SMP Negeri 1 Pati melalui writing process. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus melalui writing process yang terdiri atas 5 tahapan proses menulis, yaitu: pre-writing, drafting, revising, editing dan publishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran menulis teks report melalui writing process mengalami peningkatan rata-rata skor dari 1,88 pada siklus I menjadi 2,70 pada siklus II. Sementara itu, hasil belajar menulis teks report menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 71,96 pada kondisi awal menjadi 75,00 pada siklus I dan 81,07 pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dan kemampuan menulis teks report melalui writing process pada siswa kelas IX-G SMP Negeri 1 Pati meningkat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran melalui writing process dapat berjalan efektif dengan kategori B (baik) dan kemampuan menulis teks report pada siswa kelas IX-G SMP Negeri 1 Pati dapat ditingkatkan melalui writing process.  This study aims to improve the learning process of writing and the ability to write a report text in class IX-G SMP Negeri 1 Pati through writing process. The study was conducted in two cycles through the writing process which consists of 5 stages of the writing process, namely: pre-writing, drafting, revising, editing and publishing. The observation of the learning process showed that the process of learning to write report text through writing process increased with an average score of 1.88 in the ? rst cycle to 2.70 in the second cycle. While the learning outcomes in learning to write a report text showed an increasing in the average value of 71.96 in the initial conditions into 75.00 in the ? rst cycle and 81.07 in the second cycle. It showed that the learning process and writing skills through the writing process of report text in class IX-G SMP Negeri 1 Pati increased. Based on these results, it was concluded that the learning process through the writing process could run effectively with the category B (good) and the ability to write a report text in class IX-G SMP Negeri 1 Pati could be enhanced through writing process.
Pengembangan Prototipe Bahan Ajar Mata Kuliah Menyimak Berbasis Audiovisual (Prototype Development of Teaching Materials Listening to Audio-Visual Based) Wijayanti, Asri; Dianastiti, Firstya Evi
JALABAHASA Vol 15, No 2 (2019): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v15i2.395

Abstract

Kebutuhan bahan ajar menyimak yang dilengkapi dengan latihan dan tugas menjadi hal penting untuk mendukung kemampuan menyimak. Penelitian ini bertujuan menjelaskan kebutuhan bahan ajar menyimak berjenis audiovisual dan penyusunan prototipenya bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Data penelitian ini adalah bahan ajar dan desain prototipe bahan ajar menyimak yang dikumpulkan dengan metode angket. Penelitian ini berjenis research and development, yaitu mengembangkan bahan ajar berjenis audiovisual pada mata kuliah menyimak. Analisis data menggunakan teknik analisis dokumen sehingga diperoleh model prototipe bahan ajar yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan bahan ajar yang dilengkapi dengan tugas dan latihan. Agar memiliki pengalaman menyimak langsung, dibutuhkan bahan ajar berjenis audiovisual. Pada aspek penyajian, mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang mencantumkan tujuan pembelajaran secara runtut. Pada aspek keterbacaan, mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang ditulis dengan kalimat efektif berupa kalimat tunggal. Mahasiswa membutuhkan buku dengan sampul berwarna cerah dan mencolok agar membangkitkan semangat belajar. The needs of teaching materials that are equipped with exercises and tasks are important to support listening skills. This research aims to explains the important of listening teaching materials audiovisual type and compiles the prototype for students in Indonesian Language and Literature Education. The data are the important of the teaching materials and the prototype design using questionaire methods. This is a research and development type, which is developing audiovisual type teaching materials on the courses of the listening subjects. Data analysis used document analysis techniques so that the prototype model of the proper teaching materials is obtained. This research indicates that teaching materials that are equipped with assignments and exercises is required. In order to have direct listening experience, audiovisual type teaching materials are needed. In the aspect of presentation, students need teaching materials that include learning objectives by coherently presented. In the aspect of readability, students need teaching materials written in effective sentences with a single sentence. Students need books with brightly colored and conspicuous covers to arouse learning enthusiasm.
Alih Kode dan Campur Kode dalam Kegiatan Pembelajaran di SMP Perbatasan Cirebon-Kuningan (The Switched Code and Mixed Code in the Learning Activities of High School in the Border of Cirebon-Kuningan) Nurpadillah, Veni
JALABAHASA Vol 14, No 1 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i1.161

Abstract

Alih kode dan campur kode juga dibutuhkan guru dan siswa dalam interaksi kegiatan pembelajaran. Tanpa alih kode dan campur kode yang baik, pembelajaran tidak akan berlangsung dengan efektif. Alih kode dan campur kode sering dilakukan oleh dwibahasawan dan multibahasawan. Salah satu daerah yang memiliki dwibahasawan dan multibahasa adalah daerah perbatasan Cirebon Kuningan. Masyarakat di Kota Cirebon menggunakan dua bahasa, salah satunya menggunakan bahasa Jawa Cirebon karena berbatasan dengan Jawa Tengah, ada juga masyarakat Cirebon yang menggunakan bahasa Sunda khususnya pada masyarakat yang tinggal diperbatasan Cirebon Kuningan. Peneliti tertarik meneliti alih kode dan campur kode guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran di SMP perbatasan Cirebon Kuningan dengan mengambil data di kelas VII SMP dan MTS dalam kegiatan pembelajaran. Peneliti mengambil data pada kelas VII karena siswa pada masa ini sedang mengalami masa transisi (peralihan) dengan mengambil data di tiga sekolah yang berada tepat di daerah perbatasan Cirebon Kuningan. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Wujud pilihan kode dianalisis menggunakan teknik baca markah dan teknik ganti. Berdasarkan hasil analisis data, wujud pemilihan kode dalam dalam kegiatan pembelajaran di SMP perbatasan Cirebon Kuningan berupa alih kode dan campur kode.Kata Kunci    :  Sosiolinguistik, wujud pemilihan kode tutur, alih kode, dan campur kode.
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berwawasan Literasi Baru di Perguruan Tinggi dalam Menjawab Tantangan Era Revolusi Industri 4.0 Ibda, Hamidulloh
JALABAHASA Vol 15, No 1 (2019): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v15i1.227

Abstract

ABSTRAK Artikel ini membahas pembelajaran Bahasa Indonesia berwawasan literasi baru di perguruan tinggi dalam menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0. Tantangan era ini sangat kompleks yang mengharuskan perguruan tinggi mengimplementasikan literasi baru (literasi data, literasi teknologi, literasi manusia) yang menjadi pelengkap literasi lama (membaca, menulis, berhitung). Artikel menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran Bahasa Indonesia berwawasan literasi baru. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi berwawasan literasi baru sangat strategis menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0. Implementasi literasi bisa dilakukan dengan penguatan literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Selain meningkatkan pemahaman mahasiswa pada materi kebahasaan, literasi baru meningkatkan keterampilan menulis dan berbicara berbasis data dan teknologi. Literasi baru menjadi ruh mahasiswa dalam menulis karya jurnalistik, karya ilmiah, dan karya sastra. Implementasi literasi baru sangat ditentukan dosen Bahasa Indonesia yang harus memiliki kompetensi digital, menciptakan pembelajaran kreatif dan berpikir kritis, serta berbasis online.Kata Kunci: Bahasa Indonesia, Literasi Baru, Perguruan Tinggi, Revolusi Industri 4.0 ABSTRACTThis article discusses the learning of new literacy-oriented Indonesian Language in universities in answering the challenges of the fourth industrial revolution era. The challenge of this era is very complex which requires universities to implement new literacy (data literacy, technology literacy, human literacy) which complement old literacy (reading, writing, counting). The article uses a descriptive qualitative approach with this literature study method aimed at describing new literacy-oriented Indonesian language learning. The results of the study show that Indonesian language learning in new literacy-oriented universities is very strategic in responding to the challenges of the fourth industrial revolution. Literacy implementation can be done by strengthening data literacy, technology literacy, and human literacy. In addition to improving students? understanding of linguistic material, new literacy improves data and technology-based writing and speaking skills. Literacy has only become the spirit of students in writing journalistic works, scientific works, and literary works. The implementation of new literacy is very much determined by Indonesian language lecturers who must have digital competence, create creative learning and critical thinking, and online-based.Keyword: Indonesian Language, New Literacy, University, Fourth Industrial Revolution.
Kata Bermakna Membesar dalam Bahasa Jawa (The Meaning Words of Enlarge in Javanese) Sutarsih, Sutarsih
JALABAHASA Vol 13, No 2 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i2.93

Abstract

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah yang berfungsi sebagai bahasa pergaulan masyarakat Jawa. Dalam kosakata bahasa Jawa ada beberapa kata yang memiliki makna membesar. Kata bermakna membesar tersebut mengacu pada kata tertentu. Kata tersebut berkaitan dengan manusia dan bukan manusia. Kata bermakna membesar dapat dilihat berdasarkan medan makna. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana cara melihat medan makna membesar dalam bahasa Jawa. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah menentukan cara melihat medan makna kata membesar dalam bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, medan makna membesar dapat dilihat dari objek, letak, sebab, akibat, dan kuantitas. Setiap kata bermakna membesar berbeda peruntukannya.Javanese is one of the regional languages that function as a lingua franca of Javanese society. In the vocabulary of the Javanese, there are some words which mean ?enlarge?. The words mean ?enlarge? refer to particular words. Those words relate to human and non-human. Those words can be seen based on the meaning fi eld. Therefore, the problem of this study is how to see the meaning fi eld of ?enlarge? in the Javanese. Thus, the purpose of this study is to determine how to see the meaning fi eld of the word ?enlarge? in the Javanese. This study uses qualitative descriptive analysis. Based on the results of the analysis, the meaning fi eld of ?enlarged? can be seen from the object, location, cause, effect, and quantity. Each word means ?enlarged? has different designation.
PENGGUNAAN AKRONIM DALAM PROGRAM KELANA KOTA RADIO RASIKA (ACRONYM USE IN KELANA KOTA RADIO RASIKA PROGRAM) Sasti, Poetri Mardiana
JALABAHASA Vol 12, No 2 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i2.253

Abstract

Bahasa Indonesia berkembang pesat di kalangan penuturnya yang sangat kreatif. Salah satu bentuk perkembangan bahasa Indonesia ditunjukkan dengan munculnya berbagai akronim baru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemakaian dan proses pembentukan akronim yang dituturkan oleh penyiar dan pendengar radio Rasika 105.6 FM dalam program Kelana Kota. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan strategis, yaitu (1) pengumpulan atau penyediaan data, (2) analisis data, dan (3) penyajian hasil analisis data. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak. Pelaksanaan metode ini diikuti dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan teknik lanjutan berupa teknik rekam dan teknik catat. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode padan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat sebelas bentuk akronim yang digunakan dalam interaksi antara pendengar dan penyiar radio Rasika 105.6 FM Program Kelana Kota. Akronim yang digunakan, antara lain gatsu, burik, angkot, ramlan, pulkam, lalin, pulker, bangjo, asbun, disbrik, dan kaladan. Akronimakronim tersebut memiliki tujuh pola pembentukan yang berbeda-beda. Tiga di antaranya merupakan pola pembentukan akronim baru. ABSTRACT Indonesian language develops rapidly in its very creative speakers. One of the developments is showed by the appearing of the various new acronyms. This research aimed to describe the use and the process of the acronym forming uttered by the broadcaster and the hearer in the Radio Rasika 105.6 FM in Kelana Kota program. There are three strategic stages in this research, (1) collecting data, (2) analizing data, and (3) reporting the result of the data analysis. The data is taken through deep-listening method. The basic technique of this method was tapping and followed by recording and note-taking. The data analysis in this research is described by applying matching method. The results shows that there are eleven acronyms used in the interaction between the hearer and the broadcaster of Rasika 105.6 FM Radio in Kelana Kota program. Some of the acronyms applied in the interaction are gatsu, burik, angkot, ramlan, pulkam, lalin, pulker, bangjo, asbun, disbrik, and kaladan. Those acronyms formed by seven different patterns. Three of them are new patterns in forming the acronym.  
PENGGUNAAN BAHASA KOMUNITAS PEDAGANG DI KOTA SEMARANG (LANGUAGE USE OF MERCHANT’S COMMUNITY IN SEMARANG) Handono, Suryo
JALABAHASA Vol 12, No 1 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i1.108

Abstract

Tulisan ini dilandasi pemikiran bahwa peran faktor sosial, budaya, dan situasional dalam penggunaan bahasa komunitas pedagang di Kota Semarang belum terungkap secara empiris. Selain itu, interaksi verbal pada ranah tersebut yang melibatkan berbagai partisipan dengan topik yang bervariasi akan memunculkan penggunaan bahasa yang bervariasi. Tulisan ini mendeskripsi kosabahasa, variasi bahasa, dan faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa. Untuk mengungkap permasalahan tersebut, digunakan pendekatan linguistik, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial, tetapi tetap bertumpu pada permasalahan bahasa dalam hubungannya dengan masyarakat. Data tulisan ini adalah tuturan warga komunitas pedagang di Kota Semarang yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung dengan menggunakan teknik simak, baik simak libat cakap maupun simak bebas libat cakap, dan metode wawancara yang disertai dengan teknik rekam dan catat. Melalui analisis kontekstual ditemukan bahwa kosabahasa terdiri atas bahasa Indonesia ragam formal, bahasa Indonesia ragam nonformal, bahasa Jawa ragam krama, dan bahasa Jawa ragam ngoko. Variasi berwujud tunggal bahasa, alih kode, dan campur kode. Pilihan tunggal bahasa meliputi pengunaan bahasa Indonesia ragam formal, bahasa Indonesia ragam nonformal, bahasa Jawa ragam krama, dan bahasa Jawa ragam ngoko. Alih kode terdiri atas alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa krama, bahasa Indonesia ke bahasa Jawa ngoko, bahasa Jawa krama ke bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa ngoko ke bahasa Indonesia. Campur kode terdiri atas campur kode bahasa Jawa ragam krama dalam bahasa Indonesia, bahasa Jawa ragam ngoko dalam bahasa Indonesia, bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa ragam krama, bahasa Jawa ragam ngoko dalam bahasa Jawa ragam krama, bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa ragam ngoko, dan bahasa Jawa ragam krama dalam bahasa Jawa ragam ngoko. Campur kode tersebut berbentuk kata, frasa, baster, perulangan, dan ungkapan. Faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa adalah status sosial, jarak sosial, usia, situasi tutur, dan tujuan tutur.    This research is conducted to the fact that the role of social factor, culture, and the situation of the language use in Semarang merchant?s community is not yet being studied empirically. In the other side, the verbal interaction in such community involves various participants with various topics and language use. This study aims to describe the language vocabulary, variation, and factors that in? uence the language use. To overcome the problems, the writer not only uses the linguistics, sociology, anthropology, and social psychology approaches, but also relates language with society. The data is taken from the utterances of the merchant?s community in Semarang which are collected from the direct observation using the techniques of simak, whether simak libat cakap or simak bebas libat cakap, and the method of interview using the take-note and interview method. Through the contextual analysis, it is found that the language vocabularies of the community are formal and nonformal Indonesian language, Javanese krama and ngoko. The variations are in the form of single language, code switching, and code mixing. The single language is in the form of formal and nonfromal Indonesian, Javenese karma and ngoko. The code switching is in the form of switching Indonesian to Javanese krama, Indonesian to Javanese ngoko, Javanese krama to Indonesian, and Javanese ngoko to Indonesian. The code mixing is in the form of Javanese krama in Indonesian, Javanese ngoko in Indonesian, Indonesian in Javanese krama, Javanese ngoko in Javanese krama, Indonesian in Javanese ngoko, and Javanese krama in Javanese ngoko. The code mixing is found in words, phrases, baster, repetition, and expressions. The factors that in? uence the language use is the social status, social distance, age, purpose and the situation of the utterances.