cover
Contact Name
Nursyamsi
Contact Email
multilingualsulteng@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
multilingualsulteng@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Multilingual
ISSN : 14124823     EISSN : 26206250     DOI : -
MULTILINGUAL aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of MULTILINGUAL includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. MULTILINGUAL is published by Balai Bahasa Sulawesi Tengah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2021): Multilingual" : 10 Documents clear
Nilai Pendidikan Berkarakter Religius dalam Syair-Syair Sayed Idrus bin Salim Adjufrie Pendiri Perguruan Alkhairat Sulawesi Tengah NFN TAMRIN; M Asri B
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.206

Abstract

AbstrakTema syair yang diciptakan oleh Sis Al-Djufri pada umumnya bersifat ajakan dan seruan yang berkarakterkan pendidikan secara Islami. Hal tersebut diungkapkan untuk  memberikan pendidikan yang berkarakterkan Agama Islam kepada masyarakat Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai pendidikan yang berkarakter Islam dalam syair-syair Sis AJ.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan tahapan  penelitian pengumpulan data dan penganalisisan data. Pada tahap pengumpulan data  metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan teknik dasar pembacaan  dan akan dilanjutkan dengan teknik pencatatan. Berdasarkan metode tersebut, jenis penelitian ini adalah kualitatif kepustakaan dengan menggunakan strategi deskriptif analisis (descriptif  of analyze research).  Hasil analisis menunjukkan  bahwa bahwa nilai-nilai pendidikan yang berkarakter  religius dalam syair-syair Sis Aj meliputi nilai  akidah, nilai akhlak, dan nilai syariah.
MEDIA-MEDIA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI LISAN BANJAR SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA IBU DI KALIMANTAN SELATAN Agus Yulianto
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.179

Abstract

Abstrak Bahasa Banjar sebagai bahasa ibu bagi masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan saat ini sedang mengalami pergeseran pemakaian akibat pengaruh globalisasi. Hal itu menyebabkan diperlukannya upaya pemertahanan bahasa Banjar di tengah masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan banyak media sebagai sarana pemertahanan Bahasa Banjar melalui pelestarian kearifan lokal dalam tradisi lisan Banjar itu sendiri. Hal itu disebabkan media penyampai tradisi lisan Banjar adalah Bahasa Banjar. Hal itu berarti pelestarian kearifan lokal dalam tradisi lisan Banjar secara tidak langsung merupakan pemertahanan Bahasa Banjar itu sendiri. Oleh sebab itu, penelitian ini didasarkan pada dua tujuan penting, yaitu untuk mengetahui media-media penyampai kearifan lokal tradisi lisan Banjar dan untuk mengetahui tradisi lisan apa saja yang dapat digunakan untuk melestarikan bahasa ibu sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal pada masyarakat Banjar yang ada di Kalimantan Selatan. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah apa sajakah media-media yang dapat digunakan pemertahanan bahasa ibu melalui tradisi lisan dan  jenis tradisi lisan apa saja yang dapat digunakan dalam  pelestarian bahasa ibu sebagai wujud pelestarian kearifan lokal yang ada pada masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa media-media yang dapat digunakan adalah: 1) menggunakan televisi sebagai sarana pelestarian tradisi lisan Banjar; 2) membuat lomba-lomba penciptaan sastra tradisi dengan menggunakan bahasa daerah; 3) membuat karya sastra tradisi pada saat pembelajaran mulok di sekolah dengan menggunakan bahasa daerah; 4) Pendokumentasian bahasa Banjar dan tradisi lisannya; 5) melakukan sosialisasi kepada para sastrawan, pelajar,  dan budayawan mengenai pentingnya penggunaan bahasa daerah dalam penciptaan karya sastra sebagai bentuk pelestarian bahasa daerah dan kearifan lokal. Adapun tradisi lisan yang masih dapat digunakan untuk pelestarian bahasa daerah dan kearifan lokal adalah tradisi lisan yang masih hidup ditengah masyarakatnya, seperti: pantun, paribasa, dan cerita rakyat. Kata kunci: media,  tradisi lisan, kearifan lokal
PROSES MORFOLOGIS AFIKSASI DALAM KALIMAT (SINTAKSIS) DALAM BAHASA MANDAILING (BM) Zainuddin Hasibuan
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.195

Abstract

The changes of affixation morphology have a number of effects on  the changes of sentence structure (syntax) in Mandailing language. The process of changes can also lead to a change in meaning directly. The objective of the research was to find out morphological change of affixes which  effected the changing of sentences structures (syntax) in Mandailing language. The method  which is used to carry out this research is qualitative research method. The type of research approach which is  used in this research is descriptive qualitative research, which is one type of qualitative research that uses a descriptive analysis process. Descriptive is intended to describe and get information about the data needed precisely. The data were collected by using observation and interview. The source of data in this research was taken from many informant of native speakers of Mandailing   language which had been  listened and interviewed by the researcher whether in the form of observation and interview. The research result of the research was finding many affixes in Mandailing language and three formula that was generally effected morphological change of affixes which was also effect the sentence structures and meaning of the sentences. They were ma + kt. dasar, ma + kt.dasar + i, ma + kt.dasar + kon/hon.
TUTURAN DEKLARATIF DAN INTEROGATIF BAHASA INDONESIA OLEH MAHASISWA BIPA UNIVERSITAS INDONESIA (Kajian Prosodi dengan Pendekatan Fonetik Eksperimental) Dendi - Wijaya
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.181

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan fokus kajian prosodi melalui pendekatan fonetik eksperimental. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosodi dalam hal ini struktur melodic dan struktur temporal yang dilafalkan oleh penutur Jepang dan Australia ketika berbicara dalam bahasa Indonesia serta menemukan formula pengajaran pengucapan bahasa Indonesia untuk penutur asing. Objek dalam penelitian ini adalah ujaran deklaratif dan interogatif yang dituturkan oleh mahasiswa program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Dalam kajian ini, peneliti, mendeskripsikan seperti apa struktur melodik (nada dan tekanan)  dan struktur temporal dalam ujaran deklaratif dan interogatif oleh penutur Jepang dan Australia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan struktur melodic dan struktur temporal antara ujaran deklaratif dan interogatif oleh penutur Asutralia dan Jepang. Penutur Jepang dalam hal intonasi lebih mendekati dengan pola intonasi kalimat deklaratif bahasa Indonesia, dibandingkan dengan penutur dari Australia. Sementara itu, intonasi dalam menuturkan kalimat interogatif, baik penutur dari Jepang maupun dari Australia belum bisa mendekati pola intonasi kalimat interogatif bahasa Indonesia. Dalam hal durasi, dapat dikatakan bahwa penutur Australia memiliki durasi yang lebih panjang ketika menuturkan kalimat introgatif dibandingkan dengan penutur dari Jepang.Kata Kunci: tuturan, deklaratif, interogatif, prosodi, struktur melodik, struktur temporal, fonetik eksperimental 
REPRESENTASI AKTOR PEMBERITAAN IZIN INVESTASI INDUSTRI MINUMAN KERAS PADA MEDIA CNN INDONESIA Toni Heryadi; Rizaldi Amri; Nani Darmayanti; Tri Saptarini
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana pemberitaan izin investasi industri minuman keras pada media daring CNN Indonesia. Sumber data penelitian berasal dari teks berita daring CNN Indonesia yang direpresentasikan dengan wujud kata-kata dan kalimat pada teks berita dalam portal berita bersangkutan. Data dibatasi dari pemberitaan pada tanggal 25 Februari sampai 28 Februai 2021. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kritis melalui teori analisis wacana kritis (AWK). Pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap, metode catat, metode studi pustaka, dan metode dokumentasi. Hasil studi menunjukkan temuan berupa representasi aktor yang ditunjukkan melalui (1) kosakata yang terdiri dari asosiasi dan metafora, (2) tata bahasa yang terdiri dari proses dan partisipasi, dan (3) kombinasi klausa. Penelitian ini memberikan manfaat pada perkembangan keilmuan umunya pada bidang linguistik, khususnya bidang analisis wacana kritis.
KOHESI GRAMATIKAL REFERENSI PADA CERPEN WANITA BERMATA TERSENYUM ITU TELAH PERGI KARYA FUAD SULISTYONO Endang - Wiyanti
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.188

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kohesi gramatikal referensi  dalam cerpen Perempuan Bermata Tersenyum Itu Telah Pergi karya Fuad Sulistyono. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Objek yang diteliti adalah kohesi gramatikal referensi dalam cerpen Perempuan Bermata Tersenyum Itu Telah Pergi karya Fuad Sulistyono. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dalam cerpen Perempuan Bermata Tersenyum Itu Telah Pergi karya Fuad Sulistyono yang mengandung kohesi gramatikal referensi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mencatat dan menguraikan data dalam bentuk kata-kata. Berdasarkan hasil penelitian dalam cerpen Perempuan Bermata Tersenyum Itu Telah Pergi dapat disimpulkan bahwa jenis referensi yang terdapat dalam cerita pendek berjumlah 129. Jenis referensi tersebut adalah: (1) Referensi persona yang berjumlah 104 dengan persentase 81%. (2) Referensi demonstratif yang berjumlah 20 dengan persentase 15%. (3) Referensi komparatif yang berjumlah 5 dengan persentase 4%. Dilihat dari persentase jumlah penggunaan frasa endosentris yang sering muncul maka dapat dilihat bahwa dalam cerpen Perempuan Bermata Tersenyum Itu Telah Pergi yang sering digunakan adalah referensi persona. Referensi persona adalah penggunaan pronomina yang memang biasa digunakan dalam karya sastra bentuk cerpen, sedangkan referensi komparatif sangat jarang ditemukan.Kata Kunci: kohesi gramatikal referensi, persona, demonstratif, komparatif
PEMANFAATAN CERITA RAKYAT SEBAGAI BAHAN PENDUKUNG PEMBELAJARAN BIPA DI ASEAN Muhammad Yasif Femi Mifthah
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.199

Abstract

AbstractCultural issues often become learning matters in the Indonesian as a foreign language (BIPA) program. In fact, ASEAN learners also face the learning experience. Hence, the use of folklores is an option to overcome the issue. The famous folklores from the learners’ country were considered on choosing Indonesian folklores as a learning material for BIPA learners. It regards the Gagne schema theory that emphasizes on the learner’s insight as the fundamental of understanding. This study elaborates the use of proper Indonesian folklores in learning BIPA, especially for ASEAN learners.  The comparative literature focusing on the Aarne-Thompson motif-index was used to compare Indonesian folklores to target BIPA learners’. The result depicted that some of ASEAN folklores are identical to Indonesian folklores. The Indonesian folklores like ‘Ande-Ande Lumut’ or ‘Bawang Merah dan Putih’, ‘Si Kancil dan Pak Tani’ or ‘Raja Palsu (Petualangan si Kancil)’ have similarities in the Cinderella motif and the trickster motif to Thailand folklores like ‘Kao and the Golden Fish’ and ‘Xiang Miang and The Snail’; Vietnam folklores like ‘The Story of Tam and Cham’ and ‘The Peasant, ‘The Buffalo, and The Tiger’; Filipina folklores like ‘Abadeha’ and ‘Pilandok and the Sumusong-sa-Alongan’; and Malaysia folklores like ‘Bawang Merah dan Putih’ and ‘Kerbau and Buaya’. In brief, the Indonesian folklores having similarities to target learners’ can be considered as a cultural material in learning BIPA, especially for ASEAN learners.Key words: folklores, motif-index, BIPA. AbstrakMeski di ASEAN sekalipun, faktor budaya sering menjadi hambatan dalam pembelajaran BIPA. hal itu dapat dijembatani dengan memanfaatkan cerita rakyat Indonesia yang memiliki kesamaan dengan cerita dari negara asal pemelajar. Mengacu teori skema strategi pembelajaran bahasa asing Gagne, pembelajaran BIPA di ASEAN perlu mempertimbangkan dengan serius faktor budaya dalam pemilihan/penentuan bahan ajar. Kajian ini menawarkan teknik pemilihan cerita rakyat Indonesia yang akan digunakan sebagai bahan ajar BIPA dengan memanfaatkan metode sastra bandingan dan teori kesamaan tipe/indeks motif Aarne dan Thompson. Hasil kajian menunjukkan bahwa cerita rakyat di ASEAN identik dengan tipe/motif Cinderella dan the trickster. Cerita rakyat Indonesia dengan tipe Cinderella seperti; ‘Ande-Ande Lumut’ atau ‘Bawang Merah dan Putih’, dan cerita bertipe the trickster seperti; ‘Si Kancil dan Pak Tani’, atau cerita ‘Raja Palsu’ (Petualangan Si Kancil) dapat dijadikan bahan ajar BIPA di ASEAN karena memiliki kesamaan dengan cerita rakyat Thailand; ‘Kao and the Golden Fish’ dan ‘Xiang Miang and The Snail’, cerita rakyat Vietnam; ‘The Story of Tam and Cham’ dan ‘The Peasant, the Buffalo, and the Tiger’, cerita rakyat Filipina; ‘Abadeha’ dan ‘Pilandok and the Sumusong-sa-Alongan’ dan cerita rakyat Malaysia; ‘Bawang Merah dan Putih’ dan ‘Kerbau dan Buaya’.Kata-kata kunci: Cerita rakyat, tipe, motif, bahan ajar, BIPA
INTEGRITAS KONVERSASI BERTEMA KADADA ANGSULAN DALAM BAHASA BANJAR Rissari Yayuk Rissari Yayuk
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.191

Abstract

AbstrakMasalah penelitian ini yaitu integritas konversasi bertema kadada angsulan dalam Bahasa Banjar. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan integritas konversasi bertema Kadada Angsulan  dalam Bahasa Banjar. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik penelitian yaitu observasi, rekam , dan catat. Sumber data yaitu percakapan penjual dan pembeli makanan dan sayuran di Kota Banjarbaru.Langkah kerja penelitian yaitu pengumpulan data, penyuntingan data hasil observasi, rekam dan catat. Berikutnya pemilihan data yang akan dianalisis. Selanjutnya penyajian data. Adapun analisis data menggunakan teori pragmatik.Pengambilan data di lakukan di Bnajarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan Januari 2021. Hasil penelitian yaitu integritas konversasi bertema kadada angsulan dalam bahasa Banjar ini dapat dilihat dari pelaksanaan maksim kerjasama dan prinsip kesopanan berbahasa yang dilakukan oleh penjual maupun pembeli. Kesimpulannya yaitu integritas konversasi bertema kadada angsulan dalam bahasa Banjar ini salah satu wujud berfungsinya bahasa sebagai media komunikasi yang mampu mengekspresikan segala persoalan melalu ujaran bagi semua peserta tutur.
Analisis Morfologi Kata Kongsi Fathimatuzzahroh Fatma
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.204

Abstract

Kata kongsi merupakan salah satu sinonim dari kata teman. Kata kongsi menjadi objek kajian penelitian bertujuan untuk melihat sejauh mana afiksasi yang dapat dibentuk dari kata kongsi dapat dipakai oleh pengguna Bahasa Indonesia. Data penelitian ini dikumpulkan melalui studi pustaka, yang mana sumber data berasal dari peneliti, koran elektronik serta sosial media. Metode peneltian ini menggunakan metode ekspansi dan subtitusi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya 6 afiks yang dapat melekat pada kata kongsi, tiga bentuk kata ulang pada kata kongsi, dan satu kata majemuk yang terdiri dari unsur kongsi. Tujuan penelitian untuk mengetahui produksi proses morfologik pada kata kongsi, mengingat kata kongsi ialah sinonim dari kata teman, yang mana kata teman dalam penggunaan bahasa lebih sering digunakan dibanding kata kongsi.Kata kunci: Afiks, Reduplikasi, Kata Majemuk, Kata Kongsi, Morfologi. 
PENAMAAN PASAR TRADISIONAL SEBAGAI IDENTITAS SURABAYA Moulidvi Rizki Permita
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.192

Abstract

Surabaya merupakan kota dengan mobilitas yang tinggi. Hal tersebut menyebabkan Surabaya lekat dengan kehadiran pasar, baik modern maupun tradisional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan identitas Surabaya melalui penamaan pasar tradisional, karena nama-nama tersebut tampak sebagai pemandangan kota. Pemerolehan data pada penenelitian ini dilakukan dengan mengkases situs resmi PD Pasar Surya Surabaya. Data diolah dengan menjabarkan masing-masing unsur penyusunnya. Selanjutnya, data dianalisis berdasarkan pemilihan kosakata. Hasil penelitian menunjukan bahwa penamaan pasar tradisional tersusun dari Unsur Generik dan Unsur Spesifik. Kuantitas kehadiran Unsur Generik dan Unsur Spesifik bervariasi. Beberapa pasar tradisional memiliki satu Unsur Spesifik. Namun, ditemukan juga pasar tradisonal yang menyematkan dua Unsur Spesifik. Hal ini dilakukan untuk memberikan pembeda dengan tempat yang telah ada sebelumnya. Sementera itu, penamaan pasar tradisional kerap menggunakan kosakata yang merefleksikan nama daerah letak pasar tersebut. Selain itu, kosakata pada Unsur Spesifik ditemukan juga sebagai penjelasan spesifikasi sifat dan arah pasar tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10