cover
Contact Name
Dede Hidayatullah
Contact Email
dayatdh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.undas@kemdikbud.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
ISSN : 18584470     EISSN : 26856107     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Undas is a journal of language and literature research. First published by Balai Bahasa South Kalimantan since 2006. This journal is a research journal that publishes various research reports, both literature studies and field studies, linguistics and literature include structural linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral literature (folklore), philology, pure literature, applied literature, and interdisciplinary literature. Publish regularly twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1, (2016)" : 10 Documents clear
“HUJAN” DALAM PUISI KARYA SONI FARID MAULANA Siti Akbari
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.969 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i1.550

Abstract

Abstrak: Analisis ini dilakukan berdasarkan kesadaran adanya sesuatu yang berharga pada karya yang diapresiasi. Bertolak dari keinginan menghargai karya puisi yang dihasilkan oleh Soni Farid Maulana, penulis menganalisis puisi karyanya dengan menitikberatkan perhatian pada kehadiran kata ‘hujan’. Data diperoleh melalui kajian pustaka, dianalisis dengan pendekatan struktural semiotik, dengan penyajian deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kehadiran kata ‘hujan’ sebagai latar dapat mendukung suasana yang kesepian, ketidakpastian, kesyahduan, penuh birahi, dan kesedihan yang mendalam dalam puisi-puisi karya Soni Farid Maulana.Kata kunci: apresiasi puisi, latar hujan, struktural semiotik Abstract: The analysis was conducted based on the awareness of the existence of something of value on the work that is appreciated. Based on the desire to appreciate poetry produced by Soni Farid Maulana, the authors analyze poems by focusing attention on the presence of the word 'rain'. Data obtained through literature review, analyzed by structural semiotic approach, with the presentation of qualitative descriptive. The analysis showed that the presence of the word 'rain' in the background to support the atmosphere of loneliness, uncertainty, in a state of calm, full of lust and anguish in the poetry of Soni Farid Maulana.Key words: Poetry appreciation, against the rain, structural semiotic.
ANALISIS TINDAK TUTUR PADA BALIHO KAMPANYE CALON LEGISLATIF PEMILU TAHUN 2009 DI KALIMANTAN SELATAN Eka Suryatin
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.511 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i1.546

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas bentuk dan maksud tindak tutur pada baliho kampanye legislatif Pemilu tahun 2009 di Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk dan maksud tindak tutur pada baliho kampanye legislatif Pemilu tahun 2009 di Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan deskriptif  kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik simak dan teknik catat. Sumber data penelitian berupa Buku “Lebih Tepat Lebih Baik: Penggunaan Bahasa Indonesia pada Baliho Kampanye Calon Legislatif Pemilu Tahun 2009”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada baliho kampanye calon legislatif pemilu tahun 2009 di Kalimantan Selatan menggunakan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Selain itu, tuturan pada baliho juga menggunakan tindak tutur langsung berupa kalimat perintah dan tindak tutur tak langsung berupa kalimat berita.Kata kunci: Bentuk, maksud, tindak tutur, baliho, kampanye. Abstract: This study discusses the shape and purpose of the speech act on a billboard campaign in the 2009 legislative elections in South Kalimantan . The research objective to describe the shape and purpose of the speech act on a billboard campaign in the 2009 legislative elections in South Kalimantan. The method used descriptive qualitative . Data was collected by means of techniques and techniques refer to the note . Source of research data in the form of book " More Right Better : Use of Indonesian on Billboard Campaign Legislative Candidate Election Year 2009 " . The results showed that on a billboard campaign Election candidates in 2009 in South Kalimantan , using locutions speech acts , illocutionary , and perlokusi . In addition, the speech on billboards also uses speech act directly in the form of imperative sentences and indirect speech acts in the form of news sentences .Key words : Form, intention, speech act , billboard , campaign.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DANG-IDANG MASYARAKAT KAYU AGUNG Yeni Mastuti
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.704 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i1.551

Abstract

Abstrak: Tujuan Penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pendidikan karakter yang terdapat dalam sastra tutur dang-idang. Masalah dalam penelitian ini adalah pendidikan karakter apa sajakah yang terdapat dalam sastra tutur dang-idang. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sedangkan data yang dianalisis menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Objek penelitian ini adalah tradisi lisan dang-idang yang dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di Kayu Agung, Sumatera Selatan. Nilai-nilai pendidikan karakter yang berhasil diidentifikasi oleh penulis dalam penelitian ini adalah religius, kerja keras, tanggung jawab, mandiri, komunikatif, peduli sosial, dan peduli lingkungan.Kata kunci: Pendidikan karakter, sastra tutur, dang-idang Abstract: This study aims to identifie and describe character education contained in the traditional literature of dang-idang. This study focusses of character what are contained in the traditional literature of dang-idang. As for the methods used in this research is descriptive method. While the data were analyzed using sociological approach to literature. The object of this study is the traditional literature of dang-idang by people who live in Kayu Agung, South Sumatra. The values of character education were identified by the authors in this study is a religious, hard work, responsibility, independent, communicative, social care, and care for the environment.Key words: Character education, the traditional literature, pendekatan ideologi sastra.
PEMAKNAAN SIMBOL DALAM MITOS ASAL-USUL NAMA BANJARMASIN SEBUAH ANALISIS STRUKTURALISME LEVI STRAUSS Agus Yulianto
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.6 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i1.547

Abstract

Abstrak: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui makna-makna simbol yang terdapat dalam mitos Asal-usul Nama Banjarmasin sehingga cerita tersebut dapat lebih terpahami oleh pembaca. Dengan demikian masalah dalam penelitian ini adalah apakah makna yang terkandung dalam simbol-simbol yang terdapat dalam cerita mitos Asal-usul Nama Banjarmasin. Kajian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik studi pustaka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan strukturalisme Levi Strauss.  Berdasarkan kajian dapat diketahui bahwa dalam cerita mitos Asal-usul Nama Banjarmasin banyak mengandung simbol-simbol antara lain penggantian nama Bandar Masih atau Banjar Masih menjadi Banjarmasin merupakan simbol yang bermakna nama sebuah daerah terkadang terikat dengan fenomena alam di sekitarnya. Hal itu juga menunjukkan kearifan lokal dari masyarakat setempat.Kata kunci: Makna, mitos, Levi Strauss. Abstract: The aim of this study is to find out symbol meaning in myth “Asal-usul Nama Banjarmasin” so that this story could be more understandable by the readers. The problem in this study is what are the meaning in the symbols of “Asal-usul Nama Banjarmasin”. This study uses descriptive-cualitatif method trough library research. This study also uses structuralism approach by Levi Strauss. Base on the study it is found out that myth in the story of Banjarmasin’s nama certain lots of symbols, one of them is the changing name of Bandar Masih or Banjar Masih becomes Banjarmasin. This changing is a symbol which mean the place has a connection with a native phenomenon. It also shows local wisdom of this society.Key words: The meaning, myth, Levi Strauss
TATANGAR BANJAR SEBAGAI EKSPRESI SISTEM KOGNISI MASYARAKAT BANJAR Sri Wahyu Nengsih
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.004 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i1.552

Abstract

Abstrak: Tatangar termasuk tradisi lisan Banjar tentang sebuah firasat yang menandakan sesuatu. Tatangar Banjar memiliki sistem kognisi yang mengkonstruksi pola hidup dan pola pikir masyarakat Banjar sebagai masyarakat pemilik tradisi lisan tersebut. Penelitian ini membahas  tentang “Tatangar Banjar sebagai Ekspresi Sistem Kognisi Masyarakat Banjar”.  Tujuan dari penelitian ini untuk  mendeskripsikan ekspresi sistem kognisi masyarakat Banjar dalam tatangar Banjar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Data  bersumber pada  buku Tatangar atau Wahana Banjar tahun 2009 yang ditulis oleh Rissari Yayuk, dkk dan diterbitkan oleh Balai Bahasa Banjarmasin. Hasil penelitian ini akan diketahui tentang gambaran ekspresi sistem kognisi dalam tatangar Banjar yang ditunjukkan dalam sistem mata pencaharian, kepercayaan, organisasi sosial atau pranata sosial, perlindungan, makan atau kuliner, kesenian, dan daur hidup yang ada pada masyarakat BanjarKata kunci: Tatangar, sistem kognisi, masyarakat Banjar  Abstract: Tatangar including oral tradition Banjarese on a hunch that signifies something. Tatangar Banjar has a system of cognition that constructing patterns of life and mindset of the people as a community Banjarese owner of the oral tradition. This study discusses the "Tatangar Banjar  Expression Systems Society Cognition". The purpose of this study to describe the expression describing cognition system in tatangar Banjarese community. This study is a qualitative study using descriptive methods. Data collection techniques used is literature. Data referred to the Tatangar or wahana Banjar in 2009 written by Rissari Yayuk, et al and published by Balai Bahasa Banjarmasin. The results of this study will be known about the expression of an idea of cognition in tatangar Banjar system that shows livelihoods, beliefs, social organizations or social institutions, protection, dining or culinary, arts, and life cycle of the community Banjarese.Key words: Tatangar, cognition system, community Banjar.
PANTANGAN DALAM PEMBUKAAN LAHAN PERTANIAN MASYARAKAT DAYAK HALONG NFN Saefuddin
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.316 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i1.548

Abstract

Abstrak: Pantangan merupakan bentuk kearifan lokal dalam suatu masyarakat tradisional. Pantangan erat kaitannya dengan kepercayaan yang berlangsung di dalam masyarakat. Sebagian masyarakat di daerah memiliki pantangan yang satu sama lainnya memiliki kesamaan dan perbedaan. Keragamaan itu merupakan ciri daerah masing-masing, termasuk pantangan yang terdapat dalam masyarakat Dayak Halong di antaranya ketika mereka menerapkan tatacara pembukaan lahan pertanian. Hal-hal yang melingkupi tatacara itu semua, mereka taati bersama dalam aturan adat atau disebut pantangan. Berdasarkan uraian itu, masalah dalam penelitian ini apakah pantangan masih terdapat dalam masyarakat adat Dayak Halong sebagai masyarakat yang masih mempertahankan adat sebagai bentuk kearifan lokal yang berlangsung dalam masyarakat tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif-kualitatif. Metode deskriptif ialah suatu metode untuk memperoleh informasi mengenai adat pantangan sebagai bentuk kearifan lokal yang berlangsung dalam masyarakat setempat. Hasil penelitian ini akan memperoleh gambaran tentang jenis kearifan lokal mengenai pantangan dalam bidang pertanian dalam masyarakat Dayak Halong di Kabupaten Balangan.Kata kunci: Pantangan, lahan pertanian, dan Dayak Halong  Abstract: Various kinds of prohibitions is one of local wisdom in traditional society. It has close relation with myth that happens in the society. Some local people have various kinds of prohibitions; it can be same or different one to another. That variation is the characteristic of each place including various kinds of prohibitions that live in the society, one of them is Dayak Halong when they apply the customs and manners of land clearing. All those customs and manners are obeyed by all people in the form of tradition arrangement or they call it various kinds of prohibitions. Base on the explanation above the problem in this study is whether various kind of prohibitions is still live in the tradition of Dayak Halong society as the form of local wisdom that happens in that society. This study uses descriptive qualitative method. Descriptive method is a method to get information about the conservation of various kinds of prohibitions as a form of local wisdom that lives in the society. This study will get a description of local wisdom about various kinds of prohibitions in the farm in Dayak Halong society at Balangan Regency.Key words: Various kind of prohibitions, land clearing, Dayak Halong.
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM WACANA HUMOR KISAH-KISAH SARAWIN NFN Hestiyana
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.808 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i1.544

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana humor kisah-kisah Sarawin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini dilakukan tiga langkah kerja, yaitu tahap penyediaan data; tahap analisis data; dan tahap penyajian hasil analisis data. Dalam penyediaan data dilakukan pemilihan objek penelitian, yaitu Kisah-Kisah Sarawin Cerita-Cerita Humor Tokoh Legendaris Dalam Bahasa Banjar oleh Syamsiar Seman. Dalam penyediaan data juga digunakan teknik catat, yaitu memilih teks dan mencatat data-data yang mengandung unsur pelanggaran prinsip kerja sama. Pada tahap analisis data, tuturan-tuturan yang mengandung unsur pelanggaran prinsip kerja sama diklasifikasikan berdasarkan bentuk-bentuk pelanggaran prinsip kerja sama. Hasil analisis data yang digunakan untuk memaparkan pelanggaran prinsip kerja sama ialah dengan metode informal, dengan penyajian berbentuk uraian kalimat. Dari hasil pembahasan ditemukan pelanggaran prinsip kerja sama, berupa pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Pelanggaran terhadap maksim kuantitas berupa pemberian kontribusi yang berlebih dari Sarawin serta tidak sesuai dengan yang diharapkan Kuntulir Belanda dan orang-orang yang menghadiri acara Maulid. Pelanggaran terhadap maksim kualitas berupa tuturan yang tidak sebenarnya diujarkan oleh Sarawin kepada istrinya dan teman-teman Sarawin. Kemudian, pelanggaran terhadap maksim relevansi berupa  tuturan yang diujarkan oleh Sarawin tidak relevan seperti yang diharapkan orang tua Sarawin. Pelanggaran maksim relevansi yang tidak ada hubungannya dengan konteks juga terdapat dalam tuturan Tuganal kepada Sarawin. Selanjutnya, pelanggaran terhadap maksim cara berupa tuturan yang tidak jelas dan mengalami kekaburan makna yang dituturkan oleh istri Sarawin kepada Sarawin serta tuturan Sarawin kepada anak Patuha. Semua bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana humor tersebut menyebabkan munculnya kelucuan atau kejenakaan.Kata kunci:  Wacana humor, tuturan, pelanggaran, prinsip kerja sama Abstract: This study aimed to describe the form of violation of the principle of cooperation in discourse Sarawin humor stories. This research uses descriptive method with qualitative approach. In this study three working steps, namely the step of providing data; data analysis stage; and the stage presentation of the results of data analysis. In the provision of election data was the object of study, namely Stories Stories Sarawin Humor Legendary Figures in Banjar language by Syamsiar Seman. In the provision of engineering log data is also used, namely selecting the text and record data that contain elements of violation of the principle of cooperation. At this stage of data analysis, speech-speech that contains elements of violation of the principle of cooperation is classified based on the violation of the principle forms of cooperation. The results of the analysis of the data used to expose violations of the principle of cooperation is the informal method, with the presentation of the form of the sentence description. From the discussion found violations of the principles of cooperation, such as violation of the maxim of quantity, quality, relevance, and how. Violation of the maxim of quantity the form of contributions in excess of Sarawin and not as expected Kuntulir Dutch and the people who attended the event Mawlid. Violation of the maxim of quality in the form of speech that is not actually uttered by Sarawin to his wife and friends Sarawin. Then, a violation of the maxim of relevance in the form of speech uttered by Sarawin irrelevant as expected parents Sarawin. Violations relevance maxim that has nothing to do with the context of the speech is also available in Tuganal to Sarawin. Furthermore, a violation of the maxims of the way in the form of speech that are not clear and experiencing meaning vagueness manifested by Sarawin to Sarawin wife and child utterances Sarawin Patuha. All forms of violation of the principle of cooperation in the discourse of humor that led to the emergence humor or wit.Key words: Discourse humor, speech, violation of the principle of cooperation
FUNGSI DAN PERAN KELUARGA DALAM NOVEL IBUK KARYA IWAN SETYAWAN Nidya Triastuti Patricia
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.594 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i1.549

Abstract

Abstrak: Novel Ibuk bercerita tentang keluarga sederhana yang bahu membahu bekerja keras untuk mendapat pendidikan yang lebih baik agar mampu memperoleh kehidupan yang lebih baik. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan bagaimana fungsi dan peran keluarga dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan peran keluarga yang terdapat dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini berupa novel Ibuk karya Iwan Setyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa keluarga dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan menunjukkan fungsi biologis, psikologis, sosial budaya, sosial, dan pendidikan. Kemudian, anggota keluarga yakni Bapak, Ibu dan kelima anaknya Isa, Nani, Bayek, Rini dan Mira menjalankan perannya masing-masing dengan baik.Kata kunci: Fungsi dan peran keluarga, novel Ibuk, sosiologi sastra. Abstract: Novel Ibuk talks about average family who work together to get higher education so that they will get better life. This study is done to answer a question what the function and the role of family in novel Ibuk by Iwan Setyawan. The aim of this study is to describe the function and the role of family in novel Ibuk by Iwan Setyawan. The main data which is used in this study is in the form of novel Ibuk by Iwan Setyawan. This study uses descriptive qualitative method with sociology of literature approach. Based on the data analysis, it is found out that family in the novel Ibuk by Iwan Setyawan shows biology, psychology, social culture, social, and educaton function. Then, the family member, they are father, mother and five of their children Isa, Nani, Bayek, Rini and Mira have their own role well.Key words: The function and family role, Ibuk novel, sociology of literature.
Undas: Volume 12, Nomor 1 Prakata, Daftar Isi, Abstrak
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.334 KB)

Abstract

FUNGSI DAN STRATEGI TINDAK KOMPETITIF DALAM TEGUR SAPA BANJAR Rissari Yayuk
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.403 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i1.545

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas tentang fungsi dan strategi tindak kompetitif dalam tegur sapa Bahasa Banjar. Masalah yang dibahas meliputi 1) bagaimana fungsi tindak kompetitif dalam tegur sapa bahasa Banjar. 2) strategi kompetitif apa saja yang digunakan dalam  tegur sapa bahasa  Banjar . Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan 1) fungsi  tindak  kompetitif dalam tegur sapa bahasa Banjar. 2)  strategi kompetitif  yang digunakan dalam  tegur sapa  bahasa Banjar. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah teknik  lapangan, rekam dan  dokumentasi. Teknik ini   digunakan untuk mendapatkan data lisan dan  tertulis  sebagai pendukung  kajian. Data diambil dari tuturan langsung masyarakat Banjar di Kelurahan Sekumpul, Desa Sungai Kacang, pada Bulan Januari 2016 s.d Maret 2016. Berdasarkan hasil penelitian, fungsi tindak tutur kompetitif dala tegur sapa yang terdapat dalam kebertergursapaan Banjar meliputi kompetitif menilai, melarang, dan menyarankan. Strategi yang digunakan terdiri atas strategi langsung dan tidak langsung.Kata kunci: Fungsi, kompetitif, Banjar Abstract: The Research study entitled function and the strategy competitive the greet in Banjar language the problem which are discuss in this study 1) how the fungction of the act competitive the greet in Banjar language. 2) any competitive strategy used in the greet of Banjar language. The aimis of this study are describe 1) The fungction of the act competitive the greet in Banjar language. 2)  competitive strategy used in the greet of Banjar language.This study is categorized in descriptive qualitative. The data are gained from recording, written, and documentation from Januari until March 2015. This technique is used to obtain the data of oral and ewitten as a supporter of the study. Data taken from the direct speech in the village of Banjar people Sekumpul, Sungai Kacang. The result show that the implementation of the function of act greet competitive the greting exchanged contained in Banjar. The greeting exchanged include competitive judge, prohibit, and advise. The strategy used consists of direct and undirect strategy.Key words: Function, competitive, Banjar

Page 1 of 1 | Total Record : 10