cover
Contact Name
Dede Hidayatullah
Contact Email
dayatdh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.undas@kemdikbud.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
ISSN : 18584470     EISSN : 26856107     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Undas is a journal of language and literature research. First published by Balai Bahasa South Kalimantan since 2006. This journal is a research journal that publishes various research reports, both literature studies and field studies, linguistics and literature include structural linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral literature (folklore), philology, pure literature, applied literature, and interdisciplinary literature. Publish regularly twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2020): UNDAS" : 17 Documents clear
Konseptualisasi Perempuan dan Wanita pada Judul Berita di Media Daring Yuliati Puspita Sari
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2754

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan berbagai konsep yang muncul berkaitan dengan penggunaan kata wanita dan perempuan pada judul berita di media daring dan mengukur frekuensi kemunculannya.  Data dalam penelitian ini berjumlah 120 judul berita yang berasal dari 6 media daring.  Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teori semantik konseptual.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kata perempuan maupun wanita, keduanya sama-sama dapat berada dalam satu konsep yang sama.  Namun, dari segi ranah penggunaannya, kedua kata tersebut tidak selalu berada dalam ranah yang sama. Sementara itu, berdasarkan frekuensi kemunculannya. Secara keseluruhan frekuensi yang paling tinggi ada pada judul berita yang berkaitan dengan konsep perempuan atau wanita sebagai korban dari suatu peristiwa, yakni 50% untuk frekuensi penggunaan kata perempuan dan 48,3% untuk frekuensi penggunaan kata wanita.  Tingginya frekuensi kemunculan kata perempuan dan wanita pada konsep ini tidak terlepas dari keberadaan media sebagai cermin dari realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Maraknya tindak kekerasan yang melibatkan perempuan atau wanita menjadikan sosok tersebut seringkali menjadi objek pemberitaan di berbagai media, termasuk media daring.This study aims to describe several concepts that come up and have connection with the using of wanita (woman) and perempuan (woman) in online media head.lines and measure the frequency in which they occur. The data in this study are 120 news headlines from 6 online media. The data are analyzed qualitatively and quantitatively by using conceptual semantic theory. The result shows that the words perempuan and wanita in online media headlines are in the same concept. However, from the realm of their use, both of those words are not always in the same realm. Meanwhile, based on the frequency of occurrence, in overall the highest frequency is found in the news headlines related to the concept of perempuan or wanita as a victim of an event, that is 50% for the frequency of using the words perempuan and 48,3% for the frequency of using the words wanita. The high frequency of occurrence the word perempuan and wanita in this concept is inseparable from the existence of media as a reflection of social reality that occurs in society.  The rising act of violence involving perempuan or wanita often make this figure becomes the object of news in various media, including online media.  
Struktur Wacana Berita Politik Surat Kabar Palopo Pos NFN Suparman
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro wacana berita politik surat kabar Palopo Pos. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah wacana berita politik yang ada dalam surat kabar Palopo Pos terbitan 23 dan 24 Februari 2018. Data penelitian ini adalah kutipan, kata, klausa, frasa, kalimat, dan wacana yang terdapat dalam berita politik surat kabar Palopo Pos terbitan 23 dan 24 Februari 2018. Objek penelitian ini adalah struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro wacana berita politik. Data diperoleh dengan teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian terhadap berita politik Palopo Pos terbitan 23 dan 24 Februari 2018 terbagi ke dalam tiga struktur, yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro.  Pada penelitian struktur mikro wacana teks berita, banyak ditemukan sikap wartawan yang mendukung dalam wacana teks berita politik Palopo Pos tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ideologi seorang wartawan sangat memengaruhi terbentuknya suatu teks berita. Wartawan menyamarkan keberpihakanya di wacana berita dengan menggunakan elemen-elemen tersebut. Dengan startegi wacana wartawan dapat menuangkan ideologinya secara implisit maupun eksplisit serta penggiringan opini publik ke arah yang wartawan harapkan.This study aims to describe the macro structure, superstructure, and micro structure of political news discourse in the Palopo Pos newspaper. This type of research is a qualitative descriptive study. The data source of this research is the political news discourse in Palopo Pos newspaper 23 and 24 February 2018. The research data are excerpts, words, clauses, phrases, sentences, and discourse contained in the political news of Palopo Pos newspaper 23 and 24 February 2018. The object of this research is the macro structure, superstructure, and micro structure of political news discourse. Data obtained by reading and note taking techniques. The results of research on the political news Palopo Pos published 23 and 24 February 2018 are divided into three structures, namely the macro structure, superstructure, and micro structure. In the research on the micro structure of news text discourse, many attitudes of journalists were found to support the Palopo Pos political news text discourse. This shows that the ideology of a journalist greatly influences the formation of a news text. Journalists disguise their alignments in the news discourse by using these elements. With the discourse strategy, journalists can implicitly or explicitly state their ideology and guide public opinion in the direction journalists expect. 
Metafora Ati ‘Hati’ dalam Bahasa Jawa Ema Rahardian
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2796

Abstract

Other than as a communication tool, language is also used as a means of thinking and expressing ideas. Such language functions with regard to language as a cognitive process. The lexical selection in the metaphor is able to embody how human experiences are reflected and how human cognition is described. This research concerns about the Javanesse ATI metaphor. This research intends to describe how the Javanesse people comprehend the concept heart through the metaphor. The data are metaphorical phrases that conceive the heart concept in various texts. The data includes spoken and written text. Thus, the data are analyzed by padan method and PUP technique. It shows that Javanesse ATI metaphor is conceptualized as human, animal, plant, and material. 
Refleksi Budaya Banjar dan Dayak dalam Novel Jendela Seribu Sungai Karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli (Kajian Etnolinguistik) NFN Indrawati
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2839

Abstract

Masyarakat Banjar dan Dayak masih memegang teguh budaya mereka masing-masing dan diikuti sampai sekarang. Bagaimana budaya itu direfleksikan oleh para tokoh dalam novel Jendela Seribu Sungai menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan budaya Banjar dan Dayak yang direfleksikan dalam novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli dikaji dari pendekatan etnolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tahapan membaca, menginventarisasi, mereduksi, menganalisis, dan terakhir memberi simpulan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa refleksi budaya Banjar dan Dayak dalam novel Jendela Seribu Sungai dapat dilihat dari tradisi dan adat kebiasaan masyarakat Banjar dan Dayak yang masih dilaksanakan;, ungkapan dan peribahasa yang menjadi pedoman hidup masyarakat Banjar dan Dayak; ritual dan kepercayaan yang masih diyakini; permainan tradisional yang masih dimainkan oleh masyarakat Banjar dan Daya;, makanan  tradisisonal yang menjadi ciri khas masyarakat Banjar dan Dayak; serta mantra atau doa yang masih dibaca dalam setiap prosesi upacara. Banjar and Dayak communities uphold their cultures and they still follow them until now. How that culture is reflected by the characters in the novel Jendela Seribu Sungai becomes an issue in this study. This research aims to describe Banjar and Dayak culture reflected in the novel Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli and it is reviewed from ethnolinguistics approach. The methods used in this study are qualitative descriptive methods by reading the novel Jendela Seribu Sungai, inventorying data, reducing data, analyzing data, and giving conclusion. From the results of this study it can be concluded that the reflections of Banjar and Dayak culture in the novel Jendela Seribu Sungai displays various traditions and customs of Banjar and Dayak communities and it still implemented; phrases and proverbs that become the guidelines of Banjar and Dayak people; rituals and beliefs that are still believed; traditional games that are often played by Banjar and Dayak people; food that becomes the characteristic of Banjar and Dayak people; and also spells or prayers that are still read in each ceremonial procession.   
Nilai Lingkungan dalam Kumpulan Cerpen Pilanggur Salusin Kisdap Banjar Karya Hatmiati Masy’ud Nurhidayati Kurniasih
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2761

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kearifan lingkungan dalam kumpulan cerpen Pilanggur Salusin Kisdap Banjar karya Hatmiati Masy’ud yang diwakili oleh Palak (Asap), Tambun (Hantu Banyu), dan Tulak Bala (Tolak Bencana). Teori ekokritik dan teori sosiologi digunakan dalam penelitian ini sebagai alat untuk menganalisis karya sastra dari sudut pandang lingkungan dan menghubungkannya dengan fakta sosial yang diacunya. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif sedang teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik simak, teknik catat, dan teknik kepustakaan. Prosedurnya membaca secara cermat; meneliti masalah kearifan lingkungan; mengklasifikasikan dan mengalisis permasalahan lingkungan berdasarkan pendekatan sosiologi karya sastra dalam teori sosiologi sastra dan teori ekokritik kemudian menyimpulkan kearifan lingkungan dalam cerpen pilihan tersebut adalah (1) penghargaan alam; (2) masalah lingkungan alam; dan (3) kearifan lokal dalam mengatasinya.This study is motivated by the increasing issue of global environmental warming. This study aims to describe environmental value in the short story collection of Pilanggur Salusin Kisdap Banjar by Hatmiati Masy’ud. This study uses descriptive qualitative method. The data are in the form of sentences containing environmental value in the short story collection of Pilanggur, they are; (1) Palak (smoke), (2) Tambun (Water Ghost), (3) Tulak Bala. The data technique used in this study is reading, note-taking, and library technique. The data analysis is done through several stages, they are (1) reading carefully, (2) identifying the problem, (3) classifying the environmental value, (4) analyzing the problem of environmental value based on extrinsic approach in sociology literature theory and ecology theory, (5) summarizing the environmental value about the solution offered in the story. The result shows that there are environmental values with its conflict and solutions offered, they are; (1) Palak short story, the conflict is about prolonged smoke pollution and environmental value with its offered solution, they are from action and spiritual aspect, (2) Tambun short story, the conflict is about polluted and dirty river and the solution is by maintaining the existence of the river, (3) Tulak Bala short story, the conflict is about village fire and the solution is by raising the knowledge of the people about the importance of environmental awareness. Afterward, ecocriticism in the short story collection of Pilanggur Salusin Kisdap Banjar are (1) the representation of nature in the short story, (2) the role of physical background (environment) in the plot of the short story, (3) the values of local wisdom, and (4) the metaphor of land (earth) and its attitudes. 
Akulturasi Budaya dalam Cerpen Hitam Putih Kotaku Karya Rismiyana Agus Yulianto
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2764

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui bentuk-bentuk akulturasi budaya yang terdapat dalam cerpen Hitam Putih Kotaku Karya Rismiyana; 2) untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya akulturasi budaya tersebut? dan  3) untuk mengetahui pandangan Islam terhadap budaya yang lahir dari akulturasi budaya yang terdapat dalam cerpen. Metode yang digunakan dalam menganalisis novel adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa akulturasi yang terjadi dalam cerpen sejatinya adalah akulturasi antara Islam dan kebudayaan Barat. Adapun faktor yang menyebabkan akulturasi adalah hegemoni kebudayaan Barat saat ini dan budaya yang lahir dari hasil akuturasi tidak sepenuhnya sesuai dengan ajaran Islam murni.The aim of this study are: 1) To find out the forms of cultural acculturation found in the Hitam Putih Kotaku short story by Rismiyana; 2) to find out the factors behind the culture acculturation? and 3) to find out the Islamic view of the culture due to cultural acculturation in the short story. The method of analyzing this novel is a qualitative descriptive method with sociology of literature approach. The results of the analysis show that the acculturation in the short story is between Islam and Western culture. The influencing factors on acculturation are the hegemony of current Western culture and the results of acculturation are not entirely in line with the teachings of pure Islam. 
Wajah Pasar Terapung Sebagai Ikon Wisata Banjarmasin, Kalimantan Selatan dalam Sastra: Kajian Sastra Pariwisata Derri Ris Riana
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2808

Abstract

Wisata pasar terapung dalam sastra menarik dikaji dengan menggunakan kajian sastra pariwisata. Keterkaitan sastra dan pariwisata tampak pada sastra turut mempromosikan daya tarik wisata. Sebaliknya, sastra juga terinspirasi oleh aktivitas wisata. Penelitian ini mengkaji daya tarik pasar terapung dan upaya menjaga eksistensi pasar terapung di tengah modernisasi dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan daya tarik pasar terapung dan upaya menjaga eksistensi pasar terapung di tengah modernisasi dalam karya sastra. Metode deskriptif digunakan dengan pendekatan sastra pariwisata, khususnya kajian tematik sastra pariwisata (tourism themes). Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa cerpen “Galuh Pasar Terapung”, puisi “Kidung Pasar Terapung”, puisi “Cahaya Borneo”, puisi “Pasar Terapung”, dan puisi “Pasar Terapung”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik pasar terapung yang terdapat dalam karya sastra bertema pasar terapung berupa atraksi, aksesibilitas, fasilitas, dan sarana pendukung. Atraksi ditunjukkan melalui transportasi jukung dan kelotok; topi khas Banjar berupa tanggui dan penutup kepala tengkuluk; sistem transaksi jual-beli; galah pengait kue; dan barang dagangan yang digambarkan oleh tokoh-tokoh cerita. Aksesibilitas menuju pasar terapung terpenuhi dengan adanya kelotok sewaan yang digunakan oleh tokoh cerita sebagai wisatawan untuk menuju pasar terapung. Fasilitas berupa masjid dekat dermaga yang memudahkan tokoh cerita sebagai wisatawan untuk melaksanakan ibadah. Sementara itu, sarana pendukung lain adalah tersedianya pemandu wisata. Berbagai upaya menjaga eksistensi pasar terapung di tengah modernisasi terekam dalam karya sastra bertema pariwisata, antara lain meregenerasi penerus pasar terapung; melakukan promosi wisata, baik melalui media cetak maupun televisi; dan melakukan kreativitas sehingga daya tarik pasar terapung semakin diminati oleh wisatawan.The tourism of floating market in literature can be studied by using literary tourism. The link between literature and tourism can be seen from literature also promotes tourist attraction. On the other hand, literature is also inspired by tourist activities. This research examines the attractiveness of floating markets and the efforts to maintain the existence of floating markets in the midst of modernization in literary works. This study aims to describe the attractiveness of floating markets and efforts to maintain the existence of floating markets in the midst of modernization in literary works. Descriptive method is used by using literary tourism approach, especially thematic study of literary tourism. The documentation technique is  used to collect data, such as  "Galuh Pasar Terapung", "Kidung Pasar Terapung", "Cahaya Borneo", "Pasar Terapung", and "Pasar Terapung". The results showed that the attractiveness of the floating market in literary themes were the attractions, access, amenities, and ancillary. Attractions are shown through jukung and kelotok transportation; a tradisional Banjar hat, tanggui and head cover, tengguluk; buying and selling transaction system; cake hook tool; and commodity that are depicted through the characters. Access to the floating market is fulfilled by the availability of rental kelotok for the character as tourists. Amenity in floating market is the avaibility of mosque near the pier which makes it easier for the character as tourists to carry out worship. Meanwhile, ancillary is the availability of tour guides. Various efforts to maintain the existence of floating markets in the midst of modernization can be seen in literary tourism themes include regenerating the successors of the floating market; conducting tourism promotion, either through print or television media; and do creativity so that the attraction of the floating market is increasingly in demand by tourists.
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Vlog Q&A Sesi 3 Pada Kanal Youtube Sherly Annavita Rahmi Sifrotul Faroh; Asep Purwo Yudi Utomo
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2793

Abstract

Vlog (video blogging) adalah bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan media vlog yang merepresentasikan personalitas dan biasanya membahas, menceritakan, atau mendiskusikan tentang konten-konten tertentu. Selain menjadi sarana hiburan, video blog juga memberikan pengetahuan bagi para penikmatnya. Salah satu vlog mengadung banyak pengetahuan adalah Vlog Q&A sesi 3 milik Sherly Annavita Rahmi di media sosial Youtube. Perlu diketahui bahwa jenis vlog yang sering diunggah dalam kanal youtube tersebut adalah vlog motivasi, Question & Answers (Q&A), serta opini penutur terhadap berbagai isu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam tindak tutur ilokusi yang ada pada Vlog Q&A sesi 3. Pendekatan penelitian ini berupa pendekatan deskriptif kualitatif. Penulis menggunakan metode observasi dengan mengunduh video blog, kemudian menggunakan teknik pencatatan untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan melalui transkripsi, analisis terjemahan dan interpretasi, kemudian dibuat kesimpulan tentang jenis tindak tutur ilokusi yang digunakan penutur dalam Vlog Q&A sesi 3. Data penelitian ini berupa tuturan yang disampaikan oleh pemilik akun kanal youtube Sherly Annavita Rahmi. Dari hasil analisis data, ditemukan terdapat lima jenis tindak tutur ilokusi yang dipakai penutur, diantaranya yaitu : (1) tindak tutur asertif menyatakan, menunjukan, menyatakan pendapat, berspekulasi, dan menyebutkan; (2) direktif memerintah, meminta, menyarankan, mengajak, menyuruh, dan mendesak; (3) ekspresif mengucapkan terima kasih, mengkritik, dan mengucapkan selamat; (4) komisif menawarkan dan (5) deklaratif memutuskan. Penelitian ini diharapkan dapat menemukan jenis dan makna tuturan ilokusi dalam vlog yang akan berguna untuk referensi dalam kehidupan.Vlog (video blogging)  is a form of blogging activity using vlog medium which represents personality and usually discusses, tells, or discusses about certain content. Besides being entertainment, video blogging also provide knowledge for the audience. One of the vlog that is full of knowledge is the vlog "Q&A Session 3" contained on Sherly Annavita Rahmi's channel on social media Youtube. Please note that the types of vlogs that are often uploaded in the YouTube channel are motivational vlogs, Question & Answers (Q&A), and speakers' opinions on various issues. This study aims to describe the range of illocutionary speech acts that exist in the V&A Q&A Session 3. The research approach is a qualitative descriptive approach. At the stage of data collection, the authors use the observation of referring to downloading vlogs first, and followed by the note taking technique. The author uses the method of referring to downloading vlogs and continued with note taking techniques to collect data. Data analysis was performed by transcription, translation analysis and interpretation, then making conclusions about the types of illocutionary speech acts used by speakers in the V&A Q&A Session 3. The research data is in the form of utterances delivered by Sherly Annavita Rahmi's youtube channel account owner. Based on the data analysis, there are five types of speech acts of are (1) asertive speech acts, including stating, speculating, and mentioning; (2) directive ordering, giving cue, suggesting, and urging; (3) expressive thank you, criticize, and congratulations; (4) commisives, includes offer; and (5) Declarative, including deciding. From this research it is expected to find the types and meanings of illocutionary speech in vlogs that will be useful for reference in life.language, vlog, sherly annavita rahmi, speech acts, illocution
Legenda Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Pengaruhnya pada Masyarakat Banjar Dede Hidayatullah
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2838

Abstract

Cerita para datu merupakan cerita dalam bentuk legenda yang menceritakan kiprah para datu dalam membina masyarakat  dan menyebarkan ajaran Islam. Legenda Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari merupakan cerita yang terdapat di Martapura yang mempunyai peranan penting dalam penyebaran agama Islam di Kalimantan Selatan. Penelitian ini akan membahas tentang legenda salah seorang datu yang menyebarkan agama Islam di Kabupaten Banjar, yaitu Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Penelitian ini bertujuan menguraikan tentang mitos Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, mendeskripsikan perjalanan hidupnya  dan keramat Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi deskritif. Dengan metode akan diuraikan pengaruh  yang muncul dari legenda Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari pada  budaya dan kehidupan masyarakat Banjar. Dengan menggunakan metode ini ditemukan bahwa legenda Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari telah membentuk karakter orang Martapura menjadi suka akan ilmu, peduli pada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, yaitu pesantren dan memandang keramat sebagai pelengkap keilmuan, bukan menjadi fokus dalam menuntut ilmu dan ibadah. The story of the datu is a story in the form of a legend that tells the role of the datu in developing society and spreading Islamic teachings. The legend of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari is a story from Martapura, which has an important role in the spread of Islam in South Kalimantan. This study will discuss the legend of one of the datu who spread Islam in Banjar Regency, namely Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. The objective of this study is to describe the myth of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, the story of his life, and the sacredness of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Using the ethnographic descriptive method, it will reveal the influence that emerged from the legend of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari in the Banjar society. This method has shown that the legend of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari has shaped the character of the Martapura people. They like studying and care about the development of educational facilities and infrastructure, such as Islamic boarding schools, and view of sacredness as a part of science, not as a focus in studying and worship.
Undas: Volume 16, Nomor 2 Prakata, Daftar Isi, Abstrak
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 17