cover
Contact Name
Hedrikson Marnes Ander
Contact Email
pppm.polnustar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pppm.polnustar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kepulauan sangihe,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sesebanua
ISSN : 25977105     EISSN : 26552868     DOI : 10.54484
Core Subject : Health,
Tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dibidang Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT SANGIHE DALAM MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN 6M DI MASA PANDEMI COVID-19 Jelita Siska Herlina Hinonaung; Dhito Dwi Pramardika; Astri Juwita Mahihody
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v6i2.522

Abstract

Pada awal bulan Februari 2022, Kementerian Kesehatan menyatakan Indonesia memasuki gelombang ketiga virus COVID-19. Ini ditandai dengan terjadinya kenaikan kasus COVID-19 harian. Adanya kasus yang tinggi membuat pemerintah berupaya mengatasinya dengan menghimbau masyarakat mematuhi prokes lewat penerapan 6M. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku masyarakat Sangihe dalam penerapan protokol kesehatan 6M dimasa pendemi COVID-19, dengan menggunakan metode penelitian non eksperimental, pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey. Objek penelitian adalah masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan waktu selama bulan Mei-September 2022. Pengambilan sampel diambil secara consecutive sampling menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapati mayoritas responden berusia 12-22 tahun, belum menikah, sebagian bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mahasiswa, dan berada pada kategori cukup saat menjalankan protokol kesehatan 6M di masa Pandemi COVID-19. Kesimpulan gambaran perilaku masyarakat Sangihe dalam menerapan protocol kesehatan 6M di masa pendemi COVID-19 berada pada kategori cukup. In early February 2022, the Ministry of Health said that Indonesia was entering the third wave of the COVID-19 virus. An increase in daily COVID-19 cases marks this. The existence of high cases makes the government try to overcome it by urging the community to comply with health protocol through the implementation of 6M. This study aims to describe the behavior of the Sangihe community in implementing the 6M health protocols during the COVID-19 pandemic, used a non-experimental research method and data collection by survey techniques. The object of research is the people of the Sangihe Island Regency on May to September 2022 and used consecutive sampling with a questionnaire. The results found that most respondents were 12-22 years old and unmarried, some worked as housewive and students, and were in a good category to carrying out the 6M health protocol during the COVID-19 pandemic. The conclusion of the description of the behavior of the Sangihe community in implementing the 6M health protocol during the COVID-19 pandemic is in a good category.
GAMBARAN PERMASALAHAN TIDAK TERCAPAINYA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MASYARAKAT PESISIR KAMPUNG LIKUANG KEPULAUAN SANGIHE Dhito Dwi Pramardika; Meityn Disye Kasaluhe; Yana Sambeka; Wendy Alexander Tanod; Astri Juwita Mahihody
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v6i2.530

Abstract

Program perilaku hidup bersih dan sehat di Indonesia sudah berlangsung 26 tahun namun hanya 39,1 persen keluarga di Indonesia yang menerapkan PHBS. Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berada paling utara Indonesia dan mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan hidup di wilayah pesisir pantai. Sekitar 45,4 persen penduduknya berpendidikan sekolah dasar dan capaian keluarga ber-PHBS tahun 2021 sebesar 18,3 persen. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran permasalahan tidak tercapainya perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat pesisir. Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif dengan metode survei yang dilaksanakan di Kampung Likuang Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan sampel 124 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Analisis data berupa analisis deskriptik dengan distribusi frekuensi.Hasil penelitian yaitu pengetahuan responden mengenai PHBS sebesar 57,3 persen tidak baik, sikap responden mengenai PHBS sebesar 58,1 persen tidak baik dan tindakan responden mengenai PHBS sebesar 51,6 persen baik. Dapat disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan PHBS pada indikator ASI Ekslusif, Air bersih, mencuci tangan, dan kebiasaan merokok. Rendahnya sikap PHBS pada indikator ASI ekslusif, makan sayur dan buah, aktivitas fisik, dan cuci tangan. Kemudian rendahnya tindakan PHBS pada indikator ASI ekslusif, cuci tangan, jamban sehat, dan pemantauan jentik nyamuk. Oleh karena itu, Kampung Likuang perlu dilakukan pembinaan PHBS. Hygiene and Healthy Lifestyle Behavior (HHLB) coaching programs in Indonesia have been going on for 26 years, but only 39.1 percent of families in Indonesia have implemented HHLB (PHBS). The Sangihe Island Regency is located in the northernmost part of Indonesia, and most of it is people who live as fishermen in coastal areas 45.4 percent of the population has an elementary school education, and the achievement of families with HHLB in 2021 is 18.3 percent. Based on it this study aims to describe the problem of unachieved hygiene and healthy living behavior in coastal communities. This research used descriptive research with a survey method in Likuang Village, North Tabukan District, Sangihe Island Regency, with a sample of 124 respondents. Sampling using a purposive sampling technique. The instrument is a questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analysis is in the form of descriptive analysis with frequency distribution. The study's results showed that the respondent's knowledge about HHLB was 57.3 percent not good, the respondent's attitude about HHLB PHBS was 58.1 percent not good, and the respondent's actions regarding HHLB were 51.6 percent good. It can be concluded that the common knowledge of HHLB is on the indicators of exclusive breastfeeding, hygiene water, washing hands, and smoking habit. Low HHLB attitude on indicators of exclusive breastfeeding, eating vegetables and fruit, physical activity, and washing hands. Then the low HHLB measures indicators of exclusive breastfeeding, hand washing, healthy latrine, and monitoring of mosquito larvae. Therefore, Likuang Village needs to be fostered by HHLB.
HUBUNGAN DURASI DUDUK DAN POSTUR KERJA TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN BANK KB BUKOPIN TAHUN 2022 Ratu Sheila Annamyra; Chandrayani Simanjorang
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i1.524

Abstract

Nyeri punggung merupakan suatu kondisi atau penyakit dimana keadaan tersebut sangat serius. Rata-rata pengidap DALY (Disability Adjusted Life Years) memiliki jumlah lebih tinggi dari HIV, kecelakaan lalu lintas, tuberkulosis, kanker paru, penyakit paru obstruktif kronik, dan masalah kelahiran prematur. Setiap tahun, 15-45 persen orang di seluruh dunia terkena LBP. Tujuan dari studi ini ialah untuk mengetahui korelasi yang terjadi pada posisi duduk dan kerja serta pengaruh sebuah karakteristik individu terhadap nyeri punggung bawah pada pekerja Bank Kb, meliputi usia, masa kerja, indeks massa tubuh, dan pola mobilitas. Dalam penelitian ini, desain survei cross-sectional dan metode analitik kuantitatif digunakan. Total sampling adalah metode pengambilan sampel yang digunakan, dan ada 62 responden. Mayoritas responden (78,1 persen) berusia di atas 35 tahun, telah bekerja kurang dari sepuluh tahun (68,6 persen), memiliki indeks massa tubuh di bawah 25 (60,6 persen), berolahraga kurang dari tiga kali per minggu, duduk lebih dari empat jam (90,0 persen), dan memiliki postur kerja yang tidak dapat diterima (Lebih dari 2), menurut hasil yang diperoleh. Akibatnya, ada hubungan yang cukup besar antara indeks massa tubuh dan jumlah waktu yang dihabiskan untuk duduk. Sangat penting untuk melakukan peregangan setelah bekerja, mempertahankan gaya hidup sehat, dan istirahat yang cukup. Back pain is a condition or disease where the situation is very serious. On average, people with DALY (Disability Adjusted Life Years) have a higher number of HIV, traffic accidents, tuberculosis, lung cancer, chronic obstructive pulmonary disease, and premature birth problems. Every year, 15-45 percent of people worldwide are affected by LBP. This study aims to determine the correlation between sitting and working positions and the effect of an individual characteristic on low back pain in Bank Kb workers, including age, years of service, body mass index, and mobility patterns. This study used a cross-sectional survey design and quantitative analytical methods. Total sampling is the sampling method employed, and there were 62 responses. The majority of respondents (78.1 percent) were over the age of 35, had been at their current job for less than ten years (68.6 percent), had a body mass index below 25 (60.6 percent), exercised less than three times per week, sat for more than four hours (90.0 percent), and had unacceptable work postures (More than 2), according to the results. As a result, there is a considerable link between body mass index and the amount of time spent sitting. Stretching after work, maintaining a healthy lifestyle, and getting adequate sleep are important.
PENGALAMAN KELUARGA MENGHADAPI STIGMA MASYARAKAT PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA Nansy Delia Pangandaheng; Gitalia Medea; Jelita Hinonaung; Astri Mahihody
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i1.554

Abstract

Stigma merupakan bentuk prasangka untuk menolak individu ataupun kelompok karena berbeda dengan yang lain. Seseorang yang mengalami sakit kejiwaan selalu mendapatkan perlakuan buruk dari lingkungan disekitar tempat tinggalnya. Keluarga yang merawatnya juga mendapatkan dampaknya jika memiliki anggota keluarga yang gangguan jiwa. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana pengalaman keluarga dalam menghadapi stigma masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik wawancara pada enam keluarga yang berbeda tempat tinggal dan memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Tahuna Timur. Analisia data ini menggunakan tujuh langkah Collaizi. Hasil yang didapat yaitu stigma yang buruk akan memberikan dampak kepada ODGJ dan keluarga. Dimana keluarga ikut mendapatkan dampak dari diskriminasi pada keluarga dan anggota keluarga yang sakit jiwa. Berdasarkan wawancara maka penulis menemukan 3 tema utama yaitu persepsi negatif, diskriminasi dari lingkungan sekitar dan kurangnya pengetahuan tentang gangguan jiwa. Stigma is a prejudice to refuse someone or groups because they are different from others. Someone who has a mental illness always bad treated with stigma by around society. And will also impact on the family caring for the patient as well. The Aim of this STUDY wants to know about family experiences facing society's negative community response or stigma to someone with mental disorders. The research method is qualitative where interviewing six (6) different family patients with mental disorders in East District Tahuna Health Center. This data analysis used seven steps of collaizi and the results obtained that the bad stigma will have an impact on the patient and their family. Family members also get the impact of discrimination against mentally ill of patients too. Based on the interview method this research finds three (3) basic themes there are negative responses, discrimination by around society, and less of knowledge about mental disorders.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI MAHASISWA INDEKOS TERHADAP TINDAKAN SEKSUAL PRANIKAH DI KECAMATAN MANGANITU Gracia Christy Tooy; Grace Angel Wuaten; Melanthon Junaedi Umboh; Maryati Agustina Tatangindatu
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i1.576

Abstract

Seorang individu yang memasuki masa kuliah umumnya berada pada tahapan remaja akhir, yaitu berusia 18-21 tahun. Sesuai dengan karakteristik perkembangan seksualnya, siswa biasanya mengembangkan perilaku seksualnya dalam bentuk hubungan heteroseksual atau pacaran. Perilaku seksual pranikah menjadi lebih umum di kalangan mahasiswa, terutama mahasiswa indekos, yang kurang mendapat pengawasan orang tua, masyarakat, dan konseling yang seharusnya mereka terima. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan motivasi tindakan seksual pranikah di tempat indekos. Jenis penelitian survei yang bersifat deskriptif analisis dengan ransangan cross-sectional. Responden penelitian adalah mahasiswa laki-laki dan perempuan usia 18-24 tahun yang tinggal di kontrakan atau kos di Kecamatan Manganitu. Instrumen dengan menggunakan kuesioner. Analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan motivasi dengan tindakan seksual pranikah. Kesimpulan pada pengetahuan dan motivasi H0 diterima sedangkan H1 ditolak. An individual person who enters a college is generally in a late teenager stage, which is 18-21 years old. According to the characteristics of their sexual development, students generally have developed their sexual behavior in the form of heterosexual relationships or dating. Premarital sexual behavior has become lively among college students, especially boarding students who have minimal parental control, society and the guidance they should receive. The purpose of this study was to determine relationship between knowledge and motivation of boarding students towards sexual acts. The type of this survey research is descriptive analytic study using a cross-sectional design. The research respondents were male and female students aged 18 to 24 years old who lived in rented or boarding house in Manganitu District. The instrument for data collection was using a questionnaire form. Data were analysis using univariate and bivariate of the chi-square test. The results show there were no significant relationship between knowledge and motivation with premarital sexual acts, moreover these were in acccordance with acceptance of H0.
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM PADA PASIEN GOUT ARTRITIS Brygita Chicilia Rumouw; Yeanneke Liesbeth Tinungki; Melanthon Junaedi Umboh
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i1.427

Abstract

Peningkatan kejadian gout artritis sering terjadi di belahan dunia terutama di Negara maju sperti Amerika dengan jumlah 34,2 persen. Tidak saja di negara maju, namun meningkatnya kejadian gout artritis menyerang Negara berkembang diantaranya adalah di Negara Indonesia. Cara mengurangi nyeri karena gout artritis adalah menggunakan teknik relaksasi napas dalam yang bertujuan agar sendi-sendi lebih rileks sehingga perasaan nyeri dapat berkurang. Tujuan penelitian mengetahui penerapan teknik relaksasi napas dalam pada pasien gout artritis. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus deskritif, yakni peneliti mendeskripsikan penemuan fenomena yang telah ada. Subjek penelitian adalah seorang pasien berusia 36 tahun yang mengalami gout artritis yang memiliki fungsi kognitif baik dan dapat berkomunikasi. Pemilihan subjek dilakukan dengan melakukan pemeriksaan gout artritis dengan menggunakan alat pemeriksaan Laboratorium. Apabila Urid Acid lebih dari lebih dari 8 ,0 mg/dl maka dipilih menjadi subjek penelitian. Instrumen penelitian menggunakan format pengkajian asuhan keperawatan keluarga dan skala pengukuran nyeri numerik. Pengumpulan akan dianalisa dengan analisis deskriptif. Hasil pengkajian pada penelitian ini bahwa pasien mengeluh nyeri pada kedua lutut dan di pergelangan tangan, nyeri bertambah saat melakukan aktivitas, hasil urid acid 8,07 mg/dl serta ketidakmampuan keluarga merawat pasien yang menderita gout artritis. Diagnosis Keperawatan pada pasien Tn. M. W adalah nyeri akut berhubungan dengan kurangya kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit. Tindakan Intervensi Keperawatan pada penelitian ini meliputi 5 tindakan observasi, 2 tindakan terapeutik, 5 tindakan edukasi dan 1 tindakan kolaborasi. Kesimpulan penelitian bahwa penerapan teknik relaksasi napas dalam dapat mengurangi nyeri pada pasien gout artritis. The prevalence of gout arthritis in the world is 34,2 percent and often occurs in a developed countries such as America. The increase in the incidence of gout arthritis does not only occurs in developed countries but also in developing countries one of which is Indonesia. The way to reduce pain due to gout arthritis is to use deep breathing relaxation techniques that relax the joints so that the feeling of pain can be reduced. The research purpose is to know to apply the application of deep breath relaxation techniques to a patient with gout arthritis. Method of research use method descriptive case study method, The researcher a description of to phenomena found. The subject of research is a patient 36-year-old experiencing gout arthritis have good cognitive function and communication. The selection of research subjects was carried out by examining gout arthritis using laboratory examination equipment. If uric acid is more than 8.0 mg/dl then chosen as a subject of research. The research instrument used a family nursing care assessment format and a numerical pain measurement scale. The collecting method was analyzed with descriptive analysis. The result of the assessment in this research shows that patient Tn. M. W complains of pain in both knees and the wrist, pain increases with activity, the result of uric acid 8.07 percent mg/dl, and the inability of family care member sick. Diagnosis of Care inpatient Tn M. W is acute pain related to the inability of family care to a member sick. Nursing intervention action has already been taken in this research about 5 action observations, 2 action therapeutics, 5 action educations, and 1 action collaboration. Conclusion of research that application of deep breath relaxation techniques can relieve pain in patients of gout arthritis.
KARAKTERISTIK PENDERITA COVID 19 DIRAWAT DI RSU LIUNKENDAGE TAHUNA SEJAK JANUARI 2021 Conny Juliana Surudani; Yenny Makahaghi
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i1.538

Abstract

Penularan virus corona 19 disebabkan oleh SARS Corona virus 2. Ditandai dengan demam, sesak nafas, batuk dan mengalami gangguan nafas akut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berupa data rekam medic RSU Liunkendage Tahuna untuk mengetahui karakteristik penderita COVID 19 yang dirawat di RSU Liunkendage Tahuna sebanyak 325 pasien. Pengolahan data dianalisia secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi, responden penelitian berdasarkan karakteristik. Hasil: yang menderita COVID 19 paling banyak pada kelompok umur 18-65 tahun 253 orang (78 persen), berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 191 orang (59 persen) dan laki-laki sebanyak 134 orang (41 persen). Sedangkan gejala ringan yaitu 242 orang (74 persen) dan yang mengalami penurunan kesadaran 6 orang pasien (2 persen), tidak memiliki riwayat komorbid yaitu 204 orang (63 persen) dan yang memiliki riwayat komorbid sebanyak 121 orang (37 persen). Pasien Covid-19 paling banyak belum divaksin dengan jumlah 307 orang (94 persen) dan 3 orang (1 persen) sudah pernah di vaksin dosis pertama. Corona-19 virus transmission caused by SARS Coronavirus 2. Fever, shortness of breath, coughing, and acute respiratory disorder are signs that indicate Covid-19. This research used a descriptive method with medical record data at General Hospital Liunkendage Tahuna to determine 353 characteristics of patients of Covid-19 victims being treated at General Hospital Liunkendage Tahuna. Tabulation of data analyzed descriptively to know frequency distribution, and research respondents based on characteristics. Result: Patients covid-19 most of age 18-65 years old (78 percent), the female gender is 191 patients (59 percent), and as many as male 134 patients (41 percent). Quick indication 242 patients (74 percent) and lowering of unconscious 6 patients (2 percent). Patients do not history of comorbidities 204 (63 percent) and patients have comorbidities 121 people (37 percent). Covid-19 patients most of them not been vaccinated 307 people (94 percent) dan three (3) people have been vaccinated with the first dose.
KELUHAN UTAMA DENGAN LENGTH OF STAY (LoS) DI RSD LIUNKENDAGE TAHUNA Meistvin Welembuntu; Iswanto Gobel
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i2.527

Abstract

Keluhan utama merupakan penyebab utama sehingga pasien ke Rumah Sakit, oleh karena itu Unit Gawat Darurat UGD yang merupakan pelayanan terdepan selama 24 jam wajib memberikan pelayanan prima secara cepat dan tepat oleh tenaga dokter ataupun perawat yang telah tersertifikasi guna penyelesaian permasalahan pasien, selanjutnya pasien akan dirawat di ruang perawatan bila dibutuhkan atau dapat langsung pulang ke rumah, lama rawat pasien akan sangat bergantung pada kondisi penyakit dan hal lainnya. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui apakah adanya hubungan antara keluhan utama dan lama rawat inap pada pasien diruang perawatan bougenvil RSD Liun kendage Tahuna, proses pengambilan data menggunakan data retrospektif yang ada di bagian medical record maupun ruang perawatan dan Unit Gawat darurat, dengan jumlah sampel sebanyak 200 orang, Analisa data menggunakan program computer dengan jenis uji komparatif numerik tidak berpasangan Kruskall Wallis. Hasil penelitian didapatkan Pasien yang dirawat paling banyak berusia 45 sampai dengan 54 tahun, berjenis kelamin perempuan, berdomisili di Tahuna, Pengguna BPJS, Nyeri merupakan keluhan terbanyak pasien, dan pasien pulang dalam kondisi sembuh. Uji bivariate didapatkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara keluhan utama dan lama perawatan di ruang bougenvile selang januari 2020 sampai dengan desember 2021 dengan nilai p 0,54. Saran diharapkan kepada RSD Liun kendage Tahuna untuk terus mengevaluasi dan melakukan penelitian untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi lama perawatan pasien, agar supaya pasien dan keluarga sebagai pengguna layanan akan merasa puas terhadap layanan yang diterima nantinya The main complaint is the main cause for patients to go to the hospital, therefore the Emergency Unit ER which is the foremost service for 24 hours is obliged to provide excellent service quickly and precisely by certified doctors or nurses in order to resolve patient problems, then the patient should be treated in the treatment room if needed or can go straight home, the length of stay of the patient depends on the severity of disease and other factors. This study determined the relationship between the main complaints and the Length of Sstay of patients at the bougainville room at Liun Kendage Hospital, Tahuna. The data collection process used retrospective data in the medical record section as well as in the treatment room and emergency room, Number of samples were 200 Data of patients. Data was analyzed by the computer program, numerical comparative test Kruskall Wallis was used in this research. Study showed that the majory of patients admitted during 2020 to 2021 were aged 45 up to 54 years, female, live in Tahuna, BPJS users, with the most complaints of pain, and patients returning home because of fully recovered. Bivariate test showed that there is no significant relationship between the main complaint and the length of stay with a p-value of 0.54. RSD Liun Kendage Tahuna expected to continue the evaluatiom and conduct research to find out factors related to patient care during hospitalization to improve services and increase the users satisfaction.
PEMAHAMAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS DI KALANGAN MASYARAKAT PULAU KAWALUSO Yeanneke Liesbeth Tinungki; Detty Jeane Kalengkongan
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i2.532

Abstract

Diabetes Mellitus DM merupakan masalah kesehatan global yang berhubungan erat dengan penyakit metabolic dan kardiovaskuler sehingga sampai saat ini DM masih menjadi masalah kesehatan dunia termasuk di Indonesia. Tingginya prevalensi dan persentase kematian akibat DM menyebabkan perlunya penelusuran mengenai pemahaman dan perilaku masyarakat tentang cara mencegah terjadinya DM. Pencegahan DM sangat diperlukan untuk mencegah timbulnya DM dan komplikasinya. Kendala utama saat ini adalah kurangnya pemahaman masyarakat di Pulau Kawaluso untuk mengikuti pola hidup sehat sehingga mempengaruhi perilaku manajemen kesehatan masyarakat tidak cukup baik. Permasalahan ini menjadi tantangan dalam mencegah adanya peningkatan kasus DM. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemahaman dan perilaku masyarakat di Pulau Kawaluso untuk mencegah terjadinya DM. Penelitian ini adalah penelitian deskritif kuantitatif dengan metode survei. Dilaksanakan sejak bulan Juli sampai dengan Oktober 2022 di Pulau kawaluso Kecamatan Kendahe Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan jumlah populasi 643 orang. Pengambilan sampel menggunakan non probality sampling dengan teknik purposive sampling maka setelah mengadakan perhitungan sampel didapatkan besar sampel berjumlah 96 subjek atau responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat Pulau Kawaluso tentang pencegahan DM berada pada kategori kurang atau 79.17 persen. Hasil penelitian tentang Perilaku pencegahan DM menunjukkan masyarakat berperilaku negatif atau 58.33 persen. Kesimpulan penelitian ini adalah pemahaman masyarakat tentang pencegahan DM di Pulau Kawaluso berada pada kategori kurang dan perilaku masyakat untuk mencegah DM sebagian besar masyarakat berperilaku negatif. Saran bagi petugas kesehatan agar lebih meningkatkan promosi kesehatan berkaitan dengan pencegahan DM dan bagi masyarakat agar senantiasa menjaga lifestyle supaya terhindar dari penyakit DM Diabetes Mellitus is a global health problem that is closely related to metabolic and cardiovascular disease, so Diabetes Mellitus DM remains a worldwide health concern, including in Indonesia. The high prevalence and percentage of deaths caused by DM emphasize the need to investigate the understanding and behavior of the community to prevent DM. Preventing DM is crucial to avoid the onset of diabetes and its complications. The primary challenge at present is the Kawaluso community's lack of understanding in adopting a healthy lifestyle, which impacts the effectiveness of public health management. This issue presents a challenge in curbing the rise of DM cases. The research aims to understand the behavior and attitudes of the communities on Kawaluso Island, Kendahe District, Sangihe Island Regency, which has a population of 643 people. The sampling method involves non-probability sampling with a purposive sampling technique, resulting in a sample size of 96 subjects or respondents. The research results indicate that the community's understanding on DM prevention in Kawaluso Island falls within the lower category, at 79.17 percent. The research findings regarding behavior for preventing DM reveal that the community exhibits negative behavior at a rate of 58.33 percent. In conclusion, this research reveals that the understanding of communities about preventing DM in Kawaluso Island falls within the lower category, and the community's behavior for DM prevention indicates a predominant negative trend. Recommendations for health workers include enhancing health promotion efforts related to DM prevention. Additionally, the community is advised to consistently maintain a healthy lifestyle to prevent the occurrence of DM
DUKUNGAN KELUARGA PADA ANAK DENGAN MASALAH KETERLAMBATAN MENTAL DI KECAMATAN MANGANITU Yenny Budiman Makahaghi; Nansy Pangandaheng
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i2.539

Abstract

Menjaga dan membesarkan anak berkebutuhan khusus merupakan tugas dan tanggung jawab sebagai orang tua karena anak merupakan anugerah Tuhan yang dititipkan bagi setiap orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dukungan keluarga merawat anak dengan keterlambatan mental di Kecamatan Manganitu. Metode: penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara kepada 5 keluarga yang merawat anak di Kecamatan Manganitu. Analisis data yang digunakan mengacu pada tujuh langkah teknik analisis data collaizi. Hasil penelitian ini yaitu dukungan keluarga pada anak dengan masalah keterlambatan mental sangat penting mulai dari memberikan mencari informasi tentang kesehatan anak, kebutuhan makan minum, fasilitas pendidikan sampai kasih sayang yan diberikan merupakan dukungan terbesar yang diharapkan oleh anak dengan keterlambatan mental sehingga anak akan merasa dihargai dan sayangi oleh orang tua. Kesimpulan: Dukungan keluarga yang diberikan orang tua pada anak dengan masalah keterlambatan mental yaitu dukungan Informasi, dukungan emosional, dukungan instrumental dan dukungan penghargaan. Orang tua memiliki peran terhadap tumbuh kembang anak Caring for and raising children with special needs is the duty and responsibility of parents because children are God's gifts that are entrusted to every parent. The purpose of this study was to determine family support in caring for children with mental retardation in Manganitu District. Method: this study used a qualitative research method with interview techniques to 5 families who cared for children in Manganitu District. The data analysis used refers to the seven-step collaizi data analysis technique. The results of this study are that family support for children with mental retardation is very important, starting from providing information about children's health, eating and drinking needs, educational facilities to the affection that is given, which is the greatest support expected by children with mental delays so that children will feel valued and loved by parents. Conclusion: Family support given by parents to children with mental retardation problems, namely information support, emotional support, instrumental support and appreciation support. Parents have a role in the development of children.

Page 9 of 10 | Total Record : 99