cover
Contact Name
Hedrikson Marnes Ander
Contact Email
pppm.polnustar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pppm.polnustar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kepulauan sangihe,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sesebanua
ISSN : 25977105     EISSN : 26552868     DOI : 10.54484
Core Subject : Health,
Tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dibidang Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
KEKERASAN DALAM BERPACARAN PADA SISWA SMA DAN SMK DI KECAMATAN TABUKAN UTARA Christien Rambi; Chatrina M. A. Bajak; Elviera Tumbale; Samsia Panawar
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i2.548

Abstract

Masalah yang sering terjadi dan dialami oleh pasangan dalam hubungan berpacaran ialah terjadinya tindakan kekerasan, dimana tindakan kekerasan ini berdasarkan data dari Komnas Perempuan (2020) berada pada urutan ketiga pada tahun 2016-2020, setelah kekerasan istri dan anak perempuan. Terjadi sekitar 2.073 kasus (2018), 1.815 kasus (2019), dan 1.309 kasus (2020). Tujuan penelitian ini ialah diketahuinya gambaran tingkat kekerasan dan bentuk – bentuk kekerasan dalam berpacaran pada siswa SMA dan SMK di Kecamatan Tabukan Utara. Data penelitian dikumpulkan dengan mengisi kuesioner Conflict Tectict Scale (CTS. Responden dipilih melaui teknik purposive sampling, dimana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan beberapa kriteria. Jumlah responden yang memenuhi kriteria berjumlah 135 orang dan mewakili dari siswa SMA Negeri 1 Tabukan Utara, SMK Tabukan Utara, dan SMK Muhamadiyah Naha. Hasil penelitian diperoleh bahwa seluruh responden mengalami tindakan kekerasan dalam berpacaran. Tingkat kekerasan yang dialami oleh responden berada pada skala sangat rendah 12,7 persen. Terdapat 5 tindakan kekerasan yang paling banyak dialami oleh responden ialah diperiksa handphone (kekerasan sosial) 85,2 persen, diabaikan (kekeraan psikis) 44,4 persen, selalu diawasi (kekerasan psikis) 37 persen, dicurigai (kekerasan psikis) 32,6 persen, dan dituduh selingkuh (kekerasan psikis) 25,2 persen. Dating violence is a big problem and it is happen in common dating couples in the world. Data from Komnas Perempuan (2020) said that, at five years ago (2016-2020), dating violence occupy possition in third big violence under privacy violance to wife and daughters in 2018 2.073 cases, 2019 1.815 cases, and than 2020 1.093 cases. Purpose of this reseach is to know general description of the level of violence than another data of dating violence types to Students in Senior High School and Vacational High School Student in Tabukan Utara Distric. Reaseach data taken from 30 statement of respondents in Conflict Tectic Scale (CTS) questionares. Total respondent who met the criteria were 135 students and representative of Senior High School and Muhamadiyah Naha Vacational High School Student in Tabukan Utara Distric. Result of those reseach were all respondents had dating violence, the lowest data 12.7 percent. Found 5 data violences of checking cellphone or smartphone (social violance) 85,2 percent, data violence of not given attention about 44.4 percent (physic violance), 37 percent data violence of no room tobe friends (physic violance), 32.6 percent (physic violance) data or violence being watched, and 25 percent (physic violance) is considered to have relationship with someone other than her or him lover.
The FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS PERKEMBANGAN BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS ENEMAWIRA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Meityn Kasaluhe; Ferdinand Gansalangi; Jelita Siska Herlina Hinonaung; Dhito Dwi Pramardika; Yana Sambeka
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v7i2.555

Abstract

Setiap tahun lebih dari 200 juta anak kurang dari 5 tahun menunjukkan keterlambatan perkembangan dan 86 persen terjadi di negara berkembang. Sekitar 43 persen anak di negara berkembang dikhawatirkan akan mengalami gangguan perkembangan. Salah satu upaya untuk mengetahui adanya penyimpangan perkembangan bayi dan balita yaitu dengan deteksi dini penyimpangan perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status perkembangan balita di Wilayah Puskesmas Enemawira Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling dengan jumlah sampel yaitu 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk pada kategori memiliki pendidikan tinggi yaitu sebanyak 73.3 persen. Berdasarkan pendapatan keluarga, 60 persen responden termasuk pada kategori keluarga dengan pendapatan rendah. Berdasarkan karakteristik jumlah saudara, maka sebagian besar subjek penelitian tidak memiliki saudara yakni 56.7 persen. Hasil perhitungan KPSP menunjukkan sebagian besar subjek dalam penelitian ini termasuk pada kategori perkembangan meragukan yakni 60 persen. Secara statistik, tingkat pendidikan ibu berhubungan dengan status perkembangan anak p value lebih besar dan sama dengan 0.05. Faktor yang tidak berhubungan dengan status perkembangan anak yakni pendapatan keluarga dan jumlah saudara Every year, more than 200 million children under the age of five experience developmental delays, with developing countries accounting for 86 percent of the cases. Developmental disorders are expected to affect approximately 43 percent of children in developing countries. Early detection of developmental abnormalities is one effort to discover the existence of developmental abnormalities in infants and toddlers. This study aims to determine the factors related to child development status in the Enemawira Community Health Center, Sangihe. This research was a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. Sampling method using convenience sampling with a total sample of 30 respondents The results showed that most of the respondents 73.3 percent belonged to the category of having higher education. Based on family income, 60% of respondents belong to the category of families with low income. Based on the characteristics of the number of siblings, most of the research subjects 56.7 percent did not have siblings. The KPSP calculation results showed that most of the subjects in this study were included in the "doubtful" category 60 percent. The mother's educational level is statistically related to the child's developmental status p value 0.05. while family income and the number of sibling factors were not related to the development of child status, respectively
GAMBARAN PELAKSANAAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) DI KECAMATAN TABUKAN SELATAN patras, mareike; Tooy, Gracia Christy; Tinungku, Yeanneke Liesbeth; Hinonaung, Jelita Siska Herlina; Bajak, Chatrina Maria Agustinus; Wuaten, Grace Angel; Lalombo, Agneta Sartika; Mahihody, Astri Juwita; Pangandaheng, Nansy Delia; Kasaluhe, Meityn Disye
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v9i1.250

Abstract

Salah satu kunci keberhasilan dalam dalam upaya menciptakan kesehatan masyarakat ialah membina PHBS ditatanan rumah tangga. Rumah tangga melakukan PHBS apabila melaksanakan 10 indikator PHBS, berperilaku baik dan memenuhi 4 kriteria sehat yaitu sehat pratama, sehat madya, sehat utama dan sehat prima. Adapun tujuannya diketahui gambaran pelaksanaan PHBS di Kecamatan Tabukan Selatan. Adapun jenis penelitian menggunakan survey. Hasil menunjukkan bahwa tindakan PHBS berada pada kategori cukup sebanyak 55% dengan klasifikasi sehat sehat madya sebanyak 62,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gambaran pelaksanaan PHBS di Kecamatan Tabukan Selatan dikategorikan cukup One of the keys to success in efforts to create public health is fostering Clean and Healthy Life Behavior (CHLB) in households. Households carry out CHLB if they implement 10 PHBS indicators, behave well and meet 4 healthy criteria, namely primary health, middle health, main health and prime health. The purpose is to find out the picture of CHLB implementation in South Tabukan District. The type of research uses a survey. The results show that PHBS actions are in the sufficient category as much as 55% with a healthy and middle health classification of 62.5%. This study concludes that the picture of CHLB implementation in South Tabukan District is categorized as sufficient.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADlAN DEPRESl PADA LANSIA Makahaghi, Yenny Budiman; Surudani, Conny Juliana; Pangandaheng, Nansy Delia; Karimela, Ely John; Gobel, Iswanto
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v9i1.262

Abstract

Masalah mental sering dialami oleh lanisa yaitu mengalami depresi. Kehidupan lansia dipengaruhi oleh dukungan dari keluarga. Perubahan secara fisik akan dialami oleh setiap individu baik fisik maupun mental seperti terjadi penurunan fungsi pendengaran dan daya tahan tubuh. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada lansia. Metode penelitian yaitu penelitian observasional analitik dengan rancangan cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 lanjut usia sesuai dengan inklusi. Dalam pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian di kampung Bentung pada bulan Agustus 2019. Hasil penelitian berdasarkan Uji chi square nilai value p=0,029 (p<0,05). Kesimpulan: ada hubungan antara dukungan keluarga dengan depresi pada lansia Mental problems are often experienced by lanisa, namely experiencing depression. The life of the elderly is influenced by support from the family. Physical changes will be experienced by every individual both physically and mentally such as a decrease in hearing function and endurance. The purpose of the study was to determine the relationship between family support and the incidence of depression in the elderly. The research method is analytical observational research with a cross sectional study design. The sample in this study was 30 elderly people according to inclusion. In sampling using purposive sampling technique. The research location was in Bentung village in August 2019. The results of the study based on the chi square test value p = 0.029 (p <0.05). Conclusion: there is a relationship between family support and depression in the elderly.
THE OVERVIEW OF PUBLIC KNOWLEDGE ABOUT TRADITIONAL MEDICINE IN DUMUHUNG VILLAGE, SANGIHE ISLANDS DISTRICT Tooy, Gracia Christy; Rambi, Christien Anggreni; Umboh, Melanthon Junaedi; Tatangindatu, Maryati Agustina
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v9i1.590

Abstract

Obat tradisional sejak dulu dikenal di kalangan masyarakat di Indonesia, selain itu penggunaan obat tradisional sering dinilai lebih aman dibandingkan dengan penggunaan obat modern karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih rendah dari pada obat modern. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang obat tadisional di Kelurahan Dumuhung. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan metode Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 responden, dengan menggunakan teknik sampling Purposive Sampling. Hasil Penelitian menunjukkan umur responden terbanyak berada pada usia 20-40 tahun sebanyak 18 responden (54.5%), jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan 17 responden (71,5%), tamatan pendidikan terbanyak strata satu (S1) 14 orang (14,4%). (71,5%), pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional yaitu kurang 5 orang (15,2%), cukup 14 orang (42,4%), baik 14 orang (42,4%) dan yang pernah menggunakan obat tradisional sebanyak 19 responden (97%), Jenis obat tradisional yang digunakan terbanyak adalah Jahe 4 orang (12%). Pada umumnya masih banyak masyarakat memanfaatkan pengobatan secara tradisional. Dapat disimpulkan penelitian mayoritas responden memiliki pengetahuan pada kategori cukup menggunakan obat tradisional untuk mengobati penyakit yang dialami. Disarankan hasil penelitian dapat dijadikan alternatif pengobatan non farmakologi bagi masyarakat dalam penggunaan obat tradisional.
GAMBARAN RESPONS TIME DAN MENENTUKAN TRIASE DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM LIUNKENDAGE TAHUNA Kalengkongan, Detty J.; T, Yeanneke
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v9i1.628

Abstract

Abstrak:. Response Time/waktu tanggap dan menentukan Triase adalah kecepatan penanganan pasien, dihitung sejak pasien datang sampai dilakukan penanganan, serta pengelompokan pasien untuk menentukan tingkat kegawatan . Respons time/Waktu tanggap darurat harus dimanfaatkan oleh perawat dan dokter untuk memenuhi prosedur utama dalam penanganan kasus. gawat darurat pasien yang di sebut prosedur ABCD (Airway, Breathing, Circulation, Disability). Tujuan penelitian Diketahuinya gambaran response time/waktu tanggap dan menentukan Triase di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Liunkendage Tahuna. Metode dan rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel yaitu nonprobability sampling dengan cara total sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner, interview (wawancara mendalam), observasi/pemantauan langsung. Teknik analisa data dengan menggunakan uji distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan responden melakukan respons time ≤ 5 menit sebanyak 21 (70%), dan melakukan respons time ≥ 5 menit ada 9 (30%) responden. Begitu juga yang melakukan triase ≥ 30 menit sebanyak 19 (63%) responden, dan melakukan triase ≥ 30 menit sebanyak 11 (37%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindakan respons time dan menentukan triase belum sesuai standar pelayanan IGD rumah sakit tipe C.
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN MEMORI PADA LANSIA NY. M. L DENGAN DEMENSIA DI RUANGAN WISMA MONGINSIDI UPTD BPSLUT SENJA CERAH MANADO Tinungki, Yeanneke Liesbeth; Hengkeng, Marshanda; Rambi, Christien A.
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v9i1.674

Abstract

Abstrak: Demensia adalah merupakan gambaran penurunan fungsi kognitif yang sering terjadi pada lanjut usia. Lansia adalah seorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Gangguan kognitif (memori) pada lansia ditandai dengan mudah lupa (Forgetfulness). Tujuan Penelitian: Mengetahui Penerapan Asuhan Keperawatan Gangguan Memori pada Lansia dengan Demensia di Ruangan Wisma Mongonsidi UPTD BPSLUT Senja Cerah Manado. Metode Penelitian: Metode Studi Kasus yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan Asuhan Keperawatan Gangguan Memori pada Lansia dengan Demensia di UPTD BPSLUT Senja Cerah Manado. Hasil: Berdasarkan Asuhan Keperawatan yang diberikan pada Ny. M.L yang telah dilakukan selama 3 hari mendapatkan hasil Klien sudah mampu mengingat hari dan waktu, klien sudah mampu mengingat nama mahasiwa yang berkenalan dengannya, klien sudah mampu mengingat gambar yang dibuatnya dan menyebutkan nama gambar. Kesimpulan: Asuhan Keperawatan Gangguan Memori yang diberikan pada Ny. M.L telah teratasi dan sudah memenuhi kriteria hasil yang direncanakan
DETERMINAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANG DI WILAYAH PESISIR KAMPUNG LEHUPU KECAMATAN TABUKAN SELATAN TENGAH KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Patras, Mareike D.; Tooy, Gracia Christy; Tatangindatu, Maryati; Hinonaung, Jelita Siska Herlina; Kasaluhe, Meityn Disye
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v9i1.691

Abstract

Perilaku Buang Air Besar Sembarang (BABS) adalah suatu perilaku yang tidak sehat, membuang kotoran/tinja di sembarang tempat yang berdampak pada individ dan masyarakat serra lingkungan sehingga dapat menyebabkan penyakit diare. Data statistik tahun 2023 ada 5,67% rumah tangga di Kabupaten Sangihe mempraktikan BABS. Kecamatan Tabukan Selatan Tengah memiliki akses jamban terendah 64,13%. Laporan KKL mahasiswa Politeknik Nusa Utara tahun 2024 posko Lehupu, ada 45 rumah yang tidak memiliki jamban sehat dan masih ada keluarga yang membuang air besar di kebun dan pantai. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan perilaku BABS di Kampung Lehupu Kecamatan Tabukan Selatan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik , desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukan pendapatan (p=0,035), peran petugas kesehatan (p=0,012), dukungan pemerintah (p=0,010), kepemilikan jamban (p=0,006) berhubungan dengan perilaku BABS sedangkan umur (p=0,217), pengetahuan (p=0,364), sikap (p=1,000) dan ketersediaan air bersih (p=1,000) tidak ada hubungan dengan perilaku BABS.
TINGKAT KEPATUHAN LANJUT USIA DALAM MENERAPKAN PROTOKOL PENCEGAHAN COVID – 19 DI WILAYAH PELAYANAN GMIST IMANUEL TAHUNA Kalengkongan, Detty J.; Tinungki, Yeanneke Liesbeth
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v8i1.529

Abstract

Upaya untuk mencegah penyebaran Virus Corona diantaranya yaitu mencuci tangan sesering mungkin dengan menggunakan sabun, memakai masker saat berpergian, menutup mulut saat batuk, menjaga jarak dari orang lain, membatasi untuk berpergian serta pemantauan dan isolasi diri untuk orang yang dicurigai bahwa mereka terinfeksi. Kepatuhan merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19. Kurangnya kepatuhan dalam menaati protocol untuk pencegahan Covid-19 menyebabkan pandemic sulit untuk berakhir dan sangat berpotensi memperluas penyebarannya. Tujuan penelitian ini yaitu Diketahuinya tingkat kepatuhan lanjut usia dalam mererapkan protokol Covid-19 di wilayah pelayanan GMIST Imanuel Tahuna. Metode deskritif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner, interview, observasi secara langsung. Hasil diperoleh tidak patuh sebanyak 30 (60%), patuh sebanyak 20 (40%) responden. Kesimpulan Tingkat kepatuhan lanjut usia dalam menerapkan Protokol Covid-19 di wilayah kerja GMIST Imanuel Tahun digolongkan tidak patuh. Saran: Diharapkan tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19, oleh karena lansia sangat rentan dan sangat berisiko tertularnya penyakit tersebut. Efforts to prevent the spread of Corona virus include washing hands frequently with soap, wearing a mask when traveling, covering your mouth when coughing, keeping your distance from others, limiting travel and monitoring and self-isolating people who are suspected that they are infected. Compliance is one of the efforts to prevent the transmission of Covid-19. The lack of compliance in adhering to protocols for the prevention of Covid-19 makes the pandemic difficult to end and has the potential to expand its spread. The purpose of this study is to determine the level of compliance of the elderly in absorbing the Covid-19 protocol in the GMIST Imanuel Tahuna service area. Quantitatif descriptive method a cross sectional. The sample in this study was 50 respondents. Data collection is obtained through questionnaires, interviews, direct observation. Results obtained non-compliance as many as 30 (60%), obedient as many as 20 (40%) respondents. Conclusion The level of compliance of the elderly in implementing the Covid-19 Protocol in the work area of GMIST Imanuel Tahun is classified as non-compliant. Suggestion: As an effort to prevent the transmission of Covid-19. It is hoped that the elderly community will continue to comply with the Covid-19 prevention protocol and implement it, considering that the elderly are very vulnerable and at risk of contracting the disease.

Page 10 of 10 | Total Record : 99