Articles
219 Documents
Proses Sintering dan Karakterisasi pada Keramik Zircon Silikat (ZrSiO4)
Suprapedi Suprapedi;
Mulyadi Mulyadi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7357
Zircon silikat (ZrSiO4 ) merupakan jenis keramik berbasis oksida dan banyak dipergunakan sebagai bahan refraktori. Untuk mengetahui proses sintering yang optimal maka pada penelitian ini di gunakan bahan alami yaitu zirkon silikat. Preparasi bahan dilakukan melalui proses pencampuran menggunakan wet milling dengan alat ball mill selama 12 jam. Selanjutnya dilakukan proses pengeringan dan pencetakan membentuk sampel pelet. Pada proses pencetakan tekanan yang diberikan pada saat proses pencetakan sampel menggunakan gaya sebesar 10000 kgf. Selanjutnya dilakukan proses sintering (pembakaran) dengan variasi suhu 1200OC, 1300OC, dan 1400OC menggunakan tungku listrik dan ditahan selama 60 menit. .Sampel pelet yang telah disintering dilakukan pengujian antara lain : densitas, kekerasan, dan kuat tekan. Hasil karakterisasi keramik zircon silikat (ZrSiO4 ) menunjukkan bahwa densitas maksimum terdapat pada sampel dengan suhu sintering 1400O C dengan nilai 3,93 g/cm3 . Dalam pengujian kekerasan menunjukan nilai kekerasan tertinggi dicapai pada suhu 1400O C dengan nilai 570 Hv. Sedangkan pada pengujian kuat tekan nilai tertinggi dicapai dengan suhu sintering 1400O C mendapat angka kuat tekan sebesar 792,63 kg/cm2.
Prototipe Sistem Kunci Locker Berbasis RFID dan NodeMCU
Istas Pratomo Manalu;
Andi Manullang;
Melani Siagian
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19485
Sistem penguncian locker sangat penting bagi instansi-instansi yang memberikan layanan-layanan umum seperti penitipan barang di supermarket, perusahaan, sport center, sekolah atau kampus. Bahkan penggunaan locker dapat diaplikasikan di rumah. Kebanyakan dari pemilik instansi tersebut masih menggunakan penguncian manual yang cenderung memiliki banyak kelemahan. Pada penelitian ini, sistem yang dibangun adalah sistem penguncian locker dengan memanfaatkan teknologi RFID, NodeMCU, Web aplikasi serta sistem keamanan. RFID digunakan sebagai sistem akses locker. Sistem ini menggunakan satu RFID reader untuk multiple locker, dan logic pengolahan data terletak pada NodeMCU. Web aplikasi yang dibangun digunakan admin untuk mendaftarkan user berupa identitas dan ID pada database. Sistem berhasil dibuat sesuai dengan skenario yang diharapkan. User yang memiliki id yang sesuai dapat mengakses locker, dan yang tidak sesuai tidak dapat mengakses locker. Sistem ini juga menggunakan tag master yang hanya dimiliki admin untuk dapat mengakses setiap locker user yang mengalami kehilangan tag atau kerusakan tag.
Pengaruh Waktu Milling dan Suhu Sintering terhadap Densitas dan Kekerasan Keramik Alumina
Suprapedi Suprapedi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/pjte.v3i2.7225
Telah dilakukan proses sintering terhadap keramik alumia. Bahan yang dipergunakan adalah serbuk Al2O3 dari EMerck dengan kemurnian 99,90 %. Bahan baku digiling secara basah menggunakan aquades dan digunakan bola milling dari bahan keramik zirconia dengan perbandingan bola milling dengan serbuk alumina adalah : 4 :1. Waktu milling divariasikan yaitu : 12 jam, 24 jam dan 48 jam. Kemudian bahan dikeringkan pada suhu 110oC selama 24 jam. Bahan serbuk yang telah kering ditambahkan bahan perekat sebanyak 5% PVA. Proses pencetakan dilakukan menggunakan gaya tekan sebesar 15 Tonf dan ukuran pelet yang dihasilkan dengan diameter 18 mm dengan ketebalan sekitar 19 mm. Selanjutnya pelet yang dihasilkan di sintering menggunakan tngku listrik pada suhu : 1100, 1200 dan 1300oC, dengan waktu penahanan selama 4 jam dan kecepatan kenaikan suhu 8 oC/menit. Sampel yang telah di sintering selanjutnya dilakukan pengukuran densitas dan persen penyerapan air, serta dilakukan pengukuran kekerasan vickers . Dari hasil penelitian menunjuan bahwa proses milling sampel alumina terkecil dicapai sebesar 8.67 µm dengan waktu milling 48 jam menggunakan ball mill. Variasi ukuran partikel dapat memberikan pengaruh tingkat densifikasi dan kekerasan yang siqnikfikan, dimana densitas tertinggi sebesar 3,37 g/cm dan kekerasan tertinggi sebesar 552.08 Hv dicapai pada sampel dengan suhu sintering 1300oC. Kata kunci: Alumina, Ball Milling, Sintering, Densitas, Hardness
Greenhouse Monitoring and Controlling System, Study Case "Strawberry"
Istas Pratomo Manalu;
Sanita Simamora;
Ruben Mual Siregar;
Alexius Humbang Manik;
Andriono Manalu
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/pjte.v5i1.14722
Penerapan teknologi di bidang pertanian telah mengalami kemajuan dan perkembangan terhadap ilmu teknologi. Teknologi yang lebih spesifik digunakan adalah IoT (Internet of Things), dimana pemanfaatan jaringan internet menjadi salah satu faktor utama dalam mengembangkan mesin-mesin teknologi yang bersifat otomatis guna meningkatkan sistem pertanian. Oleh karena itu penggunaan IoT adalah sangat bermanfaat dalam bidang pertanian khususnya dalam budidaya stroberi yang memerlukan pengendalian khusus dalam setiap proses pemeliharaannya yaitu untuk beberapa aktivitas utama seperti penyiraman, pemupukan, dan pemantauan suhu serta kondisi tanaman secara real-time. Melalui penelitian dan pengembangan ini diharapkan sistem IoT dapat membantu aktivitas budidaya stroberi yang dirancang menggunakan NodeRED sebagai visual programming dan terhubung dengan protokol MQTT sebagai protokol dalam transmisi data dan informasi. Node-RED sebagai teknologi terbaru dimanfaatkan untuk dapat memudahkan proses penerapan sistem IoT dan melakukan pengontrolan dan pemantauan terhadap setiap data dan perintah yang diterima dan dibuat. Metode penelitian dimulai dari pengumpulan data, mendesain model, mengumpulkan alat dan bahan, melakukan pengujian, implementasi alat kepada objek, dan evaluasi terhadap setiap proses implementasi yang telah berjalan. Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mampu mengurangi tenaga petani, efisiensi waktu dengan adanya sistem automation, dan mampu menjaga proses pertumbuhan tanaman stroberi secara optimal.
Analysis of Mechanical and Magnetic Properties of Rubber Magnet Composite Made From NdFeB Magnetic Particlesand Silicon Rubber
Edi Tri Astuti;
Mulyadi Mulyadi;
Sunardi Sunardi;
Joko Setiyono
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/pjte.v7i1.33360
This study conducted the manufacture of permanent magnet composite based on NdFeB magnetic powder and polymer adhesives, the purpose of this study was to determine the effect of the composition of the mixing of raw materials on mechanical properties and magnetic properties. Neodymium Iron Boron (NdFeB) composite was made by mixing of NdFeB magnetic powder and binder of silicon rubber (SR) in form liquid. The percentage of silicon rubber was varried of 5 %, 10%, 20 % and 30% by volume. Both raw materials were mixed until homogeneous and poured into the mold and allowed to dry at room temperature.The formed samples were characterized which includes the measurement of tensile strength and magnetic properties . The characterization results show that the sample with 20 % and 30 % SR has good flexibilty and other samples are rigid or not flexible. The variation in the composition of silicon rubber has a significant effect on mechanical properties and magnetic properties, especially remanence. The characteristic of flexible rubber magnet with a composition of 20% and 30% silicon rubber is that it has a tensile strength of 9.31 - 11.46 N / mm2 with an elongation of 17.55-26.74% and a hardness of 38-42 HA. While the magnetic properties achieved are magnetic field strength = 430-500 Gauss, remanence = 30-35 emu / g and coercivity of 2000 Oe
Deteksi Gas Aseton sebagai Biomarker dalam Napas Manusia dengan Metode Spektroskopi Fotoakustik Laser
Ananta Kusuma Yoga Pratama
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/pjte.v1i1.546
Dalam penelitian ini, telah dilakukan deteksi dan pengukuran konsentrasi gas aseton dalam gas hembus pernapasan manusia menggunakan spektrometer fotoakustik sensitifitas tinggi. Laser CO2 kontinyu dengan panjang gelombang 9 sampai dengan 11mm sebagai sumber radiasi digunakan untuk medeteksi gas aseton. Pada penggunaannya, laser dikombinasikan dengan teknik spektroskopi fotoakustik konfigurasi intrakavitas. Optimasi daya laser CO2 menghasilkan daya intrakavitas terukur 53 watt. Batas deteksi terendah (BDT) secara teoritisnya didapatkan sebesar 2,2 ± 0,04 ppb. Deteksi gas biomarker pada gas hembus pernapasan manusia telah berhasil mengukur konsentrasi gas aseton sebesar 540±6 ppb.
Konsep Keterbaruan Desain Alat Uji Berat Kereta Portabel
Wahyu Sulistiyo;
Mustasyar Perkasa;
Yudi Irawadi;
Barkah Fitriyana;
Danardono Agus Sumarsono
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/pjte.v2i2.3609
Uji Berat pada kereta atau gerbong dilakukan dengan cara menghitung total berat Kereta dan menghitung distribusi berat pada masing-masing roda dengan cara menimbang beban yang diterima pada setiap roda [1-3]. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat konsep desain dan simulasi alat uji berat kereta portabel yang dapat di gunakan untuk mengukur berat kereta di sepanjang jalan rel secara real time dan akurat. Tujuan pengukuran berat kereta adalah untuk memastikan berat kereta terdistribusi secara merata pada tiap roda kereta dan memastikan agar muatan kereta tidak overload disesuaikan dengan kemampuan jalan rel. Yang menjadi input faktor dalam penelitian ini adalah load atau beban, type meshing, material dan model dari load cell dan dudukan load cell. Proses penelitian yang di lakukan berupa desain dan simulasi dari bentuk load cell dan bentuk dudukan load cell. Output faktor dari penelitian ini adalah kekuatan struktur dari load cell dan kekuatan struktur dari dudukan load cell. Nilai tegangan ijin untuk baja ASTM A36 sebesar 160 MPa. Nilai tegangan ijin untuk baja SM 490 sebesar 230, dan nilai tegangan ijin untuk baja ASSAB 718 sebesar 574. Nilai tegangan maksimum material yang masih di bawah nilai tegangan ijinnya adalah material Assab 718. Sehingga material ini di pilih sebagai material load cell dan dudukan load cell.
Simulasi Kekuatan Mekanik Sudu Turbin Angin Horizontal Menggunakan Software Simscale
Mubni Nazar;
Anggito Pringgo Tetuko;
Djuhana Djuhana
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/pjte.v4i2.9629
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan koefisien daya yang maksimal. Salah satunya dengan mengunakan kualitas sudu yang baik. Untuk mengoptimalkan fungsi turbin angin penulis menggunakan material sudu pada turbin angin dengan menggunakan Acrylonitrine Butadine Styrene (ABS). Oleh karena itu pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode Finite Element Analysis Simulasi yang dipilih adalah dynamic. Penelitian ini adalah pengujian kekuatan sudu turbin angin horizontal dengan variasi kecepatan angin 10 – 20 m/s ditinjau dari von mises stress dan displacement. Dari hasil simulasi kecepatan angin memiiki pengaruh terhadap distribusi stress dan displacement. Material yang digunakan masih berada di bawah batas kekuatan material, semakin besar gaya yang diberikan semakin besar nilai stress dan displacement. Pada hasil simulasi didapatkan nilai stress minimum 5.8 Pa stress maksimum 22.94 Sedangkan dalam pengujian displacement dihasilkan nilai minimum 1.27 m displacement maksimum 4.99 m.
Komposit Magnet Permanen Berbasis NdFeB –Epoxy Resin dan Karakterisasinya
Mulyadi Mulyadi;
Djuhana Djuhana;
Ramlan Ramlan
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3223
Telah dibuat komposit magnet permanen NdFeB dengan polimer epoksi resin (ER). Serbuk magnet yang digunakan adalah NdFeB tipe MQP-B+. Proses pencampuran dilakukan dengan menggunakan variasi komposisi 98% NdFeB dan 2%ER, 96% NdFeB dan 4% ER, 92% NdFeB dan 8% ER (dalam persen berat). Selanjutnya campuran tersebut dicetak dengan metode compress moulding menggunakan cetakan berdiameter 18 mm. Gaya tekan yang digunakan sebesar 10 tonf. Hasil yang didapatkan dari proses pencetakan merupakan sampel berbentuk pellet yang kemudian dikeringkan di dalam mesin pengering pada suhu 80oC selama 4 jam. Pengujian yang dilakukan meliputi pengukuran bulk density, fluks magnetik dan histerisis loop menggunakan VSM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan perekat epoksi resin menurunkan nilai densitas dan sifat magnet. Sampel komposit magnet NdFeB yang memiliki karakteristik yang baik adalah sampel dengan komposisi 2% dan 4% epoksi resin , dimana sampel ini memiliki densitas =5,52 g/cm3 dan 4,47 g/cm3, fluks magnetik = 1064 Gauss dan 1005 Gauss, serta memiliki remanensi 95 emu/g dan 85 emu/g, nilai koersivitas = 400 Oe dan 3500 Oe.
Sintesa dan Karakterisasi Material Komposit Berbasis BaO.6Fe2O3 – C Sebagai Komponen Motor Listrik
Silviana Simbolon;
Achmad Maulana Soehada Sebayang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/pjte.v3i1.7488
Telah dibuat komposit BaO.6Fe2O3 - C dari bahan barium karbonat (BaCO3 ), Hematit (Fe2O3 ), dan Karbon Aktif (C) menggunakan teknik High Energy Milling (HEM) dengan variasi waktu sintering 750, 950, 1050, dan 1200oC masingmasing ditahan selama 2 jam. Perbandingan komposisi serbuk BaO.6Fe2O3 - C adalah 9 : 1. Proses milling menggunakan metode wet milling dengan media ethanol. Karakterisasi yang dilakukan meliputi analisis struktur kristal dengan X-Ray Powder Diffraction (XRD), dan sifat kemagnetan dengan Vibrating Sample .Magnetometer (VSM). Hasil dari analisis XRD menunjukkan bahwa komposit BaO.6Fe2O3 - C mempunyai fasa BaFe12O19 dan Fe2O3 . BaFe12O19 memiliki struktur kristal hexagonal dengan parameter kisi a = 5.038 Å dan c = 14.539 Å. Sedangkan Fe2O3 mempunyai strukturkristal cubic dengan parameter kisi a = 5.025 Å dan c = 13.658 Å. Kondisi optimum dicapai pada proses milling 2 jam, suhu sintering 1200oC (2 jam) dengan mangnetisasi saturasi (Ms) = 3,87 emu/g, magnetisasi remanen (Mr) = 1,87 emu/g dan koersivitas (Hc) 741,32 Oe.