cover
Contact Name
analis mandala
Contact Email
analis.mandala@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
analis.mandala@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal MediLab Mandala Waluya
ISSN : 25804073     EISSN : 26851113     DOI : -
Teknologi Laboratorium Medis atau TLM adalah profesi yang bekerja pada sarana kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan, pengukuran, penetapan, dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat. Sedangkan menurut KEPMENKES RI NOMOR 370/MENKES/SK/III/200, Analis Kesehatan atau disebut juga Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan adalah tenaga kesehatan dan ilmuan berketerampilan tinggi yang melaksanakan dan mengevaluasi prosedur laboratorium dengan memanfaatkan berbagai sumber daya. adapun Visi Prodi D-IV Analis Kesehatan Mandala Waluya yaitu Menjadi Program Studi yang berdaya saing pada bidang Diagnostik Molekuler di Sulawesi Tahun 2030. dengan Rincian Mata Kuliah sbb : 1. Hematologi 2. Kimia Klinik 3. Toksikologi 4. Mikrobiologi Klinik ( Bakteriologi, Mikologi, Virologi, Parasitologi) 5. Imunoserologi 6. Sitohistopatologi.
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
PERBEDAAN PENILAIAN MORFOLOGI ERITROSIT MENGGUNAKAN INDEKS ERITROSIT (MCH, MCV) DAN SEDIAAN APUSAN DARAH TEPI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK PRE HEMODIALISA DI RSUD. BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA Iswanto, Rolly
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 1 JULI (2019): JURNAL MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                                                                                                                ABSTRACT Penelitian ini berlatar belakang oleh adanya penurunan daya kerja ginjal pada pasien gagal ginjal. Dikarenakan dengan adanya gangguan fungsi ginjal maka dapat menyebabkan daya kerja ginjal akan mengalami penurunan termasuk mengagangu fisiologi hormon eritropoetin. Jika proses eritropoiesis tidak optimal maka sumsum tulang akan memproduksi eritrosit yang tidak normal. Salah satu parameter yang digunaka untuk mengetahui gambaran kualitas eritrosit adalah indeks eritrosit dan sediaan apusan darah tepi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan penilaian morfologi eritrosit menggunakan indeks eritrosit da sediaan apusan darah tepi pada pasien gagal ginjal kronik pre hemodialisa di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 42 orang, menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive terhadap 21 sampel darah EDTA untuk melihat hasil indeks eritrosit (MCH, MCV) dan sediaan apusan darah tepi. Hasil penelitian penilaian morfologi eritrosit menggunakan indeks eritrosit (MCH, MCV) dan sediaan apusan darah tepi, yang diuji menggunakan uji statistik wilcoxon mempunyai nilai signifikan 0,046 untuk warna eritrosit 0,014 untuk penilaian terhadap ukuran eritrosit. dimana sig < 0,05. Hal tersebut menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penilaian morfologi eritrosit menggunakan indeks eritrosit (MCH, MCV) dan sediaan apusan darah tepi terdapat perbedaan yang signifikan. Saran yang dapat diberikan adalah pihak laboratorium sebaiknya melakukan pemeriksaan morfologi eritrosit menggunakan sediaan apusan darah tepi sebagai tes konfirmasi dari pemeriksaan indeks eritrosit yang dikerjakan dengan metode otometik dalam hal diagnosis anemia.
PERBANDINGAN DETEKSI Escherichia Coli DENGAN METODE KULTUR DAN PCR PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA KENDARI Rasyid, Sri Anggarini
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 1 JULI (2019): JURNAL MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                                                             ABSTRAK Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang umumnya disebabkan oleh bakteri E. coli. Prevalensi ISK berdasarkan data WHO sekitar 150 juta penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Deteksi Escherechia coli Dengan Metode Kultur dan PCR Pada Penderita Infeksi Saluran Kemih (ISK) Di Rumah Sakit Bayangkara Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 34 orang, menggunakan pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel 17 orang. Metode analisis menggunakan uji statistik non parametrik (wilcoxon). Hasil uji dengan metode kultur mendapatkan hasil positif untuk 3 sampel responden dengan persentase 17.6% dan hasil negatif sebanyak 14 sampel dengan persentase 82.4%. Sedangkan hasil uji PCR dari 17 sampel terdapat 12 sampel dengan persentase 70.59% positif terdeteksi bakteri Escherichia coli. Uji hipotesis penelitian menunjukan nilai signifikan 0.011 <α (0.05) maka terdapat perbedaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode PCR yang digunakan dalam penelitian ini lebih cepat bila dibandingkan dengan metode konvensional (kultur).
FUNGSI GINJAL PENDERITA TUBERKULOSIS PARU (TB PARU) SETELAH PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS KATEGORI 1 (OAT KAT.1) DI PUSKESMAS KATOBU KABUPATEN MUNA Sugireng, Sugireng
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 1 JULI (2019): JURNAL MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                                                                                                ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat diobati dengan Obat Anti Tuberkulosis Kategori 1(OAT Kat.1) selama 6 bulan. Waktu pengobatan yang cukup lama dapat menyebabkan akumulasi dari obat tersebut, yang dapat mempengaruhi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fungsi ginjal (ureum dan kreatinin) penderita TB Paru setelah penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Kategori 1 (OAT Kat.1) di Puskesmas Katobu, Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan adalah Cohort Retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Metode pemeriksaan menggunakan Spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 responden, yang memiliki kadar ureum normal adalah sebanyak 30 responden dan kadar ureum yang abnormal sebanyak 6 responden. Kadar abnormal ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi air putih dan banyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis. Sementara kadar kreatinin dari 36 responden, 28 responden memiliki kadar kreatinin normal dan 8 responden memiliki kadar kreatinin abnormal. Kadar abnormal ini disebabkan oleh obat-obatan dan makanan yang banyak mengandung garam. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar rata-rata ureum normal yaitu 30 mg/dl dan kadar ratarata ureum abnormal yaitu 55 mg/dl. Kadar rata-rata kreatinin dari 28 responden yang normal yaitu 0,8 mg/dl dan kadar rata-rata kreatinin dari 8 responden yang abnormal yaitu 1,8 mg/dl.
PERBANDINGAN PENILAIAN MORFOLOGI ERITROSIT MENGGUNAKAN NILAI INDEKS DENGAN SEDIAAN APUSAN DARAH TEPI PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS PERUMNAS Syarif, Satriani
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 1 JULI (2019): JURNAL MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                                                                                                                        ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit tuberculosis dapat menimbulkan kelainan hematologi, baik sel-sel hematopoiesis maupun komponen plasma. Kelainan-kelainan hematologis ini dapat merupakan petanda diagnosis, petunjuk adanya komplikasi atau merupakan komplikasi obat-obat anti tuberculosis. Anemia adalah komplikasi tersering dari penderita TB. Anemia pada tuberculosis dapat dikarenakan terjadinya gangguan pada proses eritropoesis oleh mediator inflamasi, pemendekan masa hidup eritrosit, gangguan metabolisme besi, adanya malabsorbsi dan ketidak cukupan zat gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penilaian morfologi eritrosit menggunakan nilai indek seritrosit dengan sediaan apusan darah tepi pada penderita TB Paru di Puskesmas Perumnas. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional, menggunakan alat ukur Hematology Analyzer Mindray BC-3000 dan Mikroskop (Sediaan apusan darah tepi). Populasi dari penelitian ini adalah semua pasien penderita TB paru di Puskesmas Perumnas. Sampel dipilih secara purposive sampling sehingga diperoleh 10 responden. Analisis data menggunakan uji statistic Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan antara penilaian morfologi eritrosit menggunakan nilai indeks eritrosit dengan sediaan apusan darah tepi. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai uji Wilcoxon menunjukan nilai signifikannya sebesar 1,000 > 0,05, yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara penilaian morfologi eritrosit menggunakan nilai indeks, eritrosit dengan sediaan apusan darah tepi. Dan diharapkan pasien tuberculosis diperiksa indeks eritrosit untuk melihat kecenderungan efek samping obat anti tuberkulosis (OAT).
ANALISIS REGRESI PENGARUH BUBUK BUAH LADA (Piper Ningrum L) SEBAGAI LARVASIDA NYAMUK AEDES AEGYPTI Fadmi, Fitri Racmillah
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 1 JULI (2019): JURNAL MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                                      ABSTRAK Nyamuk Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Upaya yang dilakukan untuk mengendalikan penyakit tersebut antara lain pemberantasan vector dengan insektisida kimia. Namun insektisida sering menimbulkan masalah seperti resintensi nyamuk dan kerusakan lingkunga. Untuk itu perlu larvasida alami yang salah satunya adalah bubuk buah lada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bubuk buah lada sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti. Rancangan penelitian ini adalah post only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh larva nyamuk aedes aegypti yang dibiakkan dalam wadah plastik hingga menjadi larva nyamuk Aedes aegypti. Sampel dalam penelitian ini adalah 72 ekor larva nyamuk aedes aegypti Pada 4 unit perlakuan. Pada penelitian ini dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Persentase bubuk buah lada sebagai larvasida nyamuk Aedes Aegypti dengan konsentrasi 8 gr/L sebesar 68%, 10 gr/L sebesar 82%, dan 12 gr/L sebesar 93%. . Hasil uji One Way ANOVA diperoleh nilai p-value (0.000) < α (0.05), maka H0 ditolak. Artinya bahwa ada pengaruh bubuk buah lada pada konsentrasi 8 gr/L, 10 gr/L dan 12 gr/L sebagai larvasida nyamuk Aedes Aegypti.Hasil uji regresi linier yang mengukur derajat hubungan antara konsentrasi larvasida dan kematian karva diperoleh nilai R2+ sebesar 0.979. Sehingga dapat disimpulkan bubuk buah lada berpengaruh sangat kuat dalam mematikan jentik. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan senyawa bioaktif yang paling toksik sebagai larvasida nabati dengan cara melakukan pemisahan zat bioaktif yang terkandung dalam buah lada
PERBANDINGAN UJI SENSIVISITAS EKSTRAK DAUN BANDOTAN (Aregatum conyzoides) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Rosdarni, Rosdarni
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 1 JULI (2019): JURNAL MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                                                   ABSTRAK Bahan alam memiliki potensi yang cukup besar dalam dunia medic karena senyawa yang terkandung didalamnya. Namun hal tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal dalam dunia teknologi laboratorium medic. Ageratum conyzoides atau bandotan merupakan tanaman yang tersebar di seluruh dunia , khususnya daerah tropis dan subtropic yang memiliki banyak manfaat dalam pengobatan serta dapat digunakan dalam pencarian obat baru dari herba. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan uji sensifisitas daun bandotan (Ageratum conyzoides) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain The Static Group Comparison Group. yakni dengan melakukan pengujian daya hambat ekstrak daun bandotan (Aregatum conyzoides) pada bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukan bahwa sensitifitas ekstrak daun bandotan pada bakteri S. aureus adalah pada kosentrasi 10% memiliki diameter rata-rata 1,2 cm, kosentrasi 5% membentuk zona hambat dengan rata-rata sebesar 0,5 cm dan zona hambat yang kosentrasi ekstrak daun bandotan 1% memiliki diameter rata-rata 0.2 cm. Pada bakteri E.coli, zona hambat yang terbentuk dengan penggunaan kosentrasi ekstrak daun bandotan 10% memiliki diameter rata-rata 0,2 cm, sedangkan pada ekstrak daun bandotan kosentrasi 1% dan 5% tidak terbentuk zona hambat. Hasil uji hipotesis menunjukan nilai Sig 0,136 > α (0,05) maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan sensifisitas ekstrak daun Bandotan (Ageratum conyzoides) pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli . Pengujian bahan alam terhadap bakteri memberikan hasil yang cukup baik dan perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan melihat kosentrasi ekstrak daun bandotan yang lebih tinggi.
HUBUNGAN ANTARA HIPERTENSI, POLA MAKANDAN OBESITAS DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI POLI KLINIK JANTUNG RUMAH SAKIT UMUM BAHTEREMAS KENDARI Saparina, Titi
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 1 JULI (2019): JURNAL MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                                                                        ABSTRAK Berdasarkan studi pendahuluan di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara pada Tahun 2014 di temukan bahwa jumlah penderita Penyakit JAntung Koroner sebanyak 49 kasus kemudian meningkat pada tahun 2015 sebanyak 182 kasus dan tahun 2016 menjadi 361 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Hipertensi, Pola Makan dan Obesitas dngan kejadian Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Kuantitatif dengan pendekatan crossectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Umum Bahteramas bulan Januari – Maret tahun 2017. Sampel adalah 68 responden. Uji statistik yang di gunakan adalah chi square.Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan Penyakit Jantung Koroner adalah Hipertensi (X2 hitung = 10.678 > X2 tabel = 3.841), Pola Makan (X2 hitung = 8.327 > X2 tabel = 3.841), Obesitas (X2 hitung = 9.744 > X2 tabel = 3.841).Kesimulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang sedang antara Hipertensi, Pola Makan dan Obesitas terhadap kejadian Penyakit Jantung Koroner Disarankan agar pihak Rumah Sakit senantiasa komitmen dalam melakukan pengobatan terhadap Penyakit Jantung Koroner, dan bagi dinas kesehatan di harapkan melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANGGALOMOARE KABUPATEN KONAWE Nangi, Mohammad Guntur
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 1 JULI (2019): JURNAL MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                                             ABSTRAK Data pemberian ASI eksklusif Puskesmas Anggalomoare, tahun 2015 jumlah bayi usia 6-12 bulan sebanyak 67 jiwa, ASI eksklusif sebesar 29,9% dan ASI tidak eksklusif sebesar 70,1%, tahun 2016 jumlah bayi usia 6-12 bulan sebanyak 78 jiwa, ASI eksklusif sebesar 38,5%, ASI tidak eksklusif sebesar 61,5%, sedangkan data jumlah ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan pada bulan Juni 2017 berjumlah 85 orang, Data belum mencapai target yang ditentukan sebesar 85%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian air susu ibu eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Anggalomoare Kabupaten Konawe.Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi semua ibu yang mempunyai bayi berusia 7-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Anggalomoare periode Juni Tahun 2017 yang berjumlah 85 orang dari 10 Posyandu di 10 Desa/Kelurahan. Sampel diambil 46 orang dengan pengambilan dengan teknik Proportional Random Sampling. Analisis uji Chi Square dan keeratan hubungan (  ).Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sedang antara pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif X2 hitung=8,113>nilai X2tabel =3,841;  =0,4200, ada hubungan lemah antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif X2 hitung=4,408>nilai X2tabel 3,841;  =0,3841, dan ada hubungan sedang antara sosial budaya dengan pemberian ASI eksklusif X2 hitung=8,309>nilai X2tabel=3,841;  =0,4250.Saran bagi tenaga kesehatan di puskesmas agar memberikan penyuluhan tentang pemberian ASI eksklusif termasuk kepada suami dan di sarana umum disarankan menghormati dan memberikan waktu bagi ibu untuk menyusui bayinya secara eksklusif.
PENGARUH WAKTU PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKEMAS PERUMNAS KOTA KENDARI Rahim, Hijrawati
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 2 (2019): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrasepsi suntik adalah konstrasepsi yang diberikan kepada wanita secara periodik untuk mencegah kehamilan. Pengaruh penggunaan jangka panjang dari kontrasepsi suntik dapat menyebabkan perubahan metabolisme lipid yang ditujukan dengan kadar kolesterol total lebih tinggi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu penggunaan kontrasepsi suntik terhadap kadar kolesterol total pada wanita usia subur Di Wilayah Puskemas Perumnas Kota Kendari. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan mengenai penggunaan kontrasepsi Suntik terhadap kadar kolesterol total wanita usia subur Di Wilayah Puskemas Perumnas Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menggunakan kontrasepsi suntik di wilayah Puskesmas Perumnas Kota Kendari dalam kurun waktu enam bulan terakhir sebanyak 47 pasien, pengambilan dilakukan dengan teknik Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 pasien. Hasil penelitian menggunakan metode fotometer menunjukkan bahwa responden kontrasepsi suntik 1 Bulan yang berjumlah 13 responden (40,62%) mempunyai lama penggunaan kontrasepsi < 1 tahun dan semua responden mempunyai nilai kolesterol yang normal. Sedangkan responden kontrasepsi suntik 3 bulan berjumlah 19 responden (59,37%) mempunyai lama penggunaan kontrasepsi > 1 tahun. Dari 19 responden tersebut, terdapat 18 responden yang normal dan 1 responden yang tidak normal.Simpulan dari penelitian ini Tidak ada Pengaruh Penggunaan Kontrasepsi Suntik Terhadap Kadar Kolestrol Total  Wanita Usia Subur Setelah Penggunaan <1 Bulan dan  ? 1 tahun.
HUBUNGAN KADAR TROMBOSIT DENGAN DIABETES MELITUS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE I DAN TIPE II DI RSUD KOTA KENDARI Anshory, Ld.Muh. Awalul
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 2 (2019): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trombosit (platelet) adalah salah satu   komponen   darah   yang   Berupa fragmen sitoplasma megakariosit yang tidak   berinti, dengan ukuran   yang   lebih kecil dari sel darah merah atau sel darah putih. Diabetes melitus (DM) adalah suatu sindrom dengan terganggunya metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan  oleh  berkurangnya  sekresi insulin atau penurunan sensitivitas jaringan terhadap insulin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar trombosit pada penderita diabetes melitus tipe I & tipe II di RSUD Kota dengan menggunakan jenis peneliatina observational analitik dengan rancangan Cross Seccional dan dengan jumlah sampel sebanyak 12 orang untuk DM Tipe I & 12 orang DM Tipe II yang di ambil. Dengan menggunakan metode apusan darah tepi yang di periksa menggunakan mikroskop.Data yang diperoleh di analisa statistik yaitu dengan uji Chi Square menggunakan aplikasi SPSS Versi 16.0Dari hasil penelitian diperoleh dari nilai trombosit yang normal dari DM tipe I sebanyak 10 orang (83,3%) dan yang tidak normal sebanyak 2 orang (16,7%). Untuk DM tipe II nilai trombosit yang normal sebanyak 8 orang (66,7%) dan yang tidak normal sebanyak 4 orang (33,3%) sehingga dapat di simpulkan bahwa tidak ada perubahan signifikan dari pasien DM tipe I maupun DM tipe II.

Page 2 of 4 | Total Record : 34