cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 88 Documents clear
ANALISIS KESTABILAN TANGGUL DITINJAU DARI NILAI DAYA DUKUNG TANAH PADA DAERAH PENAMBANGAN BAUKSIT TAYAN KALIMANTAN BARAT Nisrina Zaida Ulfa; Pherto Rimos
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.142

Abstract

Pada kegiatan penambangan, faktor-faktor pendukung untuk menunjang keberlangsungan kegiatan penambangan harus selalu diperhatikan. Salah satunya yaitu infrastruktur tambang (sediment pond) yang harus dikaji terkait faktor keamanannya. Umumnya daerah penambangan bauksit UBPB Kalbar berada pada area yang berbukit dan memiliki banyak rawa, sehingga dengan kondisi seperti ini kajian infrastruktur harus sangat diperhatikan dalam  proses sirkulasi air yang digunaan pada saat proses pencucian bauksit. Maka dari itu, kestabilan lereng tanggul sediment pond merupakan bagian yang sangat difokuskan pada penelitian ini. Beban yang diterima tanggul, diteruskan sampai ke lapisan tanah di bawahnya. Kemampuan tanggul memikul beban disebut daya dukung tanggul,  Besarnya daya dukung dan penurunan pondasi tanggul dapat diketahui dengan melakukan uji DCP dan CBR lalu dilanjutkan dengan pemodelan metode elemen hingga dengan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb. Dari kedua pengujian tersebut dapat dilihat nilai kekuatan daya dukung tanah pada setiap area tanggul. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kapasitas daya dukung tanah dan penurunan/settlement pada tanggul kolam sedimen UBPB Kalbar dengan metode elemen hingga dan membandingkan hasilnya dengan interpretasi uji DCP dan CBR. Analisis tersebut menggunakan data penyelidikan tanah di lapangan dan hasil uji laboratorium.Hasil dari perhitungan nilai CBR (CBRconversi) yang dikonversi dari data DCP lapangan memperlihatkan hasil yang sesuai dengan keadaan aktual dilapangan. Nilai CBR pada tanggul sediment pond 0,42 – 18,08 % dengan nilai daya dukung tanah (DDT) sebesar 1,77 - 64,66 ton/m2, dengan ground pressure sebesar 43,75 kN/m2, menghasilkan penurunan/settlement tanggul sebesar 0,05-0,15 m. Dengan menggunakan metodologi yang sama, perbandingan dan pemodelan numerik dilakukan pada setiap area tanggul. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa area tanggul masih dapat menahan beban dari peralatan tambang yang berupa dump truck dan excavator. Namun, nilai tersebut masih sangat bervariasi dan masih memiliki nilai DDT di bawah 2 ton/m2. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk dilakukan perkerasan material pada area ini.Hasil dari analisis ini perlu diperkuat dengan adanya pemantauan rutin terhadap area tanggul yang akan dilewati oleh alat berat.
KERANGKA REGULASI KEGIATAN PASCATAMBANG BENDUNGAN TAILING DI INDONESIA Nur Anbiyak; Jajat Sudrajat; Putri Elma Octavya
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.158

Abstract

Selama 50 tahun terakhir, 63 kegagalan struktur bendungan tailing terjadi di seluruh dunia dan menunjukkan tren jumlah dan keparahan yang terus meningkat sejak tahun 1990.  Di Indonesia, kegiatan pertambangan mineral logam menghasilkan ratusan juta ton tailing setiap tahun dan sebagian tailing tersebut ditempatkan pada bendungan tailing. Saat ini, terdapat 11 perusahaan yang mengoperasikan bendungan tailing termasuk satu perusahaan yang telah memasuki tahap Pascatambang. Secara umum, tujuan Pacatambang bendungan tailing adalah meminimalkan risiko kegagalan struktur jangka panjang yang dapat berdampak pada lingkungan dan masyarakat dengan tetap mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomi. Tantangan terbesar dalam penutupan bendungan tailing di Indonesia adalah belum tersedianya regulasi yang memberikan kejelasan tentang tanggung jawab perawatan dan pemantauan bendungan tailing setelah kegiatan operasi produksi berakhir.Kegiatan Pascatambang bendungan tailing di Indonesia mengikuti regulasi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Regulasi sektor ESDM mengatur kegiatan pertambangan secara umum, sektor PUPR mengatur perencanaan, pembangunan, pengoperasian, dan penghapusan fungsi bendungan sedangkan sektor LHK mengatur penempatan tailing yang dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).Sesuai regulasi di sektor ESDM, program dan jangka waktu Pascatambang dituangkan dalam dokumen rencana Pascatambang yang disusun sebelum perusahaan memasuki tahap operasi produksi. Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk operasi produksi dapat diberikan paling lama selama 20 tahun dengan dua kali masa perpanjangan masing-masing selama 10 tahun. Sedangkan sektor PUPR mewajibkan pengelolaan pasca penghapusan fungsi bendungan dengan jangka waktu yang tidak terbatas. Selain itu, sektor LHK mewajibkan pemantauan lingkungan hidup selama 30 tahun setelah penghentian kegiatan penimbunan tailing. Oleh karena itu, untuk memberikan kepastian hukum untuk investasi pertambangan mineral dan batubara di Indonesia diperlukan sinkronisasi kebijakan antar sektor sehingga dapat disusun regulasi bersama yang memberikan kejelasan kriteria keberhasilan Pascatambang untuk bendungan tailing dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan.
PEMANFAATAN DATA DRILL PROVISION UNTUK MENGIDENTIFIKASI PERLAPISAN BATUAN PADA PROSES PELEDAKAN MENEMBUS BATU BARA DI PT KALTIM PRIMA COAL Fadli Fadli
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.169

Abstract

PT. Kaltim Prima Coal (PT KPC) merupakan perusahaan tambang batu bara yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. PT KPC menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode open pit. Sebagian besar tanah penutup di area PT KPC harus melalui proses peledakan sebelum digali oleh alat gali muat. Proses peledakan yang digunakan di area PT KPC ada 2 cara yaitu:Peledakan konvensional dengan pengeboran berhenti di atas roof  batu bara.Peledakan menembus lapisan batu bara (through seam blasting). Through seam blasting sangat efisien dalam sequence penambangan karena dapat mengurangi waktu tunda produksi akibat proses peledakan floor batu bara. Proses peledakan ini biasanya menggunakan metode natural gamma logging. Metode ini merupakan proses untuk mengukur radiasi sinar gamma yang dihasilkan oleh unsur-unsur radioaktif yang terdapat dalam lapisan batuan di sepanjang lubang bor. Metode ini mempunyai batasan karena lubang bor harus diukur secara manual dan membutuhkan waktu tambahan dalam proses mengidentifikasi perlapisan batuan di sepanjang lubang bor.Pemanfaatan data drill provision untuk mengidentifikasi perlapisan batuan sudah diterapkan di area tambang PT KPC. Data drill provision menggantikan metode natural gamma logging pada peledakan menembus lapisan batu bara. Penggunaan drill provision (dispatch drill system) pada unit drill dengan menggunakan modul Drill Strata Recognition (DSR), input dari modul ini berupa data torsi dan rasio penetrasi dari mata bor. Input data ini berasal dari sensor yang dipasang pada string unit drill, sehingga dihasilkan output berupa grafik Torque to Penetration Rate yang memberikan gambaran seberapa keras material yang dibor melalui pembacaan torsi dalam konteks kecepatan vertikal pengeboran yang dilakukan (rasio penetrasi).Kesimpulan dari seluruh kegiatan penelitian ini adalah mengganti metode dalam mengindentifikasi perlapisan batuan penutup dan batu bara sehingga mempersingkat waktu tunda peledakan tanpa mengurangi jumlah/kuantitas batu bara yang akan ditambang sehingga dapat mendukung operasional pit dalam pengaturan sequence penambangan.
PEMBELAJARAN KOLABORATIF SEBAGAI PLATFORM PENDUKUNG UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTERISTIK BERPIKIR KRITIS, EMPATI, DAN PRAKTIK TERBAIK DALAM PENDIDIKAN Dian Istanto; Fanteri Aji Dharma Suparno
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.193

Abstract

Pandemi covid-19 telah berdampak pada sektor pendidikan. Keterbatasan akses kerja praktek lapangan, kegiatan laboratorium, maupun magang berpotensi menyebabkan penurunan kualitas dan kapabilitas lulusan perguruan tinggi, sementara itu tantangan dunia prakerja akan semakin kompetetif dimasa mendatang, terutama bagi lulusan perguruan tinggi, yang minim pengalaman. Pengetahuan berbasis praktis dalam operasi industry pertambangan yang dinamis dan kompleksitasnya menuntut pelaku pertambangan untuk terlatih berpikir kritis dan empati dalam rangka pengambilan keputsan yang bijak. Proyek sosial sebagai media pembelajaran kolaboratif diawali oleh Sesi Pembelajaran Online dan Sesi Berbagi dengan mahasiswa sebagai pesera. Dari hasil evaluasi, sebagian besar peserta mendapat wawasan dan perspektif baru, namun masih ada kesenjangan antara pengetahuan teoritis peserta dan pemahaman praktis dilapangan. Perlu adanya ruang untuk berlatih. Evaluasi menghasilkan beberapa ide rekomendasi sebagai tindak lanjut, yaitu Forum Group Discussion, Sharing Session, dan Bootcamp. Program tersebut dikemas dengan tajuk Ruang Pandang, Sharing Session, dan Fast Track Bootcamp yang dilakukan secara virtual. Meskipun strategi dan perencanaan telah dilakukan, namun masih ada kendala operasional, sehingga diperlukan kreatifitas dan analisa yang berkesinambungan agar program tersebut dapat terlaksana. Program yang dikemas dalam konteks proyek sosial ini selaras dengan visi organisasi Ecodex untuk mempromosikan pertambangan yang berkelanjutan sekaligus sebagai upaya untuk menggiatkan iklim kolaboratif antar pemangku kepentingan untuk pendidikan yang lebih baik sebagai ruang persiapan menghadapi dunia prakerja dimasa pandemi, memfamiliarkan kegiatan kebiasaan baru“new normal” yang selaras dengan rencana Kampus Merdeka oleh Menteri Pendidikan demi menyongsong pembangunan Sumber Daya Manusia untuk Indonesia 2045. Makalah ini lebih lanjut menjelaskan mengenai tahapan pembangunan sebuah ide yang solutif yang dikemas dalam proyek sosial sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan pendidikan, situasi saat ini, dan tantangan dimasa depan.
NILAI TAMBAH PEMANFAATAN LIMBAH PADA KEGIATAN PERTAMBANGAN SEBAGAI WUJUD APLIKASI KAIDAH PERTAMBANGAN YANG BAIK (GOOD MINING PRACTICES) Namira Alifa Putri; Muhammad Affan Maodin; Muhammad Iqbal
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.209

Abstract

yang memiliki nilai jual secara ekonomi. Keberadaan kegiatan pertambangan telah memberikan manfaat secara ekonomi bagi berbagai pemangku kepentingan. Selain itu pertambangan juga menghasilkan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu upaya dalam pengelolaan limbah pertambangan adalah dengan melakukan pemanfaatan. Makalah ini bertujuan untuk menganalisa nilai tambah (added value) dari limbah yang dihasilkan oleh kegiatan pertambangan. Metode yang digunakan adalah valuasi moneter terhadap penghematan biaya pengadaan material dan biaya pemulihan lingkungan (remediasi). Studi kasus pemanfaatan oli bekas untuk kegiatan peledakan digunakan sebagai kasus perhitungan nilai tambah. Total value added dari penggunakan oli bekas untuk studi kasus pada makalah ini adalah sebesar Rp 284.718.574,50 yang didapatkan dari tiga komponen valuasi moneter: biayapengolahan oli bekas(BP), biaya penghematan FO (VFO), danmanfaatterhindarnya tanah daripencemaran OB (VL). Namun demikian, perbedaan asumsi yang digunakan akan memberikan value added yang berbeda pula sehingga karakteristik dari prosentase penggunaan oli bekas dan harga pasar yang berlaku terhadap fuel oil dan biaya pengolahan limbah merupakan parameter utama dalam perhitungan ini. 
SPESIFIKASI BAHAN MENTAH KAOLIN BELITUNG (UJI BAKAR DAN BESAR BUTIR) UNTUK BAHAN PEMBUATAN ISOLATOR KERAMIK PORSELEN Wahyu Garinas
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.225

Abstract

Bahan baku kaolin cukup banyak di Indonesia. Daerah yang melimpah cadangannya adalah di Pulau Belitung. Sampel diambil dari 18 lokasi yang tersebar di Pulau Belitung. Untuk mengetahui kualitas sampel untuk bahan baku pembuatan isolator keramik porselen maka dilakukan uji bakar  1.400 º C dan uji besar butir. Dari hasil uji bakar : kaolin sangat berpori berwarna putih kecoklatan (broken  white) dan bersifat tahan api. Sampel kaolin umumnya mengandung mineral pengotor berupa senyawa (serisit, felspar dan mineral pemberi warna seperti (Fe2O3) dan titan oksida,TiO2). Pengotor ini sebagian sangat mengganggu apabila akan dijadikan bahan isolator listrik. Untuk hasil analisa besar butir  semua hasil uji besar butir dominan di atas 2 mikron.Berdasarkan standar literatur Worral (2 mikron yaitu  harus lolos 73 %) maka sampel kaolin yang diuji belum masuk dalam klasifikasi kaolin yang memenuhi syarat sebagai bahan keramik porselen. Secara umum sampel yang diuji secara fisik belum memenuhi syarat untuk bahan isolator keramik porselen. Untuk penggunaannya sebagai bahan keramik porselen maka perlu proses pengolahan terlebih dahulu.
MEMPERSIAPKAN SDM PERTAMBANGAN YANG UNGGUL MENUJU INDONESIA MAJU 2045 EVALUASI SUMBERDAYA DAN CADANGAN SUBDOMAINING LAPISAN SAPROLIT – SITE MORONOPO, MALUKU UTARA Muhammad Chandra R.M; Arnazt P. Adryanto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.137

Abstract

Domain merupakan hal yang harus diperhatikan dalam estimasi sumberdaya mineral. Domain adalah zona yang secara geologi dan statistik homogen. Domain geologi pada ore deposit nikel laterit pada umumnya terdiri dari limonit dan saprolit. Untuk memenuhi definisi domain, maka kedua domain geologi tersebut seharusnya menunjukkan populasi yang homogen secara statistik.Statistik kadar nikel (Ni) zona saprolit Prospek Moronopo mengindikasikan dua populasi, yaitu populasi Ni kadar tinggi dan populasi Ni kadar rendah. Sehingga kondisi tersebut tidak memenuhi definisi domain berdasarkan Daniel Guibal dan mempengaruhi hasil estimasi kadar. Secara spasial, kedua populasi Ni tersebut memiliki trend dalam arah vertikal, yaitu populasi Ni kadar tinggi berada di saprolit bagian atas, sedangkan populasi Ni kadar rendah berada di saprolit bagian bawah.Perbedaan secara spasial dalam arah vertikal tersebut dapat teramati secara visual dari sampel whole rock core, bagian atas saprolit dicirikan oleh warna coklat kehijauan, ukuran butir laterite didominasi ukuran clay – sand. Sedangkan bagian bawah dari saprolite dicirikan oleh warna hijau keabu-abuan, ukuran butir laterite gravel, dengan vein silica dan mineral talc mulai banyak ditemukan pada lapisan ini.Pemisahan domain dilakukan menggunakan data assay yang didapat dari analisis XRF dengan memperhatikan elemen utama, yaitu Ni, Fe, MgO dan SiO2. Hasil pemisahan domain tersebut menghasilkan subdomain upper saprolit dan lower saprolit dengan masing-masing telah menunjukkan satu populasi dan telah memenuhi definisi domain Daniel Guibal. Proses estimasi menggunakan sub domain memberikan hasil Ni kadar tinggi yang lebih banyak jika dibandingkan tanpa menggunakan subdomain.
KONTROL LINGKUNGAN PENGENDAPAN TERHADAP KONSENTRASI TRACE ELEMENT BATUBARA DAERAH MUARA TIGA BESAR KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN Deri Rafsanjani; Stevanus Nalendra Jati; M Tressna Gandapradana
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.153

Abstract

pada batubara Seam A1, A2, B, C1, dan C2. Tujuan dari studi ini adalah melihat hubungan antara lingkungan pengendapan dengan komponen dari trace element. Metode yang diterapkan dengan optimasi data logging serta analisis geokimia batubara berupa uji proksimat dan Inductively coupled plasma atomic emission spectroscopy (ICP AES). Karakteristik fisik litofasies dari data logging mengindikasikan batubara terendapkan pada sistem delta dari upper hingga back barrier. Analisis trace element merefer 19 unsur yaitu Be, Cd, Ni, V, Zn, Pb, Mn, Ba, B, Fe, Ag, Co, Mo, As, Hg, Cu, Cr dan Cl, dan P. Komparasi hasil dari dua sumur bor menunjukkan pola selaras, tidak selaras, dan uncertain. Kemudian Seam C1 dan C2 yang terendapkan pada lingkungan back barrier memiliki kadar trace element paling tinggi. Sedangkan tiga seam lainnya dengan konsentrasi trace element cenderung linear. Hal ini memberi petunjuk bahwa nilai konsentrasi trace element pada lingkungan laut lebih tinggi dibandingkan lingkungan deltaplain.
KAJIAN KESERASIAN JUMLAH ALAT MEKANIS DENGAN FLEET YANG HETEROGEN PADA AKTIVITAS PEMUATAN BATUBARA DI STOCKPILE CP 02 PT BINUANG MITRA BERSAMA Zetro Moni Hery Fraditos; Yuniar Siska Novianti; Karina Shella Putri
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.188

Abstract

Pengoptimalan jumlah alat angkut dan alat muat menjadi penting dalam pencapaian produktivitas alat mekanis pada aktivitas pemuatan batubara, baik dengan kondisi fleet yang homogen maupun dengan kondisi fleet yang heterogen. Penggunaan match factor dalam penentuan rasio tingkat kedatangan alat angkut dengan waktu pelayanan alat muat suatu fleet biasa diterapkan namun dengan asumsi kondisi fleet yang homogen dimana alat angkut dengan tipe yang sama dilayani oleh alat muat dengan tipe yang sama pula. Namun realisasi fleet yang heterogen pada aktivitas pemuatan batubara sering terjadi akibat penambahan alat mekanis dengan tipe yang berbeda baik pada alat muat maupun pada alat angkutnya. Perhitungan match factor  yang digunakan dalam paper ini mengacu pada dua kondisi fleet yang heterogen yaitu pada Fleet 1 dimana satu tipe alat angkut (Hino 500 FM 260 JD) dilayani dua tipe alat muat (Excavator JCB JS305 LC dan Wheel Loader Komatsu WA500) dan pada Fleet 2 dimana dua tipe alat angkut (Hino 500 FM 260 JD dan Hino 700 FY 3248) dilayani dua tipe alat muat (Excavator JCB JS305 LC dan Wheel Loader Komatsu WA500). Nilai match factor yang dihasilkan pada Fleet 1 adalah 1,17 sehingga rekomendasi yang diberikan yaitu mengurangi alat angkut sebanyak 10 unit. Sedangkan nilai match factor yang dihasilkan untuk Fleet 2 adalah 1,34 sehingga rekomendasi yang diberikan yaitu mengurangi alat angkut Hino 500 FM 260 JD sebanyak 21 unit atau Hino 700 FY 3248 sebanyak 16 unit.
ANALISIS PENGARUH JUMLAH DATA PARAMETER BATUAN DALAM PENENTUAN PROBABILITAS KELONGSORAN Shabrun Jamil Fawzi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.204

Abstract

Metode Probabilitas Kelongsoran (PK) sering digunakan untuk menentukan kestabilan dari suatu lereng. Dalam metode ini dibutuhkan seminimal mungkin 3 data parameter batuan agar bisa menunjukkan distribusi dari data tersebut, tetapi belum tentu hasil yang dihasilkan akan baik dan representatif apabila menggunakan data yang sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah data parameter batuan serta data minimal yang dibutuhkan untuk mendapatkan nilai PK yang optimal. Dalam penelitian ini digunakan data kohesi, sudut gesek dalam, dan bobot isi batuan merupakan data yang acak dari sebuah perusahaan pertambangan batubara PT XYZ yang memiliki litologi batuan berupa batuan lempung dan batuan pasir. Data tersebut diambil secara acak sebanyak 30 kali setiap kelompok interval data dengan setiap kelompoknya memiliki jumlah data sebanyak 10, 20, 30, 40, 50, dan 60 data. Data tersebut dianalisis secara statistik menggunakan software @RISK dan SPSS untuk mendapatkan jenis persebaran data, mean, standar deviasi, nilai relatif maksimum, dan nilai relatif minimum. Parameter tersebut digunakan sebagai input untuk software Slide 6.0 dengan lereng tunggal statis yang ukuran lerengnya telah diasumsikan beserta letak litologi batuanya sehingga didapatkan nilai PK dari lereng tersebut. 30 data PK tersebut kemudian dibuat persamaan garis lurus untuk setiap kelompok jumlah data dan diproses secara statistik untuk setiap kelompok jumlah data sehingga didapatkan persamaan garis lurus dan statistika deskriptifnya. Untuk statistika deskriptif berupa range, mean, dan standar deviasinya dimasukkan dalam grafik untuk setiap interval data mulai dari 10 hingga 60. Dari grafik terlihat bahwa semakin banyak data yang digunakan maka semakin kecil nilai range dan standar deviasi yang berarti semakin kecil persebaran data PK yang didapatkan sehingga bisa disimpulkan semakin representatif, namun tidak berpengaruh terhadap mean dari data PK yang didapatkan Untuk standar deviasi didapatkan persamaan garis power sebagai acuan dalam menghitung jumlah data minimal untuk digunakan dalam perhitungan PK. Dari grafik terlihat bahwa saat jumlah data 40 hasil standar deviasi sudah tidak terlalu berubah dan apabila dimasukkan standar deviasi sebesar 2.49 sebagai sumbu y dalam persamaan garis power  didapatkan nilai x sebagai jumlah data minimal yaitu 50 data. Sehingga apabila melakukan perhitungan PK menggunakan Slide 6.0 seminimal mungkin menggunakan 40 data atau 50 data agar didapatkan  hasil PK yang baik dan representatif.