cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Search results for , issue "2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 77 Documents clear
PEMANTAUAN & PENGENDALIAN KUALITAS BATUBARA DENGAN MERANCANG MODEL DASHBOARD DAN ANALISIS SCATTER PLOT DI PT X, KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Finnegan, Agrippin Lamaz; Haqiqie, Fauzan Aditya; Haq, Vina Arinal
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batubara merupakan sumber energi yang sangat melimpah dan ekonomis. Sebagai bahan bakar, batubara dapat dimanfaatkan dalam bentuk padat, cair, dan gas. Kualitas batubara dapat ditentukan dari hasil uji analisis laboratorium. Dalam transaksi jual beli, beberapa parameter kualitas batubara yang penting yaitu Total Moisture (TM), Inherent Moisture (IM), Fixed Carbon (FC), Ash, Volatile Matter (VM), Total Sulfur (TS) dan Calorific Value (CV). Kualitas batubara perlu dilakukan pemantauan dan pengendalian mulai dari tahap penambangan hingga pengapalan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model dashboard coal quality dan analisis scatter plot guna mendukung kegiatan monitoring-controlling kualitas batubara milik PT X agar spesifikasi kualitas batubara pengapalan tetap terjaga sesuai dengan kesepakatan antara shipper dan buyer. Jenis-jenis sampel batubara yang dianalisis meliputi sampel channel sampling/test pit, raw coal, sample product, crush coal, dan sampel tongkang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, pengumpulan data sekunder, pengolahan data, perancangan model dashboard, dan analisis scatter plot. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan dashboard sangat berguna untuk melihat persebaran data kualitas batubara mengingat banyaknya jumlah sampel dan variasi tipe kualitas batubara. Dengan pemanfaatan dashboard, kontrol hasil uji analisa lab dan prediksi hasil uji dapat dilakukan dengan lebih mudah. Selain itu, analisis scatter plot yang telah dilakukan menunjukkan bahwa parameter total moisture dan ash merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap nilai CV dengan persentase yang bervariasi tergantung pada kisaran nilai CV. Data hasil uji sampel yang outlier juga dapat teridentifikasi baik dengan analisis scatter plot sehingga dapat diinvestigasi lebih lanjut kejadian anomali hasil uji tersebut.
OPTIMALISASI MATERIAL LIMESAND UNTUK MENCEGAH TERBENTUKNYA AIR ASAM TAMBANG (AAT) DI AREA BENDUNGAN TAILING STORAGE FACILITY (TSF) Rudhianto, Nanang; Pascayulinda, Devina
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tambang Emas Martabe adalah sebuah pertambangan mineral yang terletak di Kab. Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Dikelola oleh PT. Agincourt Resources (Member of ASTRA) yang memiliki kontrak karya dengan pemerintah Indonesia. Setiap kegiatan penambangan tidak terlepas dari dampak negatif terbentuknya Air Asam Tambang. Salah satu lokasi potensi terbentuknya air asam tambang berada di area disposal atau pada kasus ini adalah bendungan Tailings Storage Facility (TSF). TSF adalah bendungan tailing yang bertujuan untuk menampung limbah hasil ekstrasi pengolahan emas di PT. Agincourt Resources dengan memanfaatkan material tambang yang tidak bernilai (mine waste) sebagai bahan penyusun bendungan dan mengembangkan sistem pengelolaan tailings dengan mempertimbangkan kriteria lingkungan dan keselamatan yang mengacu pada Global Industry Standard on Tailings Management (GISTM) dan peraturan industri pertambangan di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif penanganan ataupun pencegahan terbentuknya Air Asam Tambang pada timbunan bendungan. Sistem penanganan yang dilakukan menggunakan metode encapsulation dengan menempatkan material Potential Acid Forming (PAF) dibagian dalam timbunan dan menempatkan material Negative Acid Forming (NAF) disisi luarnya. Adapun cara yang lain dengan melakukan penambahan limesand pada material PAF yang digunakan sebagai material timbunan.Penelitian dilakukan dengan percobaan pencampuran limesand dan material mine waste menggunakan beberapa komposisi yang berbeda. Pengambilan sample uji di dari hari pertama pencampuran dan dilanjutkan setelah berumur 2,4,8,12 minggu untuk dilakukan pengujian pH dan Acid Neutralizing Capacity (ANC) di laboratorium tanah.Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan diperoleh hasil yang menunjukkan semakin lama waktu evolusi material maka semakin mengurangi keasaman material. Dimana nilai dari pH material cenderung meningkat dan stabil dari minggu ke 8 sampai dengan minggu ke 12. Hal ini menunjukkan dengan metode pencampuran limesand pada material mine waste cukup efektif mengurangi resiko terbentuknya Air Asam Tambang.
PENGUKURAN AREA COAL GETTING MENGGUNAKAN METODE ZEBRA PADA AKTIVITAS COAL CLEANING DI PT BUMA BINSUA Awaluddin S, Muammar; Ridzuan, M.
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran volume batubara bertujuan untuk mengevaluasi kemajuan tambang sehingga dapat diketahui volume batubara yang telah ditambang dan volume sisa cadangan batubara. Pengukuran volume coal getting bertujuan untuk mendapatkan volume batubara secara joint survey yang telah bersih dari overburden atau lapisan pengotor yang masih tersisa setelah dilakukan kegiatan removal overburden. Sebelum pengukuran volume coal getting maka perlu dilakukan aktivitas coal cleaning untuk memisahkan kotoran yang masih tersisa di atas permukaan batubara. Pengukuran volume coal getting di PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) hanya dilakukan pada shift siang karena faktor keamanan dan ketelitian alat ukur untuk memperoleh data di malam hari yang terbatas. Untuk memperoleh data volume batubara secara survey agar mencegah terjadinya waktu tunggu oleh alat coal getting atau loss coal data akibat adanya batubara yang diloading sebelum pengukuran volume maka diperlukan metode yang efisien untuk melakukan coal cleaning. Metode yang dapat diterapkan yaitu dengan metode zebra. Metode zebra adalah metode pembersihan lapisan batubara dengan menerapkan interpolasi berdasarkan jarak, target luasan yang harus dibersihkan, dan jumlah unit yang digunakan. Metode zebra dapat mempercepat pengambilan data elevasi permukaan batubara (surface) pada pengukuran joint survey sehingga unit coal getting dapat melakukan loading pada malam hari tanpa menunggu pengukuran survey dihari selanjutnya agar dapat mencegah terjadinya loss coal data.
PERHITUNGAN DETAIL FAKTOR – FAKTOR PERBEDAAN MODEL DENGAN AKTUAL DALAM REKONSILIASI MODEL GEOLOGI BATU BARA PADA PIT NORTH, BLOK LAMPUNUT, PT MARUWAI COAL. Faza, Aldrin Fauzan; Chabibie, Abdurrachman; Hadi, Pratama
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merujuk pada Kepmen ESDM No 1827 K/30/MEM/2018 tentang pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik dengan salah satu aspeknya adalah penerapan upaya konservasi mineral dan batu bara. Dalam penerapan konservasi batu bara, recovery penambangan perlu diperhatikan. Recovery penambangan pada Kepmen ESDM No 1827 adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara produksi penambangan dengan jumlah cadangan pada periode tertentu, dinyatakan dalam persen. Recovery penambangan dapat diperoleh dari rekonsiliasi model dengan aktual penambangan. Rekonsiliasi model adalah proses yang penting dalam membandingkan batu bara yang termodelkan dengan aktual produksi batu bara. Rekonsiliasi model juga bertujuan untuk mengevaluasi akurasi model geologi yang sudah dibuat sebelumnya. Identifikasi penyebab perbedaan model dengan aktual perlu dilakukan secara mendetail dalam rekonsiliasi.Rekonsiliasi dilakukan pada Pit North, Blok Lampunut, PT Maruwai Coal sepanjang progres penambangan tahun 2022. Rekonsiliasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan membandingkan model geologi dengan survey aktual batu bara, dimana survey aktual adalah data pengambilan roof dan floor batu bara aktual di lapangan dengan menggunakan GPS Geodetic. Volume model dihitung dengan metode sample polygon pada software minescape 2021, dimana surface atas yang dipakai adalah void bulan sebelumnya dan surface bawah adalah void bulan berjalan. Void adalah surface yang didapatkan setelah penggalian. Terdapat 4 faktor penyebab perbedaan antara volume model geologi dan survey aktual yang didetailkan pada rekonsiliasi model dalam penelitian ini yaitu ketebalan batu bara, pergeseran subcrop batu bara (zona pelapukan), perbedaan surface roof dan floor model dengan aktual dan missing interval (patahan dan washout).Hasil yang didapatkan dari rekonsiliasi model geologi dengan aktual penambangan di Pit North pada tahun 2022 memiliki perbedaan sebesar 137kbcm. Jumlah faktor penyebabnya sebagai berikut: variasi akibat perbedaan ketebalan adalah 299kbcm, variasi akibat pergeseran subcrop adalah 17kbcm, variasi akibat perbedaan surface roof dan floor model adalah 136kbcm, variasi akibat missing interval adalah 8,5kbcm dan variasi yang tidak dapat dijelaskan sebesar 248bcm. Recovery penambangan berdasarkan survey yang didapatkan pada tahun 2022 adalah 105%.
Integrasi Data Instrumentasi (Pemantauan Geoteknik) dalam Sistem Pemantauan Online dan Penerapannya pada Bendungan Martabe TSF DAM 1)Titik Astiwi, 2)Zubeyir Siregar3)Claudia Inkiriwang Astiwi, Titik; Siregar, Zubeyir; Inkiriwang, Claudia
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan Geoteknik bendungan TSF sangat penting, hal ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar kinerja kestabilan bendungan tersebut. Ada beberapa instrumentasi geoteknik yang telah terpasang di bendungan TSF Martabe, seperti: Vibrating Wire Piezometer, Automatic Inclinometer - Ipis dan SAAV (Gerakan dibawah mukan tahan), Accelerometer (Getaran/Gempa). Alat-alat instrumentasi ini sudah banyak digunakan di beberapa proyek-proyek lain selain bendungan Martabe, namun hanya beberapa proyek saja yang melakukan pemantauan secara online, karena untuk merealisasikannya membutuhkan tenaga dan biaya yang besar, seperti: Sensor otomatis, Peralatan pengaturan data, media visualisasi online , Sistem jaringan dan sebagainya. Sistem online monitoring sangat bermanfaat untuk pemantauan geoteknik salah satunya untuk konstruksi bendungan, mengingat pembangunan bendungan memiliki resiko yang cukup tinggi salah satunya adalah terjadinya longsor. Dengan menggunakan sistem pemantauan online seperti ini diharapkan pekerjaan dilakukan dengan efektif, menggurangi kesalahan pencatatan data, data yang dikumpuulkan lebih banyak, Analisa dan pengolahan data dapat dilakukan lebih cepat, serta menungkinkan untuk penerapan system peringatan bahaya pada saat terjadi keadaan kritis/peristiwa yang tidak dapat diprediksi. Metode penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengamatan pada system online/real time monitoring pada semua instrumentasi bendungan TSF yang telah terpasang. Hasil dari pengamatan tersebut data yang dihasilkan lebih presisi, pembangunan bendungan dapat di analisa dan diulas secara langsung, sehingga kegiatan pembangunan dapat di seuaikan terhadap hasil pembacaan alat-alat monitoring yang terpasang. Dalam makalah ini kami akan menyajikan sistem pemantauan geteknik bendungan Tailing Storage Facility mulai dari instalasi sensor, akuisisi/pengaturan data, pengunaan web visualisasi data, bentuk penyajian/ visualisasi data, pengaturan alarm, dan laporan otomatis serta perannya dalam pembangunan bendungan TSF Martabe.
IMPLEMENTATION OF THROUGH-SEAM BLAST TO ELIMINATE TERRACE LOCATION FOR COST EFFICIENCIES AT OPEN CUT COAL MINE Rifai, Muhammad; Hafidz, Ainun; Siahaan, Florencia Pauli
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses peledakan untuk memberai massa batuan dilakukan pada operasi penambangan untuk meningkatkan produktivitas penggalian dan pengangkutan. Kondisi geologi yang heterogen menjadi salah satu tantangan pada operasional peledakan dalam proses penambangan. PT. Kaltim Prima Coal merupakan perusahaan yang fokus pada pertambangan batubara dengan target produksi lebih dari 10 juta ton. Orica telah menjadi penyedia bahan peledak dan jasa peledakan di area Mining Operation Division (MOD), mendukung operasi peledakan. Metode Through Seam Blast (TSB) telah diterapkan pada pit-pit di area MOD.Untuk mencapai suatu target produksi, metode peledakan konvensional membutuhkan 2-3 kali kegiatan peledakan lebih banyak daripada metode TSB, sehingga penerapan TSB dapat meminimalisasi kegiatan peledakan, mengurangi waktu henti terkait aktivitas peledakan, dan meningkatkan utilisasi peralatan. Dalam penelitian ini, Orica melakukan aplikasi TSB secara keseluruhan. Aplikasi TSB membutuhkan akurasi dan presisi. Layanan yang disediakan oleh Orica untuk TSB termasuk gamma- logging, pemodelan batubara, desain dan lembar pengisian, pengisian dan penyesuaian isian lubang ledak TSB, serta penembakan lokasi TSB. Orica menyediakan dua unit gamma logging untuk mendukung kegiatan logging TSB di seluruh area MOD. Efisiensi biaya ditentukan dengan menghitung biaya dozer dan motor grader, persiapan teras dan simulasi penggunaan nonel detonator lokasi teras.Kajian menunjukkan total volume TSB di PT Kaltim Prima Coal pada semester pertama tahun 2023 mencapai 11,839,848 m3. Penurunan biaya peledakan dari penerapan metode TSB dibandingkan metode konvensional pada semester pertama di Area Mining Operation Division (MOD) mencapai 24.1%, hal ini menunjukkan efisiensi biaya pelaksanaan TSB. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan peledakan TSB bisa meningkatkan penghemetan biaya penambangan dan mengoptimalisasi urutan penambangan yang menjadi fokus pelanggan dengan keselamatan dan kualitas yang menjadi prioritas
PERAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM MENINGKATAN EKONOMI KELUARGA TEMU PROFESI TAHUNAN (TPP) XXXII PERHAPI 2023 Fajar, drh Muhammad
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era saat ini, tuntutan kebutuhan rumah tangga meningkat seiring berjalannya waktu. Sehingga, perempuan ikut mengambil peran dalam meningkatkan pendapatan dan ekonomi keluarga, salah satunya adalah wanita tani desa Sepaso Barat yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Bhineka Tunggal Ika. PT KPC melalui program CSRnya sejak tahun 2019 ikut mendampingi kelompok wanita tani dalam kegiatan bertani dan berkelompok. Paper ini bertujuan untuk melihat kegiatan dan peran wanita tani dalam peningkatan ekonomi keluarga. Data diperoleh dari laporan pendampingan CDO PT KPC dan hasil wawancara dengan wanita tani di KWT. Bhineka Tunggal Ika. Berdasarkan hasil temuan, wanita tani berhasil meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan bertani. Komoditi yang diunggulkan yakni sawi, kangkung, bayam dan daun bawang dengan nilai omzet yang terus meningkat hingga mencapai Rp. 25.000.000 – Rp. 30.000.000 setiap bulannya.
IMPLEMNTASI DIGITALISASI PADA FUEL DISTRIBUTION SYSTEM UNTUK MENINGKATKAN AKURASI DAN KECEPATAN DATA DI PT PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK BAYA Triwicahayanto, Ardy; Suciono, Lutfi Dwi; Susilowati, Eka
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pamapersada Nusantara Distrik BAYA atau PAMA BAYA merupakan salah satu jobsite dari PT Pamapersada Nusantara yang beroperasi dalam IUP (Ijin Usaha Penambangan) milik PT Jembayan Muarabara Group PT Khotai Makmur Insan Abadi yang berlokasi di Bhuana Jaya, Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur. Proses penambangan yang menjadi tanggung jawab mulai dari Land Clearing, Top Soil Removal, Drilling Blasting, OB Removal, Coal Getting, hingga Coal Hauling. Alat berat yang dioperasikan oleh PAMA BAYA sangat banyak dan memiliki EGI yang bervariasi serta meiliki fuel consumption yang berbeda-beda juga, rata-rata fuel consumption untuk semua alat berat yang di operasi perhari sebanyak 320.000 liter atau sebesar 9.600.000 liter setiap bulannya. Selain itu variable cost fuel mencapai 32% dari keseluruhan cost IBS yang ada di PAMA BAYA sehingga di perlukan monitoring dan penanganan khusus untuk aktivitas handling fuel baik dari stock on hand (SOH), pencatatan pemakaian, transfer fuel, hingga posting disystem. Potensi human error dalam aktivitas ini sangat besar yang bisa menyebabkan kerugian baik dari segi alokasi cost fuel sampai dengan fuel handling performance (FHP) dan deviasi-deviasi lain juga berpontensi untuk terjadi.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi pencatatan, serta mengilangkan potensi human error pada proses handling fuel serta menentukan quick action perbaikannya. Aktivitas yang akan dilakukan yaitu implentasi penggunaan LCR600 dan RFID yang bertujuan untuk meningkatkan akurasi pencatatan penerimaan, transfer serta distribusi fuel ke alat-alat berat. Selain itu penggunaan LCR600 juga memberikan keamanan serta kecepatan supply data terkait dengan aktivitas refueling. Program improvment tersebut di implementasikan dengan Quality Control Circle (QCC) untuk mendapatkan akar masalah serta planning perbaikan dalam proses implentasinya serta di evaluasi rutin daily progress pecapaian improvment yang di jalankan.Hasil penelitian menunjukan peningkatan akurasi pencatatan vb 9fuel, kesesuaian unit, quantity issued yang tepat serta dapat di lakukan evaluasi fuel consumption yang cepat. Selain itu dengan di implentasikannya digitalisai fuel distribusi mempermudah dan mempercepat proses upload ke BIGDATA sehingga managemant mudah dan cepat dalam mengambil keputusan. 
BLASTHOLE SAMPLING QUALITY IMPROVEMENT: THE IMPLEMENTATION OF HAND AUGER SAMPLING TOOL IN BATU HIJAU MINE Tareqila, Ian K.; Dita, Sia P.; Ramadhan, Endry R.; Safrihadi, Bakhtiar; Hasby, Ruli A.
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan sampel blasthole menjadi praktik yang sangat penting di produksi pertambangan terbuka Batu Hijau yang dioperasikan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara, anak usaha dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), untuk mengontrol kadar komoditas. Sebagai aktivitas lapangan sehari-hari, metode pengambilan sampel perlu terus ditingkatkan agar kadar komoditas (Cudan Au) selalu terjaga. Di Batu Hijau, pengambilan sampel blasthole sebelumnya dilakukan menggunakan spear pipe dan saat ini menggunakan hand auger yang diproyeksikan dapat meningkatkan kualitas, efisiensi dan aspek keselamatan tim pengambil sampel. Untuk mengimplementasikannya, pengumpulan data sampel blasthole dilakukan dengan membandingkan sampel duplikat terhadap originalnya yang diambil menggunakan spear pipe dan hand auger. Nilai relatif eror pada pasangan sampel (duplikat-original) diukur dengan AMPD (Absolute Mean Percentage Difference) dan CV (Coefficient of Variation).AMPD untuk 90% data duplikat-original Cu dan Au berhasil diturunkan selama penggunaanhand auger. Dari data Januari 2016 hingga Oktober 2022, AMPD Cu mengalami penurunan dari 35% menggunakan spear pipe menjadi 17% setelah menggunakan hand auger, sedangkan AMPD Au dari 68% menggunakan spear pipe menjadi 23% setelah menggunakan hand auger. Penurunan juga terjadipada CVuntuk Cu dan Au. Rata-rata CV Cu dan Au setelah mengimplementasikan hand auger berada di bawah ambang batas toleransi untuk (field) duplikat Batu Hijau (CV ≤ 20%). Performa hand augermenunjukkan hasil yang jauh lebih baik dari spear pipe.
PEMANTAUAN PERGERAKAN LERENG DAN PENENTUAN NILAI FAKTOR KEAMANAN PADA TAMBANG BATUBARA TERBUKA (STUDI KASUS: PT HASNUR RIUNG SINERGI JOBSITE ANTANG GUNUNG MERATUS) Arsyad, Muhammad; Utomo, Nugroho Satrio; Kartini, Kartini
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kestabilan lereng menjadi aspek krusial dalam industri penambangan batubara karena dapat memicu terjadinya longsoran yang sangat berbahaya bagi keselamatan pekerja. Pemantauan (monitoring) kestabilan lereng merupakan faktor penting dalam menjamin keamanan dan kelancaran operasi penambangan. Setiap lokasi tersebut harus aman agar penambangan dapat berjalan dengan lancar.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Data-data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh dari monitoring lereng menggunakan Total Station berupa koordinat Easting, Northing dan Elevasi dan data sekunder berupa data geometri lereng dan karakteristik material lereng. Tujuan penelitian yaitu mengetahui cara pengambilan data pemantauan pergerakan lereng menggunakan total station, hasil pemantauan (monitoring) pergerakan lereng dan nilai faktor keamanan lereng. Penelitian ini dilakukan di lereng pit highwall PT Hasnur Riung Sinergi jobsite Antang Gunung Meratus yang berlokasi di kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.Berdasarkan hasil pemantauan pergerakan lereng yang dilakukan selama 21 hari menggunakan Total Station, terjadi pergerakan secara vertikal dengan rata – rata 5,72 mm. Hasil rata-rata pergerakan lereng berstatus siaga karena berada di atas ambang batas 5 cm/hari. Tetapi pada tanggal 11 November terjadi pergerakan sebesar 14,85 cm dengan kategori status berbahaya. Hasil analisis lereng menggunakan program slide 6.0 dengan metode bishop diperoleh nilai faktor keamanan sebesar 1,552, artinya lereng tersebut dikategorikan aman sesuai dengan peraturan KEPMEN 1827 K/30/MEM/2018. Pada kategori status berbahaya, pihak perusahaan sudah melakukan penanganan berupa pengubahan geometri lereng menggunakan excavator PC 200 dalam kegiatan General Slopping. Hasil dari analisis ini berdampak positif terhadap personil dan peralatan yang bekerja disekitar area titik pemantauan, dikarenakan dapat memberikan status pada lereng tersebut. Saran untuk kedepannya bagi perusahaan dapat melakukan pemeriksaan area sekitar titik pemantauan sebelum dilakukannya pemasangan titik pemantauan, periksa apakah ada faktor-faktor yang dapat menyebabkan lereng tidak stabil.