cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
PERANAN DRILL & BLAST ENGINEER DI TAMBANG TERBUKA MINERAL TEMU PROFESI TAHUNAN (TPT) XXX DAN KONGRES XI PERHAPI 2021 Heru Utama; Awang Suwandhi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.265

Abstract

Peledakan secara ore waste blasting diterapkan pada kegiatan peledakan di area tambang terbuka mineral PT. Indo Muro Kencana (PT. IMK). Peledakan di PT. IMK dilakukan dengan 2 metode, yaitu: peledakan konvensional (sistem inisiasi nonel) dan peledakan tidur (sleep blast, sistem inisiasi nonel). Ore waste blasting dapat diterapkan pada tambang terbuka mineral, dimana peledakan bijih (ore) dan waste dilakukan pada peledakan yang sama. Section/divisi khusus yang bertugas untuk mengelola perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pengeboran dan peledakan disebut sebagai Drill Blast section, yang terdiri dari Drill Blast Engineer dan para pengawas Drill Blast.  Permasalahan pokok yang dibahas dalam tulisan ini adalah peranan Drill Blast Engineer di tambang terbuka mineral dan penerapan Drill Blast Engineering pada peledakan (ore waste blasting) di tambang terbuka mineral PT. IMK. Tujuan dari tulisan ini adalah sebagai kajian mengenai peranan DB Engineer dan kaidah-kaidah DB Engineeering yang digunakan pada kegiatan peledakan di tambang terbuka mineral PT. IMK. Diharapkan tulisan ini berguna sebagai referensi bagi mahasiswa Teknik Pertambangan, fresh graduate mining engineer dan Junior DB Engineer. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah dalam penulisan ini adalah studi literatur, wawancara narasumber dan pengalaman penulis selama bekerja di bidang drilling blasting di tambang terbuka mineral PT. Indo Muro Kencana (PT. IMK, Muro Gold Mine, Murung Raya, Kalimantan Tengah) dan pengalaman sebelumnya di PT. Kasongan Bumi Kencana (PT. KBK, Mirah Gold Mine, Katingan, Kalimantan Tengah). Sebagai kesimpulan dari tulisan ini, peranan DB Engineer dan penerapan kaidah DB Engineering pada kegiatan ore waste blasting di tambang terbuka mineral sangat mutlak diperlukan, terutama dalam hal mengelola perencanaan (DB planning), pelaksanaan peledakan, evaluasi dan pelaporan kegiatan terkait pengeboran dan peledakan.
INOVASI PENGGUNAAN AADVARK PERMEAMETER SEBAGAI QUALITY CONTROL PENUDUNGAN BATUAN POTENSI ASAM (PAF) Agung Febrianto; Sigit Triwibowo; Nur Anbiyak
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.260

Abstract

Air Asam Tambang (AAT) adalah satu dampak lingkungan pertambangan yang terbentuk dari reaksi tiga unsur yakni sulfida asam, oksigen, dan air. Sulfida asam berasal dari material Batuan Penutup Berpotensi Asam (PAF) yang digali dan dipindahkan. AAT merupakan dampak penting yang wajib dikelola dan dipantau agar tidak menjadi limbah ke badan lingkungan. Pengelolaan AAT tidak cukup hanya pengobatan aktif selama operasi tambang, melainkan mitigasi awal sumber, jumlah, dan strategi kapsulasi PAF dengan lapisan penudung sebagai upaya eliminasi resiko di akhir tambang. Aadvark Permeameter adalah alat uji permeabilitas/kekedapan tanah, digunakan oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk meningkatkan kontrol kualitas konstruksi lapisan penudung pada reklamasi timbunan. Mengingat luasnya area, tantangan terbesar selain pembentukan lapisan yang padat (compacted), penting juga untuk memastikan bahwa lapisan penudung telah kedap (impermeable) secara merata. Tingkat kekedapan tanah diukur berdasarkan parameter koefisien permeabilitas (K). Sekalipun telah distandarisasi oleh Casagrande dan Fadum (1940), penentuan ambang nilai K harus dipertimbangkan berdasarkan kondisi spesifik lapangan, seperti: cuaca, ketersediaan jenis material, dan bentuk akhir reklamasi. Hasil studi pengukuran lapangan pada lokasi reklamasi Pit Pedayak RL+15 dan RL+20 menggunakan material tanah kupasan dengan jumlah kompaksi 6 lintasan, didapatkan hasil lapisan penudung masuk kategori kedap dengan nilai K rerata 10-5 cm/s.
PEMASANGAN GRIZZLY SCREEN UNTUK MENGURANGI KONTAMINASI BATU BARA PADA OVER LAND CONVEYOR Gendhu Widyasmoro
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.255

Abstract

KPC memiliki konveyor yang terbentang sepanjang 26 km dari Melawan sampai Tanjung bara. Masalah kontaminasi sering terjadi di sepanjang perjalanan rantai distribusi batu bara. Terutama saat batubara ditumpuk di dalam stockpile untuk keperluan blending, kontaminan sering terikut dalam batubara yang akan didistribusikan. Secara umum grizzly screen dipasang pada area dumping hopper batubara sebelum batubara dimasukkan ke dalam crusher. Namun demikian, grizzly screen pada hopper dumping, umum nya hanya menangkap boulder, sedangkan kontaminan yang terikut dalam pengiriman berukuran lebih kecil yang biasa berupa concrete, pipa atau bahkan batu yang lolos dari grizzly screen hopper. Dalam praktek dilapangan, grizzly screen belum pernah dicoba untuk dipasang pada area transfer chute batu bara. Dalam makalah ini disajikan pertimbangan dan perhitungan sederhana untuk mendesain grizzly screen pada transfer chute batu bara termasuk menentukan lebar aperture dari grizzly screen. Grizzly screen dipasang pada transfer chute tail end Overland Conveyor (OLC), selain menangkap kontaminan batu yang lebih besar dari aperture, ternyata grizzly screen juga menangkap kontaminan lain yang berupa pipa atau besi batangan yang tidak tertangkap oleh magnet separator, sehingga ini bisa mencegah kerusakan belt conveyor. Pemasangan grizzly screen pada transfer chute sangat bagus diterapkan pada rantai suplai batu bara, terutama pada fix plant area.
OPTIMALISASI COAL BARGE LOADING PADA KONDISI AIR SURUT Sukardi Yusuf
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.250

Abstract

Sepanjang periode Januari sampai dengan Juli tahun 2020 faktor kandasnya tongkang karena tingginya sedimentasi di jetty dan surutnya air sungai Mahakam menyumbangkan lost time sebanyak 99.82 jam setara 117,777 ton (lost tonnage) ekuivalen dengan lost barge 15.70 tongkang dan berkontribusi sebesar 8.92% terhadap ketidaktercapaian target pengapalan batubara PT. Alamjaya Bara Pratama. Penelitian ini bertujuan untuk mensiasati agar kegiatan pemuatan batubara ke atas tongkang atau Coal Barge Loading tetap berjalan optimal dengan melakukan improvement yang bersifat administrasi dan teknis operasional pemuatan batubara. Adapun upaya yang dilakukan untuk menyiasati hambatan tersebut yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut : melakukan komparasi dan koreksi tabel pasang surut air yang digunakan untuk acuan jam dan ketinggian pasang surut air; membuat acuan kedalaman air versus status pemuatan batubara;; menggunakan formula permutasi dan kombinasi untuk mendapatkan opsi urutan pemuatan batubara; membuat Form Instruksi Kerja yang berisi urutan pemuatan dan volume pemuatan dan melakukan simulasi dan review urutan pemuatan batubara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa optimasi Coal Barge Loading pada saat air surut untuk menghindari tongkang kandas berjalan efektif, ini terlihat dari simulasi dan review dibulan Oktober 2020, yang mana dapat diminimalisasi Lost Time akibat kandas hanya 28.75 Jam berbanding 78.42 Jam di September 2020, atau bisa ditekan sampai dengan 36.66 %.
BACK ANALYSIS OF VECTOR LOSS EFFECT TO DETERMINE THRESHOLD USING SLOPE STABILITY RADAR DATA CASE STUDY OF FAILURE IN OPEN PIT COAL MINE Alden Sinai Yudono; Dwi Prio Utomo; Luckman Hakim; Ignatius Putra; Deaz Dewantara; Tri Haryanta
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.266

Abstract

Pemantauan kestabilan lereng suatu tambang terbuka adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengelola risiko dari potensi longsor. Slope Stability Radar (SSR) adalah teknologi/alat yang dapat digunakan untuk memantau kestabilan lereng dengan menyajikan data secara real time. SSR menggunakan prinsip line-of-sight dalam menghitung besaran pergerakan lereng yang dapat menghasilkan vector loss pada nilai pengukurannya. Vector loss adalah persentase besaran deformasi tereduksi akibat arah pergerakan lereng memiliki selisih sudut terhadap arah pengukuran radar. Dalam pengelolaan longsor terdapat nilai ambang batas yang diterapkan untuk mengkategorikan perilaku deformasi batuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh vector loss terhadap nilai ambang batas yang diterapkan pada tambang terbuka batubara dengan menggunakan 20 data longsor pada periode 3 April 2021 – 9 Mei 2021 yang dideteksi oleh SSR pada Pit A di area High-Wall Timur dan L Barat, serta Pit B di area High-Wall Barat.Nilai ambang batas yang diterapkan saat ini mencakup kategori “Aman” pada nilai kecepatan deformasi 0 - 50 mm/hari, “Waspada” pada nilai kecepatan deformasi 50 mm/hari – 120 mm/hari, dan “Evakuasi” pada nilai kecepatan deformasi lebih dari 120 mm/hari. Hasil perhitungan data SSR menunjukkan bahwa tingkat kecepatan deformasi saat terjadinya longsor berada pada rentang data 28.77 – 202.53 mm/hari dan tingkat kecepatan deformasi terkoreksi vector loss saat terjadinya longsor berada pada rentang data 49.43 – 367.44 mm/hari.Berdasarkan hasil perhitungan, maka nilai ambang batas pada kategori “Evakuasi” yang sebelumnya berada pada nilai deformasi lebih dari 120 mm/hari dapat dioptimalkan menjadi lebih dari 50 mm/hari untuk area High-Wall Timur dan Low-Wall Barat pada Pit A, serta area High-Wall Barat untuk Pit B. Nilai ambang batas untuk SSR dapat menggunakan nilai lebih dari 30 mm/hari untuk area High-Wall Barat pada Pit B, lebih dari 40 mm/hari untuk area Low-Wall Barat pada Pit A, dan lebih dari 50 mm/hari untuk area High-Wall Timur pada Pit A.
ANALISIS PERUBAHAN GEOMETRI BEKAS LUBANG BHM PADA OPERASI BOREHOLE MINING DI WILAYAH BEKAS TAMBANG TIMAH ALUVIAL BERDASARKAN DATA GEOFISIKA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.134

Abstract

Sisa cadangan timah aluvial di sekitar bekas tambang besar dapat menjadi peluang dalam mengoptimalisasi potensi cadangan menggunakan sistem penambangan skala kecil. Salah satu terobosan terbaru dalam sistem penambangan sisa cadangan timah aluvial di darat adalah metode borehole mining (BHM). Namun operasi penambangan menggunakan BHM memiliki beberapa dampak lingkungan terutama terkait dengan bekas lubang yang ditinggalkan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan geometri bekas lubang tersebut baik di permukaan maupun di bawah permukaan melalui pengamatan langsung di lapangan serta pengukuran dengan metode geofisika. Lokasi studi berada di bekas tambang besar Blok Air Nudur di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode geofisika yang digunakan untuk mengidentifikasi perubahan geometri bekas lubang BHM adalah GPR (ground penetrating radar) dan IP (induced polarization). Metode GPR memiliki kemampuan visual bawah permukaan dengan resolusi tinggi pada kedalaman dangkal serta metode ini dapat membedakan lapisan yang stabil dan tidak stabil. Metode IP digunakan untuk menentukan lapisan batuan penutup dan kondisi lapisan aluvial yang sebagian sudah menjadi lubang. Kedua metode ini akan saling menguatkan dalam menginterpretasikan perubahan geometri bekas lubang BHM X dan BHM Y. Perubahan diameter lubang dan kedalamannya diukur langsung di lapangan dalam kurun waktu 2 (dua) bulan sejak selesai dilakukan operasi penambangan dengan metode BHM diikuti dengan pengukuran topografi secara berkala menggunakan UAV (unmanned aerial vehicle). Hasil pengamatan terhadap perubahan elevasi permukaan tanah di sekitar bekas lubang BHM terdapat indikasi penurunan permukaan tanah sekitar 1 m. Sedangkan hasil pengolahan data GPR menunjukkan perubahan geometri lubang dengan pola radargram hummocky menjadi chaotic. Interpretasi dari pengolahan data IP menunjukkan nilai dan chargeabillity 3 – 12 ms pada lapisan aluvial yang terganggu di sekitar bekas lubang BHM X dan BHM Y.
PENGGUNAAN OLI BEKAS DALAM CAMPURAN BAHAN PELEDAK EMULSI PADA TAMBANG BATUBARA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.150

Abstract

PT. Multi Nitrotama Kimia merupakan salah satu perusahaan jasa pertambangan yang bergerak pada bidang penyedia jasa peledakan dan penjualan bahan peledak terbesar di Indonesia. PT Putra Perkasa Abadi Jobsite Alam Bara Jaya Pratama merupakan salah satu customer dari PT Multi Nitrotama Kimia yang melakukan kegiatan operasional pertambangan yang besar sehingga memiliki limbah oli bekas yang banyak. PT. Putra Perkasa Abadi Jobsite Alam Bara Jaya Pratama bekerjasama dengan PT Multi Nitrotama Kimia untuk mengelola limbah oli bekas ini menjadi bahan campuran dalam pembuatan bahan peledak berbasis emulsi agar dapat mengurangi jumlah limbah bahan beracun dan berbahaya (oli bekas) dan mengurangi biaya operasional peledakan.Tahap awal penelitian dilakukan dengan uji laboratorium 9 parameter oli bekas sesuai dengan kriteria limbah B3 minyak pelumas dari bekas kegiatan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun untuk kegiatan pemanfaatan limbah bahan berbahaya dan beracun dengan tujuan sebagai kontrol dan upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan akibat penggunaan oli bekas sebagai campuran dalam pembuatan bahan peledak berbasis emulsi. Sesuai dengan standar yang ada, treatment yg dilakukan terhadap mixing bahan peledak dengan campuran 100% waste oil yang dilakukan oleh PT. MNK tetap menghasilkan kualitas peledakan yang optimal sehingga dapat menekan penggunaan solar dan mengurangi biaya operasional peledakan
EVALUASI PENAMBANGAN TIMAH METODE BOREHOLE MINING BERDASARKAN RENCANA KERJA DI TAMBANG KECIL TERINTEGRASI UNIT PRODUKSI DARAT BANGKA PT TIMAH Tbk
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.206

Abstract

PT Timah Tbk sering mengalami kesulitan dalam mengatasi masalah konflik pembebasan lahan terutama pada penambangan metode tambang besar. Akibatnya, perusahaan mengalami situasi yang sangat sulit untuk membuat perencanaan tambang, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan adanya Sistem Penambangan BHM (Borhole Mining)/  metode tambang bor bawah tanah yang diharapkan mempermudah aktivitas penambangan dengan pembukaan lahan minimal dan menghindari pembukaan lapisan penutup. Penelitian ini bertujuan mengetahui sistem perencanaan, masalah yang dihadapi dan solusi yang diharapkan. Pada penelitian kuantitatif ini dilakukan untuk membandingkan target dan ketercapaian untuk bulan Oktober dan November. Berdasarkan target produksi 139,4 kg Sn/ bulannya namun tidak tercapai produksi pada bulan Oktober maupun November yakni masing – masing 62,45 Kg Sn dan 26, 38 Kg Sn. Kemudian, untuk jam jalan dengan target yaitu 184 jam/ bulan tidak tercapai pada bulan Oktober maupun November yaitu masing – masing sebesar 94 jam/ bulan dan 59 jam/ bulan. Masalah yang dihadapi tidak tercapainya target produksi dan jam jalan terdiri atas 2 penyebab diantaranya alat yang terdiri dari kendala mesin rusak, Jumbo Bag rusak, Cuaca dan Iklim, pipa aus, tripod bengkok dan karpet shakan lepas. Kemudian yang kedua faktor manusia yaitu lalai dalam melakukan pengawasan Solusi atas  permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target produksi diantaranya lakukan perawatan dan pengecekan terhadap mesin dan penambahan daya mesin yang lebih besar dari 26 Hp, perhatikan kondisi pipa sebelum dipergunakan, waspadai cuaca dan iklim serta perhatikan area pengolahan terutama pada shakanSehingga Borehole Mining (BHM) belum efektif walaupun harus menggunakan cadangan yang sesuai Break Event Grade (BEG) atau dengan biaya relatif rendah.
RISK MANAGEMENT THROUGH LANDSLIDE BACK ANALYSIS IN GRASBERG MINE, PAPUA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.222

Abstract

Grasberg is an ‘ultra-deep’ open pit copper-gold mine located in the highland of Jayawijaya mountain range of Papua province, Indonesia. Throughout its long history, Grasberg had critical geotechnical challenges that pose a threat to their operational and mining infrastructures. Landslide is one of the geotechnical hazards that has extreme potential damage that need to be further addressed. In general, one of the routines for approaching landslide behavior is through numerical analysis which is called a runout analysis.There are three main tasks to run this analysis:1. Modeling back-analysis on the past landslide events at Grasberg to define behavioral parameters that meet its actual components namely maximum distance reached, thickness, and deposits distribution of debris flows. 2. Prediction of upcoming model of landslide events that incorporating mm precision topographical survey and detailed geological structure identification via laser scanning as a reasonable landslide’s thickness limit.3. Development of risk management based on predictive landslide model and working criteria as a guidance for mine operation The combination of runout analysis and slope movement criteria which was provided by radar monitoring will give clear guidance and required action plans from mining operation team to address potential landslide issues in the mine to provide safe-productive mine operation.
BERBAGI KEBAHAGIAAN DENGAN MASYARAKAT SEKITAR TAMBANG
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.175

Abstract

Pertambangan adalah usaha kegiatan yang mengambil sumber daya alam di dalam bumi dari mulai eksplorasi, pembukaan tambang, operasi sampai pasca tambang. Sumber daya alam yang ada diperut bumi haruslah diambil dengan cara dan kaidah pertambangan yang baik. Oleh karena itu pertambangan haruslah legal/berizin. Karena dengan legal maka akan diketahui apakah penambang itu paham kaidah penambangan yang baik dan apakah lahan itu ekonomis ditambang. Jangan sampai pola penambangannya akan membuat masalah pada komponen lingkungan yang ada disekitar tambang. Faktor evaluasi untuk mengetahui tingkat kepentingan dampak pada usaha pertambangan adalah jumlah masyarakat yang terkena dampak. Jika banyak masyarakat terkena dampak yang tidak mendapatkan manfaat lebih banyak dibandingkan masyarakat terkena dampak dan mendapat manfaat maka kegiatan usaha pertambangan ini masuk kategori dampak penting. Manusia yang ada di sekitar tambang harus mendapatkan manfaat yang besar dari usaha pertambangan tersebut. Mereka adalah kelompok masyarakat pertama yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha pertambangan. Masyarakat sekitar tambang banyak dirugikan dengan adanya operasional tambang. Kebanyakan dari mereka terusir dari lingkungannya. Padahal seharusnya merekalah yang paling bahagia dengan adanya aktivitas pertambangan. Tambang yang legal saja banyak masyarakat sekitarnya yang diabaikan , kalaupun dapat kontribusi tapi sangat tidak sebanding dengan hasil yang mereka dapatkan. Apalagi tambang ilegal yang mana tidak ada pengawasan dari instansi resmi. Harus ada program CSR dan Sosial Pertambangan yang terencana dan terukur. Program sebaiknya tidak hanya memberikan ikan yang berpotensi memelihara kemiskinan. Tapi haruslah dirancang program yang memberikan kail sehingga mereka tergerak untuk aktif bangkit dari kemiskinan atau dari keadaannya yang sekarang. Pada peneltian ini Saya ingin memberikan salah satu resep CSR yang bisa dicoba oleh perusahaan tambang untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitarnya. Metode penelitiannya yaitu metode deskriptif. Metode ini berusaha menggambarkan objek atau subjek  apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara fakta dan karakteristik objek  yang  diteliti secara tepat.Program CSR dan Sosial Pertambangan haruslah menjadi jalan keluar dari cerita suram nan kelam dari keluarga – keluarga disekitar lokasi tambang. Tenaga SDM yang ada dibidang tersebut sebaiknya SDM yang berkompeten dalam bidang CSR dan Sosial Pertambangan. Bukanlah SDM yang asal rekrut tidak sekompetitif rekrutment SDM di bagian teknisnya. Sumber daya alam ini adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, maka sudah tentu bentuk syukur kita dengan menambang yang baik dan nantinya mengembalikan ke rona awal bukan merusaknya.Selain itu bentuk syukur lainnya adalah berbagi kebahagiaan dengan masayarakat sekitarnya karena mereka berhak atas kekayaan yang ada disekitar tenpat tinggalnya.