cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
SURVEI BATIMETRI DI AREA VOID PIT DENGAN MENGGUNAKAN WAHANA TELEDYNE ODOM SINGLEBEAM ECHOSOUNDER SINGLE FREQUENCY RYAN NUGRAHA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.151

Abstract

Teknik pengambilan data topografi permukaan di bawah air yang saat ini sedang berkembang, salah satunya menggunakan metode survei batimetri. Survei batimetri bertujuan untuk menggambarkan topografi di bawah air melalui pengukuran kedalaman dasar air sepanjang area yang ditentukan. Alat yang digunakan dalam survei batimetri dapat berupa singlebeam echosounder (SBES) atau multibeam echosounder (MBES) dengan single atau dual frekuensi. Kegiatan survei batimetri menggunakan wahana teledyne odom singlebeam echosounder ini juga tidak luput dari industri pertambangan, khususnya tambang batu bara yang saat ini mulai popular menggunakan salah satu teknologi yang modern ini. Salah satu jenis wahana yang digunakan PT Arutmin Indonesia adalah teledyne odom singlebeam echosounder single frequency. Kegiatan survei batimetri menggunakan wahana ini, pada dasar prinsipnya adalah dengan memancarkan gelombang akustik ke dasar permukaan di bawah air dalam hal ini void pit, kemudian gelombang akustik dipantulkan kembali yang akan diterima oleh tranducer (alat pemancar dan penerima gelombang akustik). Waktu dari pemancaran gelombang akustik sampai gelombang akustik ditangkap kembali oleh tranducer digunakan oleh echosounder untuk menentukan kedalaman. Kegiatan survei batimetri yang dilakukan PT Arutmin Indonesia ini dilakukan di area void pit yang tergenang air dan bertujuan untuk menentukan dan menggambarkan topografi permukaan lumpur. Dalam penggunaannya, kapal survei batimetri yang menggunakan wahana teledyne odom singlebeam echosounder single frequency harus dilengkapi dengan GPS, antenna GPS, transducer (alat pemancar dan penerima gelombang akustik), dan komputer. Antena GPS digunakan untuk mendapatkan posisi dan echosounder akan menampilkan data hasil processing tangkapan sinyal akustik dan posisi dari GPS. Komputer digunakan untuk mengoperasikan dan mengintegrasikan alat-alat tersebut. Setelah semua alat-alat selesai diinstalasi di kapal, kapal akan bergerak di sepanjang area tertentu/jalur yang sudah ditentukan yang nantinya akan dipetakan topografinya. Dengan demikian, kedalaman dasar void pit akan terekam di setiap titiknya berdasarkan posisi GPS. Dengan menggabungkan data kedalaman dan posisi, makan akan diperoleh data topografi dasar void pit.
REDUKSI KECEPATAN DRIVE CONVEYOR SEBAGAI ALTERNATIF PENGURANGAN JARAK TRAJECTORY BATUBARA (STUDI KASUS PROYEK PENINGKATAN MASA PAKAI GUIDE RAIL SAMPLER HEAD END RECALAIMING#2 PT.KPC) Gendhu Widyasmoro
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.167

Abstract

KPC memiliki Conveyor yang terbentang sepangang 26 Km dari melawan sampai Tanjung bara. Masalah Coal trajectory sering terjadi di setiap transfer tower coal conveyor.  Studi kasus mengurangi jarak lintasan trajectory coal flow dilatarbelakangi oleh  kasus terjadinya keausan pada guide rail sampler karena lintasan trajectory coal flow yang menabrak guide rail sampler dan menyebabkan masa pakai rail sangat pendek.Mekanikal Sampler tipe “falling stream cutter” memiliki desain dengan guide rail yang memotong lintasan trajectory. Ausnya guide rail terjadi karena lintasan trajectory terlalu jauh sehingga menabrak guide rail mekanikal sampler. Akibatnya, mekanikal sampler tidak bisa berfungsi normal dan mematikan sistim konveyor.Beberapa opsi untuk mengurangi jangkauan trajectory ini tanpa mengurangi kapasitas produksi batu bara adalah :1. Memundurkan launch pulley menjauhi head pulley.2. Mengecilkan ukuran diameter launch pulley.3. Mengurangi kecepatan drive conveyor.Dari ketiga opsi diatas, yang paling mudah, cepat dan murah adalah opsi ketiga, yakni mengurangi kecepatan drive conveyor. Dalam tulisan ini akan diuraikan analisa perbandingan ketiga opsi diatas dengan menggunakan perhitungan manual dan software. Hasil studi actual di lapangan menunjukkan Trajectory bisa mencapai hasil optimum (tidak mengenai guide rail sampler) dengan mengurangi kecepatan drive conveyor.
RUBBLE ROAD: UPAYA MENIADAKAN REHANDLE DI PIT BENDILI PRIMA. Andi Ardianto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.53

Abstract

ABSTRAK Rubble Road merupakan pilihan membuat jalan di floor batubara dengan metode blasting. Project ini dilakukan di floor BN, Pit Bendili Prima pada July 2019 lalu dan bertujuan membentuk jalan pengganti dari pit ke dump point. Rubble  road di lakukan pada floor batubara bukan basal dengan interburden yang cukup lebar terhadap basal seamnya. Sehingga dapat dibentuk badan jalan dan terproyeksikan dinding yang lebih tegak terhadap seam floor terganggu. Berbeda dengan metode konvensional dan praktis yang kerap dilakukan, untuk mendapatkan bentuk jalan di area floor dilakukan dumping material. Tentunya ini akan berdampak pada cost tambahan ditahun mendatang. Karena overburden (ob)  kbcm yang dipakai untuk construct jalan, harus digali kembali untuk mendalamkan Pit. Eksekusi rubble road ini juga melibatkan team geotek untuk assesmentnya agar stabilisasi jalan tidak menjadi kendala dimasa mendatang. Kata kunci : rubble road, jalan pengganti, meniadakan rehandle.   ABSTRACT Rubble Road is an option to create a road  on the coal floor by blasting method. The project was carried out on the BN floor, pit Bendili Prima in July 2019 and is intended to provide a replacement road from pit to dump point.Rubble road is carried out on a non basalt coal floor with afairly wide interburden on the basal seam.So that the road can be formed and projected a wall that is more upright against the disturbed seam floor.Unlike the conventional and practical methods that are often done, to get the shape of the road in the floor area is carried out dumping material.Surely this will have an impact on additional costs in the coming year.Due to the over burden (ob) used for road construction, it has to be dug back to deepen the pit.The execution of this road also involves the geotech team for its assessment, so that road stabilization is not an obstacle in the future. 
HUBUNGAN PERILAKU KESELAMATAN DAN IKLIM KESELAMATAN TERHADAP KINERJA KESELAMATAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PERTAMBANGAN Supardi Supardi; )Dedy Kurniawan Nasution
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.191

Abstract

Kinerja keselamatan kerja yang direfleksikan oleh terjadinya kecelakaan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan hubungan antara perilaku keselamatan pekerja dan iklim keselamatan yang ada terhadap kinerja keselamatan perusahaan kontraktor pertambangan. Penelitian ini menggunakan data dari responden dengan pengambilan data menggunakan metode survai melalui kuesioner. Penentuan sampel responden menggunakan metode simple random sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 161 orang bagian produksi pada perusahaan kontraktor pertambangan batubara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model persamaan struktural. Hasil analisis model persamaan struktural dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku keselamatan dan iklim keselamatan berpengaruh positif terhadap kinerja keselamatan perusahaan. Pengaruh perilaku keselamatan terhadap kinerja keselamatan lebih besar dibandingkan dengan pengaruh iklim keselamatan terhadap kinerja keselamatan.
OPTIMALISASI PENGEBORAN STERILISASI DAN VERIFIKASI HASIL 3D IP SURVEI DI PARBOTIKAN, MARTABE GOLD MINE, SUMATERA UTARA Siti Khodijah; Candra Kusuma; Henny Purnamasari
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.69

Abstract

ABSTRAK Sejalan dengan peningkatan sumber daya dan cadangan emas-perak di PT. Agincourt Resources (PTAR) dari tahun 2017-2018 dan mengkaji fasilitas penyimpanan tailing yang ada saat ini diperhitungkan tidak mampu menampung peningkatan volume tailing sehingga dilakukan penentuan lokasi yang baru. Pemilihan beberapa lokasi baru untuk fasilitas ini sudah dimulai sejak pertengahan tahun 2018 dan Departemen eksplorasi bekerja sama dengan Departemen project development ditugaskan untuk menyelidiki bahwa daerah yang dipilih adalah lokasi yang sesuai. Pengeboran dan data IP (Induced Polarisation) geofiska, digunakan untuk menentukan apakah lokasi yang diusulkan merupakan lokasi yang steril dari sumber daya mineral ekonomis dan stabil secara geoteknik.  Program pengeboran fase pertama sudah selesai pada Q1 tahun 2019, berdasarkan data geology permukaan, geokimia dan geofisika yang sudah ada sebelumnya. Limabelas titik bor dengan total kedalaman 6.802m telah dilakukan di daerah rencana dengan rata-rata total kedalaman 500 meter. Data geologi, struktur dan geokimia bawah permukaan yang diperoleh dari hasil pengeboran akan dikaji untuk menentukan apakah lokasi yang dipilih tepat dan cocok untuk fasilitas tailing manajemen. Fase pengeboran tahap 2 atau tindak lanjut sedang dilakukan, namun tergantung dari hasil survei IP 3D yang baru saja selesai dan saat ini juga sedang dilakukan pemodelan hasil pembacaan geofisika berupa data resistivitas dan chargeabilitas (jika ada indikasi anomali) di area yang belum dilakukan pengeboran sebelumnya, untuk memastikan bahwa area tersebut steril atau tidak terdapat mineral ekonomis. Ketersediaan data teknis dari program eksplorasi juga dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan di departemen lain dan hal ini menguntungkan secara signifikan untuk penghematan biaya serta dapat memastikan bahwa pekerjaan selain geologi tidak mempengaruhi potensi/target eksplorasi di daerah tersebut dan memberikan gambaran untuk perencanaan pengeboran lebih lanjut untuk kondisi geoteknik setempat. Kata Kunci: IP Survei, chargeabilitas, geoteknik, geofisika, mineral   ABSTRACT As a consequence of an increase in resources and reserves at the Martabe Gold Mine in 2017-2018 the current tailings management facility will be unable to handle the additional tailings and therefore a new location is being pursued. The selection of several new locations for this facility began in mid-2018 and the exploration department in collaboration with the project development department was tasked with investigating that the area chosen was the appropriate location. Drilling and IP (Induced Polarisation) geophysical data was used to determine if the proposed location is likely to contain any significant economic mineralisation and is geotechnically stable.A first phase drilling program that was based on historical surface geology, geochemical and geophysics data was completed in Q1 of 2019. Fifteen drill holes with total of 6,802m were collared within or proximal to the proposed location and were drilled to an average depth of 500m. Subsurface geology, structure and geochemical data acquired in the Phase 1 drilling program was reviewed to determine if the area was suitable for facility tailings management. A second or follow up drilling phase is being considered but is dependent on the results of a recently completed 3D IP survey that is currently being modelled which will provide resistivity and chargeability geophysical signatures (if any) over the area not yet drill tested to ensure that the area is sterile of economic mineralisation. The availability of technical data from Exploration programs being made available to other departments can be significant for cost saving measures and ensure that non geological projects do not affect the exploration potential in the district and provide an overview for further drill planning for geotechnical conditions. Keywords: IP Survey, chargeability, geotechnical, geophysics, mineral
ANALISIS PREDIKSI FRAGMENTASI PELEDAKAN TAMBANG TERBUKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ROCK ENGINEERING SYSTEM (RES) DI PT XYZ Aldo Mahyandra; Dedi Yulhendra
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.207

Abstract

Proses peledakan akan menghasilkan batuan yang terberai menjadi fragmentasi. Sehingga, memiliki kemungkinan terjadinya resiko fragmentasi seperti ukuran boulder, maka proses loading dan produktivitas alat dapat terganggu. Perusahaan PT XYZ memiliki target fragmentasi boulder (≥ 100 cm) yaitu 20 %. Data yang diambil di PT XYZ difokuskan pada Pit Y dan dibagi menjadi 2 area, dikarenakan terdapat perbedaan struktur geologi dalam 1 pit. Dari 30 kali data peledakan yang telah dikumpulkan, dilakukan proses image analysis menggunakan software split desktop terhadap foto fragmentasi untuk mendapatkan ukuran aktual. Sehingga, didapatkanlah ukuran fragmentasi boulder lebih dari 20 % dalam tiap kali kegiatan peledakan. Rock Engineering System (RES) merupakan sebuah metode yang dapat meminimalisir resiko yang terjadi dari desain atau model yang telah dibuat di dalam berbagai kasus di dunia pertambangan, salah satunya untuk mengurangi resiko fragmentasi. Penelitian ini menggunakan 10 parameter yang mempengaruhi fragmentasi. Prediksi fragmentasi dalam penelitian ini juga menggunakan metode Kuz Ram dan Cunningham (2005) sebagai data pembanding. Untuk memvalidasi metode yang telah digunakan, maka akan dianalisis koefisien korelasi (R2) dan Root Mean Square Error (RMSE) antara ukuran aktual dengan metode prediksi.Penenlitian ini menggunakan metode evaluasi deviasi geometri peledakan dan analisis statistik. Sehingga, didapatkanlah nilai R2dengan hubungan sangat kuat yaitu 0.97 (area 1) dan 0.88 (area 2), nilai RMSE yang rendah yaitu 24.31 (area 1) dan 10.78 (area 2) dengan menggunakan model RES.
ANALISIS LAJU EROSI TANAH DAN HIDROLOGI PADA LAHAN BEKAS TAMBANG DI KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI YOGYAKARTA Avellyn Shinthya Sari; Sari Bahagiarti K; Suharsono Suharsono; C. Prasetyadi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.223

Abstract

Di Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul banyak terdapat kegiatan pertambangan bahan galian industri terutama bahan galian batugamping. Dampak negatif akibat kegiatan ini salah satunya adalah peningkatan erosi pada lahan bekas penambangan. Masalah dari penelitian ini adanya tingkat erosi yang sangat tinggi akibat adanya penambangan karena tidak adanya vegetasi sehingga pada saat curah hujan tinggi mudah terjadinya erosi tanah. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat erosi tanah serta memberikan arahan untuk prioritas konservasi lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah USLE. Untuk Pengujian sampel tanah di laboratorium menggunakan 3 metode yaitu walkey and black untuk kandungan organik, hydrometer untuk analisa tekstur tanah dan de boodt untuk permeabilitas tanah. Perhitungan tingkat bahaya erosi dengan persamaan USLE memiliki tingkat bahaya erosi dalam kategori kelas sangat ringan sampai dengan sangat berat. Nilai rata-rata laju erosi tanah dengan persamaan USLE sebesar 217,69 m3 /Ha/Tahun. Arahan prioritas konservasi lahan dilakukan berdasarkan tingkat bahaya erosi yang ada mulai dari kelas sangat berat ke kelas moderat. Penanganan erosi tanah dengan melakukan revegetasi di setiap lokasi yang perpotensi terjadinya erosi agar tingkat bahaya erosi pada area yang mengalami kerusakan lahan menjadi normal. 
MUNGKINKAH KERUGIAN LINGKUNGAN HIDUP AKIBAT PERTAMBANGAN DAPAT DIKATEGORIKAN SEBAGAI TINDAK PIDANA KORUPSI? Franky Butar Butar; Iqbal Feliciano; Thoriq Mulahela
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.129

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bermula dari inisiatif dari Jaksa pada KPK pada tahun 2017 yang mendakwakan bahwa kerugian lingkungan hidup dapat dianggap sebagai kerugian keuangan negara pada kasus pemberian izin usaha pertambangan oleh mantan gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam di beberapa daerah yang menjadi kewenangannya. Jaksa pada KPK menggunakan instrumen kerugian lingkungan hidup untuk menghitung kerugian keuangan negara yang merupakan salah satu elemen dalam tindak pidana korupsi. Tulisan ini akan menjelaskan secara deskriptif tentang peluang KPK untuk memperhitungkan kerugian lingkungan hidup sebagai kerugian keuangan negara dalam tindak pidana korupsi yang berujung pada persoalan apakah mungkin kerusakan dan atau pencemaran lingkungan hidup akibat pertambangan dapat memenuhi unsur merugikan keuangan negara dalam tindak pidana korupsi. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian normatif dengan pendekatan peraturan perudang undangan dan studi kasus Nur Alam. Dari analisa hukum yang dilakukan bahwa ada beberapa permasalahan dalam penentuan kerugian lingkungan sebagai kerugian keuangan negara karena hal ini mencakup banyak hal yaitu terkait keuangan negara, perizinan pertambangan, penegakan hukum lingkungan dan terakhir mengenai kategorisasi tindak pidana korupsi. Lebih lanjut bahwa penelitian ini menjelaskan bahwa kerugian lingkungan hidup berpeluang menjadi sebagai tindak pidana korupsi karena lingkungan dianggap sebagai barang milik publik yang tercakup sebagai kekayaan negara sehingga kerusakan atas lingkungan hidup adalah kerusakan pada kekayaan negara yang berujung pada kerugian keuangan negara. Hal yang juga menjadi penting dalam hal ini adalah apakah dalam proses perizinan pertambangan memenuhi unsur unsur dalam tindak pidana korupsi. Selain itu jika tuntutan ini tidak dipenuhi, maka KPK dapat meminta kementerian yang berwenang untuk mengajukan gugatan secara perdata. Penerapan instrumen lingkungan ini juga memiliki tantangan terkait aturan yang jelas dan tegas terkait kerugian lingkungan hidup yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi.Kata Kunci: Kerugian Lingkungan Hidup, Pertambangan, Tindak Pidana Korupsi ABSTRACTThis research comes from the initiative of the Prosecutor at the Commission of Corruption Eradication of Indonesia (KPK) in 2017 which claims that environmental losses can be considered as state financial losses in the case of mining business licenses granted by former Southeast Sulawesi governor Nur Alam in several areas under his authority. Prosecutors at the KPK use environmental loss instruments to calculate state financial losses which are one of the elements of corruption. This paper will explain descriptively about the opportunity of the KPK to calculate environmental losses as state financial losses in corruption which lead to the issue of whether environmental damage and or pollution caused by mining can meet the elements of detrimental to state finances in criminal acts of corruption. The method used in this study is normative research by legal and case study approach. From the legal analysis, we can see that there are several problems in determining environmental losses as state financial losses because this includes interdisciplinary which related to state finance, mining licensing, environmental law enforcement and finally regarding the categorization of criminal acts of corruption. In addition, this research explains that environmental loss has the opportunity to become a criminal act of corruption because the environment is considered as public property which is included as state assets so that damage to the environment is damage to state assets which results in state financial losses. Moreover, this case considers whether the mining permit process fulfils elements in corruption. Furthermore, if this lawsuit is not met, the KPK can ask the authorized ministry to sue a lawsuit. The application of environmental instruments also has challenges related to clear rules related to environmental losses that can be categorized as criminal acts of corruption. Keywords: Environmental Losses, Mining, Corruption
OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT BERAT DENGAN MENGGUNAKAN UNLOCK SYSTEM-FLEET MANAGEMENT SYSTEM (FMS) DISPATCH MODULAR STUDY CASE PT BUKIT MAKMUR MANDIRI UTAMA JOB SITE LATI Irsa Riyandi; M Bratanata Wibowo
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.146

Abstract

Alat berat yang terpasang perangkat Fleet Management System (FMS) dapat dengan mudah diketahui status dan kinerjanya nya secara real time. Informasi yang didapat secara langsung dari kinerja alat berat ini penting untuk dimonitor agar strategi operasional dapat dijalankan dengan baik serta penggunaan alat berat dapat dioptimalkan. Ditengah kondisi harga komoditas batubara yang mengalami penurunan seperti saat ini. PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) Job Site Lati sebagai salah satu kontraktor tambang terbesar di Indonesia melakukan inisiatif untuk menaikkan produktifitas alat berat dengan menggunakan fitur Optimization module (unlock system) pada Modular Mining’s DISPATCH FMS. Fitur Optimization modul berfungsi untuk melakukan optimalisasi penugasan alat angkut menuju alat muat secara otomatis agar cycle time nya menjadi lebih singkat dengan cara memperhitungkan waktu queuing dan hanging yang paling rendah. Peningkatan penggunaan fungsi Optimization module mempengaruhi peningkatan produktifitas dari excavator PT BUMA-Lati rata-rata 9% setara dengan penambahan jumlah load rata – rata per jam dari 19 load menjadi 20.5 load, penurunan hang time sebesar 32% dan queue time sebesar 31% atau setara dengan potensi penghematan sebesar $110 k selama periode Agustus – Desember 2020. Dengan meningkatnya produktifitas alat berpengaruh pada biaya operasi penambangan cost per ton menjadi lebih rendah sehingga perusahaan dapat lebih optimal dalam menggunakan biaya operasional ditengah kondisi harga batu bara yang mengalami penurunan seperti sekarang ini. 
KUTUKAN SUMBER DAYA ALAM TIMAH: IRONI KETIMPANGAN DALAM KELIMPAHAN TAMBANG BANGKA BELITUNG Samuel Christian Sitompul; Adinda Ramadhani Haka Putri
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.162

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Kekayaan tersebut tersebar baik di daratan maupun di lautannya. Salah satu sumber daya yang menjadi komoditas andalan Indonesia saat ini adalah timah di Bangka Belitung. Berdasarkan data Laporan Tahunan PT. Timah 2018, potensi sumber daya timah sebesar 1.043.633 ton bijih, sementara cadangannya 415,359 ton bijih. Sebesar ini kelimpahannya, seharusnya menjadikan Indonesia negara yang mampu menopang perekonomiannya. Namun faktanya, masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Menurut data BPS 2018, jumlah penduduk miskin di Bangka Belitung sebesar 76,26 ribu jiwa. Fenomena ini dikenal dengan sebutan kutukan sumber daya alam (natural resource curse/NRC). NRC merupakan suatu fenomena di mana kekayaan sumber daya alam yang dimiliki suatu negara atau daerah tertentu tidak mampu menciptakan pembangunan yang menyeluruh. Pendekatan yang digunakan penulis berupa metode kualitatif yang menjelaskan mengenai peluang pengelolaan industri ekstraksi sumber daya mineral timah di Bangka Belitung kaitannya terhadap kemandirian perekonomian masyarakat sekitar tambang. Di samping itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa review literatur, analisis kebijakan, dan rekomendasi kebijakan. Fenomena NRC dinilai berdasarkan parameter keberlimpahan atau ketergantungan sumber daya alam dengan kinerja perekonomiannya. Demikian pula, Provinsi Bangka Belitung masih mengandalkan timah sebagai pendongkrak utama perekonomiannya (Tin Based Economy). Hal ini terbukti dari angka GRDP Bangka Belitung dalam kurun 5 tahun terakhir kontribusi industri pertambangan terhadap aktivitas ekonominya sebesar 12%. Fenomena NRC terjadi karena dua faktor, yaitu ekonomi dan politik. Faktor-faktor tersebut menggambarkan kondisi mengapa laju pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, pendapatan per kapita yang lebih kecil, dan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah akan lebih banyak terjadi di negara atau wilayah yang lebih kaya akan sumber daya alamnya. Dari fenomena ini, dibutuhkan solusi berupa dibentuknya SWF (Sovereign Wealth Fund) melalui 12 langkah pengelolaan NRC untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesiapan ketika sumber daya timah tidak menjanjikan lagi (shifting economy).