cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
ANALISIS PENENTUAN KADAR BATAS OPTIMAL (OPTIMUM CUT-OFF GRADE) DENGAN METODE LANE: STUDI KASUS PENAMBANGAN EMAS BAWAH TANAH Sari Uly Uly Sibarani; Fadhila A Rosyid; Aryo P Wibowo; Lilik E Widodo; M Nur Heriawan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.44

Abstract

ABSTRAKKonservasi mineral akan tercapai manakala semakin banyak cadangan mineral tertambang dan meninggalkan sesedikit mungkin material waste. Untuk mencapai hal tersebut salah satu cara yang dapat ditempuh adalah menentukan jumlah cadangan berdasarkan kadar batas yang optimal (optimum cut-off grade). Dalam penentuan optimum cut-off grade, model matematis yang dapat dipergunakan adalah model/persamaan Lane. Metode Lane akan memaksimalkan nilai Net Present Value (NPV) dengan mempertimbangkan 3 variabel, yaitu; variabel ekonomi (harga komoditas dan biaya), distribusi kadar pada endapan, dan kapasitas maksimum pada tahapan penambangan (mining, milling, and refinery). Model Lane biasa diterapkan dalam tambang terbuka, namun dalam penambangan bawah tanah sulit untuk diterapkan. Dalam peper ini akan dikaji penerapan Model Lane dalam penentuan optimum cut-off grade pada penambangan urat (vein) emas bawah tanah dengan metode cut-and-fill. Hasil simulasi menunjukkan nilai optimum cut-off grade yang dinamis dalam memaksimalkan NPV dan nilainya lebih besar dari break even cut-off grade.Kata Kunci: model Lane, optimum cut-off grade, tambang bawah tanah ABSTRACTMineral conservation will be obtained if more mineral reserves are extracted and leaves less waste as possible. One of the methods to achieve those condition is determining the total minable reserves based on the optimum cut-off grade. Optimum cut-off grade can be estimated using Lane Model. Lane Model will maximize the Net Present Value (NPV) by considering 3 variables, i.e; economic variables (commodity prices and costs), grade distribution of deposit, and maximum capacity of each stage of production (mining, milling, and refinery). Lane models are usually applied in open-pit mines, unfortunately it is difficult to apply for underground mining unless some there are some modifications. This paper will examine the application of the Lane Model in determining the optimum cut-off grade in underground gold mine using cut-and-fill method to extract vein type deposit. Simulation result show dynamic optimum cut-off grade which maximizing NPV and generally greater than the break-even cut-off grade.Key Words: Lane model, optimum cut-off grade, underground mine 
SUMBER ENERGI BATU BARA KALIMANTAN TIMUR (KALTIM) SEBAGAI PENOPANG EKONOMI IBU KOTA NEGARA (IKN) BARU Fellysianus Lung
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.180

Abstract

Industri pertambangan batu bara Indonesia khusunya di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) kini menghadapi sejumlah tantangan, seperti kecenderungan penurunan harga komoditas batu bara, tuntutan pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, isu pemanasan global, hilirisasi batu bara, serta terhentinya minat lembaga pembiayaan untuk mendukung industri ini. Padahal sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru, sumber energi batu bara di wilayah Kaltim sangat penting untuk mendukung kondisi perekonomian wilayah. Oleh karena itu, pemerintah harus cepat mengambil langkah antisipatif agar sumber energi batu bara tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah IKN baru ini. Selain dari sisi pemerintah, peran dari perusahaan-perusahaan batu bara juga ikut menentukan keberhasilan ekonomi wilayah. Salah satu perusahaan pertambangan mineral dan batu bara yang berkontribusi dalam perekonomian wilayah Kaltim adalah PT Kaltim Prima Coal (KPC).Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan peran sumber energi batu bara Kaltim sebagai penopang ekonomi IKN baru. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT KPC sebagai perusahaan penyedia sumber energi batu bara di wilayah Kaltim sangat berperan sebagai penopang ekonomi IKN baru melalui pembayaran pajak dan royalti tambang terbesar. Selain itu, hasil analisis ini dapat dimanfaatkan sebagai masukan bagi pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan sumber energi batu bara. Kebijakan strategis sumber energi batu bara menjadi sangat penting, karena sektor sumber energi batu bara terkait erat dengan berbagai aspek kehidupan nasional. Pemerintah harus mampu merumuskan kebijakan yang merangkum semua sektor di bidang sumber energi batu bara untuk menghasilkan alokasi sumber daya yang optimal dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan untuk menopang ekonomi IKN baru.
GOOD MINING PRACTICE DENGAN SISTEM ONLINE SEBAGAI SUPPORT PENERAPAN TAMBANG YANG ELEGAN DI SINARMAS MINING SITE KUANSING INTI MAKMUR, MUARO BUNGO, JAMBI Dedy Waliyan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.64

Abstract

ABSTRAK Good Mining Practice (GMP) atau kaidah teknik pertambangan yang baik adalah suatu kegiatan pertambangan yang mentaati aturan, terencana dengan baik, menerapkan teknologi yang sesuai yang berlandaskan pada efektifitas dan efisiensi, melaksanakan konservasi batubara, mengendalikan dan memelihara fungsi lingkungan, menjamin keselamatan kerja, mengakomodir keinginan dan partisipasi masyarakat, menghasilkan nilai tambah, meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat sekitar serta menciptakan pembangunan yang berlanjutan. Penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik pada pengusahaan mineral dan batubara sebagaimana amanat UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, salah satunya adalah melaksanakan kewajiban pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan serta pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan. Implementasi amanat undang-undang tersebut harus diiringi komitmen yang tinggi untuk melindungi keselamatan pekerja dan operasi pertambangan, paralel dengan upaya perlindungan serta pencegahan terjadinya gangguan terhadap lingkungan hidup. Dalam implementasi praktek pertambangan yang baik dan benar ini, semua pihak (Pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat) harus berperan aktif dan saling melakukan kontrol. Berdasarkan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, ada beberapa ciri good mining practice, beberapa diantaranya adalah kepedulian terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta keselamatan operasi pertambangan dan penerapan prinsip konservasi sumberdaya dan cadangan. Dalam realisasi program good mining practice di lingkungan PT Kuansing Inti Makmur (KIM), maka dibuat manual book dan checklist sebagai acuan untuk melakukan standardisasi dan perapian tambang yang elegan. Dalam penerapan awal, diperoleh kesulitan karena merupakan hal baru bagi Pengawas. Setelah program berjalan 1 bulan, maka menjadi biasa. Di bulan pertama, yaitu Juli 2018, perolehan persentase GMP di PT KIM sangat kecil, yaitu hanya 61% saja. Padahal target minimal yang harus dicapai adalah 85%. Kemudian dilakukan upaya sosialisasi dan sharing mengenai aspek penilaian GMP. Setelah itu dilakukan improvisasi antara Tim Mine Operation dan Mitra Kerja di lapangan sehingga di Semester II Tahun 2018 bisa tercapai sesuai target, yaitu 85%.Di area industri 4.0 diperlukan metode paling efektif dan efisien sekaligus menerapkan value Sinarmas yaitu continuous improvement sehingga memudahkan Tim Mine Operation dalam realisasi good mining practice di lingkungan PT KIM. Maka dibuat GMP online, yaitu Pengawas dapat melakukan submit item checklist good mining practice dengan sistem online, yaitu melalui komputer ataupun handphone. Hal ini sangat mempermudah bagi Tim Mine Operation karena yang biasanya harus mengisi checklist form diatas kertas saat di lapangan, dengan tool ini menjadi lebih mudah dan cepat dengan sekali klik saja pada link GMP online maka sudah bisa langsung mengisi untuk melakukan penilaian. Kata kunci : good mining practice, standardisasi, perapian tambang, online system.     ABSTRACT Good Mining Practice (GMP) is a mining activity that obeys rules, is well planned, applies appropriate technology based on effectiveness and efficiency, carries out coal conservation, controls and maintains environmental functions, guarantees work safety, accommodates the desire and participation of the community, generating added value, increasing the ability and welfare of the surrounding community and creating sustainable development. The application of good mining technical principles to the exploitation of minerals and coal as mandated by Law No. 4 of 2009 concerning Mineral and Coal Mining, one of which is to carry out the obligation to manage the safety and health of mining work and to manage and monitor the mining environment. Implementation of the mandate of the law must be accompanied by a high commitment to protect the safety of workers and mining operations, in parallel with efforts to protect and prevent disruption to the environment. In the implementation of good and correct mining practices, all parties (The Government, business people, and communities) must play an active role and exercise mutual control. Based on Law No. 4 of 2009 concerning Mineral and Coal Mining, there are several characteristics of good mining practice, some of which are concern for Occupational Health and Safety (OHS) as well as the safety of mining operations and the application of the principle of conservation of resources and reserves. In the realization of a good mining practice program within PT Kuansing Inti Makmur (KIM), a manual book and checklist are made as a reference for standardization and an elegant mine fireplace. In the initial application, difficulties were obtained because it was new to Supervisors. After the program runs for 1 month, it becomes normal. In the first month, July 2018, the percentage of GMP at PT KIM was very small, only 61%. Even though the minimum target that must be achieved is 85%. Then an effort was made to socialize and share aspects of GMP assessment. After that an improvisation was made between the Mine Operation Team and the Partners in the field so that in Semester II 2018 it could be achieved on target, which is 85%.In the industrial area 4.0, the most effective and efficient method is needed while applying Sinarmas value, namely continuous improvement, making it easier for the Mine Operation Team to realize good mining practice within PT KIM. So GMP is made online, which is the Supervisor can submit good mining practice checklist items with the online system, namely through a computer or mobile phone. This makes it very easy for the Mine Operation Team because those who usually have to fill in the checklist form on paper while in the field, with this tool become easier and faster with just one click on the GMP online link then it can immediately fill out to make an assessment. Keywords: good mining practice, standardization, mine face improvement, online system.
ANALISIS ZONA POTENSI LONGSOR MENGGUNAKAN METODE LANDSLIDE HAZARD ZONATION DI DESA KALIGENDING, KECAMATAN KARANGSAMBUNG, KEBUMEN, JAWA TENGAH Ricardo Febrianto; Taat Tri Purwiyono; Reza Aryanto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.202

Abstract

Bencana alam longsor telah melanda Desa Kaligending sejak awal 2009, disusul pada 2017, 2018, 2019 dan baru-baru ini pada Februari 2020 dimana aktivitas manusia mulai membangun dan mengganti kawasan hutan dengan pemukiman atau membiarkan lereng tersebut rentan terhadap erosi. Desa Kaligendang terletak di Kecamatan Karangsambung dengan letak geografis pada 7° 35' 23" lintang selatan, 109° 42' 05" bujur timur. Karangsambung sendiri memiliki struktur geologi yang sangat unik karena merupakan lokasi terjadinya fenomena benturan lempeng benua dan lempeng samudera yang juga menjadi penyebab utama tingginya potensi bencana alam longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan peta zona longsor untuk BPBD dalam rangka mitigasi bencana longsor di masa depan dengan menggunakan metode Landslide Hazard Zonation tahun 1992. Faktor yang diteliti adalah litologi, kemiringan lereng, kebasahan lahan, kerapatan vegetasi, struktur geologi, dan relief relatif dengan ditambahkan parameter curah hujan dengan nilai total 12, maka nilai total tersebut dinamakan Total Evaluation Hazard (TEHD) yang akan dikategorikan menjadi 5 klasifikasi. Kesimpulannya, hasil penelitian ini akan mengungkap empat tingkat kerentanan longsor dengan dukungan validasi data setelah pengolahan data menggunakan SIG.
PENERAPAN METODE AIRDECK UNTUK OPTIMASI DAN EFESIENSI PADA KEGIATAN PELEDAKAN PERTAMBANGAN BATUBARA Madinatul Arbi; Muhammad Syafiq Isnaya; Mahmud Mahmud
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.81

Abstract

ABSTRAK PT Multi Nitrotama Kimia merupakan salahsatu perusahaan jasa pertambangan yang bergerak pada bidang penyedia jasa peledakan dan penjualan bahan peledak terbesar di Indonesia, dimana unit usaha ini bekerjasama dengan banyak perusahaan tambang besar dan terkenal di Indonesia. PT Alam Jayabaya Pratama merupakan salahsatu perusahaan besar yang bekerjasama dengan Perusahaan dalam unit usaha jasa peledakan. Sebagai bagian dari perbaikan secara berkelanjutan, perusahaan berupaya mengoptimasi serta memberikan efesiensi kepada proses kegiatan peledakan. Perbaikan hasil fragmentasi dan biaya peledakan menjadi target pada proses perbaikan ini.Penelitian dan percobaan dilakukan menggunakan beberapa kajian dan pendekatan empiris metode untuk menemukan metode yang bisa mengakomodir target perbaikan. Metode airdeck menjadi pilihan dengan konsep memaksimalkan rambatan gelombang hantaran Work Energy dari bahan peledak dalam lubang (contoh : energi kinetik). Tantangan dan dinamika dalam perbaikan ini adalah berkenaan dengan pemilihan perlengkapan yang menjadi penunjang dalam konsep dan metode airdeck pada rencana perbaikan berkelanjutan ini. Pertimbangan efektifitas dan efesiensi menjadi faktor yang membuat dinamika menjadi menarik.Metode airdeck yang dikombinasikan dengan pendekatan terkontrol serta efesiensi penggunaan jumlah muatan handak, berhasil menjadi solusi dalam perbaikan hasil peledakan dan efesiensi pada biaya peledakan. Hasilnya, sepanjang tahun 2019 berjalan, perusahaan dapat mengurangi biaya peledakan dan meningkatan hasil peledakan melampaui pada target. Pendekatan analisa dan kontrol bersama tim terkait menghasilkan kerjasama yang baik pada proses perbaikan berkelanjutan ini membantu menyelesaikan dinamika yang terjadi di dalam prosesnya. Kata Kunci : Airdeck, Peledakan, Perbaikan Berkelanjutan   ABSTRACT PT Multi Nitrotama Kimia is one of the main mining service companies that move in blasting service and the largest explosives sales service in Indonesia, where the business unit cooperates with many large and well-known mining companies in Indonesia. PT Alam Jayabaya Pratama is one of the major companies that collaborates with the Company in the blasting services business unit. As part of continuous improvement, the company seeks to optimize and provide efficiency to the process of blasting activities. Improvements to the results of fragmentation and blasting costs are targeted in this improvement process.Research and experiments are carried out using several studies and empirical approaches to find methods that can accommodate improvement targets. The airdeck method is chosen with the concept of maximizing wave propagation work energy from explosives in the hole (example: kinetic energy). The challenges and dynamics in this improvement are related to the selection of equipment that is a support in the airdeck concept and method in this continuous improvement plan. Consideration of effectiveness and efficiency is a factor that makes dynamics attractive.The airdeck method that combined with a controlled approach and the efficient use of explosive loads, has succeeded in becoming a solution in improving blasting results and efficiency at blasting costs. As a result, throughout 2019, companies can reduce blasting costs and increase blasting results beyond the target. The analysis and control approach with the related team resulted in good cooperation in the process of continuous improvement helping to resolve the dynamics that occurred in the process.    Keywords : Airdeck, Blasting, Continous Improvement 
THE DEVELOPMENT CHARACTERIZATION AND DISTRIBUTION OF COAL SEAM IMPLICATION FOR THE QUALITY VARIATION IN PIT PUNTADEWA, MUARA JAWA FIELD, EASTERN KALIMANTAN Widi Kurniawan; Baharuddin Fahmi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.218

Abstract

Lapisan batubara di cekungan Kutai memiliki karakteristik yang menarik untuk dikaji, terutama di Formasi Pulaubalang. Endapan sedimen pada masa Eosen Tengah dipengaruhi oleh pola struktur yang berkembang pada masa Paleogen - Neogen serta stratigrafi itu sendiri, yang berimplikasi pada pola distribusi dan kontinuitas yang bervariasi. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kendala dalam kegiatan eksplorasi batubara, terutama pada permodelan batubara. Makalah ini akan mengungkapkan bahwa pola distribusi dan kontinuitas lapisan batubara dapat berubah meskipun dalam jarak yang dekat. Data terpadu berupa data penampang stratigrafi terukur, survei topografi, data kualitas terdekat digunakan untuk membangun model geologi berupa karakteristik perkembangan dan sebaran lapisan batubara. Pada wilayah penelitian ini difokuskan pada empat lapisan batubara (seam A1, seam A2, seam A3 dan seam A4). Berdasarkan hasil studi, rangkaian lapisan tersebut diendapkan dalam Satuan Batulempung Formasi Pulaubalang. Fasies sedimen strata lapisan batubara adalah batulempung berlapis selingan dengan batubara. Fasies ini berkembang menjadi endapan rawa yang dipengaruhi oleh dataran banjir. Lapisan tersebut termasuk dalam nilai batubara yang tinggi berkisar antara 5,926 – 6,365 cal/g (adb) dan 7,441 – 7,498 cal/g (daf). Selanjutnya, geometri batubara dikontrol oleh sedimentasi dan struktur geologi. Ketebalan lapisan relatif sama tetapi di beberapa area berkembang sisipan pengotor, pembelahan lapisan serta sesar yang membatasi kemenerusan lapisan batubara. Dengan mengetahui kondisi geologi, metode ini dapat diterapkan dalam membantu strategi pengembangan pertambangan baik pemodelan geologi maupun estimasi sumberdaya dan cadangan.
PERUBAHAN STANDAR DESAIN JALAN TAMBANG BOBOKA SITE TANJUNG BULI BERDASARKAN KAJIAN GEOTEKNIK UNTUK MENGURANGI MATERIAL MOVEMENT DAN MEMPERCEPAT DEVELOPMENT JALAN TAMBANG Zulpryadi Mubarak; Eko Aditya; Dr. Ir. Barlian Dwinagara, MT
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.97

Abstract

ABSTRAK Pada bulan Januari tahun 2018 PT. Antam Tbk UBP Nikel Maluku Utara, site Tanjung Buli, harus melanjutkan development jalan produksi yang bernama jalan tambang Boboka. Jalan tambang Boboka harus digunakan sebagai jalan produksi pada bulan Juli tahun 2018 agar produksi site Tanjung Buli tetap terjaga. Setelah dilakukan desain berdasarkan standar parameter jalan tambang dan dilakukan estimasi waktu development-nya, jalan tambang Boboka diperkirakan selesai diakhir bulan Agustus 2018. Untuk itu harus dilakukan percepatan pembuatan jalan tambang Boboka. Setelah dilakukan penelitian geoteknik, diketahui bahwa perubahan yang dapat dilakukan untuk standar parameter jalan tambang Boboka adalah dengan menambah tinggi jenjang, lebar berm dan sudut lereng keseluruhan. Perubahannya adalah, tinggi jenjang dari 6 meter menjadi 20 meter, lebar berm dari 3 meter menjadi 5 meter dan sudut lereng keseluruhan dari 45⁰ menjadi 55⁰. Untuk sudut kemiringan lereng tunggal tidak ada perubahan yaitu 60⁰. Dari perubahan tersebut diperoleh kenaikan nilai FK dari 1,30 menjadi 1,65. Perubahan standar parameter tersebut membuat moving material dari development jalan tambang Boboka berkurang secara signifikan sehingga waktu development jalan tambang Boboka dapat dipercepat. Selain itu, dengan berkurangnya moving material development jalan tambang Boboka, PT Antam Tbk UBP Nikel Maluku Utara dapat melakukan efisiensi. Kata kunci: jalan tambang, penelitian geoteknik, moving material.  ABSTRACT In January 2018 PT. Antam Tbk UBP Nickel North Maluku, Tanjung Buli site, must continue the development of a production road called the Boboka mining road. The Boboka mine road must be used as a production road in July 2018 so that the production of the Tanjung Buli site is maintained. After the design is based on the standard mining road parameters and estimated development time, the Boboka mine road is estimated to be completed by the end of August 2018. For this reason, acceleration of the construction of the Boboka mine road must be made. After conducting geotechnical research, it is known that changes that can be made to the standard parameters of the Boboka mine road are adding height, berm width and overall slope angle. The changes are, the height of the level from 6 meters to 20 meters, berm width from 3 meters to 5 meters and the overall slope angle from 45⁰ to 55⁰. For a single slope angle there is no change that is 60⁰. From these changes an increase in FK values was obtained from 1,30 to 1,65. The change in standard parameters made the moving material from the development of the Boboka mine road significantly reduced so that the development time of the Boboka mine road could be accelerated. In addition, with the reduction in moving material development of the Boboka mine road, PT Antam Tbk UBP Nickel North Maluku can improve efficiency. Keywords: mining road, geotechnical research, moving material.
PENERAPAN SISTEM PERINGATAN DINI SUNGAI KELAY UNTUK PENGAMANAN RESIKO BANJIR PADA PIT BLOK-7 TAMBANG BINUNGAN – PT BERAU COAL Tiara Andrianie Putri; Ahmad Baiquni; Muhammad Cahyono
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.113

Abstract

ABSTRAK Pit E dan Pit 7B West adalah Pit yang berada di Blok-7 Tambang Binungan PT Berau Coal yang berdekatan dengan bibir sungai. Kedua pit ini memiliki resiko tinggi terhadap potensi banjir luapan air sungai. Sungai Kelay termasuk kategori Sungai Besar karena memiliki luas daerah aliran sungai (DAS) 7,027km2 (500km2) dan panjang ±155 km. Seiring dengan peningkatan target produksi PT Berau Coal (PTBC) tahun 2019 maka, bukaan penambangan menuju kearah utara mendekati bibir sungai. Kondisi ini akan berpotensi meluapnya air Sungai Kelay menuju Pit Blok-7 karena menerima kiriman banjir dari hulu. Banjir yang terjadi di area penambangan akan mempengaruhi kondisi keselamatan dan operasional penambangan serta ketercapaian produksi PTBC pada tahun 2019 secara keseluruhan. Berdasarkan historis kejadian banjir di Pit Blok-7 yang terjadi pada bulan Juni tahun 2017, luapan banjir dari Sungai Kelay mencapai elevasi +8.3MRL. Arah aliran banjir melalui area rawa pada sisi utara Pit dan menggenangi Pit 7B West. Sistem mitigasi telah dibangun di akhir tahun 2017 dan selesai pada akhir tahun 2018. Sistem mitigasi ini mencakup pengambilan data batimetri, HEC-HMS, HEC-RAS hingga analisis Neural Network yang menghasilkan waktu prediksi banjir untuk setiap titik pantau terdekat Pit yang telah ditentukan. Waktu prediksi banjir akan digunakan sebagai waktu tenggang untuk evakuasi alat beserta manusia. Sistem ini didukung oleh pembangunan instrumen monitoring otomatis berupa Automatic Rain Gauge dan Automatic Water Level Recorder pada titik hulu dan hilir Sungai Kelay, sehingga mampu menghasilkan analisis yang lebih cepat dan akurat terhadap kondisi aktual di lapangan serta dapat menggambarkan daerah terdampak banjir untuk kala ulang 50 tahun dan rekomendasi geometri tanggul penahan banjir yang sesuai. Sistem mitigasi dibagi menjadi 4 kode berdasarkan sisa waktu evakuasi mulai dari aman hingga bahaya yaitu hijau (≥12h), kuning (≤12h), oranye (≤5h), dan merah(≤2h). Dalam keberjalanannya selama periode Des’18-Juli’19, ketinggian elevasi muka air Sungai Kelay beberapa kali melewati batas hijau dan kuning. Ketika kondisi ini terjadi, instrumen pemantauan secara otomatis mengirimkan peringatan melalui surel, sms, serta fitur whatsapp sesuai dengan peruntukan tingkatan peringatannya. Sistem mitigasi ini juga memberikan peringatan secara otomatis melalui alarm yang terpasang di Control Room. Dengan adanya notifikasi secara otomatis, informasi peringatan dapat tersampaikan dengan cepat sehingga proses evakuasi di lapangan dapat segera dilakukan sesuai prosedur mitigasi bencana banjir PT Berau Coal. Kata kunci: peringatan dini, mitigasi banjir, hec-hms, hec-ras, neural network ABSTRACT Pit E and Pit 7B West  are Pits located in Block-7 Binungan Mine Operation of PT Berau Coal which is adjacent to the river bank. The Pits have high risk of flood potential from the river. Kelay River belongs to the Great River category because the river basin area (DAS) is covering 7,027km2 (500km2) and the length of ± 155km. In line with the increase of PT Berau Coal's (PTBC) production target in 2019 resulting the advancement of Pits mining sequence towards the north approching the river bank. This condition will cause a high risk of overflowing the Kelay River water to Pit Block-7 especially when the heavy rain occurred in the upstream of the river. Flood that occurs inside the mining area will affect safety conditions of mining operations and the overall production achievements of PT Berau Coal in 2019. Historically, flood had been occurred in June, 2017 where the flood from Kelay River overflowed at +8.3 elevation through the swamp area in the north and inundated Pit 7B West. Thus, the mitigation system has built at the end of 2017 and completed by the end of 2018. The mitigation system covered from bathymetry data collection, HEC-HMS, HEC-RAS to Neural Network analysis which results the water elevation prediction for each predetermined monitoring station. This prediction time will be used as lag time for the evacuation of equipments and human. This system is also integrated with automatic monitoring instruments as off Automatic Rain Gauge and Automatic Water Level Recorder at the Kelay River’s upstream and downstream station. The overall system will generate fast and accurate analysis results based on actual condition, also describe affected flood area for 50 year return period, and recommendations for the appropriate flood embankment geometry in areas that need to be protected. Mitigation system is divided into 4 codes based on remaining evacuation time as off green(≥12h), yellow (≤12h), orange (≤5h), and red (≤2h). Along December 2018 to July 2019, several elevations were exceeded the green and yellow code. This event triggered the monitoring instrument to automatically sends warning notification via e-mail, message, and whatsapp. The system also provides an automatic warning through alarm installed in Control Room. With the automatic notifications, warning can be conveyed quickly to carry out field evacuation process immediately according to Flood Mitigation Procedure of PT Berau Coal. Keywords: early warning, flood mitigation, hec-hms, hec-ras, neural network
OPTIMASI BATUBARA SIDE-WALL PIT 5 Ext SEBAGAI UPAYA KONSERVASI PT. ARUTMIN INDONESIA SITE ASAMASAM Kurnia Candra; Ilham Maessa; Asriya Helfindo; Gumilang Oktantyo
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konservasi mineral dan batubara adalah upaya dalam rangka optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan sumberdaya mineral dan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab dan berkelanjutan. PT Arutmin Site Asamasam sebagai perusahaan yang mengedepankan konservasi batubara selalu melihat peluang dalam mengoptimasi cadangan batubara yang menguntungkan untuk ditambang. Dalam proses penambangan batubara di Pit 5 Ext final design di side-wall pasti meninggalkan batubara yang tergambarkan tidak akan tertambang oleh desain menjadi bench. Namun, batubara tersebut bisa dilakukan pengambilan (coal getting) secara teknis operasional penambangan dan parameter geoteknik yaitu faktor keamanan lereng yang aman dengan monitoring intensif. Atas dasar tersebut dibuatlah kajian teknis untuk melakukan pengambilan batubara di side-wall dengan sistem box cut mining. Batubara dengan tebal 2 meter, atau minimal area untuk bucket excavator bisa melakukan coal getting dengan expose OB minimal di bagian roof batubara, ditambang dari elevasi M05 hingga M70. Nilai keamanan lereng side-wall batubara berkisar 1,139 – 1,502 atau masuk dalam kategori kritis hingga aman (Bowles, 1989). Perolehan batubara optimasi side-wall berdasarkan model yaitu 11,5 kt dengan overburden 5,4 kbcm atau SR 0,47. Optimasi ini memberikan kontribusi sebesar 2,7% dari sisa cadangan Pit 5 Ext PT. Arutmin Indonesia Site Asamasam hingga desain final.
PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN FUEL RATIO MELALUI PROJECT DIGITALISASI Eko Ariyanto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fuel Cost merupakan salah satu unit cost terbesar didalam operational penambangan, sehingga diperlukan perhatian khusus terhadap pemakakaian fuel dalam aktifitas Penambangan. Biaya rata-rata Pemakain fuel dari total cost penambangan berkisar +/- 35%. Dengan besarnya biaya tersebut maka harus dipastikan pemakaian fuel harus efektif dan efisien. Untuk mendapatkan pemakaian fuel yang efisien maka dibutuhkan beberapa perbaikan baik dari segi operational, technical dan equipment. Perbaikan – perbaikan tersebut bertujuan untuk memastikan fuel ratio bisa lebih effective dan effisient sehingga diikuti dengan penurunan biaya pemakaian fuel. Perbaikan fuel ratio harus dilakukan secara berkesinabungan sehingga diperlukan mekanisme dan metode yang memudahkan kita dalam melakukan identifikasi dan perbaikan yang dibutuhkan. Dengan digitalisasi yang dilakukan secara menyeluruh yang meliputi seluruk aktififitas operasional penambangan maka kita akan mampu mengidentifikasi kontributor penyebab kenaikan fuel sehingga dapat segera ditentukan perbaikan yang diperlukan. Key initiative yang harus dilakukan monitoring dan dipastikan selalu dalam kondisi ideal agar fuel ratio bisa efisien adalah kondisi jalan, kondisi loading point, kondisi dumping point, operator heatmap dan FBR unit loading. Pengelolaan data secara digital dengan engine Power Bi yang bersumber dari data otomatis maupun manual mampu mengklasifikasi fuel ratio berdasarkan aktifitasnya yang terdiri dari Overburden Loading, overburden hauling, coal loading, coal hauling, topsoil loading, topsoil hauling dan support. Dengan membagi fuel ratio berdasarkan aktifitasnya maka memudahkan dalam mengukur aktifitas mana yang sesuai dengan rencana atau lebih tinggi dari rencana, sehingga perbaikan bisa dilakukan secara fokus terhadap aktifitas yang diatas rencana.