cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
PENERAPAN DATA MINING UNTUK PREDIKSI UJUK KERJA OPERASIONAL PENAMBANGAN BATUBARA Sumarjono Sumarjono; M. Arif Saputra Saputra
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam operasional penambangan batubara 24 jam sehari dan 7 hari seminggu yang menerapkan Fleet Management System (FMS) menghasilkan data ujuk kerja operasional seperti spotting time, loading time, payload, Physical Availability, digrate productivity yang menjadi perhatian semua pemangku kepentingan dalam operasional tambang. Data tersebut secara individu dianalisasi sesuai kebutuhan masing-masing pihak. Perkembangan teknologi dan sistem informasi menggunakan data mining sebagai metode pengambilan dan pemrosesan data yang berkembang. Data yang menumpuk dari waktu ke waktu, tidak akan memiliki nilai yang berharga jika tidak dilakukan analisis. Untuk menganalisis data historis, maka perlu digunakan metode yang tepat. Metoda Data Mining merupakan solusi yang tepat untuk menganalisis data historis tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pola dari data operasional dan dapat melakukan prediksi terhadap ujuk kerja yang akan dicapai dalam jangka waktu tertentu. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengayaan data mining dan software yang digunakan adalah Rapidminer. Pengujian menggunakan Rapidminer didapatkan model dari suatu proses operasional berdasarkan data historical dan model tersebut akan diimplementasikan sebagai prediksi terhadap capaian ujuk kerja operasional. Penelitian ini akan dilakukan untuk mengukur keakuratan data hasil prediksi menggunakan Regresi Linier dengan tujuan untuk mendapatkan hasil tingkat akurasi yang ditawarkan oleh metode tersebut.
PEMANFAATAN REJECT COAL UNTUK PUPUK GUNA MENDUKUNG KEGIATAN REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG DI PT. BORNEO INDOBARA Dwi Putri Agustina; Chairul Anwar; Muhammad Syamsudin Noor
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reject coal hasil pengolahan yang tidak masuk spesifikasi batubara yang dapat dijual masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk. Pupuk hasil pengolahan reject coal dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan reklamasi. Dengan pemanfataan ini akan membantu konservasi dan nilai tambah sumberdaya batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi terbaik penggunaan pupuk reject coal dan pupuk kompos untuk meningkatkan keberhasilan reklamasi di PT. Borneo Indobara. Komposisi pupuk yang digunakan dibuat 5 variasi komposisi yaitu Komposisi A ( Kompos 100% ), Komposisi B ( Pupuk reject coal 30% + Kompos 70%), Komposisi C ( Pupuk reject coal 50% + Kompos 50% ), Komposisi D ( Pupuk reject coal 70% + Kompos 30%), Komposisi E ( Pupuk reject coal 100%). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kelompok kontrol pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada bulan Mei s/d Juli 2022 di area reklamasi PT. Borneo Indobara yang memiliki rata-rata nilai pH sebesar 4,78 dengan menggunakan bibit sengon (Paraserianthes falcataria). Variable yang diukur pada penelitian ini yaitu tinggi, diameter tanaman dan pH tanah, pemantauan tanaman dilakukan setiap 1 bulan sekali selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi A memberikan hasil penambahan tinggi 118,45 cm dan diameter sebesar 1,74 cm, pada komposisi B memberikan hasil penambahan tinggi sebesar 93,10 cm dan penambahan diameter 1,67 cm, pada komposisi C memberikan hasil penambahan tinggi sebesar 71,75 cm dan penambahan diameter 1,33 cm, pada komposisi D menunjukan penambahan tinggi sebesar 98,70 cm dan penambahan diameter sebesar 1,88 cm sedangkan pada komposisi E menunjukan penambahan tinggi sebesar 49,85 cm dan penambahan diameter sebesar 1,15 cm . Kesimpulan pada penelitian ini bahwa pencampuran pupuk kompos dan pupuk reject coal yang memberikan hasil yang baik, yaitu pada komposisi D.
PENGAPLIKASIAN PESAWAT NIRKABEL (DRONE) DALAM KEGIATAN INVENTARISASI AWAL ENDAPAN PASIR KUARSA Syafrizal Syafrizal; Mirza Dian Rifaldi; Wirandika Mayzzani Hadiana; Akmal Yahya Hidayat; Periska Rasma
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

atau drone memberikan keuntungan pada kegiatan eksplorasi pendahuluan guna memetakan suatu wilayah dengan resolusi spasial yang tinggi. Pengaplikasian drone untuk memetakan endapan pasir kuarsa dilakukan dengan tahap akuisisi data dan pengolahan citra agar dapat menghasilkan visualisasi mozaik dengan menggabungkan beberapa foto udara yang sudah melalui tahap georeferensi. Pada penelitian ini, pemetaan pasir kuarsa dilakukan di wilayah Kalimantah Tengah. Hasil visualisasi endapan pasir kuarsa di wilayah tersebut secara umum tergambar cukup jelas karena memiliki perbedaan warna yang cukup kontras dengan endapan lain disekitarnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan pengaplikasian drone dalam kegiatan inventarisasi endapan pasir kuarsa agar dapat mengoptimalkan kegiatan eksplorasi awal secara efektif dan efisien dalam bentuk visualisasi yang lebih detail. Harapannya, pemanfataan teknologi drone juga dapat diaplikasikan secara luas dan masif pada kegiatan eksplorasi awal endapan lainnya
PERENCANAAN COUNTERWEIGHT UNTUK MITIGASI PASCA LONGSOR DI SIDE WALL PIT C2, SAMBARATA MINE OPERATION, PT BERAU COAL Erlangga Nugroho; Yuzar Chairil Firmansyah; Hanafi Hanafi; Lukman Hakim
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pertambangan membutuhkan perencanaan desain tambang yang baik karena berkaitan dengan faktor keselamatan dan keuntungan produksi. Perhitungan faktor keamanan memiliki variabel acak yang menyebabkan ketidakpastian sehingga menimbulkan kegagalan desain. Salah satu variabel acak yang dapat menyebabkan kegagalan pada lereng adalah keberadaan struktur seperti yang terjadi di side wall Pit C2, Sambarata Mine Operation (SMO), PT Berau Coal.Terdapat 3 joint mayor yang memotong permukaan arah umum lereng sehingga terjadi longsor dengan tipe flexural toppling. Longsor ini terjadi karena keberadaan struktur yang tidak dapat diperhitungkan oleh perangkat lunak (slide) yang hanya mampu menghitung nilai faktor keamanan lereng secara keseluruhan tanpa memperhatikan keberadaan struktur. Longsor ini harus segera ditangani sehingga tidak menghambat kegiatan operasional pertambangan. Jika longsor ini tidak ditangani, maka longsor ini dapat mengakibatkan kerugian sekitar 305 Metrik Ton dan meningkatkan nilai stripping ratio dari 9.49 menjadi 9.57 sehingga perlu adanya mitigasi pasca longsor. Counterweight merupakan salah satu metode mitigasi pasca longsor. Pembuatan counterweight ditujukan seabgai penahan di kaki lereng. Pembuatan counterweight dilakukan berdasarkan analisis geoteknik seperti pengujian laboratorium dan analisis kestabilan lereng. Berdasarkan hasil pengujian sampel, dapat diketahui bahwa material yang digunakan adalah material fresh blast dengan nilai berat jenis 19 kN/????????3, kohesi 65 kPa, dan nilai sudut gesek dalam 20°. Pembuatan counterweight dibagi menjadi tiga tahapan sesuai dengan hasil dari analisis kestabilan lereng, dimulai dari pembuatan akses hingga pengisian material dari elevasi (-40) m hingga elevasi (-20) m. Nilai faktor keamanan yang ditunjukkan selama proses pembentukan counterweight tiap tahap hingga ke tahap akhir menunjukkan nilai di atas 1,3 yang menunjukkan bahwa lereng tersebut stabil. Namun dalam pembentukannya, tetap dibutuhkan pemantauan baik itu terhadap aspek geoteknik maupun dalam teknis pembentukannya sehingga desain counterweight yang terbentuk sesuai dengan desain yang diharapkan.
A REVIEW ON QUANTIFICATION OF ROCK MASS DAMAGE AS CRITICAL CONSIDERATION IN STABILITY ANALYSIS Sari Melati; Ridho K. Wattimena; David P. Sahara; Ganda M. Simangunsong; Wahyu Hidayat
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penggalian struktur berukuran besar semakin meningkat, untuk proyek penambangan, bendungan, jalan, dan proyek lainnya. Kerusakan massa batuan sekitar akibat penggalian harus dikuantifikasi dan dipertimbangkan dalam analisis kestabilan struktur. Penelaahan dilakukan terhadap sejumlah referensi primer yang membahas mengenai atau berkaitan dengan kuantifikasi kerusakan massa batuan. Hasil telaahan berupa rangkuman definisi dan faktor penyebab, parameter, serta metode kuantifikasi kerusakan massa batuan. Kerusakan mengacu pada penurunan kualitas akibat pertambahan kekar atau berkurangnya kekuatan massa batuan. Kerusakan ini terjadi dalam daerah pengaruh tertentu dan mengubah sifat mekanik massa batuan. Tingkat kerusakan dinyatakan sebagai perbandingan penurunan paramater kualitas massa batuan setelah penggalian dengan kondisi awal. Kuantifikasi telah dilakukan terhadap lereng dan terowongan tambang maupun proyek lain menggunakan berbagai metode: solusi matematis, monitoring, pengujian di laboratorium, studi numerik, dan atau metode gabungan. Akurasi kuantifikasi tingkat kerusakan massa batuan di sekitar penggalian sangat bergantung pada ketepatan dalam menentukan perubahan propertis kualitas massa batuan aktual. Oleh karena itu diperlukan metode pemantauan yang mampu mencakup area massa batuan terganggu sehingga kondisi kerusakan dapat teridentifikasi dengan tepat.
STUDI MODEL REKLAMASI DENGAN SPESIES LOCAL ENDEMIK BERDASARKAN KARAKTERISTIK LAHAN PT AGINCOURT RESOURCES Syaiful Anwar; Fery Putra Zaery
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bergerak di bidang penambangan Emas Perak. Sebagai perusahaan yang peduli terhadap praktekpenambangan yang baik PTAR berkomitmen dalam menjaga Lingkungan hidup salahsatunya menerapkanreklamasi pada area yang sudah tidak ada aktivitas penambangan, konsep reklamasi dilakukan denganpendekatan pengembangan sepsis local endemik untuk menjaga dan melestarikan spesies local kawasanekosistem Batangtoru. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilan model reklamasidengan penggunaan sepesies local endemic sebagai tanaman pengganti spesies fastgrowing atautanaman pioneer menggunakan tanaman local endemic dengan karakteristik lahan yang berbeda.Penelitian ini dilakukan dengan mengukur indeks nilai penting (INP) pada area reklamasi dengan membuatplot pengamatan, tingkat spesies tanaman yang di ukur adalah tingkat semai dan pancang mengingatarea yang di lakukan penelitian pada area tanaman usia kurang dari 2 tahun, lokasi penelitian pada SabarDump dengan pH 6.4 dan pada area Soutern Access dengan pH 4.6. Dimana Hasil perhitungan Indeks NilaiPenting di area Southern Acess tingkat semai menunjukkan nilai kerapatan relatif nya 64 % dan untuk nilaifrekuensi relatifnya 40%, sedangkan di tingkat pancang kerapatan relatifnya 75% dan untuk frekuensirelatifnya sekitar 50%. Hasil perhitungan Indeks Nilai Penting di area Sabar Dump di tingkat semaikerapatan relatifnya sekitar 80% dan untuk frekuensi relatifnya sekitar 67% sedangkan di tingkat pancangkerapatan relatif nya sekitar 36% dan untuk frekuensi relatifnya sekitar 25%. Area Southern Acessd en gan k u a l i t a s pH 4.6 deng an mi n im unsu r har a jenis tumbuhan yangdirekomendasikan toleran tumbuh di kawasan tersebut adalah jenis Sanduduk sedangkan di area sabarDump jenis tumbuhan yang toleran adalah jenis tumbuhan sanduduk dan Simarbaliding
OPTIMALISASI DISPOSAL PADA AREA RAWA SANGAT LUNAK DAN JENUH AIR, TAMBANG GURIMBANG, PT. BERAU COAL Henrycus Nesha Ardenta; Rahma Fitrian; Lukman Hakim; Dian Permana Putra
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OPD West adalah salah satu Out-Pit Dump (OPD) di Gurimbang Mine Operation (GMO), PT Berau Coal, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Karakteristik lokasi OPD West merupakan area material rawa dengan kandungan air yang sangat tinggi dan ditumbuhi oleh vegetasi yang lebat. Berdasarkan soil investigation dengan metode uji Standard Penetration Test (SPT) dan CPTu, diketahui terdapat rawa sangat lunak (Very soft clay) dengan ketebalan 19.5 m dan kandungan air 89%. Dengan karakteristik material rawa tersebut, proses penimbunan di area ini akan memicu pergerakan rawa dan timbunan (heaving dan settlement) serta menginisiasi terjadinya banjir lumpur (flood flow) jika tidak diantisipasi sejak dini. Lokasi OPD West ini tidak terlalu jauh dari jalan umum (±500 m) sehingga kegagalan geoteknik dan hidrologi yang terjadi selain berdampak terhadap aspek keselamatan, lingkungan, dan produksi juga akan berdampak kepada isu eksternal dan citra perusahaan. Sehingga dibutuhkan perencanaan dan penanganan yang tepat untuk meminimalisir potensi dampak penimbunan di area rawa tersebut. Pengendalian yang dilakukan yaitu dengan melakukan manajemen air permukaan dengan membuat paritan dan jaring darinase untuk mengarahkan aliran dan meniriskan kandungan air rawa kemudian rekayasa tahapan penimbunan untuk meminimalisir pergerakan rawa. Selama proses penimbunan dilakukan evaluasi dan monitoring geoteknik dan hidrologi secara kontinyu. Upaya pengendalian yang dilakukan berhasil meminimalisir potensi pergerakan rawa dan timbunan serta banjir lumpur sehingga proses penimbunan berjalan aman dan sesuai target yang direncanakan.
ANALISIS BEHAVIOUR BASED SAFETY MENGGUNAKAN PDCA LIST PADA PEKERJAAN PENGEBORAN DAN PELEDAKAN DI PT. KALTIM PRIMA COAL Kiagus Nirwan; Rudy Armianto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktifitas pengeboran dan peledakan dikategorikan sebagai operasi yang beresiko tinggi karena sifat pekerjaan dan keterpaparan terhadap alat berat bergerak serta terhadap bahaya penggunaan bahan peledak. PT. Kaltim Prima Coal menempatkan kedua kegiatan tersebut dalam sistem managemen pengelolaan keselamatan pada Golden Rules point aturan 11; Elemen Pencegahan Kecelakaan yang berakibat Fatal (Fatality Preventive Element) F.PE 2.2 sehingga hal ini menjadi perhatian khusus bagi seluruh karyawan. Salah satu penyebab yang paling dominan menyebabkan kecelakaan kerja adalah Perilaku tidak aman. Sehingga pendekatan Behavior-Based Safety dianggap sebagai media yang tepat untuk mengobservasi perilaku demi menciptakan perilaku aman dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Departemen Drill blast mengimplementasikan Behavior-Based Safety dengan mengembangkan checklist P-D-C-A pada operasional pengeboran dan peledakan. Proses ini bertujuan untuk melakukan pengukuran tingkat kepatuhan implementasi K3, melibatkan Supervisor sebagai pimpinan dalam memastikan pelaksanaan Safety based on behaviour pada area yang menjadi tanggungjawabnya serta memperbaiki perilaku atau kondisi yang tidak aman sebelum cedera terjadi sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Checklist Supervisor Drill and Blast dengan turunan konsep Planning – DO – Check – Act merupakan Intisari dari Pelaksanaan dua (2) SOP Utama pada Operasional Pengeboran dan Perledakan di Area Mining Operasional Division (MOD), Yakni : SOP Blast Loading, yang mencakup semua proses pekerjaan mulai dari persiapan lokasi peledakan, memasuki lokasi peledakan, pengisian bahan peledak, proses tie-up hingga pengecekkan akhir lokasi peledakan dan SOP Pengeboran Lubang Ledak, yang mencakup semua proses untuk aktifitas pengeboran lubang ledak overburden. Pelaksanan Pengisian checklist dilakukan dengan membuat Self Assesment pada setiap tahapan P-D-C-A dengan memberikan nilai dengan range 1-5 pada setiap item lalu kesesuaian Self-Assessment Supervisor, akan di kaji ulang oleh Superintendent level. Penguatan Safety Base on behavior dengan Drill Blast Checklist PDCA Oleh Supervisor, dirasakan efektif dengan parameter ketercapaian, tidak ada LTI, tidak ada pelaporan Golden Rules Breach pada operasional Drill Blast, pengurangan resiko kerugian kerusakan alat sekitar 22.4% dari tahun sebelumnya, pengurangan temuan ketidakstandaran lokasi pengeboran dan peledakan sekitar 19.2% dari tahun sebelumnya, Pengurangan Catatan pada item OBI dari provider peledakan sebanyak 26%, pemenuhan CSA Drill Compliance meningkat 2.6% dari tahun 2020 dan penurunan persentasi tindakan disiplin sekitar 12.3 % dari tahun 2020.
OPTIMALISASI TEKNIK PELEDAKAN PADA AREA DEKAT PEMUKIMAN DALAM RANGKA KONSERVASI CADANGAN BATUBARA Rusadi Apriansyah; Arintoko Saputro; Elfizar Diando
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pertambangan telah terbukti dapat memberikan sumbangsih positif terhadap ekonomi area sekitar, sekaligus memberikan dampak negatif pada pemukiman/lingkungan sekitar. Salah satu dampak negatifnya yakni getaran tanah yang dihasilkan dari kegiatan peledakan pertambangan, terutama pada lokasi pertambangan yang berdekatan dengan area pemukiman. Pit C2 Site Sambarata Mine Operation PT. Berau Coal adalah salah satu area pertambangan yang arah penambangannya mendekati pemukiman (500-150 meter dari pemukiman), serta menerapkan metode peledakan dalam proses pemberaian batuan. Berdasarakan hasil survei fisik pemukiman mengacu pada SNI 7571: 2010 tentang standar baku mutu terhadap tingkat getaran peledakan pada kegiatan tambang, diketahui kelas bangunan berada pada kelas 2 yang berarti getaran tanah maksimal yang diperbolehkan dari kegiatan peledakan ≤ 3,0 mm/s. Namun getaran tanah dari kegiatan peledakan pada jarak 500-150 meter dari lokasi peledakan lebih dari 3,0 mm/s. Selain itu, apabila mengacu pada KEPMEN No.1827/K/30/MEM/2018 Hal 79 sub point 9 tentang pengupasan tanah penutup mempersyaratkan adanya kajian teknis jika kegiatan peledakan dilakukan pada jarak kurang dari 500 meter dari manusia. Berdasarakan pemaparan diatas, maka dilakukan optimalisasi teknik peledakan dalam rangka mengurangi getaran tanah agar sesuai dengan nilai ambang batas SNI 7571: 2010 (≤ 3,0 mm/s) dan pemenuhan terhadap regulasi KEPMEN No.1827/K/30/MEM/2018 sehingga kegiatan peledakan dan pertambangan dapat dilakukan dalam rangka konservasi cadangan batubara pada area penambangan yang berjarak 150-500 meter dari pemukiman. Adapun optimalisasi teknik peledakan yang dilakukan yakni pengaturan isian bahan peledak, kustomisasi delay/rangkaian peledakan, penggunaan air deck, dan subtitusi material stemming menggunakan batu pecah (gravel). Optimalisasi tersebut terbukti dapat menghasilkan getaran tanah yang berada dibawah nilai ambang batas (PVS ≤ 3,0 mm/s) sesuai SNI 7571 : 2010 pada radius 500-150 meter dari pemukiman sehingga kegiatan penambangan/peledakan dapat tetap dilakukan dan cadangan batubara sebesar 660.580 ton dapat dikonservasi.
PEMBANGUNAN JEMBATAN HD 785 (PIT E BLOK 7 EAST – OPD H4 BLOK 56) DALAM RANGKA MENDUKUNG TARGET RENCANA PRODUKSI DI BMO PT BERAU COAL Adnan Fadhlullah Muharam; Dudu Anwar Sanusi; Ichsan Sebastian
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Binungan Mine Operation (BMO) adalah salah satu site operasional tambang yang dimiliki oleh PT Berau Coal, dengan rencana produksi site BMO dari tahun 2017 hingga 2025 adalah sebesar 646 Juta Bcm overburden (OB) dan 61 juta MTon (MT) batu bara dengan stripping ratio (SR) 10.58. Untuk merealisasikan rencana penambangan tersebut dibutuhkan jembatan pengangkutan Over Burden (OB) yang melintasi Sungai Inaran dengan lebar sungai ± 30 meter dan tinggi pasang surut hingga 7 m. Jembatan pengangkutan OB akan menghubungkan PIT E (blok 7) dengan Out Pit Dump (OPD) Pit H4 blok 5-6 yang memiliki kapasitas sebesar 60 juta Bcm. Dengan mempertimbangkan volume timbunan yang di rencanakan dan opportunity dumping jarak dekat, desain jembatan dibuat dua lajur agar kegiatan penambangan dapat optimal. Jembatan dibangun dengan bentang 50 m, dan dibagi menjadi 2 segmen yaitu bentang 24 m dan 26 m. Jembatan di desain untuk bisa mengakomodir unit Heavy Duty (HD) 785 dengan berat total (muatan) 163.78 t. dan axle load (maks) 112.353 t serta dibangun dengan sistem komposit meggunakan girder baja. Permodelan jembatan dilakukan dengan menggunakan program Autodesk Robot Structure dengan di dukung data geoteknik, sehingga didapat desain yang optimal. Dengan dibangunnya jembatan HD ini, menjadikan alternative area dumping point untuk kebutuhan site BMO semakin banyak sehingga dapat memenuhi rencana produksi jangka panjang yang telah disusun, jembatan ini juga berperan dalam pemangkasan jarak dumping yang semula jarak dumping dari Sisi Timur ke sisi Barat sebesar 3,5 km menjadi 2,5-3 km.