cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
ANALISIS KCN MENGGUNAKAN METODE TITRASI ARGENTOMETRI LIEBIG-DENIGES PADA AIR RENDAMAN SINGKONG YANG DIRENDAM AIR KELAPA Emawati Emma; Zahra Jigan Az; Rachmawati Winasih
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2429

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan beraneka ragam, Keanekaragaman tersebut membuka banyak peluang alternatif terhadap pengganti produk kimia yang dapat menimbulkan dampak negatif baik bagi kesehatan maupun lingkungan. Salah satu pemanfaatan tanaman ialah sebagai pengendali hama tikus alami (rodentisida). Singkong diketahui memiliki kandungan senyawa berbahaya yakni sianida (HCN) jika dilakukan pengupasan dan disimpan dalam jangka waktu yang lama. Sementara itu, air kelapa merupakan sumber kalium elektrolit yang baik, dan menyediakan 600 miligram dalam satu cangkir. Jika dilakukan perendaman singkong menggunakan air kelapa maka Ion kalium (K+) akan bereaksi dengan sianida (CN-) dalam singkong dan membentuk senyawa Kalium Sianida (KCN) yang memiliki efek racun. Pemanfaatan racun KCN tersebut telah banyak digunakan untuk mengendalikan hama pengerat oleh masyarakat, akan tetapi penelitian mengenai kandungan dan kadar senyawa KCN pada air rendaman tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar KCN pada air rendaman singkong dengan air kelapa sebagai racun untuk hewan pengerat. Metode yang digunakan untuk analisis KCN adalah argentometri Liebig-Deniges dimana digunakan larutan AgNO3 sebagai pentiter dengan indikator ammonia dalam KI. Sebelum penetapan kadar, dilakukan validasi metode presisi dan akurasi. Hasil analisis KCN dalam sampel air rendaman dengan perbandingan 1 kg singkong : 2 liter air kelapa memiliki kadar KCN sebesar 2,229 mg/20 mL. Dengan kadar tersebut, pemberian sebanyak 20,6 mL sediaan pada tikus berbobot 200 g setara dengan dosis 11,5 mg/kg BB, yang merupakan nilai LD50 KCN pada tikus dewasa.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA FRAKSI DAUN PUCUK MERAH Syzygium myrtifolium (Roxb.) Walp. TERHADAP Escherichia coli dan Staphylococcus aureus DENGAN METODE MIKRODILUSI M07-A6 CLSI Suryana Shendi; Hermawan Belya Anindia; Ramadhanty Dea Aulia
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2433

Abstract

Tanaman pucuk merah (Szygium myrtifolium) memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas antimikroba fraksi daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium) terhadap bakteri patogen Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Aktivitas antibakteri diuji melalui metode difusi cakram dan mikrodilusi 96-sumur dengan tiga kali replikasi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas paling efektif, menghasilkan zona hambat terbesar mencapai 16,5 mm terhadap S. aureus dan 16,3 mm terhadap E. coli pada konsentrasi 40%. Nilai KHM terendah diperoleh sebesar 3,12% pada fraksi etil asetat dan n-heksana terhadap S. aureus, sedangkan KHM untuk E. coli pada seluruh fraksi adalah 6,25%. Fraksi etil asetat merupakan fraksi yang paling efektif, memberikan penghambatan yang lebih kuat pada kedua bakteri uji dibandingkan fraksi lainnya. Penelitian lebih lanjut sangat disarankan untuk fokus pada isolasi senyawa aktif spesifik dari fraksi ini dan melakukan uji toksisitas untuk memastikan keamanannya untuk pengembangan farmasi.
PENGEMBANGAN METODE KLT VIDEO DENSITOMETRI UNTUK ANALISIS MIKONAZOL NITRAT DAN HIDROKORTISON ASETAT DALAM SEDIAAN KRIM Rachmawati Winasih; Putri Salsabila; Muttaqin Fauzan Zein
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2441

Abstract

Infeksi jamur pada kulit dapat diatasi dengan sediaan krim yang mengandung mikonazol nitrat (MN) dan hidrokortison asetat (HA). Penetapan kadar kedua zat tersebut dapat dilakukan secara simultan menggunakan beberapa metode seperti KCKT, spektrofotometri UV dan FTIR, akan tetapi penggunaan metode KLT video densitometri belum pernah dilaporkan di literatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan KLT video densitometri untuk analisis MN dan HA yang efektif dalam formulasi krim. Tahapan penelitian dimulai dari pembuatan larutan baku, optimasi sistem KLT, validasi metode analisis dan penetapan kadar MN dan HA pada sediaan krim. Sistem KLT terbaik untuk pemisahan yaitu menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak campuran n-heksan:kloroform:metanol (6:3:1). Bercak pada plat KLT divisualisasikan di bawah lampu UV254, kemudian direkam menggunakan kamera digital, dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan software ImageJ untuk menghitung luas area. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor selektivitas (α) sebesar 1,52. Nilai koefisien korelasi (r) untuk keduanya diatas 0,99. Nilai batas deteksi dan batas kuantitasi berturut-turut adalah 30,63 dan 102,10 bpj untuk MN, serta 12,12 dan 40,39 bpj untuk HA. Perolehan kembali sebesar 100,84±1,25% untuk MN dan 100,27±0,89% untuk HA, sedangkan nilai presisi (%SBR) untuk MN dan HA sebesar 0,647% dan 0,547%. Kadar MN dan NA dalam sediaan krim berturut-turut adalah 100,41±0,27% dan 101,15±0,18%. Metode KLT video densitometri dapat digunakan sebagai metode analisis alternatif yang sederhana, cepat dan andal dalam penetapan kadar zat aktif MN dan HA dalam sediaan krim kombinasi.
STUDI KOMPUTASI TURUNAN FLAVONOID DAUN SAMBUNG NYAWA TERHADAP ENZIM COX-1 DAN COX-2 SEBAGAI KANDIDAT ANTIINFLAMASI Hidayah Himyatul; Ruswanto Ruswanto; Dalimunthe Yeni Ari Safitri; Amal Surya
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2447

Abstract

Penggunaan bahan alami sebagai sumber obat semakin meningkat sebagai alternatif terapi untuk berbagai penyakit, termasuk inflamasi dan kanker. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) ada sekitar 11,9 juta orang yang menderita radang sendi di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi turunan flavonoid yang terkandung dalam daun sambung nyawa (Gynura procumbent) terhadap enzim cyclooxygenase-1 (COX-1) dan enzim cyclooxygenase-2 (COX-2) sehingga dapat diprediksi mempunyai aktivitas sebagai kandidat antiinflamasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu secara in silico. Hasil Virtual screening pada turunan flavonoid dalam daun sambung nyawa yang berinteraksi dengan reseptor 1EQG terdapat satu senyawa yang memiliki energy Gibbs terendah yaitu senyawa homoorientin -9,3 kal/mol, sedangkan senyawa yang memiliki energy Gibbs terendah saat berintraksi dengan reseptor 3LN1 yaitu senyawa apigenin -9,9 kal/mol. Hasil molecular dinamic pada senyawa homoorintin terhadap reseptor COX-1 memiliki nilai RMSD 2,40 Å dan nilai RMSF 1,09, untuk senyawa apigenin terhadap reseptor COX-2 yaitu memiliki nilai RMSD 3,25 Å dan nilai RMSF 1,36. Berdasarkan hasil simulasi molekular dinamik dari interaksi terhadap reseptor cyclooxygenase-1 dan cyclooxygenase-2 terlihat bahwa homoorientin memiliki interaksi yang cukup stabil terhadap reseptor cyclooxygenase-1 (1EQG) dibandingkan interaksi antara cyclooxygenase-2 (3LN1) dengan apigenin.
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DISMENOREA DAN SIKAP TERHADAP PENANGANAN DISMENOREA PADA SISWI DI KABUPATEN GARUT Fadhilla Genialita; Putri Harlena Pratama; Fitriyani Sinta
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2475

Abstract

Masa remaja merupakan periode yang ditandai oleh berbagai perubahan biologis, termasuk nyeri menstruasi yang umum dialami oleh remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penanganan dismenorea pada siswi MA di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain potong lintang dan melibatkan 120 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup (51,7%), sementara sebagian besar responden juga menunjukkan sikap cukup dalam menangani nyeri haid (80,8%). Mayoritas responden mengunakan terapi non-farmakologi sebesar 95% untuk meredakan nyeri. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman rho menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap dalam penanganan dismenorea, dengan nilai signifikansi <0,001 dan koefisien korelasi sebasar 0,329. Nilai koefisien tersebut menunjukkan hubungan yang terbentuk bersifat positif dengan kekuatan hubungan lemah, sehingga semakin tinggi tingkat pengetahuan responden maka semakin baik pula sikap yang ditunjukkan dalam menangani dismenorea, meskipun pengaruhnya tidak terlalu kuat. Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan terarah sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman serta membentuk sikap yang lebih baik dalam memilih Tindakan penangan yang tepat dalam mengatasi dismenorea.
ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT ORAL ANTIDIABETES (OAD) PASIEN PROLANIS KLINIK X DI GARUT Fadhilla Genialita; Putri Harlena Pratama; Maritsa Elsa
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2489

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan, di mana keberhasilan terapi sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien mengonsumsi obat antidiabetes. Meskipun Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) telah diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengobatan pasien DM, tingkat ketidakpatuhan tetap menjadi masalah, khususnya di fasilitas kesehatan primer. Hingga saat ini, masih terbatas penelitian yang secara spesifik mengidentifikasi faktor-faktor penentu kepatuhan pada peserta Prolanis di tingkat klinik, terutama di wilayah Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuam untuk menilai faktor-faktor yang berhubungan terhadap kepatuhan konsumsi obat antidiabetes pada pasien Prolanis di salah satu klinik di Kabupaten Garut. Metode cross-sectional dengan teknik total sampling digunakan dalam penelitian ini sebagai pendekatan studi observasional analitik. Kuesieoner divalidasi, data yang sudah didapatkan kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori sedang untuk faktor pengetahuan (50%), sikap (43,8%), kondisi psikologis (43,8%), status sosial ekonomi (50%), dukungan keluarga (53,1%), serta kompleksitas regimen pengobatan (46,9%). Mayoritas responden memiliki tingkat kepatuhan konsumsi obat antidiabetes pada kategori sedang (59,4%). Analisis bivariat menunjukkan faktor pengetahuan, sikap, kondisi psikologis, status sosial ekonomi, dukungan keluarga, dan kompleksitas regimen pengobatan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pasien (p<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa intervensi seperti edukasi dan konseling rutin dapat meningkatkan kepatuhan pasien DM dalam pengobatan jangka panjang.
AKTIVITAS INHIBISI α-AMILASE EKSTRAK ETANOL DAN BERBAGAI FRAKSI KULIT BATANG MAHONI (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) Qowiyyah Atun; Kartika Dita; Febriani Deswita; Haq Fikri Rijalul; Abdullah Fajar Fauzi
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2492

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) ialah penyakit yang dicirikan hiperglikemia kronis akibat sekresi dan/atau kerja insulin yang tidak adekuat. Salah satu strategi pengendalian kadar glukosa darah adalah melalui penghambatan enzim pencerna karbohidrat seperti α-amilase. Studi literatur menunjukkan tumbuhan mahoni memiliki aktivitas antidiabetes in vitro maupun in vivo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas inhibisi enzim α-amilase ekstrak etanol dan berbagai fraksi kulit batang mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) dan menentukan nilai IC₅₀-nya. Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi simplisia kulit batang mahoni dengan etanol 96%, kemudian fraksinasi dengan metode ekstraksi cair–cair menggunakan etil asetat, n-heksan, n-butanol, serta air. Uji inhibisi α-amilase dilakukan dengan metode kolorimetri menggunakan reagen 3,5-dinitrosalisilat untuk mengukur produk gula pereduksi yaitu maltosa. Akarbose digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas inhibisi α-amilase dari ekstrak etanol maupun fraksi kulit batang mahoni dengan IC₅₀ fraksi etil asetat sebesar 0,68 µg/mL; diikuti oleh ekstrak etanol (IC₅₀ = 9,02 µg/mL); fraksi air (IC₅₀ = 9,36 µg/mL); fraksi n-butanol (IC₅₀ = 16,59 µg/mL); dan fraksi n-heksan (IC₅₀ = 379,035 µg/mL); dibandingkan dengan akarbose (IC₅₀ = 1,896 µg/mL). Fraksi etil asetat kulit batang mahoni menunjukkan aktivitas inhibisi α-amilase yang paling tinggi dibanding ekstrak etanol atau fraksi lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat kulit batang mahoni berpotensi sebagai inhibitor α-amilase alami untuk pengendalian kadar glukosa darah.
FORMULASI DAN EVALUASI PATCH BUAH STROBERI (Fragaria ananassa) TERHADAP EROSIVITAS DAN TINGKAT KECERAHAN GIGI Rahma Alifia Dwi; Gunarti Neni Sri; Farhamzah Farhamzah
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2500

Abstract

Buah stroberi (Fragaria ananassa) merupakan buah dari tanaman famili Rosaceae yang mengandung asam elagat dan asam malat yang berpotensi sebagai bahan alami yang mampu mengembalikan kecerahan gigi. Salah satu sediaan yang dapat digunakan untuk tujuan mencerahkan gigi adalah sediaan patch. Patch merupakan salah satu jenis sediaan yang paling digemari, karena memberikan kenyamanan saat digunakan dan dapat dengan cepat dilepas jika terjadi efek samping yang merugikan. Penelitian formulasi sediaaan patch untuk sediaan pencerah gigi mengandung buah stroberi masih terbatas. Sebelumnya telah dilakukan sediaan dengan tujuan serupa dalan bentuk sediaan lain seperti pasta gigi. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengembangkan sediaan patch pemutih gigi yang mengandung jus stroberi (Fragaria ananassa). Penelitian dilakukan secara in-vitro menggunakan metode visual konvensional melalui alat Vitapan Classical Shade Guide, dan evaluasi erosivitas melalui analisis morfologi permukaan gigi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai peningkatan kecerahan gigi setelah pemakaian patch stroberi, serta membandingkan tingkat erosivitas setelah penggunaan patch stroberi dan hidrogen peroksida. Patch dibuat dalam tiga formula, yaitu F1, F2, dan F3, dengan variasi konsentrasi jus stroberi masing-masing 55%; 60%; dan 65% (b/b). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kecerahan gigi meningkat setelah penggunaan patch F1, F2, dan F3, di mana formula F3 menunjukkan peningkatan kecerahan yang signifikan pada sampel gigi hingga peningkatan 5 tingkat kecerahan gigi, sementara hidrogen peroksida (H2O2) menunjukkan efek erosif yang lebih kuat dibandingkan dengan patch stroberi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah patch stroberi dengan konsentrasi 65% paling efektif dalam memutihkan gigi dan stroberi merupakan alternatif pemutih gigi alami dengan efek erosif yang lebih rendah.
COST-UTILITY ANALYSIS OF METFORMIN AND GLIQUIDONE IN PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS AT A REGIONAL HOSPITAL IN INDONESIA Yusransyah Yusransyah; Nurfadila Siti; Nabillah Deya Adiby; Udin Baha
Pharmacoscript Vol. 9 No. 2 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i2.2655

Abstract

ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic disease requiring lifelong treatment and imposing a considerable economic burden on healthcare systems. This study aimed to evaluate the cost–utility of metformin and gliquidone therapy among patients with T2DM treated at a regional hospital in Indonesia. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted among 60 outpatients with T2DM between May and June 2025, including 40 patients receiving metformin and 20 receiving gliquidone. Direct medical costs were obtained from medical records, while health utility was assessed using the EQ-5D-5L questionnaire and converted into utility scores using the Indonesian EQ-5D-5L value set. Cost–utility analysis was performed using the Average Cost–Utility Ratio (ACUR) and Incremental Cost–Utility Ratio (ICUR), with health utility scores as the effectiveness outcome. Metformin therapy demonstrated lower direct medical costs than gliquidone (IDR 140,225 vs IDR 183,687). Mean utility scores were 0.776 and 0.749, respectively. Metformin produced the lowest ACUR (IDR 180,703 per utility score), whereas gliquidone showed an ACUR of IDR 245,243 per utility score. Incremental analysis indicated that gliquidone incurred higher treatment costs while providing lower health utility than metformin, indicating that gliquidone was economically dominated by metformin. Overall, metformin demonstrated the most favorable cost–utility profile and remains the preferred first-line therapy for patients with T2DM, while gliquidone may be considered in selected clinical conditions.
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL UMBI WORTEL DENGAN VARIASI PULVIS GUMMI ARABICI DAN MANITOL SEBAGAI KANDIDAT ANTIJAMUR ORAL Nurulhuda Siti Salwa; Rantika Nopi; Sriarumtias Framesti Frisma; Hamidah Mida; Sujana Dani
Pharmacoscript Vol. 9 No. 2 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i2.2657

Abstract

Kandidiasis oral merupakan infeksi jamur pada rongga mulut yang umumnya disebabkan oleh proliferasi Candida albicans. Umbi wortel (Daucus carota L.) berpotensi sebagai antijamur alami karena mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak etanol umbi wortel menjadi sediaan tablet hisap dengan variasi konsentrasi Pulvis Gummi Arabici (PGA) sebagai bahan pengikat dan manitol sebagai bahan pemanis, serta mengevaluasi karakteristik fisik dan tingkat kesukaan responden. Tablet hisap dibuat menggunakan metode granulasi basah dalam lima formula, yaitu Formula I (PGA 2,5% : manitol 17,5%), Formula II (5% : 15%), Formula III (10% : 10%), Formula IV (15% : 5%), dan Formula V (17,5% : 2,5%). Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, dilanjutkan dengan One Way ANOVA atau uji Kruskal–Wallis sesuai distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi PGA dan manitol tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar air, sudut diam, waktu alir, dan indeks kompresibilitas granul (p>0,05), tetapi berpengaruh signifikan terhadap bobot jenis nyata, bobot jenis mampat, kekerasan tablet, waktu hancur, kerapuhan, dan keseragaman ukuran tablet (p<0,05). Formula IV (PGA 15% dan manitol 5%) menghasilkan karakteristik fisik paling optimal serta tingkat kesukaan responden tertinggi (78%), sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat tablet hisap antijamur oral.