cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
FORMULASI DAN KARAKTERISASI HARD DAN GUMMY CANDY MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI Monascus purpureus Anna, Yuliana; Melliany Rosna, Hendari; Taufik, Hidayat; Aprilita Rina Yanti, Eff
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2646

Abstract

Angkak merupakan beras yang difermentasi oleh Monascus purpureus dan diketahui menghasilkan pigmen alami berwarna kuning, jingga, dan merah yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik hard candy dan gummy candy yang diformulasikan dengan ekstrak angkak sebagai pewarna alami. Hard candy dan gummy candy dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak angkak sebesar 1,0;1,5; dan 2,0%. Karakterisasi produk yang dilakukan meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot, kadar air, tekstur (kekerasan dan kekenyalan), angka lempeng total (ALT), serta uji hedonik. Mengacu pada standar SNI, hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula hard candy dan gummy candy memiliki karakteristik warna, rasa, aroma, dan bentuk yang dapat diterima. Uji keseragaman bobot dan angka lempeng total memenuhi persyaratan mutu, serta kadar air berada di bawah batas maksimum. Uji kekerasan hard candy memenuhi kriteria, namun beberapa formula gummy candy belum memenuhi parameter kekenyalan. Berdasarkan uji hedonik, formula dengan konsentrasi ekstrak angkak 1,5% baik pada hard candy maupun gummy candy paling disukai panelis. Dengan demikian, ekstrak angkak berpotensi digunakan sebagai pewarna alami dalam produk permen (candy).
CLINICAL FACTORS ASSOCIATED WITH PAIN INTENSITY AND ADJUVANT ANALGESIC USE IN OSTEOARTHRITIS PATIENTS Muhammad, Nuh; Endang, Darmawan; Sugiyarto, Surono
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2660

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disease that commonly causes chronic pain and functional limitations. In routine practice, adjuvant analgesics are frequently used as part of multimodal pain management; however, clinical factors associated with pain intensity and adjuvant analgesic use are not well characterized. This retrospective observational study aimed to identify clinical factors associated with final pain intensity and their relationship with adjuvant analgesic use in patients with OA. Medical records of OA patients treated at Sultan Agung Islamic Hospital, Indonesia, between 2020 and 2025 were reviewed. Data included patient characteristics, OA severity based on the Kellgren–Lawrence (KL) grading system, pain intensity assessed using the Visual Analog Scale (VAS), and types of adjuvant analgesics prescribed, Multivariate logistic regression analysis showed that severe OA (KL grade ≥3) was the strongest factor associated with higher final pain intensity (OR = 3.56; 95% CI: 2.9–4.3). Knee OA (OR = 1.70; 95% CI: 1.1–2.4) and hyperlipidemia (OR = 2.33; 95% CI: 1.3–4.1) were also independently associated with higher final pain intensity. The use of adjuvant analgesics, particularly joint supplements and neuropathic pain agents, was associated with higher final pain intensity, reflecting greater disease severity and clinical complexity rather than direct analgesic effectiveness. Muscle relaxants were not significantly associated with pain intensity. In conclusion, final pain intensity in OA is primarily associated with disease severity and clinical complexity, and causal relationships cannot be established due to the observational design.