cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
DETERMINATION OF TOTAL PHENOL AND FLAVONOID CONTENT OF 96% ETHANOL EXTRACT OF FRESH AND BLACK SUNA ONION BULB (Allium schoenoprasum L.) Rahmi, Muthia; Dini Amelia, Safitri; Siti Khalida Assyifa, Dayanti; Fitriyanti, Fitriyanti
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2307

Abstract

The use of traditional medicinal plants is increasing because they are easy to find, safer, and affordable. One of the potential local plants from Central Kalimantan is the suna onion (Allium schoenoprasum L.), whose bulbs are used to cook spices and medicine. This study aims to determine the compound, total phenol and flavonoid content in fresh and black suna onion bulbs. Thermal fermentation was carried out for 7 days at ±70°C using an electric slow cooker. Extraction was done using the maceration method and 96% ethanol as a solvent. Qualitative tests for phenol used FeCl₃ and Millon reagents for flavonoids used Shinoda, Bate-Smith, and 10% NaOH reagents. The determination test used a UV-Vis spectrophotometer. For total phenols, gallic acid was used as a comparator, Folin-Ciocalteau as a reagent, with a wavelength of 760 nm. For total flavonoids, quercetin was used as a comparator, and AlCl3 reagents with a wavelength of 415 nm. The qualitative test showed fresh and black suna onion bulbs contained positive phenol and flavonoid compounds. Quantitative results showed an increase in phenolic content from 0.733 ± 0.095 mg Gallic Acid Equivalent(GAE)/g (fresh) to 11.024 ± 0.165 mg GAE/g (fermented) and total flavonoid content from 15.310 ± 0.372 mg QE/g (fresh) to 30.786 ± 0.179 mg QE/g (fermented). Based on these results, it can be concluded that the fermentation process increases the levels of phenolic compounds, flavonoids, and total phenolics in the suna onion bulbs, thus potentially developing them as a traditional medicinal ingredient. This is due to chemical changes that occur during the thermal fermentation process (Maillard reaction).
STUDI IN SILICO SENYAWA BIOAKTIF DALAM BAWANG PUTIH (Allium Sativum L.) SEBAGAI INHIBITOR HMG-COA REDUKTASE Siti, Khodijah; Kayra Putri, Viola; Revania Nazda, Ariqoh; Muhamad Ariq, Musyaffa; Febby, Pratama; Grizelda Pinon, Haryanto; Rina Fajri, Nurwada
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2334

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.) diketahui memiliki aktivitas sebagai inhibitor enzim HMG-CoA reduktase sehingga berpotensi sebagai agen terapeutik alternatif dalam penanganan hiperkolesterolemia. Meskipun statin efektif sebagai terapi lini pertama, penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, seperti hepatotoksisitas dan resistensi insulin. Bawang putih diketahui bisa meminimalkan efek samping sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi adjuvan untuk mendukung keamanan penggunaan statin. Studi ini mengevaluasi potensi 13 senyawa bioaktif bawang putih sebagai kandidat inhibitor HMG-CoA reduktase melalui pendekatan in silico. Molecular docking menggunakan AutoDock 4.2.6, serta visualisasi interaksi ligan–reseptor dilakukan dengan BIOVIA Discovery Studio. Uji kelayakan farmakokinetik dilakukan melalui prediksi Lipinski’s Rule of Five, analisis ADME-Tox, dan skrining farmakofor. Hasil menunjukkan sebagian besar senyawa memenuhi kriteria Lipinski, memiliki absorbsi tinggi (70–100%) serta toksisitas rendah dengan E/Z-ajoen menunjukkan profil paling aman. S-alil-L-sistein sulfoksida memiliki fitscore tertinggi (35.58) dengan fitur hidrofobik aromatik, donor, dan akseptor ikatan hidrogen. Didapatkan bahwa dialil disulfida dan S-alil-L-sistein sulfoksida memenuhi kriteria farmakokinetik, memiliki energi ikatan cukup rendah yaitu -2.49 kkal/mol dan -3.5 kkal/mol, keduanya tetap potensial karena memiliki profil toksisitas rendah, kecocokan farmakofor yang baik, serta menunjukkan interaksi residu penting, di mana memiliki ikatan hidrogen pada asam amino SER565 serta ikatan pi-alkil pada asam amino LEU562, LEU853, HIS752, dan ALA856 yang cukup sebanding dengan simvastatin dan ligan alami. Studi ini mengindikasikan potensi keduanya sebagai kandidat agen antihiperlipidemia alami.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN JKN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) DI SALAH SATU PUSKESMAS KOTA CIMAHI Robby, Ramdani; Puspa Sari , Dewi; Alfi Nurul, Islamiyah; Faizal, Hermanto; Imeldha R Pramesty , Putri
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2348

Abstract

Kebijakan pelayanan berjenjang dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menyebabkan meningkatnya beban pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, sehingga berpotensi menurunkan mutu pelayanan, termasuk pelayanan kefarmasian. Kondisi ini dapat berdampak pada kepuasan pasien, yang merupakan indikator penting kualitas pelayanan. Pelayanan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien JKN terhadap pelayanan kefarmasian di salah satu Puskesmas Kota Cimahi, serta menentukan prioritas perbaikan dan atribut layanan yang perlu dipertahankan menggunakan metode Service Quality (ServQual) dan Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross sectional dengan metode purposive sampling terhadap 378 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui kuesioner yang teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan SPSS Statistic 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh analisis ServQual-IPA memiliki nilai gap negatif, dengan urutan kesenjangan terbesar pada dimensi Jaminan (-0,21;0,94), Empati (-0,19;0,95), Kehandalan (-0,12;0,96), Bukti Fisik (-0,11;0,97) dan Daya Tanggap (-0,08;0,97). Berdasarkan analisis IPA, waktu tunggu pelayanan obat dan kejelasan informasi penggunaan obat termasuk dalam prioritas utama perbaikan (Kuadran I), sedangkan atribut yang harus dipertahankan meliputi fasilitas prioritas bagi ibu hamil dan lansia, keramahan petugas, ketersediaan obat, serta pelayanan konseling (Kuadran II). Penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan sistem antrian, optimalisasi SDM farmasi, dan peningkatan komunikasi terapeutik perlu menjadi fokus utama Puskesmas untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian dan memperkuat kepercayaan peserta JKN terhadap pelayanan kesehatan primer.
COMPUTATIONAL INSIGHT INTO PIPER RETROFRACTUM CONSTITUENTS TARGETTING MAO-B IN PARKINSON'S DISEASE Nur, Aisyah; Sri, Wahyuni; Kurnia Ulla, Aprilliana; Rifa Alya, Salsabilla; Nayla Maymuna, Fathin; Agus, Rusdin; Dhania, Novitasari
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2349

Abstract

Parkinson’s disease, characterized as a progressive neurodegenerative condition, represents a significant contributor to mortality in Indonesia. Piper retrofractum, a Piperaceae species rich in alkaloids, has been reported to contain compounds with neuroactive potential, similar to other Piper species in which Monoamine Oxidase-B (MAO-B) inhibition has been documented. However, no computational study has evaluated the interaction between Piper retrofractum bioactive compounds and MAO-B. = aimed to evaluate the MAO-B inhibitory potential of bioactive compounds from Piper retrofractum. Ten bioactive compounds from Piper retrofractum were screened and analyzed using Lipinski’s rules, PreADMET, pharmacophore modeling (Ligandscout 4.4.5), and molecular docking (AutoDock 4.2.6). The findings revealed that all test compounds met Lipinski's rule of Five. From the PreADMET results, Alismoxide showed a high Blood-Brain Barrier (BBB) crossing capacity of 4.59529. Trans-fagaramide was identified as the optimal pharmacophore match, displaying a fit score of 34.57. Meanwhile, from the molecular docking results, the most promising pharmacological candidate was piperolein-B, which formed a hydrogen bond with the amino acid residue LEU: A56, similar to the native ligand, with an inhibition constant of 0.015 μM and a binding energy of -10.6 kcal/mol. From these results, the bioactive compounds from Piper retrofractum can interact with the MAO-B receptor. These findings are computational predictions and require further experimental validation to confirm their potential for Parkinson’s disease treatment.
FORMULATION OF GUMMY CANDY PREPARATIONS CONTAINING CHIA SEED OIL (Salvia hispanica L.) Taufik, Hidayat; Alna, Salsabila; Firman, Gustaman; Alika Rahma, Kalimatillah
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2353

Abstract

Gummy candy is a type of soft ceonfection that utilizes gelatin as a gelling agent, resulting in a characteristic chewy texture. Chia seed oil (Salvia hispanica L.) was used as the active ingredient due to its high alpha-linolenic acid content. This study aims to determine the formula and characteristics of good gummy candy with varying concentrations of chia seed oil and gelatin and to determine the level of preference among children. The prepared gummy candies were evaluated for organoleptic properties, pH, weight uniformity, moisture content, and texture profile analysis. The results showed that all formulations produced bear-shaped gummy candies with a sweet taste and varying colors. The pH values ranged from 4.51 to 4.88, and all formulations met the weight uniformity requirements. Texture profile analysis showed that increasing gelatin concentration resulted in higher hardness and chewiness. Hedonic testing revealed no significant differences (p > 0.05) among the three formulations in terms of color, aroma, and taste, indicating that all formulations were equally acceptable to the panelists. In conclusion, chia seed oil can be successfully formulated into gummy candy preparations, and variations in gelatin concentration influence the physical texture characteristics without significantly affecting consumer preference.
ANALISIS COST OF ILLNESS PASIEN DM TIPE 2 DENGAN METFORMIN DAN GLIMEPIRIDE DI RAWAT INAP RSUD JARAGA SASAMEH KOTA BUNTOK Hasniah, Hasniah; M Hasan, Andryanto; Karina, Erlianti; Aris, Fadillah; Muhammad, Fauzi; Yulistia Budianti, Soemarie; Juwita, Ramadhani; Riska Ayu, Noriandani
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2397

Abstract

Diabetes mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang disebabkan oleh resistensi insulin dan penurunan produksi insulin oleh pankreas. Prevalensi yang tinggi serta risiko komplikasi jangka panjang menimbulkan kebutuhan terapi berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan biaya pengobatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis farmakoekonomi dengan pendekatan cost of illness (COI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui COI pasien DM tipe 2 dengan metformin dan glimepiride peserta BPJS kesehatan di rawat inap RSUD Jaraga Sasameh Kota Buntok tahun 2023. Desain penelitian bersifat observasional deskriptif retrospektif dengan pendekatan cost of illness dari perspektif Rumah Sakit. Data sekunder diperoleh dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), rekam medis pasien, serta bagian keuangan Rumah Sakit. Sampel penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat inap dengan terapi metformin atau glimepiride peserta BPJS kesehatan di RSUD Jaraga Sasameh Buntok tahun 2023 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan cost of illness yaitu membandingkan seluruh komponen rata-rata dengan lama rawat inap di Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 113 pasien yang menggunakan metformin dan 70 pasien yang menggunakan glimepiride, dengan perspektif Rumah Sakit meliputi biaya langsung medis yaitu biaya obat antidiabetes (ADO) oral, obat penyerta lainnya, biaya perawatan, terapi komorbiditas, dan biaya rawat inap. Komponen biaya yang paling dominan pada kedua kelompok terapi adalah biaya perawatan, yang berkontribusi sebesar 67,09% pada terapi metformin dan 68,68% pada terapi glimepiride, diikuti oleh biaya rawat inap. Cost of illness (COI) dari perspektif Rumah Sakit pada pasien dengan terapi metformin sebesar Rp 1.367.043, sedangkan pada terapi glimepiride sebesar Rp 1.427.007. Kesimpulan pada penelitian ini adalah rata-rata biaya COI pasien yang menggunakan terapi glimepiride lebih besar dibandingkan terapi metformin.
OPTIMASI FORMULA SERUM NANOEMULSI EKSTRAK KULIT BUAH MAHKOTA DEWA DENGAN PENDEKATAN SIMPLEX LATTICE DESIGN Rizzqi Septiprajaamalia, Rosdianto; Mutiara, Imansari; Dwi Larasati, Setyaningrum; Azkya Nurliza, Azhari; Ridwan, Mu'zizat
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2499

Abstract

Kulit buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang berperan sebagai antioksidan alami. Potensi ini mendorong pengembangan sediaan topikal dalam bentuk serum nanoemulsi untuk aplikasi kosmetik anti-aging. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula serum nanoemulsi ekstrak kulit buah mahkota dewa menggunakan rancangan Simplex Lattice Design (SLD). Komponen utama formula nanoemulsi meliputi sunflower oil sebagai fase minyak, Cremophor RH 40 sebagai surfaktan dan PEG 400 sebagai ko-surfaktan. Parameter evaluasi yang dianalisis adalah ukuran droplet, Polydispersity Index (PDI) dan zeta potensial sebagai indikasi stabilitas sistem. Hasil optimasi menunjukkan bahwa formula optimum mampu menghasilkan ukuran droplet rata-rata 25,83 nm ± 0,83 nm dan indeks polidispersitas 0,48 ± 0,10 serta nilai zeta potensial -7,83 mV ± 1,00 mV. Penerapan rancangan SLD terbukti efektif dalam menentukan kombinasi komponen yang optimal sehingga diperoleh sediaan serum nanoemulsi yang stabil dan berpotensi dikembangkan sebagai produk kosmetik antioksidan berbasis bahan alam.
OPTIMASI SURFAKTAN NON-IONIK DALAM TONER EKSTRAK DAUN PEPAYA METODE SLD (SIMPLEX LATTICE DESIGN) SERTA AKTIVITAS ANTIBAKTERI Dwi Retno, Sari; Yusfia Urwatul, Wutsqa; Indah, Shaliha; Inna Aola, Nisauzzulfa
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2542

Abstract

Ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki potensi alami bahan aktif dalam sediaan kosmetik, khususnya karena kandungan metabolit sekundernya yang berkhasiat. Namun, tantangan formulasi berbasis ekstrak ini adalah stabilitas dan kompatibilitas bahan, sehingga dibutuhkan kombinasi surfaktan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan kombinasi surfaktan dalam formulasi toner wajah berbasis ekstrak daun pepaya, serta menilai pengaruhnya terhadap karakteristik fisikokimia dan keamanan penggunaan. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan SLD untuk mengoptimalkan kombinasi surfaktan non-ionik (tween 80, decyl glucoside dan PE-40), ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70%, evaluasi sediaan meliputi pengujian uji fitokimia, parameter ekstrak, evaluasi sediaan toner wajah. Hasil yang diperoleh meliputi rendemen ekstrak kental daun pepaya sebesar 14,80%, uji fitokimia menunjukkan positif mengandung metabolit sekunder, evaluasi sediaan menunjukkan hasil yang baik sesuai persyaratan, tetapi pada pengujian viskositas masing-masing formula memberikan kekentalan yang berbeda dikarenakan penggunaan kombinasi surfaktan, uji stabilitas dipercepat pada suhu 4°C dan 40°C selama 48 jam menunjukkan seluruh formula tetap stabil secara organoleptik. Dan sediaan yang memiliki aktivitas antibakteri berada pada formula 6 dengan konsentrasi 12% ekstrak memberikan zona hambat sebesar 28,82 mm (kategori sangat kuat). Analisis menggunakan pendekatan simpex lattice design menghasilkan countour plot yang menunjukkan adanya interaksi positif dan negatif antar variabel respon. Berdasarkan analisis optimasi, formula optimum diperoleh pada rentang formula 2, dengan nilai desirability sebesar 0,851 yang dapat memenuhi kriteria respon pH, viskositas, dan kelembapan.
BIOKONVERSI LIMBAH MANGGA MENJADI ASAM SITRAT MELALUI FERMENTASI TERKONTROL Aspergillus niger ATCC 16404 Inherni Marti, Abna; Agustin Alfiani, Putri; Muchammad Reza , Ghozaly; Anna, Yuliana
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2616

Abstract

Biaya substrat karbon merupakan komponen terbesar dalam produksi asam sitrat industri, sehingga diperlukan sumber alternatif yang ekonomis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi limbah daging buah mangga (Mangifera indica L.) sebagai substrat alternatif bagi Aspergillus niger ATCC 16404. Fermentasi dilakukan melalui metode fermentasi media cair terendam (submerged fermentation) selama 108 jam menggunakan vertical shaker 150 rpm dengan variasi konsentrasi limbah (A: 0%, B: 25%, dan C: 50%). Parameter yang diukur meliputi kinetika pertumbuhan sel, konsumsi gula pereduksi, dinamika pH, dan kadar asam sitrat yang divalidasi dengan uji statistik ANOVA satu arah dan DMRT (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi limbah mangga meningkatkan akumulasi produk secara sangat signifikan (F = 21,93; p < 0,001). Variasi konsentrasi terbaik ditemukan pada perlakuan C (50%) yang menghasilkan rata-rata kadar asam sitrat sebesar 1,66 ± 0,78 mg/L dengan kadar puncak mencapai 3,08 mg/L pada waktu fermentasi jam ke-108. Penurunan pH hingga mencapai 3,0 pada variasi C mengonfirmasi efisiensi sekresi asam organik yang lebih tinggi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi limbah mangga 50% merupakan dosis optimal untuk biokonversi asam sitrat.
PENGEMBANGAN GRANUL EFFERVESCENT KOMBINASI BINAHONG DAN SAMBUNG NYAWA: AKTIVITAS ANTIDIABETES IN VITRO DAN TOKSISITAS AKUT Yani, Mulyani; Dadih, Supriadi; Lia, Marliani; Widdy Aditya, Putra
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2538

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Pengembangan terapi berbasis bahan alam dengan profil keamanan yang baik menjadi salah satu pendekatan yang banyak dikaji. Binahong (Anredera cordifolia) dan sambung nyawa (Gynura procumbens ) merupakan tanaman obat yang dilaporkan memiliki aktivitas terkait pengelolaan diabetes. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi aktivitas antidiabetes melalui uji in vitro dari kombinasi ekstrak binahong dan sambung nyawa serta mengembangkan formulasi granul effervescent sebagai bentuk sediaan yang lebih praktis. Aktivitas in vitro dievaluasi melalui uji penghambatan enzim α-amilase dan α-glukosidase, dengan acarbose sebagai kontrol positif. Uji toksisitas akut oral dilakukan pada tikus betina galur Wistar mengikuti pedoman OECD. Kombinasi ekstrak selanjutnya diformulasikan ke dalam sediaan granul effervescent dan dievaluasi sifat fisiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak mampu menghambat aktivitas α-amilase (IC₅₀ 21,90 ± 2,93 µg/mL) dan α-glukosidase (IC₅₀ 26,15 µg/mL) secara in vitro. Pada uji toksisitas akut, kombinasi ekstrak tidak menunjukkan mortalitas hingga dosis 2000 mg/kgBB, sehingga dikategorikan termasuk kategori 5 memiliki toksisitas ringan. Granul effervescent yang dihasilkan (formula F2 dan F3) memenuhi parameter evaluasi fisik, termasuk sifat alir yang baik, waktu dispersi kurang dari 5 menit, dan pH larutan yang dapat diterima. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi ekstrak binahong dan sambung nyawa menunjukkan potensi aktivitas antidiabetes berbasis penghambatan enzim secara in vitro serta profil keamanan akut yang baik, dan berhasil diformulasikan dalam bentuk granul effervescent dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan. Penelitian ini berpotensi menjadi dasar pengembangan lebih lanjut sediaan fitoterapi sebagai terapi komplementer diabetes.