cover
Contact Name
Khambali
Contact Email
khambali1989@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltadib@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 14118173     EISSN : 25285092     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Ta'dib : Jurnal Pendidikan Islam focuses on research results relating to the issue of Islamic religious education. The scope of Journal (but not limited) are: Philosophy of Islamic Education; History of Islamic Education; Theological Foundation of Education; Policies of Islamic Education; Politics of Islamic Education; Management of Islamic Education; Islamic Education Professionalism; Islamic Education Curriculum; ICT in Islamic Education; E-Learning in Islamic Education; Islamic Education Institution; Teaching and Learning in Islamic Education; Ethnography on Islamic Education; Local Wisdom-Based Islamic Education; Development of Learning Theory and Design; Psychology of Islamic Education; Islamic Education Paradigms; Character of Islamic Education; Gender in Islamic Education; And so on.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Kesadaran Multikultural sebagai Ranah Kurikulum Pendidikan Idi Warsah
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6, No 2 (2017): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v6i2.2845

Abstract

Abstract This study aims to find the relation between educational curriculum goals and the reality of a pluralistic Indonesian society. Through a character-based education curriculum that is being spurred on the implementation of the school is expected to provide learning of the importance of respecting the differences of religion, ethnicity, tribe, and race, because it is sunnatullah. This study uses a normative psychological approach and refers to the actual source of issues related to the multicultural issues and ideas of the educational curriculum. The conclusions obtained are; a curriculum in which paradigm is multiculturalism (whatever the name) becomes important because education is a nursery awareness multiculturalism. This awareness cannot be simply talked about but must be put into practice. Through education is expected to deliver the nation's children realize that the difference is a god grace and can develop the competence to perceive, evaluate, believe, and perform more dignified actions within the framework of multicultural education. Keywords: Multicultural Awareness, Education Curriculum.  Abstrak Studi ini bertujuan menemukan relasi antara tujuan kurikulum pendidikan dengan realitas masyarakat Indonesia yang majemuk. Melalui kurikulum pendidikan berbasis karakter yang sedang dipacu pelaksanaannya pada pihak sekolah diharapkan dapat memberikan pembelajaran akan pentingnya menghargai perbedaan agama, etnis, suku dan ras, karena itu adalah sunnatullah. Studi ini menggunakan pendekatan normatif psikologis dan merujuk kepada sumber tekstual yang berkaitan dengan isu multikultural dan gagasan kurikulum pendidikan Kesimpulan yang diperoleh adalah Sebuah kurikulum berparadigma multikulturalisme (apapun namanya) menjadi penting, karena pendidikan merupakan ladang persemaian kesadaran multikulturalisme. Kesadaran ini tidak dapat hanya sekadar dibicarakan tetapi harus dipraktikkan. Melalui pendidikan diharapkan dapat menghantarkan anak bangsa menyadari bahwa perbedaan adalah rahmat Tuhan dan dapat mengembangkan kompetensi untuk mempersepsi, mengevaluasi, meyakini, dan melakukan tindakan yang lebih bermartabat dalam bingkai pendidikan multikultural. Kata Kunci: Kesadaran Multikultural, Kurikulum Pendidikan.
Procedures for Disability Issues in the Education of Education in Higher Education Dheka Dwi Agustiningsih
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6, No 1 (2017): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v6i1.2329

Abstract

This paper discusses the issue of disability in universities that aims to discuss universities that must play a role and participate in the government and society to build and improve the lives of people with disabilities through the activities of Tridharma. The method used in this analysis is descriptive. The legal basis for persons with disabilities to obtain the right to education is the 1945 Constitution Article 31 paragraph 1 with the implementation of the paradigm of inclusive education in higher education reviewed by the Minister of Education and Culture No. 26 of 2014.  In Islam, disability is implied in the letter of At-tin verse 4 and Al-Hujurat verse 13. Understanding disability-friendly education is one of the obligations that must be implemented about human beings and with the constitution through: (1) The equivalent to register; (2) freedom of choice of study program/department; (3) providing services as needed.Keywords: Disabilities’, Streaming, dan Higher Educational. Abstrak Tulisan ini membahas isu disabilitas di perguruan tinggi yang bertujuan untuk membahas tentang perguruan tinggi yang harus berperan dan berpartisipasi bersama pemerintah dan masyarakat untuk membangun dan meningkatkan taraf hidup penyandang disabilitas melalui kegiatan Tridharma. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah deskriptif. Adapun landasan hukum bagi penyandang disabilitas mendapatkan hak pendidikan adalah UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 dengan implementasi paradigma pendidikan inklusif di pendidikan tinggi yang diulas sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 26 Tahun 2014. Dalam Islam disabilitas di antaranya disiratkan dalam surat At-tin ayat 4  surat Al-Hujurat dan  ayat 13. Memahami pendidikan yang ramah terhadap penyandang disabilitas merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan dalam rangka hubungan dengan manusia dan dengan konstitusi melalui: (1) pemberian kesempatan yang setara untuk mendaftar; (2) kebebasan memilih program studi/jurusan; (3) pemberian layanan sesuai dengan kebutuhan.Kata kunci: Disabilitas, Pengarusutamaan, dan Perguruan Tinggi. 
Tinjauan Psikologis Terhadap Pendidikan Remaja Ramlan Sasmita
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 1, No 1 (2001): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v1i1.2041

Abstract

Tinjauan Psikologis Terhadap Pendidikan Remaja
Persepsi Mahasiswa Aktivis Lembaga Dakwah Kampus Universitas Tidar tentang Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, serta Gerakan Islam Radikal Nur Rofiq; Indira Swasti Gama Bhakti
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7, No 2 (2018): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v7i2.3989

Abstract

This study aims to determine the perceptions of students of UKAI Ar-Ribath campus missionary activists about the four pillars of nation and state, and the radical Islamic movement at Tidar University. The method used in this study is qualitative descriptive. Perception of students of UKAI Ar-Ribath campus missionary activists towards the four pillars of nation and state, that Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45 and the Unitary State of the Republic of Indonesia are ijtihad from the founding fathers in forming a sovereign and just country. So that Indonesia which consists of many tribes, customs, races, and religions can unite into one nation, one nation, and one language. Their perception of the radical Islamic movement is that they do not support because good will be truly channeled well if done with wisdom and wisdom, not by means of violence. They also disagreed with the ISIS movement, HTI, FPI, MMI, Anshorut Tauhid, because their movement was very disturbing to the citizens. Keywords: Campus Da‟wah Institution, Four National and State Pillars, Radical Islamic Movement. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa aktivis lembaga dakwah kampus UKAI Ar-Ribath tentang empat pilar berbangsa dan bernegara, serta gerakan Islam radikal di Universitas Tidar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Persepsi mahasiswa aktivis lembaga dakwah kampus UKAI Ar-Ribath terhadap empat pilar berbangsa dan bernegara, bahwa pancasila, bhinneka tunggal ika, UUD‟45 dan negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan ijtihad dari para founding fathers dalam membentuk negara yang berdaulat dan berkeadilan. Sehingga Indonesia yang terdiri dari banyak suku, adat, ras, dan agama dapat bersatu menjadi satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Persepsi mereka terhadap gerakan Islam radikal adalah mereka tidak mendukung karena kebaikan akan benar-benar tersalurkan dengan baik jika dilakukan dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan tidak dengan cara kekerasan. Mereka juga tidak setuju dengan gerakan ISIS, HTI, FPI, MMI, Anshorut Tauhid, karena gerakan mereka sangat meresahkan warga. Kata Kunci: Lembaga Dakwah Kampus, Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, Gerakan Islam Radikal.
Analisis Pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang Maryance Maryance
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5, No 1 (2016): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v5i1.1987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran mata kuliah Pendidikan Agama Islam di Sekolah Tinggi  Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang,  dan mengetahui bagaimana hasil analisa pembelajaran mata kuliah Pendidikan Agama Islam di Sekolah Tinggi  Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, Pertama, Pembelajaran mata kuliah PAI di Sekolah Tinggi  Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang yang mengedepankan ilmu-ilmu agama dan berorientasi pada padat isi cenderung menerapkan model pendidikan yang berpusat pada materi. Kedua, Hasil analisa pembelajaran mata kuliah PAI ditinjau dari analisis PAI di Sekolah Tinggi  Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang dilihat dari kefektifan, efisiensi, dan daya tarik.
Fase-fase Perkembangan Anak Sebagai Dasar Pendidikan Seks Asep Dudi Suhardini
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 1, No 2 (2001): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v1i2.2051

Abstract

Fase-fase Perkembangan Anak Sebagai Dasar Pendidikan Seks
Pendidikan Karakter Berbasis Islam Fitroh Hayati
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7, No 1 (2018): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v7i1.3764

Abstract

Abstract The development of lifestyles that follow the trends of western cultures causes anxiety to wane even the disappearance of ethical and moral values. Because it can cause free sex, drug use, and even brawl among school-aged children. This phenomenon encourages the government to formulate a national policy of nation character building. Islam is a religion that has a long history of developing attitudes, character and human character to the highest degree of glory by means of moral education. Prophet Muhammad was sent as the apostle of Allah in order to improve human morality. In the whole teachings of Islam, morality occupies a special position and very important. Keywords: Education, Character, and Islam.  Abstrak Perkembangan gaya hidup yang mengikuti trend budaya-budaya barat menyebabkan kecemasan akan memudarnya bahkan hilangnya nilai-nilai etis dan moral. Karena hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya pergaulan bebas, penggunaan obat-obatan terlarang, bahkan tawuran di kalangan anak usia sekolah. Fenomena tersebut yang mendorong pemerintah untuk merumuskan kebijakan nasional pembangunan karakter bangsa. Islam adalah agama yang memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan sikap, watak, dan karakter manusia menuju derajat tertinggi kemuliaan dengan melalui pendidikan akhlak. Nabi  Muhammad SAW diutus sebagai rasul Allah dalam rangka memperbaiki akhlak manusia. Dalam keseluruhan ajaran Islam, akhlak menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter dan Islam. 
Nilai Akhlak dari Kisah Tiga Laki-laki yang terperangkap di dalam Gua Titin Sugianti
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2, No 2 (2002): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v2i2.2060

Abstract

Nilai Akhlak dari Kisah Tiga Laki-laki yang terperangkap di dalam Gua
Model Manajemen MTs NU Banat Kudus Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam Nailissa'adah Nailissa'adah
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6, No 2 (2017): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v6i2.3186

Abstract

Abstract This research answers: (1) How can governance of MTs NU Banat Kudus?; (2) How does the strategy of increasing the quality of Islamic education in MTs NU Banat Kudus?; and (3) How does the management model of MTs NU Banat Kudus in enhancing the quality of Islamic education? This research is a field research with a qualitative approach by interviews, observation and documentation. Analysis of data using model analysis Miles and Huberman by step data collection, data reduction and data display, then the conclusion and verification. The results showed that: 1) the governance of MTs NU Banat Kudus are human resources management, student affairs, curriculum, facilities, finance, administration and public relations; 2) The strategies are developed the professionalism of teachers and employees, additional hour, open class dormitory, complete learning facilities, streamline coordination, cooperation, provide reinforcement religiosity, maintaining environmental conduciveness and held a debriefing after study. 3) The management model of MTs NU Banat Kudus is TQM model with emphasis on customer satisfaction, continue to make improvements that are sustainable, obsessed on the quality, the teamwork, optimizing the role of leader and always empowering employees. Keywords: Management Model, MTs NU Banat Kudus, Islamic Education  Quality.  Abstrak Rumusan masalah penelitian ini: (1) Bagaimana tata kelola MTs NU Banat Kudus?; (2) Bagaimana strategi peningkatan mutu pendidikan Islam di MTs NU Banat Kudus?; dan (3) Bagaimana model manajemen MTs NU Banat Kudus dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam? Penelitian ini adalah penelitian lapangan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dengan model Miles and Huberman dari pengumpulan data, reduksi data, display data serta kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian: 1) tata kelola MTs NU Banat Kudus yaitu manajemen SDM, kesiswaan, kurikulum, sarana prasarana, keuangan, ketatausahaan, dan humas; 2) Strateginya dengan mengembangkan profesionalisme guru/karyawan, jam tambahan, kelas asrama, melengkapi fasilitas, koordinasi, kerjasama, religiusisme, mengkondusifkan lingkungan, dan pendidikan pascabelajar; 3) Model manajemennya model Total Quality Management (TQM) mengutamakan kepuasan pelanggan, perbaikan berkesinambungan, berobsesi kualitas, kerjasama tim, mengoptimalkan kepemimpinan serta memberdayakan karyawan. Kata Kunci: Model Manajemen, MTs NU Banat Kudus, Mutu Pendidikan Islam.
Model Internalisasi Nilai-nilai Islami dalam Kehidupan Siswa-siswi SMP Pemuda Garut Dedih Surana
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6, No 1 (2017): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v6i1.2372

Abstract

Various social issues of concern in the form of behavior are not commendable is sweeping the nation today. Education world faces severe challenges and must immediately improve itself. SMP Pemuda Garut this challenge with program internalization of Islamic values in the life of students every day. Model internalization is realized by the program: 1) tadarus Qur'an; 2) habituation Dzuhur prayer in congregation; 3) habituation Duha prayer; 4) tahfizd Juz Amma and letters are elected; 5) habituation well-behaved, polite, and Islamic. Guidance is designed in four parts: 1) objectives, 2) program, 3) the implementation process, and 4) evaluation. With the process of internalization through ways: 1) teaching, 2) habituation, 3) imitation, 4) motivating, and 5) the enforcement of the rules. Keywords: Model Internalization, Islamic values.  Abstrak Beragam persoalan sosial yang memprihatinkan dalam bentuk berbagai perilaku tidak terpuji sedang melanda anak bangsa saat ini. Dunia pendidikan menghadapi tantangan berat dan harus segera berbenah diri. SMP Pemuda Garut menjawab tantangan ini dengan program internalisasi nilai-nilai Islami dalam kehidupan siswa-siswi sehari-hari. Model internalisasi diwujudkan dengan program: 1) tadarus al-Qur’an: 2) pembiasaan Shalat Dzuhur berjamaah; 3) pembiasaan Shalat Duha; 4) tahfizd Juz Amma dan Surat-surat terpilih; 5) pembiasaan berperilaku baik, sopan, dan Islami. Pembinaan dirancang dalam empat komponen, yaitu: 1) tujuan, 2) program, 3) proses implementasi, dan 4) evaluasi. Dengan proses internalisasi melalui cara: 1) pengajaran, 2) pembiasaan, 3) peneladanan, 4) pemotivasian, dan 5) penegakan aturan.Kata Kunci: Model Internalisasi, Nilai-nilai Islami. 

Page 2 of 32 | Total Record : 314