cover
Contact Name
Khambali
Contact Email
khambali1989@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltadib@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 14118173     EISSN : 25285092     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Ta'dib : Jurnal Pendidikan Islam focuses on research results relating to the issue of Islamic religious education. The scope of Journal (but not limited) are: Philosophy of Islamic Education; History of Islamic Education; Theological Foundation of Education; Policies of Islamic Education; Politics of Islamic Education; Management of Islamic Education; Islamic Education Professionalism; Islamic Education Curriculum; ICT in Islamic Education; E-Learning in Islamic Education; Islamic Education Institution; Teaching and Learning in Islamic Education; Ethnography on Islamic Education; Local Wisdom-Based Islamic Education; Development of Learning Theory and Design; Psychology of Islamic Education; Islamic Education Paradigms; Character of Islamic Education; Gender in Islamic Education; And so on.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Telaah Edukatif Terhadap Fase-fase Perkembangan Manusia Perspektif Ajaran Islam dedih surana
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 1, No 1 (2001): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v1i1.2036

Abstract

Telaah Edukatif Terhadap Fase-fase Perkembangan Manusia Perspektif Ajaran Islam
Pengelolaan Pembelajaran Intensif Al-Qur’an untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Mahasiswa Abdul Fatah Athoulloh; Khambali Khambali
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7, No 2 (2018): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v7i2.4443

Abstract

Thus, the school created a management of Al Quran intensive learning which include planning, implementing, and evaluating of the learning activity in UICCI Sulaimaniyah Boarding School Bandung. This research used a descriptive analytic method in a qualitative approach. The result of this research is Dahili Komision, which consists of teacher representation from all branch of the boarding school. The implementation of this were done in several activities. Preliminary activity, in which the teachers (Ustadz) prepare the students both physically and mentally, praying together before starting the lesson. The main activity in which the theachers use method in learning Al Quran and also use general method in learning. The media used in Al Quran intensive learning is a special media (Tajwid Qarabasy), but is still being adjusted to students’ characteristics of learning. The closing activity, teachers deliver a short speech for motivating the students and then lead the prayer. The evaluation for Al Quran intensive learning is testing the students’ knowledge about Ilmu Tajwid and their ability in reciting Al Quran, this kind of assessment categorized as cognitive and phsycomotor. In affective aspect, the teacher pay attention to the students’ attitude in holding and reading the Quran, and in facing oral examination as an instrument for the assessment.  Keywords: Learning Management, Al Quran Intensive, Quran Reading Skill. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran intensif Al-Qur’an yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evauasi pembelajaran di Pondok Pesantren UICCI Sulaimaniyah Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah perencanaan pembelajaran intensif Al-Qur’an di Pondok Pesantren UICCI Sulaimanyah Bandung adalah Dahili Komision yang terdiri dari perwakilan tenaga pengajar seluruh cabang pesantren. Pelaksanaan pembelajaran intensif Al-Qur’an dilakukan dengan beberapa kegiatan. Kegiatan pendahuluan, ustadz menyiapkan santri secara fisik dan psikis, dan membaca do’a bersama sebelum memulai pembelajaran. Kegiatan inti, ustadz menggunakan metode dalam pembelajaran Al-Qur’an dan metode yang umum digunakan dalam pembelajaran. Media yang digunakan dalam pembelajaran intensif Al-Qur’an adalah media khusus (Tajwid Qarabasy), namun tetap disesuaikan dengan karakteristik belajar santri. Media yang lainnya seperti media yang umum digunakan dalam belajar Al-Qur’an. Kegiatan penutup, ustadz menyampaikan motivasi belajar dan membaca do’a. Evaluasi pembelajaran intensif Al-Qur’an yang digunakan dalam ujian adalah pengetahuan dalam ilmu tajwid dan cara membaca Al-Qur’an yang merupakan penilaian aspek kognitif dan psikomotorik. Dalam aspek afektif, dilihat dari akhlaknya dalam memegang dan membaca Al-Qur’an, serta dalam menghadapi ujian lisan sebagai instrumen dalam penilaian.  Kata Kunci: Pengelolaan Pembelajaran, Intensif Al-Qur’an, Kemampuan Membaca Al-Qur’an.
Kepemimpinan Kyai dalam Menjaga Tradisi Pesantren (Studi Deskriptif di Pondok Pesantren Khalafi Al-Mu’awanah Kabupaten Bandung Barat) Helmi Aziz; Nadri Taja
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5, No 1 (2016): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v5i1.2123

Abstract

AbstractA cottage of Al-Mu'awanah Pesantren district of west Bandung to develop an integrated educational system by combining education of salafi and modern or called pesantren system Khalafi. Al-Mu'awanah Pesantren has distinctive features Salafi pesantren such as teaching recitstion yellow book/classic (atturats book) with sorogan and wetonan system, and at the same time have a formal school. Leaders of Al-Mu'awanah Pesantren west Bandung regency Khalafi Pesantren assume that system of Pesantren Khalafi is the best system to be implemented in Pesantren. When the Salaf system reform using Khalafi Pesantren system, in fear Pesantren have not be able to maintain the tradition has ancient roots. Therefore, the leadership of kyai is very important in maintaining the tradition of pesantren salaf. Leadership Kyai in pesantren Al-Mu'awanah west Bandung regency is leadership that is capable of holding the principle of local value, and ably interact face of global values. The leadership makes Al-Mu'awanah Pesantren can maintain tradition so as to face the global values that struck in Al-Mu'awanah Pesantren district of west Bandung. Keywords: Leadership of Kyai, Tradition of Pesantren, Pesantren of Khalafi AbstrakPondok Pesantren Al-Mu’awanah Kab. Bandung Barat melakukan pengembangan sistem pendidikan terpadu dengan mengkombinasikan pendidikan salafi dan modern atau biasa disebut sistem pesantren khalafi. Pesantren Al-Mu’awanah memiliki ciri khas pesantren salafi seperti pengajian kitab kuning/ klasik (kutub atturats) dengan sistem sorogan dan wetonan, dan pada waktu yang sama memiliki sekolah formal. Pimpinan pesantren Al-Mu’awanah Kab. Bandung Barat beranggapan bahwa sistem pesantren khalafi adalah sistem terbaik untuk diimplementasikan di pesantren. Ketika sistem salaf melakukan pembaharuan dengan menggunakan sistem pesantren khalafi, dikhawatirkan pesantren tidak mampu mempertahankan tradisi yang sudah mengakar. Oleh karena itu, kepemimpinan kyai sangat penting dalam mempertahankan tradisi pesantren salaf. Kepemimpinan kyai di pondok pesantren Al-Mu’awanah Kab. Bandung Barat adalah kepemimpinan yang mampu memegang prinsip nilai lokal, dan cakap berinteraksi menghadapi nilai-nilai global. Kepemimpinan tersebut membuat pondok pesantren Al-Mu’awanah dapat mempertahankan tradisi pesantren yang telah mengakar sehingga mampu menghadapi nilai-nilai global yang melanda di pondok pesantren Al-Mu’awanah Kab. Bandung Barat. Kata Kunci: Kepemimpinan Kyai, Tradisi Pesantren, Pesantren Khalafi
Mengatasi Problema Keluarga Menuju Keluarga Sakinah Ikin Asikin
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 1, No 2 (2001): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v1i2.2046

Abstract

Mengatasi Problema Keluarga Menuju Keluarga Sakinah
Model Pengembangan Kegiatan Keagamaan pada Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Luqman SMA Negeri 10 Bandung Nan Rahminawati
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6, No 2 (2017): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v6i2.4629

Abstract

Religious education is one of three compulsory subjects given to each type, path, and level of education. Implementation of religious education one of them conducted the Moslem Youth Association (IRMA) which was formed and located in the High School (SMA). IRMA plays a strategic role in conducting religious guidance because it is done in a peer-group. One of the State High School (SMA) State that set extracurricular in the field of spiritual development under the school mosque is SMA Negeri 10 Bandung. Implementation of activities carried out IRMA in SMA Negeri 10 interesting to investigate further so that it can be used as a model for the implementation of extra-curricular activities similar in other high schools. Based on the methods and techniques used in this study, the final result is obtained that: The model developed in the implementation of 11 (eleven) activities is grouped on the information processing model, social, and behavioral. Furthermore, the model of development of religious activities on IRMA Luqman SMA Negeri 10 Bandung can use Input, Process, Output. Keywords: Mosque Youth Ties, extracurricular, religious activities.  Abstrak Pendidikan agama merupakan salah satu dari tiga mata pelajaran wajib yang diberikan pada setiap jenis, jalur, dan jenjang pendidikan. Implementasi pendidikan agama salah satunya dilakukan Ikatan Remaja Masjid (IRMA) yang dibentuk dan  berada di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA). IRMA memegang peranan strategis dalam melakukan pembinaan keagamaan, karena dilakukan secara peer-group. Salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang menetapkan ekstra kurikulernya dalam bidang pembinaan keagamaan di bawah Masjid sekolah adalah SMA Negeri 10 Bandung. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan IRMA di SMA Negeri 10 menarik untuk diteliti lebih lanjut, sehingga dapat dijadikan model dalam pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler serupa di SMA lainnya. Berdasarkan metoda dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini, diperoleh hasil akhir bahwa: Model yang dikembangkan pada pelaksanaan 11 (sebelas) kegiatan dikelompokkan pada model processing information, social, dan behavioral. Selanjutnya, model pengembangan kegiatan kegamaan pada IRMA Luqman SMA Negeri 10 Bandung dapat menggunakan model Input, Proses, Output. Kata kunci : Ikatan Remaja Masjid, ekstra kurikuler, kegiatan keagamaan.
Kontribusi Pendidikan Agama Islam Terhadap Perubahan Sikap Keagamaan Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Di Stik Bina Husada Palembang Rahmi Musaddas
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5, No 1 (2016): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v5i1.1988

Abstract

Pendidikan agama Islam memiliki kontribusi yang sangat besar dalam upaya memberikan pembekalan kemampuan intelektual tinggi serta memiliki sikap keagamaan yang baik pada diri peserta didik. Namun, lahirnya era globalisasi menyebabkan masuknya budaya-budaya asing secara global sehingga krisis moral melanda masyarakat modern. Akibatnya, kehidupan anak-anak jauh dari nilai-nilai agama. Untuk itu, pendidikan haruslah dilihat sebagai bagian yang utuh, yang memosisikan pendidik, materi pelajaran, metode pembelajaran yang diberikan, serta lingkungan peserta didik sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pembentukan karakter peserta didik menjadi anak yang saleh.
Menuju Sistem Pendidikan Islam Fahmy Lukman
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2, No 2 (2002): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v2i2.2055

Abstract

Menuju Sistem Pendidikan Islam
Pola Asuh Anak Usia Dini Keluarga Muslim Dengan Ibu Pekerja Pabrik Diki Gustian; Erhamwilda ,; Enoh ,
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7, No 1 (2018): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v7i1.3532

Abstract

AbstractThis study aims to obtain a comprehensive picture of parenting, inhibiting factors, religious education, and the role of the father in educating young children. This research uses the qualitative approach with the descriptive method and in-depth interview technique, observation, and documentation. The subjects in this study were 5 Muslim families with mothers working in factories and having an early childhood. The research was conducted in RW 04 Cipeuteuy village, Baros Village, Arjasari Subdistrict, Bandung Regency. The results showed: mothers studied tend to use permissive parenting perspective uninvolved & permissive indulgent. In the formation of behavior, mothers do not have clear methods and standards, punishing children can be a source of child development problems. Mother factory workers with husbands work and have full attention to the family, more able to divide the time between work, paying attention to education and child development, and instill religious values. Mothers and their families need an Islamic parenting program. Keywords: Foster Patterns; Child; Muslim Family, Mother Workers Factory  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang pola asuh, faktor penghambat pengasuhan, pendidikan agama, dan peran ayah dalam mendidik anak usia dini.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik in-depth interview, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah 5 keluarga muslim dengan ibu bekerja di pabrik dan memiliki anak usia dini. Penelitian dilakukan di RW 04 kampung Cipeuteuy, Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan: ibu-ibu yang diteliti cenderung menggunakan pola asuh permisive negleting uninvolved & permissive indulgent. Dalam pembentukan perilaku, ibu-ibu belum punya metoda dan standar yang jelas, menghukum anak dapat menjadi sumber masalah perkembangan anak. Ibu pekerja pabrik dengan suami bekerja dan punya perhatian penuh pada keluarga, lebih mampu membagi waktu antara bekerja, memberikan perhatian pada pendidikan dan perkembangan anak, serta menanamkan nilai-nilai agama. Ibu-ibu dan keluarganya memerlukan program parenting Islami. Kata Kunci: Pola Asuh; Anak; Keluarga Muslim, Ibu Pekerja Pabrik 
Menuju Ke Arah Pendidikan Pesantren Jamali Jamali
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2, No 2 (2002): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v2i2.2063

Abstract

Menuju Ke Arah Pendidikan Pesantren
Pengembangan Model Inclusive QFaA dalam Pendidikan Islam untuk Siswa dengan Pembelajaran Bagi Disabilitas di Malaysia Norfishah Mat Rabi; Nor Hasnida Che Md Ghazali; Norwaliza Abdul Wahab; Nor Aizal Akmal Rohaizad
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6, No 2 (2017): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v6i2.2860

Abstract

AbstractIslamic Education is a compulsory subject in National Curriculum in Malaysia. This subject is taught to all Muslim student in primary and secondary school including a student with a learning disability (SLD). SLD was identified having a problem in the learning process, and they need extra effort to learn.   This study is conducted to develop a model of teaching reciting Al-Quran, prayer, and Arabic in Islamic Education for SLD. The objective of the study was covering identification of screening items, timetable planning, teacher’s qualifications, teaching aids, and assessment methods. The sample consisted of 15 Special Education teachers and 15 mainstream teachers from a secondary school in Perak. This case study was involving focus group interview and analysis of documents. The analysis of data based on qualitative method and findings reported descriptively using percentage values.  The findings showed that Special Education and mainstreams teacher supported the construct to be used in the development of the QFaA Inclusive Model with different views on the elements for screening items, timetable planning, teaching aids, assessment methods, and teacher’s qualifications.  This model can be a guide in providing an inclusive model on teaching and learning of Al-Quran, prayers, and Arabic to students with learning disabilities in an inclusive program. The QFaA Inclusive Model will provide an alternative model for teachers and the school to modify the current model to be in line with the needs of the students. Keywords: Inclusive Model, Islamic Education, Learning Disability. AbstrakPendidikan Islam merupakan mata kuliah wajib di Kurikulum Nasional di Malaysia. Subjek ini diajarkan kepada semua siswa Muslim di sekolah dasar dan menengah termasuk siswa dengan ketidakmampuan belajar (SLD). SLD diidentifikasi memiliki masalah dalam proses belajar dan mereka membutuhkan usaha ekstra untuk belajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan model pengajaran membaca Al-Quran, sholat dan bahasa Arab dalam Pendidikan Islam untuk SLD. Tujuan penelitian ini meliputi identifikasi item skrining, perencanaan jadwal, kualifikasi guru, alat peraga, dan metode penilaian. Sampel terdiri dari 15 guru Pendidikan Khusus dan 15 guru utama dari sekolah menengah di Perak. Studi kasus ini melibatkan wawancara kelompok fokus dan analisis dokumen. Analisis data berdasarkan metode kualitatif dan temuan dilaporkan secara deskriptif dengan menggunakan nilai persentase. Temuan menunjukkan bahwa guru Pendidikan Khusus dan arus utama mendukung pembangunan tersebut untuk digunakan dalam pengembangan Model Inklusif QFaA dengan pandangan yang berbeda mengenai elemen untuk item skrining, perencanaan jadwal, alat bantu pengajaran, metode penilaian, dan kualifikasi guru. Model ini bisa menjadi panduan dalam menyediakan model inklusif tentang pengajaran dan pembelajaran Al-Quran, doa dan bahasa Arab kepada siswa dengan ketidakmampuan belajar dalam program inklusif. QFaA Inclusive Model akan menyediakan model alternatif bagi guru dan sekolah untuk memodifikasi model saat ini agar sesuai dengan kebutuhan siswa. Kata Kunci: Model Inklusif, Pendidikan Islam, Ketidakmampuan Belajar.

Page 3 of 32 | Total Record : 314