cover
Contact Name
Moh. Farhan Qudratullah
Contact Email
aching_lo@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jbs.or.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi
ISSN : 25489593     EISSN : 26548348     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi contains original research about the results of community service activities. The community service activities include the implementation of research results, the application of appropriate technology, the dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models; in the fields of science and technology and based on Islamic values.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2022)" : 4 Documents clear
Pendampingan Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) Sebagai Bahan Rempah Dalam Pembuatan Inovasi Makanan Herbal Penambah Immunitas Iseu Laelasari; Nabila Zakiyatus Syadza
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Rejosari Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus merupakan sebuah wilayah yang dipadati oleh beberapa sektor industri. Disamping itu juga terdapat banyak sumber daya alam berupa jahe yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan olahan makanan herbal yang sangat bermanfaat bagi tubuh seperti puding jahe. Keberadaan jahe sebagai tanaman rempah-rempah, sengaja ditanam warga sekitar dan bahkan dapat tumbuh liar diberbagai kondisi tropis ternyata dapat bermanfaat sangat baik untuk tubuh jika diolah menjadi makanan seperti puding jahe. Jahe tersebut mengandung senyawa kurkumin yang berfungsi sebagai imun dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu jahe mengandung antioksidan yang cukup tinggi sehingga bermanfaat dalam menangkal radikal bebas pada tubuh. Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi ibu-ibu PKK di Desa Rejosari untuk lebih mengenal manfaat dan potensi Jahe sebagai tanaman herbal serta memanfaatkan jahe sebagai bahan dalam membuat inovasi olahan makanan herbal berupa puding jahe yang potensial untuk dikomersilkan. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini yakni berupa sosialisasi dan demonstrasi melalui pelatihan langsung terhadap subjek pendampingan yakni sejumlah 15 orang anggota PKK di Desa Rejosari, Dawe Kudus. Data yang diperoleh dijelaskan secara deskriptif untuk mendeskripsikan proses dan hasil pendampingan yang dilakukan. Hasil dari kegiatan pendampingan ini secara khusus memberikan informasi mengenai ragam manfaat jahe serta pengolahan puding jahe sebagai inovasi makanan olahan rempah-rempah, dengan memberikan penjelasan mengenai tahapan proses pembuatan, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung yang hasilnya dapat memberikan pengetahuan baru dan keterampilan dalam mengolah rempah jahe khususnya bagi para penggiat PKK di Desa Rejosari Dawe Kudus. [Rejosari Village, Dawe District, Kudus Regency is an area that is crowded by several industrial sectors. In addition, there are also many natural resources in the form of ginger which can be used as a basic ingredient for making herbal foods that are very beneficial for the body such as ginger pudding. where ginger is a spice plant, deliberately planted by local residents and can even grow wild in various tropical conditions, it turns out that it can be very beneficial for the body if it is processed into food such as ginger pudding. Ginger contains curcumin compounds that function as immune in boosting the immune system. In addition, ginger contains antioxidants that are high enough so that it is useful in warding off free radicals in the body. This activity aims to assist PKK women in Rejosari Village to get to know the benefits and potential of ginger as an herbal plant and to use ginger as an ingredient in making herbal innovations in the form of ginger pudding which has the potential to be commercialized. The method used in this activity is in the form of socialization and demonstration through direct training on the subject of mentoring, namely a number of 15 PKK members in Rejosari Village, Dawe Kudus. The data obtained were described descriptively to describe the process and results of the assistance carried out. The results of this mentoring activity specifically provide information about the benefits of ginger and processing ginger pudding as an innovative spice-processed food, by providing an explanation of the stages of the manufacturing process, followed by direct practice, the results of which can provide new knowledge and skills in processing ginger spices. for PKK activists in Rejosari Dawe Kudus Village.]
Pelatihan Reference Manager, Management Cite on Your Research, Tools: Mendeley, Zotero, End Note Endra Yuliawan; Wildan Nadiyal Ahsan; Sophan Sofian; Bambang Sugiantoro; Shofwatul 'Uyun; Maria Ulfa Siregar
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan karya ilmiah yang yang memerlukan tata cara penulisan yang sesuai dengan kaedah-kaidah penulisan yang benar sesuai dengan sitasi sehingga tidak menimbulkan plagiasi merupakan hal yang wajib dipahami oleh semua peneliti yang melakukan karya ilmiah. Tools atau alat yang tepat dalam mengorganisir kebutuhan ini sangat membantu peneliti agar sesuai dengan ketentuan yang distandarkan oleh masing-masing jurnal, karya tulis ilmiah dan prosiding. Kegiatan Webinar dan Sharing Seassion ini merupakan proses pendampingan yang berorientasikan pada tata laksana secara impelementasi sehigga mahasiswa khusus nya jenjang sarjana dapat melakukan penulisan karya ilmiah nya dengan benar sesuai kaedah-kaedah penulisan karya ilmiah dengan mensitasi karya peneliti lain tanpa melakukan plagiasi atau mengutip tanpa menyertakan sumber referensinya. Pada pelaksaan kegiatan ini dilakukan secara online atau daring dikarenakan kondisi yang masih belum memungkinkan dilakukan secara tatap muka dan sebagai kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan dari virus Corona (Covid-19). Dari hasil pemaparan materi, diskusi dan hasil implementasi secara langsung dapat disimpulkan sesuai dengan yang diharapkan dengan peserta 71.6% adalah jenjang mahasiswa 28.4% jenjang pasca sarjana dengan demikian mahasiswa jenjang sarjana dapat mengambil manfaat untuk menyusun karya ilmiah skripsi nya dan pasca sarjana dapat lebih mendalam memahami dalam lakukan sitasi pada tesis dan jurnal yang dituju untuk publikasi. [Writing scientific papers that require writing procedures that are in accordance with the correct writing rules in accordance with citations so as not to cause plagiarism is something that must be understood by all researchers who do scientific work. The right tools or tools in organizing these needs really help researchers to comply with the provisions standardized by each journal, scientific paper, and proceedings. This Webinar and Sharing Session activity is an implementation-oriented mentoring process so that undergraduate students in particular can write their scientific papers correctly according to the rules of scientific writing by citing the work of other researchers without plagiarizing or quoting without including sources. the reference. The implementation of this activity is carried out online or online due to conditions that are still not possible to do face-to-face and as compliance in carrying out health protocols from the Coronavirus (Covid-19). From the results of the material presentation, discussion, and direct implementation results, it can be concluded as expected with 71.6% of participants being 28.4% postgraduate level students so that undergraduate students can take advantage to compose their scientific thesis and postgraduate students can understand more deeply in doing citations on theses and journals intended for publication.]
Pemberdayaan Buruh Migran Masyarakat Pesisir Kulon Progo Melalui Pemanfaatan Kelapa Menjadi Nata de Coco Sofa Mauliyana; Tutik Farihah; Didik Krisdiyanto
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa (Cocos nucifera) adalah tanaman yang dapat dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia dan dianggap sebagai tumbuhan serbaguna bagi masyarakat, khususnya daerah pesisir di ujung Kulonprogo. Di daerah tersebut banyak dijumpai pohon kelapa yang tumbuh namun belum pernah dibuat oleh warga pengolahan kelapa yang menghasilkan nilai ekonomis kelapa lebih meningkat. Oleh karena itu diperlukan program pelatihan dan pendampingan pembuatan nata de coco dari kelapa yang merupakan sumber daya alam melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Pelatihan tersebut dapat memberikan pengalaman bagi warga purna migran dalam berkreasi menciptakan sebuah produk rumah tangga. Harapan dilakukannya program pelatihan pembuatan nata de coco tersebut supaya dapat memberdayakan masyarakat buruh migran di Pasir Mendit, Kulonprogo, meningkatkan skill ibu rumah tangga dalam usaha menaikkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan analisis kuisioner kemanfaataan pelatihan urutan variabel adalah kemanfaatan ekonomi (4.533) dengan standard deviasi (0.74322) disusul dengan variabel keterjangkauan biaya utama (air kelapa) dengan rata-rata (4.2) dan standard deviasi (0.7745). Dua variabel terendah yakni kemudahan identifikasi kegagalan dengan rata-rata 3.133 dan standard deviasi 1.125 dan variabel kemudahan penyimpanan dengan rata-rata 3 dan standard deviasi 0.845. [Coconut (Cocos nucifera) is a plant that can be used in almost all parts by humans and is considered a versatile plant for the community, especially the coastal area at the end of Kulonprogo. In that area, there are many coconut trees that grow but have never been made by the coconut processing community which results in an increased economic value of coconuts. Therefore, it requires a training program and assistance in making nata de coco from coconut, which is an abundant natural resource that has not been fully utilized. This training can provide experience for former migrant citizens in creating a household product. The benefit of the training program for making nata de coco can empower the migrant worker community in Pasir Mendit, Kulonprogo, to improve the skills of housewives in an effort to improve community welfare. Based on the questionnaire analysis, the variable order training benefit is economic benefit (4,533) with a standard deviation (0.74322) followed by the main cost affordability variable (coconut water) with an average (4.2) and a standard deviation (0.7745). The two lowest variables were the ease of identification of failures with a mean of 3.133 and a standard deviation of 1.125 and the variable of ease of storage with a mean of 3 and a standard deviation of 0.845.]
Ficus sp. Lokal untuk Konservasi Air pada Kawasan Wisata Merapi di Desa Wisata Jaka Garong, Wonokerto, Turi, Sleman Taufiq Aji; Sutriyono; Muhammad Farhan Qudratullah; Win Indra Gunawan
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jbs.3973

Abstract

Ficus sp telah lama dikenal oleh masyarakat sebagai pohon beringin, pohon ara, pohon kresek, pohon iprik; bahkan telah telah digunakan sebagai penamaan suatu wilayah dan terkadang disakralkan. Fakta tersebut serta potensi Ficus yang memiliki keunggulan cepat besar, penghasil oksigen, dan penyimpan air tanah dapat menjadi alternatif bagi konservasi air. Indonesia sebagai negara tropis juga tidak luput dari ancaman krisis air, memerlukan kesadaran bersama masyarakat untuk mencegahnya. Salah satu alternatif penyampaian kesadaran adalah dengan memberikan muatan edukasi tentang penghijauan khususnya menggunakan Ficus sp, pada kawasan wisata alam. Penelitian ini membahas upaya konservasi air pada Desa Wisata Jaka Garong yang terletak pada kawasan Merapi, dengan memanfaatkan Ficus sp. [Ficus sp has long been known by the locals as beringin trees, ara trees, kresek trees, iprik trees; it has even been used as the naming of an area and is sometimes sacred. This fact and the potential of Ficus which has the advantage of growing quickly, producing oxygen, and storing groundwater can be an alternative for water conservation. Indonesia as a tropical country are also facing the threat of a water crisis, requiring public awareness to prevent it. One alternative to convey awareness is to provide educational content about reforestation, especially using Ficus sp, in natural landscape tourism areas. This study discusses water conservation efforts in the Jaka Garong Tourism Village which is located in the Mount Merapi area, by utilizing Ficus sp.]

Page 1 of 1 | Total Record : 4