cover
Contact Name
Ani Tjitra Handayani
Contact Email
ani.tjitra@sttnas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jalan Babarsari, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
KURVATEK
ISSN : -     EISSN : 24777870     DOI : https://doi.org/10.33579/krvtk.v4i1
Jurnal KURVATEK diterbitkan pertama kali tahun 2016 oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian masyarakat pada Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Jurnal ini mempunyai misi sebagai media pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang geologi, pertambangan, elektro, sipil, material teknik,konversi energi, enegi terbarukan, serta perencanaan wilayah dan kota. Area tulisan dalam jurnal ini cukup luas. Cakupan penulisan mulai dari kajian pustaka maupun ekperimen yang ditulis dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah yang baik dan benar.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang" : 14 Documents clear
ANALISA PERILAKU DAYA DUKUNG FRIKSI TIANG PANCANG PADA TANAH LEMPUNG Muhammad Mukhlisin
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.577

Abstract

Pondasi pad konstruksi jembatan pada umumnya menggunakan pondasi dalam berupa tiang. Daya Dukung pondasi tiang dipengaruhi oleh parameter tanah yaitu sudut geser dalam (j) dan kohesi (c). Kedua parameter tanah ini dipengaruhi oleh kadar air yang disebabkan oleh perubahan iklim. Pada jenis tanah lempung kondisi tersebut akan mengakibatkan tanah mengalami pengembangan dan penyusutan. Kondisi ini diduga sebagai faktor utama yang mempengaruhi kegagalan struktur pondasi. Penelitian ini menjelaskan pola perilaku perubahan daya dukung friksi pondasi tiang grup akibat perubahan kadar air terhadap waktu melalui pembebanan skala laboratorium. Percobaan dilakukan menggunakan tanah lempung di kampus Politeknik Negeri Semarang, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Model menggunakan tanah remolded dengan 4 buah tiang pancang Ø16 mm, yang direndam dan didiamkan pada suhu ruang dengan durasi waktu 1,3, dan 7 hari. Penelitian ini menggambarkan sebuah fenomena bahwa jenis tanah lempung yang digunakan setelah mengalami penjenuhan dan pengeringan pada suhu ruang, daya dukung friksi tiang tidak kembali seperti kondisi awal walaupun kadar air sudah sama atau lebih rendah dari kondisi awal.
ARAHAN PERENCANAAN RTH (RUANG TERBUKA HIJAU) KABUPATEN KULON PROGO Candra Ragil
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.741

Abstract

Jumlah penduduk terus bertambah, sedangkan ruang yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk pembangunan relatif tetap. Lahan tidak terbangun atau open space menjadi sasaran limpahan pemenuhan kebutuhan akan ruang yang mengakibatkan semakin menurunnya fungsi lingkungan secara umum. Ketersediaan RTH yang cukup merupakan salah satu upaya mempertahankan kualitas fungsi lingkungan secara optimal. RTH menjadi unsur penting untuk keberlangsungan kehidupan manusia khususnya sebagai penyeimbang unsur bangunan di lingkungan perkotaan. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang setiap Kabupaten/ Kota diwajibkan menyediakan sekurang-kurangnya 30% Ruang Terbuka Hijau (RTH). RTH tersebut dimaksudkan sebagai salah satu instrumen untuk menjaga lingkungan perkotaan yang berkelanjutan secara ekologi dengan peningkatan nilai lahan RTH sekaligus merupakan ruang publik yang memiliki manfaat rekreatif dan rasa nyaman karena faktor estetikanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretasi citra dengan tahapan analisis: GIS (geographic information system), analisis kuantitatif dan triangulasi. Dari hasil penelitian akan ditemukan gambaran mengenai kondisi eksisting RTH dan arahan perencanaan RTH di kawasan perkotaan Kabupaten Kulon Progo.   Kata kunci: perkotaan, perencanaan, ruang terbuka hijau
PEMODELAN BAWAH PERMUKAAN MANIFESTASI MINERAL DENGAN METODE GEOMAGNETIK DAERAH PACITAN JAWA TIMUR Fatimah Fatimah
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1113

Abstract

Tulakan Subdistrict, Pacitan Regency, East Java Province. This area is part of the Southern Mountain Zone of East Java, which is the Sunda-Banda magmatic arc of Oligo-Miocene age, where there are alterations and indications of valuable ore minerals. Field magnetic data is taken in an area of 1 x 1 km, with the looping method on the grid trajectory within 200 x 100 m. Then, magnetic data correction and data processing were carried out with Oasis Montaj. From the magnetic anomaly map, the value of high magnetic intensity in the southern part is fresh (intrusive) andesit-dasitic rock as host rock which causes alteration, in the middle has a low magnetic intensity value which is in the direction of the relatively NE-SW river direction, whereas in the north with high intensity is fresh andesite lava. From the image data, it can be seen that the straightness pattern of the geological structure which is dominated by the extensional structure with the direction of NE-SW and E-W is the main trap of epithermal veins carrying ore mineralization mainly Cu, Pb in the study area.
DAMPAK SALURAN TRANSMISSI TEGANGAN EKSTRA TINGGI 500 kV PADA KENDARAAN TANGKI PEMBAWA BAHAN BAKAR FLAMMABLE Budi Utama
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1114

Abstract

Abstraks                                Telah dikerjakan suatu simulasi komputer melalui program Matlab dalam penentuan tegangan pe nyalaan (Igition Voltage) utk kendaraan tangki pembawa bahan bakar cair (Premium dan Liquified Petro leum Gas, LPG). Juga telah dihitung nilai tegangan terbuka yang ditimbulkan oleh intensitas medan listrik, serta membadingkan tegangan penyalaan yang dimiliki oleh tangki dengan tegangan terbuka yang muncul ketika kendaraan tangki melewati kawasan bermedan listrik. Objek penelitian terdiri dari 3 unit kendaraan tangki pembawa bahan bakar masing masing dengan kapasitas volume 5 000 liter dan 16 000 liter isi bahan bakar jenis premium dan  9 500 kg isi bahan bakar jenis LPG.  Hasil penelitian menunjukan bahwa tegangan penyalaan yang dimiliki oleh masing masing tangki adalah : 3014.15 Volt utk tangki 5 000 liter isi premium, 2 773 Volt utk tangki 9 500 kg  isi LPG dan 2 818.66 Volt utk tangki 16 000 liter isi premium. Terungkap dalam penelitian bahwa kendaraan tangki gas LPG kapasitas volume 9 500 kg mempunyai batasan tegangan penyalaan paling rendah, yaitu sebesar 2 773.93 Volt dgn medan listriknya 2 042.66 V/m.
COMPARISON THE PERFORMANCE OF ORDINARY KRIGING AND INVERSE DISTANCE WEIGHTING METHODS FOR MAPPING NICKEL LATERITE PROPERTIES Hendro Purnomo
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1116

Abstract

Pemilihan metode interpolasi yang sesuai untuk memprediksi kadar bijih pada lokasi yang tidak tersampel merupakan hal yang penting untuk pemetaan sebaran anomaly kadar dan estimasi sumberdaya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi hasil estimasi metode ordinary kriging (OK) dan inverse distance weighting (IDW) dalam pemetaan distribusi dan potensi sumberdaya nikel (Ni) dan cobalt (Co) pada zona limonit dan saprolit. Dalam penelitian ini digunakan aplikasi perangkat lunak ArcGis 10.2 dengan Geostatistical Analyst Extention untuk menganalisis data. Untuk pemilihan model variogram dan interpolasi yang terbaik digunakan nilai parameter root mean square error (RMSE) yang diperoleh dari prosedur cross validation. Fitting variogram eksperimental dilakukan dengan model spherical, exponential dan gaussian, sedangkan pemilihan model variogram terbaik dilakukan berdasarkan nilai RMSE terkecil. Pada zona limonit, metode IDW dengan power 2 mempunyai performa terbaik untuk kadar Ni dan Co, sedangkan prosedur OK menghasilkan performa terbaik untuk  ketebalan. Pada zona saprolit metode IDW dengan power 5 mempunyai performa terbaik untuk kadar Ni dan IDW power 1 menunjukkan performa terbaik pada kadar co dan ketebalan. Hasil interpolasi menunjukkan bahwa distribusi nikel dan potensi tambahan sumberdaya pada zona limonit dan saprolit masih terbuka ke arah timur laut dan barat daya daerah penelitian.Kata Kunci: ArcGIS, cross validation, IDW, OK, RMSE
DAYA TAMPUNG TANAH TERHADAP INFILTRASI AIR PERMUKAAN PADA KASUS GENANGAN AREA PERSAWAHAN DESA KATEKAN, GANTIWARNO, KLATEN. Wisnu Aji Dwi Kristanto; Hurien Helmi
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1117

Abstract

Lahan pertanian yang tersedia di Indoesia semakin terbatas. Keterbatasan yang ada dibarengi dengan pemanfaatan yang kurang maksimal. Faktor material penyusun tanah lahan pertanian menjadi salah satu penyebab utama kurang maksimalnya pemanfaatan lahan pertanian. Perbedaan material penyusun tanah, menyebabkan karakter tanah satu dengan yang lain berbeda, diantaranya adalah kemampuan tanah untuk menampung dan meloloskan air. Kemampuan ini sangat mempengaruhi tingkat produktifitas tanah lahan pertanian. Sebagai contoh, tanah pasiran memiliki kemampuan menampung air lebih kecil dibanding dengan tanah lempungan. Tanah dengan ukuran butir pasir halus-pasir kasar memiliki kecepatan meloloskan air sebesar 10-2-10 mm/dtk, sedangkan tanah dengan ukuran butir lanau-lempung  memiliki kecepatan meloloskan air sebesar 10-5-10-8mm/dtk. Desa katekan merupakan daerah yang area persawahannya sering digenangi oleh air permukaan dalam waktu yang tidak wajar pada saat musim penghujan.Dengan pengamatan kondisi geologi dilapangan, Desa Katekan tersusun oleh endapan alluvial lempung di seluruh area persawahan. Sedangkan area yang lain terdiri dari endapan alluvial lempung pasiran. Desa katekan dengan luas lahan pertanian 70,6 ha, dibagi menjadi area persawahan bagian selatan dan bagian utara.Berdasarkan analisa batas cair dan batas plastis, diperoleh daya tampung tanah lapisan atas area persawahan Desa Katekan terhadap infiltrasi air permukaan sebesar 131.219.550 liter untuk area persawahan bagian selatan dan 288.307.415 liter untuk area persawahan bagian utara, permasalahan genangan air permukaan disebabkan oleh kecepatan infiltrasi atau kemampuan meloloskan air kebawah permukaan yang sangat kecil yaitu 0,864 mm/hari  untuk area persawahan bagian selatan dan 0,0864 mm/ hari untuk area persawahan bagian utara sehingga air lebih banyak tertahan dipermukaan menjadi genangan. Kata kunci: Genangan, Daya Tampung Tanah, Batas Cair, Lempung
PENILAIAN KELAYAKAN EKONOMI INVESTASI PERALATAN TAMBANG MENGGUNAKAN METODE INCREMENTAL COST (STUDI KASUS: EXCAVATOR DOOSAN DX 340 LC-5) hidayatullah sidiq; Faisol Mukarrom
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1118

Abstract

Penambangan merupakan kegiatan padat modal, salah satunya pertimbangan investasi dalam kepemilikan peralatan penambangan. Dalam menentukan kapan harus melakukan investasi peralatan juga harus dipertimbangkan. Alternatif pertimbangan penilaian kelayakan ekonomi dalam investasi terdapat beberapa metode, diantaranya adalah metode average cost dan incremental cost. Analisa kelayakan dimulai dengan membuat model life cycle cost excavator Doosan DX 340 LC-5 untuk mengetahui performa biaya yang ditimbulkan akibat penggunaan alat tersebut. Model life cycle cost dimulai dari data tahun 2012 sampai dengan tahun 2018. Biaya dan harga menggunakan dolar ($), dengan konversi dari rupiah ke dolar adalah Rp. 14.000,-. Harga rental alat excavator Doosan DX 340 LC-5 saat pengambilan data ini adalah $ 25,36/ jam. Harga solar industry yang digunakan adalah $ 0,75/Lt, dan gaji operator sebesar $ 1,75/jam. Dari hasil Analisa penggunaan excavator Doosan 340 DX LC5 saat ini tidak layak jika diteruskan hingga tahun proyek selesai. Untuk melanjutkan sisa proyek tersebut akan lebih baik jika mendatangkan excavator Doosan 340 unit baru dengan metode sewa walaupun harga sewa lebih mahal dari saat ini, tetapi dengan PA unit yang baik maka average unit cost akan lebih menguntungkan dibandingkan tetap menggunakan alat yang lama. Alternatif mendatangkan unit dengan cara membeli alat tidak direkomendasikan karena dilihat dari analisis incremental cost pada cash flow terlihat NPV dan ROR yang lebih kecil sehingga tidak layak secara ekonomi.
KLASIFIKASI JENIS BATUAN DI KOTAMADYA DENPASAR DAN SEKITARNYA BERDASARKAN NILAI VS30 Randi Adzin Murdiantoro
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1130

Abstract

Kotamadya Denpasar dan sekitarnya memiliki potensi sebagai daerah rawan bencana gempabumi. Hal ini dikarenakan aktivitas tektonik yang mengapit pulau Bali. Salah satu upaya mitigasi bencana gempabumi yaitu dengan mengetahui struktur batuan bawah permukaan suatu daerah. Upaya ini dapat dilakukan dengan mengklasifikasi jenis batuan secara in situ menggunakan perhitungan nilai Vs30. Data kecepatan gelombang sekunder diperoleh dari pengukuran mikrotremor array dan model topografi United Stated Geological Surveys. Pengolahan data menggunakan metode Spacial Autocorrelation untuk memperoleh kurva dispersi dan pemodelan struktur kecepatan gelombang sekunder. Model topografi digunakan  sebagai pembanding data Vs30 dari mikrotremor array. Hasil perhitungan kemudian dicocokan dengan SNI1726:2012 untuk mengklasifikasi batuan. Hasil perhitungan menunjukan sebaran nilai dari 171,32 – 764,62 m/s. Wilayah Kecamatan Denpasar selatan memiliki nilai Vs30 yang rendah karena didominasi batuan lunak. Sedangkan nilai Vs30  tinggi berada di Kecamatan Kuta Utara dan Kecamatan Denpasar Timur. Kata kunci : Denpasar, Mikrotremor, Klasifikasi Batuan
GRANULOMETRIC MODELS OF ZARIA BANTAMENSIS BEDS AT BOJONG AND BAYAH AREA, IN BANTEN PROVINCE Hita Pandita
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1131

Abstract

Several research on mollusk fossils have been done in Indonesia. So far research was focused in the identification of species. Although thestudy ofrelationshipsbetween mollusks fossilsand their environment is important, only a few studies have been carried out it in Indonesia. The present study is aimed to reveal the relationships of genus Zaria appearance and sedimentation mechanism and expected to provide an overview of environmental model of Zaria. The methods used are field surveys, laboratory analysis and identification of morphological character of Zaria. Field surveys were conducted in two sites of discovery of Zaria bantamensis fossil in Bayah and Bojong areas. Laboratory work composes of granulometricand statistical analysis of biometric Zaria.The results showed that Zaria bantamensis appeareancewas associated with the rocks of poor sorting characteristics, with medium to fine sand grain sizes. Based on Visher curve the sedimentation mechanism of Bojong samples was dominated by saltation and in Bayah samples was thesuspensions. The results also indicate a possible relationship between shell length and sedimentation mechanism conditions.
TECHNO-ECONOMIC ASSESMENT FOR DISTRIBUTED GENERATION PLACEMENT IN DISTRIBUTION SYSTEM Sugiarto Kadiman
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1132

Abstract

This paper presents a proposed function which is known as techno-economic model for optimal placement of distributed generation (DG) resources in distribution systems in order to minimize the power losses and improve voltage profile. Combined sensitivity factors (CSF), such real power loss reduction index, reactive power loss reduction index, voltage profile improvement index, and life cycle cost, and particle swarm optimization (PSO) are applied to the proposed technique to obtain the best compromise between these costs. Simulation results on IEEE 14-bus test system are presented to demonstrate the usefulness of the proposed procedure.

Page 1 of 2 | Total Record : 14