cover
Contact Name
Ani Tjitra Handayani
Contact Email
ani.tjitra@sttnas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jalan Babarsari, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
KURVATEK
ISSN : -     EISSN : 24777870     DOI : https://doi.org/10.33579/krvtk.v4i1
Jurnal KURVATEK diterbitkan pertama kali tahun 2016 oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian masyarakat pada Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Jurnal ini mempunyai misi sebagai media pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang geologi, pertambangan, elektro, sipil, material teknik,konversi energi, enegi terbarukan, serta perencanaan wilayah dan kota. Area tulisan dalam jurnal ini cukup luas. Cakupan penulisan mulai dari kajian pustaka maupun ekperimen yang ditulis dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah yang baik dan benar.
Articles 265 Documents
EVOLUSI GEOMORFIK MATAROMBEO: DARI CEKUNGAN MESOZOIKUM MENJADI PEGUNUNGAN HOLOSEN Saptono Budi samodro
KURVATEK Vol 1 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v1i1.215

Abstract

Pegunungan Matarombeo merupakan salah satu pegunungan di lengan Tenggara Pulau Sulawesi, dibatasi oleh Sesar Matano di bagian utara dan Sesar Lawanopo di bagian Baratdaya – Selatan  yang menghasilkan struktur geologi yang sangat kompleks. Penelitian ini bertujuan  melakukan kajian geologi, berupa pengamatan morfologi, stratigrafi dan struktur geologi untuk mengetahui evolusi geomorfik yang bekerja di Pegunungan Matarombeo. Metode yang dilakukan adalah  interpretasi terhadap citra ifsar, pengamatan geologi lapangan, dilanjutkan dengan pengamatan petrografi, paleontologi, dan analisis struktur geologi. Berdasarkan kajian stratigrafi, terutama lingkungan pengendapan batuan serta digabungkan dengan hasil analisis struktur geologi dan evolusi tektonik yang terjadi, diperkirakan evolusi geomorfik di daerah Matarombeo diawali pada masa Mesozoik berupa cekungan dasar laut hingga sekarang menjadi pegunungan.
PENGARUH VARIASI TEGANGAN DAN WAKTU PELAPISAN TERHADAP KEKILAPAN, KEKERASAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN ALUMINIUM Ade Irvan Tauvana
KURVATEK Vol 1 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v1i1.216

Abstract

The objectives of this research are to determine the influence the voltage and time variations of nickel plating against braightness, hardness, and surface roughness of aluminum specimen and to determine the optimum conditions of coating, so that the condition was obtained plating process copper, nickel and chromium are the most effective which can produce the highest brightness and hardness. Materials Testing square with a length of 5cm, 5cm wide and 0.5 cm thick. Specimen coated copper (12V, during 5 second), then coated with nickel (1V, 2V, 3V, 4V, during 5,10,15,20,25 minutes) variation of voltage and time in the nickel plating is an independent variable of this research, and then coated with chromium (12V during 5 second). Tests conducted to determine surface brightness, hardness and surface roughness. Brightness test conduct with Luxmeter, hardness test with micro Vickers method with a 10gr load, and surface roughness test with roughness test. Brightness test result shows that specimen (2V,25 minutes) have the highest brightness (78%), and specimen (1V, 5 minutes) have the lowest brigthness(50%). Hardness test results show that the raw material surface have the hardness of is 38.3 VHN, shown at the highest hardness of specimens (2V, 25 minute) = 229 VHN and specimens (3V, 20 minute) = 229 VHN, an increase of 497.9% compared to the basic specimen hardness.
REKAYASA PERALATAN PENDETEKSI DINI KERUSAKAN PADA MOTOR LISTRIK BERBASIS KOMPUTER tugino tugino tugino; harianto harianto harianto; Widian Cahyo Widian Cahyo
KURVATEK Vol 1 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v1i1.219

Abstract

Motor listrik banyak digunakan di industri. Apabila terdapat kerusakan, sejak dini dapat dideteksi dari suhu getaran dan arusnya. Perubahan suhu getaran dan arus  motor listrik yang abnormal terjadi disebabkan karena  adanya kerusakan diantaranya kerusakan pada bearing, ketidak seimbangan beban, miss alighment, kegagalan isolasi pada lilitan motor dan lain-lain.          Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat monitoring suhu getaran dan arus pada  motor listrik berbasis Bahasa Program Labview. Penelitian ini dapat digunakan untuk membantu mendeteksi secara dini terjadinya kerusakan awal pada motor listrik yang dapat menyebabkan pola suhu getaran dan arusnya  yang cenderung naik, sehingga dapat medukung program  pemeliharaan pada motor listrik.  Peralatan  tersebut terdiri dari  sensor suhu getaran dan arus yang diletakkan pada motor listrik. Keluaran sensor kemudian masuk ke Data Akuisisi kemudian ke komputer dengan komunikasi USB serta komputer yang diprogram dengan Labview.         Setelah melakukan pengujian  maka didapat bahwa alat telah dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan. Pengujian pola suhu getaran dan arusnya  pada motor listrik yang mengalami gangguan akan cenderung lebih tinggi dari pada motor bekerja normal. Pada pengujian juga terlihat bahwa jika kenaikan suhu getaran dan arus tersebut melebihi batas yang telah diseting maka alat akan menyalakan alarm..
MEREDUKSI KECELAKAAN LISTRIK DAN PENINGKATAN EFISIENSI ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG PERKANTORAN TUA MELALUI RETROFITTING Iyus Rusmana
KURVATEK Vol 1 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v1i1.220

Abstract

AbstrakKebakaran pada gedung perkantoran sering kali disebabkan oleh kecelakaan listrik, terutama gedung tinggi yang rata-rata berusia lebih dari 20 tahun. Hal tersebut merupakan akibat dari perubahan fungsi ruang yang tidak diimbangi dengan penyesuaian instalasi listrik yang memadai. Di samping itu, minimnya pemeliharaan turut serta memperburuk keamanan dan kualitas daya guna listrik. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu upaya  yang dapat dilakukan adalah dengan cara retrofitting. Penelitian dilakukan melalui survey pengukuran dan observasi visual pada gedung perkantoran di Jakarta. Setelah dilakukan retrofitting dari hasil analisis data, dapat ditunjukan bahwa konsumsi energi pada beban puncak dapat dihemat sampai dengan 27%. Sedangkan resiko kecelakaan listrik dapat ditekan serendah-rendahnya dengan memperbaiki sistem instalasinyaKata kunci : Retrofitting, Kecelakaan Listrik, Efisiensi  AbstractFire case in office buildings mostly occurs by some electrical accidents; especially it happens in most multi-storey building with twenty years old or more. It caused by some altering room function without any proper electrical installation adjustment. Moreover, less-maintenance issue made its installation quality, electrical safety and efficiency getting worse. Those issues can generates some electrical hazard risks, and also turns out of abundant energy consumption. These problems can be resolved by retrofitting. The research was conducted in Jakarta by measuring survey and visual identification. According to the data analysis, retrofitting can reduce about 27% building power consumption at peak load and it can avoid any electrical hazards.Key words : retrofitting, electrical hazard, efficiency
PROCESS IN THE HYDROTHERMALLY ALTERED AREA AT SOUTHERN MOUNTAIN OF LOMBOK ISLAND, INDONESIA dwi winarti; Srijono Srijono
KURVATEK Vol 1 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v1i1.222

Abstract

Landslide disasters are abundant in the mountainous areas of Lombok Island, Indonesia. Most landslides frequently occur in areas intensively suffered by hydrothermal alteration including Pelangan Village at Southern Mountain, West Lombok Regency. The objective of this study are to identify the most important factors controlling landslide and also to analyze the landslide susceptibility zones in the hydrothermally altered area. For this purpose, it is necessary to prepare the landslide investigation and landslide susceptibility map. In this study, the AnalyticalHierarchyProcess (AHP) is used to develop landslide susceptibility map. The landslide susceptibility was analyzed by applying weighting and scoring on each factor controlling the landslide occurrence, such as hydrothermal alteration, slope inclination, distance to lineament, and landuse.The result shows that hydrothermal alteration and slope inclination are the most important parameters to landslide occurence (39.35%), and the least important factor are distance to lineament (13.76%), and landuse (7.54%). The high susceptible zones (HS) cover about 34.20% of the total study area. The moderate susceptible zones (MS) cover about 18.40% of the total area, while about 27.80% of the total study area were classified as being the low susceptible zone (LS), and about 19.60% of the total study area are  classified as very low susceptible zone (VLS).   
POTENSI LIKUIFAKSI PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG DI DESA TRIHARJO, WATES, KULON PROGO, D.I. YOGYAKARTA Amalia Suciati; Dwi Fitri Yudiantoro; Purwanto Purwanto
KURVATEK Vol 7 No 1 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i1.2294

Abstract

Bahaya ikutan gempa salah satunya adalah likuifaksi. Menyadari kondisi geologi ini pemerintah D.I. Yogyakarta mempertimbangkan dan memperhitungkan risiko dengan melakukan upaya mitigasi, salah satunya dengan mengkaji potensi bahaya likuifaksi pada rencana pembangunan Embarkasi Haji Yogyakarta di Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik endapan aluvial terhadap potensi likuifaksi pada perencanaan pembangunan Gedung. Metode yang digunakan adalah metode deterministic dan probabilistic. Data yang digunakan adalah data geolistrik, muka air tanah, bor SPT, granulometri dan mekanika tanah. Hasil penelitian menunjukkan faktor keamanan terhadap likuifaksi lapisan 1 (0-1m) FS kritis di Mw 3.7, lapisan 2 (1–6m) FS kritis di Mw 4.5, lapisan 3 (6–9 m) FS kritis di Mw 3.8, lapisan 4 (9–13 m) FS kritis di Mw 3.5 dan lapisan 5 (13–20 m) FS kritis di Mw 3.0. Menginterpretasi likuifaksi daerah tersebut maka dalam pengembangan wilayah ini harus memperhatikan bahaya gempa dan bahaya likuifaksi.
EVALUASI KAWASAN RAWAN ERUPSI GUNUNG MERAPI LERENG SELATAN KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA Paramitha Tedja Trisnaning; Obrin Trianda
KURVATEK Vol 7 No 1 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i1.2746

Abstract

Gunung Merapi, salah satu gunungapi aktif di Indonesia telah mengalami 28 erupsi sepanjang kurun abad 20. Gunungapi dengan ketinggian 2.986 mdpl dan terletak pada bagian utara Yogyakarta telah menjadi ancaman bagi daerah sekitarnya, termasuk Jawa Tengah. Erupsi terbesar pada November 2010 lalu dengan produk aliran piroklastik mencapai 15 km, menyebabkan 386 jiwa meninggal, 15.366 jiwa mengungsi, dan kerusakan di wilayah Sleman mencapai Rp 2,14 Triliun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan melakukan pemetaan tingkat kerawanan maupun risiko bencana akibat aktifitas Gunung Merapi, khususnya pada daerah lereng selatan. Adanya pemetaan tingkat kerawanan dan risiko tersebut dapat sebagai upaya memperkecil korban jiwa, kerusakan maupun kerugian di masa mendatang. Penelitian dilakukan dengan metode pemetaan permukaan guna menghasilkan peta parameter, selanjutnya dilakukan analisis terkait tingkat kerawanan dan risiko menggunakan Sistem Informasi Geografi. Mengacu Permen PU/No.21/PRT/M/2007, pemanfaatan lahan KRB III pada daerah penelitian belum sesuai Permen yang berlaku dengan tingkat risiko bencana tinggi dan rendah. KRB II dan I telah dikembangkan sesuai peruntukannya pada Permen PU/No.21/PRT/M/2007 dengan tingkat risiko bencana KRB II sedang hingga tinggi dan KRB I memiliki tingkat risiko rendah.
IDENTIFIKASI MORFOMETRI DAS SERANG DARI CITRA SRTM Adi Prabowo
KURVATEK Vol 7 No 1 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i1.2762

Abstract

Lokasi penelitian merupakan DAS Serang yang masuk dalam wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek morfometri DAS Serang dengan cara menghitung luas, Panjang, keliling, orde dan percabangan sungai, kerapatan sungai, serta pola pengaliran berdasarkan kenampakan yang terekam pada citra SRTM. Penelitian ini dilakukan dengan metode utama berupa interpretasi citra penginderaan jauh SRTM dan menghitung morfometri DAS dengan menggunakan software ArcGIS. Hasil perhitungan didapatkan luas DAS Serang 305,404 km2, panjang sungai 27,25 km, keliling DAS 107,353 km, tingkat percabangan sungai 2,45, kerapatan alur sungai 0,089. Berdasarkan hasil tersebut di atas maka DAS Serang dikontrol oleh tektonik dengan porositas batuan yang bagus sehingga tingkat infiltrasi tinggi.
PEMODELAN DAERAH TANGKAPAN HUJAN DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI GLOBAL MAPPER Mohammad Fathur Rozi; Peter Eka Rosadi
KURVATEK Vol 7 No 1 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i1.2775

Abstract

Daerah tangkapan hujan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sistem penyaliran tambang. Semakin luas daerah tangkapan hujan maka semakin banyak debit air limpasan yang akan masuk ke lokasi penambangan. Banyak cara yang dapat digunakan untuk membuat pemodelan daerah tangkapan hujan baik secara manual dengan melakukan digitasi menggunakan Global Positioning System maupun menggunakan bantuan aplikasi salah satunya adalah aplikasi Global Mapper. Pada dunia pertambangan, analisis daerah tangkapan hujan digunakan untuk mengontrol dan mengetahui debit air limpasan yang dapat mengganggu kegiatan penambangan. Tulisan ini dibuat untuk mempermudah pemodelan atau penentuan luas daerah tangkapan hujan dengan menggunakan aplikasi Global Mapper. Dengan menggunakan data elevasi dan morfologi yang terdapat pada Digital Elevation Model (DEM) maka dapat ditentukan luas dari daerah tangkapan hujan. Setelah mengetahui luas daerah tangkapan hujan, maka sistem penyaliran dapat dirancang dengan optimal.
PENENTUAN KOEFISIEN TRANSFER MASSA PADAT CAIR PADA SISTEM TAWAS AIR DENGAN VARIASI KECEPATAN PUTARAN DAN DIAMETER PENGADUK Ani Purwanti; Muhammad Yusuf; Wisnu Prayogo; Uli Anita Ambarita
KURVATEK Vol 7 No 1 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i1.3128

Abstract

Solid-liquid mass transfer data is very necessary for the design of mass transfer equipment, in which the coefficient determination is influenced by the rotation speed and diameter of the stirrer. Thus, this study aims to investigate the effect of variations in stirring speed and stirrer diameter on the mass transfer coefficient of a solid-liquid system. This research was conducted in a stainlesssteel stirred vessel with a diameter of 5 – 19.5 cm and a height of 20 cm equipped with baffles. The alum used was sized to pass a 20mesh sieve and retained by a 30mesh sieve. Alum was then put into a vessel with water as a solvent and stirred with stirring speed varies from 100-500 rpm. Every 10 seconds, 5 ml of sample was taken to analyze the concentration of alum by measuring its density. This experiment was carried out with variations in the speed of the stirrer rotation and the diameter of the stirrer with a constant D/Dt ratio. The result showed that there is a relationship between the mass transfer coefficient with the variables studied for the alum-water granular system in a stirred tank. The calculation results show an average deviation error of 0.66%. The dimensionless equation can be used to accurately evaluate the mass transfer coefficient experiment.