cover
Contact Name
Dame Evalina Simangunsong
Contact Email
dameevalinas8@gmail.com
Phone
+6281362434160
Journal Mail Official
penelitian@poltekkes-medan.ac.id
Editorial Address
Jl. Jamin Ginting KM 13,5 Kel. Lau Cih Kec. Medan Tuntungan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist)
ISSN : 26230046     EISSN : 26852764     DOI : 10.36911
Core Subject : Health,
Jurnal PANNMED merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang kefarmasian, analis kesehatan, keperawatan, gizi, kebidanan, kesehatan lingkungan, dan keperawatan gigi.
Articles 748 Documents
EFEKTIFITAS KAPSUL EKSTRAK KUNYIT TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PADA MAHASISWA DI ASRAMA PUTRI KEBIDANAN POLTEKKES MEDAN TAHUN 2018 Aritonang, Ruth Arfriani
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.146 KB)

Abstract

Nyeri menstuari atau dismenore adalah nyeri yang khas terjadi sebelum mesntruasi atau saat menstruasi.Dismenore menggangu setidaknya 60-85% pada masa remaja, yang mengakibatkan banyak ketidakhadirandi sekolah. Kunyit memiliki kandungan seperti kurkuminoid, atsiri, flavonoid yang bermanfaat sebagaianalgetik (pengilang rasa nyeri), antiinflamasi dan sebagainya, sehingga nyeri yang dirasakan pada saatmenstruasi dapat berkurang dengan mengkonsumsi minuman kunyit. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektifitas kapsul ekstrak kunyit terhadap pengurangan nyeri dismenore pada mahasiswa diasrama kebidanan poltekkes medan. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Esperimen Designs with OnePost test-Pretest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa kebidanan tingkat 1 kelas B.Sampel di penelitian ini berjumlah 20 responden. Pengambilan sampel mengunakan purposive sampling.Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dengan analisis data Uji Wilcoxon. Hasil pengukurannyeri dismenore sebelum diberikan kapsul ekstrak kunyit diperoleh nilai rata-rata 4.00 menjadi nilai rata-ratapengukuran dismenore 2.60 setelah diberikan kapsul ekstrak kunyit dengan nilai p=0,000<0,01. Hasilpenelitian ini, ada perbedaan sebelum diberikan kapsul ekstrak kunyit dan setelah diberikan kapsul ekstrakkunyit dalam pengurangan nyeri menstruasi atau dismenore pada mahasiswa kebidanan. Diharapkan agarinstitusi dapat memfasilitasi pengembangan penelitian dengan menambah sumber-sumber buku danmenjalin kerjasama dengan instansi terkait dan pada peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkanpenelitian ini dengan melakukan perbandiangan dan juga menambah dosis.
ISOLASI SELULOSA DARI TONGKOL JAGUNG SEBAGAI BAHAN PENGISI PEMBUATAN TABLET KLORFENIRAMIN MALEAT CETAK LANGSUNG Tarigan, Adil Makmur; Panjaitan, Rosnike Merly; Tampubolon, Antetti
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.253 KB)

Abstract

Biomassa secara sempit didefenisikan sebagai bahan (material) yang berasal dari tumbuhan terestrial (darat).Biomassa tumbuhan sebagian besar berupa biomassa lignoselulosa yang tersusun dari selulosa, hemiselulosa,dan lignin. Selain itu pectin, protein, lemak dan abu yang terdapat dalam jumlah kecil. Salah satu biomassalignoselulosa adalah limbah tongkol jagung. Tongkol jagung merupakan bahan berlignoselulosa dengankadar serat 49,99% berpotensi sebagai sumber bahan baku pembuatan selulosa. Derivat selulosa merupakaneksipien yang penting dalam farmasi. Salah satu turunan selulosa adalah selulosa mikrokristal yangdiperdagangan dikenal dengan nama Avicel yang sering digunakan sebagai bahan pembantu pembuatantablet. Penelitian ini bertujuan mengisolasi selulosa dari tongkol jagung dan menggunakannya sebagai bahanpembantu pembuatan tablet Klorfeniramin Maleat (tablet CTM) cetak langsung. Tablet Klorfeniramin Maleat(tablet CTM) yang dibuat dengan bahan pembantu selulosa dari tonggkol jagung dibandingkan dengan tabletCTM yang dibuat dari Avicel dan tablet CTM yang beredar dipasar. Data persyaratan evaluasi tablet menurutFarmakope Indonesia Edisi IV diuji dengan SPSS for Windos 16 dengan mencari nilai uji kesamaan rata-rata.Isolasi selulosa dari tongkol jagung dengan proses maserasi dengan etanol kemudian dihidrolisamenggunakan asam klorida. Selulosa diperoleh 49,39 % dengan optimum asam klorida konsentrasi 7%.Selulosa Tongkol Jagung dapat digunakan sebagai bahan pembantu pembuatan tablet Klorfeniramin Maleat(tablet CTM) cetak langsung. Tidak ada perbedaan yang bermakna (α = 0,05) antara Selulosa tongkol jagunghasil ekstraksi dengan asam klorida 7% dengan Avicel sebagai bahan pembantu pembuatan tabletKlorfeniramin Maleat (tablet CTM) cara cetak langsung.
PENGARUH KETEBALAN PASIR DALAM SARINGAN PASIR DAN ARANG KAYU TERHADAP PENURUNAN KADAR BESI (FE), KEKERUHAN DAN WARNA AIR SUMUR GALI TH, Suprapto; S, Teddy Bambang; Rusli, Mustar
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.717 KB)

Abstract

Air minum yang mengandung besi (Fe) cenderung menimbulkan rasa mual apabila dikonsumsi.Menurut Permenkes RI Nomor :416 / Menkes/Per/IX/1990 yang memenuhi syarat kadar maksimumyang diperbolehkan untuk zat besi (Fe) pada air bersih : 1,0 mg/l, kekeruhan : 25 NTU dan warna : 50TCU. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan pasir dalam saringan pasirdan arang kayu terhadap penurunan kadar besi (Fe),kekeruhan dan warna air sumur gali. Jenispenelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan pre and postes control design. Sampel air sumurgali diambil dari Kelurahan Aur Medan Maimun sebanyak 100 liter. Pretest kadar besi (Fe),kekeruhan dan warna sampel air sumur gali yaitu 1,20 mg/l,18,13 NTU dan 33,80 TCU . Postest yaituhasil pengukuran kadar besi (Fe), kekeruhan dan warna sampel air setelah air dialirkan sebanyak 3liter pada saringan pasir dan arang kayu (pasir Ø : 0,5 - 0,7mm dan arang kayu Ø : 0,5 mm – 1,0cm).Ketebalan pasir pertama 40 cm dan kedua 50 cm). Kontrol menggunakan media saringan pasirkerikil,tebal pasir 60 cm. Replikasi dilakukan sebanyak 8 (delapan) kali. Alat pengukuran kadar besi(Fe), kekeruhan dan warna digunakan Spectrofotometer DR 2800. Analisa data dilakukan dariunivariat, bivariat. Uji kenormalan dengan Kolongorov test, setelah data normal dilakukan uji t-testdan Anova dengan tingkat kepercayaan (α = 0,05). Diperoleh ada pengaruh ketebalan pasir 40 cm, 50cm dalam media saringan pasir dan arang kayu terhadap penurunan kadar besi (Fe), kekeruhan danwarna air sumur gali (p-value = 0,000 < α =0,05), ketebalan pasir 50 cm dalam media saringan pasirdapat menurunkan kadar besi (Fe) sebesar 92,82%. Masyarakat di kota Medan yang memiliki sumurgali yang airnya mengandung kadar besi (Fe) > 1,0 mg/l dapat menggunakan media saringan pasir danarang kayu dengan ketebalan pasir 50 cm. Petugas Puskesmas dapat mensosialisasikan kepadamasyarakat tentang media saringan pasir dan arang kayu dapat menurunkan kadar besi air sumur galidengan ketebalan pasir 50 cm
KARAKTERISTIK KARSINOMA SEL SKUAMOSA RONGGA MULUT Ginting, Rehulina; Betty, Betty; Michelle, Michelle
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.201 KB)

Abstract

Karsinoma sel skuamosa (KSS) adalah tumor ganas yang berasal dari sel epitel skuamosa dan merupakansalah satu jenis kanker ditemukan pada mukosa rongga mulut. Insidensi KSS sekitar 90% dari seluruh jeniskeganasan yang terdapat pada rongga mulut dan frekuensi KSS rongga mulut di Indonesia mencapai 3-5%dari seluruh kanker organ tubuh lainnya. KSS dapat diklasifikasi berdasarkan morfologi karakteristikjaringannya, dimana dibagi kepada tiga jenis yaitu KSS berdiferensiasi baik, sedang dan buruk. Tujuanpenelitian ini adalah untuk melihat karakteristik morfologi KSS rongga mulut berdasarkan jenisdiferensiasinya. Rancangan penelitian ini merupakan deskriptif dengan cara cross sectional terhadap 30sampel blok parafin yang terdiagnosa sebagai KSS rongga mulut yang diperoleh dari Laboratorium PatologiAnatomi FK USU/RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2009-2013, dan dilakukan pewarnaanHematoxylin-Eosin (HE). Preparat diamati di bawah mikroskop cahaya Olympus CX21. Hasil penelitianmenunjukkan KSS berdiferensiasi baik (63%), KSS berdiferensiasi sedang (37%), dan tidak ditemukan KSSberdiferensiasi buruk. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan KSS berdiferensiasi baik lebih banyakdibandingkan KSS berdiferensiasi sedang, dan tidak ditemukan KSS berdiferensiasi buruk.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN PASIEN TB PARU DI RA 3 RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN ep, So
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.184 KB)

Abstract

Penyakit TBC sudah di kenal sejak dahulu kala. Penyakit ini di sebabkan oleh kuman /bakterimycobacterium tuberculosis.Kuman ini pada umumnya menyerang paru-paru, seperti kelejarbening,kulit,usus/saluran pencernaan, selaput otak dan sebagainya. Kecemasan adalah respon ataupengalaman yang menyakitkan yang dialami oleh seseorang terhadap berbagai alat-alat dalam yang tundukdibawah jaringan syaraf bebas, seperti jaringan jantung, alat pernafasan, kelenjar-kelenjar peluh, dan lainlain.Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pasien dapat berasal dari faktor internal dan eksternal.Faktor internal antara lain berupa usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan. Sedangkan faktor eksternal berupaancaman tarhadap integritas biologis dan ancaman terhadap konsep diri. Pengumpulan data di lakukandengan mengunakan kuisioner. Hasil peneltian ini menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkatkecemasan pasian TB paru di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan berdasarkan usia, Jenis Kelamin,Tingkat Pendidikan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang ada di RA 3 dengan sampel 37orang. pembahasan hasil penelitin bahwa responden yang menunjukkan kecenderungan memilik tingkatkecemasan, pasien yang berusia 46-50 tahun memiliki tingkat kecemasan sebanyak (35,1%). Respondenyang berjenis kelamin laki-laki memiliki tingkat kecemasan sebanyak (56,8%). Responden yangberpendidikan SMA yang memiliki tingkat kecemasan sebanyak (35,1%).
HUBUNGAN TINDAKAN EPISIOTOMI DENGAN AKTIVITAS SEKSUAL DI KLINIK BIDAN SWASTA MINTANGENA TARIGAN MEDAN TEMBUNG TAHUN 2014 Hutabarat, Julieta
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.485 KB)

Abstract

Masa nifas merupakan masa kritis dalam kehidupan ibu dan bayi karena 60% kematian ibu terjadi segera setelah kelahiran dan kematian tersebut terjadi dalam 24 jam pertama setelah persalinan. Ibu lebih rentan terkena infeksi selama masa postnatal. Ibu yang mengalami episiotomi pada saat persalinan, luka membutuhkan perawatan untuk penyembuhan, tetapi kadangkala sebagian besar ibu lebih memprioritaskan bayinya dan mengabaikan kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tindakan episiotomi dengan aktivitas seksual di Klinik Bidan Swasta Mintangena Tarigan Medan Tembung Tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey anaitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di klinik Mintagena Tarigan Medan Tembung pada bulan Agustus 2014 – April 2015.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang datang di Klinik Mintagena Tarigan Medan Tembung yaitu sebanyak 30 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tindakan episiotomy dengan aktivitas seksual di Klinik Bidan Swasta Mintangena Tarigan Medan Tembung Tahun 2014. Diharapkan kepada bidan praktek swasta agar tidak melakukan episiotomy apabila tidak ada indikasi sehingga tidak terjadi robekan yang tidak teratur dan melakukan tindakan secara steril
PENGARUH LATIHAN (ROM) PASIF TERHADAP KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS PADA PASIEN STROKE DI RUANG RA4 RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2014 Harahap, Zainuddin
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.935 KB)

Abstract

Stroke merupakan syndrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif, berupa defisit neurologis fokaldan atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian, dan semata-matadisebabkan oleh gangguan aliran darah otak non-traumatik. Jenis penelitian ini adalah penelitianeksperimental dengan rancangan one group pretest dan posttest. Penelitian dilakukan pada Ruang Rindu A4RSUP Haji Adam Malik Medan, yang dilaksanakan mulai bulan Desember 2013 sampai dengan Mei 2014dengan populasi 87 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling yaitu pengambilansampel yang dilakukan dengan kebetulan bertemu yang berjumlah 12 responden. Hasil penelitian diketahuibahwa kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragik sebelum dilakukan latihan Range OfMotion (ROM) pasif memiliki tingkat kekuatan otot yang sangat kecil, kekuatan otot ekstremitas atas padapasien stroke non hemoragik sesudah dilakukan latihan Range Of Motion (ROM) pasif, terjadi perbaikanatau peningkatan. Adanya pengaruh yang signifikan antara sebelum dilakukan latihan Range of Motion(ROM) pasif, terjadi perbaikan atau peningkatan dan adanya pengaruh yang signifikan antara sebelumdilakukan latihan Range Of Motion (ROM) pasif dan setelah tujuh hari pemberian latihan Range Of Motion(ROM) pasif. Hal ini perlu ditingkatkan dengan memberikan latihan lebih lama minimal 4 minggu. Setelahitu, perlu diidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kekuatan otot pasien stroke.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PARTUS LAMA PADA IBU BERSALIN DI RSU HAJI MEDAN TAHUN 2014 Gultom, Lusiana
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1426.397 KB)

Abstract

Salah satu penyebab langsung tingginya AKI di Indonesia ialah partus lama (9%) yang banyak ditemukan pada kelainan letak janin, CPD, kelainan his, dan KPD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian partus lama pada ibu bersalin. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan data sekunder dari rekam medik di RSU Haji Medan periode Januari – Desember 2014. Sampel dalam penelitian untuk kasus dan kontrol berjumlah 80 dengan menggunakan sistematic random sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara umur dengan partus lama (p=0,002), OR= 3,586. Ada hubungan bermakna antara paritas dengan partus lama (p=0,000), OR= 7,013. Ada hubungan bermakna antara kelainan his dengan partus lama (p=0,000), OR= 35,909. Adanya hubungan yang bermakna antara CPD dengan partus lama (p=0,000). Adanya hubungan bermakna antara KPD dengan partus lama (p=0,001), OR= 15,33. Adanya hubungan bermakna antara kelainan letak janin dengan partus lama (p=0,000), OR= 13,00. Disimpulkan bahwa umur, paritas, kelainan his, CPD, KPD, dan kelainan letak janin memiliki hubungan dengan partus lama. Disarankan kepada Organisasi Profesi dan pihak RSU Haji Medan meningkatkan kegiatan seminar dan pelatihan khusus pada seluruh tenaga kesehatan baik mandiri maupun komunitas dalam pencegahan dan penanganan rujukan cepat kasus partus lama.
UJI EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN TEH (Camellia sinensis L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli ani, Amri
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.941 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak ditumbuhi beraneka ragam tanaman yang berpotensisebagai tanaman obat tradisional. Salah satu tanaman yang dapat berguna sebagai obat adalah tanaman teh(Camellia sinensis L.).Tanaman teh mengandung katekin yang berkhasiat sebagai antibakteri dan antidiare.Tujuan penelitian ini untuk melihat efek antibakteri ekstrak daun teh terhadap pertumbuhan bakteriEscherichia coli dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun teh yang dapat menghambat pertumbuhanbakteri Escherichia coli. Bakteri adalah sel prokariotik dan uniselular. Bakteri Escherichia coli merupakansalah satu bakteri gram negatif dan dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran kemih dan diare. Ekstrakdaun teh dibuat secara perkolasi dengan menggunakan etanol 96% sebagai cairan penyari yang kemudiandiuapkan dengan rotavapor. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi yaitumenggunakan media agar yang telah ditanami bakteri, kemudian dibuat 6 hole. Lima hole ditetesi larutan ujiyaitu ekstrak daun teh 2%, 3%, 4%, 5%, 6% dan satu hole ditetesi kontrol negatif yaitu alkohol 96%.Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV, zona hambatan antibakteri yang memuaskan adalah 14-16 mm.Dari data hasil pengamatan dapat dilihat bahwa ekstrak daun teh 2% belum dapat dikatakan sebagaiantibakteri, tetapi sudah dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Ekstrak daun teh 3%, 4%, 5% dan 6%telah dapat dikatakan sebagai antibakteri dengan masing-masing diameter zona hambatnya 14,1 mm; 14,9mm; 15,1 mm; 15,8 mm. Ekstrak daun teh 3% merupakan konsentrasi hambat minimum dalam menghambatpertumbuhan bakteri Escherichia coli. Kontrol negatif yaitu etanol 96% ternyata tidak memiliki efekantibakteri.
PERANAN PENGGUNAAAN DISCLOSING AGENT SEBELUM MENYIKAT GIGI TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK PADA MURID KELAS V SD NEGERI 067247 JL. BUNGA MALEM VII KELURAHAN LAU CIH KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN TAHUN 2015 Manurung, Nelly Katharina
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.586 KB)

Abstract

Menyikat gigi merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan plak pada permukaan gigi. Agar penyikatan gigi lebih efektif dibutuhkan bahan pewarna disclosing agent untuk menunjukkan sisa makanan dan plak yang masih tertinggal pada permukaan gigi sewaktu menyikat gigi. Penelitian bersifat deskriftif dengan metode survey yang bertujuan untuk mengetahui peranan penggunaan disclosing agent sebelum menyikat gigi terhadap penurunan indeks plak pada murid kelas V SD Negeri 067247 Jl. Bunga Malem VII Kelurahan Lau Cih Kecamatan Medan Tuntungan. Data diperoleh melalui pemeriksaan secara langsung pada murid. Sampel penelitian yaitu seluruh murid kelas V yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata indeks plak sebelum menyikat gigi tanpa menggunakan disclosing agent sebesar 1,95 dan sesudah menyikat gigi tanpa disclosing agent menurun menjadi 0,7. Sedangkan rata-rata indeks plak sebelum menyikat gigi dengan menggunakan disclosing agent sebesar 2,21 menurun menjadi 0,5 sesudah menyikat gigi dengan menggunakan disclosing agent. Berdasatkan tingkat kebersihan mulut pada murid kelas V sebelum menyikat gigi tanpa disclosing agent diperoleh kriteria baik 1 orang (3,3%), kriteria sedang 13 orang (43,3%) dan buruk 16 orang (53,3%). Sesudah menyikat gigi tanpa disclosing agent diperoleh kriteria baik 22 orang (73,4%), sedang 6 orang (20%) dan buruk 2 orang (6,6%). Tingkat kebersihan mulut pada murid kelas V sebelum menyikat gigi dengan menggunakan disclosing agent tidak ada kriteria baik, kriteria sedang 8 orang (26,7%) dan kriteria buruk 22 orang (73,3%). Sesudah dilakukan penyikatan gigi dengan menggunakan disclosing agent tingkat kebersihan mulut meningkat dengan kriteria baik 28 orang (93,3%), sedang 1 orang (3,3%) dan buruk 1 orang (3,3%). Berdasarkan rata-rata indeks plak dan kriteria indeks plak, bahwa menyikat gigi dengan menggunakan disclosing agent lebih efektif menghilangkan plak dibandingkan menyikat gigi tanpa menggunakan disclosing agent

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Dsember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Vol. 19 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2023 Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2023 Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2023 Vol. 17 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2022 Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2022 Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode januari -April 2022 Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2021 Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2021 Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2021 Vol. 15 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2020 Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2020 Vol 14 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2019 Vol. 14 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2019 Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2019 Vol 13 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2019 Vol. 13 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2018 Vol. 8 No. 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014 Vol 13 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2018 Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2018 Vol 12 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018 Vol. 12 No. 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018 Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017 Vol. 12 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2017 Vol. 11 No. 3 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2017 Vol. 11 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2016 Vol. 11 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2016 Vol. 10 No. 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016 Vol 10 No 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016 Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015 Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015 Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015 Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2014 Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014 Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014 Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2013 Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2013 Vol 7 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2012 More Issue