cover
Contact Name
Dame Evalina Simangunsong
Contact Email
dameevalinas8@gmail.com
Phone
+6281362434160
Journal Mail Official
penelitian@poltekkes-medan.ac.id
Editorial Address
Jl. Jamin Ginting KM 13,5 Kel. Lau Cih Kec. Medan Tuntungan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist)
ISSN : 26230046     EISSN : 26852764     DOI : 10.36911
Core Subject : Health,
Jurnal PANNMED merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang kefarmasian, analis kesehatan, keperawatan, gizi, kebidanan, kesehatan lingkungan, dan keperawatan gigi.
Articles 748 Documents
PENGARUH KB SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN IBU DI KLINIK BERSALIN SAHARA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2014 Harahap, Rosmawaty
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.704 KB)

Abstract

Salah satu kontrasepsi yang populer di Indonesia adalah kontrasepsi suntik.Kontrasepsi suntik yangdigunakan adalah Depo Medroksi Progesteron Acetat (DMPA) dan Cyclofem. Kontrasepsi suntik memilikikelebihan dan kekurangan. Kekurangan dari kontrasepsi suntik adalah terganggunya pola haid diantaranyaadalah amenorrhea, muncul bercak (spotting), terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentianpemakaian, peningkatan berat badan. Efek samping kontrasepsi suntik yang paling tinggi frekuensinya yaitupeningkatan berat badan Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh penggunaan KB suntik DMPA terhadappeningkatan berat badan di Klinik Bersalin Bidan Sahara Padangsidimpuan Tahun 2013. Metode Penelitianini bersifat penelitian dengan rancangan case control. Populasi semua akseptor KB suntik 3 bulan denganjumlah sampel 15 sampel untuk kelompok kasus dan kontrol. Analisa data menggunakan Odd Ratio danMantel dan Haenszel. Hasil Penelitian diperoleh akseptor yang mengalami peningkatan berat badan selamamemakai KB Suntik DMPA sebanyak 12 orang (80,0%) dan yang tidak mengalami peningkatan berat badansebanyak 3 orang (20,0%). Hasil uji dengan odd ratio Cochran & Mantel Haenszel didapatkan hasil X2hitung (1.200) < X2 Tabel (3,841) atau p (0,273) > α (0,050) dan CI (1,172; 30,725). Kesimpulan daripenelitian ini adalah Akseptor KB DMPA lebih berisiko mengalami kenaikan berat badan 6.000 lebih besardibandingkan bukan akseptor KB DMPA, sehingga disarankan kepada responden dapat menjaga polamakannya untuk mengurangi kenaikan berat badan selama menjadi akseptor KB DMPA.
PELAKSANAAN TINDAKAN PENCEGAHAN INFEKSI PADA PROSES PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH BIDAN PRAKTEK SWASTA (BPS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SITINJAK KABUPATEN TAPANULI SELATAN 2014 Harahap, Rosmawaty
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.744 KB)

Abstract

Ibu bersalin yang menerima pelayanan medis, baik di rumah sakit atau kilinik bersalin,dihadapkan kepada resiko terjadinya infeksi. Kejadian infeksi dapat dicegah dan diminimalkan kejadiannya dengan upaya pelaksanaan tindakan pencegahan infeksi dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama ketika melakukan pertolongan persalinan yang meliputi: tindakan cuci tangan, memakai sarung tangan pengelolaan sampah medik, pengelolaan cairan anti septik, dan pemrosesan alat bekas pakai. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengidentifikasi pelaksanaan tindakan pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan oleh Bidan Praktek Swasta di Wilayah Kerja Puskesmas Sitinjak Kabupaten Tapanuli Selatan.Desain dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan populasi 34 orang dan Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampel yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan responden berdasarkan prosedur cuci tangan, sebagian besar kategori tindakan benar (52,9%). Berdasarkan pemakaian sarung tangan sebagian besar dengan kategori tindakan benar (73,5%). Berdasarkan pengelolaan cairan antiseptik sebagian besar dengan kategori tindakan tidak benar (94,1%). Berdasarkan pemrosesan alat bekas pakai sebagian besar dengan kategori tindakan tidak benar (61,8%). Berdasarkan pengelolaan sampah medik sebagian besar dengan kategori tindakan tidak benar (70,6%). Diharapkan bidan praktek swasta meningkatkan ilmu serta mengikuti pelatihan pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan sesuai dengan standar operasional prosedur, yang meliputi kompetensi teknis penolong persalinan yaitu prosedur cuci tangan, memakai sarung tangan, mengelola cairan anti septik, pemrosesan alat bekas pakai dan pengelolaan sampah medik.
REBUSAN HERBA ILER (Coleus atropurpureus (L) Benth) DAPAT MENURUNKAN SUHU TUBUH MERPATI Mambang, D. Elysa Putri
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara tradisional tanaman obat yang digunakan sebagai obat penurun panas adalah herba iler (Coleus atropurpureus (L) Benth). Herba iler mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, etil salisilat, metil eugenol, timol, karvakrol, mineral, minyak atsiri dan tanin. Namun, secara khusus herba iler mengandung alkaloid, saponin dan flavonoid yang memiliki efek farmakologi sebagai penurun panas (antipiretik). Selain untuk demam herba iler juga berkhasiat mengobati ambeien, diabetes melitus, diare, terlambat datang bulan dan bisul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antipiretik rebusan herba iler terhadap merpati sebagai hewan percobaan. Rebusan pada penelitian ini adalah sediaan cair yang dibuat secara merebus herba iler dengan air pada suhu 90 ºC selama 30 menit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dimana hewan uji yang digunakan adalah 18 ekor merpati, yang terbagi dalam 6 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor merpati. Kelompok 1 diberikan sirup Paracetamol dosis 45 mg/kg BB, kelompok 2 diberikan rebusan herba iler (15%) dosis sama dengan sirup Paracetamol, kelompok 3 diberikan rebusan herba iler (10%) dosis sama dengan sirup Paracetamol, kelompok 4 diberikan rebusan herba iler (5%) dosis sama dengan sirup Paracetamol, kelompok 5 diberikan aquadest dan kelompok 6 sebagai kontrol (tidak diberi apa-apa). Merpati kelompok 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 diukur suhu tubuhnya setiap 10 menit selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan rebusan herba iler dapat menurunkan suhu tubuh merpati dengan konsentrasi 5% pada menit ke 160 , konsentrasi 10% pada menit ke 140, konsentrasi 15% pada menit ke 130, dan sirup Paracetamol pada menit ke 90. Rebusan herba iler konsentrasi 15%, 10% dan 5% memiliki daya antipiretik yang lebih rendah dari sirup Paracetamol pada merpati. Semakin tinggi konsentrasi rebusan herba iler maka semakin tinggi pula daya antipiretik yang diberikan.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) DASAR LENGKAP DI KLINIK SEHAT KECAMATAN TAMBUSAI UTARA KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2015 Saragih, Hanna Sriyanti; Refika, Tety
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.654 KB)

Abstract

Salah satu indikator penting dari setiap makhluk hidup dengan mempertahankan diri terhadap penyakit mikroba seperti, virus, bakteri parasit dan jamur, tubuh mempunyai cara mengatasi penyakit sampai batas tertentu. Dan defenisi KIPI merupakan sebagai reaksi simpang yang dikenal sebagai kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) atau advers events following immunization (AEFI) adalah kejadian medik yang berhubungan dengan imunisasi baik berupa efek vaksin ataupun efek samping, toksisitas, reaksi sensivitas, efek farmakologis, atau kesalahan program, koinsidensi, reaksi suntikan atau hubungan kasual yang tidak dapat ditentukan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah soal 20 buah, responden dan sebagian sampel 30 orang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang artinya dependent yang mempengaruhi gambaran pengetahuan ibu tentang kejadian ikutan pasca imunisasi dasar lengkap (KIPI) antara lain umur, pendidikan, paritas, pekerjaan, dan sumber informasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk presentase dalam bentuk kategori. Pengetahuan responden tentang KIPI dari 30 responden, mayoritas berpengetahuan kurang 21 orang (70%), Cukup sebanyak 5 orang (16,7%), dan minoritas baik sebanyak 4 orang (13,33%). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentang KIPI masih kurang. Diharapkan tenaga kesehatan di Klinik Sehat Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu, agar lebih berperan aktif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan diharapkan juga kepada ibu yang memiliki bayi 0-1 tahun agar rutin membawa anaknya ke Klinik dan selalu mengikuti pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA DI SMK NEGERI 1 KUTALIMBARU sitepu, Jujuren br
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.622 KB)

Abstract

Everyone has experienced to be adolescence. At this period, it will experience achange process bothbiological and psychological. The change influenced by society, close friend and mass media. The level ofthis research is an level of result, related to physical prosperity, bouncing and contact social, not only facefrom disease or weakness in all matter of related to health reproduce, function and its process. Adolescentattitude in this research is an attitude which is done to avoid the sexual contagion. It is a disease which isresulted by free sexual that happened of adolescent. Therefore, sex education to adolescent how to take carethe reproduction organ to be healthy. Venereal diseases have been recognized, but after found a new diseasethe term changed to be sexual of transmitted Disease (STD) or sexual sectional. This research is analyticdescriptive with a cross sectional research. It means that the data are taken at the same time. This researchis done on October 2013 in SMUN 1 Kutalimbaru . The population is student of class ,11,12,13 SMUN 1Kutalimbaru amount 257 samples. The conclusion from this research is the result of this research iscounted by 68 % adolescent categorized as sex active, there is no relation meaning between levels ofreproduction health of knowledge with the sexual contagion. From the statistical test with the level ofmistake is a 5 % (0,05) and P value is 0,673, so Ho is refused there is no relation meaning betweenadolescent attitudes with the sexual contagion, from the statistical test with the level of mistake is a 5 %(0,05)and P value is 1000, so Ho is refused.
PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PEMERIKSAAN IVA PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DESA SUNGGAL KANAN TAHUN 2014 Meliasari, Dewi
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.625 KB)

Abstract

Kanker serviks adalah kanker kedua yang paling umum pada wanita dengan 500.000 kasus baru dan 250.000kematian tiap tahun. Menurut Yayasan Kanker Indonesia setiap hari ditemukan 40-45 kasus dengan jumlahkematian 20-25 orang dan yang beresiko mengidap mencapai 48 juta orang. Sampai tahun 2012 jumlahperempuan yang diskrining sekitar 575.503 orang dengan jumlah IVA (+) sekitar 25.805 orang (4,5%),suspek kanker serviks 666 (1,2 per 1000). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuandan dukungan suami dengan tindakan pemeriksaan IVA pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa SunggalKanan Tahun 2014. Jenis penelitian bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional menggunakan dataprimer melalui kuesioner. Populasi penelitian berjumlah 1545 Pasangan Usia Subur (PUS). Teknikpengambilan sampel secara Propotional Random Sampling sebanyak 94 PUS. Hasil penelitian terdapathubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tindakan pemeriksaan IVA pada Pasangan Usia Subur(PUS) berdasarkan hasil uji Chi-Square p=0,00 < 0,05 dan adanya hubungan yang signifikan antaradukungan suami dengan tindakan pemeriksaan IVA pada Pasangan Usia Subur (PUS) berdasarkan hasil ujiChi-Square p=0,00 < 0,05. Disimpulkan bahwa Pasangan Usia Subur (PUS) agar dapat menggalipengetahuan dan informasi tentang tindakan pemeriksaan IVA serta mendapat dukungan penuh dari suamiuntuk melakukan pemeriksaan IVA.
KUNJUNGAN ANTENATAL CARE TIDAK SESUAI STANDAR MEMENGARUHI TERJADINYA KOMPLIKASI PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG ANYAR KECAMATAN BERINGIN KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2014 Lubis, Rismahara; Siregar, Yusniar
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.078 KB)

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas 2013 cakupan pemeriksaan kehamilan pertama pada trimester pertama adalah 81,6 % dan frekuensi ANC 1-1-2 atau K4 sebesar 70,4% (Balitbangkes, 2013), sementara berdasarkan data dari Profil Kesehatan Kabupaten Deli Serdang tahun 2012 cakupan kunjungan ibu hamil K1 sebesar 98,16% dan K4 sebesar 95,91%. Cakupan K1 dan K4 di Puskesmas Karang Anyar Kecamatan Beringin Deli Serdang tahun 2012 sebesar 98,56% dari target pencapaian nasional 94% dan K4 95,42% dari target pencapaian nasional sebesar 84%, namun masih ditemukan kematian ibu akibat komplikasi persalinan dan masa nifas. Pada tahun 2013 puskesmas Karang Anyar memiliki jumlah kematian ibu terbanyak dari seluruh puskesmas di Kabupaten Deli Serdang yaitu 3 kasus kematian ibu yang disebabkan Eklampsi 2 kasus dan Infeksi 1 kasus (sumber Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kunjungan Antenatal Care dan deteksi risiko kehamilan terhadap komplikasi penolong persalinan di wilayah kerja puskesmas Karang Anyar Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang tahun 2014. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan explanatory research. Dilaksanakan mulai Bulan Mei sampai dengan bulan Agustus Tahun 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester ketiga yang diikuti sampai ibu tersebut melahirkan yang berdomisili di wilayah kerja puskesmas Karang Anyar Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang pada bulan Mei 2014 sebanyak 98 orang. Penentuan sampel secara total populasi. Analisis statistik yang digunakan adalah uji statistik chi-square (2), dengan tingkat kemaknaan p<0.05 dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 75,5 % responden melakukan kunjungan ANC sesuai dengan standard, 76,5 % responden terdeteksi risiko kehamilan dan 22,4 % responden mengalami komplikasi persalinan. Dari hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa variabel kunjungan ANC dengan p value 0,001 (p<0,05) dan deteksi resiko kehamilan dengan p value 0,001 (p<0,05) berpengaruh terhadap komplikasi persalinan di wilayah kerja Puskesmas Karang Anyar Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Variabel yang paling dominan memengaruhi komplikasi persalinan di wilayah kerja Puskesmas Karang Anyar Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang adalah variabel kunjungan ANC yaitu pada nilai koefisien regresi exp (B) 78,900. Disarankan kepada Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang untuk merencanakan program pelatihan guna peningkatan kualitas pelayanan antenatal bagi tenaga kesehatan khususnya bidan yang ada di Kabupaten Deli Serdang.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KESEHATAN FISIK LANSIA DI DUSUN III DESA HUTARAO KECAMATAN BANDAR PULAU KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2014 Sianturi, Efendi
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.913 KB)

Abstract

The elderly is seen as a group of people who are at risk of experiencing health problems are complexand progressive. One of the many problems that arise in the nursing group is social disorder becausemany things affect this kind of support group members of the family and the environment. Penilitiangoal was to determine the effect of family support on the physical health of the elderly in the village ofDusun III Hutarao shavings Airport District Island District in 2014. This research uses analyticaldesign with a cross-sectional design with Chi-Square Test to determine the effect of family support onthe physical health of the elderly in the village of Dusun III Hutarao Island County Airport Districtshavings. The population is elderly and samples obtained 37 elderly aged 60 years and older who arestill able to move. The result showed that the majority of informational support in less categories thataffect the physical health of the elderly with a value of p = 0.001, which means there is a connectioninformational support to the physical health of the elderly. On the support of a majority vote by bothcategories of the physical health of the elderly with p = 0.0810 which means it does not influence theassessment of physical health support elderly. On the support of the majority of the categories ofemotional support were less influence on the physical health of the elderly with a value of p = 0.004,which means there is a relationship between emotional support to the physical health of the elderly. Inthe category of family support mayorita obtained either with p = 0.026, which means there is theinfluence of family support on the physical health of the elderly. Research goal should be advised ofthe educational institutions in order to add material about the physical health of family support for theelderly and the results can be used as a reference for further research while for elderly people whohave to pay more attention or providing support to the elderly so that the physical health of the elderlycan be maintained better
KETEPATAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI DAN BTA APUSAN LANGSUNG DENGAN KULTUR DALAM DIAGNOSIS TUBERKULOSIS PARU DI MEDAN S*, Erfiyani; Tarigan**, Amira Permatasari
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.108 KB)

Abstract

Lung tuberculosis is one of transmitted diseases which are caused by Mycobacterium tuberculosis throughnuclei droplet. Diagnosis for lung tuberculosis is usually detected by the examination of direct sputumremoval, thorax photo, and Culture. The type of the research was descriptive study by using diagnostic testand the samples consisted of sputum and thorax photo. The sputum was taken accidentally, in the morning,and accidentally which was examined by using Ziehl Nelsen method and culture. The objective of theresearch was to find out the effectiveness of examining direct BTA removal and radiology which werecompared with Culture. The samples were taken from Private Practice of Tuberculosis Specialists in Medanand in BP4, Medan which had fulfilled inclusive criteria, radiology examination and three times of phlegmtaking for direct BTA removal and culture were performed; after that, radiology diagnostic test for directBTA removal was compared with Culture. 60 samples on direct removal method indicated the value ofsensitivity of 59.38%, specificity of 92.86%, value of positive prediction of 90.48%, value of negativeprediction of 66.7%, ratio of positive likelihood of 8.31, and ratio of negative likelihood of 0.44. Radiologymethod indicated sensitivity of 62.63%, specificity of 82.14%, the value of positive prediction of 80.77%,value of negative prediction of 67.65%, ratio of positive likelihood of 3.67, and ratio of negative likelihood of0.42. Of the 21 samples, positive BTA which underwent minimum lung damage of 4 (6.7%), moderatedamage of 9 (15.0%), and wide damage of 5 (8.3%). The result of the research showed that radiologyexamination indicated that the value of sensitivity was higher than direct removal method, compared withculture as gold standard in BTA examination.That clinical benefit was bigger in direct removal method canbe seen from the value of positive prediction which was higher than radiology method so that it isrecommended that both examination techniques be used to diagnose lung tuberculosis
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA SOPIR ANGKOT KPUM 14 DI PANGKALAN MELATI MEDAN TAHUN 2014 Nst, Johani Dewita
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.179 KB)

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah suatu keadaan yang ditandai dengan gejala adanya rasa nyeri atau perasaan tidak enak di daerah punggung bawah akibat beban kerja bertumpu di daerah pinggang dan menyebabkan otot pinggang sebagai penahan beban utama akan mudah mengalami kelelahan dan selanjutnya akan terjadi nyeri pada otot sekitar pinggang atau punggung bawah. Nyeri adalah suatu kondisi akibat stimulus tertentu yang bersifat subjektif dan sangat individual, akibat kerusakan jaringan. Nyeri yang ringan jika nyeri datang menyentak secara tiba-tiba, nyeri sedang jika nyeri datang terasa ngilu, nyeri berat jika nyeri datang secara mendesis, berat untuk digerakkan hingga merintih kesakitan. Nyeri punggung bawah dipengaruhi oleh usia, lama duduk, dan posisi duduk. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri punggung bawah pada sopir angkot KPUM di Pangkalan Melati Medan Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Dengan teknik totality sampling, besar sampel yang diteliti 70 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Data yang didapat dianalisa secara manual melalui editing, coding, dan tabulating yang disajikan dalam distribusi frekuensi. Kesimpulan : nyeri punggung bawah responden yaitu 44 orang (62,9%), berdasarkan lama duduk yaitu nyeri punggung bawah ringan dengan lama duduk <2 jam sebanyak 24 orang (54,5%), berdasarkan Posisi duduk yaitu nyeri punggung bawah ringan dengan posisi baik sebanyak 38 orang (86,4%), dan berdasarkan usia paling banyak nyeri punggung bawah ringan dengan usia 41-50 tahun ada 16 orang (51,6%), dan >50 tahun sebanyak 16 orang (36,4%).

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Dsember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Vol. 19 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2023 Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2023 Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2023 Vol. 17 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September- Desember 2022 Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2022 Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode januari -April 2022 Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2021 Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2021 Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2021 Vol. 15 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2020 Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2020 Vol 14 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2019 Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2019 Vol. 14 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2019 Vol 13 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2019 Vol. 13 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2018 Vol. 8 No. 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014 Vol 13 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2018 Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2018 Vol. 12 No. 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018 Vol 12 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2018 Vol. 12 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2017 Vol. 12 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2017 Vol. 11 No. 3 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2017 Vol. 11 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2016 Vol. 11 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2016 Vol 10 No 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016 Vol. 10 No. 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016 Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2015 Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2015 Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015 Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2014 Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014 Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2014 Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2013 Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2013 Vol 7 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September-Desember 2012 More Issue