cover
Contact Name
Maryani
Contact Email
marry.tenang@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
ISSN : 1829734X     EISSN : 26854961     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Surya Medika adalah jurnal yang diterbitkan oleh STIKes Surya Global Yogyakarta. Jurnal ini Fokus pada Ilmu Kesehatan yang meliputi: Ilmu keperawatan, kesehatan masyarakat, farmasi dan yang sebidang dengan kesehatan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles 186 Documents
Gambaran Stigma Masyarakat Minangkabau Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Enjhelina, Venty; Nauli, Fathra Annis; Elita, Veny
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i1.1430

Abstract

Latar Belakang : Gangguan jiwa masih menjadi masalah kesehatan yang seringkali disertai stigma negatif. Masyarakat Minangkabau memiliki nilai budaya yang kuat sehingga persepsi terhadap gangguan jiwa kerap dipengaruhi oleh faktor budaya, keyakinan mistis, kurangnya pengetahuan, dan prasangka. Stigma yang tinggi berdampak pada diskriminasi dan hambatan perawatan bagi ODGJ. Penelitian ini bertujuan menggambarkan stigma masyarakat Minangkabau terhadap ODGJ. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Sampel berjumlah 98 orang masyarakat Minangkabau yang dipilih dengan probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner CAMI yang terdiri dari empat dimensi: otoriterisme, kebajikan, pembatasan sosial, dan ideologi komunitas kesehatan mental. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden, yaitu 84 orang (85,7%) memiliki pandangan negatif terhadap ODGJ. Gambaran stigma responden terhadap ODGJ menunjukkan kategori pro pada tiga dimensi, yaitu otoriterisme (52,0% atau 51 orang), pembatasan sosial (58,2% atau 57 orang), dan ideologi komunitas kesehatan mental (52,0% atau 51 orang). Pada dimensi kebajikan, termasuk dalam kategori kontra dengan 59,2% responden (58 orang). Simpulan : Masyarakat Minangkabau menunjukkan tingkat stigma yang tinggi terhadap ODGJ, terutama pada dimensi otoriterisme, pembatasan sosial, dan ideologi komunitas kesehatan mental. Diperlukan edukasi kesehatan mental dan promosi penerimaan sosial untuk mengurangi stigma.
Penerapan Edukasi Latihan Fisik Walking Exercise dengan Masalah Pemeliharaan Kesehatan Tidak Efektif Murwani, Arita; Khalifah, Nanik Nor; Amry, Riza Yulina
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i1.1443

Abstract

Latar Belakang : Masalah keperawatan pemeliharaan kesehatan tidak efektif merupakan ketidakmampuan mengelola, dan/atau menentukan bantuan untuk mempertahankan kesehatan karena kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga. Adapun intervensi secara nonfarmakologis pada penderita diabetes mellitus terdiri dari edukasi dan latihan fisik. Edukasi kesehatan khususnya latihan fisik seperti walking exercise dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengelolaan mandiri pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas edukasi latihan fisik walking exercise dalam asuhan keperawatan keluarga dewasa pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan masalah keperawatan pemeliharaan kesehatan tidak efektif. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus terhadap satu keluarga dengan anggota yang mengalami Diabetes Melitus Tipe II. Hasil : Setelah dilakukan intervensi edukasi, keluarga menunjukkan pemahaman perilaku sehat meningkat, kemampuan menunjukkan perilaku sehat meningkat, memiliki system pendukung meningkat dan menunjukkan minat meningkatkan perilaku sehat meningkat dalam memelihara kesehatan anggota keluarga. Simpulan : Edukasi latihan fisik walking exercise terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan pasien serta keluarga dalam pemeliharaan kesehatan, serta dapat dijadikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan pada kasus serupa.
Penerapan Pregnancy Exercise pada Ibu Hamil Trimester III dengan Keluhan Kram Kaki Sumarto, Tatiana; Fruitasari, M. K. Fitriani; Srimiyati, Srimiyati
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i1.1309

Abstract

Latar Belakang : Kram kaki merupakan keluhan yang umum dialami oleh ibu hamil pada trimester kedua dan ketiga, yang mengalami perubahan fisiologis yang berhubungan dengan kehamilan. Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Senam hamil terbukti efektif dalam mengurangi keluhan tersebut dengan meningkatkan sirkulasi dan relaksasi otot. Peneliti tertarik untuk melakukan intervensi ini guna meningkatkan kenyamanan ibu selama kehamilan. Metode : EBP ini menggunakan desain studi kasus dengan intervensi senam hamil. Penelitian melibatkan 3 partisipan dan dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada tanggal 31 Mei, dilanjutkan tanggal 2–3 Juni, 11–13 Juni 2025 di RT 36, RW 09, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur Tiga. Hasil : Setelah dilakukan senam hamil, ketiga responden menunjukkan adanya penurunan frekuensi kram pada kaki, yaitu Ibu Re tidak mengalami kram lagi, Ibu Ri frekuensinya berkurang dari dua kali menjadi satu kali, dan klien lainnya mengalami penurunan dari 3-4 kali menjadi dua kali. Simpulan : Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata intensitas kram kaki setelah pelaksanaan senam hamil.
Dampak Literasi Keuangan terhadap Perilaku Pengelolaan Uang Saku dalam Perspektif Kesehatan Remaja Kurniasari, Chanif
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i1.1397

Abstract

Latar belakang : Pentingnya literasi keuangan sejak usia remaja agar siswa mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku pengelolaan uang saku siswa MA dalam perspektif kesehatan remaja. Metode : Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari sejumlah siswa MA yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana untuk mengetahui besarnya pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Hasil : Mayoritas responden adalah perempuan (60%) dengan usia 17 tahun (60%). Mayoritas responden memiliki literasi keuangan yang baik (50,9%) dan perilaku mengelola keuangan yang baik (56,4%). Hasil uji menunjukkan nilai koefisien variabel Literasi Keuangan dengan perilaku mengelola keuangan siswa didapatkan nilai regresi (B) sebesar 1,016 dengan nilai t = 2,081 dan nilai signifikansi p = 0,036. Nilai Beta (0,350) serta nilai konstanta sebesar 11,917. Simpulan : Hasil menunjukkan bahwa variabel Literasi Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Mengelola Keuangan siswa. Setiap peningkatan satu satuan skor literasi keuangan akan meningkatkan skor perilaku pengelolaan keuangan. Nilai Beta menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki kekuatan pengaruh sedang terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Dengan demikian, hasil ini menegaskan bahwa semakin baik literasi keuangan siswa, maka semakin baik pula perilaku mereka dalam mengelola uang saku.
Tingkat Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi dengan Tekanan Darah Pasien Penderita Hipertensi Hamba, Ria Anggara; Susanti, Novia; Saputra, Muhammad; Lestari, Agustina
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i1.1446

Abstract

Latar Belakang : Kepatuhan sering menjadi masalah pada pasien yang menderita penyakit kronik yang membutuhkan modifikasi gaya hidup serta pengobatan jangka panjang. Kepatuhan berperan penting dalam terapi pasien hipertensi. Sebanyak 3 juta pasien meninggal setiap tahunnya dari total penderita hipertensi yang ada sekitar 600 juta di seluruh dunia, salah satu penyebabnya tidak patuhnya mengkonsumsi obat antihipertensi. Mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pasien penderita hipertensi di Puskesmas Pasir Belengkong Kabupaten Paser Kalimantan Timur.Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik, dengan pendekatan deskripsi korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, dengan jumlah sampel yang didapat selama 3 minggu sebanyak 102 orang.Hasil : Terdapat hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pasien penderita hipertensi, mendapatkan hasil dari uji korelasi spearman dengan p-value 0,000 < 0,05. Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pasien penderita hipertensi di Puskesmas Pasir Belengkong Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Disarankan kepada institusi pendidikan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan ilmu komunikasi terapeutik.
Korelasi Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Swamedikasi Demam pada Pelajar SMK Kesehatan Sambodo, Dwi Kurniawati; Pratiwi, Dyah Anggraeni Budhi; Saputri , Dhini Eka
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i3.1469

Abstract

Latar belakang : Swamedikasi adalah upaya pengobatan mandiri yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan seperti demam. Demam sendiri bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari penyakit yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas 37,2°C. Pengetahuan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi sikap dan tindakan remaja dalam penggunaan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan swamedikasi demam pada pelajar SMK Kesehatan Nuzula Husada Yogyakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 42 pelajar yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan teknik analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat, yaitu uji Spearman rank, untuk melihat hubungan antarvariabel.  Hasil :  Hasil analisis karakteristik responden menunjukkan bahwa sebagian besar berusia 17 tahun dengan jumlah 21 orang (50,0%). Berdasarkan jenis kelamin, responden didominasi oleh perempuan 39 orang (92,9%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dalam kategori baik sebesar 39 (92,9%). Distribusi sikap responden dalam penelitian ini adalah sikap baik sebanyak 30 (71,4%). Berbeda dengan pengetahuan dan sikap, distribusi tindakan responden pada penelitian ini mayoritas berada pada kategori cukup sebanyak 17 (40,5%) responden.  Hasil uji Spearman rank menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap dengan nilai (p = 0,734), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan tindakan dengan nilai (p = 0,783), namun terdapat hubungan signifikan antara sikap dan tindakan dengan nilai (p = 0,000). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan dengan sikap maupun tindakan, sedangkan sikap berhubungan erat dengan tindakan.