cover
Contact Name
Maryani
Contact Email
marry.tenang@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
ISSN : 1829734X     EISSN : 26854961     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Surya Medika adalah jurnal yang diterbitkan oleh STIKes Surya Global Yogyakarta. Jurnal ini Fokus pada Ilmu Kesehatan yang meliputi: Ilmu keperawatan, kesehatan masyarakat, farmasi dan yang sebidang dengan kesehatan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles 175 Documents
Efektivitas Sistem Manajemen Puskesmas pada Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Provinsi Jawa Barat Ramadani, Selvia; Marpaung, Fadhlan Al Hafizh; Siregar, Baharuddin; Purba, Sri Hajijah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i3.1226

Abstract

Latar Belakang : Penerapan Sistem Informasi Manajemen Pusat Kesehatan Primer (SIMPUS) di Jawa Barat bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan melalui pengelolaan data dan pemanfaatan teknologi informasi yang lebih baik. Meskipun memiliki tujuan yang signifikan untuk meningkatkan efisiensi administrasi, akurasi rekam medis, dan kepuasan pasien, tantangan seperti infrastruktur yang terbatas, pelatihan staf yang tidak memadai, dan masalah teknis menghambat implementasinya yang optimal. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, mengevaluasi artikel penelitian yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2024 menggunakan kata kunci "SIMPUS", "efektivitas", dan "peningkatan kualitas layanan kesehatan". Analisis difokuskan pada penilaian efektivitas operasional dan teknis SIMPUS di berbagai puskesmas primer di Jawa Barat. Hasil : SIMPUS secara signifikan meningkatkan efisiensi administrasi, meningkatkan akurasi rekam medis, dan meningkatkan kepuasan pasien. Namun, potensi penuhnya hanya dapat diwujudkan dengan peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan staf reguler, dan pengembangan sistem yang berkelanjutan untuk mengatasi keterbatasan teknis. Kesimpulan : Studi ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan teknologi ke dalam perawatan kesehatan primer untuk meningkatkan kualitas layanan. Mengoptimalkan implementasi SIMPUS membutuhkan penanganan tantangan infrastruktur, memberikan pelatihan berkelanjutan, dan meningkatkan fitur sistem untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan secara efektif.
Perilaku Konsumsi Jajanan dan Kejadian Diare pada Anak Usia Sekolah Ispriantari, Aloysia; Ulfia, Arina Faza; Murthado, Maulana Arif
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i3.1244

Abstract

Latar Belakang : Data SDN Sukonolo, Kabupaten Malang, pada Juni 2024 menunjukkan bahwa 36 siswa mengalami diare. Peneliti mengidentifikasi beberapa faktor penyebab, antara lain kebiasaan cuci tangan yang kurang, jajan sembarangan, tidak membawa bekal dari rumah, dan kebiasaan menerima uang saku. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi jajanan dengan kejadian diare pada siswa SDN Sukonolo. Metode : Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 100 siswa dari total populasi 134 siswa, yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Variabel dependen adalah kejadian diare, sedangkan variabel independennya adalah perilaku konsumsi jajanan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji Spearman rank.  Hasil : Berdasarkan hasil analisis menunjukkan nilai p < 0.01, r = 0.957, dan tingkat signifikansi 0.05. Nilai korelasi tersebut menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara perilaku konsumsi jajanan dengan kejadian diare. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi jajanan dengan kejadian diare pada siswa SDN Sukonolo Kabupaten Malang. Perilaku jajan tidak sehat masih cukup tinggi dan menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko diare di kalangan siswa.
Isu Hak Asasi Manusia dalam Penanggulangan HIV: Kajian Literatur 2015-2025 Setyawan, Adhitya Chandra; Febriana, Dian Tri; Sutedja, Ade Armada; Wardana, Made Krisna
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i3.1298

Abstract

Latar Belakang : Tantangan dalam menerapkan hak asasi manusia (HAM) dalam pencegahan HIV masih besar, ditandai dengan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengn HIV/AIDS, ibu hamil, pekerja seks, pengguna narkoba, dan komunitas LGBTQ+. Kebijakan represif dan kurangnya partisipasi masyarakat yang terkena dampak membuat intervensi pencegahan HIV kurang efektif dan tidak inklusif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis integrasi prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam kebijakan HIV di Indonesia dan mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam implementasinya untuk memastikan akses yang adil dan setara terhadap layanan. Metode : Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis publikasi ilmiah terkait isu Hak Asasi Manusia (HAM) dalam pencegahan HIV pada periode 2015–2025. Sumber data diperoleh dari database seperti Scopus, PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect dengan kata kunci spesifik seperti "HIV dan Hak Asasi Manusia" dan "pengurangan bahaya". Kriteria inklusi meliputi artikel empiris atau konseptual dalam bahasa Inggris, Arab, atau Indonesia yang relevan dengan hak asasi manusia dan HIV, sedangkan analisis dilakukan secara tematik melalui pendekatan analisis konten untuk menyoroti pola, tantangan, dan rekomendasi kebijakan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kriminalisasi terhadap HIV justru memperburuk stigma dan menghambat akses ke layanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Sebaliknya, pendekatan berbasis hak asasi manusia yang memastikan akses yang sama dan melibatkan masyarakat telah terbukti lebih efektif dalam mengurangi tingkat penularan HIV. Pelanggaran hak asasi manusia seperti privasi, kesehatan, dan diskriminasi merupakan kendala utama, sehingga reformasi kebijakan berbasis hak asasi manusia sangat dibutuhkan. Kesimpulan : Pendekatan berbasis hak asasi manusia yang memastikan akses yang sama dan melibatkan masyarakat telah terbukti lebih efektif dalam menanggulangi HIV daripada pendekatan kriminalisasi yang justru memperburuk stigma dan menghambat layanan kesehatan.  
Dampak Pendidikan Kesehatan dan Dukungan Keluarga dalam Membentuk Sikap Anti-Rokok pada Remaja Amelia, Salsabila; Sulaeman, Sulaeman; Saputra, Rangga
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i3.1400

Abstract

Latar Belakang : Perilaku merokok pada remaja masih menjadi permasalahan serius dalam bidang kesehatan masyarakat, terutama karena usia remaja merupakan masa transisi yang rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial. Rokok tidak hanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dan dukungan keluarga dalam membantu membentuk sikap anti-rokok pada remaja di Desa Kampung Melayu Barat RT 02/RW 02 Kabupaten Tangerang tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-experiment one group melalui model pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Teknik Sampel: Jumlah sampel sebanyak 85 responden dan sampel penelitian adalah remaja usia 10-14 tahun, 14-16 tahun, 17-19 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling.  Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji Kolmogrov-Sminov Test, serta uji paired t-test untuk melihat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan remaja mengenai bahaya rokok setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai rata-rata kenaikan yang bermakna (p < 0,05). Analisis lebih lanjut menegaskan bahwa kombinasi pendidikan kesehatan dan dukungan keluarga memiliki pengaruh dalam membentuk sikap anti-rokok. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan dan dukungan keluarga merupakan dua faktor penting yang berpengaruh secara signifikan dalam membentuk sikap anti-rokok pada remaja.
Gambaran Tingkat Stres Terhadap Premenstrual Syndrome Pada Mahasiswi Keperawatan STIKes X Lastriyanti, Lastriyanti; Dewi, Susi Kartika
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i2.710

Abstract

Latar Belakang: Sindrom pramenstruasi adalah perubahan gejala fisik dan emosional yang terjadi 7-14 hari sebelum menstruasi. Stres merupakan salah satu penyebab terbesar sindrom pramenstruasi. Stres merupakan pengalaman individu terhadap situasi yang diterjemahkan berdasarkan persepsinya sendiri. Untuk mengetahui gambaran tingkat stres terhadap sindrom pramenstruasi pada mahasiswi keperawatan STIKes X Kota Bekasi. Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan responden menggunakan simple random sampling dengan sampel sebanyak 72 responden dan analisis penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah orang dewasa sebanyak 55,6%. Sebagian besar responden dikategorikan tidak stres sebanyak 54,2%. Sebagian besar responden yang mengalami sindrom pramenstruasi dikategorikan tidak ada gejala hingga gejala ringan 54,2%. Berdasarkan hasil bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan sindrom pramenstruasi pada mahasiswi keperawatan STIKes X Kota Bekasi (P-value=0,000).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan sindrom pramenstruasi pada mahasiswi keperawatan STIKes X Kota Bekasi.
Pengetahuan Masyarakat Terhadap Tingkat Kecemasan Covid-19 Islamarida, Rista; Aditia, Yulius; Jennifa, Jennifa
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i2.750

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang pertama kali muncul di Wuhan, China sejak akhir tahun 2019 telah menjadi ancaman serius bagi semua kalangan, termasuk penduduk usia produktif. Penduduk usia produktif adalah kelompok usia kerja yang dapat menghasilkan barang dan jasa. Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat besar di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, dan agama. Sehingga, menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan di tengah masyarakat. Salah satu dari sekian banyak faktor yang berdampak pada kecemasan adalah tingkat pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kecemasan masyarakat terhadap Covid-19 di Mlati Sleman Yogyakarta Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah penduduk usia produktif dengan rentang usia 19-64 tahun. Sampel penelitian ini berjumlah 258 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner digunakan sebagai alat ukur. Metode analisis yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman. Hasil: 20 responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (7,8%), 194 responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (75,2%), dan 44 responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang (17,1%). Sedangkan untuk tingkat kecemasan, 1 responden memiliki kecemasan berat (0,04%), 78 responden memiliki kecemasan sedang (30,2%), dan 179 responden memiliki kecemasan ringan (69,4%). Hasil analisis dengan uji korelasi rank spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,047 (0,047 < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,124 yang berarti korelasinya sangat lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan Covid-19 pada penduduk usia produktif di Mlati Sleman Yogyakarta Kata kunci : Pengetahuan; Kecemasan; Covid-19; Masyarakat
Kelengkapan dan Pendokumentasian Rekam Medis Pasien Ketuban Pecah Dini (KPD) Pratama, Rika Yuanita; Sohibun; Wagiran
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i2.812

Abstract

Latar Belakang: Dokumen rekam medis adalah dokumen yang berisi catatan tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan kepada pasien di sarana pelayanan kesehatan. Data tahun 2018 rekam medik RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang kasus ketuban pecah dini sebanyak 152 kasus. Ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis berdampak pada mutu pelayanan rekam medis serta terhambatnya proses klaim asuransi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelengkapan dan pendokumentasian dokumen rekam medis pasien ketuban pecah dini di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang pada tahun 2019 Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, populasi berjumlah 170 dokumen rekam medis pasien ketuban pecah dini, dan sampel sebanyak 62 dokumen. analisis data bersifat deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ketidaklengkapan terbanyak terdapat pada review laporan penting pada lembar formulir laporan operasi sebesar 20 dokumen (32,26%) dan review pendokumentasian yang benar ketidaklengkapan terbanyak pada lembar formulir ringkasan masuk dan keluar yaitu sebanyak 57 dokumen rekam medis (91,94%) pada item pemberian garis tetap pada area kosong. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian masih terdapat ketidaklengkapan pada review identifikasi formulir pengkajian awal kebidanan dan kandungan item tanggal lahir, review laporan penting formulir laporan operasi item kamar operasi, review autentifikasi formulir laporan operasi item tanggal operasi dan review pendokumentasian yang benar item pemberian garis tetap pada area kosong.
Faktor yang Berhubungan dengan Penerimaan Vaksin HPV Sangadji, Namira Wadjir; Ayu, Ira Marti; Veronika, Erna
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i01.888

Abstract

ABSTRACT Background of Study: Cervical cancer prevention will be more effective if accompanied by specific protective measures such as HPV immunization. A preliminary study conducted on May 28, 2022, on ten seventh grade students of Ma'Arif Sukaraja Junior High School found that 30% of parents refused the vaccine due to concerns related to its permissibility. The aim of this study was to identify factors associated with HPV vaccine acceptance by parents at Ma'Arif Sukaraja Junior High School in 2022. Methods: The research design used was analytic observational with a cross-sectional design. The population in this study consisted of all parents of Ma'Arif Sukaraja Junior High School students, totaling 58 people. The study used the total sampling method with all 58 individuals as samples. Data collection was done by distributing questionnaires to students, which were then taken home to be filled in by their parents. Results: About 46.66% of parents refused the HPV vaccine, with the most common reason for refusal being distrust of the vaccine (42.66%). The chi-square test showed a significant association between poor parental knowledge of HPV vaccine (PR: 3.04; p value: 0.01) and history of cancer infection (PR: 0.02; p value: 0.01). Logistic regression analysis showed that the factor that most influenced HPV vaccine acceptance at Ma'Arif Sukaraja Junior High School in 2022 was poor parental knowledge about the HPV vaccine (PR: 12.98; p value: 0.01). Conclusion: The most influential variable in HPV vaccine acceptance at Ma'Arif Sukaraja Junior High School in 2022 is poor parental knowledge about the HPV vaccine. Keywords: HPV, Vaccine Acceptance, Parents
Determinan Faktor Situasional yang Berhubungan dengan Literasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa Fatmawaty, Desy; Febrianti, Christin Angelina; Sari, Nurhalina
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i01.907

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data Riskesdas 2018 di Provinsi Lampung pada tahun 2018 menyebutkan gangguan mental emosional sebesar 5.56%. Akar permasalahan pada kesehatan mental yaitu pemahaman remaja yang kurang mengenai literasi kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan fisik, dukungan keluarga, dukungan teman, dan penggunaan media dengan literasi kesehatan mental pada mahasiswa di Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dan menggunakan uji T test independent. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif di Universitas malahayati, dengan sampel sebanyak 250 responden. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner berbentuk google form. Alat ukur untuk kuesioner literasi kesehatan mental memakai Mental Health Literacy Scale (MHLS). Hasil: penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel lingkungan fisik (p-value 0.000), dukungan keluarga (p-value 0.000), dukungan teman (p-value 0.000), penggunaan media (p-value 0.017) dengan literasi kesehatan mental. Kesimpulan: seluruh variabel pada penelitian ini berhubungan dengan literasi kesehatan mental, diharapkan instansi dapat berperan aktif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental. Memberikan informasi yang menarik melalui media elektronik maupun cetak mengenai kesehatan mental. Diharapkan juga untuk meningkatkan fasilitas seperti biro konseling. Kata Kunci: Dukungan, Media, MHLS, Lingkungan
Keinginan Memiliki Anak Lagi pada Wanita Usia Subur (WUS) di Indonesia Sohibun, Sohibun; Siregar, Kemal Nazarudin
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i01.915

Abstract

Latar Belakang: Angka fertilitas memiliki tren yang terus menurun, namun belum mencapai target. Keinginan untuk memiliki anak lebih banyak berhubungan langsung dengan fertilitas yang perlu dikendalikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi dan demografi yang berhubungan dengan keinginan untuk memiliki anak lagi pada wanita pasangan usia subur di Indonesia tahun 2017. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah wanita usia subur usia 15-49 tahun yang memiliki satu anak atau lebih berdasarkan data SDKI 2017. Analisis yang digunakan adalah regresi logistik berganda. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah 39,9 persen wanita ingin memiliki anak lagi. Variabel yang berhubungan adalah variabel umur OR 0,17 (95% CI 0,16-0,18), jumlah anak hidup OR 0,2 (95% CI 0,19-0,22), tingkat pendidikan OR 1,76 (95% CI 1,57-1,98), status ekonomi rendah OR 0 79 (95% CI 0,70-0,89), ekonomi sedang OR 0,80 (95% CI 0,71-0,91), ekonomi tinggi OR 0,74 (95% CI 0,65-0,84), ekonomi tertinggi OR 0,63 (95% CI 0,55-0,72), variabel wilayah tempat tinggal OR 0,11 (95% CI 1,00-1,20). Kesimpulan: Proporsi wanita yang telah memiliki anak dan ingin memiliki anak lagi cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan ibu serta alat kontrasepsi agar wanita dapat membatasi kelahiran. Kata kunci: Fertilitas, Keinginan Memiliki Anak, Wanita Usia Subur