cover
Contact Name
Maryani
Contact Email
marry.tenang@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
ISSN : 1829734X     EISSN : 26854961     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Surya Medika adalah jurnal yang diterbitkan oleh STIKes Surya Global Yogyakarta. Jurnal ini Fokus pada Ilmu Kesehatan yang meliputi: Ilmu keperawatan, kesehatan masyarakat, farmasi dan yang sebidang dengan kesehatan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles 175 Documents
Riwayat Hipertensi dan Paritas Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Teddyansyah, Teddyansyah; Ariani, Malisa; Fetriyah, Umi Hanik; Latifah, Latifah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1195

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan indikator kesehatan anak dengan kekurangan gizi kronis yang berhubungan dengan peningkatan resiko kematian serta dapat mempengaruhi fisik dan fungsional tubuh. Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi. Riwayat hipertensi dalam kehamilan dan paritas ibu diduga sebagai faktor risiko stunting sehingga perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat hipertensi dan paritas ibu dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada 103 orang ibu yang mempunyai balita usia 2-5 tahun di Puskesmas Pekauman dengan teknik purposive sampling menggunakan lembar observasi dan pemeriksaan antropometri serta dianalisa dengan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar ibu berusia 20-35 tahun sebanyak 92 orang (89,3%), memiliki anak balita sebanyak 69 orang (67%), dengan jenis kelamin anak perempuan sebanyak 53 orang (51,5%), memiliki riwayat hipertensi sebanyak 69 orang (67%), berstatus multipara sebesar 58 orang (56,3%) dan sebagian besar anak responden berstatus stunting sebanyak 63 anak (61,2%). P value hipertensi = 0,002 ; OR = 4,251 dan P value paritas = 0,041 ; OR = 2,521. Simpulan: Ada hubungan antara riwayat hipertensi dan paritas ibu dengan kejadian stunting pada balita. Jika ibu hamil kembali, disarankan untuk melakukan pemantauan tekanan darah dalam pemeriksaan ANC rutin khususnya pada multipara sehingga bisa mencegah terjadinya stunting.
Penerapan Posisi Semi Fowler pada Pasien NSTEMI dengan Pola Napas Tidak Efektif Vania, Risma Ananda; Mohtar, M. Sobirin; Santoso , Bagus Rahmat
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1183

Abstract

Latar Belakang: NSTEMI merupakan kelainan kardiovaskular akibat penyumbatan pembuluh darah koroner, baik yang bersifat intermiten maupun permanen akibat pecahnya plak aterosklerotik. NSTEMI ditandai dengan nyeri dada dan sesak napas sehingga menyebabkan penurunan saturasi oksigen dan peningkatan frekuensi pernapasan. Semi-Fowler merupakan salah satu posisi yang digunakan untuk memperbaiki pola pernapasan yang tidak efektif. Manfaat posisi semi Fowler adalah memperlancar saturasi oksigen hingga mengurangi sesak napas. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran umum asuhan keperawatan kritis pada pasien dengan diagnosa medis NSTEMI dengan penerapan posisi semi Fowler pada pola pernafasan tidak efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif berbentuk studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan. Sampel penelitian ini adalah pasien NSTEMI dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif. Instrumen yang digunakan adalah lembar asuhan keperawatan kritis, buku SDKI, SLKI dan SIKI, serta SOP semi Fowler. Hasil: Berdasarkan studi kasus yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan posisi semi Fowler pada pasien NSTEMI dengan permasalahan keperawatan pola nafas tidak efektif pada pasien dapat teratasi dengan outcome pola pernafasan yang lebih baik. Kesimpulan: Hasil analisa ini diharapkan dapat diterapkan oleh rumah sakit pada pasien NSTEMI yang mengalami masalah keperawatan pola nafas tidak efektif untuk memperbaiki pola pernafasan.
Riwayat Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita Fatimah, Siti; Ariani, Malisa; Nito, Paul Joae Brett; Fetriyah, Umi Hanik
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1186

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan indikator yang menggambarkan kondisi sosial-ekonomi suatu negara dan masalah kesehatan yang berkaitan dengan kekurangan sumber daya manusia yang produktif dan berkualitas di masa depan. Jumlah anak stunting di Indonesia masih tinggi dan belum mencapai target nasional. Salah satu faktor risiko yang diduga menjadi penyebab stunting adalah kekurangan gizi dari ibu ke janin dalam kandungan akibat anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara riwayat anemia pada ibu hamil dengan prevalensi stunting pada anak di Pusat Kesehatan Pekauman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitis dan pendekatan kohort retrospektif ini dilakukan pada 103 ibu yang memiliki balita berusia 2-5 tahun dengan teknik sampling acak. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan lembar observasi dan alat ukur mikrotis. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki riwayat anemia gestasional sebanyak 57 orang (55,3%), dan sebagian besar anak mengalami stunting sebanyak 63 anak (61,2%). Hasil analisis data menunjukkan nilai p = 0,000 dan OR 24,083. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara riwayat anemia pada ibu hamil dan insidensi stunting pada balita di Pusat Kesehatan Masyarakat Pekauman Banjarmasin. Pencegahan dapat dilakukan melalui minimal enam kunjungan antenatal care (ANC) dan kepatuhan terhadap suplementasi zat besi sebagai upaya promosi dan pencegahan untuk mengurangi angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Faktor Risiko yang Berkaitan dengan Insidensi TB Paru Manullang, Melisa; Rara Vyani Adistira; Siregar, Santy Deasy; Manalu, Putranto
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1192

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis adalah penyakit menular yang menjadi penyebab utama masalah kesehatan yang disebabkan oleh Mycobacteria tuberculosis dan merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktor risiko yang terkait dengan insidensi tuberkulosis paru di Kabupaten Deli Serdang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan 140 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS dengan Uji Fisher Exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan signifikan adalah usia (p-value = 0.001), jenis kelamin (p-value = 0.030), pekerjaan (p-value = 0.024), jarak dari rumah ke fasilitas kesehatan (p-value = 0.038), dan status gizi (p-value = 0.027). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pengobatan (p-value = 0,219), pendapatan (p-value = 0,723), dan kepadatan penduduk (p-value = 0,710) terhadap insidensi TB paru.  Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia merupakan faktor yang paling dominan dalam insidensi TB paru. Disarankan agar kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat ditingkatkan dengan memberikan informasi dan pendidikan tentang bahaya penyakit TB paru.
Efektivitas Penerapan Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi Hia, Anjelin Nonifati; Sianturi , Sondang Ratnauli
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1321

Abstract

Latar Belakang  : Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang berbahaya karena dapat secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan berbagai penyakit serius lainnya Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk menurunkan hipertensi yaitu penerapan foot massage. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui efektivitas terapi Foot massage dalam menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Metode : Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Johar baru, Kelurahan Tanah Tinggi RW 07 pada lansia sebanyak 6 orang dengan penyakit hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2025. Studi kasus dengan dengan metode deskriptif observasional. Intervensi Foot massage selama tiga hari berturut-turut. Hasil : Foot massage efektif menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi, dengan penurunan rata-rata sebesar 13 mmHg sistolik dan 18 mmHg diastolik. Selain menurunkan tekanan darah, terapi ini juga meningkatkan kenyamanan, relaksasi, dan kualitas tidur responden. Kesimpulan : Terapi Foot massage terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.  
Kepuasan Pasien BPJS Terhadap Penggunaan Sidik Jari di Poli Klinik Spesialis Jantung Mawo, Lidia Wolla; Faidah, Nurul; Mirayanti, Ni Ketut Ayu
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1381

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan indikator penting mutu pelayanan kesehatan. Penggunaan sidik jari dalam proses registrasi pasien memberikan manfaat seperti efisiensi, akurasi, dan keamanan data. Namun, keberhasilan sistem ini tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, melainkan juga oleh penerimaan pasien. RSAD Tk.II Udayana telah menerapkan sistem sidik jari, namun masih ditemui kendala teknis yang menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat kepuasan pasien BPJS. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepuasan pasien BPJS terhadap penggunaan sidik jari di Poli Klinik Spesialis Jantung RSAD Tk.II Udayana Denpasar. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada Maret-April 2025 dengan populasi 823 pasien BPJS rawat jalan. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 89 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 20 item pertanyaan. Analisis menggunakan model ServQual dengan lima dimensi kualitas pelayanan: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil: Tingkat kepuasan pasien menunjukkan nilai sebagai berikut: tangibles 79,8%, reliability 76,4%, responsiveness 67,4%, empathy 77,5%, dan assurance 73,0%. Dimensi dengan nilai terendah adalah responsiveness, terutama terkait kecepatan petugas dan kendala teknis sistem saat verifikasi. Kesimpulan: Rata-rata tingkat kepuasan pasien adalah 74,82% dengan kategori puas (70–79%). Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan sidik jari pada pendaftaran pasien rawat jalan secara umum memuaskan, namun aspek responsiveness masih perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas layanan yang lebih efektif dan berpusat pada pasien.
Pemeliharaan Fasilitas Sanitasi dan Pengelolaan Sampah di Yogyakarta International Airport (YIA) Rulyastuti, Hanifah; Rahma, Maulidya Aulia; Arumimtiaztuti, Salma Idha; Ningsih, Yesika Adi; Andani, Yowanda Karisma; Alfareza, Muhammad Dhimas; Yoni, Rama; Kodriati, Nurul
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i3.980

Abstract

Latar Belakang: Sebagai pintu masuk negara, bandar udara perlu mengutamakan pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan yang bersih dan sehat untuk menjamin penumpang merasa aman, nyaman, tertib, dan sehat selama beraktivitas. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kenyamanan, bandar udara perlu melakukan pemeliharaan sanitasi terhadap fasilitas yang ada seperti toilet, restoran, rumah makan, kantin, lounge, kafe, dan outlet. Peneliti melakukan penelitian di Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA) untuk mengidentifikasi penerapan bandar udara sehat pada bagian pengelolaan sampah dan sanitasi. Metode: Penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan berjumlah 4 orang yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis implementasi bandara sehat menggunakan variabel pengelolaan sampah, kesadaran pengunjung, kepuasan pengunjung, menjaga sanitasi toilet dan evaluasi fasilitas sanitasi Hasil: Dari hasil penelitian yang dilakukan terdapat 6 temuan mengenai pengelolaan sampah dan fasilitas sanitasi di Bandara Internasional Yogyakarta, terdapat 2 cara pengelolaan sampah dan 3 cara pengelolaan fasilitas sanitasi, terdapat pengunjung yang kurang sadar dalam menjaga kebersihan, pengunjung merasa fasilitas kebersihan di bandara sudah baik, petugas masih banyak menemui kendala dalam menjaga toilet tetap kering. Kesimpulan: Pengelolaan sampah dan fasilitas sanitasi di YIA sudah baik, namun masih ditemukan pengunjung yang kurang menjaga kebersihan fasilitas sanitasi di YIA. Pemberian edukasi mengenai sampah dan menjaga fasilitas sanitasi di YIA dapat dilakukan melalui pemasangan poster di beberapa area bandara.
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III Yuniza, Yuniza; Putri, Oktariana; Tamar, Miskiyah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i3.1034

Abstract

Latar Belakang : Kehamilan merupakan sebuah pengalaman psikis yang dapat membuat ibu hamil mengalami banyak perubahan psikologis dan fisiologis selama kehamilan. Proses kehamilan akan mengalami banyak perubahan, dan beberapa faktor hormonal juga turut mempengaruhinya. Kebutuhan dasar ibu hamil yang paling sederhana adalah kebutuhan tidur dan istirahatnya terpenuhi. Pada trimester ketiga dan menjelang persalinan ibu hamil mengalami kesulitan dengan posisi dan waktu tidur, untuk kondisi seperti itu ibu hamil dapat melakukan relaksasi melalui olahraga yaitu senam hamil. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh senam hamil terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III di PMB Kustirah Kertapati Palembang. Metode : Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 - 27 Mei 2023 di PMB Kustirah Kertapati Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperimental menggunakan One Group Pretest dan Posttest dengan model penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling, dengan jumlah sampel 45 responden. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil : Didapatkan nilai median sebelum diberikan intervensi yaitu 8.00 dan sesudah diberikan intervensi yaitu 4.00 dengan nilai p-value 0.000 <0.05. Kesimpulan : Ada pengaruh senam hamil terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III di PMB Kustirah Kertapati Palembang.
Korelasi Lama Pengobatan dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti-Tuberkulosis Kinanti, Ambarini Desya; Lisum, Kristina; Supardi, Sudibyo
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i3.1166

Abstract

Latar belakang : Indonesia masih menjadi peringkat ketiga kasus TBC tertinggi di dunia, dan terdapat 8000 kasus TBC di kota Depok tahun 2019. Kasus TBC yang tinggi disebabkan karena kurangnya kepatuhan pasien TBC dalam meminum OAT. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan ialah lama pengobatan dan juga dukungan keluarga Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama pengobatan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum OAT pasien TBC. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Jatijajar dan Cilangkap Depok, sejak bulan April – Mei 2023. Teknik sampling menggunakan purposive dengan 61 responden yang berusia 15-54 years. Penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan MMAS-8 dan dianalisis dengan Chi Square. Hasil: Sejumlah 62,3% responden patuh terhadap pengobatan yang diberikan serta 87,5% responden mendapat dukungan keluarga dengan baik. Ada korelasi yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum OAT dengan nilai p adalah 0,000, akan tetapi tidak ada korelasi yang signifikan antara lama pengobatan dan kepatuhan minum OAT demgam nilai p sebesar 0,105. Kesimpulan: Dukungan keluarga memegang peranan penting selama fase pengobatan pasien TBC. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan dukungan yang diberikan keluarga selama pengobatan pasien, sehingga pengobatan bisa tuntas.  
Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan Ningsih, Jeni Rahayu; Sutinbuk, Dedek; Asmaruddin, M. Faad
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i3.1204

Abstract

Latar Belakang : Kejadian stunting lebih sering terjadi pada balita usia 2-5 tahun dibandingkan pada balita usia di bawah 2 tahun. Hal ini berkaitan dengan pola makan berdasarkan jenis makanan, frekuensi (jadwal) makan, dan jumlah makanan. Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh penanggung jawab program status gizi balita (stunting) dan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sijuk, faktor utama penyebab stunting di wilayah kerja Puskesmas Sijuk adalah pola makan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung pada tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan populasi kasus sebanyak 80 balita stunting dan populasi kontrol sebanyak 517 balita yang tidak mengalami stunting. Sampel kasus terdiri dari 80 balita stunting, sedangkan sampel kontrol sebanyak 80 balita yang tidak mengalami stunting. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling untuk kasus, sedangkan sampel kontrol diambil sesuai kriteria inklusi. Hasil : Penelitian menunjukkan hubungan antara pola makan dan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sijuk adalah jenis makanan p-value (0,000), frekuensi (jadwal) makan p-value (0,000), dan jumlah makanan p-value (0,000). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian stunting berdasarkan jenis makanan, frekuensi (jadwal) makan, dan jumlah makanan.