cover
Contact Name
Nur Aini Retno Hastuti, SST., M.Keb
Contact Email
nurainiretno@ub.ac.id
Phone
+6285642140459
Journal Mail Official
joim@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Issues in Midwifery
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25496581     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018)" : 6 Documents clear
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Turi Merah terhadap Jumlah Koloni Bakteri di Hepar dan Kadar TGF-β Mencit Nifas yang Diinokulasi Staphylococcus aureus Hanifarizani, Rahma Dian; Santoso, Sanarto; Indrawan, I Wayan Agung
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.769 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.01.5

Abstract

Masa nifas merupakan periode yang rentan terhadap infeksi akibat  masuknya bakteri melalui perlukaan jalan lahir. Strain bakteri yang umumnya ditemukan pada infeksi masa nifas adalah Staphylococcus aureus. Bakteri yang masuk melalui vagina dapat menyebar melaui pembuluh getah bening atau aliran darah dan menyebar ke deluruh tubuh termasuk ke hepar. Toksin eksotoksin baktri dalam tubuh memicu innate immunity. Makrofag aktif dan mengaktivasi pelepasan sitokin-sitokin proinflamasi. Respon berlebihan dari pelepasan sitokin-sitokin proinflamasi dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang tidak terkontrol. Untuk mengimbangi hal tersebut, tubuh mengaktifkan sitokin-sitokin antiinflamasi dan TGF-β yang berperan dalam perbaikan jaringan. Pengobatan terhadap infeksi umumnya menggunakan antibiotik. Namun beberapa bakteri telah menjadi resisten termasuk Staphylococcus aureus. Dikembangkan berbagai terapi adjuvant dari bahan alam, salah satunya Sesbania Grandiflora L.pers yang dianggap memiliki kandungan antibakteri.Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh ekstrak daun turi merah (Sesbania grandiflora L.Pers) terhadap jumlah koloni bakteri di hepar dan kadar TGF-β pada mencit nifas  yang diinokulasi Staphylococcus aureus.Penelitian ini menggunakan true experiment dengan posttest only control group design. Hewan coba yang digunakan adalah 25 ekor mencit nifas yang dibagi menjadi 5 kelompok. Pengukuran jumlah koloni memakai metode total plate count sedangkan kadar TGF- β dilakukan dengan metode ELISA. Hasilnya adalah pemberian ekstrak daun turi merah mampu menurunkan sebaran rerata jumlah koloni bakteri di hepar dan meningkatkan kadar TGF-β pada mencit nifas yang diinokulasi Staphylococcus aureus.
Hubungan Karakteristik Ibu dan Dukungan Suami dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Budiarti, Vivi; Putri, Rismaina; Amelia, Coryna Rizky
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.785 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.01.1

Abstract

Salah satu indikator utama yang dapat menggambarkan kondisi masyara-kat yang sejahtera dan sehat di suatu negara adalah dengan melihat gambaran jumlah Angka Kematian Ibu (AKI). Angka kematian ibu yang tinggi sampai saat ini bisa disebabkan oleh adanya komplikasi kehamilan yang sebelumnya ditandai dengan adanya tanda bahaya pada masa kehamilan. Tanda bahaya yang muncul pada kehamilan tersebut merupakan pertanda awal adanya masalah yang serius pada masa kehamilan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan saat ini adalah mengetahui hubungan pada karakteristik ibu dan dukungan suami dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di BPM Sumidyah Ipung. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian berupa observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang dipilih menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Nilai p value dari analisis statistik Chi Square test menunjukkan hasil p value= 0,000 (usia dengan tingkat pengetahuan), p value= 0,037 (pendidikan dengan tingkat pengetahuan), p value= 0,028 (pekerjaan dengan tingkat pengetahuan), p value= 0,049 (paritas dengan tingkat pengetahuan), p value= 0,007 (riwayat kunjungan ANC dengan tingkat pengetahuan) dan p value= 0,007 (dukungan suami dengan tingkat pengetahuan). Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, ada hubungan antara pendidikan dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, pekerjaan dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, ada hubungan antara paritas dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, ada hubungan antara riwayat kunjungan ANC dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, dan ada hubungan antara dukungan suami dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan. 
Pola Asuh Dengan Terjadinya Picky Eater (Pilih-Pilih Makanan) Pada Anak Usia 3-6 Tahun Di Dusun Sumberaji Desa Karangjeruk Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Rufaida, Zulfa; Lestari, Sri Wardini Puji
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.698 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.01.6

Abstract

Picky eater is a child's behavior is unwilling or refuses to eat, or have difficulty consuming the food. Picky eater influenced by upbringing, feeding behavior of parents, the mother and child interaction, exclusive breastfeeding, solids, and psychological and physical condition of the child. Picky eater can cause children micro- and macronutrient deficiencies that ultimately interfere with the physical and psychological growth. The aim of research to determine the relationship of parenting parents against the picky eater in children aged 3-6 yearsThe study design cross sectional observational analytic types. Population mothers of children aged 3-6 years in Dusun Sumberaji Desa Karangjeruk Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Sample 41 respondents drawn using sampling techniques Non – Probability sampling, kind of total sampling. Retrieval of data held on December 18th 2017 – January 05th 2018, the research instruments using a questionnaire with interview techniques. Data analysis used Fisher exact test, α = 0.05.The results showed that the average of respondent who had democratic parenting style was as many as 22 respondents (64.7%) with a child who experienced picky eater.Results count the Fisher exact test test obtained exact sig value (2-sided) 0.401 meant that Ho accepted,there is no relationship between parenting style of parenst to theincidentof picky eater in children used 3-6 years.Conclusions democratic parenting style adopted by parents still can not make children become picky eater so it needs to pay attention to the physical condition of the child. Parents are expected to vary the diet so that children are more interested in eating food.Keywords: Parenting, Picky Eater
Kehamilan dengan Katub Jantung Prostetik Mekanik dan Penggunaan Antikoagulan Indriani, Anin; Rahardjo, Bambang; Tjahjono, Cholid Tri
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.65 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.01.2

Abstract

Wanita hamil yang menggunakan katub jantung prostetik mekanik, meningkatkan morbiditas dan mortalitas terhadap ibu dan janin. Heparin sangat aman bagi janin dibandingkan warfarin, namun memiliki efek antikoagulasi yang lebih rendah dibandingkan warfarin. Studi kasus ini melaporkan seorang wanita 39 tahun dengan katub jantung prostetik mekanik yang mengalami kehamilan setelah 2 tahun pemakaian. Selama kehamilan penderita menggunakan antikoagulan warfarin. pada usia kehamilan 5 minggu psien mengalami abortus iminens namun bisa diatasi. Pada usia kehamilan 22-24 minggu pasien mengalami serangan asma namun dapat diterapi dengan baik. Selanjutnya pasien menentukan cara persalinan perabdominam pada usia kehamilan 38 minggudilanjutkan dengan prosedur tubektomi. Hasil akhir dari tatalaksana yang digunakan, didapatkan outcome yang baik terhadap ibu maupun janin. Tidak didapatkan tanda–tanda embriopati akibat penggunaan warfarin pada trimester pertama. Dari studi kasus ini juga tampak bahwa warfarin cukup efektif untuk mencegah terjadinya tromboemboli pada ibu, dan pemakaian UFH dapat digunakan sebagai alternatif untuk persiapan persalinan.
Amenore Primer et causa Hiperplasia Adrenal Kongenital Non Klasik Arifiandi, Maya Devi; Wiyasa, I Wayan Arsana
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.658 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.01.3

Abstract

ABSTRACTPrimary amenorrhea is menarche delayed at 14 of age without secondary sex or absent of menstruation at 16 of age with appearance of normal secondary sex. Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) is one of endocrine disturbance can cause primary amenorrhea. Three CAH phenotypes are classical salt wasting and classical simple virilizing, also non classical CAH with late onset in symptoms and diagnosis which unknown in prenatal time. Non classical CAH caused by P450C21(21-hydroxilase) deficiency, where autosomal recessive cause by mutation of gene CYP21A2. A case 16 years old female patient came with absent of menstruation and mass near vagina as penis like. Number of screening and  examination, diagnosis for this patient is Non Classical Congenital Adrenal Hyperplasia.                  Keywords : primary amenorrhea, non classical congenital adrenal hyperplasia   ABSTRAKAmenore primer adalah tertundanya menarke pada usia 14 tahun tanpa disertai seks sekunder atau tidak adanya menstruasi pada usia 16 tahun dengan adanya pertumbuhan normal seks sekunder. Hiperplasia Adrenal Kongenital (HAK) merupakan salah satu gangguan endokrin yang dapat menyebabkan terjadinya amenore primer. Terdapat tiga fenotip HAK, HAK tipe klasik yaitu  classical salt wasting dan classical simple virilizing sejak lahir serta HAK non klasik dengan late-onset baik gejala maupun diagnosisnya dimana saat prenatal tidak diketahui. HAK non klasik disebabkan karena adanya defisiensi  enzim P450C21 (21-hidroksilase) yang merupakan kelainan autosomal resesif yang diakibatkan oleh mutasi gen CYP21A2. Sebuah kasus seorang pasien wanita lajang usia 16 tahun dengan keluhan belum menstruasi sama sekali dan memiliki benjolan di dekat vagina menyerupai penis. Dilakukan serangkaian pemeriksaan, diagnosis pada pasien ini adalah Hiperplasia Kongenital Adrenal Kongenital (HAK) non klasik.     Kata kunci: amenore primer, hiperplasia adrenal kongenital (HAK) non klasik 
Pengaruh Ekstrak Air Daun Kelor Terhadap Kadar Leptin dan Malondialdehyde Lemak Visceral Tikus Wistar yang Dipapar Depo Medroxyprogesterone Acetate Hastuti, Nur Aini Retno; Winarsih, Sri; Dwijayasa, Pande Made
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.347 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.01.4

Abstract

Penggunaan Depo Medroxyprogesterone dikaitkan dengan peningkatan adipogenesis dan oksidatif stress. Daun kelor (Moringa oleifera) adalah antioksidan alami dengan kandungan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekstrak air daun kelor mempengaruhi kadar leptin dan malondialdehyde (MDA) lemak visceral tikus wistar yang dipapar Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA). 25 tikus Wistar betina yang dibagi dalam kelompok kontrol negatif (0,2 ml aquades i.m dan 1 cc aquades/oral), kontrol positif (DMPA 2,7mg i.m dan 1 ccaquades/oral), perlakuan DMPA 2,7 mg dengan ekstrak air daun kelor 100 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, dan 200 mg/kgBB. Penelitian dilakukan selama empat minggu dan dilakukan pengambilan jaringan lemak visceral. Kadar leptin diukur dengan metode ELISA dan kadar MDA dilakukan dengan metode TBARs menggunakan spektrofotometer. Tikus yang dipapar DMPA (kontrol positif) memiliki rerata kadar leptin dan MDA yang tertinggi dibanding dengan kelompok tikus yang tidak dipapar DMPA (kontrol negatif) ataupun tikus yang mendapat ekstrak air daun kelor (kelompok perlakuan). Uji ANOVA diperoleh p= 0,027  (leptin) dan p=0,001 (MDA) sehingga dapat diintepretasikan terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar leptin dan MDA setelah pemberian ekstrak air daun kelor dalam berbagai dosis. Ekstrak air daun kelor menurunkan kadar leptin dan DMPA. Hasil uji Pearson Product Moment p=0,010 (leptin) dan p=0.000 (MDA). Hasil dari penelitian ini menyimpulkan ekstrak air daun kelor mampu menurunkan kadar leptin dan MDA lemak visceral tikus wistar yang dipapar Depo Medroxyprogesterone Acetate

Page 1 of 1 | Total Record : 6