cover
Contact Name
Nur Aini Retno Hastuti, SST., M.Keb
Contact Email
nurainiretno@ub.ac.id
Phone
+6285642140459
Journal Mail Official
joim@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Issues in Midwifery
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25496581     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
The Effect of Giving Soursop Fruit Juice (Annona muricata, L.) on Hemoglobin Levels in Wistar Bunting Strain Rats Exposed to Cigarette Smoke Prastanti, Ryan Hani; Nurdiana; Dewi, Mustika
Journal of Issues in Midwifery Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.02.4

Abstract

Background: Anemia in pregnancy can be caused by exposure to cigarette. A large number of free radicals can cause the number of erythrocytes to decrease. It takes a component to neutralize free radicals, namely antioxidants obtained from various fruits. Soursop contains sources of antioxidants such as flavonoid compounds, polyphenols, and vitamin C. Researchers want to know whether soursop juice can be used as an alternative antioxidant to prevent the decrease in hemoglobin levels of pregnant women. Objective: To determine the effect of giving soursop juice on hemoglobin levels of pregnant white rats with exposure to cigarette smoke. Methods: The experimental laboratory research was designed using the Randomized Post Test Only Control Group Design method. The experimental animal samples were 20 pregnant female Wistar (Rattus norvegicus) rats composed of two control and three treatment groups. Rats were given soursop fruit juice from the first day of rearing until the 18th day of gestation and exposed to cigarette smoke from the 6th day until the 18th. Then blood samples were taken from the mother's heart to measure the hemoglobin level. Results: The results of the hemoglobin level test showed that there was difference between the treatment group and control group. There is an increasing trend from the postitive control group to treatment group. Conclusion: Giving soursop fruit juice can prevent the decrease in hemoglobin levels of pregnant rats exposed to cigarette smoke. Keywords: anemia, free radicals, antioxidants, vitamin C.
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL IBU DENGAN TINGKAT KECEMASAN REMAJA PUTRI MENGHADAPI MENARCHE DI SD NEGERI BUNULREJO 2 KOTA MALANG Syaharani, Salma Fadhilah; Soeharto, Setyawati; Jannah, Miftahul; Hidayati, Laely
Journal of Issues in Midwifery Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.02.3

Abstract

ABSTRACT Masa remaja adalah periode kehidupan yang berlangsung antara masa kanak-kanak dan dewasa yang dimulai dengan adanya perubahan hormonal yang kemudian diikuti oleh periode menstruasi pertama atau menarche pada putri. Menarche umumnya terjadi sekitar usia 11 – 14 tahun. Remaja putri yang pengetahuannya masih minim akan beranggapan bahwa menarche menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa sakit sehingga timbul kecemasan. Kecemasan yang timbul terhadap menarche sejatinya bisa disingkirkan apabila ibu penuh kepedulian dan bijaksana menyikapi pergeseran fase pada remaja putri. Dalam menghadapi fase ini, ibu bisa menjadi sumber informasi utama terkait menstruasi yang tertuang dalam jalinan komunikasi interpersonal. Maksud dari penelitian ini adalah membuktikan adanya hubungan komunikasi interpersonal ibu dengan tingkat kecemasan remaja putri menghadapi menarche di SD Negeri Bunulrejo 2 Kota Malang. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan Cross-Sectional Study. Pengambilan sampel diperoleh menggunakan teknik total sampling dan didapatkan 53 responden remaja putri di SD Negeri Bunulrejo 2 Kota Malang sesuai kriteria inklusi. Komunikasi interpersonal ibu dengan remaja putri dan tingkat kecemasan menghadapi menarche diukur menggunakan kuesioner yang sebelumnya telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dari kedua variabel dilakukan uji korelasi Spearman Rho dan diperoleh hasil yang signifikan dengan nilai koefisien korelasi -0.705, artinya terdapat korelasi kuat antar variabel tersebut. Kesimpulan: ada hubungan komunikasi interpersonal ibu dengan tingkat kecemasan remaja putri menghadapi menarche di SD Negeri Bunulrejo 2 Kota Malang.
Hubungan Antara Sindrom Nefrotik Resisten Steroid Dengan Gangguan Pertumbuhan Pada Anak Handoko, Ayu; Subandijah, Krisni; Paramita Sari, Ningrum
Journal of Issues in Midwifery Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.02.2

Abstract

ABSTRACT Background: The incidence of nephrotic syndrome is increasing and has been reported to be the second most common disease found in pediatric nephrology. Most children with nephrotic syndrome tend to be picky eaters and have poor appetite due to malabsorption due to intestinal edema and abdominal pain, combined with enteropathic protein loss which can further impair nutrition. In addition, corticosteroid treatment in patients with nephrotic syndrome also has an important role in growth disorders in children that can have a long-term effect and reduce their quality of life if not detected and not intervened early. Aims : to identify the association between steroid-sensitive nephrotic syndrome and growth retardation in children Methods: This study used a cross-sectional study. The calculation of the sample size used the unpaired categorical analytic formula and purposive sampling method in taking the sample size. The research subjects in this study was 50 patients with nephrotic syndrome. Data analysis was performed using non-parametric statistics testing, Chi-square. Results: The results of the Chi Square test showed a significant value or p value = 0.248 (p> 0.05, so it can be concluded that there is no relationship between steroid-resistant nephrotic syndrome (SNRS) and growth retardation in children. Odds Ratio in this study is 1.962. Conclusion: There is no significant association between steroid resistant nephrotic syndrome and growth disorders in children. Keywords: Nephrotic Syndrome, Growth Retardation ABSTRAK Latar Belakang: Angka kejadian sindrom nefrotik meningkat dan telah dilaporkan menjadi penyakit paling umum kedua yang ditemukan di nefrologi anak. Banyak anak yang menderita sindrom nefrotik cenderung picky eater dan memiliki nafsu makan buruk akibat mengalami malabsorbsi karena edema usus dan sakit perut, ditambah lagi dengan kehilangan protein enteropati yang selanjutnya dapat mengganggu nutrisi. Selain itu, pengobatan kortikosteroid pada penderita sindrom nefrotik juga turut berperan penting dalam masalah gangguan pertumbuhan pada anak yang dapat menyebabkan efek jangka panjang dan menurunkan kualitas hidupnya apabila tidak terdeteksi dan tidak diintervensi secara dini.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara sindrom nefrotik sensitif steroid dengan gangguan pertumbuhan pada anak Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional study. Perhitungan besar sampel menggunakan rumus analitik kategorik tidak berpasangan dan metode purposive sampling dalam pengambilan besar sampel. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah 50 pasien sindrom nefrotik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pengujian non parametric statistics yaitu Chi-square Hasil Penelitian : Hasil uji Chi Square menunjukkan nilai signifikan atau nilai p=0.248 (p > 0.05), oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan bahwasannya tidak terdapat hubungan antara sindrom nefrotik resisten steroid (SNRS) dengan gangguan pertumbuhan pada anak. Odds Ratio dalam penelitian ini yaitu 1.962 Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara SNRS dengan gangguan pertumbuhan pada anak Kata Kunci: Sindrom Nefrotik, Gangguan Pertumbuhan
HUBUNGAN PEMBERIAN JENIS ASUPAN NUTRISI DAN PEMILIHAN TERAPI DENGAN LAMA PERAWATAN PADA BBLR DENGAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD KANJURUHAN MALANG Sabrina, Maulidatus; Happy Kurnia , Permatasari; Ulfah, Mega
Journal of Issues in Midwifery Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.02.5

Abstract

Bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram dapat digolongkan ke dalam kategori Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Hal tersebut tidak dilihat berdasarkan usia gestasi, sehingga bayi BBLR menjadi sangat rentan karena kesiapan tubuh yang belum maksimal dalam menghadapi lingkungan ekstrauterin. Ada beberapa dampak yang dapat ditimbulkan oleh bayi BBLR salah satunya adalah kejadian Ikterus Neonatorum. Kejadian ini banyak terjadi khususnya pada bayi BBLR sehingga menjadikan durasi lama perawatan selama di rumah sakit menjadi lebih panjang. Selama masa perawatan penurunan kadar bilirubin serum tentunya juga harus didukung oleh pemberian asupan nutrisi yang adekuat dan pemilihan terapi yang sesuai. Asupan nutrisi yang diberikan dapat berupa ASI eksklusif, ASI predominan maupun campuran antara ASI eksklusif dan ASI predominan, sementara itu terapi yang diberikan antara lain fototerapi, transfusi tukar, dan pemberian farmakologi. Pemberian nutrisi sedini mungkin dapat menurunkan kadar bilirubin lebih cepat, sehingga tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian jenis asupan nutrisi dan pemilihan terapi dengan lama perawatan pada bayi BBLR dengan ikterus neonatorum di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional terhadap 56 sample berdasarkan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan mengisi formulir pendataan menurut data sekunder, yang kemudian dianalisis menggunakan Uji Eta dengan nilai korelasi η = 0,438. Kesimpulan yang didapatkan yaitu terdapat hubungan yang moderat antara pemberian jenis asupan nutrisi dengan lama perawatan pada bayi BBLR dengan ikterus neonatorum. Penelitian ini juga melaporkan terdapat perbedaan rata-rata lama perawatan berdasarkan jenis asupan nutrisi dan hasil uji ANOVA mendapat nilai p-value = 0,004 yang artinya didapatkan perbedaan yang signifikan antara rata-rata lama perawatan berdasarkan jenis asupan nutrisi. Sehingga hasil ini dapat menjadi perhatian khususnya kepada tenaga kesehatan dalam pemenuhan asupan nutrisi pada bayi BBLR dengan ikterus neonatorum.
Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas di TPMB Kecamatan Kenjeran Indiarti, Amalia; Jeniawaty, Sherly; Nugrahini, Evi Yunita; Pramudianti, Domas Nurchandra
Journal of Issues in Midwifery Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.02.1

Abstract

Luka perineum merupakan trauma yang dialami oleh 75% wanita yang melahirkan dan dapat menyebabkan morbiditas jika proses penyembuhan luka terganggu. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka perineum adalah oksigenasi jaringan dan nutrisi yang berhubungan dengan kadar hemoglobin dalam darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di TPMB Kecamatan Kenjeran. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan prospektif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 37 ibu nifas dengan luka perineum. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kadar hemoglobin dan variabel terikatnya adalah penyembuhan luka perineum ibu nifas. Untuk menganalisis hubungan antara dua variabel menggunakan uji analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21 (56,8%) dari 37 ibu nifas mengalami anemia postpartum. Sedangkan penyembuhan luka perineum dengan kategori baik dialami oleh 23 (62,2%) dari 37 ibu nifas. Dari hasil uji analisis chi-square terhadap kedua variabel tersebut, didapatkan nilai p-value sebesar 0,006. Karena nilai p < 0,05, maka terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Kadar hemoglobin berhubungan dengan distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan perifer. Oleh karena itu, hubungan kadar hemoglobin dengan penyembuhan luka perineum menunjukkan bahwa jika kadar hemoglobin di atas batas normal, maka semakin baik kondisi luka perineum pada hari ke-7.

Page 1 of 1 | Total Record : 5