cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
HUBUNGAN TRADISI DAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DI DESA TRIMULYO KECAMATAN KAYEN KABUPATEN PATI Marfuah, Siti; Wijayanti, Irfana Tri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.031 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.224

Abstract

Indikator utama derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian bayi (AKB). Masalah gangguan pertumbuhan pada usia dini yang terjadi di Indonesia diduga kuat berhubungan dengan banyaknya bayi yang sudah diberi MP-ASI sejak usia satu bulan, bahkan sebelumnya. Pemberian MP-ASI terlalu dini juga akan mengurangi konsumsi ASI, dan bila terlambat akan menyebabkan bayi kurang gizi. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan di Desa Trimulyo Kecamatan Kayen Kabupaten Pati 15 ibu yang memiliki bayi  didapatkan hasil bahwa responden 12 orang (80%) yang menganut kebiasaan setempat dan 3 orang (20%) yang tidak menganut kebiasaan setempat. 12 ibu yang menganut tradisi setempat  8 orang yang memberikan MP-ASI dini/tidak sesuai dengan usia bayi dan 4 ibu yang memberikan MP-ASI dengan benar. sedangkan 3 ibu yang tidak menganut kebiasaan setempat memberikan MP-ASI yang tidak sesuai dengan usia bayinya yaitu dikarenakan mereka sibuk bekerja sehingga waktu bersama bayinya kurang. 11 orang (73,3%) yang tidak melakukan teknik menyusui  yang benar dan 3 orang (26,7%)  melakukan teknik menyusui  yang benar. Dari 11 ibu yang tidak melakukan teknik menyusui dengan benar 8 ibu yang memberikan MP-ASI dini/ tidak sesuai dengan usiabayi dan 3 orang ibu yang memberikan MP-ASI dengan benar. Sedangkan 4 yang melakukan teknik menyusui yang benar 3 orang memberikan MP-ASI dini/ tidak sesuai dengan usia bayi dan 1 orang memberikan MP-ASI yang benar.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tradisi/ kebiasaan dan TMYB dengan pemberian MP-ASI di Desa Trimulyo Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan sebayak 77 Di Desa Trimulyok Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Sampel sebanyak 77 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling.Hasil penelitian diketahui bahwa Ada hubungan tradisi/ kebiasaan dengan pemberian MP-ASI di Desa Trimulyo Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Hal ini ditunjukkan oleh   (1.000) ≥  (0.005) dan p value 0,040 < 0,05. Ada hubungan teknik menyusui  dengan pemberian MP-ASI di Desa Trimulyo Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.  Hal ini ditunjukkan oleh  (1.000) ≥  (0.005) dan p value 0,000 < 0,05.Saran disampaikan kepada ibumenyusui diharapkan agar bias memberikan ASI dan MP-ASI sesuai dengan usia bayi. Kata kunci            : Tradisi/kebiasaan, Tehnik menyusui, pemberian MP -  ASIDaftar Pustaka    : 12 buku (2006-2016) 
PERAN ORANG TUA DALAM STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK BALITA Royhanaty, Isy; Sonhaji, Sonhaji; Widyaningsih, Tri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.215 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.226

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang : Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih komplek dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara serta sosialisasi dan kemandirian. Kegagalan dalam perkembangan anak berakibat pada terhambatnya perkembangan diusia selanjutnya seperti timbulnya autise sebagai masalah perkembangan yang menyangkut semua aspek perkembangan, termasuk kemampuan motorik anak serta dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Dari hasil survey pendahuluan di PAUD IT Tamrinul Aulad Desa Manyargading Jepara didapatkan 21% anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan. Untuk dapat berkembang dengan baik, anak perlu mendapatkan stimulasi sedini mungkin secara rutin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Stimulasi paling baik dilakukan oleh ibu dan ayah yang merupakan orang terdekat dengan anak. Tujuan : Menganalisa hubungan peran orangtua dalam stimulasi dengan perkembangan anak usia 24-48 bulan. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan analitik korelasional dengan pendekatan crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 44 responden dengan teknik sampling purposive sampling. Analisa menggunakan chi square. Hasil : Ada  hubungan antara peran ayah dalam stimulasi dengan perkembangan didapatkan (p value=0,000, OR=2,0). Ada hubungan antara peran ibu dalam stimulasi dengan perkembangan (p value=0,000, OR=4,3). Kesimpulan : Ibu yang berperan baik dalam stimulasi mempunyai peluang yang lebih besar daripada ayah untuk mendapatkan perkembanagan anak yang optimal. Kata Kunci : Peran,Ayah, Ibu, Stimulasi, Perkembangan  ABSTRACT Background : Development is a more complex increase in body structure and function in the ability of gross motion, smooth motion, speech and socialization and independence. Failure in child development results in obstruction of development in the next age such as the emergence of autism as a developmental problem involving all aspects of development, including the motoric abilities of children and can affect the level of intelligence of children. From the results of a preliminary survey at the PAUD IT Tamrinul Aulad Manyargading Village, Jepara, 21% of children experienced delays in development. To be able to develop properly, children need to get stimulation as early as possible regularly and continuously at every opportunity. Stimulation is best done by the mother and father who are the closest people to the child. Objective : To analyze the relationship of the role of parents in stimulating the development of children aged 24-48 months. Method : This study used a correlational analytic design with crossectional approach. The sample in this study was 44 respondents with purposive sampling sampling technique. Analyze using chi square. Results : There is a relationship between father's role in stimulation with development obtained (p value = 0,000, OR = 2.0). There is a relationship between the role of mothers in stimulation with development (p value = 0,000, OR = 4.3). Conclusion : Mothers who play a good role in stimulation have a greater chance than fathers to get optimal child development. Keywords: Role, Father, Mother, Stimulation, Development
Hubungan Usia Menarche, Riwayat Kontrasepsi dan Riwayat Perkawinan dengan Hasil Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Khanifah, Milatun; Fitriyani, F
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.407 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.234

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) adalah salah satu metode deteksi dini penyakit kanker serviks yang cukup efektif di Indonesia. Beberapa faktor dapat berpengaruh terhadap kejadian lesi pra kanker. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan usia menarche, riwayat kontrasepsi, riwayat perkawinan dengan hasil pemeriksaan inspeksi visual asetat (IVA). Jenis penelitian kuantitatif non eksperimen. Populasi wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan IVA di di Kabupaten Pekalongan sebanyak 151 responden. Pengambilan sampel dengan total populasi. Analisa data dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia menarche dengan hasil pemeriksaan IVA (p:0.125); tidak terdapat hubungan antara riwayat kontrasepsi dengan hasil pemeriksaan IVA (p:1.000), dan tidak terdapat hubungan antara riwayat perkawinan dengan hasil pemeriksaan IVA (p:0,114). Upaya deteksi dini perlu dilakukan pada wanita usia subur tanpa memperhatikan faktor risiko.Kata Kunci: faktor risiko, inspeksi visual asam asetat (IVA) ABSTRACTInspection of Visual Acetate Inspection (IVA) is one of the effective methods of early detection of cervical cancer in Indonesia. Several factors can influence the incidence of pre-cancerous lesions. The aim of the study was to determine the relationship of age of menarche, contraceptive history, marital history with the results of visual acetate (IVA) inspection. Type of non-experimental quantitative research. The population of women of childbearing age who conducted IVA examinations in Pekalongan District was 151 respondents. Sampling is total population. Data analysis with chi square test. The results showed that there was no relationship between age of menarche and the results of IVA examination (p: 0.125); there was no association between contraceptive history and the results of IVA examination (p: 1,000), and there was no relationship between marital history and IVA examination results (p: 0.114). Early detection efforts need to be carried out on women of childbearing age regardless of risk factors. Keywords: risk factors, Inspection of Visual Acetate Inspection (IVA)
HUBUNGAN MENONTON TAYANGAN KEKERASAN DI TELEVISI DENGAN PERILAKU KEKERASAN PADA PELAJAR DI SMK BINA NUSANTARA KELURAHAN BANDARJO KABUPATEN SEMARANG Alfiani, Novita; cahyaningsih, oktaviani; Sulistyowati, Indah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.957 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.221

Abstract

Televisi adalah media penyampaian informasi yang digemari oleh remaja usia sekolah. Televisi sering menayangkan adegan kekerasan yang dapat ditiru oleh remaja yang menontonnya. Oleh karena itu,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menonton tayangan kekerasan di televisi dengan perilaku kekerasan yang dilakukan remaja usia sekolah di SMK Bina Nusantara Kelurahan Bandarjo Kabupaten Semarang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif. Penelitian ini melibatkan 68 orang pelajar yang diberikan keusioner mengenai data demografi, aktivitas menonton tayangan kekerasan, dan perilaku kekerasan yang dilakukan. Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai p = 0,228 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan menonton tayangan kekerasan di televisi dengan perilaku kekerasan yang dilakukan oleh remaja usia sekolah di SMK Bina Nusantara Kelurahan Bandarjo Kabupaten Semarang.
Review Literatur: Mengkaji Pengaruh Pemberian Jahe Terhadap Penurunan Nyeri Desminore Pada Remaja meiranny, arum; Wardani, M.A. Wulanda
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.916 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.220

Abstract

Pendahuluan: Dismenorea dapat dialami oleh setiap wanita yang sedang dalam masa menstruasi. Remaja adalah kelompok usia yang rentan terhadap dismenorea. Menurut data analisis dari The National Health Examination Survey terdapat 20-90% prevalensi wanita yang mengeluh terjadinya dismenorea, 15% diantaranya sudah sampai mengakibatkan dismenorea berat dan terjadi pada wanita usia 12-17 tahun. Ada beberapa manajemen nyeri untuk mengatasi dismenorea, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi rebusan jahe. Metode: Literatur mancanegara ditelusuri melalui sarana media elektronik dengan penuntun kata kunci. Artikel terseleksi sejumlah 4, yang masing-masing mewakili satu pengaruh jahe terhadap penurunan nyeri disminorea dan memberi informasi yang bervariatif. Hasil : Adanya perbedaan tingkat nyeri menstruasi pada responden dengan pemberian perlakuan yang sama, dapat disebabkan oleh perbedaan persepsi responden terhadap nyeri dan upaya penghilang nyeri. Pembahasan : Salah satu cara nonfarmakologi yang dapat diberikan untuk penanganan nyeri yaitu dengan pemberian jahe untuk dikonsumsi. Beberapa komponen kimia jahe  seperti gingerol, shogaol dan zingerone memberi efek farmakologi dan fisiologi seperti antioksidan, anti inflamasi, analgesik, antikarsinogenik, non-toksik dan non-mutagenik meskipun pada konsentrasi tinggi. Kesimpulan : Simpulan berdasarkan analisa yang telah dilakukan adalah penggunaan jahe efektif untuk mengurangi nyeri disminorea
HUBUNGAN PERAN PERAWAT ASSOCIATE DALAM PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN DI RUANG DAHLIA RSUD dr. H SOEWONDO KENDAL astuti, windy; Widyaningsih, Tri Sakti; Tamrin, Tamrin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.077 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.219

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : Dampak hospitalisasi yang dirasakan anak usia 0-5 tahun di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal harus segera diatasi. Salah satunya dengan terapi bermain. Terapi bermain di ruang Dahlia rumah sakit Dr. H Soewondo Kendal tidak pernah dilakukan oleh perawat Assosiate. Terapi bermain dilakukan ketika ada mahasiswa praktek. Salah satu alasan perawat Assosiate tidak melaksanakan terapi bermain anak adalah banyaknya pekerjaan diruangan yang harus dikerjakan. Terapi bermain hanya dilakukan oleh mahasiswa praktek dengan permainan seadanya sedangkan perawat Assosiate jarang melaksanakan, karena perawat merasa sudah ada keluarga yang melaksanakan terapi bermain, sehingga perawat bisa melakukan kegiatan yang lain.Tujuan: Mengetahui hubungan peran perawat associate dalam pelaksanaan  terapi bermain di ruang Dahlia RSUD dr. H Soewondo Kendal.Metode : Penelitian ini menggunakan analitik korelasional yaitu dengan desain cross sectional. Penelitian cross sectional adalah penelitian untuk mengetahui hubungan antar variabel dimana variabel independen dan variabel dependen diidentifikasi pada waktu yang sama, artinya dalam penelitian cross sectional setiap responden hanya diobservasi satu kali saja dan pengukuran variabel responden dilakukan pada saat penelitian tersebut, kemudian peneliti tidak melakukan tindak lanjut. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat Assosiate di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal dengan jumlah 19 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu menggunakan Total Sampling.Hasil : Peran perawat Assosiate di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal yaitu Tidak dilaksanakan sebanyak 10 orang (55,6%) dan dilaksanakan sebanyak 5 orang (44,4%). Pelaksanaan terapi bermain di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal baik 5 orang (27,8%), kurang 13 orang (72,2%). Terdapat hubungan peran perawat Assosiate dalam pelaksanaan terapi bermain di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal dengan nilai p value 0,000.Kata Kunci : Peran perawat, perawat Assosiate, terapi bermain  
ANALISIS MANFAAT PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN DAN EDUKASI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN Harjanti, Agnes Isti; Puspita, Nella Valen Ika
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.223

Abstract

ABSTRAK                                                                             Latar Belakang Analisis secara nasional dari Riskesdas 2013 dan Laporan rutin Direktorat Jendral Bina Gizi-KIA Kementrian Kesehatan Cakupan ASI Eksklusif saat ini belum bisa mencapai target pemerintah Indonesia yaitu sebesar 80%. Masalah hambatan dalam pencapaian ASI Eksklusif yaitu tingginya praktik pemberian makanan prelaktal ibu bekerja dan pemberian susu formula bayi, sehingga sangat sedikit bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan.TujuanMenganalisis tingkat manfaat pijat, tingkat manfaat edukasi ASI Eksklusif, mendiskripsikan pemberian ASI eksklusif dan membedakan besarnya manfaat penerapan pijat oksitosin dengan edukasi ASI eksklusif pada ibu nifas yang menyusui eksklusif pada bayi di Kelurahan Karangayu Semarang.                                                  Metode       Penelitian ini merupakan jenis studi corelasional, yang menghubungkan variabel independent dengan variabel dependent yaitu edukasi ASI eksklusif dan pijat oksitosin dengan pelaksanaan pemberian ASI eksklusif dan pijat oksitosin yang benar. Sampel yang digunakan sebesar 40 ibu nifas dengan teknik sampling total sampling..                     Hasil Analisis tingkat manfaat pijat oksitosin pada ibu lebih meningkatkan ibu untuk melakukan pijat oksitosin sesuai anjuran sebanyak 50%-57,1%. Dengan hasil uji statistik ada perbedaan yang bermakna yaitu dengan hasil T-test 21,877 dan 7,804 dengan siknifikasnsi P< 0,000. Analisis tingkat manfaat edukasi ASI Eksklusif bahwa edukasi kurang meningkatkan keinginan ibu untuk menyusui eksklusif sebanyak 33,3%-50%. Analisis perbedaan tingkat pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif didapatkan ada perbedaan yang bermakna pada ibu nifas yang tingkat pengetahuannya baik dan akan memberikan ASI secara ekskusif dengan hasil T-test 21,877 dan 3,199 dengan signifikansi P < 0,000. Diskripsikan pemberian ASI eksklusif masih tergolong rendah sebanyak 47,5%. Perbedaan besarnya manfaat penerapan pijat oksitosin dengan edukasi ASI eksklusif pada ibu nifas yang menyusui eksklusif pada bayi. ada perbedaan yang bermakna pada ibu nifas yang tingkat pengetahuannya baik dan akan memberikan ASI secara ekskusif dengan hasil T-test 21,877 dan 3,199 dengan signifikansi P < 0,000, dan hasil T-test 21,877 dan 5,339 dengan siknifikansi P < 0,000. Perbedaan yang dapat dilihat bahwa ibu nifas yang memberikan ASI Eksklusif cenderung melakukan pijat oksitosin untuk meningkatkan ASInya dibandingkan dengan ibu nifas yang tidak menyusui secara eksklusif mereka juga tidak melakukan pijat oksitosin dengan baik dan benar.Kesimpulan  Membedakan besarnya manfaat penerapan pijat oksitosin dengan edukasi ASI eksklusif pada ibu nifas yang menyusui eksklusif pada bayi didapatkan perbedaan  hasil T-test 21,877 dan 3,199 dengan signifikansi P < 0,000, dan ada perbedaan hasil T-test 21,877 dan 5,339 dengan siknifikansi P < 0,000. Hasil perbedaan tingkat pengetahuan ASI eksklusif dengan pemberian pijat oksitosin pada ibu nifas terjadi perbedaan yang bermakna yaitu dengan hasil T-test 21,877 dan 7,804 dengan siknifikasnsi P< 0,000. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Edukasi, Pijat Oksitosin,Ibu Nifas.     ABSTRACT                                                               Background National analysis of the 2013 Riskesdas and KIA Ministry of Health's Directorate General of Nutrition Development, Exclusive of breastfeeding Coverage has not been able to achieve the Indonesian government's target of 80%. The problem of obstacles in achieving exclusive breastfeeding is the high practice of prelactal feeding of mothers working and the provision of infant formula milk, so that very few babies are given exclusive breastfeeding for up to 6 months.Purpose  Analyzing the benefits of massage, the level of benefits of exclusive breastfeeding education, describing exclusive breastfeeding and differentiating the benefits of applying oxytocin massage with exclusive breastfeeding education for postpartum mothers who exclusively breastfed infants in Karangayu SemarangMethod This study is a correlational study, which relates the independent variables to the dependent variable, namely exclusive breastfeeding education and oxytocin massage with the implementation of exclusive breastfeeding and correct oxytocin massage. The sample used was 40 postpartum mothers with total sampling technique.                  Result  Analysis of the level of benefits of oxytocin massage on the mother further increased the mother to do oxytocin massage according to the recommendation of 50% -57.1%. With the results of statistical tests there were significant differences with the results of the T-test of 21.877 and 7.804 with a P <0.000.   Analiasis of the level of benefits of exclusive breastfeeding education that education does not increase the desire of mothers to exclusively breastfeed as much as 33.3% -50%. Analysis of differences in the level of knowledge with exclusive breastfeeding found that there were significant differences in postpartum mothers whose level of knowledge was good and would give exclusive breastfeeding with the results of T-test of 21.877 and 3.199 with a significance of P <0.000.       The description of exclusive breastfeeding is still as low as 47.5%. The difference in the benefits of applying oxytocin massage with exclusive breastfeeding education for postpartum mothers who exclusively breastfed infants. there is a significant difference in postpartum mothers with good knowledge level and exclusive breastfeeding with T-test results of 21.877 and 3.199 with a significance of P <0.000, and T-test results of 21.877 and 5.339 with a significance of P <0.000.  The difference can be seen that postpartum mothers who provide exclusive breastfeeding tend to do oxytocin massage to increase their breast milk compared to postpartum women who do not exclusively breastfeed they also do not do oxytocin massage properly and correctly.                                  Conclusion Differentiating the magnitude of the benefits of applying oxytocin massage with exclusive breastfeeding education for postpartum mothers who exclusively breastfed infants found differences in T-test results of 21.877 and 3.199 with a significance of P <0.000, and there were differences in T-test results of 21.877 and 5.339 with a significance of P <0.000. The results of differences in the level of knowledge of exclusive breastfeeding with oxytocin massage on postpartum mothers had a significant difference, with T-test results of 21.877 and 7.804 with P <0.000.Keywords: Exclusive breastfeeding, Education, Oxytocin Massage, Postpartum Mother

Page 1 of 1 | Total Record : 7