cover
Contact Name
Afriyanto
Contact Email
-
Phone
+6281368412361
Journal Mail Official
redaksijurnalavicena@umb.ac.id
Editorial Address
Jl. Salak Raya Kampus II UMB Lingkar Timur Bengkulu.
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
AVICENNA
ISSN : 19780664     EISSN : 26543249     DOI : https://doi.org/10.36085/avicenna
Core Subject : Health,
Jurnal AVICENNA is a journal published by the Public Health Department, Faculty of Health Science, University of Muhammadiyah Bengkulu since 2006 (the previous version can be seen in the AVCN OLD icon). This journal containing writings that are based on the results of research in the fields of Public Health (nutrition, epidemiology, environmental health, health reproduction, health education and behavior science, administration and health policy,management of health services and occupational health). This journal is a quarterly (April, August and December) periodical that considers for publication original articles as per its scope.
Articles 215 Documents
Faktor Pendorong Keberhasilan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu Bintang Agustina Pratiwi; Yanuarti Riska; Nopia Wati; Wulan Angraini; Lusi Okavianti
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 02 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i02.392

Abstract

Cakupan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu tahun 2018 sebesar 63,8%, merupakan angka cakupan ASI Eksklusif terendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kegagalan ASI Eksklusif di wilayah kerja puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif  dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian pada penelitian ini adalah Ibu yang mempunyai anak umur 6 bulan – 24 bulan. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling di dapatkan sampel sebanyak 62 orang. Data di analisis Univariat, Chi Square, Regresi Logistik Berganda.Sebesar 51,6% Ibu memberikan ASI Eksklusif, 88,7% mendapat dukungan dari petugas kesehatan, 53,2% mendapat dukungan suami, 66,1% mendapat dukungan orang tua. Terdapat hubungan antara Dukungan Petugas Kesehatan dan dukungan orang tua dengan pemberian ASI Eksklusif (p value = 0,05 dan 0,020). Dukungan orang tua merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemberian ASI Esklusif.Petugas kesehatan menginformasikan kepada ibu hamil bahwa kehadiran orang tua sangat membantu ibu dalam proses menyusui. Orang tua akan berbagi pengalaman dengan anaknya
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI KOTA BENGKULU Wulan Angraini; Bintang Agustina Pratiwi; Nofa Sagitarius
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i3.396

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian mengetahui faktor internal dan eksternal  penyebab kegagalan ASI Eksklusif pada ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. Penelitian ini adalah kualitatif berupa studi kasus ,meneliti fenomena yang tertentu yang ada dalam masyarakat yang dilakukan secara mendalam. pelaksanaan pada Agustus 2018 di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 10 orang informan yaitu 2 orang petugas kesehatan, 4 orang suami dan 4 orang istri.Hasil penelitian Faktor internal penyebab kegagalan ASI Esklusif pada ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu adalah ibu sudah memiliki pengetahuan yang cukup, namun kesibukan ibu dan produksi ASI ibu yang kurang hal ini menjadi faktor penyebab kegagalan pemberian ASI Ekslusif, serta ibu yang kurang telaten dalam menampung ASI sehingga pada saat berkerja anak hanya diberikan Susu formula.  Faktor eksternal penyebab kegagalan ASI Eksklusif pada ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu  berasal dari luar dimana suami sudah memberikan dukungan dalam pemberian ASI Eksklusif pada bayi namun tidak diikuti dengan tindakan dalam pelaksanaan, Sedangkan tenaga kesehatan sudah memberikan dan menjalankan perannya misalnya dengan melakukan sosialisai, konsultasi tentang pentingnya pemberian ASI esklusif pada bayi, namun kurang dalam melakukan penyuluhan pada ibu menyusui.       
Berat Badan Lahir sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting di Kabupaten Bengkulu Utara Wulan Angraini; Bintang Agustina Pratiwi; Mohammad Amin; Riska Yanuarti; Tiara Rifki Harjuita
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 02 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i02.399

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya.Wilayah kerja Puskesmas Kota Argamakmur merupakan jumlah tertinggi balita dengan status gizi stunting 14,8%. Penelitiann ini bertujuan untuk mengetahui berat badan lahir sebagai faktor risiko kejadian stunting. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada 02 – 20 Agustus 2019 di wilayah kerja Puskesmas Kota Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara. Populasi seluruh ibu yang memiliki balita usia 24 – 36 bulan. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling berjumlah 72 orang. Analisis data dengan univariabel dan bivariabel.Hasil penelitian menunjukkan 37,5% balita berat badan lahir rendah dan status gizi stunting 40,27%. Analisis bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara berat badan lahir terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan di Puskesmas Kota Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara.Adanya pemeriksaan rutin status gizi balita dan melakukan pendidikan kesehatan kepada orang tua tentang stunting.
PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS BALITA USIA 3-4 TAHUN DI PAUD SE- KECAMATAN RENGAT BARAT sherly vermita warlenda; Hastuti Marlina; Reno Renaldi
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 02 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i02.406

Abstract

ABSTRAKPerkembangan motorik halus adalah berkembangnya unsur kematangan dan keterampilan yang menggunakan otot-otot halus pada anak balita (usia 3-4 tahun) yang membutuhkan kecermatan dan koordinasi mata tangan secara progresif. Penelitian ini bertujuan untuk perkembangan  motorik halus balita usia 3-4 tahun di PAUD se- Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2017. Metode yang digunakan adalah analitik kuantitatif yang bersifat cross sectional. Sampel berjumlah 76 orang anak usia 3-4 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional sampling. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan chi-square, status gizi berdasarkan BB/TB serta perkembangan motorik halus digunakan Denver Development Screening Test II. Hasil penelitian diketahui enam variabel independen yang mempunyai hubungan bermakna dengan perkembangan motorik halus balita usia 3-4 tahun yaitu status gizi, berat badan lahir, riwayat ASI eksklusif, lama di PAUD, pola asuh orang tua di rumah dan jenis permainan yang dimiliki di rumah dengan nilai p value < α (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik halus balita usia 3-4 tahun di PAUD se- Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2017 telah sesuai dengan usia.
PENGARUH PIJAT PERINEUM TERHADAP LASERASI SAAT INPARTU PADA PRIMIGRAVIDA DI KABUPATEN REJANG LEBONG Rini Patroni; Mulyadi Mulyadi; Jon Farizal
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i3.466

Abstract

Latar Belakang : Perineum massage yang sering juga di sebut pijat perineum adalah teknik memijat perineum di saat hamil atau beberapa minggu sebelum melahirkan guna meningkatkan perubahan hormonal yang  melembutkan jaringan ikat, sehingga jaringan perineum lebih elastis dan lebih mudah meregang. Peningkatan elastisitas perineum akan mencegah kejadian robekan perineum maupun episiotomy. Sekitar 40%-85% dari wanita yang melahirkan normal mengalami laserasi perineum dan sekitar 2/3 dari wanita ini memerlukan penjahitan. Laserasi jalan lahir merupakan penyebab kedua perdarahan setelah atonia uteri yang terjadi pada hampir persalinan pertama. Trauma genital dapat diakibatkan episiotomi, robekan spontan atau keduanya. Salah satu cara mencegah laserasi perineum adalah pijat perineum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat perineum terhadap laserasi saat inpartu pada ibu primigravida.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida dengan usia kehamilan diatas 36 minggu sebanyak 76 responden yaitu 38 orang untuk kelompok perlakuan dan 38 orang untuk kelompok kontrolHasil : Hasil analisa bivariat didapatkan ada pengaruh pijat perineum terhadap laserasi dengan nilai p=0,02 (0,05)Simpulan : Terdapat pengaruh antara pijat perineum dengan laserasi saat inpartu.
DETERMINANTS OF DIARRHEA EVENTS ON UNDER FIVE CHILDREN IN HARAPAN RAYA PUBLIC HEALTH CENTER WORKING AREA 2019 christine vita purba; christine vita gloria
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i3.479

Abstract

Diarrhea is defecation accompanied by liquid (diarrhea). It can even be iust liquid which is more often than usual (3 times or more in a day) can be accompanied by symptoms of dehydration, fever, nauseous vomit, weak, pale, eye sunken. This research was quantitative analytic with cross sectional design. It was done by distributing questuionnaires to 100 respondents by purposive sampling. The location of this research was conducted in the working area of Harapan Raya Public Health Center in may-june 2019 with population of children under five 6215 people. The incidence of diarrhea in children under five is  highest with 19,2% of people. The purpose of this study was to find the determinants of diarrhea in children under five in the working area of the Harapan Raya Public Health Center in 2019. The results of the study showed the relationship between exclusive breast milk, bottle hygiene, handwashing habits with soap, food storage. The results of the study concluded that exclusive breat milk, bottle hygiene, handwashing habits with soap, food storage were determinats of diarrhea event in children under five in the working area of Harapan Raya Public Health Center 2019. And it is expected to be able to prevent diarrheal diseases in children under five by implementing exclusive breastfeeding, maintain higinic feeding bottles properly, do hand washing with soap properly, and have a safe storage area to eat amimals.
ANALISIS PELAYANAN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Muhammad Amin; Oktarianita Oktarianita; Wiwin Elamnisa
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i3.636

Abstract

ABSTRAK Pelayanan hemodialisa merupakan pengalihan darah pasien dari tubuh melalui dialiser secara difusi dan ultrafiltrasi.Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah pasien yang berobat di ruangan hemodialisa dari bulan Mei – Desember 2018 sebanyak 39 pasien. Tujuan penelitian menganalisis pelayanan hemodialisa di rumah sakit umum daerah harapan dan doa kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dilakukan di RSUD HD Kota Bengkulu pada bulan juni 2019. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap kepala unit hemodialisa, penanggung jawab promosi pelayanan hemodialisa, 2 perawatan hemodialisa, dan 3 orang keluarga pasien serta  menggunakan  observasi  dan  dokumentasi.  Analisis  data  dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana pelayanan hemodialisa terdiri dari  ruangan  yang nyaman, memiliki  ruang sterilisasi,  ruangan  dengan kapasitas 10 mesin dialisis.Persyaratan peralatan terdiri dari 10 mesin dialisis, kurangnya alat-alat yang digunakan dalam promosi, fasilitas AC, TV, dan Wifi, pemberian erythropoietin.Persyaratan ketenagaan terdiri dari kurangnya tenaga medis yang bersertifikat hemodialisa.  Disimpulkan  bahwa  pelayanan hemodialisa di RSUD HD Kota Bengkulu berjalan sesuai dengan kebijakan yang ada, hanya saja kurangnya tenaga medis yang bersertifikat pelatihan hemodialisa.Perlunya keikutsertaan tenaga medis dalam pelatihan hemodialisa, sarana dan prasaran pelayanan hemodialisa dan peralatan hemodialisa.
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO Agus Ramon; Hasan Husin; Epjun Saputra
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i3.638

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan limbah Di RSUD Kabupaten Mukomuko menunjukan masih terdapat permasalahan terkait pengelolaan limbah. Alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut limbah tidak dalam keadaan tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah medis padat di RSUD Kabupaten Mukomuko.Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara mendalam terhadap 4 informan inti dan 2 informan triangulasi, melakukan observasi pada kegiatan pengelolaan limbah dan dokumentasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di instalasi kesehatan lingkungan RSUD Kabupaten Mukomuko padatanggal 1-16 Agustus 2019.Hasil penelitian menunjukan proses pengelolaan limbah medis padat di RSUD Kabupaten Mukomuko pada tahap minimisasi limbah, pemilahan, pewadahan, pemanfaatan kembali dan daur  ulang, tempat penampungan sementara, pengolahan dan pemusnahan limbah sudah dilakukan sesuai dengan Kepmenkes RI No. 1204 (2004) Sementara pada tahap pengangkut limbah, transportasi yang digunakan tidak sesuai dengan Kepmenkes RI No. 1204 (2004) karena gerobak dorong yang digunakan untuk mengumpulkan limbah dari ruangan ke ruangan dan motor Var yang digunakan untuk mengangkut limbah yang telah terkumpul ke depo sampah tidak dalam keadaan tertutup.Pihak RSUD Kabupaten Mukomuko diharapkan agar dapat melaksanakan kegiatan pengelolaan limbah sesuai dengan Kepmenkes Republik Indonesia No. 1204/MENKES/SK/X/2004 terutama pada kegiatan transportasi pengangkutan limbah. Selain itu, perlu adanya peraturan atau Standar Operasional (SOP) terkait penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) yang ditujukan pada petugas pengelolaan limbah.
BLOOD SUGAR LEVELS OF DIABETES MELLITUS TYPE II PATIENTS THAT CONSUME KERSEN LEAVES (Mumtingia calabura L) IN CURUP OF BENGKULU CITY Heti Rais Khasanah; Heru Laksono; Putri Widelia W
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v15i1.648

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease or disorder with multietiology (many causes) which is characterized by high blood sugar levels accompanied by impaired carbohydrate, fat, and protein metabolism as a result of inadequate insulin function. Cherry leaves as an alternative medicine for diabetes mellitus, are used by boiling the carcinoma leaves using water. Boiling process attracts polar compounds found in cherry leaves, cherry leaves contain saponins and flavonids which can inhibit the absorption of blood sugar from the intestine, thus inhibiting the absorption of carbohydrates. Method: this research uses descriptive type with Cross Sectional research design. Sample selection with snowball sampling method. There were 32 respondents, namely type II diabetes mellitus who consumed cherry leaf boiled water (20 routines, and 12 non-routine). Method of blood sugar levels using a glucometer. Results: blood sugar levels in patients with type II diabetes mellitus who consume boiled water cherry leaves regularly at 20 probandus (40% normal and 60% abnormal) obtained an average of 166.6 mg / dl and standard deviation of 35,905, not routine (100% abnormal) an average of 211.3 mg / dl was obtained and a standard deviation of 76,935. Conclusion: cherry leaves boiled water when consumed regularly and regularly can reduce blood sugar levels of patients with type II diabetes mellitus.Keywords: Blood glucose, DM type II, Cherry leaves.
GAMBARAN JUMLAH MONOSIT PADA PETANI TERPAPAR PESTISIDA DI DESA KEBAN AGUNG KABUPATEN KEPAHIANG Putri Widelia Welkriana; Heti Rais Khasanah
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v15i1.729

Abstract

Latar Belakang :Monosit adalah sel darah putih yang mampu berubah menjadi makrofag dalam memerangi benda-benda asing yang menyerang tubuh dengan keluar dari aliran darah dan masuk kejaringan tubuh.Sel ini melawan infeksi dengan memfagosit kuman. Pestisida adalah suatu zat yang bersifat racun yang berfungsi untuk memberantas organisme pengganggu tanaman. Salah satu dampak dari paparan pestisida terhadap kesehatan yaitu gangguan pada profil darah.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah monosit pada petani terpapar pestisida di Desa Keban Agung Kabupaten Kepahiang.Metode :Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian Cross Sectional yang dilakukan di desa keban agung populasi penelitian berjumlah 27 responden.Hasil :Hasil pada penelitian ini dapat diketahui bahwa 20 responden (74%) yang memiliki jumlah monosit normal dan 7 responden (26%) tergolong abnormal.Kesimpulan : Disimpulkan bahwa sebagian besar subyek memiliki jumlah monositdengan nilai yang normal.Kata Kunci: Monosit, Petani, PestisidaLatar Belakang :Monosit adalah sel darah putih yang mampu berubah menjadi makrofag dalam memerangi benda-benda asing yang menyerang tubuh dengan keluar dari aliran darah dan masuk kejaringan tubuh.Sel ini melawan infeksi dengan memfagosit kuman. Pestisida adalah suatu zat yang bersifat racun yang berfungsi untuk memberantas organisme pengganggu tanaman. Salah satu dampak dari paparan pestisida terhadap kesehatan yaitu gangguan pada profil darah.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah monosit pada petani terpapar pestisida di Desa Keban Agung Kabupaten Kepahiang.Metode :Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian Cross Sectional yang dilakukan di desa keban agung populasi penelitian berjumlah 27 responden.Hasil :Hasil pada penelitian ini dapat diketahui bahwa 20 responden (74%) yang memiliki jumlah monosit normal dan 7 responden (26%) tergolong abnormal.Kesimpulan : Disimpulkan bahwa sebagian besar subyek memiliki jumlah monositdengan nilai yang normal.