cover
Contact Name
Isnanita Noviya Andriyani
Contact Email
isnanita.87@gmail.com
Phone
+628562906161
Journal Mail Official
almanar@journal.staimsyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Pringgokusuman No.12 Gedongtengen
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Manar : Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam
ISSN : 22527265     EISSN : 26158779     DOI : -
Jurnal AL Manar: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam ini harus meliput tentang pendidikan Islam baik sebagai bentuk dakwah dengan integritas pendidikan sebagai realitas sosial yang dinamis dan terus berubah. Jurnal ini juga bertujuan menjembatani kesenjangan antara pendidikan Islam dan dakwah baik secara tekstual maupun kontekstual untuk Studi Islam; dan menyelesaikan dikotomi dalam pendidikan dan dakwah Islam. Maka, jurnal ini mengundang titik temu beberapa disiplin ilmu dan cendekiawan. Dengan kata lain, kontributornya meminjam dari berbagai disiplin ilmu, termasuk humaniora dan ilmu sosial yang memuat kajian studi ilmiah tentang hasil-hasil penelitian, pengembangan dan kajian ke-Islaman dalam bentuk hasil penelitian, gagasan konseptual, tinjauan literatur, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2021): Juni" : 8 Documents clear
TANTANGAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH INKLUSI DI YOGYAKARTA Sutipyo Ru'iya; Fandi Akhmad; Diana Putwiyani; Anjar Sulistiawan
Jurnal Al-Manar Vol 10, No 1 (2021): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v10i1.240

Abstract

Semakin berkembangnya sekolah inklusi secara kuantitas di Yogyakarta, ternyata belum diikuti perkembangan secara kualitas. Beberapa sekolah inklusi berjalan hanya sekedar jalan secara operasional, tanpa memperhatikan santar pelayanan. Penelitian ini berupaya mengungkap tantangan guru Pendidikan Agama Islam yang mengajar di sekolah inklusi, karena sebagian besar guru Pendidikan Agama Islamtidak mempunyai latar belakang pendidikan inklusi. Penelitian ini meneliti di dua sekolah inklusi dengan sumber data guru Pendidikan Agama Islam di sekolah A sebanyak dua orang dan sekolah B sebanyak tiga orang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada semua guru Pendidikan Agama Islam dan kepada guru pembimbing khusus. Data yang diperoleh di analisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data secara terpola, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian di peroleh bahwa tantangan guru Pendidikan Agama Islam dalam menjalankan tugas secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu: tidak mempunyai kompetensi tentang anak berkebutuhan khusus, sulit memahami karakteristik anak berkebutuhan khusus, dan melakukan kerjasama dengan guru pembimbing khusus bagi yang punya dan melakukan pendalaman dan pengkajian anak berkebutuhan khususmelalui buku-buku.
Pengaruh Media Pembelajaran dalam Proses Pembelajaran Daring terhadap Hasil Belajar Siswa di Era Pandemi Covid-19 Adiyati Fathu Roshonah; Tiara Dwitami
Jurnal Al-Manar Vol 10, No 1 (2021): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v10i1.255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan media pembelajaran Power Point melalui aplikasi Google Meet terhadap proses pembelajaran online terhadap hasil belajar siswa kelas IV C di SDN Pisangan 01 Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain metode eksperimen yang dipilih dalam penelitian ini adalah True Experimental Design dengan tipe Posttest-Only Control Design. Data diperoleh dengan tes tertulis berupa soal dan dokumentasi. Analisis perhitungan statistik menggunakan uji-t melalui program SPSS 20 for Windows menggunakan Independent Sample T-Test dengan asumsi kedua varians homogen (equal variance asumsi) dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sig. (2-tailed) adalah 0,001 < dari 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penerapan media pembelajaran power point melalui aplikasi google meet lebih unggul daripada diskusi melalui chat room di Grup WhatsApp. Hal ini terlihat dari perolehan nilai rata-rata untuk kelompok eksperimen sebesar 81,8 dan pada kelompok kontrol sebesar 45,3. Perbedaan yang signifikan ini tentunya juga didukung oleh faktor lain seperti peran orang tua dalam membimbing siswa belajar di rumah dan tersedianya fasilitas yang mendukung siswa dalam pembelajaran online.
PEMBELAJARAN SEKOLAH UNGGULAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Studi Tentang Manajemen Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Hidayah Klaten Kelik Wardiyono; Siti Choiriyah; Wasis Pambudi
Jurnal Al-Manar Vol 10, No 1 (2021): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v10i1.172

Abstract

Covid-19 brings implications in various aspects of life for the world community, one of which is education.  Schools in Indonesia "in particular" and the world in general do not apply face-to-face learning to minimize the impacts that will be caused by the global pandemic.  Restricting the crowd, gathering of many people in one place, and adhering to health protocols are imperative.  This study investigates how schools respond to this prolonged policy and condition.  SMAIT Hidayah Klaten is one of the top schools that is seriously affected by the conditions and related policies. The results of the study suggest that SMAIT Hidayah Klaten is very adaptive to government policies regarding the learning process during the Covid-19 period. At least, learning management is carried out by a combination of online and offline learning named “DAR-LING”.  This concept rests on 3 principles, namely online as an ecosystem, school visit and home visit.
Pendidikan Karakter dalam Buku Sirah Nabawiyah Karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri Riska Izzani; Rubini Rubini
Jurnal Al-Manar Vol 10, No 1 (2021): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v10i1.256

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu unsur penting dari pendidikan. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua atau pendidik di sekolah saja. Namun setiap pihak dapat berpengaruh dalam menanamkan pendidikan karakter terhadap peserta didik. Membentuk  peserta didik  menjadi seseorang yang religius dapat diupayakan dengan cara menyampaikan nilai-nilai Islam melalui Sejarah Islam, terutama perjuangan Rasulullah Saw dan para sahabat. Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui pendidikan karakter dalam buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri. Jenis penelitian ini adalah kajian pustaka atau library research, dengan pendekatan deskriptif, metode pengumpulan data adalah metode dokumentasi. Data primer dalam penlitian ini adalah buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri. Teknik analisis data adalah content analys melalui 3 langkah yaitu editing, organizing dan inferensi. Hasil penelitian adalah pendidikan karakter dalam buku Sirah Nabawiyahkarya syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri adalah Ketulusan hati atau kejujuran (honesty), Belas kasihan (compassion), Kegagah beranian (courage), Kasih sayang (kindness), Kontrol diri (self-control), Kerja sama (cooperation), Kerja keras (hard work).
KOMPARASI KITAB-KITAB TAFSIR AL-QUR’AN ERA KLASIK DAN MODERN ATAS TEORI DAN MODEL KOMUNIKASI KELOMPOK UNTUK PENDIDIKAN ANAK PADA QS. LUQMAN/31: 13-19 Abdul Ghaffar
Jurnal Al-Manar Vol 10, No 1 (2021): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v10i1.183

Abstract

Efforts of interpretation by a mufassir cannot be separated from the context of his social space. Because the interpretation process that is done is not in a empty room that is independent of social life. This thing cannot be separated from the effort of an interpreter with the surrounding of social environment. Under these circumstances, it is very fascinating to analyze the interpretation with the currently developing educational nowadays, for instance, knowing the extent to which interpretation embraces the science of child education in the Qur’an. From here, then the question arises, how the interpretation of the classical and modern era of verse Q.S. Lukman / 31: 13-19? How is the compatibility of theories and models of child education delivered by education experts and explanations of classical, modern era commentators on this verse? Looking at the context of this research, the theoretical review used is the theory of group communication, which in this theory said that a group is the minimum that occurs between two people. This theory also states that in communication a group must contain three types; Learning Group, Growth Group, and Problem solving group.
KONSEP KEWIRAUSAHAAN DALAM TAFSIR AL-AZHAR DAN RELEVANSINYA DENGAN MATERI MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN azis azis abdullah
Jurnal Al-Manar Vol 10, No 1 (2021): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v10i1.239

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji tentang kosnep kewirausahan dalam tafsir Al-Azhar dan mengkaji relevansi dengan kurikulum mata kuliah kewirausahan di perguruan tinggi. Jenis penelitian ini kajian pustaka dengan metode pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi dengan metode analisis isi.Hasilnya penelitian bahwa konsep dasar kewirausahaan adalah dasar bekerja, tujuan bekerja adalah ibadah, syarat-syarat bekerja dan bekerja tidak melupakan akherat. Nilai-nilai kewirausahaan dalam tafsir al-Azhar adalah nilai kreatif, jujur, inovatif, tanggung jawab, realistis dan kerja sama. Adanya relevansi antara konsep kewirausahaan dalam tafsir al-Azhar dengan materi mata kuliah kewirausahaan. Intinya mengajak pelaku usaha kembali kepada dasar al-Quran dan as-Sunnah sebagai pedoman dalam menjalankan berbagai bentuk usahanya di dunia. Kemudian dalam proses usahanya perlu dukungan nilai-nilai kewirausahaan yang tertanam dalam dirinya.
PRAKTIK PEMBELAJARAN DI MADRASAH PERSPEKTIF PRAGMATISME (STUDI TERHADAP PEMIKIRAN IBN KHALDUN DAN JHON DEWEY) Rz. Ricky Satria Wiranata; Arham Junaidi Firman; Tri Mulyanto; Agung Ilham Prastowo
Jurnal Al-Manar Vol 10, No 1 (2021): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v10i1.152

Abstract

Artikel ini berusaha mencari format praktik pembelajaran di Madrasah dalam perspektif pragmatisme. Artikel ini menarik karena mencoba membenturkan dua filosof besar dikalangan Islam dan Barat yaitu Ibn Khaldun dan Jhon Dewey kemudian di komparasi dan di reposisi menjadi sebuah temuan konsepsi praktis pembelajaran di Madrasah. Artikel ini merupakan studi Pustaka (library research) yaitu prosedur mengumpulkan data dari berbagai karya tulis seperti buku, artikel, catatan ilmiah kemudian di telaah secara dialogis menjadi sebuah simpulan. Pendekatan yang digunakan dalam artikel ini adalah filosofis. Hasil penelitian menyatakan bahwa ciri khas dari pendidikan pragmatis adalah praktek langsung (Learning by Doing). Madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengasah kecerdasan kognitif tetapi juga sebuah laboratorium pengalaman tempat ide dan gagasan diuji coba. Tujuan Pendidikan pragmatis di madrasah adalah pengembangan pemikiran, kesadaran sosial dan peningkatan kerohanian siswa. Praktik pembelajaran pragmatis hendaknya dimulai dari pengalaman hidup yang bersifat umum menuju yang lebih kompleks. Kurikulum Pendidikan pragmatis di madrasah hendaknya menyesuaikan dengan kemampuan inteletual siswa. Pembelajaran pragmatis hendaknya membuat siswa mampu memetik intisari pelajaran, keterangan dan penjelasan yang komprehensip multi perspektif.
PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM FUNGSIONAL DALAM PEMBINAAN PERKAWINAN DI KABUPATEN SLEMAN (Tinjauan Konseling Islam) Surahmat Surahmat
Jurnal Al-Manar Vol 10, No 1 (2021): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v10i1.153

Abstract

Abstrak KUA (Kantor Urusan Agama) merupakan pihak pemerintah yang paling dibutuhkan dalam urusan perkawinan. Di dalam strukturnya ada Penghulu yang bertugas dalam pelayanan pencatatan perkawinan, Staf Pembinaan Perkawinan dan Keluarga Sakinah (Binwin KS) yang bertugas dalam pembinaan perkawinan dan keluarga sakinah, dan Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) yang bertugas dalam bimbingan penyuluhan agama Islam. Dalam kasus di Kabupaten Sleman, DIY; peran ideal PAIF dalam pembinaan perkawinan (binwin) sudah bersifat Islami dan legal. Adapun kegiatannya terkelompok dalam 8 peran (P), yakni menjadi narasumber: penasihatan calon pengantin (catin) individual (P1), penasihatan catin berpasangan/ sepasang (P2), penasihatan catin klasikal/ kursus catin (P3), panitia kursus catin (P4), khutbah nikah (P5), penasihatan pascanikah individual (P6), penasihatan pascanikah berpasangan (P7), dan menjadi  Konsultan Perkawinan BP4 (P8). Dari 8 peran ideal tersebut yang dapat diperankan oleh para PAIF sebagai peran aktual di KUA se-Kabupaten Sleman adalah: P1, P2, P3, P6, P7, dan P8 dengan signifikasi peran yang berbeda-beda; ada yang berperan secara signifikan (S), cukup signifikan (CS), kurang signifikan (KS), dan ada pula yang tidak signifikan (TS). Dari tinjauan Konseling Islam, baik peran ideal maupun peran aktual PAIF itu menunjukkan relevansi dengan standar Konseling Islam. Relevansi ini dapat dianalisis keterkaitannya dengan strategi optimalisasi peran PAIF dalam binwin.Kata kunci: peran, penyuluh, bimbingan perkawinan, dan konseling Islam Abstract KUA (Kantor Urusan Agama / Office of Religious Affairs) is a part of the government that is needed the most in marriage affairs. In its structure, there are Marriage Registrar who works in marriage registration service, Staff of Pembinaan Perkawinan dan Keluarga Sakinah (Binwin KS) who works in marriage consultation and family with tranquility and Functional Islam Religion Counsellor (Penyuluh Agama Islam Fungsional/ PAIF) who works Islam religion guidance and counselling. In the case in Sleman Regency of DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta/ Yogyakarta Special Region; the ideal role of PAIF in marriage consultation (binwin) has had Islamic characteristics and legal. Meanwhile, the activities are categorized into 8 roles (P), as follows becoming: consultation resource person of future brides and bridegrooms individually (P1), consultation resource person of future brides and bridegrooms in couple (P2), consultation resource person of future brides and bridegrooms in a class/ in course (P3), course committee of future brides and bridegrooms individually (P4), in marriage khutbah (P5), consultation resource person of post marriage individually (P6), consultation resource person of post marriage in couple (P7), and becoming BP4 Marriage Consultant. Among the ideal 8 roles, the actual roles of PAIFs in KUA in Sleman Regency are P1, P2, P3, P6, P7, and P8 with different significance of the roles; there are ones with roles that are significant (S), significant enough (CS), less significant (KS), and not significant (TS). From Islamic Counselling review, both ideal role and actual role of PAIF show a relevance with Islamic Counselling standard. The correlation of the relevance and the role optimization strategy of PAIF in binwin can be analyzed.Keywords: role, counsellor, marriage consultation, and Islamic counselling 

Page 1 of 1 | Total Record : 8