cover
Contact Name
Isnanita Noviya Andriyani
Contact Email
isnanita.87@gmail.com
Phone
+628562906161
Journal Mail Official
almanar@journal.staimsyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Pringgokusuman No.12 Gedongtengen
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Manar : Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam
ISSN : 22527265     EISSN : 26158779     DOI : -
Jurnal AL Manar: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam ini harus meliput tentang pendidikan Islam baik sebagai bentuk dakwah dengan integritas pendidikan sebagai realitas sosial yang dinamis dan terus berubah. Jurnal ini juga bertujuan menjembatani kesenjangan antara pendidikan Islam dan dakwah baik secara tekstual maupun kontekstual untuk Studi Islam; dan menyelesaikan dikotomi dalam pendidikan dan dakwah Islam. Maka, jurnal ini mengundang titik temu beberapa disiplin ilmu dan cendekiawan. Dengan kata lain, kontributornya meminjam dari berbagai disiplin ilmu, termasuk humaniora dan ilmu sosial yang memuat kajian studi ilmiah tentang hasil-hasil penelitian, pengembangan dan kajian ke-Islaman dalam bentuk hasil penelitian, gagasan konseptual, tinjauan literatur, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 160 Documents
MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM Rubini Rubini
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.237 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.74

Abstract

Manajemen Peningkatan Mutu dalam konteks filsafat pendidikan adalah metodologi perbaikan secara terus-menerus, yang dapat memberikan seperangkat alat praktis untuk setiap lembaga pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan, saat ini dan masa depan. Manajemen Peningkatan Mutu adalah sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi bisnis yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi. Manajemen Peningkatan Mutu merupakan suatu pendekatan dalam melakukan bisnis yang mencoba untuk memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus dari produk, jasa, orang, tenaga kerja, proses, dan lingkungan. Tujuan dari Manajemen Peningkatan Mutu adalah tanggung jawab atau kewajiban untuk mencapai atau mengejar kepuasan pelanggan. Dengan kata lain, kualitas terpadu adalah “ suatu sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi”. Mutu terpadu pendidikan adalah metodologi tentang perbaikan secara terus menerus, yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap lembaga pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan, saat ini maupun masa yang akan datang dengan tuntutan pendidikan. Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu pada Madrasah berarti semua warga madrasah bertanggung jawab atas kualitas pendidikan, termasuk siswa. Siswa sebagai “klien” atau dalam istilah perusahaan sebagai “ stakeholders” yang terbesar, maka suara siswa harus disertakan dalam setiap pengambilan keputusan strategis langkah organisasi madrasah. Suasana demokratis akan menciptakan iklim dialog antara siswa dengan guru, antara siswa dengan kepala madrasah para guru dengan kepala madrasah, singkatnya adalah suasana demokratis dan keterbukaan di antara semua warga madrasah. Proses belajar mengajar bukanlah satu – satunya cara untuk berkomunikasi, tetapi ada banyak cara untuk berkomunikasi . Hal ini terkait dengan budaya akademik
MOTIVASI MEMBANGUN LEMBAGA PENDIDIKAN Azis Abdullah
Jurnal Al-Manar Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.375 KB) | DOI: 10.36668/jal.v5i1.49

Abstract

Peningkatan mutu lembaga pendidikan, baik mutu, efisiensi, relevansi atau pemerataan tidak harus dimulai dari titik nol (perubahan sistem), karena proses pendidikan sudah berjalan sejak lama dan memiliki variabel yang kompleks. Sekolah kreatif selalu menyuguhkan berbagai macam lorong untuk peserta didik agar menemukan jalan keluar. Faktor yang pokok adalah pengaruh motivasi yang menjadi pendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhan. Pada titik ini motivasi menjadi daya penggerak dan penentu perilaku. Sedangkan komponen-komponen yang harus ada dalam lembaga pendidikan meliputi komponen siswa, guru, kurikulum, sarana prasarana dan pengelola.
KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA SAKINAH Sutinah Sutinah
Jurnal Al-Manar Vol 4, No 1 (2015): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.034 KB) | DOI: 10.36668/jal.v4i1.65

Abstract

Cinta bukan kata benda, tapi kata kerja.Ursula K Leguin yang dikutip Khoiruddin Bashori dalam makalahnya mengatakan Cinta bukan separti batu, yang tiba-tiba teronggok disuatu tempat, tapi seperti roti, yang harus dibikin, dibikin lagi setiap waktu diperbaharui. Jika perkawinan diawali dengan saling mencintai, sebanarnya sudah merupakan modal yang sangat bagus, tinggal bagaimana itu terus diperbaharui, dipupuk. Istilah jatuh cinta sebenarnya kurang tepat secara psikologis. Cinta itu bukan jatuh, tapi memberi . kita tidak jatuh cinta tapi membuat cinta. Dengan kata lain kita mesti berperilaku dengan penuh cinta kasih, agar cinta dapat tumbuh subur. suami memberikan cinta kasih pada isteri ,demikian pula istri memberi kepada suami. Seperti layaknya sebuah investasi, semakin besar yang kita berikan kepada isteri/suami, semakin tebal perasaan cinta kita kepadanya. Kita tidak bisa pasif, menunggu cinta itu mekar dengan sendirinya. Agar bangunan rumah tangga itu semakin kokoh diperlukan pula berbagai upaya untuk meningkatkan kematangan emosi masing-masing, toleransi, respek, kesamaan minat dan nilai-nilai, kemampuan bertanggung jawab termasuk secara ekonomi, dan kemampuan problem solving dan penyelesaian konflik. Untuk itu sangat penting suami isteri perlu menyediakan waktu untuk berbicara dan mendengarkan apa kebutuhan diri dan pasangannya. Keluarga bahagia sejahtera biasanya terbentuk melalui beberapa tahapan, keluarga mestinya dapat dengan baik melewati tahap-tahap itu satu demi satu, namun ada pula yang tidak dapat mencapai tahap terakhir yaitu keluarga sakinah sebuah keluarga yang di inginkan semua orang yaitu sebuah keluarga yang penuh cinta kasih.
KONSEP SPIRITUAL LEADERSHIP DALAM PENDIDIKAN ISLAM Isnanita Noviya Andriyani
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.228 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i2.89

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi konsep dan tujuan kepemimpinanspiritual dalam pendidikan Islam, menunjukkan beberapa gayadan dimensi kepemimpinan spiritual yang dapat dikaitkandengan teori berbasis nilai kepemimpinan, serta membahasbeberapa manfaat memahami kepemimpinan spiritual dalampendidikan Islam. Artikel ini diakhiri dengan argumen untukmendapatkan wawasan lebih mendalam mengenai dasar teorikepemimpinan spiritual dalam kaitannya dengan teori-teorikepemimpinan yang lain karena sangat diperlukan untukmenjadikan konsep paradigma yang berharga bagi pendidikanIslam.
ANALISIS PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS APLIKASI GOOGLE CLASSROOM DI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MASJID SYUHADA (STAIMS) YOGYAKARTA Alam Budi Kusuma; Widi Astuti; Cahya Edi Setyawan
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 2 (2019): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.747 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i2.120

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian experiment untuk mengetahui: 1) efektifitas Google Classroom dalam pembelajaran bahasa Arab di Sekolah Tinggi Agama islam Masjid Syuhada, 2) mengetahui ada tidaknya serta sejauh mana peningkatan hasil pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan media berbasis aplikasi google classroom di Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada  Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) berdasarkan data yang diperoleh dinyatakan efektif  dengan memiliki nilai rata-rata sebesar 76, maka dengan berpedoman pada PAP skala lima, peneliti menyatakan bahwa kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran bahasa arab pada kelas eksperimen masuk pada kategori sangat baik, 2) Ada  perbedaan yang signifikan pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan aplikasi Google Classroom dan pembelajaran yang belum menggunakan Google Classroom buktinya adalah terdapat prbedaan nilai rata-rata dari hasil posttest untuk kelas kontrol memiliki nilai rata-rata sebesar 61,70 dan untuk kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata sebesar 76.
ANALISIS KESUKARAN SOAL, DAYA PEMBEDA DAN FUNGSI DISTRAKTOR Laela Umi Fatimah; Khairuddin Alfath
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 2 (2019): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.795 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i2.115

Abstract

Artikel ini ditulis karena pada dasarnya pendidikan memerlukan sebuah evaluasi. Tak hanya hasil belajar siswa saja yang dieavluasi, melainkan juga alat pengukur yang digunakan untuk mengukur keberhasilan siswa. Yang dimaksud adalah tes hasil belajar, yang mana terdiri dari butir-butir soal atau biasa disebut item. Dan untuk mengetahui apakah butir-butir tersebut sudah menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya, maka perlu identifikasi. Dengan harapan akan menghasilakan berbagai informasi berharga, yang menjadi umpan balik guna melakukan perbaikan, pembenahan dan penyempurnaan kembali, hingga nantinya benar-benar dapat menjalankan fungsinya sebagai alat pengukur hasil belajar yang berkualitas tinggi. Rangakaian kegiatan seperti uraian tersebut sering dikenal dengan istilah analisis item. Maka dari itu perlu adanya analisis kesukaran soal, daya pembeda dan fungsi distraktor. Dan ini akan menjadi topik utama yang dipaparkan pemakalah pada artikel ini.
PEMIKIRAN POLITIK TENTANG NEGARA DI KALANGAN SYI’AH Rifa'i Abu Bakar
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 2 (2019): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.294 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i2.121

Abstract

Syi’ah meyakini bahwa  imamah  bukan hanya sebagai lembaga politik, tetapi juga lembaga agama dan spiritual. Imam bukan saja pemegang otoritas politik, tetapi juga otoritas agama sebagai marja’ bagi umat dan pelanjut risalah Allah atau membawa missi suci meneruskan tugas-tugas Rasulullah Saw. Oleh karena itu seorang imam haruslah sama kualitasnya dengan Nabi atau mendekati Nabi dan  orang yang memiliki kualitas mendekati Nabi adalah Ali ibn Abi Thalib dan keturunannya. Syiah memandang bahwa  kehadiran  sebuah negara dalam  kehidupan  umat Islam  sangat  penting  untuk menjaga agama,  agar dengan sebuah Negara  hukum-hukum Islam dapat  terjamin pelaksanaannya, sehingga mampu menjamin   bahwa Islam  tetap    eksis    di muka bumi Allah.  Oleh karena itu,  negara Islam yang sudah dibangun harus dipimpin atau  dikendalikan oleh seorang imam atau pemimpin  yang  memenuhi  kriteria yang  disepakati oleh kaum Syiah, antara lain harus  orang yang  senantiasa mena’ati perintah Allah SWT, tidak boleh serakah, kikir dan egois, haruslah orang yang pandai, tidak berlaku kasar, tidak bersikap zalim, tidak boleh menerima suap dan tidak boleh mengabaikan sunnah.
PENERAPAN ABSENSI ONLINE “JATHILAN” BAGI PENILIK SEKOLAH PONOROGO DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Nurul Fardiana
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 2 (2019): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.931 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i2.116

Abstract

Di era revolusi 4.0 saat ini perkembangan teknologi sudah semakin canggih dan mudah diakses. Sehingga menuntut penilik sekolah harus professional dalam dunia pendidikan. Sebagai penilik sekolah yang hidup atau berada di era globalisasi saat ini, kita dituntut untuk kreatif dan menguasai teknologi agar tidak tertinggal oleh arus zaman. Sistem absensi manual saat ini memerlukan pembaharuan sistem yang baru. Karena dengan melakukan hal ini akan berdampak sangat baik bagi instansi dilihat dari sisi efisien, efektif dan cepat. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Ponorogo meluncurkan program absensi online “jathilan”, dengan melakukan absensi selfie foto di jaringan lokal yang berjarak hanya didalam lingkungan instansi sehingga penilik sekolah tidak dapat absen di luar instansi. Maka dari itu dengan adanya suatu perkembangan sebuah sistem absensi online “jathilan” untuk penilik sekolah dan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Ponorogo akan mencegah terjadi kecurangan dalam sebuah penitipan absen dan terlambat masuk dan pulang kerja. Untuk membuat laporan diatas memerlukan metode penelitian deskriptif fenomenologi yang terjadi di dunia pendidikan Pemerintah Kabupaten Ponorgo dalam menerapkan sistem absensi Online “jathilan”menghadapi Revolusi Industri 4.0.  Data yang digunakan adalah data kualitatif.
INTERNALISASI REVOLUSI MENTAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM Rubini Rubini
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 2 (2019): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.666 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i2.122

Abstract

Pendidikan memiliki kekuatan yang sangat besar dalam mempertahankan suatu bangsa dari yang disebut penjajah. Dengan pendidikan pulan suatu bangsa dapat mencapai kemajuan-kemajuan dan perkembangan-perkembangan yang dapat membawa mewujudkan cita-cita bangsa. Menurut  Kamus  Besar Bahasa Indonesia, revolusi adalah perubahan  yang cukup  mendasar dalam suatu bidang, sedangkan mental adalah bersangkutan dengan batin dan watak manusia, yang  bukan  bersifat  badan  dan  tenaga. Revolusi  mental  menyangkut  keadaan kejiwaan,  roh,  spiritual,  dan  nilai-nilai  yang  diyakini  oleh  seseorang  atau sekelompok orang dalam sebuah ruang lingkup kecil atau bahkan sebuah negara. Internalisasi Revolusi Mental dalam Pendidikan Islam adalah pendalaman perubahan yang mendasar dalam mentalitas, cara berfikir, cara  merasa, dan  cara  mempercayai,  yang  semuanya  menjelma dalam  perilaku  dan  tindakan  sehari-hari dalam pendidikan Islam. Hal ini dapat dilakukan melalui: Strategi  Keteladanan  (modelling), Latihan dan Pembiasaan, Metode Mengambil Pelajaran, Strategi Pemberian Nasehat, Metode Kedisiplinan.
IMPLEMENTASI METODE BELAJAR ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII C MATA PELAJARAN IPS MTsN BATU Putri Aulia Enan Dina; Rasmuin Rasmuin
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 2 (2019): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.675 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i2.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  metode belajar role playing dalam kegiatan pembelajaran IPS dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII-C MTs1N Batu. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas. Pengambilan data menggunakan teknik wawa1ncara, tes, dan obser1vasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan positif pada hasil belajar siswa. Peningkatan hasil bel1ajar bisa dilihat berdasarkan pencapaian nilai hasil eval1uasi disetiap siklus. Dilihat dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa skor rerata pada pra siklus hingga kegiatan siklus II menggambarkan peningkatan skor yang signifikan. Rerata nilai pada pra siklus yang diambil dari data Ulangan Harian sebesar 61,75, hasil evaluasi siklus I  rerata nilai sebesar 76,2 sedangkan aktivitas siklus II memperoleh nilai rata-rata meningkat diangka 89,4.

Page 9 of 16 | Total Record : 160